cover
Contact Name
Viktor Pandra
Contact Email
viktorpandra@ymail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpm@stkippgri-lubuklinggau.ac.id
Editorial Address
Jalan Mayor Toha Kel. Air Kuti Kec. Lubuklinggau Timur I, Kota Lubuklinggau Sumatera Selatan, Indonesia
Location
Kota lubuk linggau,
Sumatera selatan
INDONESIA
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat
ISSN : 26544741     EISSN : 26557894     DOI : https://doi.org/10.31540/jpm.v2i1
Core Subject : Education,
JURNAL CEMERLANG: Pengabdian pada Masyarakat merupakan Jurnal Berkala Ilmiah dengan ISSN 2654-4741 (PRINT) dan ISSN 2655-7894 (Online) dalam Bidang Pengabdian kepada Masyarakat, yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian, Pengembangan, Publikasi dan Pengabdian pada Masyarakat dan Kerjasama (LP4MK) STKIP PGRI Lubuklinggau, Jurnal ini akan terbit dua kali setahun yaitu bulan Juni dan Desember. Tujuan Penerbitan ini adalah untuk memperkaya Kajian Ilmiah mengenai Pengabdian Kepada Masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 245 Documents
PENDAMPINGAN PELATIHAN BERHITUNG CEPAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE JARIMATIKA PADA SISWA SD DI ARFAI Rahmatia Rahmatia; Gilang Ary Sandy; Mokhammad Dedi Penta Putra; Revisika Revisika
JURNAL CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v4i2.1575

Abstract

Indonesia mengalami masa Pandemi Covid-19 sehingga mengharuskan siswa belajar dari rumah (study from home) yang membuat guru kesulitan dalam mengecek sampai sejauh mana siswa memahami materi terutama sejauh mana siswa mampu mengetahui operasi hitung. Hal ini mengakibatkan belajar dari rumah (study from home) tidak berjalan berjalan dengan optimal karena keterbatasan siswa dalam membuat siswa dalam memenuhi kuota internet, jaringan internet yang tidak memadai serta HP yang tidak semuanya siswa memilikinya. Sehingga dalam hal ini pengabdi akan memberikan pendampingan serta pelatihan tentang penggunaan Jarimatika untuk siswa dalam melakukan operasi hitung mulai dari bilangan 1 sampai 99. Jarimatika merupakan singkatan dari jari dan matematika yaitu cara berhitung matematika untuk anak-anak dengan menggunakan jari tangan. Metode yang digunakan pada kegiatan ini antara lain: 1) Metode observasi, dilakukan dengan melakukan mengobservasi para siswa, 2) Metode demonstrasi yang dilakukan pada saat menyajikan materi jarimatika, 3) Metode mengamati dan memeriksa hasil pekerjaan. Kegiatan ini terlaksana dengan baik dan diikuti oleh siswa SD. Dari hasil seluruh rangkaian kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa: (1) peserta didik memahami formasi jari tangan dan aturan penjumlahan, pengurangan dan perkalian dengan menggunakan jarimatika; (2) peserta didik merasa lebih mudah dan lebih cepat dalam menghitung operasi dasar dengan menggunakan jarimatika; (3) peserta didik memberikan respon positif terhadap kegiatan ini. Secara umum kegiatan ini memberikan pengetahuan baru kepada peserta didik tentang salah satu metode cepat dan menyenangkan untuk melakukan operasi hitung.
MEMBUMIKAN PERMAINAN TRADISIONAL SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN BUDAYA DAERAH PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN JAYALOKA KABUPATEN MUSI RAWAS Rusmana Dewi; Tri Astuti; Nur Nisai Muslihah
JURNAL CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v4i2.1576

Abstract

Tujuan akhir pelaksanakan PKM ini adalah untuk mengedukasi siswa, juga guru Sekolah Dasar di Kecamatan Jayaloka agar dapat mengenal kembali, memahami, mencintai, melestarikan dan mengembangkan berbagai bentuk permaian tradisional daerahnya dalam upaya menanggulangi bahaya dari kecanduan gadget sebagai akibat adanya proses pembelajaran daring. Salah satu bentuknya, menjadikan permainan tradisional sebagai alternatif pilihan bagi siswa saat jam istirahat ataupun saat sedang tidak ada pelajaran sehingga mereka dapat mengisi jam kosong dengan bermain permaian tradisional. Bentuk kegiatan dilakukan dengan cara sosialisasi, pengenalan, dan praktik bermain permaianan tradisional. Pelaksanaan kegiatan dilakukan selama satu hari, yaitu pada tanggal 15 Februari 2021 bertempat di SD Negeri Margatani Kecamatan Jayaloka. Temuan awal dari hasil analisis data tanya jawab pada tahap sosialisasi, masih ada beberapa guru dan siswa yang masih mengenal bentuk-bentuk permainan tradisional, di antaranya permaian dakon, engklek, egrang, dan lompat tali. Namun, mereka sudah jarang memainkannya, bahkan di lingkungan sekolah, tidak ada yang memainkannya . Setelah dilakukan program kegiatan PKM ini, siswa juga guru tampak bergembira, senang, dan bersemangat untuk menghidupkan kembali permaian tradisional yang sudah lama tidak dimainkan, khususnya di lingkungan sekolah.
PELATIHAN PEMBUATAN RAMUAN OBAT TRADISIONAL DENGAN MEMANFAATKAN KUNYIT DAN DAUN KETAPANG PADA MASYARAKAT KAMPUNG CABANG 2 KELURAHAN AMBAN Enik Maturahmah; Revisika Revisika; Wiska Baharuddin
JURNAL CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v4i2.1579

Abstract

Medicinal plants are all species of medicinal plants that are known and believed to have efficacy as traditional medicine so that they can be used as self-medication efforts. Kampung Branch 2, kel Amban is one of the villages located in Kab. Manokwari, West Papua. The majority of the villagers have large yards and gardens because the villagers are generally farmers. Around their environment there are many ketapang trees and around the community yard many turmeric plants have not been used optimally. The purpose of this activity is to provide information to the community, especially the residents of Kampung Branch 2, kel. Amban, about various kinds of medicinal plants and how to use medicinal plants, especially in ketapang leaves and turmeric, to cure various kinds of minor ailments, as well as how to use them and the right dosage. The method used in this activity is to use lectures that are educating the participants consisting of several villagers and provide hands-on practical training together. The results of the service showed that there was an increase in the knowledge of the people of the Branch 2 village, Amban village who were present at the service activity about training in making traditional medicinal herbs using turmeric and ketapang leaves in the community of branch 2 village, Amban village. This can be seen from the ability of the participants during the discussion to be able to answer or provide explanations when the implementing team asks questions.
PEMANFAATAN SERABUT KELAPA (COCOFIBER) MENJADI KOKEDAMA SEBAGAI PELUANG BISNIS DI MASA PANDEMI COVID 19 Apriza Fitriani; Rukiah Lubis; Nopriyeni Nopriyeni; Jayanti Syahfitri; Meti Herlina
JURNAL CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v4i2.1582

Abstract

The purpose of this training is to improve people's creativity skills in utilizing coconut fiber into kokedama, so that it can be used as a business opportunity during the covid 19 pandemic. The implementation of this activity is in one of the houses of the Neighborhood Association (RT) 12 Jalan Gedang District, Bengkulu City. The method of this activity is by providing counseling, training, and mentoring about making kokedama. The result of this activity is the community in RT. 12 Kelurahan Jalan Gedang received new knowledge about how to make kokedama by using coconut fiber as a substitute for potting media. The results obtained from this community service process were very positive and enthusiastic community responses in the process of socialization, practice, and mentoring. The recommendation is that the activity of utilizing coconut fiber into kokedama will be further developed in the community in a larger scope as a business opportunity and increase the community's economic income.
BANK SAYUR ORGANIK ALTERNATIF MENINGKATKAN KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DI DESA SETIAWARGI Nurfadilah Siregar; Khomsatun Ni’mah; Dwi Apriyani; Iis Aisyah
JURNAL CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v4i2.1592

Abstract

The fact that the village is the recipient of conditional social assistance for the poorest families in Tamansari District, Tasikmalaya City in 2019 is a component of great concern in Setiawargi Village. Food security, particularly during the current pandemic, is one of the issues associated with the community in the village. There is concern that this will further worsen the household food security situation, particularly for sustainable farming households. In Depok, Setiawargi Village, the alternative offered by external parties, namely the Siliwangi University Community Service Team through the Food Security Scheme, is to assist in the procurement of organic vegetable banks to target farming group partners and women's farming groups. The implementation activities to be carried out include: 1) observation of the community's initial needs; 2) preparation of seeds and post-observation equipment; (3) Home yard optimization counseling; (4) Introduction to organic vegetable banks; (5) Organic vegetable packaging, design, and marketing training; and (6) Organic vegetable planting assistance. The results of this activity suggest that the local community is passionate about the concept of an organic vegetable bank. The issue, however, is that the use of organic fertilizers has not been maximized so far because of the long-term results obtained. Other external parties, such as farm extension workers who work in synergy with the community service team, must continue to assist the local community to experience the minimal benefits of an organic vegetable bank for the welfare of the family, hoping to meet the needs of other communities in the future.
PELATIHAN PEMBUATAN DAN PEMASARAN PENGHARUM DARI BIJI KOPI DI DESA MOJOREJO KECAMATAN SELUPU REJANG KABUPATEN REJANG LEBONG Ria Dwi Jayati; Nur Fitriyana; Eka Lokaria; Linna Fitriani
JURNAL CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v4i2.1601

Abstract

The Community Partnership Program that our team proposes is expected to help the people of Mojorejo Village in the manufacture and marketing of fragrances from coffee beans. Mojorejo Village located in Selupu Rejang District is an agricultural area that produces many types of agricultural crop commodities in the form of vegetables and coffee. Not many people know that apart from being sold raw and made into coffee grounds, they can also be used as fragrances. The fragrance from the coffee beans produced can be used as a car or room fragrance. Fragrances from the coffee beans produced can be traded offline or online at competitive prices. Thus the product in the form of fragrance from coffee beans can also increase income for residents. But unfortunately, the people of Mojorejo Village do not yet have the knowledge and skills in making and marketing coffee beans as air fresheners or cars. To achieve this goal, we as a team tried to use four methods, namely observation, socialization, training and continued with direct practice. The long-term goal of this activity is to create business opportunities for the residents of Mojorejo Village by using coffee beans to make air fresheners for rooms and cars. The output targets of the activity are (1) knowledge, skills and income of partners increase, (2) produce a product in the form of fragrance from coffee beans. Publication output target: service results published in community service journals.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENAPIS DENGAN PAPAN TEKANG BAGI PENGRAJIN PEMULA DI DESA NEGERI KATON PROVINSI LAMPUNG Noning Verawati; Soewito Soewito; Hanindyalaila Pienrasmi; Budhi Waskito; Ida Farida
JURNAL CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v4i2.1606

Abstract

Abstract The decreased of local community’s ability in crafting pepadun tapis is a challenge in preserving the traditional cloth of Lampungnese as a local culture.The purpose of this training is to improve the skills of tapis beginner craftsmen using traditional tekang tools in Negeri Katon Village, Pesawaran District, Lampung Province. The training was carried out by involving 15 beginner craftsmen of pepadun tapis. The training stages are consist of three stages: preparation, implementation, and evaluation. The main materials and tools used in this training activity are gold thread, sewing thread, cloth, needle, scissors, and traditional tools called tekang board. The trainer of this event is a senior group leader of Tapis Jejama, craftsmen community in Negeri Katon Village.The result of this training shows that the beginner craftsmen are already has the basic skill of tapis pepadun crafting but still needs to be practiced more. The ability of designing pepadung tapis pattern and sewing skills are the basic skills that must be practiced regularly and intensively. The beginner craftsmen of pepadun tapis revealed that this training regenerated their awareness that crafting tapis is a local culture of Lampung that they have to upgrade their skills in using traditional tools tekang board.
PELATIHAN CARA MUDAH MEMBACA YANG MENYENANGKAN MELALUI PHONOLOGICAL AWARENESS DI SD INPRES 111 ORANSBARI Siti Fatimahtun Zahra; Wiska Baharuddin; Siti Muflihah; Hawa Hasan
JURNAL CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v4i2.1611

Abstract

Tujuan dilaksanakannya pengabdian masyarakat ini yaitu untuk mempermudah mahasiswa dan orang tua dalam mengajarkan membaca melalui metode phonological awareness, melatih peserta didik agar memilliki keterampilan membaca awal yang benar-benar dapat dipahami sehingga mampu membaca dengan baik, menumbuhkan budaya literasi di sekolah sejak dini melalui kecintaan membaca lewat keterampilan membaca awal yang baik. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah ceramah, tanya jawab, disikusi, dan latihan. Penggunaan metode pembelajaran yang menyenangkan sangat mempengaruhi hasil pembelajaran yang dicapai siswa, termasuk penggunaan metode pembelajran phonological awareness dalam pembelajaran membaca awal. Phonological awareness ini merupakan salah satu metode pembelajaran membaca yang menyenangkan yang menitikberatkan pada kesadaran bunyi-bunyi huruf dari huruf-huruf abjad yang ada. Dengan menggunakan metode yang menyenangkan ini siswa diarahkan untuk tidak sekedar menghafal nama-nama huruf, tetapi terlebih dahulu mengenal bunyi-bunyi dari huruf tersebut, untuk selanjutnya dikenalkan pada bentuk dan konsep cetak huruf. Dengan demikian siswa akan relatif lebih mudah memahami teknik membaca permulaan sehingga dapat menggunakannya untuk belajar membaca.
PENYUSUNAN NASKAH SOAL BESERTA KISI-KISI DAN KARTU SOAL DI SMA NEGERI 7 LUBUKLINGGAU Rudi Erwandi; Satinem Satinem; Merti Triyanti; Juwati Juwati
JURNAL CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v4i2.1616

Abstract

This community service program is motivated by the teacher's obligation to prepare learning tools including question scripts that will be given to students. The preparation of the question script must be accompanied by a question grid and question card so that the questions used are in accordance with the criteria. Therefore, the PGRI Silampari University service team carried out the preparation of the question script along with the grid and question cards. Question papers, grids and question cards are used to give tests to students according to level. The output target to be achieved by the proposing team is the improvement of values, knowledge and publications. In its implementation, it uses theoretical and practical methods starting with the preparation stage, providing material and the practice of preparing question texts, question grids and question cards.
PENDAMPINGAN DALAM MENCEGAH GENERASI NOL LITERASI DIMULAI DARI KELUARGA DI KAMPUNG WANDOKI DISTRIK ORANSBARI KABUPATEN MANOKWARI SELATAN PROVINSI PAPUA BARAT Siti Muflihah; Hawa Hasan; Siti Fatimahtun Zahra; Wiska Baharuddin
JURNAL CEMERLANG : Pengabdian pada Masyarakat Vol 4 No 2 (2022): JURNAL CEMERLANG: Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : LP4MK STKIP PGRI Lubuklinggau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31540/jpm.v4i2.1624

Abstract

Kampung Wandoki merupakan salah satu perkampungan yang ada di Distrik Oransbari Kabupaten Manokwari Selatan, dimana sebagian besar masyarakatnya belum paham tentang pentignya literasi. Gerakan literasi yang melibatkan keluarga merupakan langkah awal dalam menumbuhkan minat baca anak di lingkup keluarga. Kemampuan literasi pada abad ke 21 saat ini sangat dibutuhkan bagi anak usia Sekolah Dasar untuk memahami mata pelajaran yang diajarkan oleh guru di sekolah. Pengabdian pada masyarakat ini dilakukan pada bulan Februari 2022 sampai dengan Maret 2022, Metode yang digunakan adalah tahap persiapan, tahap sosialisasi program, tahap koordinasi team, tahap pelatihan, tahap pendampingan dan tahap evaluasi. Berdasarkan hasil pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat diperoleh hasil bahwa sosialisasi dilakukan dalam keluarga, dimulai dengan proses belajar adaptasi dan mengikuti setiap hal yang diajarkan oleh orang-orang di dalam lingkungan keluarga. Ayah dan ibu menjadi tauladan atau contoh bagi anak dalam penerapan sikap yang baik terutama dalam penerapan literasi ini, masyarakat di kampung Wandoki dapat memahami tentang pentingnya sebuah literasi sebagai pengetahuan awal dalam membuka wawasan anak; Orang tua antusias dalam mendampingi anak membaca di rumah.

Page 8 of 25 | Total Record : 245