cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Pemberdayaan Lansia Penderita Penyakit Hipertensi Serta Hiperkolesterol Melalui Edukasi Pengetahuan Secara Home Care di Malang Raya Anisyah, Luluk; Andika, Venny Kurnia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.10922

Abstract

ABSTRAK  Pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Malang Raya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan terkait penyakit, bahaya, resiko, cara pencegahan dari hipertensi dan hiperkolesterol, meningkatkan pengetahuan terkait manfaat, khasiat dari terapi komplementer jamu tradisional ”x” melalui pemberian edukasi secara home care serta cek kesehatan rutin, agar meminimalisir terjadinya komplikasi pada tubuh sehingga Kesehatan lansia dapat terjaga. Masyarakat lansia pengguna jamu”x” tersebut berjumlah 21 orang. Penggunaan obat tradisional sebagai bagian dari pengobatan hiperkolesterol dan hipertensi yang semakin meningkat. Salah satu faktor yang berkontribusi adalah harga yang murah,  disamping itu efek samping yang ditimbulkan dianggap lebih sedikit. Bawang putih merupakan salah satu tanaman obat yang dapat digunakan untuk menurunkan kolesterol atau hipolipidemik, serta dapat mengurangi terjadinya pengerasan pada pembuluh darah. Komponen jamu “x” selain bawang putih juga terdapat bahan yang lainnya, dimana manfaatnya adalah sebagai antioksidan dan mempunyai manfaat dapat meminimalisir penyakit degenerative terutama hipertensi. Metode pelaksanaan yang digunakan dalam pengabdian masyarakat kepada lansia penderita penyakit hipertensi dan hiperkolesterol meliputi 3 kegiatan antara lain: Tahap persiapan: melakukan pendekatan, persiapan bahan dan alat yang digunakan untuk pemberian edukasi dan cek kesehatan; Tahap pelaksanaan: memberikan edukasi kesehatan dan melakukan cek kesehatan; Tahap evaluasi dilakukan dengan menggunakan ceklist Pre-Post Test terhadap meningkatkan pengetahuan terkait penyakit, bahaya, resiko, cara pencegahan dari hipertensi dan hiperkolesterol  serta juga meningkatkan pengetahuan terkait manfaat, khasiat dari terapi komplementer jamu tradisional”x” untuk menjaga agar meminimalisir terjadinya  komplikasi pada tubuh. Hasil pre-test edukasi pengetahuan 63,08% dan post-test edukasi sebesar 88,08%; evaluasi tekanan darah pre sebesar 150,19/88,90 mmHg, sedangkan post nya 138,05/83,33 mmHg; evaluasi kolesterol pre sebesar 192,24 dan post sebesar 179,90. Kesimpulan bahwa untuk peningkatan tingkat pengetahuan kepada lansia dapat tercapai sehingga untuk kadar tekanan darah dan kolesterol dapat tercapai pula. Kata Kunci : Home care, Hiperkolesterol, Hipertensi, JamuABSTRACT The community service carried out in Malang Raya aims to increase knowledge regarding diseases, dangers, risks, how to prevent hypertension and hypercholesterolemia, increase knowledge regarding the benefits, efficacy of traditional herbal "x" complementary therapy through providing home care education and routine health checks , in order to minimize the occurrence of complications in the body so that the health of the elderly can be maintained. There are 21 elderly people who use herbal medicine "x". The use of traditional medicine as part of the treatment of hypercholesterolemia and hypertension is increasing. One of the contributing factors is the low price, besides that the side effects are considered to be less. Garlic is a medicinal plant that can be used to lower cholesterol or hypolipidemic, and can reduce hardening of the arteries. The "x" herbal component apart from garlic also contains other ingredients, which are beneficial as antioxidants and have the benefit of minimizing degenerative diseases, especially hypertension. The implementation method used in community service for elderly people with hypertension and hypercholesterolemia includes 3 activities, including: Preparatory stage: making an approach, preparing materials and tools used for providing education and health checks; Implementation phase: providing health education and conducting health checks; The evaluation phase is carried out by using the Pre-Post Test checklist to increase knowledge regarding diseases, dangers, risks, how to prevent hypertension and hypercholesterolemia and also increase knowledge regarding the benefits, efficacy of traditional herbal "x" complementary therapy to keep minimizing the occurrence of complications in the body . The results of the knowledge education pre-test were 63.08% and the educational post-test were 88.08%; the pre blood pressure evaluation was 150.19/88.90 mmHg, while the post was 138.05/83.33 mmHg; pre cholesterol evaluation of 192.24 and post of 179.90. The conclusion is that increasing the level of knowledge of the elderly can be achieved so that blood pressure and cholesterol levels can also be achieved. Keywords : Home care, Hypercholesterol, Hypertension, Herbal medicine
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat melalui Pendidikan Kesehatan dalam Rangka Pencegahan Hipertensi di GMAHK Jemaat KolaYenuk Jl. Raya Abepura – Arso Km IX Koya Kosso-Jayapura_Papua Kristina, Yunita; B.B, Fransisca; Suweni, Korinus; Sinaga, Eva
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.12324

Abstract

ABSTRAK Kasus Hipertensi di Papua menduduki posisi terendah dari 33 provinsi yang ada di Indonesia dengan jumlah 11.893 kasus (Rikesdas Provinsi Papua, 2018). Hasil observasi di GMAHK JEMAAT KOLAYINUK masyarakat suka mengkonsumsi makanan berlemak seperti olahan daging merah, dan masyarakat kurang berolahraga. Ada10 orang ketika diwawancarai mengatakan mengalami hipertensi. Peningkatan pengetahuan tentang pencegahan hypertensi di masyarakat. Eksperimen, pendekatan Pre- experimental design dengan One group pretest- posttest design. Peneliti menggunakan desain untuk mengetahui pengaruh. Analisa uji pengaruh menggunakan Paired samples T Test. Pre test masyarakat memiliki Sebagian besar pengetahuan kurang sebanyak 72,9 %. Post test masyarakat memiliki pengetahuan baik 100%, Table paired samples T test nilai signifikansi 2 tail = 0.000, kurang dari 0.05, menunjukkan ada perbedaan signifikan variabel awal dengan variable akhir, artinya pretest dan posttest menunjukkan pengaruh bermakna terhadap perlakukan yang diberikan. Peningkatan pengetahuan tentang pencegahan hypertensi di Masyarakat. Pendidikan Kesehatan Dalam Rangka Pencegahan Hypertensi Di GMAHK sangat dibutuhkan masyarakat untuk membantu mereka agar dapat merawat keluarga Hypertensi dan dapat melakukan pencegahan Hypertensi. Kata Kunci: Pengetahuan, Pendidikan Kesehatan, Penecegahan Hypertensi, Koya Kosso  ABSTRACT Hypertension cases in Papua occupy the lowest position of the 33 provinces in Indonesia with a total of 11,893 cases (Rikesdas Papua Province, 2018). The results of observations at GMAHK KOLAYINUK CONGREGATION, people like to consume fatty foods such as processed red meat, and people do not exercise enough. There were 10 people when interviewed who said they had hypertension. Increase knowledge about preventing hypertension in the community. Experiment, Pre-experimental design approach with One group pretest-posttest design. Researchers use design to determine influence. Analysis of the influence test using Paired samples T Test. In the pre-test, the majority of people had less knowledge, as much as 72.9%. Post test, the community has 100% good knowledge, Table paired samples T test significance value 2 tail = 0.000, less than 0.05, shows that there is a significant difference between the initial variable and the final variable, meaning that the pretest and posttest show a significant influence on the treatment given. Increased knowledge about preventing hypertension in the community. Health Education in the Context of Preventing Hypertension at GMAHK is really needed by the community to help them be able to care for their families with Hypertension and be able to prevent Hypertension. Keywords: Knowledge, Health Education, Hypertension Prevention, Koya Kosso
Sex Education pada Remaja ( Realitas: Remaja Berkwalitas Tanpa Seks Bebas) di SMKS Pasundan Jatinangor Kabupaten Sumedang Hendrawati Hendrawati; Iceu Amira; Indra Maulana; Sukma Senjaya; Aat Sriati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12342

Abstract

ABSTRAK Remaja merupakan usia yang sudah mulai berkembang kematangan seksualnya, dan memerlukan   pengarahan dan pengawasan yang baik  dari orang tua mengenai kesehatan reproduksi,  khususnya tentang akibat – akibat perilaku seks pranikah maka mereka sulit mengendalikan rangsangan - rangsangan dan banyak kesempatan seksual pornografi melalui media massa yang membuat remaja melakukan perilaku seksual secara bebas tanpa mengetahui resiko -resiko yang dapat terjadi seperti kehamilan yang tidak dinginkan  dan infeksi seksual.Kegiatan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan  penegetahuan  siswa dan siswi khususnya di SMKS Pasundan Jatinangor  tentang seks edukation.  Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dengan tatap muka. Hasil kegiatan ini adalah adanya peningkatan yaitu 48,1 point . Kesimpulan Adanya peningkatan pengetahuan  siswa/siswi SMKS Pasundann tentang seks edukation , sehingga diharapkan , para remaja terhindar dari dampak seks bebas dan memahami dampak dari seks bebas sehingga dapat hidup dengan sehat  dan mengikuti pendidikan dengan semangat. Kata Kunci:  Remaja, Seks, Seks Education ABSTRACT Adolescents are an age that has begun to develop sexual maturity, and requires good guidance and supervision from parents regarding reproductive health, especially regarding the consequences of premarital sexual behavior, so it is difficult for them to control sexual stimulation and many pornographic opportunities through the mass media that make teenagers carry out sexual behavior freely without knowing the risks that can occur, such as unwanted pregnancy and sexual infections. This activity aims to help increase the knowledge of students and girls, especially at Pasundan Jatinangor Vocational School, about sex education. The method used in this activity is face-to-face counseling. The result of this activity was an increase of 48.1 points. Conclusion: There is an increase in the knowledge of Pasundann Vocational School students about sex education, so it is hoped that teenagers will avoid the impacts of free sex and understand the impacts of free sex so they can live healthily and participate in education with enthusiasm. Keywords: Teenagers, Sex, Sex Education.ave 
Pemberdayaan Keluarga dalam Meningkatkan Adversity dan Spiritual Quotient Keluarga Pada Saat Pandemi di Rumah Sari, Citra Windani Mambang; Juniarti, Neti; Yani, Desy Indra; witdiawati, witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13044

Abstract

ABSTRAK  Tahun 2021 merupakan tahun ke 2 berlangsungnya pandemic covid-19 yang  menyebabkan semua orang menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah demi memutus mata rantai Covid19. Selain pembatasan aktivitas, adversity dan spiritual merupakan suatu hal yang penting pada saat pandemi sebagai ketahanan pada keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemberdayaan keluarga dalam mengidentifikasi Adversity dan Spiritual Quotient anggota keluarganya serta mengembangkan strategi koping keluarga yang baik selama masa pandemi. Pengabdian ini merupakan rangkaian work-life balance yang dilaksanakan secara online dengan zoom meeting. Kegiatan ini dihadiri 208 orang yang terdiri dari peserta umum yang merupakan pekerja atau mahasiswa. Dari kuesioner wellnes yang disebarkan ke peserta hampir setengahnya dari peserta kurang merasa ceria, kurang merasa tenang dan santai, kurang merasa aktif, tidak bangun dengan perasaan segar dan istirahat, kehidupan sehari-hari tidak dipenuhi dengan hal-hal yang menarik dalam waktu dua minggu terakhir. Berdasarkan hal tersebut, keluarga dapat memahami dan mempraktekan secara langsung bagaimana menyiapkan mental keluarga terutama di masa pandemi. Hal ini juga dapat menjadi rekomendasi untuk perawat komunitas dalam merencanakan intervensi untuk keperawatan keluarga. Kata Kunci: Spiritual, Adversity, Keluarga, Pandemi, Wellnes, Worklife-Balance  ABSTRACT Year of 2021 is the 2nd year of the covid-19 pandemic which causes everyone to spend most of their time at home to break the Covid19 chain. In addition to activity restrictions, adversity and spirituality are important during a pandemic as resilience in families. This activity aims to increase family empowerment in identifying Adversity and Spiritual Quotient of their family members and developing good family coping strategies during the pandemic. This service is a series of work-life balance which is carried out online with zoom meetings. This activity was attended by 208 people consisting of general participants who are workers or students. From the wellness questionnaire distributed to participants, almost half of the participants did not feel cheerful, did not feel calm and relaxed, did not feel active, did not wake up feeling refreshed and rested, and their daily lives were not filled with interesting things in the last two weeks. Based on this, families can understand and practice directly how to mentally prepare families, especially during a pandemic. This can also be a recommendation for community nurses in planning interventions for family nursing. Keywords: Spirituality, Adversity, Family, Pandemic, Wellness, Work-Life Balance
Pemberdayaan Masyarakat dalam Melakukan Self Management untuk Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Hipertensi Rohmawati, Dhian Luluh; Pariyem, Pariyem; Marwan, Marwan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13016

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang sering disebut “the silent killer” karena penderita sering tidak memiliki keluhan. Prevalensi penyakit hipertensi akan mengalami peningkatan selama dua decade terakhir. Fenomena yang terjadi di Desa Paras, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi sebanyak 34% penduduk menderita hipertensi, dan lebih dari separuhnya belum mengerti bagaimana cara melakukan manajemen diri secara baik. Program ini bertujuan untuk melaksanakan program edukasi hipertensi berbasis komunitas dalam menerapkan self-management untuk meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi. Peserta dari kegiatan ini adalah pasien dan keluarga dengan hipertensi dengan jumlah 60 orang serta Ibu kader kesehatan dan perwakilah dari Puskesmas. Kegiatan ini dilakukan dengan ceramah dan diskusi tentang manajemen diri penyakit hipertensi untuk meningkatkan kualitas hidupnya yang sebelumnya telah dilakukan kegiatan pemeriksaan kesehatan. Hasil dari pemeriksaan kesehatan didapatkan bahwa mayoritas mengalami prehipertensi (66,7%). Peserta sangat senang mengikuti kegiatan pengabdian ini karena selain mereka mengetahui kondisi kesehatannya juga mendapatkan ilmu tentang kesehatan. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah kuratif bagi warga yang menderita dan langkah preventif untuk warga yang tidak menderita hipertensi. Kegiatan ini sangat bermanfaat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam self management penatalaksanaan hipertensi. Kata Kunci: Hipertensi, Kualitas Hidup, Manajemen Diri  ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that is often called "the silent killer" because sufferers often have no complaints. The prevalence of hypertension has increased over the last two decades. The phenomenon that occurs in Paras Village, Pangkur District, Ngawi Regency is that 34% of the population suffers from hypertension, and more than half of them do not understand how to carry out good self-management. This program aims to implement a community-based hypertension education program in implementing self-management to improve the quality of life of hypertension patients. Participants in this activity were patients and families with hypertension totaling 60 people as well as health cadres and representatives from the Community Health Center. This activity was carried out with lectures and discussions about self-management of hypertension to improve the quality of life, where health examination activities had previously been carried out. The results of the health examination showed that the majority had prehypertension (66.7%). Participants were very happy to take part in this service activity because apart from knowing their health condition, they also gained health knowledge. This activity is carried out as a curative step for residents who suffer and as a preventive step for residents who do not suffer from hypertension. This activity is very useful in increasing public knowledge in self-management of hypertension management. Keywords: Hypertension, Quality of Life, Self-Management
Edukasi Dan Test Formalin, Zat Pewarna, dan Boraks (Natrium Tetraborat) Pada Makanan Jajanan Anak Sekolah Dasar Negeri 36 Perumnas dan Sekolah Dasar Moria Kota Sorong Supu, La; Rumayomi, Endang Jayanti; Fabanyo, Rizqi Alvian
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i1.12870

Abstract

ABSTRAK Anak-anak dan jajanan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Anak-anak pada umumnya akan membeli aneka jajan terutama saat mereka sedang istirahat di sekolah. Namun keamanan makanan jajan yang dijajakan di lingkungan sekolah belum terjamin aman dari kandungan bahan-bahan kimia berbahaya seperti Formalin, Zat Pewarna dan Boraks. Makanan jajan yang mengandung bahan-bahan berbahaya tersebut dapat memberi dampak negatif pada kesehatan anak. Tujuan kegiatan pengabdian adalah untuk mengetahui kemanan makanan jajan di lingkungan Sekolah Dasar Negeri 36 Perumnas dan SD Moria Kota Sorong melalui Tes Formalin, Zat Pewarna, Dan Boraks serta memberikan pemahaman kepada siswa tentang Makanan Jajan yang sehat. Metode pengabdian berupa Tes Keamanan makanan jajan melalui Tes Formalin, Zat Pewarna, Dan Boraks serta edukasi tentang makanan jajan yang sehat. Hasil kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan lancar. Hasil kegiatan pemeriksaan keamanan makanan jajan berupa tes kandungan Formalin, Zat Pewarna dan Boraks. Pada SDN 36 Perumnas ditemukan 4 Sampel Makanan jajan yang positif mengandung formalin, sedangkan pada SD Moria Kota Sorong ditemukan 2 sampel makanan jajan yang Positif mengandung formalin. Dan pada kedua sekolah tidak terdapat sampel makanan jajan yang positif mengandung zat pewarna dan Boraks. Hasil kegiatan edukasi tentang makanan jajan yang sehat pada siswa/siswi dapat meningkatkan pemahaman siswa/siswi. Sehingga disimpulkan bahwa di lingkungan SDN 36 Perumnas dan SD Moria Kota Sorong masih terdapat makanan jajan yang belum aman dari bahan berbahaya seperti Formalin. Sehingga perlunya pemberian edukasi tentang makanan jajan yang sehat secara berkala kepada anak sekolah, orangtua, pihak sekolah dan pedagang di lingkungan sekolah. Serta perlunya ketersediaan makanan jajan yang sehat dan aman dan pengadaan kantin sehat di sekolah. Kata Kunci: Makanan Jajan Anak Sekolah Dasar, Edukasi, Tes Keamanan Pangan  ABSTRACT Children and snacks are two things that cannot be separated. Children generally buy various snacks, especially when they are on break at school. However, the safety of snacks sold in the school is not guaranteed to be safe from the content of dangerous chemicals such as Formalin, Coloring Substances and Borax. Snacks that contain dangerous ingredients can have a negative impact on children's health. The aim of the service activity is to determine the safety of snacks in the 36 Perumnas Elementary School and Moria Elementary School at the Sorong City through Formalin, Coloring Substances and Borax Tests as well as providing students with an understanding of healthy snacks. The service method is in the form of a snack food safety test through formalin, coloring substances, and borax tests as well as education about healthy snack foods. The results of this service activity went well and smoothly. The results of snack food safety inspection activities include tests for the content of Formalin, Coloring Substances and Borax. At 36 Perumnas Elementary School, 4 snack food samples were found that were positive for containing formaldehyde, while at Moria Elementary School 2 snack food samples were found positive for containing formaldehyde. And in both schools there were no snack food samples that were positive for containing coloring substances and Borax. The results of educational activities about healthy snacks for students can increase students' understanding. So it is concluded that in the environment of 36 Perumnas Elementary School and Moria Elementary School there are still snacks that are not safe from dangerous ingredients such as formalin. So it is necessary to provide education about healthy snacks on children, parents, school and traders in the school. As well as the need for the availability of healthy and safe snacks and the provision of healthy canteens in schools. Keywords: Snacks For Elementary School Children, Education, Food Safety Tests
Program Pemeriksaan Fungsi Paru dengan Peak Flow Meter di SD Taruna Karya 153, Kecamatan Cibiru Chandra, Paulus; Gustifante, Balsa Nobility; Ciptady, Angelica Jovita; Mayangsari, Marsha Putri Agung; Mulki, Siti Malikul; Fatma, Rifka; Haratua, Matthew Prima; Nezzar, Muhammad; Iffada, Nabira Irnadianis; Fachrina, Fajwa Fikla; Amin, Kartika Amelya; Arifin, Rizki Yazid; Andriani, Dini; Martini, Lilis; Sujatmiko, Budi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.13468

Abstract

ABSTRAK Penyakit pernapasan masih banyak terjadi terutama pada anak anak. Hal ini mencakup asma, alergi, ataupun infeksi saluran pernapasan. Upaya penanggulangan masalah khususnya melalui deteksi dini menjadi hal yang krusial dalam meminimalisasi bahaya yang ditimbulkan penyakit pernapasan. Peak flow meter (PFM) merupakan merupakan salah satu metode pengukuran sederhana yang efektif dan efisien untuk mengukur fungsi paru. Pengukuran peak expiratory flow rate (PEFR) dengan PFM dapat membantu mendeteksi asma serta gangguan fungsi paru lainnya. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk mengukur dan menggambarkan fungsi paru siswa-siswi kelas 4-6 di SD Taruna Karya 153. Metode dari pengabdian ini adalah dengan pemeriksaan langsung pada murid-murid menggunakan alat antropometri yaitu timbangan berat badan digital, stadiometer, dan pemeriksaan fungsi paru dengan menggunakan PFM. Hasil dari kegiatan ini dari 240 siswa-siswi kelas 4-6 SD Taruna Karya 153 yang mengikuti pemeriksaan, rata-rata PEFR yang diukur adalah 205,83±71,74 dengan rincian PEFR siswa 234,57±70,42 dan siswi 178,28±59,76. Kesimpulannya siswa-siswi SD kelas 4-6 memiliki tingkat IMT pada batas normal, tetapi sebagian besar memiliki PEFR yang relatif rendah dibandingkan dengan pengukuran PEFR anak di Thailand, Tebing Tinggi, dan Medan. Hal ini mungkin disebabkan karena perbedaan ras, genetik, geografik, etnis, dan umur. Selain itu, kondisi kesehatan sebagian partisipan yang mengindikasikan gejala gangguan pernapasan ataupun kondisi lingkungan seperti polusi domestik ataupun kebiasaan merokok anggota keluarga di lingkungan tempat tinggal juga menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi rendahnya hasil pengukuran fungsi paru. Saran pemeriksaaan fungsi paru dapat dilakukan secara berkala untuk memantau kondisi kesehatan peserta didik sejak dini. Kata Kunci: Anak, Pemeriksaan, Peak Flow Meter, Fungsi paru  ABSTRACT Respiratory diseases are still common, especially in children. This includes asthma, allergies, or respiratory tract infections. Efforts to overcome the problem, especially through early detection, were crucial in minimizing the dangers posed by respiratory diseases. Peak flow meter (PFM) is a simple measurement method that is effective and efficient for measuring lung function. Measuring peak expiratory flow rate (PEFR) with a PFM can help detect asthma and other lung function disorders. This service aims to measure and describe the lung function of students in grades 4-6 at Taruna Karya 153 Elementary School. The method used in this service was to directly examine the students using anthropometric tools, namely digital weight scales and stadiometers, and lung function measurement using a PFM. From 240 students in grades 4-6 of Taruna Karya 153 Elementary School who took part in the examination, the overall average PEFR measured was 205.83±71.74 with average PEFR for male students 234.57±70.42 and female students 178.28±59.76. In conclusion, elementary school students in grades 4-6 have BMI levels within normal limits, but most have relatively low PEFR compared to the PEFR measurements of children in Thailand, Tebing Tinggi and Medan. This might be due to differences in race, genetics, geography, ethnicity, and age. Apart from that, the health condition of some participants which indicated symptoms of respiratory problems or environmental conditions such as domestic pollution or smoking habits were also factors that influenced low lung function measurement results. It is recommended that lung function checks be carried out periodically to monitor students' health conditions from an early age.  Keywords: Children, Measurement, Peak Flow Meter, Lung Function
Pendampingan Pemahaman Aspek Kualitas Air Bersih Spamdes Ngudi Tirto Kulon Progo Burhan Barid; Aldila Rahmi Zoana; Surya Budi Lesmana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.11678

Abstract

ABSTRAK Aspek utama air bersih adalah hal kualias air. Kualitas air bersih mempengaruhi kesehatan manusia sebagai konsumennya. Aspek kuantitas masih menjadi perhatian pertama dalam penyediaan air bersih di pedesaan. Penyediaan air bersih  yang berfokus pada kuantitas menyebabkan aspek kualitas menjadi kurang diperhatikan. Kualitas air bersih seharusnya menjadi perhatian pertama, karena kualitas air bersih yang tercemar membuat masyarakat penggunanya menjadi terganggu kesehatannya dalam jangka panjang. Penentuan nilai aspek kualitas air bersih khususnya pH, Fe (besi), KmnO4 dan DO. Pemahaman pengaruh pencemaran pada air bersih terhadap kesehatan manusia. Kegiatan pengabdian berupa pendampingan pemahaman aspek kualitas air bersih bersama pengelola Organisasi Kelola Air Mandiri Sistem Penyediaan Air Bersih Pedesaan (OKAM SPAMDes) Ngudi Tirto yang berada di Dusun Kebonromo, Kelurahan Giripurwo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Pendampingan dimulai dengan pengambilan sampel air bersih di beberapa titik sistem penyaluran air bersih. Pengambilan sampel dilakukan di 8 titik terpilih dari sumber air sampai sambungan rumah terjauh. Sampel yang telah diambil kemudian dilakukan analisis di laboratorium teknik lingkungan UMY. Nilai kualitas diperbandingkan dengan Standar baku mutu kualitas air bersih berdasarkan Peraturan Mentri Kesehatan No. 32 Tahun 2017. Kualitas air bersih yang diperoleh kemudian dijelaskan terhadap pengaruh kesehatannya. Hasil kualitas air bersih yang telah dianalisis menunjukkan bahwa nilai pH terendah sebesar 6,9 dan teringgi 7,8, kadar Fe didapatkan nilai terendah 0,1 mg/l dan nilai tertinggi 0,3 mg/l, kadar KMnO4 didapatkan nilai terendah 6,162 mg/l dan nilai tertinggi 15,01 mg/l, dan kadar DO terendah 1,15 mg/l dan nilai tertinggi 2,7 mg/l. Pendampingan pemahaman aspek kualitas air bersih diberikan kepada pengelola OKAM SPAMDes untuk menjadi perhatian utama. OKAM Ngudi Tirto Lestari dapat memahami aspek kualitas air merupakan hal yang utama karena mempengaruhi kesehatan masyarakat penggunanya.  Kata Kunci: Pendampingan, Kualitas, SPAMDes  ABSTRACT The main aspect of clean water is water quality. The quality of clean water affects the health of humans as consumers. The quantity aspect is still the first concern in the provision of clean water in rural areas. The provision of clean water that focuses on quantity causes the quality aspect to become less attention. The quality of clean water should be the first concern, because the quality of polluted clean water will affect the long-term health of the people who use it. Determination of the value of clean water quality aspects, especially pH, Fe (iron), KmnO4 and DO. Understanding the effect of pollution on clean water on human health. Research Method: Community service activities in the form of assistance in understanding aspects of clean water quality with the manager of Ngudi Tirto's Independent Water Management Organization for Rural Clean Water Supply Systems (OKAM SPAMDes) in Kebonromo Hamlet, Giripurwo Village, Girimulyo District, Kulon Progo Regency. Assistance begins with taking samples of clean water at several points of the clean water distribution system. Sampling was carried out at 8 selected points from the water source to the furthest house connection. The samples that were taken were then analyzed at the UMY environmental engineering laboratory. The quality value is compared with the clean water quality standards based on the Minister of Health Regulation No. 32 of 2017. The quality of the clean water obtained is then explained on its health effects. The results of the clean water quality that have been analyzed show that the lowest pH value is 6.9 and the highest is 7.8, the lowest value of Fe is 0.1 mg/l and the highest value is 0.3 mg/l, the lowest value is KMnO4 6.162 mg/l and the highest value was 15.01 mg/l, and the lowest DO content was 1.15 mg/l and the highest value was 2.7 mg/l. Assistance in understanding aspects of clean water quality is given to OKAM SPAMDes managers to be the main concern. OKAM Ngudi Tirto Lestari can understand the aspect of water quality which is the main thing because it affects the health of the people who use it.  Keywords: Assistance, Quality, SPAMDes
Pelatihan Kompetensi Guru Sekolah Minggu dalam Penerapan Project Based Learning Berbasis Kearifan Lokal di Jemaat Immanuel Boswezen Sorong Gaspersz, Sherly; Leuwol, Natasya V.; Wonmaly, Windy
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i3.12571

Abstract

ABSTRAK Sekolah Minggu adalah bentuk kelompok pelayanan dalam gereja yang perlu mendapat perhatian serius dari para pekerja gereja. Sekolah Minggu sebagai salah satu jenis pendidikan non formal memuat anggota gereja yang masih muda dan perlu diberi bekal pendidikan Alkitabiah dan pendasaran iman yang sesuai dengan ajaran gereja. Pengajaran ini perlu dilakukan oleh Guru Sekolah Minggu (GSM) yang memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang cukup dalam melaksanakan panggilan pengajarannya yang tidak hanya berfokus pada aktifitas ceramah, cerita dan diskusi pada setiap pengajarannya. Melainkan perlu adanya penerapan model pembelajaran yang aktif dan inovatif agar tidak terkesan monoton berupa Project Based Learning (PjBL) yang diberikan dalam suatu pelatihan kompetensi GSM dalam mengajar. Tujuan utama dari kegiatan pelatihan ini agar menciptakan suasana pembelajaran yang mendorong anak lebih bisa berkolaborasi aktif, kreatif, dan inovatif dalam pembelajaran dikelas, berpikir kritis serta empati dengan sesama. Metode PjBL ini diajarkan dalam sebuah pendekatan kontekstual yang berbasis kearifan lokal sehingga bisa memperkaya wawasan berpikir terkait pengetahuan local wisdom sebagai bahan edukasi sekaligus melestarikan kearifan lokal masyarakat secara khusus di Tanah Papua. Tahapan yang dilalui dalam kegiatan pelatihan berupa, Observasi terhadap kondisi mitra, pelaksanaan pelatihan dengan berbagi materi Guru Sekolah Minggu Cerdas Berkarakter, Project Based Learning berbasis Kearifan Lokal, serta Diskusi Proyek Pengajaran yang dilakukan pada Anak Sekolah Minggu (ASM) dan Pembuatan Proyek Kearifan Lokal. Kegiatan pelatihan penerapan PjBL ini telah berjalan dengan baik dan mendapatkan perhatian khusus dari GSM dan Badan Pelayan GSM sendiri dalam menciptakan suasana baru untuk mendukung sebuah proses pembelajaran yang produktif, kreatif dan inovatif yang mana memberikan dampak positif kepada ASM dalam rangka pengembangan sumber daya manusia yang berkarakter. Kata Kunci: Pelatihan Kompetensi, Guru Sekolah Minggu, Project Based Learning, Kearifan Lokal  ABSTRACT Sunday School is a form of service group in the church that needs serious attention from church workers. Sunday School as a type of non-formal education includes young church members who need to be provided with Biblical education and basic faith that is by church teachings. This teaching needs to be carried out by Sunday School Teachers (GSM) who have sufficient knowledge and skills to carry out their teaching vocation which does not only focus on lecture activities, stories and discussions in each teaching. However, it is necessary to apply an active and innovative learning model so that it does not seem monotonous in the form of Project Based Learning (PjBL) given in a GSM competency training in teaching. The main aim of this training activity is to create a learning atmosphere that encourages children to collaborate more actively, creatively and innovatively in classroom learning, think critically and empathize with others. The PjBL method is taught in a contextual approach based on local wisdom so that it can enrich thinking insight related to local wisdom knowledge as educational material while preserving the wisdom of local communities specifically in the Land of Papua. The stages undertaken in the training activities include, Observation of partners' conditions, implementation of training by sharing materials for Smart Sunday School Teachers with Character, Project Based Learning based on Local Wisdom, as well as Discussion of Teaching Projects carried out on Sunday School Children (ASM) and Creation of Local Wisdom Projects. This PjBL implementation training activity has gone well and received special attention from GSM and the GSM Service Agency itself in creating a new atmosphere to support a productive, creative and innovative learning process that has a positive impact on ASM in the context of developing human resources with character. Keywords: Competency Training, Sunday School Teachers, Project Based Learning, Local Wisdom
Pelatihan tentang Penanganan Bayi Tersedak pada Warga Legioner Gereja Katolik St. Maria Annuntiata Sidoarjo Widianingtyas, Sisilia Indriasari; Lusiani, Etik; Saputra, Agung Kurniawan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.12863

Abstract

ABSTRAK Warga legioner di Gereja Katolik Santa Maria Annuntiata Sidoarjo terdiri dari keluarga dengan variasi usia yang sangat beragam mulai dari keluarga muda sampai dengan lansia juga ada. Ada yang orang tua baru, terutama yang pertama kali memiliki bayi, juga ada yang sebagai kakek atau nenek yang sementara harus mengasuh cucunya selama orang tuanya bekerja. termasuk anggota keluarga lain yang juga perlu memahami teknik pencegahan tersedak untuk memberikan perawatan yang aman bagi bayi. Hasil wawancara dengan warga legioner di di Gereja Katolik Santa Maria Annuntiata, mengatakan bahwa tidak pernah mendapatkan edukasi/penyuluhan dari petugas kesehatan. Mereka melakukan sesuai dengan pemahaman dan persepsi masing-masing seperti memukul bagian punggung anak. Apabila teknik pelaksanaan back blow yang salah, terlalu keras atau tidak tepat, bisa menyebabkan cedera pada bayi. Kegiatan pelatihan di laksanakan pada 4 Juni 2023, pukul 10.00- 12.45, dan diikuti oleh kurang lebih 62 warga legioner Gereja Katolik St. Maria Annuntiata Sidoarjo. Media yang digunakan dalam pendidikan kesehatan LCD, leaflet, Laptop. Kegiatan diawali pretest untuk mengidentifikasi pengetahuan para siswi remaja sebelum dilakukan pendidikan kesehatan. Hasil pretest didapatkan Tingkat pengetahuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan, menunjukan bahwa dari 62 peserta didapatkan sebelum diberikan pendidikan terdapat 35 (56%) memiliki pengetahuan kurang dan yang memiliki pengetahuan cukup 27 peserta (44%). Tingkat pengetahuan peserta setelah mendapat pendidikan kesehatan yaitu baik, sebanyak 75% dan cukup sebanyak 25%. Berdasarkan hasi evaluasi pre test dan post test ada peningkatan pengetahuan peserta tentang penanganan tersedak pada bayi/balita dan anak serta mayoritas warga legioner sudah menunjukkan bahwa Tindakan penanganan tersedak dalam kategori baik. Kata Kunci: Pelatihan, Bayi Tersedak, Pengetahuan  ABSTRACT The legionaries at Santa Maria Annuntiata Catholic Church in Sidoarjo consist of families with a wide variety of ages ranging from young to elderly. Some are new parents, especially those having a baby for the first time, and some are grandparents who temporarily care for their grandchildren while their parents work, including other family members who also need to understand choking prevention techniques to provide safe care for infants. The results of interviews with legionnaires at Santa Maria Annuntiata Catholic Church, said that they had never received education/counseling from health workers. They do according to their own understanding and perception such as hitting the child's back. If the technique of implementing a back blow is wrong, too hard, or inappropriate, it can cause injury to the baby. The training activity was held on June 4, 2023, at 10:00-12:45, and was attended by approximately 62 legionaries of St. Maria Annuntiata Catholic Church Sidoarjo. Media used in health education LCD, leaflet, laptop. The activity began with a pretest to identify the knowledge of teenage girls before health education was carried out. The results of the pretest obtained the level of knowledge before being given health education, showed that of the 62 participants obtained before being given education, there were 35 (56%) who had insufficient knowledge and 27 participants (44%) who had sufficient knowledge. The level of knowledge of participants after receiving health education is good, as much as 75% and as much as 25%. Based on the pre-test and post-test evaluation results, there was an increase in participants' knowledge about choking management in infants/toddlers and children and the majority of legionnaires have shown that choking management actions are in the good category.   Keywords: Training, Infant Choking, Knowledge

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue