cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,534 Documents
Penyuluhan dan Pemeriksaan Kesehatan: Upaya Skrining Penyakit Tidak Menular di Desa Neglasari, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung Herawati, Irma Erika; Pradana, Eky Septian; Rusmana, Wempi Eka; Tristiyanti, Deby; Fauzi, Novi Irwan; Puspita, Falerina; Fathurrahman, M. Hilmi; Sari, Nia Kurnia; Ulfah, Maria; Legowo, Wahyu Priyo; Sundalian, Melvia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.23564

Abstract

ABSTRAK Kesehatan merupakan aspek fundamental dalam kehidupan manusia yang perlu senantiasa dijaga serta diperhatikan.  Penyakit tidak menular (PTM) saat ini merupakan masalah dalam kesehatan yang menyebabkan keprihatinan nasional dan global. Yang termasuk ke dalam PTM dan penyebab morbiditas dan mortalitas di Indonesia seperti hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit jantung koroner. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk melakukan penyuluhan dan skrining kesehatan terhadap penyakit diabetes melitus, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai PTM. Metode yang digunakan adalah pemeriksaan berat badan, tekanan darah, kadar glukosa darah sewaktu, penyuluhan mengenai penyakit diabetes mellitus dan hipertensi melalui flyer, juga pemeriksaan kesehatan oleh dokter, disertai pemberian informasi obat oleh apoteker. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada hari sabtu, 13 September 2025 di tempat mitra yaitu Apotek Walitama yang dihadiri oleh 100 peserta. Hasil skrining kesehatan yang dilakukan, terdapat 49 peserta yang menderita hipertensi dan 4 orang yang menderita diabetes melitus.  Dari kegiatan skrining kesehatan didapatkan hasil pemeriksaan tekanan darah dan kadar glukosa sewaktu dengan hasil sebagian besar adalah normal. Semua peserta merasakan manfaat dari kegiatan skrining penyakit tidak menular, sehingga tujuan skrining kesehatan sebagai upaya peningkatan kesadaran terhadap penyakit tidak menular dapat tercapai. Kata Kunci: Skrining, Kesehatan, Diabetes, Hipertensi .  ABSTRACT Health is a fundamental aspect of human life that needs to be constantly maintained and paid attention to. Non-communicable diseases (NCDs) are currently a health problem that causes national and global concern. Included in NCDs and causes of morbidity and mortality in Indonesia are hypertension, diabetes mellitus, and coronary heart disease. The purpose of this community service activity is to conduct health education and screening for diabetes mellitus, to increase public awareness about NCDs. The methods used are checking body weight, blood pressure, random blood glucose levels, education about diabetes mellitus and hypertension through flyers, as well as health checks by doctors, accompanied by the provision of drug information by pharmacists. This community service activity was carried out on Saturday, September 13, 2025 at a partner location, namely Walitama Pharmacy, which was attended by 100 participants. The results of the health screening carried out, there were 49 participants suffering from hypertension and 4 people suffering from diabetes mellitus. From the health screening activity, the results of blood pressure and random glucose levels were obtained with the results being mostly normal. All participants felt the benefits of non-communicable disease screening activities, so that the goal of health screening as an effort to increase awareness of non-communicable diseases could be achieved.  Keywords: Screening, Health, Diabetes, Hypertension.
Implementasi Perawatan Kaki Diabetes Melitus dengan Senam Kaki dan Perawatan Luka di Kelurahan Banyuurip Surabaya Damawiyah, Siti; Wijayanti, Lono; Nadatien, Ima
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.23632

Abstract

ABSTRAK Diabetes sering disebut “the great imitator”, yaitu penyakit yang dapat menyerang semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai keluhan. Penyakit ini timbul secara perlahan-lahan, sehingga seseorang tidak menyadari adanya berbagai perubahan dalam dirinya. Salah satu komplikasi yang menimbulkan permasalahan besar pada penderita diabetes adalah munculnya permasalahan pada kaki, dimana 85% kejadian amputasi pada kaki disebabkan karena komplikasi diabetes melitus. Penyebab munculnya komplikasi pada kaki penderita diabetes melitus merupakan akibat dari polineuropati simetris yang bermanifestasi klinis dengan munculnya penurunan sensasi tekanan pada kulit, getaran dan hilangnya reflek lutut pada penderita. Perawatan kaki pada penderita diabetes melitus perlu dilakukan sebagai upaya pencegahan terjadinya komplikasi lanjutan. Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang penatalaksanaan penyakit Diabetes Melitus dengan menerapkan senam kaki diabetes dan cara perawatan luka gangren secara benar. Metode pengabdian masyarakat yang dapat diberikan adalah memberikan penyuluhan kesehatan tentang penatalaksanaan penyakit diabetes mellitus dengan penerapan Diabetes Self Management Education (DSME), memberikan pelatihan tentang cara merawat luka gangrene dan senam kaki diabetes, melakukan pemeriksaan kadar gula darah darah acak/sewaktu. Evaluasi dilakukan menggunakan sesi tanya jawab serta observasi selama kegiatan berlangsung. Hasil menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan penderita diabetes melitus dan keluarga setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai penatalaksanaan penyakit diabetes melitus yang meliputi penerapan DSME serta perawatan luka gangren dan senam kaki. Pendidikan kesehatan ini sangat penting diberikan untuk menumbuhkan perilaku hidup sehat dan pencegahan kekambuhan penyakit secara dini dalam kehidupan sehari-hari. Diperlukan peran aktif masyarakat dan tenaga kesehatan dalam peningkatan pengetahuan masyarakat tentang penyakit diabetes mellitus dan penatalaksanaannya. Luaran dalam kegiatan ini menghasilkan artikel ilmiah, artikel media massa, video kegiatan, HKI serta bahan penyuluhan yang dapat direplikasi pada kegiatan serupa di wilayah lain. Kata Kunci: Perawatan Kaki Diabetes, Senam Kaki, Perawatan Luka ABSTRACT The disease progresses slowly, causing various symptoms. This disease develops gradually, so a person may not be aware of the changes. One major complication for diabetes sufferers is foot problems, with 85% of foot amputations being caused by complications of diabetes mellitus. The cause of foot complications in diabetes mellitus sufferers is symmetrical polyneuropathy, which manifests clinically as decreased sensation of pressure on the skin, vibration, and loss of knee reflexes. Foot care for diabetes mellitus sufferers is essential to prevent further complications. The goal of this community service activity is to increase public knowledge about the management of diabetes mellitus by implementing diabetic foot exercises and proper wound care for gangrene. Community service methods that can be implemented include providing health education on diabetes mellitus management through the implementation of Diabetes Self-Management Education (DSME), providing training on how to care for gangrenous wounds and diabetic foot exercises, and conducting random blood sugar tests. Evaluation was conducted using question- and-answer sessions and observations during the activities.Results showed an increase in the knowledge of diabetes mellitus patients and their families after receiving health education on diabetes mellitus management, which included the implementation of DSME, gangrenous wound care, and foot exercises.This health education is crucial for fostering healthy lifestyles and preventing early disease recurrence in everyday life. The active role of the community and healthcare professionals is needed to increase public knowledge about diabetes mellitus and its management. The outputs of this activity include scientific articles, media articles, activity videos, intellectual property rights (IPR), and educational materials that can be replicated in similar activities in other regions. Keywords: Diabetic Foot Care, Foot Exercises, Wound Care
Pemberdayaan Kader Kesehatan Mengenai Pemanfaatan Tanaman Kecombrang untuk Kesehatan Lansia di Desa Sempalwadak Kec. Bululawang Kab Malang Sugiyanto, Sugiyanto; Vinsur, Elizabeth Yun Yun; Anisyah, Luluk
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.24497

Abstract

ABSTRAK   Tanaman kecombrang (Etlingera elatior) memiliki potensi besar sebagai sumber antioksidan alami yang bermanfaat bagi kesehatan lansia, namun pemanfatannya oleh masyarakat di Desa Sempalwadak masih terbatas karena kurangnya pengetahuan mengenai cara pengolahan dan khasiatnya. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan kader kesehatan melalui edukasi dan pelatihan pemanfaatan tanaman kecombrang sebagai upaya peningkatan status kesehatan lansia. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan melalui metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi yang terbagi dalam tiga kali pertemuan. Evaluasi tingkat pengetahuan dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil kegiatan ini diikuti secara antusias oleh kader kesehatan desa Sempalwadak dengan tingkat kehadiran 90% dari total kader kesehatan 40, yaitu 36 kader pada pertemuan pertama, tingkat kehadiran 42,5% yaitu 17 kader pada pertemuan kedua, dan tingkat kehadiran 45% yaitu 18 kader pada pertemuan ketiga. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan sebesar 62,29%. Rata-rata nilai pengetahuan kader meningkat dari 5,18 pada saat pre-test menjadi 8,44 pada saat post-test. Kesimpulan pemberdayaan yang dilakukan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman kader kesehatan mengenai manfaat tanaman kecombrang bagi kesehatan lansia. Diharapkan kader kesehatan dapat meneruskan informasi tersebut kepada para lansia dan masyarakat luas di Desa Sempalwadak untuk mendukung pemanfaatan tanaman kecombrang bagi kesehatan. Kata Kunci: Kader Kesehatan, Kecombrang, Lansia, Sempalwadak, Pengetahuan.  ABSTRACT The torch ginger plant (Etlingera elatior) has great potential as a source of natural antioxidants that are beneficial for the health of the elderly, but its utilization by the community in Sempalwadak Village is still limited due to a lack of knowledge regarding processing methods and its benefits. The purpose of this community service activity aims to empower health cadres through education and training on the use of torch ginger plants as an effort to improve the health status of the elderly. The implementation of community service is carried out through lectures, discussions, and demonstrations which are divided into three meetings. Evaluation of the level of knowledge is carried out using pre-test and post-test instruments. The results of this activity were followed enthusiastically by the health cadres of Sempalwadak village with an attendance rate of 90% of the total 40 health cadres, namely 36 cadres at the first meeting, an attendance rate of 42.5% (17 cadres) at the second meeting, and an attendance rate of 45% (18 cadres) at the third meeting. The evaluation results show a significant increase in knowledge of 62.29%. The average knowledge score of cadres increased from 5.18 at the pre-test to 8.44 at the post-test. The empowerment program proved effective in increasing the understanding of health cadres regarding the benefits of the torch ginger plant for elderly health. It is hoped that health cadres will share this information with the elderly and the wider community in Sempalwadak Village to support the use of torch ginger for health. Keywords: Health Cadres, Torch Ginger, Elderly, Sempalwadak, Knowledge.
Hypertension Education and Complementary Therapy Using Pineapple Peel Extract Balm to Support Blood Pressure Control in the Elderly Palupi, Eva Riantika Ratna; Pamungkas, Indra Gilang; Kusuma, M. Iqbal Angga; Handayani, Fitri; Bunga, Dinda Nur Fajri Hidayati; Suprayogi, Suprayogi; Khoirot, Risyda Ma'rifatul; Sabiha, Febinda Azra
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.25201

Abstract

ABSTRACT Hypertension remains one of the most prevalent non-communicable diseases globally and in Indonesia. Interventions such as education combined with complementary therapies utilizing local wisdom (pineapple peel extract) have not been widely implemented, making them necessary to address the problem of hypertension in patients. This community service project aims to implement health education and the use of complementary therapies to support hypertension management in the community. Community service was conducted using health education methods combined with complementary therapy training based on local wisdom (pineapple peel extract balm) in Kalijati District, Subang. The education was provided for one day, while the pineapple peel extract balm was applied for seven days. Knowledge scores were measured before and after the health education, while blood pressure measurements were taken before and after the pineapple peel extract balm application. The results showed that there were positive changes in the knowledge of hypertension patients from 4.775 to 6.825 (Mean Difference: 2.05), systolic blood pressure from 145.15 to 143.25 (Mean Difference: 1.9), and diastolic pressure from 87.5 to 85.9 (Mean Difference: 1.6). This community service activity increases patient knowledge regarding hypertension and reduces both systolic and diastolic blood pressure. Keywords: Blood Pressure Management, Complementary and Alternative Medicine, Health Education, Hypertension, Pineapple Peel Extract Balm.
Aplikasi Bicara Pintar untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Siswa Tunarungu di Slb-B Ypac Palembang Desiani, Anita; Kesuma, Lucky Indra; Sartika, Diana Dewi; Padhil, Azmi Muhammad; Putri, Tyara Hestyani; Azzahra, Pasma; Muchlas, Ally; Prabudifa, Muhammad Yusuf; Setiawan, Ferdi; Naturatama, Dicky; Arsyad. H, Muhammad Iqbal
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.25071

Abstract

ABSTRAK Bicara Pintar merupakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang mendeteksi bahasa isyarat berdasarkan gambar, teks, dan suara yang diterapkan di SLB-B YPAC Palembang. Bicara Pintar mampu menerjemahkan dua arah antara bahasa isyarat SIBI dan BISINDO dengan bahasa Indonesia. Model YOLO yang digunakan pada aplikasi Bicara Pintar menunjukkan tingkat akurasi dan presisi mencapai 98,9%. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari survei ke lokasi, pengumpulan dataset, pengujian dan perbaikan, launching, sosialisasi, penerapan aplikasi dan evaluasi kegiatan. Penerapan aplikasi digunakan untuk pelatihan soft skill. Pengujian aplikasi dilakukan dengan melibatkan 15 siswa teman tuli dan teman dengar yang terdiri dari 5 guru dan peserta pengabdian. Hasil pengujian dari siswa tunarungu menunjukkan input gerakan ke teks akurasinya rata-rata 46,33% dan dari teks ke gerakan 92,66%. Hasil pengujian dari guru dan tim menunjukkan akurasi dari gerakan ke teks rata-rata 46% dan dari teks ke gerakan 95%. Selain itu dari angket kepuasan diperoleh 65% menyatakan aplikasi cukup membantu untuk pelatihan soft skill, 95% menilai sudah sangat baik dan mudah digunakan, dan 18% menyarankan penambahan kosakata. Hasil ini menunjukkan Bicara Pintar mampu meningkatkan kemampuan komunikasi teman tuli dengan teman dengar khususnya siswa tunarungu SLB-B YPAC. Kata kunci: Tunarungu, SLB, Bicara Pintar, Kesenjangan, Pendidikan.  ABSTRACT Bicara Pintar is an artificial intelligence application that detects sign language based on images, text, and sound, implemented in SLB-B YPAC Palembang. Bicara Pintar is capable of two-way translation between SIBI and BISINDO sign language and Indonesian. The YOLO model used in the application shows an accuracy and precision level of 98.9%. This activity consists of a site survey, data collection, testing and improvement, launching, socialization, implementation, and evaluation. The application is used for classroom learning and soft skills training. Application testing was carried out involving 15 deaf and hearing students, consisting of 5 teachers and a team. The results from deaf students showed an average accuracy of 46,33% from gesture to text and 92,66% vice versa. The results from teachers and the team showed an average accuracy of 46% from gesture to text and 95% vice versa. Furthermore, a satisfaction questionnaire showed that 95% stated that the application was helpful for teaching and learning, 65% stated that the application was helpful enough for soft skills training, 95% considered it excellent and easy to use, and 18% suggested adding vocabulary. These results indicate that the application can improve the communication of deaf friends with hearing friends, especially students at SLB-B YPAC. Keywords: Deaf, SLB, Bicara Pintar, Disparity, Education.
Hilirisasi Produk Olahan Hasil Tangkapan Ikan Berbasis Kearifan Lokal (Ikan Kembung Betelok) Dwibarto, Rendita; ansyah, Ardi; Hermawan, Iwan; Pati Rusli, Bagus Hattoh; Saputra, Danil Eko
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.23567

Abstract

ABSTRAK Tradisi dan kearifan lokal masyarakat yang dapat menjadi modal sosial dan pintu masuk untuk menunjang program pemerintah dalam mendukung peningkatan taraf hidup nelayan dan peningkatan pemanfaatan wilayah pesisir dalam usaha perikanan. Tujuan pelaksanaan kegiatan PKM Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat DPPM Kemdiktisaintek Tahun anggaran 2025 yaitu mewujudkan program SDG’S 3 dengan tujuan untuk menjamin kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakat nelayan. Metode yang digunakan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) DPPM Kemdiktisaintek Tahun 2025 adalah adalah metode partisipatif dimana kelompok/mitra juga turut berpartisipasi secara langsung dengan cara pelatihan dan pendampingan. Adapun hasil kegiatan PKM meliputi : Aspek Produksi (a) Penyuluhan Pentingnya dan Keuntungan menggunakan bahan baku ikan kembung untuk dibuatkan produk olahan. (b) Penyuluhan pembuatan produk olahan ikan menjadi makanan siap saji. Aspek Sosial Kemasyarakatan yaitu penyuluhan kandungan gizi sebagai altenatif makanan pada anak sebagai bahan makanan MP ASI. Aspek Pemasaran (a) Pelatihan dan keterampilan praktek pembuatan olahan ikan menjadi produk makanan siap saji, (b) Pemasaran produk secara konvensional dan via online/digital marketing, (c) Produksi dan Launching produk serta Packing atau kemasan produk.Kesimpulan dari kegiatan PKM yaitu perangkat desa menyambut baik kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, Pelaksanaan kegiatan PKM Di Dusun Tanjung Berikat berjalan dengan baik, hal ini ditandai dengan antusiasme warga dan rasa ingin tahu dari masyarakat pada saat kegiatan berlangsung, kegiatan PKM berupa penyuluhan dan pelatihan produksi olahan ikan kembung betelok mulai dari awal sampai akhir berjalan cukup baik dan lancar. Kata Kunci: Hilirisasi, Produksi, Pemasaran, Gizi.  ABSTRACT Traditions and local wisdom of the community can be social capital and an entry point to support government programs in supporting the improvement of the standard of living of fishermen and increasing the utilization of coastal areas in fisheries businesses. The purpose of implementing the Community-Based Empowerment Scheme PKM activities of the DPPM Kemdiktisaintek for the 2025 budget year is to realize the SDGs 3 program with the aim of ensuring health and welfare for fishing communities. The method used in the 2025 DPPM Kemdiktisaintek Community Service (PKM) activities is a participatory method where groups/partners also participate directly through training and mentoring. The results of the PKM activities include: Production Aspects (a) Counseling on the Importance and Benefits of using mackerel as raw material to make processed products. (b) Counseling on making processed fish products into ready-to-eat foods. The Social Aspect is counseling on nutritional content as an alternative food for children as a complementary food ingredient for breast milk. Marketing Aspects (a) Training and practical skills in making processed fish into ready-to-eat food products, (b) Marketing products conventionally and via online/digital marketing, (c) Production and product launching and packing or product packaging. The conclusion of the PKM activities is that the village apparatus welcomed the Community Service activities, the implementation of PKM activities in Tanjung Berikat Hamlet went well, this was marked by the enthusiasm of residents and curiosity from the community during the activity, PKM activities in the form of counseling and training in the production of processed betelok mackerel from beginning to end went quite well and smoothly. Keywords: Downstreaming, Production, Marketing, Nutrition.
Psikoedukasi dan Pemberdayaan Caregiver Rumah Singgah Dompet Dhuafa Malang Indari, Indari; Astuti, Apriyani Puji; M, Mustikha Wida; Putri, Nirra Riana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.23653

Abstract

ABSTRAK Pendamping pasien kanker (caregiver) memiliki peran penting dalam mendukung proses perawatan, namun beban fisik, emosional, sosial, serta kurangnya aktivitas positif sering menurunkan kualitas hidup dan kesehatan mental mereka. Kondisi ini juga terlihat pada caregiver di Rumah Singgah Dompet Dhuafa Malang yang mengalami kelelahan, kecemasan, dan tidak memiliki pengetahuan memadai dalam merawat pasien. Meningkatkan kesehatan mental dan kualitas hidup caregiver melalui program psikoedukasi dan pemberdayaan. Metode pelaksanaan mencakup analisis situasi, penyusunan materi, empat sesi psikoedukasi (pengkajian masalah, pelatihan perawatan pasien, manajemen stres, dan komunikasi asertif), serta pemberdayaan melalui pelatihan penanaman sayuran. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan caregiver, kemampuan merawat pasien kanker, keterampilan mengelola stres, serta terbentuknya aktivitas produktif yang membantu stabilitas emosional. Kesimpulan dari program ini adalah psikoedukasi dan pemberdayaan efektif dalam meningkatkan kualitas hidup caregiver. Diarahkan pada keberlanjutan program, peningkatan dukungan psikososial, dan monitoring berkala untuk memastikan peningkatan kesehatan mental caregiver. Kata Kunci: Psikoedukasi Caregiver, Pemberdayaan, Kesehatan Mental, Kualitas Hidup.  ABSTRACT Caregivers play an essential role in assisting cancer patients, yet physical, emotional, and social burdens often reduce their quality of life and mental well-being. Similar conditions were found among caregivers at the Dompet Dhuafa Shelter House in Malang, who frequently experience fatigue, anxiety, and limited knowledge in providing care. This program aimed to improve caregivers’ mental health and quality of life through psychoeducation and empowerment activities. The program included situation analysis, material preparation, and four psychoeducation sessions covering problem identification, caregiving skills, stress management, and assertive communication, followed by empowerment activities through vegetable planting training. The findings revealed improvements in caregivers’ knowledge, caregiving abilities, stress management skills, and engagement in productive activities that contributed to emotional stability. Psychoeducation and empowerment were effective in enhancing caregivers’ psychological well-being and quality of life. Keywords: Psychoeducation, Caregiver, Empowerment, Mental Health, Quality of Life
Program Konsumsi Obat Tambah Darah untuk Remaja di SMA Muhammadiyah 13 Jakarta Anggereni, Kustia; Indriaty, Julia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.25296

Abstract

ABSTRAK Anemia defisiensi besi tetap menjadi tantangan utama kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi yang masih tinggi di kalangan remaja sekolah. Data nasional menunjukkan bahwa proporsi anemia pada remaja putri belum mencapai terget penurunan yang diharapkan secara konsisten di seluruh wilayah perkotaan seperti Jakarta.Meningkatkan pemahaman siswa remaja putri mengenai anemia, dampak jangka panjang pada kesehatan, dan upaya meningkatkan angka kepatuhan konsumsi tambah darah di lingkungan sekolah. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan edukasi mengenai pencegahan kejadian anemia pada usia remaja dan program pemerintah dalam penanggulangan anemia pada usia remaja dan program pemerintah dalam penanggulangan anemia pada usia remaja yang dialkukan selama 1 hari. Kegiatan edukasi tentang pencegahan kejadian anemia pada usia remaja dan program pemerintah dalam penanggulangan anemia pada usia remaja kepada siswa kelas X, XI, XII di SMA Muhammadiyah 13 Jakarta telah terlaksana dengan baik. Selama kegiatan, siswa remaja putri sebagai peserta pengabdian kepada masyarakat sangat antusias terhadap materi yang diberikan. Kata Kunci: Tablet Tambah Darah, Remaja Putri, Anemia.  ABSTRACT Iron deficiency anemia remains a major public health challenge in Indonesia, with a high prevalence among school-age adolescents. National data shows that the proportion of anemia among adolescent girls has not consistently reached the expected reduction target across urban areas such as Jakarta. To increase adolescent female students' understanding of anemia, its long-term impact on health, and to improve adherence to iron supplementation in school settings. This community service was carried out by providing education on preventing anemia in adolescents and government programs to overcome anemia in adolescents which were carried out for 1 day. Educational activities on preventing anemia in adolescents and government programs to address anemia in adolescents for female students in grades X, XI, and XII at SMA Muhammadiyah 13 Jakarta have been implemented well. During the activity, the teenage students as participants were very enthusiastic about the material provided. Keywords: Iron Supplements, Teenage Female, Anemia.
Membangun Ekosistem dan Manfaat Implementasi Smart Office Technology: Sebuah Fenomena Transformasi Digital Panjaitan, Leonard Tiopan; Stefani, Stefani; Gunawan, Juniati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.23347

Abstract

ABSTRAK Efisiensi energi merupakan salah satu aspek penting dalam mewujudkan keberlanjutan di lingkungan industri. PT AD menunjukkan komitmennya dalam mendukung efisiensi energi, khususnya melalui pengelolaan penggunaan Air Conditioner (AC) yang lebih bijak. Sebagai solusi inovatif, teknologi smart office diterapkan dalam bentuk perangkat berbasis Internet of Things (IoT), yaitu Sonoff, untuk mengoptimalkan penggunaan AC. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendukung implementasi Green Productivity (GP) melalui pelatihan karyawan, pemasangan perangkat Sonoff, serta monitoring dan evaluasi konsumsi energi. Hasil implementasi menunjukkan adanya penurunan konsumsi energi AC serta peningkatan kesadaran dan partisipasi aktif karyawan dalam mendukung efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan. Selain memberikan dampak positif dari sisi teknis, program ini juga dinilai layak secara finansial. Analisis kelayakan teknis dilakukan melalui eco-mapping, process flow diagram, dan process detail untuk menggambarkan alur proses dan infrastruktur yang dibutuhkan. Sementara itu, analisis finansial menggunakan pendekatan Cost-Benefit Analysis (CBA) menunjukkan hasil yang menguntungkan, dengan nilai Return on Investment (ROI) dan Net Present Value (NPV) yang positif. Secara keseluruhan, program ini tidak hanya berkontribusi pada penghematan energi dan biaya, tetapi juga mendorong transformasi budaya kerja menuju praktik yang lebih berkelanjutan. Kata Kunci: Analisis Manfaat Biaya, Detail Proses, Diagram Alir Proses, Internet of Things, Pemetaan Lingkungan, Produktivitas Hijau, Sonoff.  ABSTRACT Energy efficiency is one of the important aspects in realizing sustainability in the industrial environment. PT AD shows its commitment in supporting energy efficiency, especially through managing the use of Air Conditioner (AC) more wisely. As an innovative solution, smart office technology is applied in the form of an Internet of Things (IoT) based device, Sonoff, to optimize the use of air conditioners. This community service program aims to support the implementation of Green Productivity (GP) through employee training, installation of Sonoff devices, and monitoring and evaluation of energy consumption. The implementation results showed a decrease in AC energy consumption as well as increased awareness and active participation of employees in supporting energy efficiency and environmental sustainability. In addition to having a positive impact from a technical perspective, this program is also considered financially feasible. Technical feasibility analysis was conducted through eco-mapping, process flow diagram, and process detail to describe the process flow and infrastructure needed. Meanwhile, financial analysis using the Cost-Benefit Analysis (CBA) approach showed favorable results, with positive Return on Investment (ROI) and Net Present Value (NPV) values. Overall, the program not only contributed to energy and cost savings, but also encouraged the transformation of work culture towards more sustainable practices. Keywords: Cost Benefit Analysis, Eco-mapping, Green Productivity, Internet of Things, Process Detail, Process Flow Diagram, Sonoff.
Pendampingan Atlet Sepak Bola Profesional untuk Membentuk Smart Healthcare Ecosystem and Community sebagai Upaya Mewujudkan Indonesia Lolos Piala Dunia Agustiyawan, Agustiyawan; Praptiningsi, Praptiningsi; Harfiani, Erna; Alamsyah, Nanang
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.23751

Abstract

ABSTRAK Pembinaan atlit usia muda merupakan fondasi penting dalam pengembangan sepak bola nasional untuk meningkatkan prestasi. Akan tetapi, pemain sepak bola muda Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan seperti kurangnya pemahaman tentang nutrisi atlet, kebugaran fisik, recovery, gaya hidup sehat, dan pencegahan cedera, yang berdampak pada performa, risiko cedera, serta durasi karier profesional. Pemanfaatan Internet of Things (IoT) dan pemberdayaan komunitas atlet muda dinilai mampu menjawab hambatan tersebut melalui pendekatan pemantauan dan edukasi yang lebih sistematis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas pemain sepak bola profesional muda terkait kebugaran fisik, mental dan gaya hidup sehat melalui pendampingan berbasis IoT dan metode ABCD. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan Asset-Based Community-driven Development(ABCD) melalui tahapan pemetaan aset, penyusunan program, penyuluhan, pendampingan atlet, pengembangan aplikasi IoT, dan evaluasi. Sebanyak 28 atlet muda mengikuti penyuluhan, demonstrasi, diskusi, dan pengisian pre-testserta post-test menggunakan skala Likert. Pre-test menunjukkan tingkat pemahaman berada pada kategori cukup (mean 2.68–3.10). Setelah penyuluhan dan pendampingan, hasil post-test menunjukkan peningkatan pada seluruh variabel dengan rerata pengetahuan menjadi: nutrisi atlet (3.38), pencegahan cedera (3.87), recovery (3.55), kebugaran fisik (3.77), dan gaya hidup (3.89). Peningkatan terbesar terjadi pada pencegahan cedera dan gaya hidup sehat. Pendampingan atlet muda berbasis komunitas dengan dukungan IoT terbukti efektif meningkatkan pengetahuan fundamental yang menunjang performa, kesehatan, dan karier profesional atlet. Model smart healthcare ecosystem and community ini dapat menjadi inovasi strategis dalam pembinaan atlet muda Indonesia untuk meningkatkan prestasi dan memperkuat pondasi pemain lokal masa depan. Kata Kunci: Atlet Muda, Iot, Kebugaran Fisik, Gaya Hidup, Pemberdayaan.  ABSTRACT Youth athlete development is a crucial foundation for national soccer development and enhanced performance. However, young Indonesian soccer players still face several challenges, such as a lack of understanding of athlete nutrition, physical fitness, recovery, healthy lifestyles, and injury prevention, which impact performance, injury risk, and the duration of their professional careers. The use of the Internet of Things (IoT) and the empowerment of young athlete communities are considered capable of addressing these challenges through a more systematic monitoring and education approach. This activity aims to improve the understanding and capacity of young professional soccer players regarding physical and mental fitness, and a healthy lifestyle through IoT-based mentoring and the ABCD method. The activity was implemented using an Asset-Based Community-Driven Development (ABCD) approach, including asset mapping, program development, outreach, athlete mentoring, IoT application development, and evaluation. A total of 28 young athletes participated in outreach, demonstrations, discussions, and completed pre- and post-tests using a Likert scale. The pre-test showed a level of understanding in the sufficient category (mean 2.68–3.10). After counseling and mentoring, post-test results showed improvements in all variables, with average knowledge scores of: athlete nutrition (3.38), injury prevention (3.87), recovery (3.55), physical fitness (3.77), and lifestyle (3.89). The greatest improvements occurred in injury prevention and healthy lifestyle. Community-based mentoring of young athletes supported by IoT has proven effective in increasing fundamental knowledge that supports athletes' performance, health, and professional careers. This smart healthcare ecosystem and community model can be a strategic innovation in the development of young Indonesian athletes to improve performance and strengthen the foundation of future local players. Keywords: Young Athletes, Iot, Physical Fitness, Lifestyle, Empowerment

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue