cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Analisis Asuhan Keperawatan melalui Intervensi Penggunaan Zinc Cream dan Calcium Alginate sebagai Primary Dressing pada Fase Proliferasi Pasien NY. M dan TN. P dengan Lukadekubitus di Wocare Center Ari Maolana Rahmatilah; Naziyah Naziyah; Kana Fajar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i4.13664

Abstract

ABSTRAK Dekubitus merupakan masalah kesehatan sekunder yang muncul sebagai dampak dari masalah kesehatan yang menyebabkan pasien mengalami keterbatasan gerak. Prevalensi dekubitus secara global mencapai sekitar 21%, atau sekitar 8,50 juta kasus, sedangkan di Indonesia, tingkat kejadian luka dekubitus mencapai 33,3%, angka yang relatif tinggi bila dibandingkan dengan prevalensi ulkus dekubitus di Asia Tenggara yang berkisar antara 2,1-31,3%. Pemakaian balutan primer yang sesuai menjadi bagian kunci dalam manajemen ulkus diabetikum. Balutan tersebut memastikan kelembaban luka dengan eksudat, meningkatkan kecepatan epitelisasi jaringan tanpa infeksi, dan mengurangi slough, sehingga proses penyembuhan luka menjadi lebih efektif dengan menggunakan balutan primary dressing seperti Ca. alginate dan Zinc cream. Menganalisis Asuhan Keperawatan Melalui Intervensi Penggunaan Zinc Cream Dan Calcium Alginate Sebagai Primary Dressing Pada fase Proliferasi Pasien Ny. M Dan Tn. P dengan luka dekubitus di Wocare Center. Zinc cream dan Ca. Alginate digunakan pada Ny. M dan Tn. P 2 kali dengan frekuensi perawatan 3 kali sehari. Perubahan luka dapat dilihat setelah penggunaan zinc cream dan calcium alginate pada pasien dengan luka decubitus. Pada Ny. M tanggal 26 Desember 2023 jumlah eksudate 5 dan pada tanggal 29 Desember 2023 jumlah eksudate 4. Pada Tn. P hasil analisis tanggal 26 Desember 2023 tipe eksudate 3, jumlah eksudate 4, warna kulit disekitar luka 2, dan pada tanggal 29 Desember 2023 tipe eksudate 2, jumlah eksduate 3, warna kulit sekitar luka 1. Penggunaan zinc cream dan calcium alginate sebagai balutan primary dressing sangat efektif dalam untuk menangani jumlah eksudate, kemudian menurunkan warna kulit sekitar luka dan tipe eksudate. Penting untuk menyertai perawatan luka dengan asupan nutrisi yang memadai dan dukungan dari keluarga. Oleh karena itu, diharapkan para petugas kesehatan dapat memberikan perhatian lebih terhadap hal ini. Kata Kunci: Dekubitus, Zinc Cream, Clacium Alginate  ABSTRACT Decubitus is a secondary health issue that arises as a consequence of existing health problems, leading to patient immobility. Globally, the prevalence of decubitus is around 21%, approximately 8.50 million cases, while in Indonesia, the incidence rate of decubitus wounds reaches 33.3%, a relatively high figure compared to the prevalence of decubitus ulcers in Southeast Asia, ranging from 2.1-31.3%. The proper use of suitable primary dressings is a key element in the management of diabetic ulcers. These dressings ensure wound moisture with exudate, enhance tissue epithelialization without infection, and reduce slough, making the wound healing process more effective through the use of primary dressing such as Ca. alginate and Zinc cream. Analyzing Nursing Care Through Interventions Using Zinc Cream and Calcium Alginate as Primary Dressing in the Proliferation Phase of Patients Mrs. M and Mr. P with decubitus wounds at W. W. Hospital. P with decubitus wounds at Wocare Center. Zinc cream and Ca. Alginate were used on Mrs. M and Mr. P twice with a treatment frequency of three times a day. Changes in the wounds were observed after the use of zinc cream and calcium alginate in patients with decubitus wounds. On December 26, 2023, the amount of exudate on Mrs. M was 5, and on December 29, 2023, the exudate reduced to 4. For Mr. P, the analysis on December 26, 2023, showed exudate type 3, exudate amount 4, skin color around the wound 2, and on December 29, 2023, exudate type 2, exudate amount 3, skin color around the wound 1. The use of zinc cream and calcium alginate as a primary dressing has proven to be highly effective in managing exudate quantity, reducing the skin color around the wound, and modifying exudate types. It is important to accompany wound care with adequate nutritional intake and support from the family. Therefore, healthcare providers are encouraged to pay closer attention to these aspects. Keywords:  Decubitus, Zinc Cream, Clacium Alginate
Pemberdayaan Masyarakat dalam Mengurangi Nyeri Kepala Pada Pasien Hipertensi dengan Terapi Kompres Hangat Dhian Luluh Rohmawati; Dika Lukitaningtyas; Pariyem Pariyem
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16193

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab kematian terbesar di seluruh dunia yang prevalensinya mengalami peningkatan setiap tahunnya. Seseorang dikatakan hipertensi apabila tekanan darah sistolik ≥ 140 mmHg dan tekanan darah diastolic ≥ 90 mmHg. Salah satu keluhan yang sering dialami oleh penderita hipertensi adalah sakit kepala. Sakit kepala pada pasien hipertensi disebabkan karena kerusakan vaskuler pembuluh darah. Salah satu teknik nonfarmakologis yang dapat dilakukan pada pasien hipertensi dengan nyeri kepala adalah terapi kompres hangat. Fenomena yang terjadi adalah sebagian besar warga yang menderita hipertensi belum paham mengenai teknik nonfarmakologis untuk menurunkan nyeri kepala dengan kompres hangat. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat adalah untuk memberikan edukasi pada penderita hipertensi bahwa terapi kompres hangat dapat menurunkan intensitas nyeri kepala. Sasaran dari pengabdian masyarakat ini adalah penderita hipertensi sejumlah 50 peserta. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Juni 2024. Adapun bentuk kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan pemeriksaan kesehatan, penyampaikan materi penyuluhan, simulasi praktik. Kegiatan ini berjalan lancar terbukti dengan antusias peserta yang tinggi. Peserta menyimak dan memperhatikan semua materi dan mengaplikasikan terapi kompres hangat. Hasil dari kegiatan ini adalah peserta sangat senang mendapatkan pengetahuan tentang penyakit hipertensi dan tata laksana mengatasi keluhan khususnya nyeri kepala pada saat tekanan darah tinggi. Diharapkan setelah kegiatan ini penderita hipertensi dapat mengaplikasikan terapi kompres hangat dalam menurunkan nyeri kepala. Kata Kunci: Hipertensi, Nyeri Kepala, Terapi Kompres Hangat  ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that is the biggest cause of death throughout the world and its prevalence increases every year. A person is said to be hypertensive if their systolic blood pressure is ≥ 140 mmHg and diastolic blood pressure is ≥ 90 mmHg. One of the complaints often experienced by hypertension sufferers is headaches. Headaches in hypertensive patients are caused by vascular damage to blood vessels. One non-pharmacological technique that can be used in hypertensive patients with headaches is warm compress therapy. The phenomenon that occurs is that most people who suffer from hypertension do not understand non-pharmacological techniques for reducing headaches with warm compresses. The community service activity aims to provide education to hypertension sufferers that warm compress therapy can reduce the intensity of headaches. The target of this community service is 50 participants suffering from hypertension. This activity will be carried out in June 2024. This form of community service activity begins with a health examination, delivery of counseling material, and practical simulations. This activity ran smoothly as evidenced by the high enthusiasm of the participants. Participants listen and pay attention to all the material and apply warm compress therapy. The result of this activity was that participants were pleased to gain knowledge about hypertension and how to deal with complaints, especially headaches when blood pressure is high. It is hoped that after this activity, hypertension sufferers can apply warm compress therapy to reduce headaches. Keywords: Headaches, Hypertension, Warm Compress Therapy
Pentingnya Diet Hipertensi pada Lansia Hipertensi di Rw 05 Ciwalen Garut Nina Sumarni; Udin Rosidin; Dadang Purnama; Iwan Shalahhudin; Witdiawati Witdiawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14648

Abstract

ABSTRAK Meningkatnya usia harapan hidup di Indonesia telah menjadi sebuah fenomena yang berdampak langsung pada peningkatan jumlah lansia di negara iniTop of Form, salah satu masalah kesehatan yang paling umum pada orang tua adalah hipertensi. Hipertensi cenderung mengalami peningkatan seiring bertambahnya usia disebabkan oleh perubahan fisiologis yang terjadi pada tubuh, gaya hidup, dan faktor genetik. Hipertensi telah meningkat sebesar 80 persen. Jumlah hipertensi di negara-negara berkembang meningkat dari 639 juta pada tahun 2000 menjadi 1,15 miliar pada tahun 2025. Pendekatan holistik dan efektif dapat dikembangkan dalam manajemen asuhan kesehatan lansia ialah dengan mengendalikan pola makan, pengobatan, serta olahraga yang teratur. Penerapan diet rendah hipertensi dapat berhasil jika penderita hipertensi memiliki pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga yang baik terhadap pelaksanaan diet. Kurangnya Pengetahuan masyarakat tentang diet dapat menyebabkan kurangnya kesadaran dalam menjaga dan pencegahan terjadinya peningkatan tekanan darah. Tujuan kegiatan adalah memberikan pendidikan kesehatan pada para penderita hipertensi yang berada di Rw 05 tentang pentingnya diet hipertensi. Metode yang Digunakan metode ceramah dengan alat bantu Power Point, Poster, dan video. Kegiatan diikuti oleh 36 orang. Sebelum Ceramah diet hipertensi, para peserta diberi pretest selama 20 menit dengan hasil skor rata rata pretest 65, dan setelah diberikan ceramah dan tanya jawab dilakukan lagi posttest dengan skor rata rata 87. Setelah dilakukan ceramah dan Tanya jawab terdapat peningkatan pengetahuan tentang pentingnya diet hipertensi sebesar 22 poin. Terdapat peningkatan pengetahuan setelah dilakukan pendidikan kesehatan tentang” Pentingnya Diet pada penderita hipertensi di RW 05 Ciwalen Garut. Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Diet Hipertensi, Lansia  ABSTRACT Increasing life expectancy in Indonesia has become a phenomenon that has a direct impact on the increase in the number of elderly people in this country, one of the most common health problems in older people is hypertension. Hypertension tends to increase with age due to physiological changes that occur in the body, lifestyle and genetic factors. Hypertension has increased by 80 percent. The number of hypertension in developing countries increased from 639 million in 2000 to 1.15 billion in 2025. A holistic and effective approach can be developed in the management of elderly health care by controlling diet, medication, and regular exercise. Implementing a low-hypertension diet can be successful if hypertension sufferers have good knowledge, attitudes, and family support for implementing the diet. Lack of public knowledge about diet can lead to a lack of awareness in maintaining and preventing increased blood pressure. The activity aims to provide health education to hypertension sufferers in Rw 05 about the importance of a hypertension diet. The method used is the lecture method using PowerPoint, posters, and videos. The activity was attended by 36 people. Before the hypertension diet lecture, the participants were given a pretest for 20 minutes with an average pretest score of 65, and after being given a lecture and question and answer, a posttest was carried out again with an average score of 87. After the lecture and question and answer there was an increase in knowledge about the importance of diet. hypertension by 22 points. There was an increase in knowledge after health education was carried out about "The Importance of Diet for Hypertension Sufferers in RW 05 Ciwalen Garut." Keywords: Health Education, Hypertension Diet, Elderly
Terapi Komplementer Penggunaan Madu dan Zinc Untuk Mengatasi Diare pada Anak Di Desa Lempasing Provinsi Lampung Nepiana, Nurul; Setiawati, Setiawati; Wandini, Riska
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16317

Abstract

ABSTRAK  Diare adalah gejala klinis gangguan pada pencernaan usus yang ditandai dengan adanya peningkatan buang air besar lebih dari biasanya dengan frekuensi buang air besar 4 kali pada bayi dan 3 kali pada anak, konsistensi feses encer.Tujuan umum dilakukannya penulisan laporan komprehensif ini untuk membuat laporan Asuhan Keperawatan Anak Dengan Diare Menggunakan Terapi Komplementer Madu Di Desa Lempasing Provinsi Lampung Tahun 2024 Dalam penelitian ini peneliti menggunakan rancangan analisis dengan menggunakan pendekatan quasi eksperimen dengan rancangan One grup pretest-posttest design.sebelum dilakukan intervensi diare lembek, cair, dan nyeri tekan sedangkan sesudah dilakukan intervensi diare teratasi hasil evaluasi penerapan terapi madu & zinc pada anak diare dalam waktu 3 hari mendapatkan hasil: diare berhubungan dengan proses infeksi. Kata kunci: Anak, Diare, Madu,Zinc  ABSTRCAK  Diarrhea is a clinical symptom of intestinal digestive disorders which is characterized by increased defecation more than usual with a frequency of defecation of 4 times in babies and 3 times in children, the consistency of the stool is watery. The general objective of writing this comprehensive report is to create a report on Nursing Care for Children with Diarrhea Using Complementary Honey Therapy in Lempasing Village, Lampung Province in 2024 In this research, researchers used an analytical design using a quasi-experimental approach with a One group pretest-posttest design.Results: before the intervention the diarrhea was soft, watery and tender, while after the intervention the diarrhea resolved the results of the evaluation of the application of honey & zinc therapy in children with diarrhea within 3 days showed the results: diarrhea was related to an infectious process. Keywords: Children, Diarrhea, Honey,Zinc
Edukasi Terkait Hiperemesis Gravidarum pada Tim Pendamping Keluarga (TPK) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kelurahan Sidanegara Syamsiah, Resti Ikhda; Saptyani, Putri Maretyara; Khairunissa, Khairunissa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.13914

Abstract

ABSTRAK Hiperemesis gravidarum merupakan muntah yang cukup parah yang menyebabkan penurunan berat badan, dehidrasi, dan alkalosis akibat keluarnya asam hidroklorida, dan hipokalemia. Mual dan muntah yang dialami ibu hamil dapat menjadi sangat parah sehingga menyebabkan segala yang dimakan dan diminum dimuntahkan menjadikan berat badan berkurang dan timbul asetonuri, yang disebut sebagai hyperemesis gravidarum. Berdasarkan hasil wawancara dengan kader kesehatan diketahui bahwa masih banyak ibu hamil yang belum tau dan belum mendapatkan edukasi terkait hiperemesis gravidarum. Pemberian edukasi terkait hiperemesis gravidarum pada kader TPK sehingga dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil terkait hiperemesis gravidarum. Pengabdian dilakukan pada 30 kader TPK dan 15 ibu hamil. Metode yang digunakan dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah penyuluhan dan partisipasi aktif dari ibu kader dan ibu hamil dalam mengikuti edukasi. setelah dilakukan edukasi pada kader TPK didapatkan hasil bahwa tidak ditemukan kader berpengetahuan rendah, 5 kader berpengetahuan cukup dan 25 kader berpengetahuan tinggi. Pada ibu hamil didapatkan hasil 11 orang memiliki pengetahuan tinggi dan 4 orang memiliki pengetahuan cukup. Edukasi terkait hiperemesis gravidarum memberikan manfaat pada kader dan ibu hamil dengan indikator capaian hasil kuisioner post test yang menunjukan ada peningkatan pengetahuan pada kader dan ibu hamil setelah dilakukan edukasi. Kata Kunci: Hiperemesis Gravidarum, Pencegahan, Ibu Hamil  ABSTRACT Hyperemesis gravidarum is severe vomiting that causes weight loss, dehydration, and alkalosis due to the release of hydrochloric acid, and hypokalemia. The nausea and vomiting experienced by pregnant women can be so severe that it causes everything they eat and drink to be vomited, resulting in weight loss and acetonuria, which is known as hyperemesis gravidarum. Based on the results of interviews with health cadres, it is known that there are still many pregnant women who do not know and have not received education regarding hyperemesis gravidarum. Providing education regarding hyperemesis gravidarum to TPK cadres so that it can increase pregnant women's knowledge regarding hyperemesis gravidarum. The service was carried out on 30 TPK cadres and 15 pregnant women. The method used in this Community Service activity is counseling and active participation from cadre mothers and pregnant women in participating in education. After conducting education on TPK cadres, the results showed that there were no cadres with low knowledge, 5 cadres with sufficient knowledge and 25 cadres with high knowledge. For pregnant women, the results showed that 11 people had high knowledge and 4 people had sufficient knowledge. Education related to hyperemesis gravidarum provides benefits to cadres and pregnant women with indicators of post test questionnaire results showing an increase in knowledge among cadres and pregnant women after the education was carried out. Keywords: Hyperemesis Gravidarum, Prevention, Pregnant Women
Program Ceting Mbah Salimah sebagai Upaya Ketahanan Pangan untuk Pencegahan Stunting di Keluarga Kecamatan Rancaekek Sari, Citra Windani Mambang; Haroen, Hartiah; Witdiawati, Witdiawati; Sumarni, Nina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15203

Abstract

ABSTRAK  Ketahanan pangan adalah dengan memiliki akses yang cukup terhadap pangan yang bergizi dan bervariasi. Sebuah keluarga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi setiap anggotanya, memastikan pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serta meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Ketahanan pangan sebuah keluarga merupakan suatu upaya pencegahan stunting di keluarga. CETING MBAH SALIMAH, Cegah Stunting dengan menanam Buah dan Sayur di Lingkungan Rumah dilaksanakan di Desa Sukamulya dengan metode workshop yang dihadiri 39 keluarga. Nilai pelaksanaan post-test untuk penyampaian materi tentang penanaman buah dan sayuran membuahkan hasil, menunjukkan bahwa peserta lebih memahami materi tentang penanaman buah dan sayur, dengan peningkatan pemahaman sebesar 22,57 % dari 51,28 menjadi 73,85. Dari hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan dilakukan dengan lancar dan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang konsep penanaman dengan media tanah. Program ini diharapkan dapat berlanjut dengan melanjutkan inovasi dengan fokus pada bercocok tanam yang sederhana sebagai upaya pencegahan stunting di keluarga. Kata Kunci: Program Ceting, Ketahanan Pangan, Stunting ABSTRACT Food security is having sufficient access to nutritious and varied food. A family can meet the nutritional needs of each member, ensure optimal growth and development, and increase the body's resistance to disease. A family's food security is an effort to prevent stunting in the family. CETING MBAH SALIMAH, Prevent Stunting by planting Fruits and Vegetables in the Home Environment was implemented in Sukamulya Village with a workshop method attended by 39 families. The value of the implementation of the post-test for the delivery of material on planting fruits and vegetables produced results, showing that participants better understood the material on planting fruits and vegetables, with an increase in understanding by 22.57% from 51.28 to 73.85. These results show that the activities were carried out smoothly and provided a better understanding of the concept of planting with soil media. This program is expected to continue by continuing innovations with a focus on simple farming as an effort to prevent stunting in the family.  Keywords: Ceting Program, Food Security, Stunting
Peningkatan Kapasitas Ibu dalam Pemanfaatan Bahan Pangan Lokal Sebagai Makanan Pendamping Asi (MP-ASI) di Gampong Lambada Yarah, Saufa; Muharrina, Cut Rahmi; Hikmah, Nurul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14976

Abstract

ABSTRAK Makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI) merupakan makanan atau minuman yang mengandung zat gizi, diberikan kepada bayi atau  anak  usia 6-24  bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. Makanan atau minuman yang mengandung gizi diberikan kepada bayi / anak untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Merupakan makanan peralihan dari ASI ke makanan keluarga. Pengenalan dan pemberian MP-ASI harus dilakukan secara bertahap baik bentuk maupun jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan. Pengenalan makanan dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan bahan pangan disekitar tempat tinggal/pangan lokal yang sering dikonsumsi oleh masyarakat atau keluarga. Pemberian informasi kepada ibu yang memiliki anak>6 bulan sangat berpengaruh terhadap pengetahuan ibu untuk  memanfaatkan pangan  lokal  agar  makanan  yang diberikan kepada anak dapat bervariasi. Metode dalam  kegiatan pengabmas adalah  penyuluhan  dan demo masak bahan pangan lokal dalam pembuatan makanan pendamping ASI. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari yaitu tgl 28 Februari  2024 di Gampong Lambada Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar.  Hasil yang  diperolah Pemanfaatan pangan lokal sekitar sudah dilakukan namun informasi pemanfaatan ini belum merata. Ada peningkatan pemanfaatan pangan lokal setelah diberikan edukasi. Pemanfaatan pangan lokal yang banyak digunakan adalah ubi kayu dan ubi jalar, labu kuning, daun kelor, daun ubi, wortel, bayam, ikan mujair, lele serta pisang dan pepaya. Ada peningkatan pemberian makanan selingan/snack dengan pangan lokal juga ferkuensi   pemberiannya. Informasi   pemanfaatan   pangan lokal ini dapat membantu masyarakat untuk meningkatkan nilai gizi balita bersumber pangan lokal. Kata Kunci:  Edukasi Gizi, Pangan Lokal, Makanan Pendamping ASI  ABSTRACT Complementary food for breast milk (MP-ASI) is food or drink that contains nutrients, given to infants or children aged 6-24 months to meet nutritional needs other than breast milk. Food or drinks that contain nutrients are given to infants/children to meet their nutritional needs. It is a transitional food from breast milk to family food. The introduction and administration of MP-ASI must be done gradually, both in form and in quantity, according to digestive ability. Food introduction can be done by utilizing food around the place of residence or local food that is often consumed by the community or family. Providing education to mothers under five greatly influences the knowledge of mothers to utilize local food so that the food given to children can vary. The method carried out in community service is counseling and cooking demonstrations of local food ingredients in making complementary foods for ASI. The activity was carried out for one days, namely February 28 2024 at Lambada Village, Simpang Ingin Jaya, Aceh Besar District. Results obtained Utilization of local food around has been done but information on this utilization is not evenly distributed. There is an increase in the use of local food after being given education. Utilization of local foods that are widely used are cassava and sweet potatoes, pumpkin, kelor leaves, sweet potato leaves, carrots, tilapia fish and catfish as well as bananas and papayas. There has been an increase in the provision of snacks/snacks with local food as well as the frequency of giving them. Information on the use of local food can help the community to increase the nutritional value of toddlers sourced from local food. Keywords: Nutrition Education, Local Food, Complementary Feeding 
Pelatihan Tanda Tanda Vital (TTV), Bantuan Hidup Dasar (BHD) Awam dan Pencatatan Pengkajian Berbasis Digital untuk Peningkatan Pengetahuan dan Skill Kader Kesehatan Badrujamaludin, Asep; Jatnika, Galih; Ardiansyah, Diki; Hastuti, Dwi; Yulita, Rita Fitri; Ropei, Oop; Kumala, Tria Firza
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16446

Abstract

ABSTRAK  Kader kesehatan merupakan hal penting dalam peningkatan derajat Kesehatan di desa. Desa wangunjaya merupakan desa yang berada di garut Selatan yang telah memiliki 12 posyandu. Hanya ada 1 posko Kesehatan di desa yang masih belum optimal dalam penggunaannya. Para kader Kesehatan desa belum pernah di lakukan pelatihan terkait pengukuran tanda tanda vital dan BHD pada awam. Pemberian pelatihan kepada kader Kesehatan desa cara pengukuran tanda tanda vital, Bantuan hidup dasar dan juga infut data hasil pengkajian secara online melalui Gform. Setelah di lakukan pre test dan post test terkait aspek pengetahuan terkait TTV dan BHD di dapat rata rata pre test 47 dan rata rata post test 87. Selain itu hasil pelatihan dan pendampingan langsung terkait Observasi pelatihan TTV dan BHD dari 5 meningkat tajam ke 85. Hasil dari pengabdian masyarakat terkait dengan pelatihan dan workshop Pengukuran TTV, BHD dan infut data Kesehatan Masyarakat secara online menggunakan Gform efektif dalam peningkatan pengetahuan dan skill kader Kesehatan di Desa Wangunjaya Bungbulang. Di harapakan peran serta dari Stakeholders di Desa terutama Bidan desa dan pengurus Desa untuk melanjutkan kegiatan TTV, BHD dan infut data dengan monitoring dan evaluasi pada kegiatan kader Kesehatan desa. Selain itu perlunya di sediakan alat alat TTV untuk setiap Posyandu yang di Desa Wangunjaya. Kata Kunci: TTV, BHD, Pengkajian, Digital  ABSTRACT  Health cadres are important in improving the level of health in the village. Wangunjaya Village is a village in South Garut which has 12 posyandu. There is only 1 health post in the village whose use is still not optimal. Village Health cadres have never received training related to measuring vital signs and BHD among laypeople. providing training to village Health cadres on how to measure vital signs, basic life support and also inputting assessment results data online via Gform. After After conducting a pre-test and post-test related to knowledge aspects related to TTV and BHD, the average pre-test was 47 and the average post-test was 87. Apart from that, the results of direct training and mentoring related to TTV and BHD training observations increased sharply from 5 to 85. The results of community service related to training and workshops on measuring TTV, BHD and online input of Public Health data using Gform were effective in increasing the knowledge and skills of Health cadres in Wangunjaya Bungbulang Village. It is hoped that the participation of stakeholders in the village, especially the village midwife and village administrators, will continue TTV, BHD and data input activities by monitoring and evaluating the activities of village health cadres. Apart from that, it is necessary to provide TTV equipment for each Posyandu in Wangunjaya Village. Keywords: TTV, BHD, Study, Digital
Pemberdayaan Ibu Hamil dengan Ezamol (Edukasi Gizi dan Pemeriksaan Kadar Hemoglobin) di Puskesmas Mengwi I Kabupaten Badung, Bali Aswitami, Ni Gusti Ayu Pramita; Udayani, Ni Putu Mirah Yunita; Selviani, Ni Luh Putu; Handayani, Ni Luh Sumira Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14027

Abstract

ABSTRAK Anemia pada ibu hamil didefinisikan sebagai kondisi tubuh kekurangan besi dengan kadar hemoglobin (Hb) kurang dari 11 g/dL pada trimester pertama dan ketiga, Hb kurang dari 10.5 g/dL pada trimester kedua, serta Hb kurang dari 10 g/dL pada pasca persalinan yang meningkatkan risiko kelahiran prematur, kematian ibu dan anak, dan penyakit infeksi, serta mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pada janin. Beberapa penyebabnya antara lain kurangnya asupan gizi zat besi (Fe), minimnya pengetahuan mengenai cara yang tepat konsumsi tablet Fe, dan penolakan skrining anemia melalui pemeriksaan kadar Hb. Melaksanakan pemberdayaan ibu hamil dengan EZAMOL (Edukasi Gizi dan Pemeriksaan kadar Hemoglobin) untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang konsep dan pola pemenuhan gizi zat besi dan menurunkan angka kejadian anemia defisiensi besi pada kehamilan di Puskesmas Mengwi I Badung.  Metode yang digunakan dimulai dengan survey analisis situasi, koordinasi dengan pihak puskesmas sampai dengan evaluasi kegiatan puskesmas. Luaran yang dihasilkan dalam PKM ini adalah 1) peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok ibu hamil dalam pemenuhan gizi selama kehamilan, 2) Video kegiatan yang akan ditayangkan pada media sosial, 3) Booklet edukasi gizi dan anemia, dan 4) Artikel publikasi PKM. Didapatkan peningkatan pengetahuan pasca kegiatan EZAMOL pada kelompok ibu hamil. Kata Kunci: Anemia Kehamilan, Edukasi Gizi, Pemeriksaan Hemoglobin  ABSTRACT Anemia in pregnancy is defined as an iron-deficient state in which hemoglobin (Hb) levels are less than 11 g/dL in the first and third trimesters, less than 10.5 g/dL in the second trimester, and less than 10 g/dL in the postpartum period which increases the risk of premature birth, maternal and child mortality, and infectious diseases, and affects growth and development in the fetus. The causes include lack of iron (Fe) nutrition intake, knowledge about consuming Fe tablets, and refusal to screen for anemia through Hb level examination. Pregnant women at Puskesmas Mengwi I Badung are being empowered through the use of EZAMOL (Edukasi Gizi Dan Pemeriksaan Kadar Hemoglobin). This will increase pregnant women's understanding of the concept and pattern of fulfilling iron nutrition and reduce the incidence of iron deficiency anemia in pregnancy. The method used in implementing this PKM starts with a situation analysis survey and coordination with the Puskesmas to evaluate PKM activities. The outputs produced in this PKM are 1) increased knowledge and skills of pregnant women's groups in fulfilling nutrition during pregnancy, 2) Video of activities that will be broadcast on social media, 3) Nutrition and anemia education booklets, and 4) PKM publication articles. There was an increase in knowledge after the EZAMOL activity in the pregnant women group. Keywords: Anemia In Pregnancy, Hemoglobin Examination, Nutrition Education
Analisis Asuhan Keperawatan Penerapan Terapi Afirmasi Positif terhadap Quality Of Life pada Pasien Ny. W dan Ny. D dengan Harga Diri Rendah Di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2 Nurhidayat, Trisna
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15744

Abstract

ABSTRAK Departemen Kesehatan Republik Indonesia menyatakan prevalensi klien dengan harga diri rendah di Indonesia lebih dari 30 % klien dengan harga diri rendah tidak mendapatkan penanganan. Berdasarkan hasil survey awal dari catatan medical record Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2, didapatkan data terakhir bahwa jumlah pasien di panti sebanyak 489 orang. Dengan diagnosa harga diri rendah mengalami peningkatan setiap bulannya. Didapatkan data 6 bulan terakhir Bulan Juni-Desember tercatat klien yang di diagnosa harga diri rendah kurang lebih sebanyak 50 orang, bulan Januari- Juli tercatat klien yang di diagnosa Harga diri rendah kurang lebih sebanyak 45 orang. Penerapan Terapi afirmasi positif quality of life merupakan salah satu dari sekian banyak terapi berpikir positif yang dapat dengan mudah diterapkan pada pasien dengan harga diri rendah. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran Analisis Asuhan Keperawatan Melalui Intervensi Penerapan Terapi Afirmasi Positif Terhadap Quality Of Life Pada Pasien Harga Diri Rendah di Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2. Metode penelitian menggunakan studi kasus dengan pendekatan kualitatif, melibatkan wawancara dan observasi terhadap pasien selama periode tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terapi afirmasi positif efektif dalam meningkatkan kualitas hidup pasien Ny. W dan Ny. D dengan harga diri rendah, dengan membantu mereka mengubah persepsi negatif terhadap diri sendiri menjadi lebih positif dan membangun rasa percaya diri. Dukungan kelompok sebaya juga terbukti penting dalam meningkatkan inklusi sosial dan proses pemulihan pasien. Terapi afirmasi positif merupakan terapi yang dapat diterapkan secara efektif dalam asuhan keperawatan pasien dengan harga diri rendah, meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pembentukan pola pikir positif dan peningkatan interaksi sosial. Studi ini memberikan landasan bagi perawat dan tenaga kesehatan untuk mempertimbangkan terapi afirmasi positif sebagai bagian integral dari perawatan pasien gangguan jiwa untuk meningkatkan hasil kesehatan mental dan kualitas hidup mereka. Kata kunci: Harga Diri Rendah, Terapi Afirmasi Positif, Quality Of Life, Asuhan Keperawatan ABSTRACT According to the Department of Health of the Republic of Indonesia, the prevalence of clients with low self-esteem in Indonesia was over 30%. A significant number of these clients did not receive treatment. Based on initial survey results from the medical records of Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2, the latest data indicated that the total number of patients in the facility was 489 individuals. Cases diagnosed with low self-esteem were observed to increase monthly. Over the last six months from June to December, approximately 50 clients were diagnosed with low self-esteem, while from January to July, around 45 clients were recorded with similar diagnoses. The implementation of positive affirmation therapy for quality of life was identified as one of the many positive thinking therapies easily applicable to clients with low self-esteem. This research aimed to obtain an overview of the Analysis of Nursing Care Through the Intervention of Applying Positive Affirmation Therapy on Quality of Life in Patients with Low Self-Esteem at Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 2. The research employed a case study approach with a qualitative method involving interviews and observations of patients over a specific period. The research findings indicated that positive affirmation therapy effectively improved the quality of life for patients Mrs. W and Mrs. D with low self-esteem by helping them transform negative self-perceptions into more positive ones and fostering self-confidence. Peer group support also proved crucial in enhancing social inclusion and patient recovery processes. Positive affirmation therapy is an effective intervention in nursing care for patients with low self-esteem, enhancing their quality of life through the formation of positive thinking patterns and increased social interactions. This study provides a foundation for nurses and healthcare professionals to consider positive affirmation therapy as an integral part of mental health care for improving patient outcomes and quality of life. Keywords: Low Self-Esteem, Positive Affirmation Therapy, Quality Of Life, Nursing Care

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue