cover
Contact Name
Mokhamad Fakhrul Ulum
Contact Email
ulum@apps.ipb.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
arshivetlett@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
ARSHI Veterinary Letters
ISSN : -     EISSN : 25812416     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
ARSHI Veterinary Letters (ARSHI Vet Lett) (e-ISSN 2581-2416) is an open access, peer-reviewed, online journal that publishes original manuscript should be produced from latest scientific results which not last than 5 years in all areas of veterinary sciences. Manuscripts is written in Indonesian or English ARSHI Vet Lett includes a rapidly and briefly updated scientific study with not only limited to reports of case study but also covering all aspects of practical clinical science in veterinary medical services. ARSHI Vet Lett is published by the Faculty of Veterinary Medicine of the Bogor Agricultural University (FKH IPB) in collaboration with the Indonesian Veterinary Hospital Association (ARSHI). This journal is published since 2017 (first in mid of the year, volume 1, published in 2 issue i.e. August and November), and next volume will publish 4 (four) times in 1 (one) year, i.e. in February, May, August, and November.
Arjuna Subject : -
Articles 327 Documents
Optimizing preoperative care with oxygenation for traumatic diaphragmatic hernia repair in a domestic short hair cat Suryani, Pika Sati; Rachmawati, Yesi; Celia, Kristania
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.4.85-86

Abstract

Hernia diafragmatika merupakan kondisi yang mengancam jiwa pada kucing yang memerlukan diagnosis segera dan pendekatan sistematis untuk penanganannya. Laporan kasus ini menyoroti peran penting oksigenasi prabedah dalam meningkatkan keamanan dan keberhasilan penanganan bedah hernia diafragmatika pada kucing. Seekor kucing domestik berbulu pendek betina, bernama Mini, dirujuk ke klinik PDHB Drh Anton SAP karena lesu dan tidak dapat buang air besar. Pemeriksaan radiografi menunjukkan garis diafragma yang terganggu dengan peningkatan kekeruhan tengkorak, yang menunjukkan perpindahan organ gastrointestinal ke dalam rongga toraks, termasuk lambung, usus halus, dan usus besar. Kucing tersebut didiagnosis menderita hernia diafragmatika. Sebelum intervensi bedah, oksigenasi prabedah diberikan untuk menstabilkan pasien dan mengurangi risiko hipoksia. Pembedahan melibatkan reposisi organ perut dan perbaikan diafragma yang pecah. Perawatan pascaoperasi mencakup pemantauan intensif dan pemberian antibiotik dan analgesik. Setelah satu minggu pemulihan, kucing tersebut menunjukkan kemajuan yang signifikan, dengan luka operasi yang telah sembuh dan kondisi klinis yang stabil, dan dipulangkan dalam keadaan sehat.
Diagnosis and cellophane banding surgery for extrahepatic congenital portosystemic shunt in a domestic short hair cat Gemimastiti, Annisa Madyanti; Satriawan, Ivan
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.4.79-80

Abstract

Congenital portosystemic shunts (CPSS) in cats are significant vascular anomalies in which abnormal connections between the portal venous system and systemic circulation allow portal blood to bypass the liver, leading to clinical manifestations such as hepatic encephalopathy and growth retardation due to inadequate toxin filtration. This case study describes a four-month-old male domestic short-hair cat that presented with loss of appetite, weight loss, aggression, excessive drooling, and frequent vomiting. Diagnostic evaluations included physical examination, radiography showing a microhepatic condition with cranial displacement of the stomach, and ultrasonography with colour Doppler, revealing a shunt between the portal vein and the caudal vena cava. Following surgical correction using the cellophane banding method, the cat showed significant clinical improvement and normalisation of ammonia levels, emphasising the importance of precise diagnostic techniques and adequate surgical management in the treatment of CPSS in felines.
Profil hematologi pada seekor kucing Persia dengan osteosarkoma Prasaja, Aditya Gilang; Mutiara, Chika Khaerani; Wijaya, Stevanie Andrea; Lestari, Nurul Aeni Ayu; Santoso, Fransiskus Teguh; Windria, Sarasati
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.4.87-88

Abstract

Seekor kucing Persia berusia tiga tahun datang ke Rumah Sakit Hewan Provinsi Jawa Barat dengan pembengkakan di kaki depan kiri dan didiagnosis menderita osteosarkoma. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak osteosarkoma pada profil hematologi kucing. Amputasi humerus merupakan pengobatan standar. Penilaian hematologi terperinci dilakukan, termasuk jumlah sel darah merah, jumlah sel darah putih, limfosit, monosit, sel yang belum matang, sel berukuran sedang, granulosit, hemoglobin, hematokrit, MCV, MCH, MCHC, dan trombosit. Temuan tersebut mengungkapkan leukositosis, granulositosis, anemia makrositer hipokromik, dan trombositopenia, yang menunjukkan bahwa osteosarkoma dapat mengganggu produksi komponen darah normal.
Diagnostic approach and therapeutic intervention for pyometra in multiparous dairy cattle: a case study Chairunnisa, Arvia; Septiyani; Setiawan, Iyus
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.4.89-90

Abstract

Pyometra merupakan kelainan reproduksi yang umum dan penting secara klinis pada sapi multipara, dan ditandai dengan akumulasi eksudat purulen di dalam lumen uterus. Artikel ini mengkaji diagnosis dan penanganan pyometra pada sapi Friesian Holstein berusia enam tahun dari peternakan sapi perah tradisional di Lembang. Sapi tersebut, dengan riwayat aborsi pada usia kehamilan 35 hari selama melahirkan terakhir, menunjukkan keluarnya cairan vagina berlendir putih terus-menerus. Penilaian klinis melalui palpasi rektal menunjukkan uterus yang membesar, yang awalnya menunjukkan adanya kehamilan. Evaluasi diagnostik meliputi hematologi dan ultrasonografi transrektal. Hasil hematologi menunjukkan peningkatan jumlah sel darah putih, yang menunjukkan adanya infeksi bakteri. Ultrasonografi mengonfirmasi adanya nanah di dalam uterus dan penebalan dinding uterus. Penanganannya terdiri dari pembilasan uterus dan suntikan hormon untuk menginduksi kontraksi, memfasilitasi pengeluaran cairan yang terkumpul, dan memulihkan siklus estrus yang teratur. Pengurangan signifikan pada ukuran kornu uteri diamati satu minggu pasca perawatan, menunjukkan efektivitas intervensi.
Comparison of buried continuous intradermal and simple interrupted suture patterns for skin closure in feline ovariohysterectomy Xin, Leaw Yi; Noviana, Deni; Afiff, Usamah
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.4.99-100

Abstract

Ovariohisterektomi banyak dilakukan pada hewan kecil dan sering kali mengalami komplikasi berupa luka yang terbuka. Studi ini mengevaluasi dua teknik jahitan, yaitu jahitan intradermal kontinu yang terkubur (BCID) dan jahitan terputus sederhana (SI), pada 42 kucing betina menggunakan jahitan nilon yang tidak dapat diserap. Berat, panjang sayatan, panjang jahitan, dan waktu penutupan juga dianalisis. Penilaian pascaoperasi pada 18-24 jam dan 5-7 hari meliputi pemantauan pembengkakan, eritema, eksudat, dan terbukanya luka. Hasilnya menunjukkan insiden komplikasi yang jauh lebih tinggi, terutama terbukanya luka, pada kelompok SI. Akibatnya, BCID direkomendasikan karena tingkat komplikasinya yang lebih rendah dan risiko infeksi akibat trauma diri yang berkurang.
Infection with Kapsulotaenia sandgroundi (Carter, 1943) in Komodo Dragons (Varanus komodoensis Ouwens, 1912) on Rinca Island, East Nusa Tenggara, Indonesia Winarso, Aji; Maha, Inggrid Trinidad; Wuhan, Yustinus Oswin Primajuni; Nurcahyo, Raden Wisnu; Priyowidodo, Dwi; Foitová, Ivona
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.4.81-82

Abstract

Artikel ini menguraikan infeksi Kapsulotaenia sangroundi (Carter, 1943) pada komodo (Varanus komodoensis Ouwens 1912) di Loh Buaya di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo. Sampel feses komodo yang baru dijatuhkan dikumpulkan dan diawetkan dalam larutan SAF. Pemeriksaan parasit asli dilakukan di bawah mikroskop (perbesaran objektif 40x). Pengamatan lingkungan dilakukan untuk memperoleh informasi tambahan tentang siklus hidup dan penularan parasit. Pengamatan sampel feses mengungkapkan adanya telur cestode dalam kemasan telur (kapsul). Satu dari lima sampel menunjukkan hasil positif (20%). Siklus hidup Kapsulotaenia rumit dan menyoroti pentingnya memahami hubungan parasit dalam ekosistem. Memahami infeksi ini sangat penting untuk konservasi dan pengelolaan komodo, karena hal ini menyoroti perlunya pemantauan masalah kesehatan di habitat alami mereka.
Dynamics of intraerythrocytic parasite infections in the Java common palm civet (Paradoxurus hermaphroditus) Putri, Maritrana; Cahyaningsih, Umi; Ekastuti, Damiana Rita; Tarigan, Ronald; Achmadi, Pudji; Bustamam, Isdoni; Santoso, Koekoeh; Suprayogi, Agik; Maheshwari, Hera; Satyaningtijas, Aryani
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.4.93-94

Abstract

Selama tujuh minggu, penelitian ini menyelidiki infeksi parasit intraeritrosit pada musang Jawa (Paradoxurus hermaphroditus). Sampel darah dikumpulkan segera setelah musang dibawa dari habitat aslinya. Setelah periode adaptasi 30 hari, sampel tambahan dikumpulkan setiap minggu. Temuan kami mengungkapkan infeksi dengan Babesia sp., Theileria sp., dan Anaplasma sp., dengan tingkat infeksi tertinggi untuk Anaplasma sp. (0,35 ± 0,05)%, diikuti oleh Theileria sp. (0,12 ± 0,05)%, dan Babesia sp. (0,03 ± 0,02)%. Selama periode penelitian, tingkat infeksi Babesia sp. dan Anaplasma sp. menurun, sedangkan Theileria sp. menunjukkan tren peningkatan hingga akhir penelitian.
From skin folds to flight: elastic and collagen fibers architecture in the wing of the large flying fox (Pteropus vampyrus) Cahyadi, Danang Dwi; Supratikno; Narindria, Yasmin Nadhiva; Novelina, Savitri; Setijanto, Heru; Agungpriyono, Srihadi; Nisa', Chairun; Nurhidayat
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.4.97-98

Abstract

Terbang pada kelelawar merupakan moda gerak utama karena mereka adalah satu-satunya mamalia yang dapat terbang. Karakteristik morfologi membran sayap diduga berperan penting dalam kemampuan terbangnya. Penelitian ini menganalisis morfologi fungsional membran sayap kelelawar besar (Pteropus vampyrus), dengan fokus pada pengaturan serat elastis dan kolagen. Dalam penelitian ini, kami menggunakan dua kelelawar dewasa yang ditangkap di alam liar dari Jawa Barat, Indonesia. Potongan jaringan membran sayap diwarnai menggunakan pewarnaan hematoksilin-eosin, trikrom Masson, dan Verhoeff-Van Gieson. Membran sayap kelelawar terdiri dari kulit berlapis ganda yang ditutupi oleh lapisan epidermis tipis. Membran sayap terdiri dari serat kolagen dan bundel elastin yang tertata rapi yang disisipkan di antara dua lapisan kulit. Serat kolagen memperkuat membran sayap dengan menahan tekanan udara, sedangkan serat elastis memberikan fleksibilitas pada sayap. Hal ini dapat menggambarkan kekuatan dan fleksibilitas membran sayap kelelawar besar selama terbang.
Integrative management of feline pneumonia: a case study on laser puncture and pharmacotherapy Soesatyoratih, Roro
ARSHI Veterinary Letters Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.8.4.83-84

Abstract

Seekor kucing betina bernama Meisy datang ke Klinik Hewan Cimanggu dengan keluhan sesak nafas, batuk, flu, dan tidak mau makan. Hasil pemeriksaan fisik inspeksi kucing terlihat sesak nafas, batuk, dan keluar discharge purulenta dari hidung. Pemeriksaan palpasi kucing tidak merasa nyaman ketika dilakukan penekanan pada titik akupuntur BL-13 yang merupakan shu belakang organ paru. Pada auskultasi suara paru kotor. Hasil pemeriksaan penunjang Roentgen pada posisi latero lateral dan dorso ventral dtemukan adanya kelainan pada semua lapangan paru, berupa pola Interstitial Diffuse Bronchial Pattern (Cutton Like Density) yang mengindikasikan Ppneumonia. Kucing Meisy didiagnosa Pneumonia.. Terapi pada kasus ini adalah Laser Puncture dengan energi 0,5 Joule dan power 20 mW pada titik BL-13, LU-9 dan , ST-36 dilakukan seminggu 2 kali yang dikombinasi dengan penggunaan obat-obatan antibiotik, antiradang, infus, dan nebulizer. . Perkembangan terapi terjadi setelah akupuntur ke-3, dan dinyatakan sembuh setelah akupuntur ke-8 dan terapi akupuntur dihentikan.
Transmissible venereal tumor and anaplasmosis in a domestic dog Nuraliyu , Roro Iyaka; Laksamana , Vincentius Bryan; Novitasari , Dina; Widhyari , Sus Derthi
ARSHI Veterinary Letters Vol. 9 No. 1 (2025): ARSHI Veterinary Letters - February 2025
Publisher : School of Veterinary Medicine and Biomedical Sciences, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avl.9.1.17-18

Abstract

Makalah ini melaporkan kasus tumor kelamin menular dan anaplasmosis pada anjing peliharaan. Seekor anjing betina domestik hitam-putih, berusia 2 tahun, berat 7,1 kg, dibawa ke klinik untuk diperiksa setelah diselamatkan. Pemeriksaan fisik menunjukkan infestasi Rhipicephalus sanguinis dan pembengkakan vagina dengan nodul berdiameter sekitar 5 mm. Hitung darah lengkap menunjukkan leukositosis, neutrofilia, dan eosinofilia. Hemoglobin, konsentrasi hemoglobin korpuskular rata-rata, dan nilai trombosit menurun. Hasil uji biokimia darah menunjukkan penurunan kadar protein total. Hasil sitologi nodul vagina konsisten dengan tumor kelamin menular. Anjing itu didiagnosis dengan tumor kelamin menular dan anaplasmosis. Perawatannya meliputi antibiotik doksisiklin, agen kemoterapi vinkristin, suplemen herbal fu fang, obat anti kutu dan caplak fluralaner, antihelmintik cazitel, suplemen Kalvidog, dan sampo obat untuk memperbaiki kondisi kulit.

Filter by Year

2017 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 4 (2025): ARSHI Veterinary Letters - November 2025 Vol. 9 No. 3 (2025): ARSHI Veterinary Letters - August 2025 Vol. 9 No. 2 (2025): ARSHI Veterinary Letters - May 2025 Vol. 9 No. 1 (2025): ARSHI Veterinary Letters - February 2025 Vol. 8 No. 4 (2024): ARSHI Veterinary Letters - November 2024 Vol. 8 No. 3 (2024): ARSHI Veterinary Letters - August 2024 Vol. 8 No. 2 (2024): ARSHI Veterinary Letters - May 2024 Vol. 8 No. 1 (2024): ARSHI Veterinary Letters - February 2024 Vol. 7 No. 4 (2023): ARSHI Veterinary Letters - November 2023 Vol. 7 No. 3 (2023): ARSHI Veterinary Letters - August 2023 Vol. 7 No. 2 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2023 Vol. 7 No. 1 (2023): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2023 Vol. 6 No. 4 (2022): ARSHI Veterinary Letters - November 2022 Vol. 6 No. 3 (2022): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2022 Vol. 6 No. 2 (2022): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2022 Vol. 6 No. 1 (2022): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2022 Vol. 5 No. 4 (2021): ARSHI Veterinary Letters - November 2021 Vol. 5 No. 3 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2021 Vol. 5 No. 2 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2021 Vol. 5 No. 1 (2021): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2021 Vol. 4 No. 4 (2020): ARSHI Veterinary Letters - November 2020 Vol. 4 No. 3 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2020 Vol. 4 No. 2 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2020 Vol. 4 No. 1 (2020): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2020 Vol. 3 No. 4 (2019): ARSHI Veterinary Letters - November 2019 Vol. 3 No. 3 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2019 Vol. 3 No. 2 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2019 Vol. 3 No. 1 (2019): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2019 Vol. 2 No. 4 (2018): ARSHI Veterinary Letters - November 2018 Vol. 2 No. 3 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2018 Vol. 2 No. 2 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Mei 2018 Vol. 2 No. 1 (2018): ARSHI Veterinary Letters - Februari 2018 Vol. 1 No. 2 (2017): ARSHI Veterinary Letters - November 2017 Vol. 1 No. 1 (2017): ARSHI Veterinary Letters - Agustus 2017 More Issue