cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,400 Documents
Peningkatan Kepemimpinan Instruksional melalui Hasil Desiminasi Penelitian Hariri, Hasan; Rusdiani, Atik; Perdana, Ryzal; Efendi, Ujang; Triantoro, Joko; Wahyudienie, Mentari Bela; Sucitra, Diah Ayu Sucitra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i11.17679

Abstract

ABSTRAK Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan serta kesiapan kepemimpinan instruksional kepala sekolah dalam meningkatkan komitmen dan budaya organisasi kepala sekolah dan kepuasan kerja guru SMA di Kota Bandar Lampung. Target khusus yang ingin dicapai adalah peserta dapat mengimplementasikan hasil desiminasi penelitian tentang gaya kepemimpinan instruksional sekolah. Metode yang akan digunakan untuk mencapai tujuan dan target di atas adalah (1) Kegiatan ceramah dan diskusi/tanya jawab tentang pentingnya pemahaman kepemimpinan instruksional, (2) Penyajian materi kepemimpinaan pendidikan khususnya kepemimpinan instruksional, komitmen organisasai, budaya organisasai, kepuasan kerja guru. (3) Memberikan pelatihan dengan menyajikan materi melalui tatap muka langsung mengenai kepemimpinan instruksional, (4) Memberikan pelatihan kepemimpinaan instruksional (5) melakukan pretest dan postest. Hasil dari pretest yaitu sebesar 80% dalam kategori belum memahami, akan tetapi pada hasil postest diperoleh skor rata-rata yaitu 90% meningkat dalam kategori baik. sehingga menunjukkan peserta didik dapat memahami materi pelatihan kepemimpinan instruksional bagi kepala sekolah SMA se Bandar Lampung dan diharapkan kepala sekolah dapat mengimplementasikan gaya kepemimpinan instruksional untuk meningkatkan komitmen dan budaya organisasi dan kepuasan kerja guru.   Kata kunci: Pelatihan, Kepemimpinan Instruksional  ABSTRACT The purpose of this service activity is to provide understanding and knowledge, as well as to prepare the instructional leadership of school principals in enhancing the commitment and organizational culture of school principals and the job satisfaction of high school teachers in Bandar Lampung City. The specific target to be achieved is that participants can implement the results of the research dissemination on school instructional leadership styles. The methods that will be used to achieve the above goals and targets are (1) lectures and discussions/Q&A sessions about the importance of understanding instructional leadership, (2) presentation of material on educational leadership, specifically instructional leadership, organizational commitment, organizational culture, and teacher job satisfaction, (3) providing training by presenting material through face-to-face meetings on instructional leadership, (4) offering training on instructional leadership, and (5) conducting pretests and posttests. The result of the pretest was 80% in the category of not understanding, but in the posttest, an average score of 90% was obtained, indicating an improvement in the good category. This shows that the students can understand the training material on instructional leadership for high school principals in Bandar Lampung, and it is hoped that the principals can implement instructional leadership styles to enhance commitment, organizational culture, and teacher job satisfaction.  Keywords: Training, Instructional Leadership
Upaya Peningkatan Kompetensi Preseptor Penata Anestesi Melalui Pelatihan Preseptorship Model Suwandewi, Alit; Mariani, Mariani; Anggeriyane, Esme; Aprilia, Hanura; Marthuridy, Roly Marwan
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14865

Abstract

ABSTRAK Universitas Muhammadiyah Banjarmasin, sebagai salah satu institusi pendidikan kesehatan di Indonesia dan pertama kali di Kalimantan yang menyelenggarakan Program Studi Keperawatan Anestesiologi Program Sarjana Terapan. Salah satu keunggulan dari prodi ini adalah Keperawatan Anestesi Klinis sebagai keahlian dan menghasilkan penata pada level ahli, untuk mencapai keunggulan tersebut dalam menunjang pembelajaran perlu adanya bimbingan klinik sebagai sarana mahasiswa belajar agar kompetensi unggulan bisa tercapai. Pembelajaran klinik harus dilakukan oleh pembimbing klinik atau perceptor yang memiliki kapasitas dan kompetensi yang baik. Kompetensi mengajar dan keterampilan seorang pembimbing klinik atau preceptor menjadi pilar penting dalam pendidikan keperawatan anestesiologi. Model Preceptorship akan memandu perencanaan dan pelaksanaan prodsedur preceptorship dimulai dari struktur, proses, dan hasil pembimbing, serta saran-saran untuk meningkatkan preceptorship oleh pemangku kepentingan yang berbeda untuk meningkatkan efektifitasnya dalam klinis pendidikan keperawatan anestesiologi. Materi pada pelatihan preseptorship model yakni kebijakan pelatihan preceptorship, konsep dasar pembelajaran klinik, metode asuhan keperawatan anestesi/kepenataan anestesi, preceptorship model,  metode pembelajaran  klinik, dan metode penilaian pendidikan klinik serta simulasi bimbingan teknis.Pelatihan ini diikuti oleh Preceptor klinik yakni Rumah sakit yang telah berkerjasama dengan Univesitas Muhammadiyah Banjarmasin, baik RS negeri maupun RS Swasta dan dosen dilingkungan Fakultas Keperawatan dan Kesehatan dalam peningkatan kompetensi preseptor penata anestesi pada pelatihan preseptorship model ini didapatkan hasil pengetahuan pretest pengetahuan tinggi sebanyak 19 orang (56%) dan postest pengetahuan tinggi 34 orang (100%) yang dijawab oleh peserta  pelatihan. Hasil kegiatan dapat disimpulkan bahwa pengetahuan peserta berada pada katagori tinggi dan peserta sangat antusias karena mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam membimbing mahasiswa Kata Kunci: Pembelajaran Klinik, Peningkatan Kompetensi, Preseptorship Model  ABSTRACT University of Muhammadiyah Banjarmasin, as one of the health education institutions in Indonesia and the first time in Kalimantan to organize an Anesthesiology Nursing Study Program Applied Bachelor Program. One of the advantages of this study program is Clinical Anesthesia Nursing as expertise and producing stylists at the expert level, to achieve these advantages in supporting learning, clinical guidance is needed as a means for students to learn so that superior competencies can be achieved. Clinical learning must be carried out by clinical supervisors or perceptors who have good capacity and competence. Teaching competence and skills of a clinical supervisor or preceptor are important pillars in anesthesiology nursing education. The Preceptorship Model will guide the planning and implementation of the preceptorship process starting from the structure, process, and results of the supervisor, as well as suggestions for improving preceptorship by different stakeholders to increase its effectiveness in clinical anesthesiology nursing education. The material in the preceptorship model training is preceptorship training policy, basic concepts of clinical learning, anesthesia nursing care / anesthesia structuring methods, preceptorship models, clinical learning methods, and clinical education assessment methods and technical guidance simulations. This training was attended by Preceptor clinics, namely hospitals that have collaborated with the University of Muhammadiyah Banjarmasin, both state and private hospitals and lecturers within the Faculty of Nursing and Health in increasing the competence of anesthesiologist receptors in this model of preceptor preceptor obtained the results of high knowledge pretest knowledge as many as 19 people (56%) and high knowledge postest 34 people (100%) answered by training participants. The result of the activity can be concluded that the participants knowledge was in the higt category and the participants werw very enthusiastic because they hained knowledge and skill in guiding students. Keywords: Clinical Learning, Competency Improvement, Model Preceptorship
Edukasi Ibu Menyusui dalam Peningkatkan Pengetahuan Produksi ASI Secara Holistik di Rumah Bersalin Rosita Pekanbaru Ruspita, Rika; Rahmi, Rifa; Aifa, Wira Ekdeni; Tanberika, Fajar Sari; Rahmita, Hirza
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.16101

Abstract

ABSTRAK ASI adalah makanan terbaik untuk bayi. Air Susu Ibu khusus dibuat untuk bayi manusia. Kandungan gizi dari ASI sangat khusus dan sempurna serta sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang bayi (Maritalia 2017) Berdasarkan persentase ASI Eksklusif yang rendah memiliki dampak pada status gizi bagi bayi, bahwa prevalensi gizi buruk dan gizi kurang di Indonesia mencapai 15,2 %. Laporan Kinerja Kementerian Kesehatan pada tahun 2020, keberhasilan ASI Eksklusif di Indonesia tercatat sejumlah 66,1%. Provinsi Riau tercatat 78% keberhasilan ASI Eksklusif. Data tersebut menunjukkan bahwa secara nasional maupun provinsi Riau sendiri telah melebihi target ASI Eksklusif sebesar 40% (Kemenkes RI 2021) Pengabdian ini dilakukan sebagai upaya dalam peningkatan pengetahuan tentang produksi ASI secara holistik. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 07 Juli 2024 di Rumah berslain Rosita Pekanbaru, dengan pendekatan menggunakan metode ceramah, diskusi/Tanya jawab serta post test tentang Produksi ASI diperoleh hasil sebesar 96% peserta sudah memahami mengenai Produksi ASI. Kata Kunci: Edukasi, Ibu Menyusui, Peningkatan Produksi ASI ABSTRACT Breast milk is the best food for babies. Breast milk is specifically made for human babies. The nutritional content of breast milk is very special and perfect and is in accordance with the baby's growth and development needs (Maritalia 2017). Based on the low percentage of exclusive breast milk, it has an impact on the nutritional status of babies, the prevalence of malnutrition and malnutrition in Indonesia reaches 15.2%. The Ministry of Health's Performance Report in 2020, the success of exclusive breastfeeding in Indonesia was recorded at 66.1%. Riau Province recorded 78% success in exclusive breastfeeding. This data shows that nationally and in the province of Riau itself, it has exceeded the exclusive breastfeeding target of 40% (Ministry of Health of the Republic of Indonesia 2021). This service was carried out as an effort to increase knowledge about holistic breast milk production. This activity was carried out on July 7 2024 at the Rosita Nursing Home in Pekanbaru, with an approach using the lecture, discussion/question and answer method and post test on breast milk production. The result was that 96% of the participants understood breast milk production. Keywords: Education, Breastfeeding Mothers, Increasing Breast Milk Production
Sosialisasi Gizi Bagi Atlet Angkat Besi di Sentra Latihan Olahragawan Muda Potensial Nasional Semarang Putriningtyas, Natalia Desy; Cahyati, Widya Hary; Rahayu, Tandiyo; Rachmawati, Latifah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14861

Abstract

ABSTRAK Kemenpora RI menyusun program terobosan baru dalam mewujudkan atlet olimpiade melalui Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). Program DBON merangkul perguruan tinggi sebagai salah satu wadah dalam pembinaan atlet yang dikenal dengan Sentra Latihan Olahragawan Muda Potensial Nasional (SLOMPN). Salah satu tujuan SLOMPN adalah menyelenggarakan tata kelola atlet melalui sport science seperti fisiologi olahraga, performa fisik, biomekanika, psikologi, dan gizi secara komprehensif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi gizi olahraga yang berkaitan dengan bahan makanan, porsi makan, kudapan dan suplemen bagi atlet angkat besi. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian menggunakan sosialisasi, pendampingan dan edukasi gizi. Mitra pengabdian kepada masyarakat adalah para atlet angkat besi SLOMPN di Universitas Negeri Semarang (UNNES). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi dan edukasi gizi yang dilakukan terhadap para atlet mampu meningkatkan pengetahuan yang berkaitan dengan gizi olahraga, kudapan dan suplemen. Pengabdian ini juga diharapkan mampu meningkatkan ketrampilan para atlet dalam memilih makanan serta menerapkan porsi makan. Kesimpulan kegiatan pengabdian ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan para atlet SLOMPN UNNES yang berkaitan dengan bahan makanan, porsi makan, kudapan dan suplemen. Kata Kunci: Angkat Besi, Atlet, Gizi, Makanan  ABSTRACT Ministry of Youth and Sport of the Republic of Indonesia has developed a new breakthrough program in realizing Olympic athletes through the Great Design of National Sports (DBON). The DBON program embraces universities as one of the containers in athlete development known as the National Potential Young Athlete Training Center (SLOMPN). One of the goals of SLOMPN is to organize athlete governance through sports science such as sports physiology, physical performance, biomechanics, psychology, and nutrition comprehensively. This service activity aims to socialize sports nutrition related to food ingredients, meal portions, snacks and supplements for weightlifters. The method of implementing community service activities uses socialization, mentoring and nutrition education. The community service partners are weightlifters of SLOMPN at Universitas Negeri Semarang (UNNES). The results of the activity showed that the socialization and nutrition education activities carried out for athletes were able to increase knowledge related to sports nutrition, snacks and supplements. This service is also expected to improve the skills of athletes in choosing food and implementing meal portions. The conclusion of this service activity is that there is an increase in the knowledge of UNNES SLOMPN athletes related to food ingredients, meal portions, snacks and supplements. Keywords: Weightlifter, Athlete, Nutrition, Food
Pengabdian kepada Masyarakat Edukasi Anemia pada Remaja dalam Upaya Pencegahan Stunting Prastiwi, Ikha; Suriya, Melti; Setiawati, Noor Lusty Putri; Zuriati, Zuriati; Yusup, A. baharudin; Furqon, Muhammad; Putri, Kinanti Amelia; Karmila, Syifa Halida
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i8.15591

Abstract

ABSTRAK Anemia merupakan suatu keadaan dimana komponen di dalam darah yaitu hemoglobin dalam darah jumlahnya kurang dari kadar normal. Remaja putri memiliki risiko sepuluh kali lebih besar untuk menderita anemia dibandingkan dengan remaja putra.  Hal ini dikarenakan remaja putri mengalami menstruasi setiap bulannya dan sedang dalam masa pertumbuhan sehingga membutuhkan asupan zat besi yang lebih banyak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang Anemia dalam upaya pencegahan Stunting di SMK Bintang Harapan Cibarusah Kabupaten Bekasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu dimulai dengan tahap persiapan, pembagian tugas untuk tim pengabmas, pemberian edukasi, tahap pelaksanaan dilakukan dengan pemberian edukasi menggunakan dengan metode ceramah dan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab serta, tahap evaluasi dilakukan dengan menggunakan ceklist pre-test dan post test terhadap peningkatan pengetahuan terkait anemia dalam upaya pencegahan stunting. Hasil pre-test pengetahuan 27% dan post-test 67%. Kesimpulan adanya peningkatan pengetahuan remaja terhadap pencegahan stunting. Diharapkan adanya kerjasama lebih lanjut antara sekolah dan puskesmas setempat dalam hal pemeriksaan hemoglobin berkala dan pemberian tablet tambah darah sebagai tindakan pencegahan anemia dalam upaya pencegahan stunting. Kata Kunci: Anemia, Stunting, Hemoglobin  ABSTRACT Anemia is a condition in which the hemoglobin levels in the blood are lower than normal. Young women are ten times more likely to develop anemia compared to young men. This is because adolescent girls experience menstruation every month and are in a period of growth, which increases their need for iron intake. This community service activity aims to increase adolescents' knowledge about anemia in an effort to prevent stunting at SMK Bintang Harapan Cibarusah, Bekasi Regency. This community service activity is carried out through several stages, starting with the preparation stage, the division of tasks for the community service team, and providing education. The implementation stage involves delivering education using the lecture method, followed by discussions and Q&A sessions. The evaluation stage is conducted using a pre-test and post-test checklist to measure the increase in knowledge related to anemia and its prevention as a means to prevent stunting. The results showed that the knowledge pre-test scores were 27%, and the post-test scores were 67%. In conclusion, there was an increase in adolescent knowledge about stunting prevention. It is hoped that there will be further cooperation between schools and local health centers for periodic hemoglobin checks and the provision of iron supplement tablets as a preventive measure for anemia in efforts to prevent stunting. Keywords : Anemia, Stunting, Hemoglobin
Edukasi Persiapan Pranikah sebagai Upaya Kehamilan Sehat untuk Mencegah Stunting Sari, Cucuk Kunang; Sari, Kirana Candra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.15501

Abstract

ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan yang terjadi pada tumbuh dan kembang anak dikarenakan mengalami gizi buruk dan dapat berakibat pada fisik dan fungsional tubuh anak  yang dipengaruhi oleh tatanan ekonomi, pendidikan ibu dan pengetahuan tentang gizi, maupun sosial masyarakat. Perkawinan anak menjadi salah satu faktor pendongkrak tingginya angka stunting di Indonesia, sebanyak 30-35 persen kasus stunting pada anak dilahirkan oleh wanita yang menikah di usia muda, harus ada edukasi tentang kesehatan reproduksi yang baik dan mempersiapkan kehamilan yang sehat. Pendekatan tersebut perlu dilakukan sejak dini, termasuk persiapan psikologi dan ekonomi. Oleh karena itu persiapan pra nikah, memberi konseling pra nikah mencegah terjadinya stunting memberi pemahaman tentang kesehatan reproduksi. Pemerintah saat ini terus berupaya untuk mencapai target penurunan prevalensi stunting sesuai dengan sasaran dalam RPJMN 2020-2024 sebesar 14% pada akhir tahun 2024. Strategi Nasional Percepatan Pencegahan Stunting (Stranas Stunting) telah menetapkan remaja sebagai salah satu sasaran penting dalam upaya percepatan pencegahan stunting. Oleh karena itu, intervensi pada kelompok usia remaja, terutama remaja putri, merupakan salah satu intervensi utama yang harus dilakukan dalam pencegahan stunting. Tindakan yang perlu dilakukan dalam mengatasi tingginya prevalensi stunting yaitu pencegahan. Pencegahan stunting dilakukan melalui pendekatan gizi maupun non gizi, sasaran pentingnya perbaikan gizi dan kesehatan adalah remaja, calon pengantin, ibu hamil. Selama ini banyak orang yang kurang memahami pentingnya kondisi-kondisi pada masa sebelum terjadinya proses konsepsi (preconception phase), Sehingga para calon bapak dan ibu hanya berkonsetrasi pada persiapan proses kehamilan dan persalinan saja. Kehamilan yang sehat membutuhkan persiapan fisik dan mental dari setiap ibu, Perencanaan kehamilan yang sehat harus dilakukan sebelum masa kehamilan. Proses kehamilan yang direncanakan dengan baik maka akan berdampak positif pada kondisi calon ibu dan janin. Sehubungan dengan hal tersebut maka diperlukan Peningkatan Pengetahuan Tentang Persiapan Pranikah Sebagai Upaya Kehamilan Sehat Untuk Mencegah Stunting. Tujuan dari pengabdian ini adalah Meningkatkan pengetahuan remaja tentang persiapan pranikah sebagai upaya kehamilan sehat mencegah stunting, Meningkatkan pengetahuan remaja tentang edukasi Kesehatan reproduksi remaja, Memberikan Gambaran remaja tentang persiapan pranikah sebagai upaya kehamilan sehat mencegah stunting. Kata Kunci: Stunting, Gizi, Kehamilan ABSTRACT Stunting is a problem that occurs in children's growth and development due to poor nutrition and can have an impact on the child's physical and functional body which is influenced by the economic order, mother's education and knowledge about nutrition, as well as social society. Child marriage is one of the factors driving the high rate of stunting in Indonesia, as many as 30-35 percent of cases of stunting in children are born to women who marry at a young age. There must be education about good reproductive health and preparing for a healthy pregnancy. This approach needs to be carried out from an early age, including psychological and economic preparation. Therefore, pre-marital preparation, providing pre-marital counseling to prevent stunting provides an understanding of reproductive health. The government is currently continuing to strive to achieve the target of reducing the prevalence of stunting in accordance with the target in the 2020-2024 RPJMN of 14% by the end of 2024. The National Strategy for Accelerating Stunting Prevention (Stranas Stunting) has designated teenagers as one of the important targets in efforts to accelerate stunting prevention. Therefore, intervention in the adolescent age group, especially adolescent girls, is one of the main interventions that must be carried out in preventing stunting. Actions that need to be taken to overcome the high prevalence of stunting are prevention. Stunting prevention is carried out through nutritional and non-nutrition approaches, the important targets for improving nutrition and health are teenagers, prospective brides and pregnant women. So far, many people do not understand the importance of the conditions before the conception process (preconception phase), so that prospective fathers and mothers only concentrate on preparing for the pregnancy and childbirth process. A healthy pregnancy requires physical and mental preparation from every mother. Healthy pregnancy planning must be done before pregnancy. A well-planned pregnancy process will have a positive impact on the condition of the mother and fetus. In connection with this, it is necessary to increase knowledge about premarital preparation as an effort for a healthy pregnancy to prevent stunting. The aim of this service is to increase teenagers' knowledge about premarital preparation as an effort for healthy pregnancies to prevent stunting, to increase teenagers' knowledge about adolescent reproductive health education, to provide an overview of teenagers about premarital preparations as an effort for healthy pregnancies to prevent stunting. Keywords: Stunting, Nutrition, Pregnancy
Pendampingan Pembuatan Sabun dan Lilin Aromaterapi pada Kader PKK Desa Takuti Kecamatan Mataraman Susiani, Eka Fitri; Rahmiati, Nur; Nazaruddin, Muhammad; Muslim, M.
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.17441

Abstract

ABSTRAK Desa Takuti merupakan salah satu desa di Kecamatan Mataraman yang memiliki potensi untuk dilakukan pengembangan produk berbasis minyak atsiri dari tanaman sereh. Pada kegiatan sebelumnya telah dilakukan penyuluhan dan demonstrasi pengambilan minyak atsiri secara destilasi dengan sasaran warga masyarakat desa. Pada kegiatan pendampingan ini menyasar kader PKK Desa Takuti yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kader PKK dalam membuat sediaan sabun dan lilin aromaterapi sehingga dapat meningkatkan kreativitas UMKM setempat. Metode kegiatan terdiri dari 3 tahapan yaitu tahap persiapan berupa perizinan, tahap pelaksanaan yang diawali dengan penyerahan dan perakitan alat destilasi kemudian dilanjutkan dengan pendampingan kelompok dalam pembuatan sabun dan lilin aromaterapi, lalu tahap terakhir yaitu evaluasi berupa pengisian kuesioner pretest dan postest. Hasil dari kegiatan ini yaitu dihasilkannya produk sabun dan lilin aromaterapi serta adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader PKK. Kegiatan pendampingan terhadap kader PKK Desa Takuti berjalan lancar dengan nilai hasil kuesioner kepuasan peserta sebesar 97%.                                                                                        Kata Kunci: Desa Takuti, Sabun, Lilin Aromaterapi, Destilasi, Minyak Atsiri ABSTRACT Takuti Village is one of the villages in Mataraman District that has the potential to develop essential oil-based products from lemongrass plants. In previous activities, outreach and demonstrations on the extraction of essential oils by distillation were carried out targeting village residents. This mentoring activity targets PKK cadres in Takuti Village with the aim of increasing the ability of PKK cadres in making aromatherapy soap and candles so that they can increase the creativity of local micro, small, and medium enterprises. The activity method consists of 3 stages, namely handing over and assembling the distillation equipment, group assistance in making aromatherapy soap and candles, and filling out the pretest and posttest questionnaires. The results of this activity are the production of aromatherapy soap and candle products as well as increasing the knowledge and skills of PKK cadres. Mentoring activities for Takuti Village PKK cadres went smoothly with a participant satisfaction questionnaire score of 97%. Keywords: Takuti Village, Soap, Aromateraphy Candles, Distillation, Esential Oils
Pendidikan Kesehatan Pola Makan Teratur dan Peran Makanan Menjadi Landasan Terapi Kesehatan Mental “Sehat Pencernaan Sehat Otak” Purnama, Dadang; Witdiawati, Witdiawati; Setiawan, Setiawan; Muttaqin, Zaenal
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.13472

Abstract

ABSTRAK  Otak manusia sebagai pusat pengaturan mental tersusun atas material nutrisi esensial yang tidak dapat disintesis oleh tubuh. Kesehatan otak tentu menjadi kunci dalam kesehatan mental, karena pusat aktivitas mental berada di otak. Sehingga peran makanan menjadi urgensi dalam mengontrol kesehatan mental dan berelasi dengan kesehatan usus atau pencernaan. Kesehatan pencernaan dan kesehatan mental merupakan hal yang harus sejalan dalam kehidupan manusia untuk menjamin produktifitas pada setiap individu. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya pola makan teratur untuk menjaga kesehatan pencernaan berelasi dengan kesehatan mental. Metode kegiatan dengan ceramah dan diskusi. Sasaran pelaksanaan edukasi adalah siswa-siswi kelas 12 MAN 1 Garut berjumlah 31 orang siswa. Hasil kegiatan menunjukan 71% siswa sering mengalami stress dan 29% sangat sering.  Koping stress yang dilakukan 29% dengan cerita bersama teman, 25,8 % makan, 19,4% tidur, dan sisa aktivias lain seperti jalan-jalan, bermain, dan beroda atau ritual spiritual lainnya. Berdasarkan data pola makan pokok ditemukan 32,3% hanya makan 1 kali sehari, 51,6% 2 kali sehari, hanya 16,1% makan 3x sehari, dan 0% dengan pola makan lebih dari 3 kali sehari. Pretest dan post test menunjukan perubahan yang signifikan. Kesimpulan. Perubahan perilaku pola makan teratur dapat membantu kesehatan mental sehingga meningkatkan kualitas Kesehatan siswa. Kata Kunci: Pola Makan Teratur, Kesehatan mental  ABSTRACT The human brain as the center of mental regulation is composed of essential nutritional materials that cannot be synthesized by the body. Brain health is certainly key in mental health, because the center of mental activity is in the brain. So that the role of food becomes an urgency in controlling mental health and is related to intestinal or digestive health. Digestive health and mental health are things that must be in line in human life to ensure productivity in each individual. The purpose of this service activity is to increase knowledge about the importance of a regular diet to maintain digestive health related to mental health. Method of activity with lectures and discussions. The target of the education implementation is 31 students of grade 12 MAN 1 Garut. The results showed that 71% of students experienced stress frequently and 29% very often.  29% coped with stories with friends, 25.8% ate, 19.4% sleep, and the rest of other activities such as walking, playing, and wheeling or other spiritual rituals. Based on basic diet data, it was found that 32.3% only ate 1 meal a day, 51.6% 2 times a day, only 16.1% ate 3x a day, and 0% ate more than 3 times a day. Pretest and post test showed significant changes. Conclusion. Changes in regular dietary behavior can help mental health thereby improving the quality of student health.  Keywords: Regular Diet, Mental Health
Manajemen Luka Kaki Diabetik dengan Penggunaan Silver dan Hydrogel sebagai Balutan Primer Hidayat, Rizki; Naziyah, Naziyah; Masdiana, Masdiana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i10.15278

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Masalah luka kaki diabetik lebih sering terjadi pada penderita diabetes melitus. Lamanya penderita DM menderita penyakit tersebut, kadar gula darah (HbA1c), obesitas, neuropati sensorik, kalus, pola makan, aktivitas fisik, perawatan kaki, dan komponen spiritual merupakan beberapa variabel yang mungkin berkontribusi terhadap terjadinya luka kaki diabetik. Komplikasi luka kaki diabetik  menjadi masalah karena apabila perwatan luka yang diberikan tidak dapat meningkatkan proses penyembuhan luka maka akan terjadi amputasi. Perawatan luka membutuhkan balutan yang tepat untuk menciptakan suasana kelembapan sehingga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Saat ini teknik perawatan luka dikenal dengan sebutan perawatan luka modern yang dikenal dengan konsep perawatan luka dengan mengoptimalkan lingkungan lembab pada luka. Luka kaki diabetik dengan kondisi critical colonization membutuhkan balutan primer yang mampu menatalaksana mikroorganisme asing pada luka. Tujuan: penggunaan silver dan Hydrogel untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Metode Penelitian: Case Study.  Kesimpulan: Dengan menggunakan silver dan hydrogel sebagai balutan primer pada luka kaki diabetik mempercepat proses penyembuhan luka. Kata Kunci: Luka Kaki Diabetik, Silver dan Hydrogel  ABSTRACT Introduction: Diabetic foot ulcers are more common in people with diabetes mellitus. The length of time DM sufferers suffer from the disease, blood sugar levels (HbA1c), obesity, sensory neuropathy, callus, diet, physical activity, foot care, and spiritual components are several variables that may contribute to the occurrence of diabetic foot ulcer. Complications of diabetic foot ulcer are a problem because if the wound care provided cannot improve the wound-healing process, amputation will occur. Wound care requires the right dressing to create a moist atmosphere so that it can help speed up the wound healing process. Currently, wound care techniques are known as modern wound care, which is known as the concept of wound care by optimizing the moist environment in the wound. Diabetic foot ulcer with critical colonization require a primary dressing that can treat foreign microorganisms in the wound. Purpose: use of silver and Hydrogel to speed up the wound healing process. Research Method: Case Study. Conclusion: Using silver and hydrogel as a primary dressing for diabetic foot wounds speeds up the wound healing process. Keywords: Diabetic Foot Ulcer, Silver, Hydrogel
Peduli Keselamatan Remaja: Ajak Mereka Menuju Lalu Lintas yang Aman Kurniawan, Kurniawan; Khoirunnisa, Khoirunnisa; Nugraha, Puput
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i6.14691

Abstract

ABSTRAK Wilayah Pangandaran sebagai destinasi wisata yang populer seringkali mengakibatkan kejadian kecelakaan lalu lintas pada remaja. Kurangnya kesadaran keamaan berkendara pada remaja di wilayah pangandaran menjadi penyebab utama kecelakaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran remaja terhadap pentingnya keselamatan saat berkendara. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode luring berupa sosialisasi pengajaran didaktik. Instrumen yang digunakan yaitu soal-soal pertanyaan tentang materi keselamat berkendara. Hasil dari kegiatan PKM ini diantaranya yaitu: Peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja terkait pentingnya kesadaran keselamatan berkendara, dengan hasil rata rata nilai pre test (8,66) dan post test (9,27). Kegiatan sosialisasi ini dinilai cukup cukup efektif dalam peningkatan pengetahuan Siswa/siswi di SMPN 1 Parigi. Strategi ini dapat dilakukan dalam skala yang lebih luas di Kabupaten Pangandaran untuk menekan angka kejadian kecelakaan lalu lintas pada remaja. Kata Kunci: Keamanan, Keselamatan, Lalu luntas, Remaja  ABSTRACT Pangandaran area as a popular tourist destination often results in traffic accidents among teenagers. Lack of awareness of safe driving among teenagers in the Pangandaran area is the main cause of accidents. This community service activity (PKM) aims to increase teenagers' awareness of the importance of safety when driving. This community service was carried out with an offline method in the form of didactic teaching socialization. The instruments used are questions about driving safety material. The results of this PKM activity include: Increased knowledge and awareness of adolescents regarding the importance of driving safety awareness, with the average pre test score (8.66) and post test (9.27). This socialization activity is considered effective enough to increase the knowledge of students at SMPN 1 Parigi. This strategy can be implemented on a wider scale in Pangandaran Regency to reduce the number of traffic accidents among teenagers. keywords: Safety, Security, Teenagers, Traffic

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue