cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
WIDYA LAKSANA
ISSN : 14104369     EISSN : 25496859     DOI : -
Core Subject : Education,
Widya Laksana is a scientific multidisciplinary journal published by Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Pendidikan Ganesha twice a year; January and August
Arjuna Subject : -
Articles 28 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 2 (2024)" : 28 Documents clear
Pemberdayaan Bumdes Wanagiri untuk Meningkatkan Nilai Tambah Kulit Kopi menjadi Edible Film Kemasan Ramah Lingkungan Suriati, Luh; I G. P. Mangku; G. A. S. Widya Krisnawati; A. A. N. Surya Girindra
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i2.54368

Abstract

Limbah kulit kopi merupakan salah satu masalah besar dalam industri agro, yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal dan menimbulkan dampak lingkungan negatif. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanfaatan limbah kulit kopi sebagai bahan dasar pembuatan Edible Film yang biodegradable dan bernilai ekonomis.  Pelaksanaan kegiatan PKM menggunakan jenis pengabdian tindakan partisipatif dengan desain berbasis komunitas yang melibatkan mitra dalam setiap tahapan kegiatan. Subjek uji coba pengabdian ini melibatkan 20 anggota dari kelompok tani di Desa Wanagiri, serta pengurus Bumdes Eka Karya Giri Utama. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan penyebaran kuesioner yang dirancang dengan kisi-kisi validitas instrumen untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan akurat dan relevan. Metode analisis data meliputi analisis deskriptif. Hasil pengabdian ini yaitu Edible Film berbahan kulit kopi memiliki sifat biodegradable dan dapat mengurangi ketergantungan pada kemasan plastik konvensional, sejalan dengan tujuan utama pengabdian. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa pemanfaatan limbah kulit kopi menjadi Edible Film tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan limbah tetapi juga berkontribusi pada peningkatan keterampilan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Implikasi dari pengabdian ini mencakup dorongan pengembangan produk ramah lingkungan dan penguatan usaha berbasis komunitas.
PKM Standarisasi Keamanan Produk Biofarmasi secara Mikrobiologi Anak Agung Ayu Putri Permatasari; Sari, Ni Kadek Yunita; I Wayan Rosiana
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i2.55676

Abstract

Masalah penelitian terletak pada belum adanya uji mikrobiologi pada produk biofarmasi Blumea Soap dan Plumeria Scrub yang dikembangkan oleh siswa jurusan farmasi, sehingga standar keamanan produk belum terpenuhi. Selain itu, mitra tidak memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam standarisasi mikrobiologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendampingi mitra dalam menguasai dan menerapkan standarisasi keamanan produk biofarmasi secara mikrobiologi, menggunakan pengujian lempeng total dan angka kapang khamir. Penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan dengan desain partisipatif. Subjek penelitian adalah 30 guru dan siswa. Data dikumpulkan melalui penyuluhan, observasi, dan evaluasi hasil pengujian mikrobiologi produk mitra menggunakan instrumen evaluasi yang terstandar. Analisis data dilakukan secara kuantitatif untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan, di mana rata-rata pengetahuan dan keterampilan mitra dalam standarisasi produk biofarmasi meningkat sebesar 84%. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendampingan efektif dalam meningkatkan kompetensi mitra terkait standarisasi mikrobiologi, yang penting untuk memastikan keamanan produk biofarmasi. Implikasi dari penelitian ini adalah metode pendampingan ini dapat diadopsi oleh lembaga pendidikan lain untuk meningkatkan standar keamanan produk biofarmasi yang dikembangkan.
Pemberdayaan Perempuan Dalam Mendaur Ulang Botol Sampah Plastik Di Kawasan Wisata Desa Borobudur Wijayanti, Sri Hapsari; Ristyantoro, Rodemeus; Sihotang, Kasdin; Harisson, Alfonso; Theodora Jessica; Cecilia Francessa
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i2.67762

Abstract

Desa Borobudur merupakan salah satu kawasan wisata yang selalu ramai pengunjung. Dampak yang paling dirasakan dari kedatangan pengunjung ialah timbulan sampah. Sampah anorganik, seperti botol plastik, berpotensi untuk didaur ulang menjadi aneka produk bernilai ekonomis. Kaum perempuan di wilayah homestay belum memiliki keterampilan mendaur ulang botol sampah plastik (bostik). Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pemberdayaan perempuan dalam mendaur ulang botol sampah plastik di kawasan wisata. Tahapan kegiatan ini meliputi persiapan, pelatihan, penugasan, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Subjek penelitian ini terdiri dari 21 perempuan. Hasil kegiatan ini memperlihatkan bahwa kaum peremuan di Dusun Ngaran II sudah mampu mengolah daur ulang botol plastik menjadi aneka produk, seperti bunga plastik, lampu hias, miniatur Candi Borobudur dan Gereja Ayam. Meskipun masih menunjukkan kekurangan, para perempuan termotivasi untuk berkarya lebih baik dan lebih bervariasi. Pada peserta berharap dapat berwirausaha untuk menambah penghasilan keluarga. Implikasi pengabdian yaitu kegiatan ini menunjukkan keberhasilan dalam menyadarkan kaum perempuan untuk peduli terhadap lingkungan dengan cara mengurangi sekaligus mendaur ulang limbah sampah botol plastik.
Menyiapkan Generasi Sehat di Desa Wisata Melalui Pelatihan Pengolahan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Lokal untuk Anak Umur 6-12 Bulan Wayan Sugandini; Ni Ketut Erawati; Made Juliani
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i2.68476

Abstract

Air susu ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama masa hidupnya merupakan nutrisi terbaik bagi anak, karena ASI mengandung gizi yang sangat lengkap bagi pertumbuhan anak. Makanan pendamping ASI (MP-ASI) mulai diberikan saat anak menginjak usia 6 bulan, agar terpenuhi nutrisi yang dibutuhkan. Masih terdapat ibu yang pengetetahuannya kurang tentang pemberian MP-ASI. Tujuan dari pengabdian ini untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu tentang MP-ASI. Metode pelaksanaannya melalui persiapan materi dan pertanyaan tentang MP-ASI, pada pelaksaanaan dilakukan pre-tes, pemberian materi dan demonstrasi mengolah MP-ASI untuk anak umur 6-12 bulan dan pada akhir sesi dilakukan post-tes. Hasil post-tes menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan ibu tentang MP-ASI dan cara mengolahnya dimana nilai rata-rata pre-test 61,5 sedangkan rata-rata nilai post-test 81,25. Pelatihan yang telah dilaksanakan telah memberikan pemahaman yang baik tentang makanan pendamping ASI dan cara mengolahnya dengan benar kepada ibu-ibu. Pelatihan sangat membantu ibu-ibu dalam meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya untuk mengolah makanan pendamping ASI. Simpulan bahwa pelaksanaan pelatihan mengolah MP-ASI dapat meningkat pengetahuan dan cara mengolah MP-ASI untuk anak umur 6-12 bulan. Implikasi pelatihan ini dapat menekan terjadinya stunting.
Sosialisasi dan Pelatihan Fisioterapi sebagai Upaya Mengurangi Keluhan Disminore pada Siswi Di SMA Negeri 1 Abiansemal Andayani, Ni Luh Nopi; Pramita, Indah; Kinandana, Gede Parta; Wibawa, Ari
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i2.69676

Abstract

Disminore primer merupakan kondisi yang kerap terjadi pada remaja putri. Disminore menjadi salah satu kondisi yang berdampak besar pada kualitas hidup terkait dengan kesehatan. Disminore yang dirasakan siswi membuat aktifitas tidak dapat dikerjakan secara normal, salah satunya siswi akan mengalami menurunan konsentrasi dan motivasi belajar oleh karena nyeri yang dialami. Permasalahan yang dialami mitra adalah kurangnya pemahaman tenang siklus menstruasi dan gejala mengatasi disminore. Tujuan dilaksanaakan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman siswi tentang siklus menstruasi serta cara mengatasi gejala disminore dan meningkatkan ketrampilan siswi dalam mengaplikasikan latihan untuk mengatasi gejala disminore. Metode pemecahan masalah yang dipakai untuk mengatasi permasalahan yang ada antara lain: meningkatkan pemahaman siswi tentang siklus mentruasi dan gejala yang muncul dengan mengadakan transfer ilmu melalui kegiatan sosialisasi, meningkatkan pemahaman siswi tentang management gejala menstruasi dengan transfer ilmu melalui kegiatan sosialisasi, meningkatkan ketrampilan siswi dalam melakukan latihan untuk mencegah dan mengurangi disminore primer dengan program pelatihan stretching abdominal dan core stabilitybagi siswi di SMA Negeri 1 Abiansemal. Hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini meliputi: peningkatan pemahaman siswi tentang siklus menstruasi dan cara mengatasi gejala disminore, peningkatan ketrampilan siswi dalam mengaplikasikan latihan stretching abdominal dan core stability untuk mengatasi gejala disminore.Kesimpulan dalam program pengabdian ini adalah: Terjadi peningkatan tingkat pengetahuan siswi SMA tentang siklus mesntruasi dan cara mengatasi gejala menstruasi serta siswi mampu mengaplikasikan latihan stretching abdominal dan core stability.
Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Penyandang Disabilitas Ane, La; Nurkadri; Luthan, Putri Lynna Adelina
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i2.70163

Abstract

Penelitian ini berfokus pada tantangan yang dihadapi oleh usaha mikro kecil (UMKM) penyandang disabilitas dalam meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk mereka. Masalah yang diidentifikasi adalah keterbatasan waktu produksi dan penggunaan teknologi tradisional yang kurang efisien dalam usaha keripik tempe. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak penerapan alih teknologi dari metode tradisional ke penggunaan mesin pengiris tempe modern terhadap peningkatan efisiensi produksi dan kualitas produk. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan dengan desain penelitian eksperimen. Subjek penelitian adalah pemilik usaha keripik tempe yang merupakan penyandang disabilitas. Uji coba dilakukan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan kepada mitra UMKM. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan instrumen berupa pedoman wawancara dan lembar observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan membandingkan waktu produksi dan kualitas produk sebelum dan sesudah penerapan teknologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan mesin pengiris tempe modern berhasil mengurangi waktu produksi dari 5 jam menjadi 20 menit untuk 5 kg tempe, serta meningkatkan kualitas ketebalan produk secara signifikan. Simpulan penelitian ini adalah bahwa alih teknologi dapat meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk UMKM penyandang disabilitas, yang pada gilirannya meningkatkan daya saing produk mereka. Implikasi dari penelitian ini adalah bahwa program pemberdayaan berbasis teknologi dapat menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kinerja UMKM skala kecil, khususnya bagi kelompok penyandang disabilitas.
Optimalisasi Peran Kader Posyandu Dalam Pemeriksanaan Triple Eliminasi Pada Ibu Hamil Komang Sulyastini; Ni Nyoman Ayu Desy Sekarini; Made Rinin Sri Wulandari; Putu Irma Pratiwi; Sumiati; Putu Diah Prasetiani
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i2.70254

Abstract

Kader Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung program kesehatan ibu hamil, termasuk deteksi dini dan pencegahan tiga infeksi utama yang berisiko bagi ibu dan bayi, yaitu HIV, sifilis, dan hepatitis B (Triple Eliminasi). Namun, berdasarkan pengamatan awal, peran kader dalam kegiatan ini masih belum optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi peran kader Posyandu dalam pelaksanaan pemeriksaan Triple Eliminasi pada ibu hamil. Jenis dan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif (mixed methods). Subjek yang terlibat dalam penelitian ini adalah kader posyandu sejumlah 15 orang. Metode yang digunakan adalah metode observasi partisipatif dan eksperimen lapangan. dimulai dari persiapan, pelatihan dan pengabdian. Pada saat pelatihan diberikan pretes dan postes untuk mengetahui peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader. Selanjutnya dilaksanakan pendampingan secara langsung untuk memastikan efektifitas dari kegiatan palatihan yang diberikan evaluasi dilaksanakan dengan pemberian kuisioner pretes dan postes. Hasil dari kegiatan ini terdapat peningkatan pengetahuan kader dengan rata-rata peningkatan 30 poin. Pada kegiatan pendampingan kader telah mampu melakukan edukasi kepada ibu hamil terkait pemeriksaan tripel eliminasi. Disimpulkan bahwa kegiatan ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader terkait pemeriksaan triple eliminasi pad ibu hamil. Implikasi penelitian ini dapat memberikan wawasan tentang pentingnya pemberdayaan kader sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Pemeriksaan Kemampuan Motorik Anak dan Sosialisasi Stimulasi Sensomotorik Anak Berbasis Home Based Stimulation pada Ibu dan Anak Serta Kader Posyandu Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati; Putu Mulya Kharismawan; Anak Ayu Nyoman Trisna Narta Dewi; Govinda Vittala; Indah Pramita
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i2.71679

Abstract

Permasalahan stunting masih menjadi perhatian serius, dengan prevalensi mencapai 22,5% pada balita, menunjukkan adanya keterlambatan pertumbuhan yang memengaruhi perkembangan anak. Pengabdian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kesadaran orang tua tentang peran penting mereka dalam optimalisasi tumbuh kembang anak, serta mengurangi keterlambatan perkembangan melalui sosialisasi, pemeriksaan, dan pelatihan. Pengabdian ini menggunakan metode deskriptif dengan desain survei, melibatkan 88 anak usia 0-48 bulan sebagai subjek. Data dikumpulkan menggunakan Kuisioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP), yang valid dan reliabel, serta dilengkapi dengan wawancara dan observasi langsung. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengkategorikan perkembangan anak ke dalam kelompok sesuai tahap perkembangan, meragukan, dan kemungkinan penyimpangan. Hasil pengabdian menunjukkan 77,3% anak berkembang sesuai tahapannya, 22,7% meragukan, dan tidak ada yang menunjukkan penyimpangan. Simpulan dari pengabdian ini adalah bahwa kesadaran orang tua dalam memperhatikan tumbuh kembang anak cukup baik, terbukti dengan mayoritas anak berada dalam kategori perkembangan sesuai. Pelatihan yang diberikan kepada kader posyandu juga efektif dalam diterapkan di kegiatan posyandu dengan pendampingan berkelanjutan. Implikasi pengabdian ini adalah perlunya program sosialisasi dan pelatihan berkelanjutan untuk mendukung peran aktif orang tua dan kader posyandu dalam mendeteksi dan mencegah keterlambatan perkembangan anak.
Optimalisasi Peran Pola Asuh Orang Tua dalam Pencegahan Stunting pada Balita: Edukasi Komprehensif Ari Indra Susanti; Insi Farisa Desy Arya; Ginna Megawati; Siti Nur Fatimah; Sri Yusnita Irda Sari; Ariyati Mandiri
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i2.73046

Abstract

Pengetahuan ibu balita kurang mengenai pola asuh dalam pemberian makan pada bayi dan balita, maka diperlukan edukasi komprehensif mengenai pola asuh pemberian makanan pada balita yang diawali dengan pemberian ASI Eksklusif. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan peran ibu dalam memberikan pola asuh kepada balita untuk mencegah terjadinya stunting pada balita. Metode pengabdian  ini merupakan pengabdian  cross sectional dengan pendekatan pengabdian  kuantitatif yang dilakukan pada bulan Oktober di Aula Puskesmas Caringin. Adapun pelaksanaan kegiatan ini, dengan memberikan edukasi tentang pola asuh dalam pemberian makan pada bayi dan balita secara komprehensif kepada ibu yang memiliki bayi dan balita. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat didapatkan sebagian besar ibu yang memiliki balita dengan karakteristik usia 20-35 tahun (15 orang), pendidikan SMA/SMK (11 orang), dan pekerjaan Ibu Rumah Tangga (21 orang). Namun, sebagian kecil pengetahuan ibu lebih baik setelah diberikan edukasi tentang dukungan dalam pemberian asi eksklusif (5 orang), pola asuh yang dapat mencegah terjadinya stunting (20 orang), pemberian variasi sayuran dan buah (20 orang). Simpulan dari kegiatan ini bahwa pentingnya pengetahuan ibu dalam memberikan pola asuh pada balita yang dimulai dari memberikan ASI Eksklusif, memberikan makanan, dan memantau pertumbuhan untuk mencegah stunting pada balita. Implikasi kegiatan ini, ibu dapat memperbaiki pola asuh dalam pemberian makan sesuai dengan kebutuhan asupan gizi dan usia bayi dan balita sehingga dapat mencegah terjadinya balita stunting.
Usaha Katering Ponpes Al-Fattah Muhammadiyah Ngantang M. Zul Mazwan; Ary Bakhtiar
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i2.74653

Abstract

Usaha katering dalam mengelola usaha masih belum kontinu, serta tata kelola belum tersusun ke dalam unit manejemen, produksi, dan pemasaran. Tujuan pengabdian ini yaitu menganalisis implementasi Good Corporate Governance melalui pelatihan tata kelola usaha katering. Jenis dan pendekatan program ini adalah Pendekatan Pengembangan Usaha (Business Development Approach) dengan melibatkan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk mengidentifikasi strategi terbaik dalam mengembangkan usaha katering tersebut. Fokusnya adalah pada aspek-aspek pengembangan, seperti peningkatan kualitas layanan, efisiensi operasional, dan inovasi produk. Subyek program ini adalah pengurus Ponpes Al-Fattah Muhammadiyah Ngantang. Hasil pendampingan digambarkan dalam diagram SWOT, dapat diketahui posisi strategis katering berada di kuadran tiga dengan penerapan strategi turn-around atau mengubah strategi, dimana pengurus ponpes memanfaatkan peluang yang ada dengan meminimalkan kelemahan. Strategi yang dijalankan adalah penyediaan sarana prasarana pokok dan penunjang perluasan skala usaha, seperti menambah tenaga kerja, penataan layout produksi dan perluasan tempat produksi serta kendaraan operasional pengiriman catering. Penentuan label pada kemasan dan pemanfaatan promosi di media sosial maupun market place dalam membranding dan memperluas pemasaran katering. inovasi Katering dalam menyajikan menu seperti memperbanyak varian menu.

Page 1 of 3 | Total Record : 28