cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pencegahan Diare pada Anak dengan Metode Pendidikan Kesehatan pada Orang Tua Nourmayansa Vidya Anggraini; Teguh Firmansyah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11225

Abstract

ABSTRAK Diare merupakan penyakit yang ditandai dengan berubahnya bentuk tinja dengan intensitas buang air besar secara berlebihan (lebih dari 3 kali dalam kurun waktu satu hari). Berdasarkan data Riskesdas 2018, prevalensi diare pada balita di Indonesia pada tahun 2013-2018 berdasarkan diagnosis sebesar 11% serta berdasarkan diagnosis dan gejala sebesar 12,3%. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan edukasi pendidikan kesehatan terhadap ibu yang mempunyai anak balita dalam pencegahan diare pada balita. Metode dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemberian pendidikan kesehatan tentang diare dan pelatihan dalam pembuatan oralit. Setelah dilakukan kegiatan implementasi dalam mengatasi masalah kesehatan pada agregat balita didapatkan hasil adanya peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang baik pada orang tua dengan balita dalam mengatasi masalah kesehatan. Kesimpulannya adalah pengetahuan orang tua yang memiliki anak balita mengalami peningkatan setelah dilakukan pendidikan kesehatan. Keterampilan dalam pembuatan oralit sendiri di rumah mengalami peningkatan setelah dilakukan demonstrasi dan redemonstrasi dalam pembuatan oralit di rumah. Kata Kunci: Balita, Diare, Oralit, Pendidikan Kesehatan  ABSTRACT Diarrhea is a disease characterized by changes in the form of feces with excessive intensity of defecation (more than 3 times in one day). Based on the 2018 Riskesdas data, the prevalence of diarrhea in toddlers in Indonesia in 2013-2018 was based on a diagnosis of 11% and based on a diagnosis and symptoms of 12.3%. The purpose of this activity is to provide health education education to mothers who have toddlers in preventing diarrhea in toddlers. The method in this community service activity is the provision of health education about diarrhea and training in making ORS. After carrying out implementation activities in overcoming health problems in the aggregate of toddlers, it was found that there was an increase in knowledge, attitudes and skills that were good for parents with toddlers in dealing with health problems. The conclusion is that the knowledge of parents who have children under five has increased after health education has been carried out. Skills in making ORS at home have increased after demonstrations and demonstrations in making ORS at home. Keywords : Toddlers, Diarrhea, ORS, Health Education
Pendampingan Anak-Anak dalam Meningkatkan Pengetahuan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat Keristina Ajul; Aniska Indah Fari; Veroneka Yosefpha Windahandayani; Vincencius Surani; Dion Setra Pratama
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10700

Abstract

ABSTRAK Perilaku hidup bersih dan sehat adalah sebuah rekayasa sosial yang bertujuan menjadikan sebanyak mungkin anggota masyarakat sebagai agen perubahan agar mampu meningkatkan kualitas perilaku sehari – hari dengan tujuan hidup bersih dan sehat. Salah satu cara untuk meningkatkan hidup bersih dan sehat pada anak-anak adalah dengan memberikan pengetahuan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Media vedio animasi dan leaflet merupakan media yang cocok untuk anak-anak karena dapat mempengaruhi anak baik secara sosiologis maupun psikologis. Tujuan dari kegiatan penyuluhan ini adalah agar anak-anak dapat mengetahui dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di salah RT di Palembang. Kegiatan ini diawali dengan tanya jawab tentang prilaku hidup bersih dan sehat pada anak-anak yang berusia 6-12 tahun selanjutnya anak-anak mengisi kuisioner pengetahuan tentang prilaku hidup bersih dan sehat. Hasil dari kegiatan ini adalah ada perbedaan tingkat pengetahuan anak usia 6-12 sebelum dan sesudah diberikan edukasi mengenai PHBS. Penggunaan media video animasi dan leaflet dalam melakukan promosi Kesehatan pada anak-anak dapat meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang prilaku hidup bersih dan sehat.  Melalui kegiatan ini disarankan agar pemberian informasi prilaku hidup bersih dan sehat dapat dilakukan secara terus menerus kepada anak-anak. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Video Animasi dan Leaflet, Pengetahuan  ABSTRACT Clean and healthy living behavior is a social engineering that aims to make as many community members as possible as agents of change in order to improve the quality of daily behavior with the aim of living clean and healthy. One way to improve clean and healthy living in children is to provide knowledge about clean and healthy living behavior. Animated videos and leaflets are suitable media for children because they can influence children both sociologically and psychologically. The purpose of this counseling activity is so that children can know and apply clean and healthy living behaviors in their daily lives. This community service activity was carried out in one of the neighborhoods in Palembang. This activity begins with questions and answers about clean and healthy living behavior in children aged 6-12 years, then children fill out a knowledge questionnaire about clean and healthy living behavior. The result of this activity is that there is a difference in the level of knowledge of children aged 6-12 before and after being given education about PHBS. Through this activity it is suggested that the provision of information on clean and healthy living behavior can be carried out continuously to children. Keywords: Health Education, Animated Video and Leaflet, Knowledge
Senam Hipertensi sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Tekanan Darah pada Lansia di Lingkungan Akper Bunda Delima Bandar Lampung Ida Yatun Khomsah; Praty Milindasari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11777

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang menjadi masalah kesehatan terhadap penurunan fungsi organ yang dapat berdampak pada penurunan kualitas hidup jika tidak ditangani dengan baik. Lansia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masalah kesehatan yang terjadi pada lansia, seperti halnya penyakit hipertensi seringkali ditemukan pada lansia. Penatalaksanaan yang dilakukan untuk membantu mengatasi masalah hipertensi pada lansia yaitu dengan melakukan senam hipertensi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan upaya pencegahan dan pengendalian tekanan darah untuk penanganan hipertensi pada lansia.  Metode pengabdian ini adalah metode pelatihan tentang senam hipertensi. Hasil dari kegiatan ini bahwa peserta aktif dalam kegiatan dan mampu melakukan kembali langkah-langkah senam hipertensi. Peserta kegiatan 100% dapat mengikuti senam hipertensi dengan lancar dan mengalami peningkatan pengetahuan tentang pengendalian hipertensi melalui senam hipertensi. Kata Kunci: Lansia, Senam Hipertensi, Tekanan Darah  ABSTRACT Hypertension is a degenerative disease which is a health problem with decreased organ function which can have an impact on decreasing quality of life if not handled properly. Elderly is an integral part of the health problems that occur in the elderly, such as hypertension is often found in the elderly. Management carried out to help overcome the problem of hypertension in the elderly is by doing hypertension exercises. The purpose of this service is to increase efforts to prevent and control blood pressure for the treatment of hypertension in the elderly. This dedication method is a training method on hypertension gymnastics. The results of this activity were that the participants were active in the activity and were able to repeat the hypertension exercise steps. Activity participants were 100% able to take part in hypertension exercise smoothly and experience an increase in knowledge about hypertension control through hypertension exercise. Keywords: Elderly, Hipertension Exercise, Blood Pressure
Digital Literacy Improvement and Patient Registration System Training Through of Good Care Application at Primary Healthcare in Indonesia and Timor Leste Oliva Virvizat Prasastin; Frieda Ani Noor; Sufina Pinto; Anggi Napida Anggraini
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.11443

Abstract

ABSTRAK Praktik Dokter Mandiri dan Puskesmas merupakan sarana pelayanan kesehatan secara medis yang memberikan pelayanan kesehatan kepada individu/perorangan maupun masyarakat di tingkat pelayanan kesehatan tingkat pertama (FKTP). Sistem pelayanan kesehatan yang sudah berjalan pada FKTP masih terdapat kendala salah satunya pada sistem registrasi pasien. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan efisiensi dan efektivitas dalam sistem registrasi atau pendaftaran secara online melalui aplikasi Good Care. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode presentasi, tutorial, diskusi, pre-post test dan evaluasi secara daring melalui Zoom Meeting maupun Whatssap Group. Dari hasil evaluasi didapatkan nilai rata-rata pre-test dan post-test menunjukkan bahwa sebelum dilakukan pemaparan materi, tingkat pemahaman berkenaan dengan hasil pre-test adalah 6,86. Setelah dilakukan pemaparan materi pendidikan kesehatan, rata-rata nilai post-test tingkat pemahaman terhadap materi meningkat menjadi 7,56 dengan gap score 0,7. Didapatkan bahwa  55,6% dari fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang hadir sudah pernah mencoba menggunakan aplikasi Good Care dan secara keseluruhan mampu merasakan manfaatnya dengan memberikan penilaian aplikasi Good Care terhadap kebutuhan instansi (provider needs) dan masyarakat sebagai pengguna (customer needs) sebesar 77,8%. Kata Kunci: Good Care, Registrasi, Pelatihan, Pengembangan, Literasi Digital  ABSTRACT Independent Doctor's Practice and Puskesmas are medical health service facilities that provide health services to individuals and community at primary healthcare. The health service system that has been running at primary healthcare still has problems, one of which is the patient registration system. This community service activity aims  to provide efficiency and effectiveness in the online registration or registration system through the Good Care application. The method for implementing this community service activity uses presentation, tutorial, discussion, pre-post test and online evaluation methods through Zoom Meetings and Whatssap Group. From the evaluation results, the average of pre-test and post-test scores showed that prior to presentation of material, level of understanding regarding the pre-test results was 6.86. After the presentation of health education material, the average post-test score for the level of understanding of material increased to 7.56 with a gap score of 0.7. It was found that 55.6% of primary healthcare facilities present had tried using the Good Care application and overall were able to feel the benefits by providing an assessment of Good Care application against institutional needs (provider needs) and patients (customer needs) of 77 .8% Keywords : Good Care, Registration, Training, Improvement, Digital Literacy
Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) pada Kader Kesehatan di Kelurahan Makawidey Frendy Fernando Pitoy; Elisa Anderson; Grace Kaparang; Denny Maurits Ruku; Reagen Jimmy Mandias; Ellen Padaunan; Lea Andy Shintya; Nova Gerungan; James Richard Maramis
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11174

Abstract

ABSTRAK Kecelakaan ataupun bencana merupakan fenomena yang dapat terjadi tanpa dikehendaki oleh setiap orang. Tanpa penanganan awal yang tepat, suatu kecelakaan dapat membuat seseorang kehilangan nyawanya. Pertolongan pertama penting untuk dilakukan pada korban kecelakaan agar terhindar dari kematian atau kecacatan. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) sangat diperlukan untuk menangani kasus-kasus tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan melakukan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi Kader Kesehatan di kelurahan Makawidey. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan workshop kepada kader kesehatan kelurahan Makawidey. Evaluasi pengetahuan dan praktik dilakukan pada awal dan akhir kegiatan dengan menjalankan angket evaluasi. Terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang BHD setelah dilakukan kegiatan pelatihan, dimana terjadi peningkatan dari segi nilai pengetahuan sebesar 20.43%. Selain itu dari segi nilai ujian praktik, rata-rata nilai ujian para peserta cukup baik yaitu 69.90%. Dapat disimpulkan bahwa Kegiatan pelatihan BHD dapat meningkatkan pengetahuan para kader kesehatan kelurahan Makawidey. Lebih lanjut, pengetahuan para para kader kesehatan sudah cukup baik untuk mempraktikkan pemberian Bantuan Hidup Dasar dalam kehidupan bermasyarakatnya. Kata Kunci: Bantuan Hidup Dasar, Kader Kesehatan, Edukasi.  ABSTRACT Accidents or disasters are phenomena that can happen unexpectedly by everyone. Without proper initial treatment, an accident can occur in people’s life. First aid is important for the accident victims to avoid death or disability. Therefore, the knowledge of Basic Life Support (BHD) is needed to handle the cases. This activity aimed to increase knowledge and skills in implementing Basic Life Assistance (BHD) for Health Cadres in Makawidey. The method used was socialization and workshops for health cadres in Makawidey. Evaluation of knowledge and practice was at the beginning and the end of the activity questionnaire. There was an increase in the participants' knowledge about BHD after the training activities, where there was an increase in terms of the knowledge by 20.43%. Apart from that, in terms of practical, the average scores of the participants were quite good, namely 69.90%. It can be concluded that BHD training activities can increase the knowledge of Makawidey’s health cadres. Furthermore, the knowledge of the health cadres is good enough to be practice in the provision of Basic Life support in their community. Keywords: Basic Life Support, Health Cadres, Education.
Penguatan dan Pemberdayaan Remaja Laskar Sehat Desa Kuanheun Florentianus Tat; Mariana Oni Betan; Aben B.Y.H Romana; Elisabeth Harwanti; Emiliandry Febryanti T. Banase
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10263

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan periode dimana individu telah mencapai kedewasaan secara seksual dan fisik, dengan perkembangan penalaran yang baik dan kemampuan membuat keputusan. Batasan usia remaja terdiri dari tiga fase, yaitu remaja awal (11-14 tahun), remaja menengah (15-17 tahun) dan remaja akhir (18-20 tahun).  Remaja Desa Kuanheun telah memiliki wadah persatuan Remaja Gereja yang melakukan aktifitas rutin setiap bulan. Dari kelompok remaja ini, dibentuk organisasi Remaja Laskar Sehat sebanyak 30 orang, yang strukturnya terdiri dari pembina, penanggung jawab, ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara dan beberapa ketua bidang. Remaja Laskar Sehat yang terpilih bersedia bekerja fokus pada program promosi pencegahan bagi teman sebaya. Mewujudkan Desa Kuanheun Sehat dan Sejahtera dengan remaja yang memiliki perspektif, sehat, peduli, dan tanggap serta berperan aktif dalam pencegahan dan penularan covid 19 di wilayah Desa Kuahenun. Dilakukan melalui latihan dasar kepemimpinan remaja Desa Kuanheun. Laskar remaja diberikan materi tentang pencegahan Covid-19 untuk melatih aspek kogitif, kegiatan praktik dalam bentuk video untuk melatih aspek psikomotor dan outbond untuk melatih aspek afektif. Ada pemahaman yang lebih baik di antara kaum muda tentang bagaimana mereka dapat melindungi diri dari Covid-19 dan peningkatan kapasitas dan kemampuan kelompok remaja, pengetahuan, sikap, dan keterampilan, Aktifitas kelompok Remaja Laskar Sehat terstruktur dan rutin serta terukur dalam pencegahan Covid- 19, Kolaborasi remaja dan masyarakat dalam pencegahan Covid- 19. Meningkatnya kapasitas organisasi kelompok Remaja Laskar Sehat, keterampilan kelompok Remaja Laskar sehat dan menggerakan kelompok sebaya dan masyarakat dalam pencegahan Covid 19. Kata Kunci: Remaja, Penguatan, Pemberdayaan  ABSTRACT Adolescence is a period when individuals have reached sexual and physical maturity, with the development of good reasoning and decision-making abilities. The age limit of adolescence consists of three phases, namely early adolescence (11-14 years), middle adolescence (15-17 years), and late adolescence (18-20 years). Kuanheun Village Youth already has a Youth Church association that carries out routine activities every month. From this youth group, a Healthy Youth Warriors organization was formed by as many as 30 people, whose structure consists of a supervisor, person in charge, chairman, vice chairman, secretary, treasurer, and several department heads. Selected Healthy Warriors youth are willing to work focused on prevention programs for peers. Goal: Creating a Healthy and Prosperous Kuanheun Village with youth who have perspective, are healthy, caring, and responsive, and play an active role in the prevention and transmission of Covid 19 in the Kuahenun Village area. Method; Conducted through basic youth leadership training in Kuanheun Village. The youth paratroopers were given the material on preventing Covid-19 to train cognitive aspects, practical activities in the form of videos to train psychomotor aspects, and outbound to train affective aspects. As a result, there is a better understanding among young people about how they can protect themselves from Covid-19 and an increase in the capacity and abilities of youth groups, knowledge, attitudes, and skills. Covid-19, Adolescent and community collaboration in Preventing Covid-19. Conclusion: increasing the organizational capacity of the Healthy Warrior Youth group, the Healthy Youth Warriors skills group, and mobilizing peer groups and the community in the prevention of Covid 19. Keywords: Youth, Strengthening, Empowerment
Pemanfaatan Media Digital sebagai Upaya Media Promosi dan Pemasaran pada Ikm Ibu Sri Kabupaten Minahasa Djami Olii; Alfiansyah Hasibuan; Anas Romzy Hibrida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.11587

Abstract

ABSTRAK Ibu Sri merupakan salah satu masyarakat yang memiliki Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang bergerak pada pembuatan keripik tempe, pisang dan umbi-umbian, sumber bahan yang digunakan adalah hasil panen dari petani yang di jual oleh ibu sri. UMKM ini masih terdapat banyak permasalahan, diantaranya, Pandemi Covid-19 membuat pendapatan menurun, Jangkauan Pemasaran Hasil produksi belum luas, Belum ada sertifikasi halal dari Kemenag. Kegiatan yang dilakukan pada pengabdian ini dengan membangun sistem berbasis digital. Dalam menyelesaikan permasalah mitra, ada beberapa solusi yang direncanakan. Solusi tersebut meliputi, Membuat sistem berbasis digital yang dapat membantu dalam proses promosi dan pemasaran dengan jangkauan yang lebih luas, memberikan pelatihan manajemen pemasaran, melakukan proses pendampingan produk halal. Metode yang digunakan dalam pengabidan kepada masyarakat adalah ceramah (berupa pemberian teori) dan praktik penggunaan sistem digital. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah pelaksana kegiatan telah memberikan pelatihan penggunaan sistem yang akan digunakan oleh UMKM dan mendapat antusiasme pelaku usaha untuk menggunakan sistem digital sebagai upaya peningkatan penjualan produk yang dihasilkan oleh UMKM, serta telah terlaksananya sosialisasi pendampingan sertifikasi halal bagi produk UMKM. Kata Kunci: Ibu Sri, UMKM, Covid-19, Sistem, Sertifikasi  ABSTRACT Mrs. Sri is one of the people who have Micro, Small, and Medium Enterprises (UMKM) which are engaged in making tempeh chips, bananas, and tubers. The source of the materials used are harvests from farmers which are sold by Mrs. Sri. These UMKM still have many problems, including, the Covid-19 pandemic has made income decrease, the marketing reach of production is not yet wide, and there is no halal certification from the Ministry of Religion. Activities carried out in this service by building a digital-based sistem. In solving partner problems, there are several planned solutions. These solutions include Creating a digital-based sistem that can assist in the promotion and marketing process with a wider range, providing marketing management training, and carrying out the process of mentoring halal products. The method used in community service is lectures (in the form of giving theory) and practical use of digital sistems. The results of this service activity are that the executors of the activities have provided training on the use of the sistem that will be used by UMKM and got the enthusiasm of business actors to use the digital sistem as an effort to increase sales of products produced by UMKM, and socialization of halal certification assistance has been carried out for UMKM products.  Keywords: Mrs. Sri, UMKM, Covid-19, System, Certification
Pemberian Air Jahe Terhadap Nyeri Disminore Uswatun Khasanah; Ani Safitri; Lilis Ayuningsih; Supatmi Supatmi; Yurnalis Yurnalis; Nur Alfi Fauziah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i9.10950

Abstract

ABSTRAK Dismenore primer adalah nyeri saat menstruasi di perut bagian bawah tanpa adanya kelainan pada alat-alat reproduksi yang akan dirasakan sebelum atau bersamaan pada saat menstruasi. Salah satu penatalaksanaan terapi non farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri saat menstruasi yaitu pemberian minuman herbal air jahe yang mengandung minyak atsiri dan aleorisin yang dapat menghambat hormon prostaglandin sehingga terjadinya penurunan nyeri dan senam secara teratur yang dapat memicu keluarnya hormone endorphinyang berfungsi sebagai penenang alami dan menimbulkan rasa nyaman. hasil penyuluhan tentang Pendidikan Kesehatan Reproduksi Remaja setelah dilakukan pre tes yang berpengetahuan kurang 8 responden dan pengetahuan cukup 7 responden, setelah diberikan penyuluhan responden responden melakukan post test dan didapatkan hasil adanya peningkatan pengetahuan yaitu 7 responden yang semula berpengetahuan cukup menjadi berpengetahuan baik, serta 8 responden yang semula berpengetahuan kurang menjadi berpengetahuan cukup. Kata Kunci: Air Jahe, Menstruasi, Dismenore Primer  ABSTRACT Primary dysmenorrhea is pain during menstruation in the lower abdomen without any abnormalities in the reproductive organs that will be felt before or simultaneously with menstruation. One of the management of non-pharmacological therapy to reduce pain during menstruation is giving ginger water herbal drink containing essential oils and aleoricin which can inhibit prostaglandin hormones so that pain decreases and regular exercise which can trigger the release of endorphins which function as natural tranquilizers and cause a feeling of comfort. The results of counseling on Adolescent Reproductive Health Education after the pre test was carried out with less knowledge 8 respondents and 7 respondents had sufficient knowledge, after being given counseling the respondents did a post test and obtained the results of an increase in knowledge, namely 7 respondents who were initially knowledgeable enough to be well knowledgeable, and 8 respondents who from less knowledgeable to sufficiently knowledgeable Keywords: Ginger Water, Menstruation, Primary Dysmenorrhea
Literasi Pencegahan Stunting dan Efek Pemberian Susu Formula pada Balita Stunting di Kelurahan Tawangmas Nana Noviada Kwartawaty; Swanny Trikajanti W; Deasy Virka Sari
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12390

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan masalah serius dalam pertumbuhan dan perkembangan balita di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan partisipatif melalui kegiatan penyuluhan dan diskusi interaktif kepada para orang tua balita di Kelurahan Tawangmas. Penyuluhan ini meliputi informasi tentang stunting, faktor risiko yang menyebabkan stunting, serta strategi pencegahan stunting yang efektif. Selain itu, penelitian ini juga melibatkan pendistribusian materi literasi dan panduan penggunaan susu formula kepada para orang tua balita stunting. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi dan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan stunting serta efek pemberian susu formula pada balita stunting. Para orang tua balita di Kelurahan Tawangmas mengakui pentingnya peran mereka dalam mencegah stunting dan menyadari manfaat susu formula sebagai salah satu solusi yang dapat membantu meningkatkan pertumbuhan anak. Peningkatan literasi pencegahan stunting dan pemahaman mengenai efek pemberian susu formula pada balita stunting merupakan langkah penting dalam mengatasi masalah stunting. Melalui pendekatan partisipatif dan kegiatan penyuluhan yang melibatkan para orang tua balita, penelitian ini berhasil memberikan kontribusi yang positif dalam meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat di Kelurahan Tawangmas, Semarang Kata Kunci: Stunting, Balita, Pencegahan Stunting, Susu Formula, Literasi  ABSTRACT Stunting is a serious problem in the growth and development of children under five in various countries, including Indonesia. This research was conducted with a participatory approach through outreach activities and interactive discussions with parents of toddlers in Tawangmas District. This counseling includes information about stunting, risk factors that cause stunting, as well as effective stunting prevention strategies. Apart from that, this research also involved distributing literacy materials and guides on the use of formula milk to parents of stunted toddlers. The results of this research show a significant increase in public literacy and understanding regarding stunting prevention and the effects of giving formula milk to stunted toddlers. Parents of toddlers in Tawangmas District recognize the importance of their role in preventing stunting and are aware of the benefits of formula milk as a solution that can help increase children's growth. Increasing stunting prevention literacy and understanding the effects of giving formula milk to stunted toddlers is an important step in overcoming the stunting problem. Through a participatory approach and outreach activities involving parents of toddlers, this research succeeded in making a positive contribution in increasing public awareness and knowledge in Tawangmas District, Semarang. Keywords: Stunting, Toddlers, Stunting Prevention, Formula Milk, Literacy
Psikoedukasi dan Konseling Kelompok untuk Peningkatan Kesehatan Mental pada Dewasa Awal Grace Latuheru; Joice Mailoa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i10.12136

Abstract

ABSTRAK Tidak ada kesehatan tanpa kesehatan mental, salah satu slogan yang sering dibicarakan sebagai pengingat komponen kesehatan perlu diperhatikan secara menyeluruhk. Seseorang dikatakan sehat secara mental ketika dapat berfungsi secara adaptif, mampu menyesuaikan diri dan mengelola tekanan serta dapat berdampak dan berperan dalam komunitas. Dengan demikian, penting sekali untuk menjaga kesehatan mental sebab akan mempengaruhi banyak aspek dalam kehidupan sehari-hari. Di masyarakat saat ini, banyak sekali isu dan permasalahan psikologis yang muncul akibat minimnya pengetahuan dan kesadaran terkait ketrampilan penyelesaian masalah dan kemampuan mengelola stress. Menyadari hal tersebut, stigma negatif terkait kesehatan mental masih melekat pada masyarakat dan perlu untuk terus dilakukan psikoedukasi. Dengan adanya edukasi terkait pentingnya menjaga kesehatan mental serta pelaksanaan konseling kelompok memberikan dampat terhadap peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat serta mengalami secara langsung pemberian layanan psikologis yang diberikan oleh professional yakni psikolog klinis. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Angkatan Muda Ranting Dekapolis Jemaat GPM Getsemani, Bere-bere. Kata Kunci : Psikoedukasi, Konseling Kelompok, Dewasa Awal  ABSTRACT There is no health without mental health, one slogan often mentioned as a reminder that the health component needs to be considered thoroughly. A person is said to be mentally healthy when they can function adaptively,  adjust and manage pressure, and impact and play a role in the community. Thus, it is very important to maintain mental health because it will affect many aspects of daily life. In today's society, many psychological issues and problems arise due to the lack of knowledge and awareness related to problem-solving skills and the ability to manage stress. Realizing this, negative stigma related to mental health is still attached to society and psychoeducation is necessary. Education related to the importance of maintaining mental health and the implementation of group counseling has the effect of increasing public knowledge and awareness and experiencing firsthand the provision of psychological services provided by professionals, namely clinical psychologists. This community service activity was carried out at the Young Force of the Branch Branch of the GPM Gethsemani Church, Bere-bere. Keywords: Psychoeducation, Group Counseling, Early Adulthood

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue