cover
Contact Name
Hamidi
Contact Email
jmpi@unram.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jpmpi@unran.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26555263     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA (JPMPI) |e-ISSN: 2655-5263| merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Pengabdian Magister Pendidika IPA diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Program Pascasarjana Universitas Mataram, terbit 2 (dua) kali setahun yaitu bulan Juli dan Bulan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 1,609 Documents
Sociopreneurship Berbasis Inovasi Sosial: Strategi Pemberdayaan Ekonomi Pondok Pesantren Melalui Peran Perempuan Dalam Pengembangan Produk Berbahan Dasar Ikan Fitriyah Noor, Huriyatul; Hudaidah, Siti; Caesario, Rachmad; Yulianto, Herman; Camelia, Nita
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13486

Abstract

Along with the rapid advancement of digital information technology, various sectors are driven to adapt through innovation, including efforts to strengthen economic empowerment. Social-innovation-based sociopreneurship serves as an appropriate approach to addressing economic challenges while also generating positive social impact. This study focuses on applying social-innovation-based sociopreneurship strategies to enhance economic empowerment at Pondok Pesantren Al Hikmah Bandar Lampung, by involving women in product development activities. The research aims to introduce, reinforce, and implement economic empowerment strategies rooted in social innovation by utilizing the potential of women. The activities were carried out through six stages: (1) delivery of educational materials, (2) design of social-innovation-based marketing strategies, (3) introduction to information-technology-based marketing, (4) understanding women’s potential in marketing, (5) creation of digital marketing media, and (6) development of innovative marketing content. It is expected that this program will increase the knowledge and practical skills of women at Pondok Pesantren Al Hikmah Bandar Lampung, enabling them to optimize their roles in product development and marketing. Ultimately, this initiative is expected to foster economic independence based on sociopreneurship within the pesantren.
Sosialisasi Silvofishery Budidaya Kepiting dengan Sistem Kombinasi Bambu Jaring (KOMBUJA) Sebagai Pelaksanaan SDG’S 14 di Desa Mumbul Sari Lombok Timur Diniarti, Nanda; Dewi Putri Lestari; Laily Fitriani Mulyani; Alis Mukhlis; Ismi Usman Idris
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13543

Abstract

Mangrove areas serve as habitats for many marine creatures. The mangrove area in Mumbul Sari Village is under conservation status, with activities designed to protect, restore, and enhance the quality and diversity for sustainable use. Crab farming, using the Bamboo Net (KOMBUJA) system, supports these goals. In Seruni Mumbul Village, socialization activities aimed to 1) introduce and promote silvofishery principles, 2) increase understanding of general crab farming, and 3) introduce the Kombuja crab farming system to the Pelita Seruni POKMASWAS group. The three main methods deployed—preparation, socialization, and participant counseling—were carried out at the Padak sia Mosque with 12 attendees. Initially, participants had little understanding of silvofishery and crab physiology. By the end, more than 75% gained an understanding of basic silvofishery principles, crab characteristics, cultivation methods, and variations of the KOMBUJA system for mangrove crab farming.
Pendampingan Rumah Dataku dan Penyusunan Program Kerja Masyarakat di Kampung KB Pejeruk Abian Kelurahan Pejeruk Kecamatan Ampenan Kota Mataram Fuadi, Helmy; Astuti, Endang; Wahidin; Daeng, Akung
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13606

Abstract

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mengubah nomenklatur Kampung Keluarga Berencana (KB) menjadi Kampung Keluarga Berkualitas (KKB). Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) melakukan “rebranding” dengan tujuan memperbaharui semangat dan image program KB di tengah masyarakat terutama kelompok kerja Kampung KB yang sudah terbentuk. Salah satunya adalah penggantian Kepanjangan Kampung KB (Keluarga Berencana) menjadi Kampung KB (Keluarga Berkualitas) supaya tidak terkesan eksklusif Dinas KB saja yang bekerja, karena pembangunan kampung KB integral dan semua sektor bisa masuk dan keberhasilan suatu dusun yang masuk kategori kampung KB sejatinya hasil kemitraan antar OPD terkait serta stake holder yang tergabung dalam kelompok kerja. Setelah 9 tahun setelah pencanangan Kampung KB di NTB (2016), beberapa Kampung KB telah menunjukkan berbagai kemajuan, namun sebagian besar pelaksanaan di lapangan masih belum seperti yang diharapkan. Dari sekian banyak lokasi kampung KB yang telah dicanangkan, terdapat variasi yang sangat besar dalam pelaksanaannya di lapangan. Permasalahan utama yang ditemui di lapangan adalah tidak adanya kegiatan lanjutan setelah pencanangan. Hal ini disebabkan oleh banyak faktor, misalnya kurangnya pemahaman pemangku kepentingan di setiap level akan konsep Kampung KB, tidak adanya penggerak masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam Kampung KB, kurangnya dukungan lintas sektor, dan sebagainya. Persoalan yang dihadapi di Kampung KB Di NTB pada dasarnya adalah belum adanya perencanaan yang akurat dari bawah (bottom up). Kesulitan yang dihadapi Kampung KB dalam membuat perencanaan yang sesuai dengan persoalan dan kebutuhan mereka adalah tidak tersedianya data. Di Setiap Kampung KB telah diinisiasi Rumah Dataku, namun ketersediaan data disini yang sangat minim bahkan belum tersedia sehingga memerlukan pendampingan. Rumah data kependudukan yang disingkat Rumah Dataku adalah tempat yang difungsikan sebagai pusat data dan intervensi permasalahan kependudukan yang mencakup sistem pengelolaan dan pemanfaatan data kependudukan di tingkat mikro mulai dari mengidentifikasi, mengumpulkan, memverifikasi dan memanfaatkan data kependudukan yang bersumber dari, oleh Penduduk Selama ini masyarakat merasa dijadikan obyek pengumpulan data, baik sensus maupun survei. Masyarakat belum sepenuhnya memahami bahwa data yang dikumpulkan tersebut, digunakan untuk perencanaan pembangunan nasional, pembangunan daerah maupun pembangunan sektoral. Mereka juga belum semua menyadari bahwa program-program pembangunan yang dilaksanakan itu merupakan hasil dari data-data yang telah dikumpulkan darinya. Oleh karena itu, berbagai upaya untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta masyarakat, atau menciptakan masyarakat “sadar data” perlu terus dilakukan.
Penguatan Kapasitas Dokter dalam Diagnosis Cedera Penyelaman dan Envenomasi dengan Pendekatan Bahasa Lokal Sasak Susani, Yoga Pamungkas; Affarah, Wahyu Sulistya; Wardoyo, Eustachius Hagni; Sari, Putu Suwita; Rahmat, Basuki; Lestarini, Ima Arum; Muhajir, Alfian; Lestari, Ni Putu Sasmita; Saputra, Nurman
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 9 No 1 (2026): Januari - Maret 2026
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v9i1.13645

Abstract

Coastal primary care physicians in West Nusa Tenggara (NTB) serve as the frontline responders for diving injuries and marine envenomation, yet their diagnostic capacity for these cases remains limited despite the high likelihood of such incidents in coastal communities. To address this gap, this community engagement activity primarily aimed to enhance physicians’ diagnostic abilities, with the incorporation of Sasak local-language symptom descriptors used as a supporting tool to improve clinical anamnesis and patient communication. An online webinar was conducted involving 114 internship doctors, assessed through a pre-test, post-test, and a Likert-scale evaluation questionnaire. Data were analyzed using descriptive statistics and the Wilcoxon Signed-Rank test. Most participants were from Mataram City (41.23%) and graduates of NTB universities (59.6%). Participants perceived the inclusion of Sasak language terms as highly relevant for improving clinical interactions (mode = 5). The mean test score increased from 133.9 (pre-test) to 165.4 (post-test), with a significant improvement demonstrated by the Wilcoxon test (Z = –4.944; p < 0.001). These findings indicate that the webinar effectively strengthened physicians’ diagnostic capacity for diving injuries and marine envenomation, with local-language familiarity functioning as an additional supportive competency. Further development into a structured anamnesis module incorporating these elements is recommended.
Sosialisasi Pengendalian OPT untuk Penguatan Kapasitas Petani dalam Mengelola Hama dan Penyakit Padi Hasjim, Saifuddin; Nurlaelita, Khaerani; Arubi, Dara; Dewi, Rifani Rusiana; Karima, Naila Lutfa
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13696

Abstract

Serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) merupakan faktor pembatas utama produktivitas padi di Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani dalam identifikasi dan pengendalian OPT, serta mengimplementasikan strategi pengendalian berbasis musuh alami melalui pemasangan rumah burung hantu (Tyto alba). Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi, diskusi interaktif, serta praktik lapang pemasangan rumah nurung hantu. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani terhadap jenis OPT utama terutama tikus yang dilaporkan sebagai permasalahan serius. Pemasangan rumah burung hantu (RUBUHA) dilakukan oleh tim KKNT Universitas Jember bersama petani dan Pemerintah Daerah berperan memberikan dukungan berupa penyediaan pemateri untuk kegiatan sosialisasi serta membantu proses pemantauan pemasangan RUBUHA di lapangan. Implementasi rumah burung hantu ini dinilai sejalan dengan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan petani serta mendorong penguatan kapasitas lokal dalam pengelolaan OPT secara berkelanjutan.
Coaching Clinic Online: Pembuatan Artikel Ilmiah Auliana, Rini Adriani; Fitri, Yelli; Fatimah, Siti; Switrayana, I Nyoman; Talidobel, Susilo; Ramdani, Rizal; Solina, Eva
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13705

Abstract

This coaching clinic activity aims to improve and provide students with an understanding of the techniques and methods of writing scientific articles, determining research theories and appropriate research methodologies. This coaching clinic is carried out through a participatory approach and learning by doing, as well as with a learning scheme. This coaching clinic activity was conducted online through the MS Teams application platform, with 15 participants from the Accounting Department of Universitas Terbuka who came from regions throughout Indonesia. This activity was carried out four times with each meeting lasting a maximum of 120 minutes. The results of the activity were very significant, seen from the students' ability to write good scientific articles, even some scientific articles written by the training participants are planned to be published in reputable national journals. The impact of this activity was felt not only by the students who participated in the training but also by the supervising lecturers and the university.
Community Empowerment via Online English Education: The Case of 1Jam1000Mimpi Pawestri, Setyaning; Trisnayanti, Sri
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13723

Abstract

The purpose of this community service program is to improve English proficiency among Indonesians through the online community empowerment platform 1Jam1000Mimpi (SJSM). Established by LPDP alumni and awardees in June 2020, the program was created in response to Indonesia’s low English proficiency index, which remains in the low proficiency category. The implementation was carried out online through several stages: (1) recruiting participants via administrative selection, placement tests, and interviews; (2) recruiting volunteers as tutors and organizing committee members; (3) class placement based on proficiency levels (Basic, Intermediate, Advanced) and program types (General English, Conversation, and Exam Preparation); (4) conducting a 12‑week learning program using lectures, discussions, case-based learning, and practice sessions; and (5) final evaluation through participant feedback collected via Google Forms. The results show that within three years, up to mid‑2023, SJSM successfully organized six batches involving more than 1,500 participants and 450 volunteer tutors from across Indonesia. The program has provided inclusive access to English learning, enhanced participants’ motivation, and strengthened networks of educational volunteers.
Pemanfaatan Sampah Organik dalam Lubang Resapan Biopori (LRB) untuk Meningkatkan Laju Resapan Air di Karang Taliwang Kecamatan Cakranegara Kota Mataram Budianto, Muh Bagus; Salehudin; Saidah, Humairo; Negara, IDG Jaya; Setiawan, Ery; Salsabila, Zelvia
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13783

Abstract

Sampah organik berkisar antara 50-60% dari total sampah Sampah organik adalah limbah dari sisa-sisa makhluk hidup yang dapat terurai secara alami melalui pembusukan. Desa Karang Taliwang merupakan salah satu Desa di Kecamatan Cakranegara yang sebagian besar wilayahnya adalah permukiman. Selain sampah permasalahn yang sering terjadi adalah genangan air. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan sampah organik yang dimasukkan ke dalam LRB untuk meningkatkan laju resapan air. Sampah organik yang digunakan berupa sampah dedaunan kering, sampah dapur rumah tangga dan campuran dari keduanya. Hasil uji di lapangan menunjukkan sampah campuran dedaunan kering dengan sampah dapur rumah tangga menunjukkan laju resapan rata-rata tertinggi yaitu 51,39 cm/jam, kemudian disusul dengan sampah dapur rumah tangga rata-rata sebesar 47,02 cm/jam dan terakhir sampah dedaunan kering dengan laju resapan rata-rata sebesar 46,12 cm/jam. LRB dengan bahan pengisi campuran memiliki efektifitas yang cukup tinggi yaitu 36%.
Hijaukan Harapan: Tumbuhan Obat sebagai Pilar Resiliensi dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Kaho, Uly J. Riwu; Jhon Liem; Ferdinand Lopo; Naisanu, Joritha; Henny A. Raga
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13784

Abstract

The use of medicinal plants plays a crucial role in enhancing community resilience, particularly in maintaining health and strengthening economic independence. This community service activity was conducted in Tuatuka Village, Kupang Regency, on July 31, 2025. The program aimed to improve community knowledge and skills in identifying, cultivating, and processing medicinal plants into economically valuable products. The methods used included outreach, practical training in herbal product production, and mentoring of small business groups. The results of the activity demonstrated an increased community understanding of the benefits of medicinal plants, the formation of herbal product promotion groups, and community enthusiasm in developing medicinal plant-based businesses. Support from the village government also strengthened the program's sustainability. With a participatory approach, this activity successfully mobilized local potential as a sustainable health and economic solution. This activity is expected to become a model for community empowerment in managing natural resources for shared resilience and prosperity.
Edukasi Penerapan Autofeeder dan Manajemen Kualitas Air Berbasis Energi Surya pada Budidaya Minapadi Desa Penembangan, Banyumas Anjaini, Jefri; Nurhabib, Asro; Sukardi, Purnama; Setiyaningsih, Lilik; Ekowati, Nur Alfi; Agung Tri Nugroho
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 8 No 4 (2025): Oktober-Desember 2025
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v8i4.13785

Abstract

POKDAKAN (Kelompok Pembudidaya Ikan) memiliki peran penting dalam pengembangan budidaya perikanan berkelanjutan, termasuk sistem integrasi minapadi. Namun, tantangan yang dihadapi adalah keterbatasan energi listrik di area persawahan serta pemberian pakan yang masih manual, yang menyebabkan efisiensi produksi belum optimal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 20 September 2025 di Desa Penembangan, Banyumas, Jawa Tengah oleh tim dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman. Tujuan kegiatan adalah meningkatkan kapasitas POKDAKAN melalui edukasi, pelatihan, pendampingan, dan transfer pengetahuan dalam penerapan sistem otomatisasi pakan berbasis energi surya. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, edukasi, wawancara, kuesioner, serta replikasi teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan anggota POKDAKAN, peningkatan efisiensi pakan sebesar 20–25%, serta kesiapan pembudidaya untuk mereplikasi sistem di lahan lain. Program ini membuktikan bahwa edukasi berbasis teknologi dapat meningkatkan kemandirian pembudidaya sekaligus mendukung praktik budidaya ramah lingkungan.