cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Pelatihan Pengolahan Blondo Menjadi Cookies untuk Penanganan Stunting di CV. Buah Asa Tani, Bangunrejo, Lampung Nareswari, Tantri Liris; Aziz, Syaikhul; Septiani, Winda; Muhyi, Abdul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14169

Abstract

ABSTRAK Indonesia termasuk dalam jajaran negara penghasil kelapa terbesar di dunia. Untuk memastikan bahwa produk kelapa diserap oleh petani, usaha pengolahan kelapa, seperti UMKM yang menjual kelapa atau produk kelapa, adalah sektor yang krusial. Hasil samping pembuatan Virgin Coconut Oil, yaitu blondo, belum dimanfaatkan dan menimbulkan bau menyengat ketika dibuang langsung ke lingkungan. Padahal, blondo ini diketahui memiliki kandungan protein tinggi, yang dapat digunakan untuk pencegahan stunting. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada pelatihan dan pembuatan produk berbahan hasil samping olahan VCO pada CV. Buah Asa Tani (BAT). Pelatihan dilakukan dengan metode sosialisasi, diskusi dan tanya jawab serta praktik pembuatan cookies blondo untuk karyawan CV. BAT. Sebelum dan setelah pelatihan, terhadap peserta pelatihan dilakukan evaluasi secara terstruktur menggunakan kuesioner. Pelatihan manfaat kesehatan kelapa dan stunting, cara pembuatan cookies blondo untuk karyawan CV. Buah Asa Tani telah diselenggarakan dengan seluruh peserta (100%) menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Hal ini menunjukkan potensi positif dalam mengatasi masalah limbah industri kelapa sambil meningkatkan keterampilan masyarakat setempat. Kata Kunci: Blondo, VCO, Pengabdian Masyarakat, Stunting, Kue Kering  ABSTRACT One of the world's leading producers of coconuts is Indonesia. Coconut processing companies, such as UMKM that sell coconuts or coconut goods, are an essential industry to guarantee that farmers receive their share of the product. The by-product of making Virgin Coconut Oil, namely blondo, has not been utilized and causes a strong odor when thrown directly into the environment. Blondo is known to have a high protein content, which can be used for stunting prevention. The purpose of this community service activity focuses on training and making products made from by-products of VCO processing in CV. Buah Asa Tani (BAT). The training was delivered to CV BAT employees through socialization, discussion, and question-and-answer sessions, along with the practical application of baking blondo cookies. Before and after the training, the training participants were evaluated in a structured manner using a questionnaire. The community service activities carried out through training and making blondo cookies products have increased the trainees' knowledge and ability to process blondo. This shows a positive potential in addressing the coconut industry waste problem while improving the skills of the local community. Keywords: Blondo, VCO, Community Services, Stunting, Cookies
Deteksi Dini Ulkus Kornea yang Mengancam Penglihatan dan Menurunkan Kualitas Hidup Masyarakat Pekon Kedaung Pringsewu Adjeng, Andi Nafisah Tendri; Himayani, Rani; Graharti, Risti; Adrifianie, Femmy; Oktoba, Zulpakor
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.12529

Abstract

ABSTRAK Ulkus kornea memiliki dampak serius pada kualitas hidup, termasuk gangguan penglihatan, nyeri, sensitivitas cahaya, dan dampak sosial. Pengobatan dan manajemen yang tepat penting untuk mengurangi dampak negatif. Edukasi dan sosialisasi tentang ulkus kornea memiliki manfaat besar dalam mencegah komplikasi serius dengan meningkatkan pemahaman risiko terkait mata, serta mendukung kesadaran masyarakat dan deteksi dini ulkus kornea. Selain itu, dapat mengurangi biaya perawatan jangka panjang akibat komplikasi. Pengabdian masyarakat terhadap edukasi ini memiliki dampak positif yang luas, tidak hanya pada individu yang terkena dampaknya, tetapi juga pada masyarakat secara keseluruhan. Dengan meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang kondisi ini, insiden ulkus kornea dapat dikurangi, dan kualitas hidup dapat ditingkatkan. Metode yang digunakan dalam program ini melibatkan edukasi melalui ceramah, Penggunaan kuesioner dan keterlibatan profesional adalah metode yang digunakan secara komprehensif untuk memastikan pesan tentang ulkus kornea disampaikan dengan efektif. Sebelum sesi edukasi dimulai, peserta diminta mengisi kuesioner awal (Pre-Test) untuk mengukur tingkat pengetahuan awal mereka tentang ulkus kornea. Setelah edukasi selesai, peserta diminta untuk mengisi kuesioner kedua (Post-Test) yang identik dengan yang pertama. Hal ini membantu tim pengabdian mengevaluasi sejauh mana pengetahuan peserta telah meningkat setelah menerima edukasi. Hasil: Hasil pre-test menunjukkan pemahaman peserta terbatas tentang kornea dan ulkus kornea. Hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan tentang tindakan yang perlu dilakukan dalam menghadapi ulkus kornea, menghindari tindakan yang salah, memahami bahaya dan penyebabnya, serta mengenali ciri-cirinya. Perbedaan signifikan antara pre-test dan post-test, menegaskan bahwa pendekatan edukasi berdampak besar pada pengetahuan masyarakat Pekon Kedaung Pringsewu tentang ulkus kornea. Kata Kunci: Ulkus Kornea, Edukasi dan Sosialisasi, Pengabdian Masyarakat, Pekon Kedaung Pringsewu  ABSTRACT Corneal ulcers significantly impact the quality of life, including visual disturbances, pain, light sensitivity, and social consequences. Proper treatment and management are essential to reduce the negative effects. Education and socialization about corneal ulcers have significant benefits in preventing serious complications by increasing understanding of eye-related risks and supporting public awareness and early detection of corneal ulcers. Additionally, it can reduce long-term treatment costs due to complications. Community engagement in this education has a broad positive impact on affected individuals and the community as a whole. Enhancing understanding and awareness of this condition can reduce the incidence of corneal ulcers, improving overall quality of life. The methods used in this program involve educational lectures, the use of questionnaires, and professional involvement, all comprehensively used to ensure the effective dissemination of information about corneal ulcers. Before the educational sessions commence, participants are required to complete an initial questionnaire (Pre-Test) to assess their baseline knowledge of corneal ulcers. After the education is completed, participants are asked to complete a second questionnaire (Post-Test) identical to the first one. This helps the outreach team evaluate the extent to which participants' knowledge has improved after receiving the education. The pre-test results indicate limited understanding among participants regarding the cornea and corneal ulcers. The post-test results show a significant improvement in understanding what actions to take when dealing with corneal ulcers, avoiding incorrect actions, understanding their dangers and causes, and recognizing their characteristics. The significant difference between the pre-test and post-test, confirms that the educational approach has a substantial impact on the knowledge of the community in Pekon Kedaung Pringsewu regarding corneal ulcers. Keywords: Corneal Ulcers, Education and Socialization, Community Engagement, Pre-Test, Post-Test, Community Knowledge, Pekon Kedaung Pringsewu
Pendidikan Kesehatan tentang Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada Siswa SMAN 1 Rancaekek Amira, Iceu; Hendrawati, Hendrawati; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17457

Abstract

ABSTRAK Masalah kesehatan jiwa yang dialami oleh kalangan remaja semakin memprihatinkan. Salah satu gangguan mental yang dapat terjadi adalah Post- Traumatic Stress Disorder (PTSD). PTSD merupakan gangguan stress yang disebabkan oleh paparan langsung maupun tidak langsung dari suatu peristiwa traumatis dan dapat menyebabkan masalah kejiwaan yang serius. Salah satu kegiatan untuk mengatasi masalah kesehatan mental pada remaja yaitu dengan pendidikan kesehatan. Pendidikan kesehatan PTSD pada remaja bertujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap kondisi PTSD dan juga cara penanganan yang efektif. Tujuan untuk meningkatkan pemahaman terhadap kondisi PTSD dan juga cara penanganan yang efektif. Kegiatan ini menggunakan metode edukasi kepada siswa/ siswi, seta melakukan diskusi. Sebelumnya didakan dulu pretest dan diakhiri dengan postest. Respon peserta antusias dan aktif bertanya ketika diberikan materi tentang PTSD. Seluruh peserta aktif dalam kegiatan mulai dari pembukaan yang dilakukan oleh wakil kepala sekolah bidang kurikulum, pemaparan dan evaluasi, pre dan postest, pemberian penghargaan, hingga penutupan dan dokumentasi. Setelah dilakukan edukasi tentang PTSD mulai dari pengertian, dampak dan cara menangani PTSD, ada peningkatan dari hasil pre dan postest. Kata Kunci: Generasi muda; Pendidikan Kesehatan; PTSD  ABSTRACT Mental health problems experienced by teenagers are increasingly worrying. One of the mental disorders that can occur is Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD). PTSD is a stress disorder caused by direct or indirect exposure to a traumatic event and can cause serious mental problems. One of the activities to overcome mental health problems in adolescents is health education. PTSD health education for adolescents aims to increase understanding of the condition of PTSD and also how to effectively treat it. The aim to increase understanding of the condition of PTSD and also how to effectively treat it. This activity uses educational methods for students, as well as conducting discussions. Previously, a pretest was held and ended with a posttest. Participants responded enthusiastically and actively asked questions when given material about PTSD. All participants were active in activities starting from the opening carried out by the deputy principal for curriculum, presentation and evaluation, pre and posttest, giving awards, to closing and documentation. After providing education about PTSD starting from the understanding, impact and how to treat PTSD, there was an improvement in the pre and posttest results.  Keywords: Young generation; Healthy Education; PTSD
Skrining dan Edukasi (S.E.S.I) Pencegahan Bullying pada Anak Usia Sekolah Putri, Triyana Harlia; Asseggaf, Syarifah Nurul Yanti Rizki Syahab; Tyas, Tri Wahuning; Khansa, Masyabila Puspa
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15235

Abstract

ABSTRAK Anak usia sekolah yang memasuki fase remaja mengalami berbagai permasalahan karena masa ini dianggap sebagai masa peralihan, sehingga remaja berisko mengalami hambatan dalam perkembangan sosial dan perilaku seperti perilaku agresif dengan masalah bullying. Perilaku bullying mengakibatkan dampak terhadap psikologis seorang remaja sangat membahayakan baik bagi si pelaku sendiri, bahkan terhadap korban. Dampak berbahaya dari bullying dapat mengancam kesehatan mental yang berujung pada kejadian bunuh diri. Metode kegiatan ini dolakukan dengan dua tahapan yakni skrining dan edukasi (SESI), yaitu identifikasi perilaku bullying serta meningkatan pengetahuan. Peserta kegiatan ini berjumlah 30 siswa/i SMPN Kota Pontianak. Adapun teknik yang digunakan untuk menyampaikan materi yaitu skrining menggunakan kuesioner Illunois Bully Scale (IBS), lalu pemberian pre test, ceramah/materi, diskusi serta post test. Selain itu juga memanfaatkan media audio visual dan buku saku. Bedasarkan Hasil pre-post test pengetahuan siswa mengenai perilaku bullying adalah 2.21 ± 0.13 sedangkan post-test adalah 4.97 ± 1.01. Terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan dengan nilai 0,001 yang dapat disimpulkan bahwa pemberian edukasi mengenai pencegahan bullying dapat meningkatkan pengetahuan. Pihak sekolah memagang peranan penting dalam pencegahan bullying yang terjadi disekolah, terutama peran guru selama di kelas meningkatkan rasa empati dan etika dalam berhubungan sosial sesama teman sebaya. Kata Kunci: Bullying, Pengetahuan, Remaja   ABSTRACT School-age children entering the teenage phase experience various problems because this period is considered a preservation period, so that teenagers are at risk of experiencing obstacles in social and behavioral development such as aggressive behavior and bullying problems. Bullying behavior which has a psychological impact on a teenager is very dangerous for both the perpetrator himself and even the victim. The dangerous impact of bullying can threaten mental health, ending in suicide. This activity method is carried out in two stages, namely screening and education (SESI), namely spreading bullying behavior and increasing knowledge. The participants in this activity were 30 students from Pontianak City Middle School. The technique used to deliver the material is screening using the Illunois Bully Scale (IBS) questionnaire, then giving a pre-test, lecture/material, discussion and post-test. Apart from that, it also utilizes audio-visual media and pocket books. Based on the pre-post test results, students' knowledge regarding bullying behavior was 2.21 ± 0.13 while the post-test was 4.97 ± 1.01. There is a significant difference in knowledge levels with a value of 0.001 which can be concluded that providing education regarding bullying prevention can increase knowledge. The school plays an important role in preventing bullying that occurs at school, especially the role of teachers during class to increase feelings of empathy and ethics in social relations with peers. Keywords: Bullying, Knowledge, Teenagers
Peningkatan Pengetahuan Remaja untuk Mendukung Kelurahan Mojosongo menjadi Desa Bersinar Megasari, Anis Laela; Winarno, Agus; Cahyani, Nurfadila
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16741

Abstract

ABSTRAK  Tingginya angka penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja masih menjadi tantangan besar bagi pemerintah. Kurangnya pemahaman tentang bahaya narkoba menjadi salah satu alas an masih banyaknya kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan pengetahuan remaja terkait bahaya narkoba dan mendukung rpgram pemerintah dalam mewujudkan desar bersih dari narkoba (bersinar). Metode penyuluhan dipilih sebagai pendekatan utama dalam program pengabdian masyarakat ini. Sasaran kegiatan ini adalah remaja di kelurahan Mojosongo, Kota Surakarta. Peningkatan pengetahuan diukur menggunakan kuesioner berupa sepuluh pertanyaan pilihan ganda yang diberikan sebelum dan setelah kegiatan penyuluhan. Skor pengetahuan diukur dari total skor benar, dengan nilai terendah 0 dan nilai tertinggi 10. Pengumpulan kuesioner didapatkan hasil bahwa peserta menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan remaja tentang bahaya narkoba. Hal ini didukung dengan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan peserta setelah dilakukan penyuluhan sebesar 23, dengan rerata skor pretest 66 dan rerata skor posttest sebesar 90. Adanya peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan penyuluhan diharapkan dapat merubah pola pikir dan sikap terhadap narkoba. Selain itu, adanya peningkatan pengetahuan diharapkan peserta dapat menjadi agen perubahan dalam komunitas mereka dan mendukung mewujudkan Kelurahan Mojosongo sebagai desa bersinar. Kata Kunci: Desa Bersih Narkoba, Pengetahuan, Penyuluhan, Remaja  ABSTRACT The high rate of drug abuse among teenagers is still a big challenge for the government. Lack of understanding about the dangers of drugs is one of the reasons why there are still so many cases of drug abuse among teenagers. The aim of this activity is to increase teenagers' knowledge regarding the dangers of drugs and support the government's program in realizing a clean village from drugs (shining). The extension method was chosen as the main approach in this community service program. The target of this activity is teenagers in Mojosongo sub-district, Surakarta City. Increased knowledge was measured using a questionnaire in the form of ten multiple choice questions given before and after the extension activities. The knowledge score is measured from the total correct score, with the lowest value being 0 and the highest value being 10. The results from collecting questionnaires showed that participants showed an increase in teenagers' knowledge about the dangers of drugs. This is supported by an increase in the average knowledge score of participants after the counseling was 23.3, with an average pretest score of 66.7 and an average posttest score of 90. The increase in participants' knowledge after being given the counseling is expected to change thought patterns and attitudes towards drugs. Apart from that, with increased knowledge, it is hoped that participants can become agents of change in their community and support the realization of Mojosongo Village as a shining village. Keywords: Drug-Free Village, Counseling, Knowledge, Youth
Edukasi Kesehatan Jiwa Lansia di Panti Sosialtresna Werdha (PSTW) Jiwa Baru Garut Hendrawati, Hendrawati; Amira, Iceu; Rosidin, Udin
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14956

Abstract

ABSTRAK Proses penuaan merupakan proses yang tidak dapat dihindari. Pada hakikatnya, proses penuaan akan menyebabkan adanya  perubahan-perubahan pada lansia, yaitu penurunan fungsi tubuh yang terjadi secara fisiologis sehingga pada lansia lebih berpotensi terjadi permasalahan kesehatan, baik fisik maupun mental . Keadaan itu cenderung berpotensi menimbulkan masalah kesehatan secara umum maupun kesehatan jiwa secara khusus pada lansia. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan  pengetahuan PSTW Jiwa Baru dan para lansia yang tinggal di Panti Sosial Tresna Werdha Jiwa Baru Garut (PSTW) tentang kesehatan jiwa. Metode yang dipergunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan dengan tatap muka. Hasil kegiatannya adalah ada peningkatan yaitu 40,3 point . Kesimpulan Adanya peningkatan pengetahuan  pada petugas dan para lansia tentang kesehatan jiwa lansia , sehingga diharapkan ,para lansia mempunyai jiwa yang sehat dan memjalani hidup dengan aman dan nyaman. Kata Kunci: Kesehatan Jiwa Lansia,  Lansia, Panti Werdha  ABSTRACT The aging process is a process that cannot be avoided. In essence, the aging process will cause changes in the elderly, namely a decrease in body function that occurs physiologically so that the elderly have more potential for health problems, both physical and mental. This situation tends to have the potential to cause health problems in general and mental health in particular in the elderly. This activity aims to help increase the knowledge of PSTW Jiwa Baru and the elderly who live at the Tresna Nursing Home Jiwa Baru Garut (PSTW) about mental health. The method used in this activity is face-to-face counseling. The result of the activity was an increase of 40.3 points. Conclusion There is an increase in knowledge among officers and the elderly about the mental health of the elderly, so that it is hoped that the elderly will have a healthy soul and live their lives safely and comfortably. Keywords: Mental Health of The Elderly, Seniors, Nursing
Upaya Penguatan Kompetensi melalui Kegiatan Pendekar (Pelatihan Kader Posyandu Remaja) di Desa Gunungmanik Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang Mandiri, Ariyati; Bestari, Astuti Dyah; Didah, Didah; Martini, Neneng
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16623

Abstract

ABSTRAK Remaja rentan terhadap masalah kesehatan seperti kekurangan nutrisi, obesitas, masalah  kesehatan reproduksi, prilaku seksual beresiko dan masalah kesehatan lainnya, yang sebagian besar disebabkan oleh kurangnya akses terhadap informasi dan layanan kesehatan yang memadai. Posyandu Remaja sebagai  Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM), memudahkan akses remaja terhadap layanan kesehatan dan meningkatkan keterampilan hidup sehat. Tantangan dalam optimalisasi fungsi Posyandu Remaja salah satunya adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader remaja. Program Pelatihan Kader Posyandu Remaja (PENDEKAR) dirancang untuk meningkatkan  kapasitas kader remaja di Desa Gunungmanik melalui penguatan pemahaman teori dan keterampilan dalam menjalankan fungsi kader.  Metode yang digunakan meliputi  ceramah, praktik, evaluasi  pretest dan postest serta observasi ketermpilan Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan kader, dengan 65% peserta mencapai kategori "baik" setelah pelatihan. Selain itu, observasi menunjukkan bahwa sebagian besar kader mampu menjalankan tugas mereka secara mandiri tanpa bantuan tambahan selama kegiatan posyandu. Program PENDEKAR berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan  kader dalam  melaksanakan kegiatan posyandu remaja serta mendorong terbentuknya kader Kesehatan remaja pada setiap RW di wilayah Desa Gunungmanik, sehingga memperkuat layanan kesehatan remaja di tingkat komunitas. Kata Kunci: Kader, Pelatihan, Posyandu, Remaja  ABSTRACT Adolescents are vulnerable to health issues such as nutritional deficiencies, obesity, reproductive health problems, risky sexual behavior, and other health concerns, largely due to inadequate access to information and healthcare services. Posyandu Remaja, as a Community-Based Health Effort (UKBM), facilitates adolescent access to healthcare and promotes healthy life skills. One challenge in optimizing Posyandu Remaja's function is the limited knowledge and skills of adolescent cadres. The Program for Training Adolescent Posyandu Cadres (PENDEKAR) is designed to enhance the capacity of adolescent cadres in Gunungmanik Village by strengthening theoretical understanding and practical skills. The methods used include lectures, practical sessions, pretests and posttests, and skills observation. The evaluation results showed a significant increase in cadre knowledge, with 65% of participants achieving a "good" category after training. Additionally, observations indicated that most cadres could perform their duties independently during posyandu activities. The PENDEKAR program successfully improved the understanding and skills of cadres in conducting adolescent posyandu activities and encouraged the formation of adolescent health cadres in each RW in Gunungmanik Village, thereby strengthening adolescent healthcare services at the community level. Keywords: Adolescents, Cadre, Posyandu, Training
Penguatan Keterampilan Kader Posyandu dalam Optimalisasi Tumbuh Kembang Balita melalui APE (Alat Permainan Edukatif) Handayani, Dwining; Kusuma, Erik; Puspitasari, R.A Helda; Nastiti, Ayu Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17617

Abstract

ABSTRAK Pertumbuhan dan Perkembangan merupakan dua peristiwa yang berbeda, yaitu tumbuh dan berkembang, dimana masa balita merupakan ”Golden Age Period” terutama di usia 0-2 tahun karena perkembangan otak telah mencapai 80%. Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh dan berkembang telah dikelompokkan menjadi tiga yaitu Asah, Asih dan Asuh. Urgensi dari kegiatan ini yaitu mengoptimalkan peran kader posyandu sebagai ujung tombak di masyarakat dalam meningkatkan tumbuh kembang balita. Keterampilan kader Posyandu di Kampung Pertanian dalam stimulasi tumbuh kembang balita dengan memanfaatkan permainan edukatif masih kurang, masyarakat merasa dimudahkan dengan game-game yang ada di gadged. Pengabdian ini bertujuan mengoptimalkan tumbuh kembang balita di kampung pertanian melalui penguatkan keterampilan kader posyadu melalui APE (Alat Permainan Edukatif). Metode yang digunakan adalah ceramah dan demonstrasi deteksi dini tumbuh kembang dan membuat APE dari bahan bekas. Hasil yang capai dari pengabdian ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat tentang stimulasi tumbuh kembang balita serta peningkatan kemampuan dan keterampilan masyarakat dalam membuat serta memanfaatkan APE sebagai sarana stimulasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Kesimpulan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu  kegiatan pengabdian masyarakat telah memberikan sumbangsih inovasi program dan intervensi yang tepat dalam meningkatkan kesehatan keluarga dan komunitas dalam mengoptimalkan tumbuh kembang balita. Saran yang diberikan tetap menjalinnya kerjasama yang terprogram antara pihak desa dengan petugas kesehatan serta melakukan edukasi berkesinambungan baik di kepada kader kesehatan dan juga masyarakat. Kata Kunci: Tumbuh, Kembang, Balita  ABSTRACT Growth and Development are two different events, namely growth and development, where toddlerhood is the "Golden Age Period" especially at the age of 0-2 years because brain development has reached 80%. The basic needs of children to grow and develop have been grouped into three, namely Sharpening, Asih and Nurturing. The urgency of this activity is to optimize the role of posyandu cadres as the spearhead in the community in improving the growth and development of toddlers. The skills of Posyandu cadres in Agricultural Villages in stimulating the growth and development of toddlers by utilizing educational games are still lacking, the community feels facilitated by the games in gadged. This service aims to optimize the growth and development of toddlers in agricultural villages through strengthening the skills of posyadu cadres through APE (Educational Game Tools). The method used is a lecture and demonstration of early detection of growth and development and making APE from used materials. The results achieved from this service are an increase in public knowledge about stimulation of the growth and development of toddlers as well as an increase in the ability and skills of the community in making and utilizing APE as a means of stimulating children's growth and development. The conclusion in this community service is that community service activities have contributed to program innovations and appropriate interventions in improving the health of families and communities in optimizing the growth and development of toddlers. The advice given continues to establish programmatic cooperation between the village and health workers and carry out continuous education both to health cadres and the community. Keywords: Growth, Development, Toddlers
Pemberdayaan Kelompok Bidan melalui Pelatihan Massage Postpartum di Puskesmas Mengwi I Kabupaten Badung, Bali Udayani, Ni Putu Mirah Yunita; Aswitami, Ni Gusti Ayu Pramita; Selviani, Ni Luh Putu; Handayani, Ni Luh Putu Sumira Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14040

Abstract

ABSTRAK Depresi postpartum adalah gangguan mood dan kondisi emosional berkepanjangan yang mempengaruhi proses berpikir, perasaan dan perilaku ibu yang dapat menurunkan kualitas hidup, mempengaruhi keberhasilan pemberian ASI eksklusif, insomnia, nyeri punggung, hingga keinginan bunuh diri. Complementary alternative medicine dengan Massage postpartum merupakan upaya nonfarmakologi yang efektif mengatasi dan mengobati depresi postpartum karena dapat meningkatkan pelepasan hormon oksitosin dan menurunkan tingkat kecemasan. Melaksanakan pelatihan Massage postpartum untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kelompok bidan serta menurunkan angka kejadian depresi postpartum sebagai salah satu pelayanan nifas pada ibu di Puskesmas Mengwi I Badung. Metode yang digunakan dimulai dengan survey analisis situasi, koordinasi dengan pihak puskesmas sampai dengan evaluasi kegiatan PKM. Luaran yang dihasilkan dalam PKM ini adalah 1) peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok bidan dalam melakukan Massage postpartum, 2) Video kegiatan yang akan ditayangkan pada media sosial, 3) Booklet Massage postpartum, 4) Artikel publikasi PKM. Didapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok bidan terhadap pelatihan massage postpartum. Kata Kunci: Complementary Alternative Medicine, Depresi, Massage Postpartum  ABSTRACT Postpartum depression is a mood disorder and prolonged emotional condition that affects the mother's thought process, feelings, and behavior and can reduce the quality of life, affect the success of exclusive breastfeeding programs, insomnia, back pain, and suicidal ideation. Complementary alternative medicine with postpartum massage is an effective nonpharmacological therapy to overcome and treat postpartum depression because it can increase the release of oxytocin and reduce anxiety. To proceed postpartum massage training in order to increase the knowledge and skills of midwives along with decrease the prevalence of postpartum depression as part of the health services provided to new moms. The method used starts with a situation analysis survey, and coordination with the puskesmas until the evaluation of PKM activities. The outputs produced in this PKM are 1) increased knowledge and skills of the midwife group in conducting postpartum massage, 2) a Video of activities that will be broadcast on social media, 3) a Booklet of postpartum massage, and 4) a PKM publication article. There was an increase in the knowledge and skills of midwives after postpartum massage training. Keywords: Complementary Alternative Medicine, Depression, Postpartum Massage
Pemberian Edukasi Manajemen Nyeri dengan Terapi Perilaku,Kompres Hangat dan Dingin, Alat Tens, dan Akupuntur untuk Mengurangi Nyeri Pada Remaja Putri Yusniawati, Yustina Ni Putu; Putra, I Gde Agus Shuarsedana; Harditya, Kadek Buja; Putri, I gusti Ayu Andita Arta; Lewar, Emanuel Ileatan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15464

Abstract

ABSTRAK Nyeri suatu ketidaknyamanan yang bersifat subjektif yang timbul dari berbagai penyebab mulai dari trauma jaringan, adanya kerusakan organ, maupun peradangan jaringan serta keganasan. Rasa nyeri yang menetap merupakan alasan yang paling umum orang mencari perawatan kesehatan. Individu yang merasakan nyeri merasa tertekan atau menderita dan mencari upaya untuk menghilangkan nyeri. Nyeri dapat merupakan faktor utama yang menghambat kemampuan dan keinginan individu untuk pulih dari suatu penyakit. Pengobatan farmakologi merupakan pilihan yang baik dalam proses pemulihan dan penyembuhan. Selain terapi farmakologi, terapi non farmakologi juga merupakah pilihan ketika pasien sudah berada pada skala nyeri ringan. Ada berbagai tehnik penanganan nyeri seperti terapi perilaku, kompres hangat dan dingin, alat tens, dan akupuntur. Tujuan manajemen nyeri ini adalah untuk meningkatkan pemahaman remaja putri dalam memanajemen nyeri yang dirasakan dan dapat melakukan penatalaksanaan nyeri secara mandiri dengan tehnik terapi perilaku, kompres hangat dan dingin, alat tens, dan akupuntur. Metode yang dilakukan pada kegiatan ini adalah memberikan edukasi berupa penjelasan dan materi tentang penatalaksanaan nyeri dan mempraktikkan kegiatan penatalaksanaan nyeri secara mandiri.  Sebanyak 35 anggota peserta dapat menjelaskan dan mempraktikkan tehnik manajemen nyeri dengan terapi perilaku, kompres hangat dan dingin, alat tens dengan baik dan benar. Dari hasil perbandiangan pre test dan post test diperoleh bahwa terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi dan pelatihan penatalaksanaan nyeri dengan hasil sangat baik  sebanyak 35 (100%). Terdapat peningakatan pengetahuan dan keterampilan dalam penatalaksanaan nyeri dengan tehnik terapi perilaku, kompres hangat dan dingin, alat tens, dan akupuntur pada siswa SMK PGRI 1 Denpasar. Kata Kunci: Manajemen Nyeri, Non Farmakologi, Remaja Putri  ABSTRACT Introduction: Pain is a subjective discomfort that arises from various causes ranging from tissue trauma, organ damage, tissue inflammation and malignancy. Persistent pain is the most common reason people seek health care. Individuals who experience pain feel distressed or suffering and seek relief from the pain. Pain can be a major factor that hinders an individual's ability and desire to recover from an illness. Pharmacological treatment is a good choice in the recovery and healing process. Apart from pharmacological therapy, non-pharmacological therapy is also an option when the patient is already on the mild pain scale. There are various pain management techniques such as behavioral therapy, warm and cold compresses, tensile devices, and acupuncture. Objective: The aim of this pain management is to increase the understanding of young women in managing the pain they feel and to be able to manage pain independently using behavioral therapy techniques, warm and cold compresses, tensile devices, and acupuncture. Research Method: the method used in this PKM activity is to provide education in the form of explanations and materials about pain management and to practice pain management activities independently.  Results: As many as 35 PKM participant members were able to explain and practice pain management techniques using behavioral therapy, warm and cold compresses, tensile devices properly and correctly. From the results of the pre-test and post-test comparison, it was found that there was an increase in participants' knowledge after being given education and training in pain management with very good results of 35 (100%). Conclusion: There is an increase in knowledge and skills in managing pain with behavioral therapy techniques, warm and cold compresses, tensile devices, and acupuncture among students at SMK PGRI 1 Denpasar.  Keywords: Pain Management, Non-Pharmacological, Young Women

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue