cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,534 Documents
Pelatihan Soft Skills untuk Perawat tentang Discharge Planning dengan Metode Ideal Pada Pasien Ulkus Diabetikum Bratajaya, Cicilia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24781

Abstract

ABSTRAK Perencanaan pulang atau discharge planning dilakukan  perawat dalam memberikan informasi obat yang harus diminum, terapi yang perlu dijalankan di rumah, dan perawatan yang dilakukan di rumah kepada  pasien dan keluarganya. Permasalahan yang sering kali terjadi ketika discharge planning yang tidak dilakukan optimal oleh perawat dapat terjadi readmisi dimana pasien yang sudah pulang dari perawatan kembali lagi ke Rumah Sakit. Hal ini dapat terjadi ketika perawatan di rumah paska pulang perawatan Rumah Sakit tidak dilakukan dengan optimal oleh pasien dan keluarga pasien. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan soft skills untuk perawat tentang discharge planning dengan metode sistematik yaitu IDEAL (Include, Discuss, Educate, Assess, Listen) agar pasien dan keluarga dapat memberikan perawatan pasien ulkus diabetikum di rumah. Metode menggunakan pre dan post one group test, dimana peserta diberikan pelatihan pemberian discharge planning dengan teknik IDEAL. Setelah diberikan pelatihan nilai rata-rata meningkat 21,8% menjadi 7,62 dari nilai maksimal 10. Uji statistik menunjukkan Pelatihan soft skills untuk perawat tentang discharge planning dengan metode IDEAL pada pasien ulkus diabetikum memberikan pengaruh yang signifikan dalam peningkatan pengetahuan perawat (p-value 0.005). Pelatihan soft skills untuk perawat tentang discharge planning dengan metode IDEAL pada pasien ulkus diabetikum memberikan dampak positif bagi perawat sebagai tenaga kesehatan yang memberikan edukasi kesehatan perawatan di rumah.  Kata Kunci: Discharge Planning, Pemberdayaan Masyarakat, Perawat, Ulkus Diabetikum.  ABSTRACT Nurses are provide discharge planning to inform  patients and their families about medications and therapies to be administered at home. A common problem when discharge planning is not carried out properly is readmission, where patients return to the hospital after discharge. This can occur when post-discharge home care is not optimally managed by the patient and their family. This Community Service aims to provide soft skills training for nurses on discharge planning using the systematic method IDEAL (Include, Discuss, Educate, Assess, Listen) with the result that patients and their families could provide care for diabetic ulcer patients at home. The method uses a pre and post one group test, where participants are given training in providing discharge planning using the IDEAL Technique. After training 21.8% the average score increased by 7.62 from a maximum score of 10. This shows that soft skills training for nurses about discharge planning using the IDEAL method for diabetic ulcer patients has a significant impact on increasing nurses' knowledge (p-value 0.005).  Soft skills training for nurses on discharge planning using the IDEAL method for diabetic ulcer patients has a positive impact on nurses as health workers who provide health education on home care. Keywords: Discharge Planning, Community Empowerment, Nurses, Ulcus Diabeticum.
Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun sebagai Upaya Promotif dan Preventif Dipanti Asuhan Nur Azizah Belitung, Banjarmasin Barat Maulidiya, Rena; Maharani, Yona Faura; Khalilati, Noor; Zahratunnida, Zahratunnida; Putra, Zahra Ramadhan Ananda; Lina, Nur; Oktamawati, Rabiatul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24983

Abstract

ABSTRAK Cuci tangan pakai sabun (CTPS) merupakan salah satu perilaku hidup bersih dan sehat yang berperan penting dalam mencegah penularan penyakit menular, terutama pada kelompok anak yang tinggal di lingkungan hunian komunal seperti panti asuhan. Anak-anak panti asuhan termasuk kelompok rentan terhadap masalah kesehatan akibat keterbatasan pengetahuan dan kebiasaan higienis yang belum optimal. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak-anak Panti Asuhan Nur Azizah Belitung, Kecamatan Banjarmasin Barat, dalam menerapkan cuci tangan pakai sabun sebagai upaya promotif dan preventif. Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan, demonstrasi, dan praktik langsung CTPS dengan pendekatan partisipatif. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat pengetahuan peserta setelah intervensi, di mana sebagian besar peserta berada pada kategori pengetahuan baik. Kegiatan ini dapat disimpulkan efektif dalam meningkatkan pemahaman anak-anak terhadap pentingnya CTPS dan diharapkan dapat mendorong terbentuknya kebiasaan hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan. Disarankan agar edukasi CTPS dilakukan secara rutin dan terintegrasi dalam aktivitas sehari-hari panti asuhan. Kata Kunci: Cuci Tangan Pakai Sabun, Promosi Kesehatan, Pencegahan Penyakit, Panti Asuhan.  ABSTRACT Handwashing with soap (HWWS) is a clean and healthy lifestyle behavior that plays a crucial role in preventing the transmission of infectious diseases, especially among children living in communal living environments such as orphanages. Children in orphanages are particularly vulnerable to health problems due to limited knowledge and suboptimal hygiene habits. This Community Service activity aims to improve the knowledge and skills of children at the Nur Azizah Belitung Orphanage in West Banjarmasin District, in implementing handwashing with soap as a promotive and preventive measure. The methods used included health education, demonstrations, and hands-on practice of HWWS, using a participatory approach. Evaluation was conducted by measuring knowledge levels before and after the activity. The results showed a significant increase in participants’ knowledge levels after the intervention, with the majority of participants in the good knowledge category. This activity can be concluded aseffective in increasing children’s understanding of the importance of HWWS and is expected to encourage the development of sustainable clean and healthy lifestyle habits. It is recommended that HWWS education be conducted routinely and integrated into the orphanage’s daily activities. Keywords: Handwashing With Soap, Health Promotion, Disease Prevention, Orphanage.
Edukasi KB Implan untuk Meningkatan Pengetahuan dan Minat Wanita Usia Subur (WUS) di Puskesmas Sribhawono Devi, Melisa Rosiana; Wahyuni, Rini; Kristianingsih, Ani; Isnaini, Maulia; Dari, Wulan; Suliyanti, Eti; Hasiyati, Ratna; Setianingsih, Anjar Dewi; Emilia, Eva; Noviyana, Meta; Agustini, Agustini; Selvianasari, Santi; Nurhamidah, Nurhamidah; Puspitasari, Irma; Zuliasari, Wenny; Budiarti, Nana; Sari, Laila; Marliyani, Indah; Megawati, Megawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24859

Abstract

ABSTRAK Rendahnya penggunaan KB implan masih menjadi permasalahan di pelayanan kesehatan primer, termasuk di Puskesmas Sribhawono. Keterbatasan pengetahuan, persepsi negatif, dan kekhawatiran terhadap efek samping menjadi faktor yang memengaruhi rendahnya minat Wanita Usia Subur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan minat Wanita Usia Subur terhadap penggunaan KB implan melalui edukasi kesehatan partisipatif. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Sribhawono dengan melibatkan 30 Wanita Usia Subur berusia 15 sampai 49 tahun yang belum menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang. Intervensi edukasi dilakukan melalui ceramah, diskusi, tanya jawab, dan pembagian leaflet. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pretest dan posttest. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah edukasi, dengan nilai rata rata meningkat dari 57,83 menjadi 75,50 dan p value sebesar 0,000. Edukasi partisipatif dengan media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif terhadap KB implan sebagai metode kontrasepsi jangka panjang. Kata Kunci: KB Implan, Edukasi Kesehatan, Wanita Usia Subur, Pengabdian Masyarakat, Keluarga Berencana.  ABSTRACT Low utilization of implant contraception remains a challenge in primary health care services, including at Puskesmas Sribhawono. Limited knowledge, negative perceptions, and fear of side effects contribute to low acceptance among women of reproductive age. This community service activity aimed to increase knowledge and interest of women of reproductive age toward implant contraception through participatory health education. The activity was conducted at Puskesmas Sribhawono involving 30 women aged 15 to 49 years who were not using long term contraceptive methods. Educational interventions included lectures, discussions, question and answer sessions, and distribution of leaflets. Knowledge levels were measured using pretest and posttest questionnaires. Data were analyzed descriptively and using the Wilcoxon test. The results showed a significant increase in knowledge scores after the educational intervention, with the mean score increasing from 57.83 to 75.50 and a p value of 0.000. These findings indicate that participatory education using leaflet media effectively improves knowledge and encourages positive attitudes toward implant contraception. This activity supports efforts to increase the acceptance of longterm contraceptive methods in the community. Keywords: Implant Contraception, Health Education, Women of Reproductive Age, Community Service, Family Planning.
Program Noska : Pemberdayaan Keluarga dalam Deteksi Dini dan Pencegahan Sindrom Koroner Akut di Kelurahan Limo, Depok Anggraeni, Diah Tika; Rosaline, Mareta Dea; Wibowo, Iwan Sulistio; Alqasha, Adya; Regita, Fadhillah; Shabrina, Zata Ismah; Hidayatullah, Akmal Hidayatullah; Alawiyah, Saidah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.25005

Abstract

ABSTRAK Sindrom Koroner Akut (SKA) merupakan salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, dengan prevalensi 1,5% dan kontribusi signifikan terhadap tingginya angka mortalitas. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala awal dan tindakan pra-rumah sakit sering menyebabkan keterlambatan penanganan. Program “NOSKA” (Nol Kasus Nol Mortalitas SKA) dikembangkan sebagai upaya pemberdayaan keluarga dalam deteksi dini, pencegahan, dan penatalaksanaan awal SKA di Kelurahan Limo, Depok. Metode yang digunakan adalah penyuluhan kesehatan dengan pendekatan Participatory Action Research (PAR) berbasis edukatif-partisipatif, yang dilaksanakan melalui tahapan analisis situasi, pemberdayaan keluarga, dan evaluasi program menggunakan desain pre–post evaluation. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan pengetahuan keluarga mengenai faktor risiko, gejala, dan kesiapsiagaan menghadapi serangan jantung, dengan skor rata-rata meningkat dari 73,21 menjadi 95,92 (p = 0,000). Selain itu, 85% peserta mampu mengidentifikasi gejala awal SKA dengan benar berdasarkan observasi keterampilan. Temuan ini menunjukkan bahwa program NOSKA efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan kemampuan respons dini keluarga terhadap SKA. Program ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai model intervensi pencegahan berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Kata Kunci: Deteksi Dini, Pemberdayaan Keluarga,  Pencegahan, Sindrom Koroner Akut.  ABSTRACT Acute Coronary Syndrome (ACS) is one of the leading causes of mortality in Indonesia, with a prevalence of 1.5% and a substantial contribution to national death rates. Limited public knowledge regarding early symptoms and pre-hospital actions often results in delayed treatment. The “NOSKA” Program (Zero Cases Zero Mortality of ACS) was developed to empower families in the early detection, prevention, and initial management of ACS in Limo District, Depok. The method used is health education with an educational-participatory Participatory Action Research (PAR) approach, which is implemented through the stages of situation analysis, family empowerment, and program evaluation using a pre-post evaluation design.  Evaluation results showed a significant improvement in family knowledge regarding risk factors, symptoms, and preparedness for heart attack emergencies, with average scores increasing from 73.21 to 95.92 (p = 0.000). Additionally, 85% of participants were able to correctly identify early ACS symptoms based on observations from skill assessments.These findings indicate that the NOSKA program effectively enhances family knowledge, awareness, and early response capabilities related to ACS. The program demonstrates strong potential to be developed as a sustainable community-based prevention model. Keywords : Acute Coronary Syndrome, Early Detection, Family Empowerment, Prevention
Analisis Kualitas Implementasi Pelatihan Software Pvsyst untuk Peningkatan Kompetensi Siswa SMKN 1 Kemang Bogor Ferdyanto, Ferdyanto; Razi, Muhamad Alif; Armansyah, Armansyah; Hadi, Asfa Abiyu; Liemalasintasari, Liemalasintasari; Oktariadi, Seno; Fatahillah, Umar; Wati, Tiara Evidia; Setyarini, Putri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.23672

Abstract

ABSTRAK Peningkatan kebutuhan energi dan rendahnya pemanfaatan potensi energi surya di Indonesia menuntut penguatan kompetensi teknis pada bidang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini tujuannya untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan siswa SMKN 1 Kemang Bogor dalam perancangan sistem PLTS melalui pelatihan penggunaan software PVSyst. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan, pelatihan langsung, pre-test dan post-test, serta analisis kuesioner menggunakan pendekatan kualitatif dengan uji binomial dan skala Likert. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 67,21 menjadi 88,66 setelah pelatihan, serta penilaian positif terhadap efektivitas dan relevansi pelatihan. Dengan demikian, pelatihan PVSyst terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi siswa pada bidang Teknik Energi Terbarukan dan disarankan agar integrasi softwarePVSyst dijadikan bagian dari kurikulum pembelajaran Teknik Energi Terbarukan di SMKN 1 Kemang Bogor untuk menunjang kesiapan siswa menghadapi kebutuhan industri. Kata Kunci: PVSyst, PLTS, Simulasi, Pembelajaran, Energi Terbarukan. ABSTRACT The increasing demand for energy and the low utilization of solar energy potential in Indonesia require the strengthening of technical competencies in the field of Solar Power Plants (SPP). This community service activity aims to improve the understanding and skills of students at SMKN 1 Kemang Bogor in designing PLTS systems through training in the use of PVSyst software. The implementation methods include counseling, hands-on training, pre-tests and post-tests, and questionnaire analysis using a qualitative approach with binomial tests and a Likert scale. The results of the activity showed an increase in the average score from 67.21 to 88.66 after the training, as well as positive assessments of the effectiveness and relevance of the training. Thus, PVSyst training has proven to be effective in improving students' competencies in the field of Renewable Energy Engineering, and it is recommended that the integration of PVSyst software be made part of the Renewable Energy Engineering learning curriculum at SMKN 1 Kemang Bogor to support students' readiness to meet industry needs. Keywords: PVSyst, PV Systems, Simulation, Learning, Renewable Energy.
Pemberdayaan Caregiver dalam Mendukung Tingkat Keseimbangan Statis Lansia melalui Teknologi Geriatric Care di Yayasan Stroke Indonesia Yogyakarta Andini, Maudy Sulistyo; Wardhani, Riska Risty; Yuniarwati, Wika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24929

Abstract

ABSTRAK Stroke adalah pecahnya atau tersumbatnya pembuluh darah di otak yang menyebabkan terhentinya aliran darah ke jaringan otak, sehingga suplai oksigen dan nutrisi terganggu. Kondisi ini mengakibatkan kerusakan sel-sel otak secara cepat dan dapat menimbulkan berbagai gangguan neurologis, seperti kelemahan atau kelumpuhan anggota gerak, gangguan keseimbangan, gangguan bicara, serta penurunan kemampuan fungsional. Penyintas lansia stroke sering mengalami gangguan keseimbangan statis yang meningkatkan risiko jatuh dan keterbatasan aktivitas fungsional, sehingga memerlukan pendampingan caregiver yang terarah. Namun, proses pemeriksaan dan pemantauan keseimbangan di Yayasan Stroke Indonesia (YASTROKI) Yogyakarta masih dilakukan secara manual. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pemberdayaan caregiver melalui pelatihan penggunaan aplikasi Geriatric Care dalam meningkatkan kemampuan pendampingan dan keseimbangan lansia penyintas stroke. Metode yang digunakan adalah pre–post intervention study dengan melibatkan 30 caregiver dan 30 lansia. Caregiverdiberikan pelatihan penggunaan aplikasi, khususnya fitur pemeriksaan Single Leg Balance. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman caregiver sebesar 46,3% serta perbaikan kemampuan keseimbangan lansia yang ditunjukkan melalui peningkatan hasil Single Leg Balance setelah intervensi. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Geriatric Care efektif dalam mendukung pendampingan dan peningkatan keseimbangan lansia penyintas stroke di komunitas. Kata Kunci: Stroke, Lansia, Keseimbangan, Single Leg Balance, Caregiver, Aplikasi Geriatric Care.  ABSTRACT A stroke is a rupture or blockage of blood vessels in the brain that causes a cessation of blood flow to brain tissue, resulting in disruption of oxygen and nutrient supplies. This condition results in rapid damage to brain cells and can cause various neurological disorders, such as weakness or paralysis of the limbs, balance disorders, speech disorders, and decreased functional ability. Elderly stroke survivors often experience static balance disorders that increase the risk of falls and limited functional activities, so they require targeted caregiver assistance. However, the process of checking and monitoring the balance at the Indonesian Stroke Foundation (YASTROKI) Yogyakarta is still carried out manually. This community service aims to evaluate the effectiveness of caregiver empowerment through training on the use of the Geriatric Care application in improving the mentoring and balance skills of elderly stroke survivors. The method used was a pre-post intervention study involving 30 caregivers and 30 elderly people. Caregivers are given training on the use of the application, especially the Single Leg Balance check feature. Results showed an increase in caregiver understanding by 46.3% and an improvement in the balance ability of the elderly as shown through an increase in Single Leg Balance results after intervention. Thus, it can be concluded that the use of the Geriatric Care application is effective in supporting assistance and improving the balance of elderly stroke survivors in the community. Keywords: Stroke, Elderly, Balance, Single Leg Balance, Caregiver, Geriatric Care App
Pendampingan Keluarga Berduka Pasca Kematian Orang yang Dicintai Labu, Norbertus; Sengga, Fransiskus Yance; Mitha, Mathilde
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.25032

Abstract

ABSTRAK Kematian merupakan peristiwa alamiah yang pasti akan dialami oleh setiap orang yang pernah hidup. Hal ini disadari oleh manusia. Namun tidak semua orang dapat menerima peristiwa kematian dengan mudah, terutama kematian orang yang dicintai. Kematian meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Pengalaman kehilangan dan duka yang mendalam akibat kematian orang yang dicintai dialami juga oleh masyarakat di kota Ende, Flores. Pengalaman ini belum mendapat perhatian yang memadai dari aspek pendampingan psikologis, pendampingan spiritual dan dukungan sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dijalankan dalam empat tahap: sosialisasi pentingnya pendampingan psikologis, spiritual dan dukungan sosial kepada keluarga berduka, pelatihan pendampingan psikologis kepada para relawan, pendampingan kelompok dan pendampingan individual/pribadi. Kegiatan pendampingan ini, seperti diharapkan, dapat dilakukan secara berkelanjutan dan mendorong masyarakat serta pihak-pihak terkaitan untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan dukungan psikologis, spiritual dan sosial kepada keluarga-keluarga atau orang-orang yang mengalami kedukaan akibat kematian orang-orang yang mereka cintai. Kata Kunci: Keluarga Berduka, Pendampingan Psikologis, Dukungan Sosial.  ABSTRACT Death is a natural event that will inevitably be experienced by everyone who has ever lived, and this reality is recognized by human beings. However, not everyone is able to accept death easily, especially the death of a loved one. Death leaves profound grief for the family members left behind. Experiences of loss and deep sorrow due to the death of loved ones are also felt by the community in Ende City, Flores. These experiences have not yet received adequate attention in terms of psychological support, spiritual accompaniment, and social support. This community service activity was carried out in four stages: socialization on the importance of psychological and spiritual accompaniment as well as social support for bereaved families; training in psychological accompaniment for volunteers; group accompaniment; and individual or personal accompaniment. As expected, this accompaniment program can be implemented on a sustainable basis and encourage the community and related stakeholders to actively participate in providing psychological, spiritual, and social support to families or individuals experiencing grief due to the death of their loved ones. Keywords: Bereaved Families, Psychological Support, Social Support.
Optimalisasi Peran Kader PKK dan Posyandu dalam Pencegahan Kegawatdaruratan Hipertensi Khotimah, Nur Intan Hayati Husnul; Darajat, Agus Mi'raj; Widyawati, Widyawati; Jayanti, Tri Nur
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24097

Abstract

ABSTRAK Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan komplikasi serius apabila tidak ditangani dengan tepat. Kondisi kegawatdaruratan hipertensi kerap muncul tanpa gejala awal yang jelas, sehingga masyarakat sering kali tidak menyadari ancaman yang ada. Situasi ini menuntut adanya deteksi dini serta peningkatan kesiapsiagaan komunitas sebagai langkah preventif untuk menekan angka morbiditas dan mortalitas. Tingginya prevalensi hipertensi di RW 10 Kelurahan Binong, Kecamatan Batununggal, belum diimbangi dengan sistem penanganan darurat yang terstruktur. Kader PKK dan Posyandu sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan masih menghadapi keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam mendeteksi serta menangani kondisi darurat hipertensi. Metode: Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas kader melalui pelatihan intensif yang mencakup edukasi kesehatan, simulasi penanganan darurat, diskusi kelompok terarah, serta monitoring dan evaluasi berkala. Hasil: Kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pengetahuan kader (p = 0,000; uji Wilcoxon), dengan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 56 menjadi 88. Selain itu, terbentuk prosedur operasional penanganan darurat hipertensi yang aplikatif dan dapat diterapkan di tingkat komunitas. Kesimpulan: Intervensi ini menghasilkan kader yang lebih responsif dalam memberikan pertolongan pertama, sehingga berkontribusi pada penurunan risiko komplikasi serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kata Kunci: Hipertensi, Kegawatdaruratan, Kader PKK Posyandu, Edukasi, Simulasi.  ABSTRACT Introduction: Hypertension is a major public health issue that can lead to serious complications if not properly managed. Hypertensive emergencies often occur without clear initial symptoms, making communities less aware of the potential risks. This situation highlights the need for early detection and improved community preparedness as preventive measures to reduce morbidity and mortality. The high prevalence of hypertension in RW 10, Binong Village, Batununggal District, has not been supported by a structured emergency response system. PKK and Posyandu cadres, as the frontline of community health services, still face limitations in knowledge and skills to detect and manage hypertensive emergencies. Methods: This community service program aimed to strengthen cadre capacity through intensive training, including health education, emergency response simulations, focused group discussions, and regular monitoring and evaluation. Results: The program demonstrated a significant improvement in cadre knowledge (p = 0.000; Wilcoxon test), with the average knowledge score increasing from 56 to 88. In addition, an applicable standard operating procedure for hypertensive emergency management was successfully developed. Conclusion: This intervention produced cadres who are more responsive in providing first aid, thereby contributing to reduced risk of complications and improved community quality of life. Keywords: Hypertension, Emergency, PKK Posyandu Cadres, Education, Simulation.
Program Edukasi Pertolongan Pertama bagi Penderita Sinkop pada Siswa Kelas IX dengan Metode Ceramah dan Permainan Interaktif Wordwall di SMPN 2 Kumai Maharani, Yona Faura; Maulidiya, Rena; Nuzulan, Muhammad Naufal; Azizi, Muhammad Malfa Atalla; Khalilati, Noor
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24940

Abstract

ABSTRAK Sinkop atau pingsan merupakan kondisi hilangnya kesadaran sementara yang sering terjadi pada remaja usia sekolah dan membutuhkan penanganan pertolongan pertama yang tepat. Rendahnya pengetahuan siswa terkait penanganan sinkop dapat meningkatkan risiko cedera dan kesalahan tindakan awal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pertolongan pertama pada kasus sinkop di lingkungan sekolah. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kumai dengan melibatkan 30 siswa kelas IX. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan melalui ceramah menggunakan media PowerPoint dan permainan interaktif Wordwall. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah diberikan edukasi, ditandai dengan meningkatnya jumlah siswa pada kategori pengetahuan baik. Edukasi kesehatan dengan metode ceramah dan permainan interaktif Wordwall efektif dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang pertolongan pertama pada kasus sinkop. Kata Kunci: Sinkop, Pertolongan Pertama, Edukasi Kesehatan.  ABSTRACT Syncope is a temporary loss of consciousness caused by reduced cerebral blood flow and frequently occurs among school-aged adolescents. In the school setting, inadequate knowledge of first aid management for syncope may lead to improper handling and increase the risk of injury. This community service activity aimed to improve students’ knowledge regarding first aid management of syncope in the school environment. The activity was conducted at SMP Negeri 2 Kumai and involved 30 nainth-grade students. Health education was delivered through lectures using PowerPoint media and interactive learning with Wordwall games. Students’ knowledge levels were evaluated using pre-test and post-test questionnaires. The evaluation results showed a significant improvement in students’ knowledge after the educational intervention, indicated by an increase in the number of students classified as having good knowledge. Health education using lecture methods combined with interactive Wordwall games is effective in improving students’ knowledge of first aid management for syncope in schools. Keywords: Syncope, First Aid, Health Education.
Kesadaran Sosial Anggota PKK pada Pemenuhan Gizi Anak di Kelurahan Malabero Listriyani, Dwi; Nopianti, Heni; Himawati, Ika Pasca
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.25168

Abstract

ABSTRAK Kesadaran sosial dipahami sebagai pemahaman, kepedulian, dan tanggung jawab orang tua dalam memenuhi gizi seimbang bagi pertumbuhan anak. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesadaran sosial anggota PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) terhadap pemenuhan gizi anak di Kelurahan Malabero. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan focus grup discussion dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan teori kontruksi sosial Berger dan Luckmann. Data di olah melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran sosial orang tua beragam. Dari segi pemahaman, sebagian masih berpegang pada konsep Empat Sehat Lima Sempurna, sementara lainnya sudah memahami pedoman gizi seimbang. Dari segi sikap, ada yang peduli menyediakan makanan bergizi meski sederhana, namun ada juga yang permisif terhadap makanan instan. Dari segi praktik, sebagian keluarga menerapkan pola makan sehat, sedangkan lainnya hanya berfokus pada rasa kenyang. Perbedaan ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi dan pendidikan.PKK berperan penting sebagai wadah pertukaran informasi dan pembentukan empati sosial. Berdasarkan Teori Konstruksi Sosial Berger dan Luckmann, kesadaran gizi terbentuk melalui proses pertama, proses eksternalisasi, dimana individu melihat kenyataan sosial, lalu akan memahami sesuai dengan subjektif dirinya, kedua, proses objektivasi adalah interaksi dalam dunia intersubjektif yang di lembagakan atau mengalami proses intitusionalisasi. dan ketiga, proses internalisasi, dimana individu memiliki suatu pemahaman atau penafsiran secara langsung atas peristiwa objektiv sebagai pengungkapan makna. Dengan demikian, kesadaran sosial orang tua terhadap gizi anak merupakan hasil konstruksi sosial yang terus berkembang seiring meningkatnya pengetahuan dan partisipasi dalam kegiatan PKK Kata Kunci: Anak, Gizi, Interaksi Sosial, Kesadaran Sosial, Orang Tua, PKK, Malabero.  ABSTRACT Social awareness is understood as the knowledge, concern, and responsibility of parents in fulfilling balanced nutrition for their children’s growth. This study aims to analyze the social awareness of PKK (Family Welfare Empowerment) members regarding the fulfillment of children's nutrition in Malabero Village. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observation, documentation, and focus group discussions using purposive sampling. Data were analyzed using Berger and Luckmann’s theory of social construction. The analysis process consisted of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings show that parents’ level of social awareness varies. In terms of understanding, some parents still rely on the traditional concept of “Four Healthy Five Perfect,” while others have adopted the balanced nutrition guideline. In terms of attitudes, some parents show concern by providing nutritious meals even with limited resources, while others are more permissive toward instant or processed foods. In practice, some families implement healthy eating patterns, while others prioritize fullness over nutritional quality. These differences are influenced by economic conditions and educational background. PKK plays a significant role as a forum for exchanging information and fostering social empathy. Based on Berger and Luckmann’s Social Construction Theory, nutritional awareness is shaped through three processes. First, externalization, where individuals express their understanding of social reality based on subjective interpretation. Second, objectivation, where shared interactions in the intersubjective world become institutionalized or routinized. Third, internalization, where individuals adopt and interpret objective realities as personal meaning. Thus, parents’ social awareness of children’s nutrition is a socially constructed reality that continues to develop alongside increasing knowledge and participation in PKK activities. Keywords: Children, Nutrition, Social Interaction, Social Awareness, Parents, PKK, Malabero.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue