cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Edukasi Remaja Sadar Gizi di SMAIT Peradaban Al Izzah Kota Sorong Rachmawati, Yulia; Kartika, Kiky
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13180

Abstract

ABSTRAK Prevalensi status gizi remaja 16-18 tahun di Provinsi Papua Barat yaitu sangat kurus dan kurus 8,7%, gemuk dan obesitas 14,7%, serta sangat pendek dan pendek 35,2%. Masalah gizi tersebut tersebar di wilayah kerja Puskesmas Malaimsimsa Kota Sorong salah satunya di SMAIT Peradaban Al Izzah Kota Sorong. Kondisi ini terkait dengan asupan gizi tidak optimal dan masih terbatasnya kegiatan penanggulangan pada remaja. Kegiatan pengabdiaan kepada mayarakat bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang gizi dan kesadaran untuk memantau berat badan serta status gizinya secara mandiri. Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan melalui 2 tahap dalam bentuk penyuluhan dan praktik dengan melibatkan mitra sasaran secara aktif. Hasil evaluasi post-test I (skor 88,4) dan post-test II (skor 91,3) menunjukan peningkatan pengetahuan setelah dilakukan edukasi dibandingkan sebelumnya dilihat dari hasil pre-test (skor 72,6). Pemberian edukasi mampu menambah pegetahuan remaja tentang gizi. Media dibaca kembali ketika remaja pulang setelah diberikan penyuluhan berhasil meningkatkan lagi pengetahuan pada remaja. Kata Kunci: Edukasi, Remaja, Sadar Gizi, Pemantauan Berat Badan, Status Gizi  ABSTRACT The prevalence of nutritional status of adolescents 16-18 years old in West Papua Province is very thin and thin 8.7%, fat and obese 14.7%, and very short and short 35.2%. The nutritional problems are spread in the working area of Puskesmas Malaimsimsa Sorong City, one of which is at SMAIT Peradaban Al Izzah Sorong City. This condition is related to non-optimal nutritional intake and limited prevention activities for adolescents. Community service activities aim to increase understanding of nutrition and awareness to monitor body weight and nutritional status independently. Community service is carried out through 2 stages in the form of counseling and practice by actively involving target partners. The evaluation results of post-test I (score 88.4) and post-test II (score 91.3) showed an increase in knowledge after education compared to the pre-test results (score 72.6). Providing education can increase adolescents' knowledge about nutrition. Media read back when adolescents go home after being given counseling succeeded in increasing knowledge in adolescents again. Keywords: Education, Adolescents, Nutrition Awareness, Weight Monitoring, Nutritional Status
Pemberdayaan Keluarga dalam Deteksi dan Intervensi Dini Pertumbuhan untuk Pencegahan Stunting Eriyani, Theresia; Mardhiyah, Ai; Fitria, Nita; Yosep, Iyus
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13056

Abstract

ABSTRAK Stunting adalah masalah pertumbuhan dan perkembangan anak yang terkait dengan kekurangan gizi, paparan infeksi, serta kurangnya rangsangan yang memadai, dan menjadi isu kesehatan yang signifikan di Indonesia. Kabupaten Bandung berada di posisi kedua dalam hal tingkat kasus stunting tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Peran keluarga, terutama ibu, tentu menjadi garda terdepan dalam pencegahan stunting pada balita. Tujuan dari kegiatan ini adalah  memberdayakan keluarga untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku tentang deteksi dan intervensi dini stunting. Sasaran kegiatan ini adalah orang tua dengan anak usia 0-5 tahun di Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung sebanyak 36 orang. Kegiatan pemberdayaan terdiri atas pelatihan, observasi, dan penyuluan menggunakan metode ceramah. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 84% orang tua memiliki tingkat pengetahuan yang baik, 64% orang tua memiliki sikap mendukung, dan 50% orang tua memiliki perilaku baik. Diharapkan pemberdayaan keluarga mengenai tumbuh kembang terus dilakukan secara berkala agar perilaku, sikap, dan pengetahuan orang tua akan pencegahan stunting dapat terjaga dan tidak mengalami penurunan. Kata Kunci: Anak Usia 0 – 5 Tahun, Keluarga, Pemberdayaan, Stunting ABSTRACT Stunting is a child growth and development problem associated with malnutrition, exposure to infections, and lack of adequate stimulation, and is a significant health issue in Indonesia. Bandung Regency is in second place in terms of the highest rate of stunting cases in West Java Province. The role of families, especially mothers, is certainly at the forefront in preventing stunting in toddlers. The purpose of this activity is to empower families to improve knowledge, attitudes, and behaviors about stunting detection and early intervention. The targets of this activity were 36 parents with children aged 0-5 years in Jelegong Village, Rancaekek District, Bandung Regency. The empowerment activities consisted of training, observation, and counseling using the lecture method. The results of the activity showed that 84% of parents had a good level of knowledge, 64% of parents had a supportive attitude, and 50% of parents had good behavior.  It is hoped that family empowerment regarding growth and development will continue to be carried out regularly so that parents' behavior, attitudes, and knowledge of stunting prevention can be maintained and do not experience a decline. Keywords:  Children Aged 0 – 5 Years, Empowerment, Family, Stunting
Pendidikan Kesehatan Konsep“Sadulur” (Stop dan Cegah Diabetes Yuk Lur) Sandra Pebrianti; Nursiswati Nursiswati; Ghifani Sifa Azahra; Naomi Sella Aprilia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12654

Abstract

ABSTRAK Penyakit DM ini selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Menurut data statistik World Health Organization (WHO) secara global menyatakan pada tahun 2015 prevalensi DM mengalami peningkatan empat kali lipat dibandingkan tahun 1980 sebesar 415 juta orang. Pada tahun 2012 DM menjadi salah satu penyakit yang mengakibatkan kematian 3,7 juta orang di dunia. Angka kematian yang disebabkan oleh DM sering dialami sebelum usia 70 tahun. International Diabetes Federation    (IDF), (2015) memperkirakan angka prevalensi DM akan terus meningkat menjadi 642 di tahun 2040 mendatang. DM jika tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan berbagai komplikasi pada bagian tubuh yang lain. Komplikasi jangka panjang yang dapat ditimbulkan diantaranya stroke, gagal jantung, nefropati, retinopati dan neuropati. Tujuan dari pendidikan kesehatan adalah mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi sehat baik pada individu, kelompok, dan masyarakat terkait dengan DM. Metode pengabdian menggunakan Pendidikan Kesehatan dengan topik Pencegahan diabetes melitus, Metode yang dilaksnakan pada pelaksanaan edukasi adalah ceramah, tanya jawab dan menonton video. Evaluasi dilakukan melalui evaluasi koognitif (pre dan post test) meliputi sepuluh pertanyaan multiple choise dengan empat opsi jawaban. Hasil: pendidikan kesehatan ini dihadiri oleh 32 peserta. Peserta terbanyak pada usia 22-23 tahun sebanyak 62,5%, lalu diikuti usia 19-20 tahun sebanyak 28,1%. Lalu didapatkan usia 24-26 tahun sebanyak 9,3%. Secara umum kegiatan berlangsung dengan lancar sesuai harapan. Keberhasilan program pendidikan kesehatan mengenai konsep “Sadulur” (Stop dan Cegah Diabetes Yuk Lur) melalui kegiatan mini webinar ini dihadiri oleh 32 peserta. Keberhasilan kegiatan ini dapat dilihat dari antusias peserta dalam sesi tanya jawab dan hasil Pre-Test dan nilai Post-Test yang telah diisi oleh peserta kegiatan sebelum dan setelah kegiatan dilaksanakan. Kesimpulan, dapat disimpulkan salah satu indikator keberhasilan webinar yaitu kehadiran peserta webinar dengan jumlah minimal 32 peserta sudah tercapai. karena melebihi batas minimal peserta yaitu 30 partisipan. Peserta tampak aktif mengikuti kegiatan webinar terlihat ditunjukkan dengan aktifnya peserta memberikan pertanyaan mengenai materi yang telah dipaparkan. Kata Kunci: Konsep Sadulur, Pendidikan Kesehatan, Diabetes Melitus, Pencegahan   ABSTRACT DM disease always increases every year. According to World Health Organization (WHO) statistics globally, in 2015 the prevalence of DM quadrupled compared to 1980 of 415 million people. In 2012 DM became one of the diseases that resulted in the death of 3.7 million people in the world. Death rates caused by DM are often experienced before the age of 70 years. The International Diabetes Federation (IDF), (2015) estimates that the prevalence rate of DM will continue to increase to 642 in 2040. DM if not treated properly can lead to various complications in other parts of the body. Long-term complications that can be caused include stroke, heart failure, nephropathy, retinopathy and neuropathy. The goal of health education is to change unhealthy behaviors into healthy ones in individuals, groups, and communities related to DM. The service method uses Health Education with the topic of Diabetes mellitus prevention, The methods applied in the implementation of education are lectures, questions and answers and watching videos. Results: 32 participants attended this health education. Most participants were aged 22-23 with 62.5%, followed by aged 19-20 with 28.1%. Then the age of 24-26 was achieved with 9.3%. Generally, the activity went smoothly as expected. The success of the health education program on the concept of “Sadulur” (stop and prevent diabetes Yuk lur) through this mini webinar activity was attended by 32 participants. Success of this activity can be seen from the enthusiasm of the participants in the question-and-answer session and the results of Pre-Test and Post-Tests that have been filled by the participants of the activity before and after the activity is carried out. In conclusion, one of the indicators of webinar success is the presence of at least 32 participants. Because it exceeds the minimum limit of 30 participants. Participants who appear to be following the webinar activities are shown to be actively asking questions about the material that has been displayed. Keywords: Sadulur Concept, Health Education, Diabetes Mellitus, Prevention
Peningkatan Pengetahuan dan Kemandirian Keluarga dalam Melakukan Perawatan Luka Harun, Hasniatisari; Purba, Chandra Isabella Hostanida; Fitri, Siti Ulfah Rifa'atul; Widayat, Ahmad
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13551

Abstract

ABSTRAK Insidensi luka sering ditemukan setiap tahunnya di Indonesia baik luka bersih maupun kotor. Namun pada praktiknya, pengobatan luka di masyarakat masih belum diterapkan sesuai dengan prinsipnya. Maka solusi yang dapat diberikan adalah dengan melakukan pembelajaran mengenai perawatan luka sesuai jenis dan karakteristiknya untuk mencegah terjadinya komplikasi dan infeksi. Pendidikan kesehatan perawatan luka ini dilakukan dengan teknik pembelajaran ceramah dan demonstrasi. Tujuan dilakukannya pendidikan kesehatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kemandirian keluarga dalam merawat luka pada pasien dengan luka. Sasaran pada pendidikan kesehatan ini adalah keluarga pasien di ruang rawat inap salah satu Rumah Sakit di Sumedang. Media yang digunakan pada penyampaian pendidikan kesehatan ini adalah leaflet, power point, dan tayangan video. Berdasarkan hasil analisis seluruh peserta 100% memiliki pengetahuan yang baik karena dapat menjawab dengan benar pada akhir post-test sehingga dapat disimpulkan terjadi peningkatan pengetahuan keluarga pasien mengenai luka dan cara perawatannya. Oleh karena itu pendidikan kesehatan terkait perawatan luka diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan kemandirian keluarga dalam melakukan perawatan luka setelah di rawat di Rumah Sakit. Kata Kunci: Pengetahuan, Perawatan Luka, Keluarga, Kemandirian  ABSTRACT The incidence of wounds is often found every year in Indonesia, both clean and dirty wounds. However, in practice, wound treatment in society is still not implemented according to its principles. So the solution that can be given is to learn about wound care according to its type and characteristics to prevent complications and infections. Wound care health education is carried out using lecture and demonstration learning techniques. The aim of this health education is to increase family knowledge and independence in caring for wounds in patients with wounds. The target of this health education is the patient's family in the inpatient room of one of the hospitals in Sumedang. The media used to deliver this health education are leaflets, power points and video shows. Based on the analysis results, all participants had 100% good knowledge because they were able to answer correctly at the end of the post-test so it can be concluded that there was an increase in the patient's family's knowledge regarding wounds and how to treat them. Therefore, it is hoped that health education related to wound care can be carried out on an ongoing basis to increase family independence in carrying out wound care after being treated in hospital. Keywords: Knowledge, Wound Care, Family.
Edukasi Pentingnya Nutrisi Ibu Hamil untuk Pencegahan Stunting Sejak Dini di Desa Nangsri, Manisrenggo, Kab.Klaten Selasih Putri Isnawati Hadi; Nessy Anggun Primasari; Riska Ismawati Hakim
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12257

Abstract

ABSTRAK Kebutuhan gizi selama hamil menjadi hal yang penting untuk diperhatikan oleh setiap ibu hamil untuk mencapai kehamilan yang lebih optimal. Kebutuhan nutrisi yang tidak terpenuhi sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan ibu maupun janin yang dikandungnya. Namun kebutuhan gizi ini tentu dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu tentang nutrisi ibu hamil. Dengan adanya edukasi yang tepat, maka akan berpengaruh pada sikap dan perilaku ibu dalam pemenuhan kebutuhan gizi ibu. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu terkait pentingnya nutrisi ibu hamil untuk pencegahan stunting sejak dini. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 September 2023 di Balai Desa Nangsri yang dihadiri oleh 14 orang ibu hamil mulai dari TM 1,2 dan 3 dengan menggunakan metode ceramah dan media PPT. Keberhasilan kegiatan ini dapat dilihat dari beberapa indikator antara lain sasaran peserta yang datang sebanyak 14 orang, tujuan pengabdian sesuai dengan kebutuhan mitra ; target media menggunakan PPT ; peserta antusias dengan kegiatan; ada peningkatan nilai pretest ke post test ; dan mitra puas dengan kegiatan pengabdian masyarakat ini.  Kegiatan ini dapat meningkatan pengetahuan ibu hal ini terbukti dari hasil post test yang lebih tinggi daripada nilai pre test peserta. Dan kegiatan ini dapat dikembangkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya pengentasan kasus stunting di masyarakat. Kata Kunci: Edukasi, Ibu Hamil, Nutrisi, Stunting  ABSTRACT Nutritional needs during pregnancy are important for every pregnant woman to pay attention to in order to achieve a more optimal pregnancy. Unmet nutritional needs greatly affect the health condition of the mother and the fetus she is carrying. However, these nutritional needs are certainly influenced by the mother's level of knowledge about the nutrition of pregnant women. With appropriate education, it will influence the mother's attitudes and behavior in meeting the mother's nutritional needs. This community service activity aims to increase mothers' knowledge regarding the importance of nutrition for pregnant women to prevent stunting from an early age. This activity was carried out on September 16 2023 at the Nangsri Village Hall which was attended by 14 pregnant women starting from TM 1, 2 and 3 using the lecture method and PPT media. The success of this activity can be seen from several indicators, including the target number of participants who came as many as 14 people, the purpose of the service was in accordance with the needs of the partners; target media using PPT; participants are enthusiastic about this activity; there is an increase in pretest to posttest scores; and partners are satisfied with this community service activity. This activity can increase mothers' knowledge, this is proven by the post test results which are higher than the participants' pre test scores. And this activity can be developed and implemented sustainably as an effort to eradicate stunting cases in the community. Keywords: Education, Pregnant Women, Nutrition, Stunting
Edukasi Program A, B, C, D, E, Cegah Stunting Menyiapkan Generasi Unggul, Berdaya Saing Sejak Masa Kandungan pada Kader Kota Bandung Sutrisno, Entris; Mulyani, Yani; Rahayu, Sri Mulyati; Vitniawati, Vina; Darajat, Agus Miraj; Amini, Nadia Ushfuri; Pasha, ED. Yunisa Mega; Khotimah, Nur Intan Husnul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.12814

Abstract

ABSTRAK Generasi unggul dan berdaya saing merupakan visi Indonesia, sehingga pemberantasan stunting merupakan target utama dalam upaya pencapaian visi ini.  Stunting berdampak merugikan pada anak karena dapat menyebabkan lambatnya perkembangan otak (kognitif), fisik dan risiko serangan penyakit, hal ini akan berefek pada masyarakat secara umum sehingga penting untuk ditangani. Tujuan Program pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan pada kader dalam menyiapkan generasi unggul dan berdaya saing dengan pencegahan stunting sejak dini dari masa kandungan. Metode Pelaksanaan pengabdian masyarakat program edukatif dengan menggunakan penyuluhan (Pendidikan Kesehatan) guna meningkatkan pengetahuan kader. Adanya program ini dapat meningkatkan pengetahuan kader bagaimana mencegah stunting sejak dalam masa kandungan. Kader dapat menerapkan Langkah pencegahan stunting dan selanjutnya mensosialisasikan pada masyarakat umum tentang (A) Aktif minum Tablet Tambah Darah (TTD), (B) Bumil teratur periksa kehamilan minimal 6 kali, (C) Cukupi konsumsi protein hewani, (D) Datang ke Posyandu setiap bulan, (E) Eksklusif ASI 6 bulan. Dengan pemahaman tentang ABCDE diharapkan dapat menciptakan Generasi unggul berdaya saing yang Sehat dan Bebas dari Stunting. Program ini berhasil dalam meningkatkan pengetahuan kader tentang cegah stunting dengan ABCDE, sehingga disarankan agar kader dapat ikut serta dalam mempromosikannya kepada masyarakat dan dapat mengurangi kejadian stunting. Kata Kunci: Stunting, Kader, Generasi Unggul, ABCDE  ABSTRACT A superior and competitive generation is Indonesia's vision, so eradicating stunting is the main target in efforts to achieve this vision. Stunting has a detrimental impact on children because it can cause slow brain (cognitive) and physical development and the risk of disease attacks, this will have an impact on society in general so it is important to address it. This community service program is to increase knowledge among cadres in creating a superior and competitive generation by preventing stunting from an early age from the womb. Method of implementing community service: educational program using counseling (Health Education) to increase cadres' knowledge. This program can increase cadres' knowledge of how to prevent stunting from the womb. Cadres can implement steps to prevent stunting and further socialize to the general public about (A) Actively drinking Blood Supplement Tablets (TTD), (B) Pregnant women regularly having pregnancy checks at least 6 times, (C) Sufficient consumption of animal protein, (D) Coming to the Posyandu every month, (E) Exclusive breast milk for 6 months. By understanding ABCDE, it is hoped that we can create a superior, competitive generation that is healthy and free from stunting. This program was successful in increasing cadres' knowledge about stunting prevention with ABCDE, so it is recommended that cadres can participate in promoting it to the community and can reduce the incidence of stunting. Keywords: Stunting, Cadre, Superior Generation, ABCDE
Pengenalan Tanda Gejala Dan Perawatan Mandiri Mengenai Rheumatoid Arhtritis Platini, Hesti; Maulana, Indra; Pebrianti, Sandra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12925

Abstract

ABSTRAK Rheumatoid arthtritis dapat menyebabkan kecacatan dan penurunan produktivitas. Apabila peradangan tidak terkendali, maka dapat merusak tulang rawan, jaringan elastis yang menutupi ujung tulang di sendi, dan juga menyerang tulang. Sendi bisa menjadi longgar, tidak stabil, menyakitkan dan kehilangan mobilitasnya. Deformitas sendi dapat terjadi, sehingga kerusakan dapat terjadi. Sehingga diperlukan upaya pengenalan tanda gejala dan perawatan rheumatoid artritis. Tujuan kegiatan yaitu mensosialisasikan pendidikan kesehatan kepada masyrakat agar mengetahui tanda gejala penyakit reumatik dan dapat melakukan perawatan mandiri. Metode yang digunakan yaitu melalui pemberian informasi melalui penyuluhan dalam bentuk pendidikan kesehatan pada warga masyarakat melalui media audio visual dan leaflet. Hasil Pendidikan Kesehatan signifikan menunjukan adanya perubahan sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan Kesehatan yaitu rata-rata peserta mengalami peningkatan pengetahuan (pretest: 45, Rata-rata postest: 82). Kesimpulan menunjukan peserta mengalami peningkatan pengetahuan mengenai rematik dan juga manajemennya. Kata kunci: Pendidikan Kesehatan, Pengetahuan, Penyuluhan, Reumatoid Arthritis  ABSTRACT Rheumatoid arthritis can cause disability and decreased productivity. If inflammation is not controlled, it can damage cartilage, the elastic tissue that covers the ends of bones in joints, and also attack the bones. Joints can become loose, unstable, painful and lose mobility. Joint deformity may occur, resulting in damage. This requires efforts to recognize signs and symptoms and treat rheumatoid arthritis. The aim of the activity is to disseminate health education to the community so that they know the signs and symptoms of rheumatic disease and can carry out self-care. The method used is through providing information through outreach in the form of health education to community members through audio-visual media and leaflets. The results of Health Education showed significant changes before and after health education, namely that the average participant experienced an increase in knowledge (pretest: 45, average posttest: 82). The conclusion shows that participants experienced increased knowledge about rheumatism and its management. Keywords: Health Education, Knowledge, Rheumatoid Arthritis
Minyak Goreng Sehat untuk Keluarga Sehat: Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Desa Panca Mukti, Kabupaten Bengkulu Tengah Yulianti, Risda; Wahyudi, Anang; Suryani, Desri; Witradharma, Tetes Wahyu
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12818

Abstract

ABSTRAK Penggunaan minyak goreng yang berulang kali atau dikenal sebagai minyak goreng bekas pakai (minyak jelantah) dapat membahayakan kesehatan masyarakat karena berkaitan dengan risiko penyakit tidak menular (PTM). Minyak jelantah menjadi bahaya bagi kesehatan karena mengandung lemak tidak jenuh dan lemak trans.Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu-ibu dan masyarakat di Desa Panca Mukti, Kabupaten Bengkulu Tengah mengenai dalam penggunaan minyak goreng yang sehat dalam pencegahan PTM. Peserta kegiatan ini yaitu ibu-ibu Desa Panca Mukti sebanyak 25 orang yang terdiri dari Tim Penggerak PKK Pokja III, kader kesehatan lingkungan, kader posbindu dan ketua atau perwakilan dasawisma di Desa Panca Mukti dimana semua peserta tersebut diberikan pelatihan untuk menjadi edukator yang akan meneruskan hasil pelatihan kepada masyarakat desa. Metode kegiatan dilakukan dengan sosialisasi, diskusi, dan monitoring evaluasi. Materi edukasi yang diberikan tentang pengunaan minyak goreng yang sehat dan pengelolaan Bank Minyak Jelantah. Hasil pengukuran pengetahuan peserta menunjukkan rata-rata dan standar deviasi pre test 10,68±2,70 dan hasil post test 16,56±1,96, diperoleh nilai p 0,0005. Terdapat perbedaan pengetahuan peserta setelah diberikan pelatihan tentang penggunaan minyak goreng yang sehat. Perlu dilakukan edukasi dan dukungan perangkat desa dan tokoh masyarakat di wilayah Desa Panca Mukti agar masyarakat selalu menerapkan penggunaan minyak goreng yang sehat sehingga terhindar dari PTM. Kata Kunci: Pengetahuan, Minyak Goreng, Minyak Goreng Bekas Pakai, Minyak Jelantah, Penyakit Tidak Menular  ABSTRACT Repeated use of cooking oil, also known as used cooking oil (UCO) or "jelantah" oil, can pose a health risk to the community as it is associated with non-communicable disease (NCD). "Jelantah" oil is dangerous to health due to its high content of unsaturated fats and trans fats. The aim of this community engagement activity is to enhance the knowledge of mothers and the community in Panca Mukti Village, Central Bengkulu District, regarding the appropriate use of healthy cooking oil in preventing NCDs. The participants in this activity are 25 women from Panca Mukti Village, consisting of members of the Family Empowerment and Welfare/ PKK Pokja III, environmental health cadres, Posbindu cadres, and the heads or representatives of the Dasawisma in Panca Mukti Village. All participants receive training to become educators who will pass on the knowledge gained to the village community. The methods employed in this activity include socialization, discussions, and monitoring evaluations. The educational content covers the proper use of cooking oil and the management of the Used Cooking Oil Bank. The results of the participants' knowledge assessment show a pre-test average and standard deviation of 10.68±2.70, and a post-test result of 16.56±1.96, yielding a p-value of 0.0005. There is a significant difference in participants' knowledge after receiving training on the appropriate use of cooking oil. It is imperative to conduct further education and gain support from village officials and community leaders in the Panca Mukti Village area to ensure that the community consistently adopts the use of healthy cooking oil, thus avoiding NCDs. Keywords: Knowledge, Cooking Oil, Used Cooking Oil, Non-Communicable Diseases
Health Education Anti Kekerasan Seksual pada Usia Remaja Wilayah X Iksan, Ricky Riyanto; Muftadi, Muftadi; Batubara, Salama Thomasita; Rois, Amika; Sumiyati, Iis; Yusrini, Yusrini; Herdalisa, Wiwie; Watunglawar, Crystin Evangelin; Rainuny, Yance Ronard; Said, Fathia Fakhri Inayati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13951

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan usia peralihan dari anak menjadi dewasa yang ditandai dengan perubahan dan pembentukan identitas, eksplorasi, dan inisiasi masalah hubungan seksual aspek, namun berisiko tinggi terkena infeksi atau masalah kesehatan lainnya. Tujuan kegiatan adalah mendapatkan gambaran Health Education Anti Kekerasan Seksual Pada Usia Remaja Di wilayah X. Metode Mengunakan tehnik  wawancara observasi pada anak remaja, kekerasan seksual. Hasil Pengetahuan baik 15 75% dan pengetahuan kurang 5 25%. Pelaksanaan pengabdian masyarakat ini menyarankan kepada anak remaja  memberikan pengalaman yang baik kepada para Remaja untuk lebih mengetahui kekerasan seksual. Kata Kunci: Health Education, Kekerasan Seksual, Remaja   ABSTRACT Adolescence is a transitional age from child to adult which is marked by changes and formation of identity, exploration and initiation of sexual relationship problems, but has a high risk of infection or other health problems. The aim of the activity is to get an overview of Health Education Anti-Sexual Violence at Age Adolescents in Region Results Good knowledge 15 75% and poor knowledge 5 25%. The implementation of this community service suggests that teenagers provide good experiences for teenagers to know more about sexual violence. Keywords: Health Education, Sexual Violence, Adolescents
Penyuluhan Peran Kader dan Remaja dalam Pencegahan Penyakit Katastropik di Ragajaya Bogor Jumaiyah, Wati; Agung, Rizki Nugraha; Siswandi, Iyar; Hanifah, Siti; Purnawati, Dewi; Kamil, Abdu Rahim; Rinawati, Rinawati; Firdaus, Nuzula; al Hasbi, Sulthan Dzahir; Triantono, Bayu; Fawwaz, Achmad Daffa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13189

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit katastropik yang dapat menimbulkan terjadinya peningkatan beban sosial ekonomi bagi penderita, keluarga maupun pemerintah, karena penanganannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar, beberapa penyakit yang pada tingkat rumah tangga tergolong katastropik adalah Hipertensi, Diabetes Melitus (DM) dan Stroke. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberi pemahaman hingga pencegahan terhadap penyakit Katastropik pada Kader dan Remaja Ragajaya Bojong Gede, Bogor. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu dimulai dengan penyuluhan, pemeriksaan deteksi dini faktor risiko PTM, konseling serta pelatihan Tekanan Darah dan Pengukuran Tinggi Badan. Pasca kegiatan ini diketahui telah terjadi peningkatan pengetahuan peserta terkait Penyakit Katastropik pada kader dan remaja RW 007 Ragajaya Bogor. Kegiatan Pelatihan penting dijalankan untuk dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit tidak menular melalui deteksi dini, early treatment serta mengendalikan faktor risiko sehingga dapat menurunkan tingkat kesakitan dan kematian. Kata Kunci: Pencegahan, Katastropik, Hipertensi, Diabetes, Stroke  ABSTRACT Non-communicable diseases (NCDs) are catastrophic diseases that can cause an increase in the socio-economic burden for sufferers, families and the government, because treatment requires a long time, some diseases that are classified as catastrophic at the household level are hypertension, diabetes mellitus (DM ) and Strokes. This community service activity aims to provide understanding and prevention of catastrophic diseases in Ragajaya Bojong Gede Cadres and Youth, Bogor. This community service activity is carried out through several stages, starting with counseling, early detection of NCD risk factors, counseling and training on Blood Pressure and Height Measurement. After this activity, it was discovered that there had been an increase in participants' knowledge regarding Catastrophic Diseases among cadres and teenagers of RW 007 Ragajaya Bogor. Training activities are important to carry out to increase public awareness of non-communicable diseases through early detection, early treatment and controlling risk factors so as to reduce morbidity and mortality rates. Keywords: Prevention, Catastrophe, Hypertension, Diabetes, Stroke

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue