cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Peningkatan Pemahaman dan Justifikasi Pemeriksaan Rontgen Kedokteran Gigi Pada Civitas SMA 1 Slawi Kabupaten Tegal Yusuf, Moh.; Probosari, Niluh Woro; Indrawati, Silvia Vera
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12691

Abstract

ABSTRAK Bidang Radiologi Kedokteran Gigi sangat berhubungan dengan paparan radiasi. Setiap paparan radiasi  memberikan efek kepada tubuh kita baik sebagai pasien maupun sebagai operator. Tujuan dari pemeriksaan radiologi adalah untuk mengetahui kondisi kesehatan pasien melalui teknologi radiologi. Tindakan-tindakan yang biasa dilakukan oleh dokter gigi seringkali membutuhkan foto rontgen untuk merencanakan perawatan atau mengevaluasi perawatannya. Akan tetapi faktor geografis, demografis dan sosiologis, terkadang mengakibatkan pasien tidak dapat menjangkau fasilitas rontgen tersebut. Begitu juga pengetahuan masyarakat tentang pentingnya foto rontgen gigi dalam menentukan tindakan yang dilakukan. Masih banyak asumsi di masyarakat bahwa foto rontgen gigi kurang dibutuhkan sebelum dilakukan tindakan, misalnya pada pasien yang ingin cabut gigi atau melakukan perawatan saluran akar. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka Departemen Radiologi Kedokteran Gigi FKG UNISSULA telah mengadakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa Penyuluhan dan Edukasi untuk Siswa SMA yang berjudul “Peningkatan Pemahaman Dan Justifikasi Pemeriksaan Rontgen Kedokteran Gigi Pada Sivitas SMA 1 Slawi Kabupaten Tegal”. Tujuan pelaksanaan kegiatan penelitian ini adalah mendapat gambaran tingkat pemahaman dan justifikasi pemeriksaan rontgen kedokteran gigi pada siswa SMA 1 Slawi Kabupaten Tegal. Kegiatan ini telah dilaksanakan dengan metode tatap muka dengan melakukan penyuluhan tentang peranan rontgen kedokteran gigi, Berdasarkan hasil penyuluhan dan pengisian kuisioner “Peningkatan Pemahaman Dan Justifikasi Pemeriksaan Rontgen Kedokteran Gigi Pada Sivitas SMA 1 Slawi Kabupaten Tegal”pada saat sebelum dan setelah kegiatan diperoleh bahwa sebelum dilakukan sosialisasi mengenai pentingnya pemeriksaan rontgen di kedokteran gigi didapatkan 49,2% atau sebanyak 27 responden belum mengetahui mengapa harus dilakukan rontgen dikedokteran gigi dan setalah dilakukan sosialisasi didapatkan 94,5% atau sebanyak 52 responden sudah mengetahui alasan mengapa dilakukan pemeriksaan rontgen di kedokteran gigi. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa siswa awalnya belum mengetahui tentang pemahaman pemeriksaan rontgen dikedokteran gigi sehingga dengan kegiatan ini dapat meningkatkan pemahaman tersebut. Kata Kunci: ALARA, Biological Effect, Justifikasi Radiasi  ABSTRACT The field of Dental Radiology is closely related to radiation exposure. Every radiation exposure will have an effect on our bodies both as patients and as operators. The purpose of radiological examination is to determine the patient's health condition through radiology technology. The procedures that are usually performed by dentists often require x-rays to plan treatment or evaluate treatment. However, geographical, demographic and sociological factors sometimes result in patients not being able to reach the x-ray facility. Likewise, public knowledge about the importance of dental X-rays in determining the action to be taken. There are still many assumptions in the community that dental X-rays are not needed before surgery, for example in patients who want to extract teeth or perform root canal treatment. Based on this background, the Department of Dental Radiology, FKG UNISSULA has been hold Community Service Activities in the form of Counseling and Education for High School Students entitled "Improving Understanding and Justification of Dental X-Ray Examination in Civitas SMA 1 Slawi, Tegal "The purpose of this research is to get overview of knowledge and justification understanding about dental radiology examination on SMA 1 Slawi civitas. This research has been hold by face to face method with given presentation about dental radiology. Based on the results of counseling and filling out the questionnaire "Increasing Understanding and Justification of Dental X-Ray Examination in the Community of SMA 1 Slawi Tegal" it was found that prior to socialization regarding the importance of X-ray examinations in dentistry, 49.2% or as many as 27 respondents did not know why X-rays should be done in dentistry and after the socialization was carried out, it was found that 94.5% or as many as 52 respondents already knew why X-ray examinations were carried out in dentistry. These results show the improvement of efforts to increase understanding and justification for X-ray examination in dentistry. Keywords: ALARA, Biological Effect, Radiation Justification
Pemberdayaan Kader Remaja Melalui Komunitas Milenial Sadar Kesehatan dalam Upaya Implementasi Keluarga Sehat Bebas Stunting di Desa Jatisela Kecamatan Gunungsari Kabupaten Lombok Barat Utama, Lalu Juntra; Adiyasa, I Nyoman; Suhaema, Suhaema; Yunita, Lina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12627

Abstract

ABSTRAK Stunting masih menjadi masalah di Indonesia, termasuk dalam triple burden dengan masalah wasting dan obesitas. Pemberdayaan masyarakat sebagai bentuk intervensi secara tidak langsung dapat meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku. Kecamatan Gunungsari merupakan daerah lokus untuk penanganan stunting di wilayah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Perlu berbagai upaya untuk mengatasi masalah stunting dengan edukasi gizi untuk pemberdayaan remaja untuk dapat menjadi kader milenial, sehingga dapat menjadi agen perubahan di lingkungan setempat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Jatisela Kabupaten Lombok Barat pada bulan Juli 2023. Kegiatan terdiri dari pelatihan antropometri dan pemberian edukasi gizi seimbang. Peserta kegiatan ini adalah remaja yang berusia 15-18 tahun yang mewakili semua dusun di wilayah Desa jatisela. Edukasi gizi Mengenai materi gizi remaja, ibu hamil dan gizi ibu menyusui dapat meningkatkan pengetahuan kader remaja dari 51% dan menjadi 79%. Hasil penilaian keterampilan Menggunakan alat ukur tinggi badan, panjang badan dan pengukuran berat badan menjadi terampil menggunakan alat untuk semua peserta. Rekomendasi kegiatan tindak lanjut adalah memberikan kesempatan kepada para peserta untuk ikut dalam proses pemberian edukasi dan pengukuran antropometri kepada para kader remaja milenial dengan tujuan untuk screening atau penapisan dini terhadap kejadian stunting. Kata Kunci: Antropometri, Edukasi Gizi, Remaja, Pemberdayaan  ABSTRACT Stunting is still a problem in Indonesia, including the triple burden of wasting and obesity. Community empowerment as a form of intervention can indirectly increase understanding and change behavior. Gunungsari District is the locus area for handling stunting in the West Lombok Regency, West Nusa Tenggara. Various efforts are needed to overcome the stunting problem with nutritional education to empower teenagers to become millennial cadres, so that they can become agents of change in the local environment. This community service activity was carried out in Jatisela Village, West Lombok Regency in July 2023. The activity consisted of anthropometry training and providing balanced nutrition education. Participants in this activity are teenagers aged 15-18 years who represent all hamlets in the Jatisela Village area. Nutrition education regarding adolescent nutrition, pregnant mothers and breastfeeding mothers' nutrition can increase knowledge of adolescent cadres from 51% to 79%. The results of the skill assessment using height, body length and weight measurement tools have become skilled in using tools for all participants. The recommendation for follow-up activities is to provide opportunities for participants to take part in the process of providing education and anthropometric measurements to millennial youth cadres with the aim of screening or early screening for stunting incidents.s. Keywords: Anthropometry, Nutrition Education, Teenager, Empowerment
Edukasi tentang Vaksin Booster pada Lansia di Wilayah Pesisir Alfikrie, Fauzan; Hidayat, Uti Rusdian; Akbar, Ali; Arisandi, Defa; Nurpratiwi, Nurpratiwi; Hatmalyakin, Debby; Amaludin, Mimi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13788

Abstract

ABSTRAK Penerimaan vaksin covid-19 masih menjadi tantangan bagi pemerintah. Banyak masyarakat yang tidak ingin divaksin dengan berbagai alasan seperti tidak ingin divaksin karena vaksin menyebabkan efek samping yang mematikan, vaksin tidak halal, maupun vaksin menyebabkan terkena covid-19. Survey pendahuluan kami kepada lima orang masyarakat menunjukkan bahwa secara keseluruhan belum melakukan vaksinasi covid-19 dengan alasan tidak terlalu penting, masih sehat, vaksin dapat menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Persepsi ini dapat muncul karena masyarakat kurang memahami tentang tujuan dari pemberian vaksin, kurangnya informasi dan beredarnya informasi yang kurang tepat turut menyebabkan pemahaman masyarakat tentang vaksin keliru. Untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang vaksinasi booster di wilayah pesisir. Metode pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah ceramah, diskusi dan tanya jawab selama 45 menit yang berkaitan dengan masalah serta hambatan tentang penerimaan vaksinasi booster di wilayah pesisir. Hasil evaluasi pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan peserta kegiatan antusias mengikuti dan aktif. Hasil evaluasi akhir diperoleh sebagian besar peserta memahami tentang vaksinasi booster dengan tingkat pengetahuan cukup 60%. Edukasi kesehatan, diskusi serta tanya jawab meningkatkan pengetahuan masyarakat tetang vaksinasi booster pada lansia diwilayah pesisir. Pengetahuan menjadi dasar pengambilan keputusan dari lansia untuk memilih berpartisipasi atau tidak berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan vaksianasi. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Vaksin Booster  ABSTRACT Acceptance of the covid-19 vaccine is still a challenge for the government. Many people do not want to be vaccinated for various reasons such as not wanting to be vaccinated because vaccines cause deadly side effects, vaccines are not halal, or vaccines cause COVID-19. Our preliminary survey of five people in the community showed that overall they had not carried out the Covid-19 vaccination for reasons that were not too important, they were still healthy, vaccines could cause unwanted side effects. This perception can arise because people do not understand the purpose of giving vaccines, lack of information and the circulation of inaccurate information also causes people's understanding of vaccines to be wrong. To increase the knowledge of the elderly about booster vaccinations in coastal areas. The method for this community service activity is lecture, discussion and question and answer for 45 minutes relating to problems and obstacles regarding receiving booster vaccinations in coastal areas. The results of the evaluation of the implementation of community service activities showed that the activity participants were enthusiastic and active. The final evaluation results showed that most participants understood about booster vaccination with a sufficient level of knowledge of 60%. Health education, discussions and questions and answers increase public knowledge about booster vaccinations for the elderly in coastal areas. Knowledge is the basis for decision making for the elderly to choose to participate or not participate in the implementation of vaccination activities Keywords: Health Education, Booster Vaccination
Sosialisasi dan Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi Guru-Guru SDI Kobelete Anselmus Boy Baunsele; Ambrosius Faofeto; Yoaclina D. Ninu; Adri Gabriel Sooai; Merpiseldin Nitsae; Lenciani Seran
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12554

Abstract

ABSTRAK Publikasi karya ilmiah merupakan suatu syarat yang cukup penting untuk membantu memperlancar kenaikan pangkat seorang guru. Melalui kegiatan ini diharapkan para guru SDI Kobelete mampu menghasilkan karya ilmiah yang akan dipakai untuk keperluan peningkatan kariernya. Kegiatan yang akan dilakukan ini berupa sosialisasi substansi dan pelatihan penulisan karya ilmiah. Sebelum dilakukan sosialisasi maka diberikan angket kepada para peserta untuk diketahui kemampuan awal para guru. Materi yang diberikan adalah pengenalan karya ilmiah, PTK dan cara mengirimkan artikel ke jurnal. Hasil dari kegiatan PKM ini selanjutnya akan diberikan angket untuk mengetahui hasil atau perubahan yang dirasakan para guru setelah mengikuti kegiatan ini. Hasil yang diperoleh bahwa banyak indikator utama pada PKM ini yang terpenuhi diantaranya guru memahami substansi karya ilmiah, gambaran tentang PTK dan cara mengirimkan artikel ke jurnal ilmiah. Dapat dikatakan bahwa kegiatan PKM ini mampu membantu para guru untuk meningkatkan kemampuan mereka. Kata Kunci: Artikel ilmiah, PKM, Publikasi, Sosialisasi ABSTRACT Publication of scientific work is an important requirement to help facilitate the promotion of a teacher. Through this activity, it is hoped that Kobelete SDI teachers will be able to produce scientific work that will be used for career advancement purposes. The activities that will be carried out are in the form of substance socialization and training in writing scientific papers. Before the socialization was carried out, a questionnaire was given to the participants to determine the initial abilities of the teachers. The material provided is an introduction to scientific work, classroom action research, and how to submit articles to journals. The results of this community service activity will then be given a questionnaire to find out the results or changes felt by the teachers after participating in this activity. The results obtained showed that many of the main indicators of community service were met, including teachers understanding the substance of scientific work, an overview of class action research, and how to submit articles to scientific journals. It can be said that this community service activity is able to help teachers improve their abilities.  Keywords: Scientific Articles, Community Service Activity, Publication, Socialization
Geriatric Depression Scale (GDS) sebagai Pengkajian Status Psikologis pada Lansia Hadrianti, Dessy; Saherna, Jenny; Arji, Alif; Pratama, Zacky; Putri, Annisa; Khaliza, Noor
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13387

Abstract

ABSTRAK Peningkatan populasi lansia khususnya di Indonesia, dapat menimbulkan masalah Kesehatan seperti depresi. Gejala depresi pada lansia seringkali tidak terungkap jelas dan bisa terkait dengan perubahan fisik, penyakit, kehilangan, serta perasaan kesepian. Pengukuran tingkat depresi menggunakan Skala Depresi Geriatri (GDS) memberikan gambaran lebih lanjut tentang prevalensi depresi pada lansia, yang diperkirakan meningkat seiring pertambahan usia. Pada pengkajian tanggal 16 Oktober 2023, dihadiri 15 lansia di Kelayan B Gang JAIS RT. 009 RW. 001. Hasilnya, 11 lansia tidak mengalami depresi, sementara 4 lainnya mengalami depresi ringan. Tim pengkaji memberikan intervensi berupa terapi zikir dan dukungan keluarga kepada lansia yang mengalami depresi ringan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat depresi lansia dan memberikan pemahaman. Intervensi diberikan agar lansia mampu mengatasi depresi dalam kehidupan sehari-hari setelah memahami dan menerapkan intervensi yang diajarkan. Kata Kunci: Depresi, Lansia, GDS  ABSTRACT The increase in the elderly population, especially in Indonesia, can cause health problems such as depression. Symptoms of depression in the elderly are often not clearly revealed and can be related to physical changes, illness, loss, and feelings of loneliness. Measurement of depression rates using the Geriatric Depression Scale (GDS) provides a further picture of the prevalence of depression in the elderly, which is expected to increase with age. The assessment on October 16, 2023, was attended by 15 elderly people at Kelayan B Gang JAIS RT. 009 RW. 001. As a result, 11 elderly people did not have depression, while 4 others had mild depression. The review team provided interventions in the form of remembrance therapy and family support to elderly people with mild depression. This activity aims to determine the level of depression of the elderly and provide understanding. Interventions are given so that the elderly are able to overcome depression in daily life after understanding and applying the interventions taught. Keywords: Depression, Elderly, Geriatric Depression Scale
Optimalisasi Peran Kader Kesehatan dalam Edukasi Keluarga Berencana Pasca Persalinan Wahidah, Nurul Jannatul; Novika, Revi Gama Hatta; Sari, Atriany Nilam; Maulina, Rufidah; Maulida, Luluk Fajria; Nurhidayati, Siti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12985

Abstract

ABSTRAK Edukasi Keluarga Berencana Pasca Persalinan (KBPP) yang diberikan kepada kader kesehatan telah menjadi salah satu pendekeatan yang penting dalam upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kader merupakan ujung tombak dalam pelaksanaan program KBPP karena pemahaman kader tentang konsep KBPP dapat membantu msyarakat merencanakan dan merawat kehidupan keluarga yang sehat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengkaji dampak edukasi KBPP bagi kader dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan mereka dalam memberikan layanan KBPP yang berkualitas. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah Optimalisasi Peran kader meliputi kegiatan Assesment yakni analisis kebutuhan sasaran; Planning and Development yakni menentukan tujuan, strategi, dan sumber daya; Implementation yakni melaksanakan rencana yang telah disusun, dan Evaluation yakni mengevaluasi ketercapaian kegiatan. Kegiatan dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Joyosuran Surakarta, pada bulan Juni 2023 dengan sasaran 29 kader kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa edukasi KBPP telah memberikan manfaat yang signifikan bagi kader, meningkatkan pengetahuan mereka tentang berbagai metode KBPP, dan meningkatkan keterampilan kader dalam memberikan edukasi tentang KBPP pada masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menegaskan pentingnya eduiasi KBB bagi kader sebagai strategi untuk meningkatkan akses dan kualitas layanan KBPP di masyarakat.  Kata Kunci: Edukasi, Keluarga Berencana Pasca Persalinan, Kader, Pengetahuan  ABSTRACT Postpartum Family Planning (KBPP) provided to health cadres has become an important approach in efforts to improve the qulity of life in the community. Cadres are at the forefront of implementing the KBPP program because their understanding of the KBPP concept can help te community plan and care for healty family lives. This community sevice aims to assess the impact of KBPP education on cadres in enhancing their knowledge, skills, and abilities to provide good quality in KBPP services. The method used in this community service was Cadre Role optimizing, including Assessments, that’s analysing the target’s need; Planning and Development, that’s determining objectives, strategies, and resources; Implementation, thatas implementing the prepared plan; and Evaluation, that’s evaluating the achievement of the implementation. This activity was conducted in the Joyosuran Healt’s Centres, Surakarta in June 2023, targeting 29 health cadres. This community service activity has shown that KBPP education has provided significant benefits to the cadres, increasing their knowledge of various KBPP methods and enhancing their skills in providing KBPP education to the community. This community services activity empasize the importance of KBPP education for cadres as a strategy to improve access and quality of KBPP services in the community. Keywords: Education, Postpartum Family Planning, Cadre, Knowledge
Perbedaan Pengaruh Pemberian Minuman Kunyit Asam dan Kompres Hangat terhadap Nyeri Haid pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Nasional Jakarta Apriyaningsih, Annisa; Widiastuti, Susanti; Suralaga, Cholisah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13840

Abstract

ABSTRAK Dismenore adalah nyeri dibagian bawah perut dan biasanya disertai dengan gejala seperti sakit kepala, berkeringat, diare, dan muntah. Dismenore diklasifikasikan menjadi dua yaitu dismenore primer dan dismenore sekunder. Kandungan yang dimiliki kunyit asam dapat mengurangi nyeri haid. Reaksi dari cyclooxygenase dapat menghambat inflamasi akibat dari kinerja curcumine dan anthocyanin sehingga dapat mengurangi kontraksi uterus. Mekanisme penghambat yang dihasilkan oleh curcumine terhadap kontraksi uterus dengan mengurangi influx ion kalsium (Ca2+) ke dalam kanal kalsium pada sel epitel uterus. Kompres hangat juga merupakan salah satu terapi non farmakologi yang dianggap efektif untuk mengurangi rasa nyeri haid dan spasme otot. Suhu yang panas dapat dialirkan melalui konduksi, konveksi, dan konversi. Nyeri akibat memar, spasme otot, dan arthritis berespon baik terhadap peningkatan suhu karena dapat melebarkan pembuluh darah dan meningkatkan aliran darah local. Untuk mengetahui perbedaan pengaruh pemberian minuman kunyit asam dan komres hangat terhadap nyeri haid pada mahasiswa keperawatan universitas nasioanl Jakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian quasi eksperimen two grup pre and post test. Terdapat dari hasil penelitian rata rata skala nyeri sebelum diberikan minuman kunyit asam  (5.62) dan kompres hangat (5.77) dan setelah diberikan intervensi terdapat perubahan skala nyeri kelompok kunyit asam (1.92) dan kompres hangat (3.35). Hasil uji Wilcoxon dan Mann – Whitney diperoleh data p value 0.000 < 0.05 terdapat perbedaan signifikan pengaruh antara pemberian minuman kunyit asam dan pemberian kompres hangat terhadap nyeri haid pada mahasiswa keperawatan Universitas Nasional Jakarta. Bahwa pemberian minuman kuniyt asam lebih berpengaruh dibandingkan dengan pemberian kompres hangat. Kata Kunci: Dismenore, Kunyit Asam, Kompres Hangat  ABSTRACT Dysmenorrhea is pain in the lower abdomen and is usually accompanied by symptoms such as headache, sweating, diarrhea, and vomiting. Dysmenorrhea is classified into two, namely primary dysmenorrhea and secondary dysmenorrhea. The content of turmeric can reduce menstrual pain. The reaction of cyclooxygenase can inhibit inflammation due to the performance of curcumine and anthocyanin so as to reduce uterine contractions. The inhibitory mechanism produced by curcumine against uterine contractions by reducing the influx of calcium ions (Ca2+) into calcium canals in uterine epithelial cells. Warm compress is also one of the non-pharmacological therapies that is considered effective to reduce menstrual pain and muscle spasm. Heat can be transmitted through conduction, convection, and conversion. Pain due to bruising, muscle spasm, and arthritis responds well to increased temperature because it can dilate blood vessels and increase local blood flow. To determine the difference in the effect of giving sour turmeric drinks and warm compresses on menstrual pain in nursing students at the national university of Jakarta. This study uses quantitative methods with a quasi-experimental research design of two groups pre and post test. From the research results, the average pain scale before being given the turmeric acid drink (5.62) and warm compress (5.77) and after being given the intervention there was a change in the pain scale of the turmeric acid group (1.92) and warm compress (3.35). The results of the Wilcoxon and Mann - Whitney tests showed that the p value was 0.000 < 0.05, there was a significant difference in the effect between giving sour turmeric drinks and giving warm compresses on menstrual pain in nursing students at the National University of Jakarta. That the administration of sour turmeric drink is more influential than the administration of warm compresses. Keywords: Dysmenorrhea, Sour Turmeric, Warm Compresses
Analisis Asuhan Keperawatan dengan Luka Kaki Diabetik pada Ny. K dan Ny.R dengan Penggunaan Zink Krim dan Hyaluronic Acid pada Fase Proliferasi Sebagai Balutan Primer di Klinik Wocare Center Bogor Hidayat, Rizki; Naziyah, Naziyah; Riyanto, Putri Sahara
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12480

Abstract

ABSTRAK Luka kaki diabetikum adalah salah satu komplikasi yang terjadi pada pasien memiliki diabetes melitus. Prevalensi di Indonesia kejadian luka pada kaki akibat diabetes melitus adalah 12% dan risiko luka pada kaki diabetes adalah 55,4%. Modern derssing dengan Zink Krim dan Hyaluronic Acid dapat digunakan mempercepat proses penyembuhan luka, memberikan kelembapan pada luka,  dan  pembentukan jaringan granulasi. Menganalisis asuhan keperawatan dengan luka diabetikum pada Ny. K dan Ny. R dengan penggunaan Zink Cream dan Hyaluronic Acid di klinik wocare center bogor. Tindakan keperawatan dimulai pada tanggal 21 Juli s/d 28 Juli 2023 di Klinik Wocare Center Bogor. Implementasi pada diagnosa keperawatan gangguan integritas kulit melibatkan perawatan luka dengan menggunakan metode modern dressing. Zink Krim dan Hyaluronic Acid (Metcovazin Red) adalah jenis balutan menjaga kelembapan,membantu proses pembentukan epitelisasi, dan penyembuhan luka granulasi pada dasar luka berwarna merah.perawatan luka modern dressing dengan Zink Krim dan Hyaluronic Acid (Metcovazin Red)  terbukti mempercepat proses penyembuhan luka, namun pada Ny.K dan Ny.R belum terlihat efek yang signifikan dikarenakan proses penyembuhan luka kronis membutuhkan waktu yang panjang. Perawatan luka harus diimbang dengan kadar gula darah yang terkontrol  dan nutrisi yang baik, sehingga diharapkan kepada petugas pelayanan kesehatan agar lebih memperhatikan lagi hal ini. Kata Kunci:  Luka Kaki Diabetikum, Zink Krim, Hyaluronic Acid  ABSTRACT Diabetic foot ulcers are one of the complications that occur in patients with diabetes mellitus. The prevalence in Indonesia of foot injuries due to diabetes mellitus is 12% and the risk of diabetic foot injuries is 55.4% . Modern derssing with Zink Cream and Hyaluronic Acid can be used to accelerate the wound healing process, provide moisture to the wound, and form granulation tissue. To analyze nursing care with diabetic wounds in Mrs. K and Mrs. R with the use of Zink Cream and Hyaluronic Acid at the Bogor wocare center clinic. The nursing care measures will commence from July 21st to July 28th, 2023, at the Wocare Center Clinic in Bogor. The implementation for the nursing diagnosis of skin integrity disturbance involves wound care using the modern dressing method. Zink Cream and Hyaluronic (Metcovazin Red) are types of dressings to maintain moisture, help the process of epithelialization formation, and healing granulation wounds on a red wound base. Modern wound care dressings with Zink Cream and Hyaluronic Acid (Metcovazin Red) are proven to accelerate the wound healing process, but in Mrs. K and Mrs. R there has not been seen a significant effect because the process of healing chronic wounds takes a long time. Wound care must be balanced with controlled blood sugar levels and good nutrition, so it is hoped that health care workers will pay more attention to this. Keywords: Diabetic Foot Wounds, Zinc Cream, Hyaluronic Acid
Program Kemitraan Masyarakat untuk Pencegahan Hipertensi dengan Pemberdayaan Budidaya Rosella di Kelurahan Anggut Atas Linda, Linda; Marsofelly, Reka Lagora; Suryanti, Reny
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13518

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular (PTM) adalah salah satu penyebab kematian paling umum di dunia. Menggunakan bahan alami seperti daun rosella (Hibicus Sabdarifa Fam) adalah salah satu cara untuk mengurangi tekanan darah. Rosella memiliki kimia yang dapat membantu mengurangi kreatinin dan glukosa dalam serum. Untuk mencegah komplikasi akibat hipertensi, masyarakat harus dididik tentang pencegahan PTM hipertensi. Pemberdayaan masyarakat untuk membudidayakan tanaman lokal untuk mencegah penyakit tidak menular adalah salah satu upaya yang dilakukan.Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kader posyandu untuk menanam rosella untuk mengurangi hipertensi di kelurahan Anggut atas kota Bengkulu. Dalam budidaya rosella, kegiatan ini menggunakan pendekatan pendampingan kader. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa mendorong budidaya teh rosella dan memberikan edukasi dapat meningkatkan pengetahuan dan kemandirian masyarakat tentang cara mencegah hipertensi. Kader dan anggota masyarakat yang telah mengikuti kegiatan pemberdayaan ini dapat memberikan contoh kepada orang lain dengan menanam tanaman lokal untuk mencegah hipertensi. Di kelurahan Anggut Atas Kota Bengkulu, kader posyandu diberdayakan, dibantu, dan dievaluasi untuk mencegah hipertensi. Kata Kunci: Pemberdayaan, Kader, Hipertensi, Budidaya, Rosella  ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) are one of the most common causes of death in the world. Using natural ingredients such as rosella leaves (Hibicus Sabdarifa Fam) is one way to reduce blood pressure. Rosella has chemicals that can help reduce creatinine and glucose in serum. To prevent complications due to hypertension, the community must be educated about the prevention of hypertensive NCDs. Community empowerment to cultivate local plants to prevent non-communicable diseases is one of the efforts made. This activity aims to encourage posyandu cadres to plant rosella to reduce hypertension in the upper Anggut village of Bengkulu city. In cultivating rosella, this activity uses a cadre mentoring approach. The results of this community service activity show that encouraging rosella tea cultivation and providing education can increase community knowledge and independence on how to prevent hypertension. Cadres and community members who have participated in this empowerment activity can set an example to others by planting local plants to prevent hypertension. In the Anggut Atas urban village of Bengkulu City, posyandu cadres are empowered, assisted and evaluated to prevent hypertension. Keywords: Empowerment, Hypertension, Rosella
Biofermentasi Limbah Pertanian dengan Teknologi Fermentor dan Biocomposter untuk Mewujudkan Pertanian Organik di Desa Rawa Selapan Dewi Chusniasih; Winati Nurhayu; Yunita Fahni; Fitri Amelia Purmadi; Kharisma Aulia Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12469

Abstract

ABSTRAK Pengelolaan limbah organik sisa pertanian maupun limbah rumah tangga menjadi hal yang perlu diperhatikan, karena akan berdampak negatif bagi lingkungan. Desa Rawa Selapan merupakan salah satu desa dengan luas sawah terbesar di Lampung Selatan. Selama ini, limbah pertanian di desa tidak dimanfaatkan dengan baik. Selain itu, sistem pertanian dengan penggunaan pupuk kimia dapat mengubah ketersediaan hara dan mikroorganisme tanah sehingga tanah mengalami penurunan tingkat kesuburan. Salah satu upaya untuk memanfaatkan limbah organik dan meningkatkan kesuburan tanah yaitu mengolah limbah organik menjadi pupuk organik/kompos. Kegiatan ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah organik pertanian di Desa Rawa Selapan, serta melatih masyarakat desa membuat pupuk kompos menggunakan alat fermentor dan  rotary biocomposter. Kegiatan dilakukan dengan tahapan persiapan, pembuatan alat fermentor dan rotary biocomposter, pelaksanaan kegiatan dengan pemaparan materi dan pelatihan pembuatan kompos, serta hasil kegiatan dievaluasi dengan kuisioner. Terdapat peningkatan pemahaman peserta mengenai pembuatan pupuk menggunakan fermentor dan rotary biocomposter, yang semula hanya 39% menjadi 83% peserta yang memahami hal ini. Selain itu, berdasarkan post-test, sebanyak 91% peserta menjawab akan melanjutkan pembuatan pupuk organik menggunakan fermentor dan biocomposter. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pengetahuan peserta mengenai dampak negatif penumpukan limbah organik dan penggunaan pupuk kimia berkepanjangan. Selain itu, peserta kegiatan juga telah menguasai teknik pembuatan pupuk kompos dan bioaktivator berbasis fermentasi menggunakan alat fermentor dan rotary biocomposter. Kata Kunci: Fermentor, Bioaktivator, Kompos, Limbah Organik, Rotary Biocomposter  ABSTRACT Management of organic waste from agricultural residues and household waste needs attention due to its potential negative impact on the environment. Rawa Selapan Village is one of the villages with the largest rice field area in South Lampung. So far, agricultural waste in the village has not been utilized properly. In addition, agricultural systems using chemical fertilizers can alter the availability of soil nutrients and microorganisms, resulting in decreased soil fertility. One approach to utilizing organic waste and increasing soil fertility is the conversion of organic waste into organic fertilizer/compost. Objective: This activity aims to utilize organic agricultural waste in Rawa Selapan Village and provide training to village communities on compost production using fermenters and rotary biocomposters. This activity aims to utilize organic agricultural waste in Rawa Selapan Village, as well as train village communities to make compost using fermenters and rotary biocomposters. The activity was carried out in several stages, including preparation stages, building a fermenter and rotary biocomposter, explanation of materials, training in compost production, and the evaluation of the program using a questionnaire. Participants' understanding of compost production using fermenters and rotary biocomposters increased from an initial 39% to 83%. Furthermore, 91% of participants indicated their intention to continue producing organic fertilizer using fermenters and biocomposters based on the post-test result. This activity succeeded in increasing participants' knowledge regarding the negative impacts of organic waste accumulation and prolonged use of chemical fertilizers. Additionally, activity participants have acquired proficiency in fermentation-based compost fertilizer production and the use of bioactivators with fermenters and rotary biocomposters. Keywords: Fermentor, Bioactivator, Compost, Organic Waste, Rotary Biocomposter

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue