cover
Contact Name
M. Arifki Zainaro
Contact Email
m.arifkiz@yahoo.com
Phone
+6285366376666
Journal Mail Official
jka@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka No 27 Kemiling, Kota Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Kreativitas PKM
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 26150921     EISSN : 26226030     DOI : 10.3324
Core Subject : Health,
Jurnal Kreativitas Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) merupakan jurnal yang bertaraf nasional yang memiliki fokus utama pada pengaplikasian hasil penelitian dan ilmu-ilmu di bidang kesehatan yang dilakukan pada masyarakat dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Lingkup bidang pengabdian kepada masyarakat antara lain meliputi pelatihan, penyuluhan, pendidikan kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat berisi berbagai kegiatan penanganan dan pencegahan berbagai potensi, kendala, tantangan, dan masalah kesehatan yang ada di masyarakat. Pelaksanaan kegiatan pengabdian juga melibatkan partisipasi masyarakat dan mitra. Kegiatan pengabdian tersebut disusun dalam suatu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat. Tujuan dari publikasi jurnal ini adalah untuk menyebarluaskan pemikiran konseptual atau ide-ide yang telah dicapai di bidang kesehatan.
Articles 2,534 Documents
Aksi KKN (Kenali, Kendalikan, dan Nikmati) Kesehatan Kaki: Skrining Pad Berbasis Pemeriksaan ABPI pada Penyandang Diabetes di Kota Bogor Sakinah, Sri; Kamahi, Sri Wahyuni; Basri, Muhammad; Fajar Cahya, Mochamad Robby; Agus, Ilyas
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i3.24141

Abstract

ABSTRAK Penyandang diabetes di Kota Bogor memiliki risiko tinggi mengalami penyakit arteri perifer (PAD), namun deteksi dini masih jarang dilakukan karena keterbatasan pengetahuan dan fasilitas skrining. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan skrining PAD menggunakan metode Ankle Brachial Pressure Index (ABPI) serta tingkat pemahaman peserta mengenai pencegahan komplikasi kaki diabetes. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan kaki, demonstrasi perawatan kaki, skrining PAD dengan pemeriksaan ABPI, konseling individual, dan pelatihan membaca hasil ABPI pada 45 peserta penyandang diabetes di Posbindu/Posyandu Lansia dan Puskesmas di Kota Bogor.  Hasil menunjukkan bahwa dari 45 peserta, 28 orang memiliki nilai ABPI normal, 12 orang berisiko PAD sedang, dan 5 orang berisiko PAD berat yang kemudian dirujuk; selain itu, terjadi peningkatan pemahaman peserta mengenai perawatan kaki dan tanda bahaya PAD setelah kegiatan edukasi. Skrining ABPI efektif dalam mendeteksi risiko PAD secara dini dan penyuluhan meningkatkan pengetahuan peserta tentang pencegahan komplikasi kaki diabetes. Saran diberikan agar program ini diintegrasikan secara rutin di puskesmas dan Posbindu/Posyandu lansia untuk mendukung pencegahan komplikasi kaki diabetik di komunitas. Kata Kunci: Diabetes Mellitus, Penyakit Arteri Perifer (PAD), Ankle Brachial Pressure Index (ABPI), Skrining Kesehatan Kaki.  ABSTRACT People with diabetes in Bogor City were at high risk of developing peripheral artery disease (PAD); however, early detection was rarely conducted due to limited knowledge and screening facilities. This study aimed to examine the implementation of PAD screening using the Ankle Brachial Pressure Index (ABPI) method and to assess participants’ understanding of diabetic foot complication prevention. The methods included foot health education, foot care demonstration, PAD screening using ABPI, individual counseling, and training on reading ABPI results among 45 diabetic participants at Posbindu/Posyandu Lansia and Community Health Centers (Puskesmas) in Bogor City. Out of 45 participants, 28 had normal ABPI values, 12 were at moderate PAD risk, and 5 were at high PAD risk who were subsequently referred; additionally, participants’ understanding of foot care and PAD warning signs improved after the educational activities. ABPI screening was effective in detecting PAD risk early, and health education improved participants’ knowledge on preventing diabetic foot complications. It is recommended that this program be routinely integrated into Puskesmas and Posbindu/Posyandu Lansia to support community-based diabetic foot complication prevention. Keywords: Diabetes Mellitus, Peripheral Artery Disease (PAD), Ankle Brachial Pressure Index (ABPI), Foot Health Screening.
Hilirisasi Produk Olahan Hasil Tangkapan Ikan Berbasis Kearifan Lokal (Ikan Kembung Betelok) di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Lubuk Besar Dwibarto, Rendita; Ansyah, Ardi; Hermawan, Iwan; Pati Rusli, Bagus Hattoh; Saputra, Danil Eko
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.23221

Abstract

ABSTRAK Tradisi dan kearifan lokal masyarakat yang dapat menjadi modal sosial dan pintu masuk untuk menunjang program pemerintah dalam mendukung peningkatan taraf hidup nelayan dan peningkatan pemanfaatan wilayah pesisir dalam usaha perikanan. Tujuan pelaksanaan kegiatan PKM mewujudkan  program SDG’S 3 dengan tujuan untuk menjamin kesehatan dan kesejahteraan bagi masyarakat nelayan. Metode yang digunakan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) adalah adalah metode partisipatif dimana kelompok/mitra juga turut berpartisipasi secara langsung dengan cara pelatihan dan pendampingan. Adapun hasil kegiatan PKM meliputi : Aspek Produksi (a) Penyuluhan Pentingnya dan Keuntungan menggunakan bahan baku ikan kembung untuk dibuatkan produk olahan. (b) Penyuluhan pembuatan produk olahan ikan menjadi makanan siap saji. Aspek Sosial Kemasyarakatan yaitu penyuluhan kandungan gizi sebagai altenatif makanan pada anak sebagai bahan makanan MP ASI. Aspek Pemasaran (a) Pelatihan dan keterampilan praktek pembuatan olahan ikan menjadi produk makanan siap saji, (b) Pemasaran produk secara konvensional dan via online/digital marketing, (c) Produksi dan Launching produk serta Packing atau kemasan produk. Kesimpulan dari kegiatan PKM yaitu perangkat desa menyambut baik kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, Pelaksanaan kegiatan PKM Di Dusun Tanjung Berikat berjalan dengan baik, hal ini ditandai dengan antusiasme warga dan rasa ingin tahu dari masyarakat pada saat kegiatan berlangsung, kegiatan PKM berupa penyuluhan dan pelatihan produksi olahan ikan kembung betelok mulai dari awal sampai akhir berjalan cukup baik dan lancar. Kata Kunci: Hilirisasi, Produksi, Pemasaran, Gizi.  ABSTRACT Traditions and local wisdom of the community can be social capital and an entry point to support government programs in supporting the improvement of the standard of living of fishermen and increasing the utilization of coastal areas in fisheries businesses. The purpose of implementing PKM activities is to realize the SDGs 3 program with the aim of ensuring health and welfare for fishing communities. The method used in Community Service (PKM) activities is a participatory method where groups/partners also participate directly through training and mentoring. The results of PKM activities include: Production Aspects (a) Counseling on the Importance and Benefits of using mackerel as raw material to make processed products. (b) Counseling on making processed fish products into ready-to-eat food. Social Aspects, namely counseling on nutritional content as an alternative food for children as an MP ASI food ingredient. Marketing Aspects (a) Training and practical skills in making processed fish into ready-to-eat food products, (b) Marketing products conventionally and via online/digital marketing, (c) Production and Launching of products and Packing or product packaging. The conclusion of the PKM activity is that the village officials welcomed the Community Service activity, the implementation of the PKM activity in Tanjung Berikat Hamlet went well, this was marked by the enthusiasm of the residents and the curiosity of the community during the activity, the PKM activity in the form of counseling and training in the production of processed betelok mackerel from beginning to end went quite well and smoothly. Keywords: Downstreaming, Production, Marketing, Nutrition
Penguatan Praktik Responsive Feeding melalui Pemberdayaan Kader dan Ibu Balita sebagai Upaya Pencegahan Stunting Nurwulansari, Fitria; Aini, Elfira Nurul; Islamiah, Ahdatul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.24144

Abstract

ABSTRAK Permasalahan gizi anak masih menjadi isu utama di Indonesia, di mana ibu memegang peran penting dalam pembentukan kebiasaan makan anak sejak dini. Prinsip Responsive Feeding (RF) yang direkomendasikan oleh WHO dan UNICEF menekankan pentingnya interaksi positif dan kepekaan ibu terhadap tanda lapar dan kenyang anak. Desa Popoh merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi tinggi balita gizi kurang, pendek, dan berat badan rendah di area kerja Puskesmas Wonoayu. Pada tahun 2023 masih ditemukan 26 balita dengan berat badan kurang (9,8%) dan 12 balita dengan gizi kurang (4,5%), serta peningkatan jumlah balita pendek menjadi 13 anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik responsive feeding ibu balita melalui pemberdayaan kader di Desa Popoh, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo. Intervensi dilakukan terhadap 21 kader dan 20 ibu balita menggunakan strategi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) terpadu yang mencakup edukasi, simulasi, dan Small Group Discussion (SGD). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan sebesar 92% (berdasarkan nilai rata-rata post-test) dan peningkatan keterampilan sebesar 87%. Selain itu, tercapai komitmen bersama antara kader dan ibu balita dalam penerapan praktik responsive feeding sebagai upaya pencegahan stunting. Dukungan berkelanjutan dari tenaga kesehatan diperlukan untuk menjaga keberlanjutan praktik responsive feeding di tingkat keluarga dan memastikan kader tetap berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat. Kata Kunci: Kader, Responsive Feeding, Flashcard, Buku Saku.  ABSTRACT Nutritional problems among children remain a major concern in Indonesia, where mothers play a crucial role in shaping healthy eating habits from an early age. The Responsive Feeding (RF) principle recommended by WHO and UNICEF emphasizes positive interaction and maternal sensitivity to children’s hunger and satiety cues. Popoh Village is among the areas with the highest prevalence of underweight, stunted, and malnourished toddlers in the Wonoayu Health Center region. In 2023, there were still 26 underweight toddlers (9.8%), 12 malnourished children (4.5%), and an increase in the number of stunted toddlers to 13. This community engagement program aimed to enhance the knowledge, attitudes, and practices of mothers of toddlers through cadre empowerment in Popoh Village, Wonoayu District, Sidoarjo Regency. The intervention involved 21 cadres and 20 mothers using an integrated Communication, Information, and Education (CIE) strategy, including educational sessions, simulations, and Small Group Discussions (SGD). The results demonstrated an increase in knowledge by 92% (based on the average post-test score) and improvement in skills by 87%. Furthermore, the activity fostered collective commitment among cadres and mothers to apply responsive feeding practices as a strategy to prevent stunting. Sustained support from healthcare workers is essential to maintain cadre engagement and strengthen the implementation of responsive feeding within families and communities. Keywords: Cadres, Responsive Feeding, Flashcard, Pocket Book.
Program Penyuluhan Pencegahan HIV AIDS untuk Pekerja Migran Indonesia di Penang, Malaysia Alvina, Alvina; Mashabi, Yasmine; Amalia, Husnun; Hairunisa, Nany; Pratiwi, Luh Ade Dinda Pradnya; Rahman, Athaya Nayla Pasca; Irawan, Achmad
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.24877

Abstract

ABSTRAK Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan kelompok masyarakat yang memiliki kerentanan tinggi terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit menular seperti HIV/AIDS. Kondisi kerja yang berat, mobilitas tinggi, keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan, serta rendahnya pengetahuan tentang faktor risiko penularan HIV/AIDS menjadi faktor yang meningkatkan potensi terjadinya penularan pada kelompok ini. Selain itu, stigma dan diskriminasi terhadap HIV/AIDS masih menjadi hambatan utama bagi PMI untuk memperoleh informasi dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara mandiri. Minimnya edukasi kesehatan reproduksi dan penyakit menular menyebabkan sebagian PMI tidak menyadari perilaku berisiko yang dapat memicu penularan HIV/AIDS, seperti hubungan seksual tidak aman, penggunaan alat suntik tidak steril. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan PMI mengenai HIV/AIDS, mendorong perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat dan aman, serta meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan preventif. Kegiatan ini juga berkontribusi dalam upaya pencegahan penularan HIV/AIDS baik di negara penempatan maupun saat PMI kembali ke Indonesia. Pada kegiatan ini digunakan metode penyuluhan serta dilakukan test berupa pre dan post test. Pada kegiatan penyuluhan ini diikuti oleh 40 peserta dengan mayoritas peserta adalah perempuan sebanyak 85% dan umur dewasa 19-44 tahun sebanyak 55%. Pada hasil pretest didapatkan mayoritas peserta mempunyai pengetahuan kurang mengenai HIV AIDS sebanyak 87,5%, tetapi setelah dilakukan penyuluhan dan diberikan post test, ternyata yang pengetahuannya kurang menjadi 25%. Pengetahuan para pekerja migran tentang HIV AIDS menjadi lebih baik setelah diberikan penyuluhan. Penyuluhan merupakan salah satu metode yang cukup efektif dalam meningkatkan pengetahuan seseorang. Kata Kunci: Pekerja Migran Indonesia, Penyuluhan, HIV AIDS.  ABSTRACT Indonesian Migrant Workers (IMW) are a population group highly vulnerable to various health problems, including infectious diseases such as HIV/AIDS. Harsh working conditions, high mobility, limited access to health services, and low knowledge about risk factors for HIV/AIDS transmission increase the potential for transmission in this group. Furthermore, stigma and discrimination against HIV/AIDS remain major barriers for IMW in obtaining information and conducting independent health checks. The lack of education on reproductive health and infectious diseases results in some IMW being unaware of risky behaviors that can trigger HIV/AIDS transmission, such as unsafe sex and the use of non-sterile injection equipment. This activity is expected to increase PMI knowledge about HIV/AIDS, encourage healthier and safer behavior changes, and increase access to preventive health services. This activity also contributes to efforts to prevent HIV/AIDS transmission both in the host country and upon PMI's return to Indonesia. This activity used counseling methods and conducted pre- and post-tests. This outreach activity was attended by 40 participants with the majority of participants being women (85%) and adults aged 19-44 years (55%). The pretest results showed that the majority of participants had lack of knowledge about HIV AIDS (87.5%), but after the counseling and the post-test, that those with lack of knowledge became 25%. Migrant workers' knowledge about HIV AIDS improved after being given counseling. Counseling is a quite effective method in increasing a person's knowledge. Keywords: Indonesian Migrant Workers, Counseling, HIV AIDS
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pembuatan Permen Jelly dari Bahan Dasar Rimpang Kecombrang Untuk Kesehatan Lansia di Desa Sempalwadak Kec. Bululawang Kab. Malang Anisyah, Luluk; Sugiyanto, Sugiyanto
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.24498

Abstract

ABSTRAK   Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat “Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pembuatan Permen Jelly dari Bahan Dasar Rimpang Kecombrang untuk Kesehatan Lansia  di Desa Sempalwadak Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang” diawali dengan pengkajian awal terhadap keadaan di lapangan. Pengkajian awal didapatkan permasalahan bahwa di Desa Sempalwadak membutuhkan pengetahuan terkait manfaat, khasiat dan kandungan dari rimpang kecombrang bagi kesehatan, serta pelatihan keterampilan dalam membuat sediaan permen Jelly yang berbahan dasar rimpang kecombrang.   Kegiatan pemberdayaan kader kesehatan sejumlah 40 orang ini di desa Sempalwadak ini diawali dengan pemberian pengetahuan terkait rimpang kecombrang baik dari segi manfaat, khasiat, kandungan, serta formula untuk kesehatan, serta pemberian pelatihan keterampilan terkait formula dan cara pembuatan Permen Jelly berbahan dasar rimpang kecombrang. Bentuk kegiatan meliputi 3 kegiatan antara lain: Tahap persiapan: melakukan pendekatan, persiapan bahan dan alat yang digunakan untuk pembuatan sediaan permen Jelly; Tahap pelaksanaan: memberikan edukasi Pengelolaan dan Pemanfaatan bahan dasar rimpang kecombrang sebagai permen Jelly  yang aman bagi kesehatan. Tahap evaluasi dilakukan untuk mengetahui adanya peningkatan pengetahuan dengan menggunakan kuesioner pre-post dan keterampilan kader Kesehatan dengan menggunakan ceklist. Hasil evaluasi untuk pengetahuan pretest sebesar 62,78, sedangakan untuk hasil posttest sebesar  95,0; serta peningkatan pengetahuan sebesar 51,32% (Baik), serta hasil untuk peningkatan keterampilan memberikan skor sebesar 3,38 (Terampil). Kesimpulan bahwa tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dalam kegiatan PkM telah tercapai dengan baik didalam aspek tingkat kehadiran, peningkatan pengetahuan dan keterampilan para kader kesehatan desa Sempalwadak. Kata Kunci: Rimpang, Kecombrang, Permen Jelly.  ABSTRACT The Community Partnership Program activity “Empowering Health Cadres in Making Jelly Candy from Torch Ginger Rhizome for Elderly Health in Sempalwadak Village, Bululawang District, Malang Regency” began with an initial assessment of the situation in the field. The initial assessment found that the problem in Sempalwadak Village needed knowledge related to the benefits, properties and content of torch ginger rhizome for health, as well as skills training in making Jelly candy preparations made from torch ginger rhizome. This empowerment activity for 40 health cadres in Sempalwadak Village began with providing knowledge related to torch ginger rhizome in terms of benefits, properties, content, and formulas for health, as well as providing skills training related to formulas and methods for making Jelly Candy from torch ginger rhizome. The form of activity includes 3 activities, namely: Preparation stage: conducting an approach, preparing materials and tools used to make Jelly candy preparations; Implementation stage: providing education on the Management and Utilization of torch ginger rhizome as a Jelly candy that is safe for health. The evaluation stage was conducted to determine the increase in knowledge using a pre-post questionnaire and the skills of Health cadres using a checklist. The evaluation results for pretest knowledge were 62.78, while for posttest results were 95.0; and an increase in knowledge of 51.32% (Good), and the results for skill improvement gave a score of 3.38 (Skilled). The conclusion is that the goal of increasing knowledge in PkM activities has been achieved well in the aspects of attendance levels, increasing knowledge and skills of Sempalwadak village health cadres. Keywords: Rhizome, Torch Ginger, Jelly Candy.
Optimalisasi Penerapan Hipnosis Lima Jari dalam Mengatasi Kecemasan Menghadapi Ujian Akhir bagi Siswa Kelas IX Sukmawaty, Martini Nur; Raziansyah, Raziansyah; Sitanggang, Yohana Agustina; Lani, Tiara
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.18554

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan masa transisi dari anak-anak menuju dewasa dimana pada masa ini seseorang memiliki keadaan emosi yang labil dalam menghadapi kondisi yang tidak terduga, misalnya dalam menghadapi ujian akhir di sekolah, mereka merasakan ketakutan dan kecemasan yang berlebihan terhadap ujian akhir. Rasa cemas yang berlangsung secara terus menerus, dapat menimbulkan gangguan pada kesehatan fisik dan mental pada remaja. Kecemasan merupakan salah satu kondisi psikologis, kecemasan ini juga dialami oleh para remaja, karena usia remaja dapat dikatakan usia yang masih labil dalam menghadapi kondisi-kondisi yang tidak terduga. Kondisi emosi remaja akan mudah terguncang seperti, Kecemasan yang berlebihan, ketakutan dalam mengikuti ujian akhir sekolah dan sebagainya. Manajemen kecemasan merupakan sebuah upaya untuk mengatasi kecemasan yang mengganggu namun bukan berarti menghilangkan kecemasan, melainkan menguranginya agar tidak menimbulkan hambatan seseorang dalam menjalani ujian di sekolah. Tujuan pengabdian kepada Masyarakat ini adalah meningkatkan kemandirian remaja khususnya dalam mengontrol kecemasan yang dirasakannya. Peserta kegiatan ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP N 1 Karang Intan yang berjumlah 25 orang. Siswa yang menjadi peserta belum pernah mengetahui teknik manajemen kecemasan sehingga perlu diberikan informasi dan simulasi untuk dilakukan. Kegiatan akan dilakukan dengan penyuluhan terkait optimalisasi penerapan hypnosis lima jari dalam mengatasi kecemasan menghadapi ujian akhir bagi siswa kelas IX. Kecemasan dan simulasi teknik manajemen kecemasan dengan hipnosis lima jari. Kegiatan ini diawali dengan mengurus ijin ke sekolah secara langsung dan melaksanakan penyuluhan tentang tehnik mengontrol kecemasan hypnosis lima jari. Diakhir kegiatan seluruh peserta merasa senang dan puas mengikuti kegiatan tersebut dan  Hasil dari pengabdian didapatkan data bahwa peserta yang mengikuti kegiatan merasakan merasa lebih tenang, nyaman, dan lebih memahami terkait cara mengontrol kecemasan. Upaya mengontrol kecemasan adalah dengan tehnik Hipnosis Lima jari. Kata Kunci: Hipnosis, Kecemasan, Lima Jari, Siswa.   ABSTRACT Adolescence is a transition period from childhood to adulthood where at this time a person has an unstable emotional state in dealing with unexpected conditions, for example during this pandemic they feel excessive fear and anxiety about the transmission of the virus. Anxiety that continues continuously can cause disorders in the physical and mental health of adolescents. Anxiety is one of the psychological conditions. This anxiety is also experienced by adolescents, because adolescence can be said to be an age that is still unstable in dealing with unexpected conditions. The emotional condition of adolescents will be easily shaken such as, Excessive anxiety, fear of contracting this virus and so on. Anxiety management is an effort to overcome disturbing anxiety but does not mean eliminating anxiety, but reducing it so that it does not cause obstacles for someone in living their life. The purpose of this community service is to increase the independence of adolescents, especially in managing the anxiety they feel. The participants in this activity were all 25 students of class IX of SMP N 1 Karang Intan. However, anxiety management techniques in adolescents have never been done. The activity will be carried out with counseling related to optimizing the application of five-finger hypnosis in overcoming anxiety in facing final exams for class IX students. Anxiety and simulation of anxiety management techniques with five-finger hypnosis. This activity began with taking care of permission to go to school directly and at the end of the activity all participants felt happy and satisfied with participating in the activity and the results of the service were carried out using interview techniques in group discussions, data was obtained that participants who participated in the activity felt calmer, more comfortable, and more understanding of anxiety and how to reduce anxiety. Making efforts to provide techniques for overcoming anxiety with Five-finger Hypnosis Keywords: Anxiety, Five Fingers, Hypnosis, Students.
Pemberdayaan Kader Posyandu melalui Pelatihan Pengukuran Antropometri dan Penilaian Status Gizi Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Dungingis Kabupaten Tolitoli Evie, Sova; Hasni, Hasni; Kurniawan, Rahmat; Ra’bung, Alfrida Semuel; Putri, Novica Ariyanti; Saman, Saman; Suswinarto, Dwi Yogyo; Azwar, Azwar
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.22705

Abstract

ABSTRAK Masalah gizi pada balita, khususnya stunting dan wasting, masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Kabupaten Tolitoli termasuk daerah dengan prevalensi stunting cukup tinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Tolitoli tahun 2023 terdapat 136 (10,54%) kasus stunting dan 8 (0,62%) wasting dari 1.290 balita di wilayah kerja Puskesmas Dungingis. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya keterampilan kader posyandu dalam pengukuran antropometri dan penilaian status gizi anak. Tujuan kegiatan pengabmas ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu di wilayah kerja Puskesmas Dungingis, khususnya Desa Galumpang, dalam melakukan pengukuran antropometri menggunakan metode Z-Score pada balita upaya pencegahan stunting. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan pelatihan kepada 20 kader posyandu yang tersebar di wilayah kerja Puskesmas Dungingis. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test pengetahuan serta observasi keterampilan. Hasil yang didapatkan adalah pengetahuan kader mengenai stunting meningkat dari 45% menjadi 85%. Kader mendapatkan keterampilan dalam melakukan pengukuran antropometri dan interpretasi status gizi dengan metode Z-Score. Produk luaran berupa leaflet edukasi dan banner antropometri berhasil digunakan sebagai media pembelajaran. Kesimpulan: Pelatihan ini efektif meningkatkan kapasitas kader posyandu dalam melakukan deteksi dini stunting. Program serupa direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan di wilayah dengan prevalensi stunting tinggi. Kata Kunci: Kader Posyandu, Antropometri, Status Gizi, Z-Score, Stunting.  ABSTRACT Nutritional problems in toddlers, particularly stunting and wasting, remain a public health challenge in Indonesia. Tolitoli Regency is among the areas with a relatively high prevalence of stunting. According to data from the Tolitoli District Health Office in 2023, there were 136 cases of stunting (10.54%) and 8 cases of wasting (0.62%) out of 1,290 toddlers in the working area of Dungingis Health Center. This condition is exacerbated by the limited skills of posyandu cadres in conducting anthropometric measurements and assessing children’s nutritional status. The purpose of this community service program was to improve the knowledge and skills of posyandu cadres in the Dungingis Health Center working area, particularly in Galumpang Village, in performing anthropometric measurements using the Z-Score method for toddlers as an effort to prevent stunting. The method applied was health education and training provided to 20 posyandu cadres across the Dungingis Health Center area. Evaluation was carried out through pre-test and post-test of knowledge as well as observation of skills. The results showed that cadres’ knowledge about stunting increased from 45% to 85%. They also acquired skills in conducting anthropometric measurements and interpreting nutritional status using the Z-Score method. The program produced educational outputs in the form of a leaflet and an anthropometry banner, which were successfully used as learning media. This training was effective in enhancing the capacity of posyandu cadres in the early detection of stunting. Similar programs are recommended for sustainable implementation in regions with a high prevalence of stunting. Keywords: Posyandu Cadres, Anthropometry, Nutritional Status, Z-Score, Stunting
Penguatan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Pada Siswa melalui Pendekatan Project Based Learning Wulandari, Ika Subekti; Hamida, Hairunnisa; Azizah, Laila Nur; Wijaya, Najwa Angelina; Karticandra, Noviyanti; Hidayati, Rahma Nur; Anindya SM, Sabrina
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.24489

Abstract

ABSTRAK Kabupaten Gunungkidul merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan gempa bumi tinggi, sehingga diperlukan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat khususnya di lingkungan sekolah. Kegiatan edukasi tanggap darurat bencana gempa bumi di SMPN 1 Semin bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran siswa dalam menghadapi situasi darurat melalui pendekatan Project based learning. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, simulasi evakuasi, diskusi interaktif, dan praktik lapangan dengan pengukuran efektivitas melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata pemahaman siswa sebesar 80% serta perubahan sikap menjadi lebih tanggap, tenang, dan peduli terhadap keselamatan diri dan lingkungan sekolah. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa pendekatan edukasi interaktif efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan bencana di kalangan siswa. Disarankan agar kegiatan serupa dilaksanakan secara rutin dan diperluas ke sekolah lain di wilayah rawan gempa untuk memperkuat budaya sadar bencana sejak dini. Kata Kunci: Edukasi Bencana, Kesiapsiagaan, Gempa Bumi, Project Based Learning.  ABSTRACT Gunungkidul District was known as an earthquake-prone area; therefore, it was essential to enhance community preparedness, especially in school environments. The earthquake emergency education program at SMPN 1 Semin aimed to improve students’ knowledge, skills, and awareness in responding to emergencies through the Project based learning approach. The methods included counseling, evacuation simulations, interactive discussions, and field practices, with effectiveness measured using pre- and post-tests. The results showed an average 80% increase in students’ understanding and significant behavioral improvements in alertness, calmness, and concern for safety. It was concluded that the interactive educational approach effectively enhanced disaster preparedness among students. It is recommended that similar programs be conducted regularly and expanded to other schools in disaster-prone areas to strengthen disaster awareness and resilience from an early age. Keywords: Disaster Education, Preparedness, Earthquake, Project Based Learning.
Pelatihan dan Pendampingan Pemilihan Ketua Osis Berbasis E-Voting sebagai Penguatan Demokrasi Hidayatulloh, Muhammad Muslim; Suryaningsih, Anis; Sari, Dewi Ika
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.24944

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pelatihan dan pendampingan pemilihan ketua OSIS berbasis e-voting di SMP Negeri 1 Sentolo dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan demokrasi sekolah melalui pemanfaatan teknologi. Tujuan program ini adalah meningkatkan literasi digital siswa dan guru serta menerapkan sistem pemilihan yang transparan dan akuntabel. Metode pelaksanaan mencakup tiga tahap: (1) sosialisasi konsep e-voting dan demokrasi digital, (2) pelatihan teknis penggunaan platform, dan (3) simulasi pemilihan disertai pendampingan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai mekanisme e-voting serta prinsip-prinsip demokrasi seperti partisipasi aktif, keadilan, dan transparansi. Kegiatan pelatihan dan pendampingan pemilihan ketua OSIS berbasis e-voting di SMP Negeri 1 Sentolo berhasil meningkatkan literasi digital serta penguatan pemahaman nilai-nilai demokrasi di kalangan siswa dan guru. Rekomendasi yang diajukan meliputi penyediaan infrastruktur teknologi yang memadai dan peningkatan kapasitas SDM melalui workshop berkala. Kata Kunci: Demokrasi Sekolah, E-Voting, Partisipasi Siswa, Pemilihan OSIS.  ABSTRACT The training and mentoring activities for the student council (OSIS) presidential election using an e-voting sistem at SMP Negeri 1 Sentolo were motivated by the importance of strengthening school democracy through the use of technology. The aim of this program was to enhance digital literacy among students and teachers and to implement a transparent and accountable election sistem. The implementation method consisted of three stages: (1) socialization of the e-voting concept and digital democracy, (2) technical training on the use of the platform, and (3) a simulation of the election accompanied by mentoring. Evaluation results showed a significant increase in participants’ understanding of the e-voting mechanism as well as democratic principles such as active participation, fairness, and transparency. The training and mentoring activities for the OSIS election using e-voting at SMP Negeri 1 Sentolo successfully improved digital literacy and strengthened the understanding of democratic values among students and teachers. Recommendations include the provision of adequate technological infrastructure and the enhancement of human resource capacity through regular workshops. Keywords: School Democracy, E-Voting, Student Participation, OSIS Election.
Penguatan Kapasitas Kader Posyandu melalui Program Sekolah Gizi Keluarga untuk Edukasi Gizi Tingkat Rumah Tangga Safika, Erri Larene; Megasari, Anitatia Ratna; Ginting, Riska Mayang Saputri; Nurzihan, Nastitie Cinintya; Fikri, Mohammad; Agustini, Rina Tri
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i4.25282

Abstract

ABSTRAK Stunting dan wasting pada anak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Kelurahan Mesjid, Mangkupalas, Samarinda. Kader posyandu menjadi garda terdepan dalam melakukan upaya promotif dan preventif pencegahan masalah gizi anak. Namun, keterbatasan pengetahuan dan kemampuan edukasi gizi menjadi penghalang kader posyandu untuk menjalankan tugasnya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membentuk model pemberdayaan kader yang dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap mengenai gizi keluarga, meningkatkan kemampuan mengukur antropometri, serta mampu memberikan edukasi gizi kepada keluarga. Pengabdian masyarakat ini bernama “Sekolah Gizi: Membangun Rumah Sehat dari Dapur Sendiri”, berupa kegiatan pelatihan dan pendampingan dengan sasaran 22 orang kader dari seluruh posyandu di Kelurahan Mesjid. Kegiatan dilaksanakan selama tiga hari dengan tiga topik yang berbeda, yaitu Perilaku Bersih dan Sehat dan gizi keluarga, pengukuran antropometri dan edukasi gizi, serta simulasi kader posyandu mempraktikkan pengukuran antropometri dan edukasi gizi kepada keluarga. Terjadi peningkatan pengetahuan dan sikap kader posyandu mengenai PHBS, gizi keluarga, pengukuran antropometri, dan edukasi gizi. Seluruh kader posyandu dapat melakukan pengukuran antropometri dengan baik, serta memberikan edukasi dengan terampil. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader melalui pelatihan dan pendampingan secara berkala diperlukan untuk mendukung optimalisasi peran kader dalam edukasi gizi tingkat rumah tangga. Kata Kunci: Kader Posyandu, Edukasi Gizi, Sekolah Gizi Keluarga, Status Gizi.  ABSTRACT Stunting and wasting among children remain public health problems in Mesjid Subdistrict, Mangkupalas, Samarinda. Community Health Workers (CHWs) serve as the frontline in implementing promotive and preventive efforts to prevent child malnutrition. However, limited knowledge and skills in providing nutrition education hinder CHWs from performing their roles effectively. This community service program aimed to develop a CHWs empowerment model to improve knowledge and attitudes regarding family nutrition, enhance anthropometric measurement skills, and strengthen their ability to provide nutrition education to families. This community service program titled “Nutrition School: Building a Healthy Home from Our Own Kitchen,” consisted of training and mentoring activities involving 22 CHWs from all posyandu in Mesjid Subdistrict. The program was conducted over three days with three main topics: Clean and Healthy Living Behavior (PHBS) and family nutrition, anthropometric measurement and nutrition education, and role-play sessions in which CHWs practiced anthropometric measurements and provided nutrition education to families. The program resulted in increased knowledge and improved attitudes of CHWs regarding PHBS, family nutrition, anthropometric measurement, and nutrition education. All CHWs were able to perform anthropometric measurements properly and deliver nutrition education effectively. Continuous improvement of CHWs knowledge and skills through regular training and mentoring is necessary to optimize their role of in delivering household-level nutrition education. Keywords: Community Health Workers, Nutrition Education, Family Nutrition School Program, Nutrition Status.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2026): Volume 9 Nomor 4 (2026) Vol 9, No 3 (2026): Volume 9 Nomor 3 (2026) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026) Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 (2026) Vol 8, No 12 (2025): Volume 8 No 12 (2025) Vol 8, No 11 (2025): Volume 8 No 11 (2025) Vol 8, No 10 (2025): Volume 8 No 10 (2025) Vol 8, No 9 (2025): Volume 8 No 9 (2025) Vol 8, No 8 (2025): Volume 8 No 8 (2025) Vol 8, No 7 (2025): Volume 8 No 7 (2025) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025) Vol 8, No 5 (2025): Volume 8 No 5 (2025) Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 (2025) Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 (2025) Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 (2025) Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 (2025) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024) Vol 7, No 11 (2024): Volume 7 No 11 (2024) Vol 7, No 10 (2024): Volume 7 No 10 (2024) Vol 7, No 9 (2024): Volume 7 No 9 (2024) Vol 7, No 8 (2024): Volume 7 No 8 (2024) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024 Vol 7, No 6 (2024): Volume 7 No 6 2024 Vol 7, No 5 (2024): Volume 7 No 5 2024 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 2024 Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023 Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023 Vol 6, No 10 (2023): Volume 6 No 10 2023 Vol 6, No 9 (2023): Volume 6 No 9 2023 Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023 Vol 6, No 7 (2023): Volume 6 No 7 2023 Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023 Vol 6, No 5 (2023): Volume 6 No 5 Mei 2023 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 April 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 Maret 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Februari 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Januari 2023 Vol 5, No 12 (2022): Volume 5 No 12 Desember 2022 Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022 Vol 5, No 10 (2022): Volume 5 No 10 Oktober 2022 Vol 5, No 9 (2022): Volume 5 No 9 September 2022 Vol 5, No 8 (2022): Volume 5 No 8 Agustus 2022 Vol 5, No 7 (2022): Volume 5 No 7 Juli 2022 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 No 5 Mei 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 Maret 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Februari 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022 Volume 4 Nomor 6 Desember 2021 Volume 4 Nomor 5 Oktober 2021 Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021 Volume 4 Nomor 3 Juni 2021 Volume 4 Nomor 2 April 2021 Volume 4 Nomor 1 Februari 2021 Volume 3 Nomor 2 Oktober 2020 Volume 3 Nomor 1 April 2020 Volume 2 Nomor 2 Oktober 2019 Volume 2 Nomor 1 April 2019 Volume 1 Nomor 2 Oktober 2018 Volume 1 Nomor 1 April 2018 More Issue