cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,372 Documents
Penyuluhan E-Commerce Terhadap Pelaku UMKM Gula Aren di Desa Air Merah Nisumanti, Sartika; Utami, Cindy Nabillah; Lutfianto, D R; Saputra, M
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15918

Abstract

ABSTRAK Desa air merah merupakan salah satu desa yang kaya akan sumber daya alam, terutama pada sektor perkebunan yang menjadi potensi desa untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar. Pohon Aren menjadi salah satu hasil perkebunan yang sangat potensial untuk dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk bahan baku gula merah yang juga merupakan ciri khas saat berkunjung ke Desa air merah. Namun, keterbatasan akses menuju desa menjadi permasalahan untuk menawarkan produk secara meluas. Sehingga hasil pohon aren berupa gula merah belum secara maksimal di jual di pasar.  Oleh karena itu agar penjualan  gula merah meningkat perlu diberikan wawasan keterampilan mengenai promosi dan pemasarang secara digital agar penjualan kepada masyarakan semakin meningkat. Tujuan utama kegiatan ini adalah melakukan penyuluhan terhadap para pelaku usaha untuk menawarkan produk dengan cakupan yang luas secara online. Metode yang digunakan merupakan workshop dan diskusi interaktif. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan wawasan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa air merah. Hasil produk gula aren ini sangat memungkinkan dikembangkan di Desa Air Merah sehingga mampu menembus pasar nasional. hasil pelatihan tahap awal adalah sudah cukup memuaskan yang mana dari hasil desain packaging yang kami lakukan sudah mampu membentuk brand serta diterima dipasaran. Potensi ‘Bandeng Duri Lunak ‘Desa Muara Badak Ulu perlu ditumbuh kembangkan menjadi produk makanan, yang akan menjadi produk unggulan daerah di Kalimantan Timur khususnya di Desa Muara Badak Ulu. Besar harapan ini tentunya sangat beralasan karena kekayan sumber daya peraian dan sumber daya manusia yang mumpuni, dimana produk makanan ini sangat memungkinkan untuk dikembangkan di Desa Muara Badak Ulu serta mampu menembus pasar nasional. Kata Kunci: Penyuluhan E-commerce, UMKM Gula Aren, Desa Air Merah  ABSTRACT Air Merah village is a village that is rich in natural resources, especially in the plantation sector, which has the potential for the village to improve the economy of the surrounding community. Palm trees are one of the plantation products that have great potential to be used by local communities as raw material for brown sugar, which is also ‘a characteristic when visiting Air Merah Village. However, limited access to villages is a problem for offering products widely. The main aim of this activity is to provide outreach to business actors to offer a wide range of products online. The method used is a workshop and interactive discussion. The results of this activity show an increase in insight to improve the economy of the Air Merah village community.  Keywords: E-commerce Knowledge Sharing, Palm sugar SME, Air Merah Village
Pemanfaatan Jus Bawang Putih Tunggal (Allium Sativum) terhadap Pencegahan Kolesterol, Glukosa, dan Hipertensi di Desa Sungai Rangas Kecamatan Martapura Barat Amalia, Nurul; Norhayati, Norhayati; Rakhmatullah, Aditya Noviadi; Puspawati, Puspawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14442

Abstract

ABSTRAK Penyakit degeneratif adalah suatu kondisi yang mempengaruhi organ tubuh dan biasanya terjadi pada orang-orang berusia tua atau muda.  Kolesterol disebabkan oleh seringnya konsumsi makanan tinggi lemak dan dapat memicu berbagai penyakit seperti hipertensi, jantung, stroke, dan diabetes mellitus. Hipertensi merupakan penyakit paling mematikan di seluruh dunia.  Sekitar 1,28 miliar orang dewasa berusia antara 30 dan 79 tahun di seluruh dunia menderita tekanan darah tinggi. Desa Sungai Rangas kecamatan Martapura Barat merupakan daerah yang banyak menderita hipertensi di provinsi Kalimantan Selatan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait pemanfaatan jus bawang putih tunggal (Allium sativum) terhadap pencegahan hipertensi, glukosa dan kolesterol. Metode yang dilakukan yaitu mulai dari proses permohonan izin pelaksanaan, persiapan alat dan bahan, pendataan warga dan pembagian form pemeriksaan kesehatan, sosialisasi dan pemeriksaan kesehatan, dan yang terakhir pembagian produk jus bawang putih tunggal. Hasil yang didapatkan adalah dari 31 orang warga Desa Sungai Rangas yang menjalani pemeriksaan kesehatan mempunyai tekanan sistolik dengan rentang 110 - 180 mmHg dan tekanan diastolik 61 - 100 mmHg. Hasil pemeriksaan kadar kolesterol berkisar pada rentang 134 - 289 mg/dl, dan kadar glukosa berkisar pada rentang 4,9 - 11,4 ml/mol. Dapat disimpulkan bahwa masyarakat di Desa Sungai Rangas masih ada yang memiliki kadar kolesterol, glukosa, dan darah yang cukup tinggi, sehingga harapannya edukasi dan pemeriksaan kesehatan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam pemeliharaan kesehatan. Kata Kunci: Jus Bawang Putih Tunggal, Kolesterol, Glukosa, Hipertensi, Desa Sungai Rangas  ABSTRACT Degenerative disease is a condition that affects organs of the body and usually occurs in people of old or young age. Cholesterol is caused by frequent consumption of high-fat foods and can trigger a variety of non-communicable diseases such as hypertension, heart disease, stroke, and diabetes mellitus. Hypertension is the deadliest diseases in the world. Approximately 1.28 billion adults aged between 30 and 79 worldwide suffer from high blood pressure. The Sungai Rangas Village, located in the West Martapura subdistrict of South Kalimantan province, suffers with hypertension. This service aims to provide education regarding the use of single garlic juice (Allium sativum) to prevent hypertension, glucose and cholesterol. The method used is starting from the process of applying for an implementation permit, preparing tools and materials, collecting data on residents and distributing health examination forms, socialization and health examinations, and finally distributing single garlic juice products. The results obtained were that 31 residents of Sungai Rangas Village who underwent health checks had systolic pressure in the range of 110 - 180 mmHg and diastolic pressure of 61 - 100 mmHg. The results of cholesterol levels ranged from 134 - 289 mg/dl, and glucose levels ranged from 4.9 - 11.4 ml/mol. It can be inferred that some residents in Sungai Rangas Village have elevated levels of cholesterol, glucose, and blood. Therefore, it was suggested that providing education and health screenings may improve public awareness in maintaining good health. Keywords: Single Garlic Juice, Cholesterol, Glucose, Hypertension, Sungai Rangas Village
Skrining dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular di Kelurahan Airmadidi Ruku, Denny Maurits; Mandias, Reagen Jimmy; Shintya, Lea Andy; Pitoy, Frendy Fernando; Anderson, Elisa; Moedjahedy, Jimmy Herawan; Ella, Eunike; Nander, Gabriel Christovel; Siwu, Nikita Ribka Maya
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15272

Abstract

ABSTRAK Gangguan Kesehatan tidak pernah lepas dari masyarakat meskipun peningkatan teknologi dibilang sudah cukup pesat. Gangguan kesehatan dapat dibagi menjadi dua jenis yaitu penyakit yang menular dari satu ke yang lain dan penyakit tidak menular (PTM) yang mana dapat ditularkan dari orang lain. Penyakit tidak menular adalah penyakit katastropik dengan penyebab kematian paling tinggi di Indonesia. Penyakit ini diantaranya adalah hipertensi, diabetes, dan gout arthritis, dan hiperkolesterol. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining dan penanggulangan PTM di RW 10 Kelurahan Airmadidi Atas dengan cara melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian edukasi kesehatan pada masyarakat. Metode yang diterapkan pada program ini adalah survey observasi dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat di RW 10 kelurahan Airmadidi Atas. Data hasil analisis skrining kesehatan menunjukan bahwa pada sebagian besar penderita PTM berada pada kategori usia lanjut atau diatas dari usia 60 tahun dengan nilai persentase penderita Hipertensi sebanyak 18 (66.6%) orang, Diabetes Melitus 12 (60%) orang, dan Hyperkolesterolemia 15 (51%) orang. Sehubungan dengan angka penderita hipertensi yang cukup tinggi, maka telah diberikan edukasi kesehatan mengenai hipertensi pada Masyarakat. PTM ditemukan dengan angka kejadian yang cukup tinggi dikalangan Masyarakat. Kegiatan seperti in harus diadakan agar masyarakat lebih peduli mengenai kesehatannya.  Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, Skrining, Edukasi  ABSTRACT Health problems have never been separated from society even though the technological improvements are increasing rapidly. Health problems can be divided into two types, namely diseases that are transmitted from one person to another and non-communicable diseases (NCDs) which can be transmitted from other people. Non-communicable diseases are catastrophic diseases with the highest cause of death in Indonesia. These diseases include hypertension, diabetes, gouty arthritis and hypercholesterolemia. This community service program aims to carry out the health screening and PTM prevention in RW 10 Airmadidi Atas Village by conducting health observation and providing health education to the community. The data from health screening analysis shows that the majority of NCDs sufferers are in the elderly category or above the age of 60 years with a percentage of 18 (66.6%) people suffering from hypertension, 12 (60%) people with diabetes mellitus, and 15 (51%) people with hypercholesterolemia. According to the high number of hypertension sufferers, health education regarding hypertension has been provided to the community. NCDs is found to have high incidence rate among the community. Activities like this must be held so that people care more about their health. Keywords: Non-Communicable Disease, Screening, Education
Edukasi Cerdik sebagai upaya Pencegahan Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Klasaman Kota Sorong Parlaungan, Jansen; Fabanyo, Rizqi Alvian; Mustamu, Alva Cherry
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16911

Abstract

ABSTRAK Prevalensi Penyakit Tidak Menular di Indonesia dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan dan menjadi salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi. Salah satu upaya pencegahan penyakit tidak menular adalah dengan menerapkan perilaku CERDIK dalam kehidupan sehari-hari. CERDIK adalah sebuah program pemerintah melalui Kemenkes yang merupakan singkatan dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stress. Tujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Klasaman tentang Pencegahan Penyakit Tidak Menular dengan penerapan perilaku CERDIK. Edukasi kesehatan dengan pre-post test pengetahuan. Jumlah peserta kegiatan yang hadir sebanyak 35 orang masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Klasaman. Kegiatan pengabdian ini berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan. Edukasi kesehatan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah edukasi dimana sebelum edukasi sebanyak 35 responden (100%) memiliki tingkat pengetahuan yang kurang. Sedangkan setelah edukasi sebagian besar responden dengan tingkat pengetahuan baik sebanyak 20 responden (57,1%), tingkat pengetahuan cukup sebanyak 15 responden (42,9%), dan tidak ada responden dengan tingkat pengetahuan kurang. Edukasi  kesehatan yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang Pencegahan Penyakit Tidak Menular dengan penerapan perilaku CERDIK. Disarankan untuk keberlanjutan program dapat dilakukan upaya-upaya pendekatan lainnya atau pendampingan secara berkelanjutan terkait penerapan perilaku CERDIK pada masyarakat sebagai upaya pencegahan penyakit tidak menular. Kata Kunci: Edukasi CERDIK, Upaya Pencegahan, Penyakit Tidak Menular  ABSTRACT The prevalence of Non-Communicable Diseases in Indonesia continues to increase from year to year and is one of the leading causes of death. One of the efforts to prevent non-communicable diseases is to implement CERDIK behavior in everyday life. CERDIK is a government program through the Ministry of Health which stands for Regular health checks, Eliminate cigarette smoke, Diligent physical activity, Balanced diet, Adequate rest, and Manage stress. To increase public knowledge in the Klasaman Health Center work area about the Prevention of Non-Communicable Diseases by implementing CERDIK behavior. Health education with pre-post knowledge test. The number of participants who attended the activity was 35 people in the Klasaman Health Center work area. This community service activity went well and was in accordance with the objectives. The health education provided can increase public knowledge before and after education where before education 35 respondents (100%) had a low level of knowledge. Meanwhile, after education, most respondents had a good level of knowledge of 20 respondents (57.1%), a sufficient level of knowledge of 15 respondents (42.9%), and no respondents had a low level of knowledge. Health education provided can increase public knowledge about Prevention of Non-Communicable Diseases by implementing CERDIK behavior. It is recommended that for the sustainability of the program, other approaches or ongoing assistance can be carried out related to the implementation of CERDIK behavior in the community as an effort to prevent non-communicable diseases. Keywords: CERDIK Education, Prevention Efforts, Non-Communicable Diseases 
Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Dusun Taeno Bawah Natsir, Ramdhani M; Aipassa, Frenky; Sarira, Lidya Natalia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14993

Abstract

ABSTRAK Penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, diabetes, kanker, dan gangguan pernapasan kronis, merupakan penyebab utama kematian global dan merupakan beban kesehatan yang signifikan. Faktor risiko PTM dapat dibagi menjadi dua kategori utama: faktor risiko perilaku dan faktor risiko biologis/genetik. Faktor risiko perilaku mencakup kebiasaan seperti merokok, kurangnya aktivitas fisik, pola makan tidak sehat, dan konsumsi alkohol berlebihan. Di sisi lain, faktor risiko biologis/genetik melibatkan predisposisi genetik, riwayat keluarga, dan kondisi medis tertentu. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam pemantauan faktor risiko melalui pemanfaatan pemeriksaan penyakit tidak menular (PTM). Kegiatan ini dilaksanakan dalam dalam bentuk penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan. Dari hasil pre test dan post test yang dilakukan saat penyuluhan, dapat diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan di ketiga aspek yang diukur setelah dilakukan penyuluhan. Terjadi rata-rata peningkatan pengetahuan setelah dilakukan kegiatan masyarakat sebanyak 98 % dari jumlah total kuesioner. Dari hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan, didapatkan bahwa pada perempuan memiliki hasil pemeriksaan yang tidak normal lebih banyak daripada laki-laki. Hal   ini   menunjukkan bahwa perempuan sangat beresiko terkena penyakit tidak menular. Kata Kunci: Faktor Risiko, Penyakit Tidak Menular, Pemeriksaan  ABSTRACT Non-communicable diseases, such as heart disease, diabetes, cancer and chronic respiratory disorders, are the leading causes of death globally and represent a significant health burden. NCD risk factors can be divided into two main categories: behavioral risk factors and biological/genetic risk factors. Behavioral risk factors include habits such as smoking, lack of physical activity, unhealthy eating patterns, and excessive alcohol consumption. On the other hand, biological/genetic risk factors involve genetic predisposition, family history, and certain medical conditions. This activity is carried out in the form of counseling and health checks. From the results of the pre-test and post-test carried out during the counseling, it can be seen that there was an increase in knowledge in the three aspects measured after the counseling was carried out. There was an average increase in knowledge after community activities as much as 96% of the total number of questionnaires. From the results of the health examinations carried out, it was found that more women had abnormal examination results than men. This shows that women are very at risk of contracting non-communicable diseases. Keywords: Risk Factors, Non-Communicable Diseases, Examination
Pendidikan Kesehatan Kebutuhan Cairan Pada Remaja di SMP Muhammadiyah I Pontianak Mardiyani, Ridha; Hidayah, Hidayah; Hastuti, Lidia; Ariani, Desti Dwi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.16871

Abstract

ABSTRAK Semua bagian tubuh membutuhkan air, dan asupan air yang tepat sangat penting untuk kesehatan seseorang, termasuk kesehatan mental dan fisik. Kebiasaan buruk remaja, seperti hanya minum air saat haus hingga dehidrasi, menunjukkan bahwa pengetahuan dan kesadaran akan kebutuhan cairan perlu ditingkatkan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan bertujuan agar siswa/i yang sedang berada pada masa remaja dapat memahami dan melakukan pola  hidup sehat seperti memenuhi kebutuhan cairan minimal 8 gelas per hari. Meningkatkan pengetahuan peserta tentang kebutuhan cairan dan gizi seimbang serta mengidentifikasi status gizi. Kegiatan dilakukan secara tatap muka di SMP Muhamamdiyah I Pontianak. Jumlah peserta 29 orang yaitu kelas 7A dan 7B. Kegiatan diawali dengan pre test, yaitu pengukuran tingkat pengetahuan siswa/siswi terkait Kebutuhan Cairan. Selanjutnya sesi penyampaian materi, diskusi dan tanya jawab, serta diakhir dilakukan evaluasi. Setelah memberikan pendidikan kesehatan, dilanjutkan dengan pengukuran indeks masa tubuh terhadap siswa/i. Kegiatan telah dilaksanakan di SMP Muhammadiyah I Pontianak. Berdasarkan hasil pre tes, mayoritas siswa/i sebanyak 51,7% tidak memahami kebutuhan cairan tubuh dan mengkonsumsi air kurang dari 8 gelas per hari. Namun, saat post-test dilakukan terdapat peningkatan pengetahuan sebanyak 100% pengetahuan baik. Pada kegiatan ini, juga dilakukan pemeriksaan status gizi, dengan mengukur  IMT. Parameter yang digunakan adalah Indeks Masa Tubuh/Umur (IMT/U). Berdasarkan hasil diketahui sebanyak 38 % dengan kriteria normal, kurus dan sangat kurus 3 % dan 24 % overweight, serta obesitas 31 %. Pendekatan konvensional untuk pendidikan kesehatan di SMP Muhammadiyah 1, jika dibandingkan dengan pendekatan interaktif terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa tentang hidrasi sehat. Penggunaan media visual seperti buku, poster, dan video membantu siswa memahami dan mengingat informasi, yang menguntungkan berkaitan dengan perilaku konsumsi cairan. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya hidrasi yang memadai sehingga akan membantu pencapaian target kesehatan remaja dan kualitas hidup. Kata Kunci: Kebutuhan Cairan, Status gizi, Pengetahuan, RemajaABSTRACT All parts of the body need water, and proper water intake is essential for one's health, including mental and physical health. Adolescents' bad habits, such as only drinking water when thirsty to dehydration, show that knowledge and awareness of fluid needs to be improved. This community service activity is carried out so that students who are in adolescence can understand and practice healthy lifestyles such as fulfilling fluid needs of at least 8 glasses per day. Improve participants' knowledge on fluid requirements and balanced nutrition and identify nutritional status. The activity was conducted face-to-face at SMP Muhamamdiyah I Pontianak. The number of participants was 29 people, namely class 7A and 7B. The activity began with a pre-test, namely measuring the level of knowledge of students related to Fluid Needs. Furthermore, the material delivery session, discussion and question and answer, and at the end an evaluation was carried out. After providing health education, continued with measuring body mass index of students. The activity was conducted at SMP Muhammadiyah I Pontianak. Based on the pre-test results, the majority of students as much as 51.7% did not understand the needs of body fluids and consumed less than 8 glasses of water per day. However, when the post-test was conducted there was an increase in knowledge as much as 100% good knowledge. In this activity, a nutritional status check was also carried out, by measuring BMI. The parameter used is Body Mass Index / Age (IMT / U).Based on the results, it is known that 38% with normal criteria, thin and very thin 3%, 24% overweight, and 31% obesity. The conventional approach to health education at SMP Muhammadiyah 1 when compared to the interactive approach proved more effective in improving students' knowledge and awareness of healthy hydration. The use of visual media such as books, posters, and videos helped students understand and recall information, which was beneficial with regard to fluid consumption behaviour. This activity was successful in increasing adolescents' awareness of the importance of adequate hydration that will help achieve adolescent health and quality of life targets. Keywords: Fluid Requirement, Nutritional Status, Knowledge, Adolescents
Analisis Asuhan Keperawatan Luka Kanker Payudara Kiri pada Ny.M dan Ny.N dengan Penggunaan Cadexomer Iodine dan Calsium Alginate sebagai Balutan Primer Pada Pasien Paliative Care Rs Kanker Dharmais Hidayat, Rizki; Naziyah, Naziyah; Meiyanti, Elni
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14398

Abstract

ABSTRAK Luka kanker sering dideskripsikan sesuatu yang dekat dengan kematian, sehingga pasian menjadi lebih takut dengan lukanya dibandingkan dengan penyakit kanker nya sendiri, luka kanker secara psikologis menunjukkan dampak negatif bagi pasien dan juga sulit untuk dirawat apalagi jenis kanker menginfiltrasi ke kulit. Menganalisis asuhan keperawatan luka kanker pada Ny.M dan Ny.N dengan penggunaan cadexomer iodine dan calsium alginate sebagai balutan primer pada fase proliferasi diTeam Paliative RS Kanker Dharmais. Tindakan Keperawatan dimulai dari tanggal 15 Juli 2023, dengan menggunakan cadexomer dan calsium alginate sebagai balutan primer, kemudian foam dan kassa menjadi balutan sekunder, pada Ny.M dan Ny.N diteam paliative RS Kanker Dharmais. Cadexomer iodine 0.9% diindikasikan sebagai antimikroba untuk membunuh bakteri, menghancurkan biofilm dan memperbaiki penyembuhan luka, kemudian kalsium alginate dengan sifat membentuk gel diatas permukaan luka, mampu menyerap luka yang berlebihan dan menstimulasi proses pembekuan darah. Namun kondisi metastase menjadi faktor pemberat proses penyembuhan luka kanker Simpulan dan Perawatan luka kanker harus diimbangi dengan tindakan pengobatan utama, kemoterapi dan radiasi untuk menghentikan proses pertumbuhan sel kanker, untuk mencapai keberhasilan pengobatan, nutrisi yang baik juga harus terkontrol, sehingga diharapkan kepada petugas pelayanan kesehatan agar lebih memperhatikan hal hal terkait Kata Kunci: Luka Kanker, Cadexomer Iodine, Calsium Alginate  ABSTRACT Cancer wounds are often described as something close to death, so patients are more afraid of the wound than the cancer itself, psychologically cancer wounds hurt the patient and are also difficult to treat, especially as the type of cancer infiltrates the skin. To analyze nursing care for cancer wounds for Mrs. M and Mrs. N using cadexomer iodine and calcium alginate as primary dressings in the proliferation phase at the Palliative Team at Dharmais Cancer Hospital Nursing actions start from July 15, 2023, using cadexomer and calcium alginate as primary dressings, then foam and gauze as secondary dressings, for Mrs. M and Mrs. N in the palliative team at Dharmais Cancer Hospital. Cadexomer iodine 0.9% is indicated as an antimicrobial to kill bacteria, destroy biofilms, and improve wound healing, then calcium alginate with the property of forming a gel on the wound surface, can absorb excess wounds and stimulate the blood clotting process. However, metastatic conditions are aggravating factors in the healing process of cancer wounds. Treatment of cancer wounds must be balanced with the main treatment measures, chemotherapy, and radiation to stop the process of cancer cell growth. To achieve successful treatment, good nutrition must also be controlled, so this is expected of the staff. health services to pay more attention to related matters Keywords: Cancer Wounds, Cadexomer Iodine, Calcium Alginate
Skrining Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) dan Pencegahan Baby Blues Pada Ibu Post Partum Susanti, Eny; Zainiyah, Zakkiyatus
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i9.15433

Abstract

ABSTRAK Post-partum blues, mencakup suasana hati yang buruk dan gejala depresi ringan, sementara, dan terbatas, yang dapat berkembang pada hari-hari pertama setelah melahirkan, sesaat sebelum, selama, dan setelah melahirkan, Anda mungkin mengalami perubahan suasana hati yang normal. Ini bisa bertahan hingga 10 hari. Banyak orang tua baru yang mengalami depresi peripartum merasa lebih baik dalam beberapa minggu. Terkadang, dibutuhkan waktu lebih lama untuk merasa lebih baik, dan diperlukan pengobatan Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah melakukan skrining dan pencegahan baby blues pada ibu post partum. Metode pengabdian masyarakat dengan cara skrining ibu post partum dengan EPDS dan pencegahan baby blues. Pengabdian Masyarakat dilaksanakan pada bulan April 2024, dengan ibu post partum sebanyak 18 ibu di Ruang Nifas RSUD Sidoarjo. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat didapatkan 44.5% ibu post partum mengalami baby blues dan 55.4% tidak mengalami baby blues. Sebagian besar ibu post partum tidak mengalami baby blues. Akan tetapi masih ada yang mengalami baby blues, sehingga perlu pencegahan terjadinya komplikasi depresi post partum, peran suami dan keluarga sangat dibutuhkan dalam memberikan dukungan dan motivasi pada ibu post partum, pengenalan dan skrining secara dini perlu dilakukan dengan skrining EPDS. Kata Kunci: Skrining, EPDS, Baby Blues, Ibu Post Partum  ABSTRACT post-partum blues, includes low mood and mild, temporary, and limited symptoms of depression, which can develop in the first days after giving birth, just before, during, and after giving birth, you may experience normal mood swings. This can last up to 10 days. Many new parents who experience peripartum depression feel better within a few weeks. Sometimes, it takes longer to feel better, and treatment is needed. The aim of community service is to screen and prevent baby blues in post partum mothers. Method by screening post partum mothers with EPDS and preventing baby blues. Community Service was carried out in April 2024, with 18 post partum mothers in the Postpartum Room at Sidoarjo Regional Hospital. Results of community service activities showed that 44.5% of post partum mothers experienced baby blues and 55.4% did not experience baby blues. Conclusion is that most post partum mothers do not experience baby blues. However, there are still those who experience baby blues, so it is necessary to prevent complications from post partum depression, the role of husbands and families is very much needed in providing support and motivation to post partum mothers, early recognition and screening needs to be done with EPDS screening. Keywords: Screening, EPDS, Baby Blues, Post Partum Mothers
Penyuluhan tentang Toksisitas Ethylene Glycol dan Diethylene Glycol di Sediaan Sirup di Desa Adimulya Ruswanto, Ruswanto; Nurdianti, Lusi; Aprillia, Ade Yeni; Pebiansyah, Anisa; Billah, Tazkia Hasna; Mulyani, Sri; Rachman, Dineu Septy Ulfiatur; Ramadan, Fajar; Albie, Fadhlan Adtya; Anjuni, Dhea Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i5.14260

Abstract

ABSTRAK Etlien Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) merupakan senyawa organik yang dengan rumus kimia C2H6O2 dan C4H10O3 yang bersifat asam lemah dan berbentuk cairan bening, praktis tidak berbau, serta memiliki viskositas yang rendah dan cairan bersifat higroskopis dengan rasa manis. Per 5 Desember 2022 terdapat 324 kasus gagal ginjal akut yang tidak diketahui penyebab terjadinya. Gagal Ginjal akut progresif atipikal (GGAPA) yang diduga akibat intosikasi EG dan DEG. Tingkat pengetahuan masyarakat Indonesia mengenai kasus cemaran EG dan DEG merupakan satu hal yang penting untuk mencegah terjadinya peningkatan kasus. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur tingkat pemahaman masyarakat mengenai toksisitas cemaran Etilen Glikol dan Dietilen Glikol pada sediaan sirup sebagai salah satu penyebab terjadinya Gagal Ginjal Akut pada Anak dan menyampaikan informasi beberapa sirup yang aman dan bahaya untuk dikonsumsi, serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terkait obat sirup yang sering diberikan kepada anak anak. Metode pengabdian ini masyarakat ini dapat diamati dalam penyampaian informasi dan penguatan masyarakat yang bijak dalam menggunakan obat sirup melalui tahapan Sosialisasi, Diskusi dan Evaluasi. Hasil dari pengabdian ini menunjukan bahwa 50% masyarakat belum mendapatkan informasi melalui media cetak. Namun pengetahuan masyarakat tentang cemaran EG dan DEG pada sediaan sirup tergolong kurang. Dapat disimpulkan dari kegiatan pengabdian ini memberikan dampak atau pengaruh terhadap pengetahuan masyarakat desa. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa adanya peningkatan pengetahuan diambil dari rata-rata soal yang dijawab oleh setiap responden dari 13,4 rata-rata soal yang dijawab, menjadi 20,6 rata-rata soal yang dijawab benar oleh responden yang hadir dalam penyuluhan, hal lain juga dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah sumber informasi yang diterima akibat dari adanya penyuluhan Kesehatan bagi responden dari 14 responden menjadi 19 responden. Kata Kunci: Etilen Glikol, Dietilen Glikol, Toksisitas, Gagal Ginjal Akut, Sediaan Sirup  ABSTRACT Etlien Glycol (EG) and Diethylene Glycol (DEG) are organic compounds with the chemical formula C2H6O2 and C4H10O3, respectively. which is weakly acidic and is a clear liquid, practically odorless, and has a low viscosity and hygroscopic liquid with a sweet taste. As of December 5, 2022, there were 324 cases of acute renal failure with no known cause. Atypical progressive acute renal failure (GGAPA) is thought to be due to EG and DEG intoxication. Public knowledge level Indonesia regarding EG and DEG contamination cases is important to prevent an increase in cases. This activity aims to measure the level of public understanding of the toxicity of Ethylene Glycol and Diethylene Glycol contamination in syrup preparations as one of the causes of Acute Kidney failure in Children and convey information on some syrups that are safe and dangerous for consumption and increase public awareness regarding syrup drugs that are often given to children. This community service method can be observed in the delivery of information and strengthening community who are wise in using syrup medicine through the stages of Socialization, Discussion and Evaluation. The results of this service show that 50% of the community has not received information through print media. However public knowledge about EG and DEG contamination in syrup preparations is classified as less. It can be concluded that this service activity has an impact or influence on the knowledge of the village community. on the knowledge of the village community. This can be proven that an increase in knowledge is taken from the average question answered by each respondent from 13.4 average questions answered, to 20.6 average questions answered by each respondent. each respondent from 13.4 average questions answered, to 20.6 average questions answered correctly by respondents who attended counseling. questions answered correctly by respondents who attended the counseling, another thing is also evidenced by the increase in the number of sources of information. also evidenced by an increase in the number of sources of information received as a result of health counseling for respondents from 14 respondents to 19 respondents. Keywords: Ethylene Glycol, Diethylene Glycol, Toxicity, Acute Kidney Injury, Syrup
Pelatihan dan Pendampingan Kader Kesehatan tentang Latihan Syukur Berbasis E-Modul dalam Pengendalian Gula Darah Diabetes Raharjo, Setio Budi; Fazdria, Fazdria; Husaini, Muhammad; Sulistiany, Eva; Elfida, Elfida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15523

Abstract

ABSTRAK Ketidaktahuan tentang diabetes melitus tipe 2 (DMT-2) yang terjadi dan keterlambatan merespon terhadap perubahan tubuh akibat DMT-2 dapat menimbulkan dampak yang fatal. Upaya pencegahan sukunder bagi pasien DMT-2 melalui kader kesehatan diperlukan untuk  mengendalikan  dan  mengurangi resiko terjadinya komplikasi akibat DMT-2. Oleh karena itu, pelatihan dan pendampingan kader kesehatan tentang latihan syukur dalam pengendalian gula darah diabetes perlu diberikan. Kegiatan pemecahan  masalah dilaksanakan dengan pembuatan modul, pemberian pelatihan dan pendampingan. Hasil  kegiatan  didapatkan  10  orang dengan kategori prediabetes dengan rentang usia 45 sampai 65 tahun. Selain itu, pengetahuan  kader  kesehatan  meningkat  sebesar  58,5  %  dilihat  dari  rata-rata skor pretest 60,2 menjadi rata-rata skor posttest 95,43. Kemampuan latihan syukur pada kader kesehatan dan pasien DMT-2 juga mengalami kemajuan yang semula mereka belum mampu melakukan latihan syukur dan pada akhir kegiatan mereka memiliki insight positif yang didukung dengan hasil akhir pemeriksaan kadar gula darah sewaktu dengan rata-rata sebesar 154 ml/dl. Pelatihan dan pendampingan kader kesehatan efektif dalam meningkatan pengetahuan dan kemampuan pasien DMT-2 tentang latihan syukur berbasis e-modul dalam pengendalian gula darah diabetes sebagai upaya pencegahan sekunder dan mengurangi risiko komplikasi akibat DMT-2. Kata Kunci: DMT-2, Kader Kesehatan, Pelatihan, Pendampingan  ABSTRACT Ignorance about the occurrence of type 2 diabetes mellitus (DMT-2) and delays in responding to changes in the body due to DMT-2 can have fatal consequences. Secondary prevention efforts for DMT-2 patients through health cadres are needed to control and reduce the risk of complications due to DMT-2. Therefore, training and assistance to health cadres regarding gratitude exercises in controlling diabetes blood sugar needs to be provided. Problem solving activities are carried out by creating modules, providing training and mentoring. The results of the activity showed that there were 10 people in the prediabetes category with an age range of 45 to 65 years. Apart from that, health cadres' knowledge increased by 58.5%, from an average pretest score of 60.2 to an average posttest score of 95.43. The ability to practice gratitude among health cadres and DMT-2 patients also experienced progress from previously not being able to do gratitude exercises and at the end of the activity they had positive insight which was supported by the final results of checking blood sugar levels with an average of 154 ml/dl. Training and mentoring of health cadres is effective in increasing the knowledge and abilities of DMT-2 patients regarding e-module-based gratitude exercises in controlling diabetes blood sugar as a secondary prevention effort and reducing the risk of complications due to DMT-2.  Keywords: DMT-2, Health Cadres, Training, Mentoring

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue