cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
Mother's Knowledge Of The Use Of Murrotal Al Qur'an Therapy As An Effort To Improve The Quality Of Children's Sleep Fatmawati, Nurul; Zulfiana, Yesvi; Herlina, Siskha Maya
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i4.14566

Abstract

Latar Belakang : Penelitian mengenai gangguan tidur telah banyak dilakukandi Indonesia. Sekitar 44% anak-anak menderita masalah tidur. Namun,sebagian besar atau lebih dari 72% orang tua tidak percaya bahwa masalah tidur bayinya adalah sebuah masalah.  Berdasarkan hasil survei gangguan tidur pada anak usia di bawah 3 tahun yang dilakukan di lima kota: Jakarta, Bandung, Medan, Palembang, dan Batam, 51,3% anak menderita gangguan tidur, dimana 42% diantaranya menderita gangguan tidur.  Itulah yang saya temukan. Pasien tidur  kurang dari 12 jam per hari, terbangun minimal 3 kali sehari, dan terbangun di malam hari lebih dari 1 jam. Untuk mengatasi gangguan tidur pada bayi dapat menggunakan cara farmakologi dan non farmakologi. Secara farmakologi melalui penggunaan obat-obatan, secara non farmakologi kita tidak mengkonsumsi obat-obatan, melainkan terapi musik yang merupakan salah satu terapi musik Al-Quran, pendekatan ini sangat mendalam.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan ibu terhadap penggunaan Murotar al-Quran dalam upaya meningkatkan kualitas tidur  anak.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain penelitian deskriptif. Sampel penelitian ini adalah ibu-ibu yang mempunyai anak dibawah usia 5 tahun antara usia 1 sampai dengan 5 tahun.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian ibu mempunyai pengetahuan yang baik terhadap penggunaan Murotar Al Quran untuk meningkatkan kualitas tidur anak. Ibu yang berpengatahuan baik dalam penggunaan MurrotalAl Qu’an sebesar 78,4%.Kesimpulan dan saran : Terapi Murottal Al-Quran menunjukkan bahwa terapi ini menurunkan hormon stres, mengaktifkan hormon  alami Endorphrin, memperbaiki sistem kimia tubuh dan mempengaruhi aktivitas gelombang otak, serta mengurangi rasa cemas. Diharapkan untukibu-ibu yang memiliki anak usia balita dapat menerapkan penggunaan Murootal Al Qur’an sebagai terapi non farmakologi dalam meningakatkan kualitas tidur. Kata Kunci : Pengetahuan, Terapi Murrotal Al Quran, Kualitas Tidur ABSTRACT Beground research on sleep disorders has been widely carried out in Indonesia. About 44% of children suffer from sleep problems. However, most or more than 72% of parents do not believe that their baby's sleep problems are a problem. Based on the results of a survey on sleep disorders in children under 3 years of age conducted in five cities: Jakarta, Bandung, Medan, Palembang and Batam, 51.3% of children suffered from sleep disorders, of which 42% suffered from sleep disorders. That's what I found. The patient sleeps less than 12 hours per day, wakes up at least 3 times a day, and wakes up more than 1 hour at night. To overcome sleep disorders in babies, you can use pharmacological and non-pharmacological methods. Pharmacologically through the use of drugs, non-pharmacologically we do not consume drugs, but music therapy which is one of the Al-Quran music therapies, this approach is very in-depth.This study aims to determine mothers' knowledge about the use of Murotar al-Quran in an effort to improve children's sleep quality.Research Method :This research is non-experimental research with a descriptive research design. The sample for this study was mothers who had children under the age of 5 between the ages of 1 and 5 years.Result: The results of the study showed that some mothers had good knowledge about using Murotar Al Quran to improve the quality of their children's sleep. Mothers who have good knowledge in using Murrotal Al Qu'an is 78.4%.Conclusions and Suggestions: Murottal Al-Quran therapy shows that this therapy reduces stress hormones, activates the natural hormone Endorphrin, improves the body's chemical system and influences brain wave activity, and reduces feelings of anxiety. It is hoped that mothers who have children under five can apply the use of Murootal Al Qur'an as a non-pharmacological therapy to improve sleep quality. Keywords : Knowledge, Murrotal Al Quran Therapy, Sleep Quality 
The Effect Of Mozart Classic Music Therapy On Postpartum Blues Symptoms Oktaria, Dyanis; Rachmawati, Fijri; Farich, Achmad; Lathifah, Neneng Siti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.11952

Abstract

Latar Belakang Postpartum Blues adalah periode depresi sementara yang terjadi selama beberapa hari pertama masa nifas. Kondisi ini dapat menyebabkan depresi pada ibu dan mengganggu tumbuh kembang bayi yang telah dilahirkan. Angka kejadian postpartum blues di Puskesmas Totomulyo Tulang Bawang Barat sebanyak 45 kasus. Terapi musik klasik Mozart dipercaya dapat membantu mengurangi gejala postpartum blues.Tujuan untuk mengetahui Pengaruh Terapi Musik Klasik Mozart terhadap Postpartum Blues di Wilayah Kerja Puskesmas Toto Mulyo Kabupaten Tulang Bawang BaratMetode kuantitatif, menggunakan pendekatan pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest, dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli di Wilayah Kerja Puskesmas Toto Mulyo. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder dengan jumlah sampel sebanyak 45 ibu yang mengalami gangguan persalinan postpartum blues. Instrumen penelitian menggunakan EPDS (The Edinburgh Postnatal Depression Scale) dan lembar observasi. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Paired Simple T-Test.Hasil Nilai rata-rata yang diperoleh postpartum blues sebelum intervensi adalah 11,15 dengan standar deviasi 1,223 sedangkan nilai rata-rata postpartum blues setelah intervensi sebesar 6,31 dengan standar deviasi 1,164. Analisis bivariat didapatkan rata-rata perbedaan nilai postpartum blues sebelum dan sesudah intervensi sebesar 4,84 dengan Paired Simple T-Test mendapatkan p = 0,000Kesimpulan terdapat pengaruh terapi musik klasik Mozart terhadap pencegahan postpartum blues. Terapi musik klasik Mozart telah terbukti mengurangi gejala postpartum blues.Saran Terapi musik klasik mozart dapat diberikan pada ibu nifas yang mengalami postpartum blues. Kata Kunci: musik klasik mozart, Postpartum blues, Motherpostpartum ABSTRACT Backgraound Postpartum Blues are temporary periods of depression that occur during the first few days of the puerperium. This condition can cause depression in the mother and interfere with the growth and development of the baby who has been born. Incidence rate postpartum blues at the Totomulyo Tulang Bawang Barat Health Center as many as 45 cases. Mozart classical music therapy is believed to help reduce symptomspostpartum blues.Purpose  Knowing the effect of Mozart's classical music therapy on postpartum blues in the Working Area of the Toto Mulyo Public Health Center, West Tulang Bawang RegencyMethods quantitative, using a pre-experimental approach with a one group pretest-posttest design, carried out from May to July in the Working Area of the Toto Mulyo Health Center. This study used primary and secondary data with a total sample of 45 mothers giving birth disturbance postpartum blues. The research instrument used EPDS (The Edinburgh Postnatal Depression Scale ) and observation sheets. Data analysis by means of univariate and bivariate analysis using the Paired Simple T-Test.Result The average value is obtained postpartum blues before the intervention was 11.15 with a standard deviation of 1.223 while the average value postpartum blues after intervention of 6.31 with a standard deviation of 1.164. Bivariate analysis found that the average difference value postpartum blues before and after the intervention was 4.84 with the Paired Simple T-Test getting p = 0.000,.Conclusion which means there is an effect of Mozart's classical music therapy on prevention postpartum blues. Mozart classical music therapy has been shown to reduce symptoms postpartum blues.Suggestion Mozart classical music therapy can be given to the mother postpartum who experience postpartum blues. Keywords: Mozarts classical, Music,Postpartum blues, Motherpostpartum
The Influence Of Reproductive Health Education On Adolescent Girls On The Level Of Knowledge About Dysmenorrhea Aulia, Eva; Istiqamah, Istiqamah; Wahdah, Rabia; Hidayah, Nurul
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.14887

Abstract

Latar Belakang: Pada masa remaja terdapat perubahan yang disebut masa pubertas. Salah satu tanda pubertas pada wanita yaitu menstruasi. Adapun gangguan pada menstruasi salah satunya dismenore. Berdasarkan Kemenkes tahun 2020 kejadian dismenore yaitu 90% dan dikalimantan tengah sebesar 63.64% Dismenore disebabkan ketidakseimbangan hormon. Salah satu cara untuk mengurangi kejadian dismenore yaitu memberikan edukasi kesehatan kepada remaja.Tujuan: Mengidentifikasi pengaruh edukasi kesehatan reproduksi pada remaja putri terhadap tingkat pengetahuan tentang dismenore di SMPN 5 Selat Kelurahan Murung Keramat.Metode:  Metode penelitian ini adalah pre experimental dengan desain one group pretest posttest. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, diambil berdasarkan kriteria berjumlah 30. Analisis data pada penelitian menggunakan uji marginal homogeneity.Hasil: Hasil penelitian, pretest 10 orang (33,3%) dikategorikan baik, 14 orang (46,7%) dikategorikan cukup dan 6 orang (20,0%) dikategorikan kurang. Hasil posttest, 23 orang (76,7%) dikategorikan baik, 7 orang (23,3%) dikategorikan cukup. Hasil uji yaitu nilai p value = 0,0001 dimana p <0,05 artinya berpengaruh.Kesimpulan: Adanya pengaruh edukasi kesehatan reproduksi pada remaja putri terhadap tingkat pengetahuan tentang dismenore di SMPN 5 Selat Kelurahan Murung Keramat Kabupaten Kapuas.Saran: Diharapkan dapat diberikan lebih banyak lagi informasi mengenai kesehatan reproduksi khususnya tentang dismenore, atau menambah sumber bacaan diperpustakaan untuk menambah wawasan pada murid khususnya remaja putri. Kata Kunci : Dismenore, Edukasi kesehatan, Remaja Putri ABSTRACT Background: In adolescence there is a change called puberty. One of the signs of puberty in women is menstruation. As for disorders in menstruation, one of them is dysmenorrhea. Based on the Ministry of Health in 2020, the incidence of dysmenorrhea is 90% and in Central Kalimantan it is 63.64% Dysmenorrhea is caused by hormonal imbalance. One way to reduce the incidence of dysmenorrhea is to provide health education to adolescents.Purpose:  Identifying the effect of reproductive health education on adolescent girls on the level of knowledge about dysmenorrhea in SMPN 5 Selat Kelurahan Murung Keramat.Methods:  This research method is pre-experimental with a one group pretest posttest design. The sampling technique is purposive sampling, taken based on 30 criteria. Data analysis in research using marginal homogeneity test.Results: The results of the study, pretest 10 people (33.3%) were categorized as good, 14 people (46.7%) were categorized as sufficient and 6 people (20.0%) were categorized as less. Posttest results, 23 people (76.7%) were categorized as good, 7 people (23.3%) were categorized as sufficient. The test result is the value of p value = 0.0001 where p <0.05 means influential.Conclusion: There is an influence of reproductive health education on adolescent girls on the level of knowledge about dysmenorrhea at SMPN 5 Selat Kelurahan Murung Keramat Kapuas Regency.Suggestions; It is hoped that more information can be provided about reproductive health, especially about dysmenorrhea, or add reading resources in the library to add insight to students, especially young women. Keywords: : Dysmenorrhea, Health education, Young Women
The Effect Of Giving Hot Dark Chocolate On Dysmenorhore In Adolescent Hasiani S, Amelia; Dinengsih, Sri; Syamsiah, Siti
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i3.14286

Abstract

Latar Belakang: Dismenore perlu diwaspadai karena dapat mengganggu aktivitas dan konsentrasi belajar dikelas, biasanya terjadi di daerah perut bagian bawah, pinggang hingga menjalar ke kaki. Di Indonesia angka kejadian dismenorea sebesar 107.673 jiwa (64, 25%), yang terdiri dari 59.671 jiwa (54, 89%) mengalami dismenore primer dan 9.496 jiwa (9,36%) mengalami dismenore sekunder. Penanganan dismenorea dapat dilakukan dengan cara non farmakologi salah satu nya dengan mengkonsumsi hot dark chocolate.Tujuan: Untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Hot Dark Chocolate terhadap Dismenore pada Remaja Putri Kelas IX Di SMPN 1 Muara Gembong Bekasi Tahun 2024.Metodologi: Design yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasy – Eksperimental dengan two group pretest – posttest. Jumlah sampel 30 responden yang terdiri dari 15 responden pada kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol dengan teknik Purposive Sampling. Instrument yang digunakan adalah Numeric Rating Scale dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji Paired T-test dan Independent T-test.Hasil Penelitian: Rata-rata nyeri haid sebelum diberikan hot dark chocolate adalah 7,67 dengan standar deviasi 1,447. Rata-rata nyeri haid setelah diberikan hot dark chocolate adalah 4,67 dengan standar deviasi 1,838.Simpulan : Ada pengaruh pemberian hot dark chocolate terhadap dismenore pada remaja putri kelas IX di SMPN 1 Muara Gembong Bekasi tahun 2024.Saran: Diharapkan remaja putri dapat mengonsumsi hot dark chocolate sebagai salah satu tindakan non farmakologi untuk meringankan dismenore dan membantu remaja putri untuk mengurangi mengkonsumsi obat obatan. Kata kunci : Dismenore, Hot Dark Chocolate, Remaja Putri ABSTRACT Background: Dysmenorrhea needs to be watched out for because it can interfere with learning activities and concentration in class, usually occurring in the lower abdomen, waist and spreading to the legs. In Indonesia, the incidence of dysmenorrhea is 107,673 people (64.25%), consisting of 59,671 people (54.89%) experiencing primary dysmenorrhea and 9,496 people (9.36%) experiencing secondary dysmenorrhea. Dysmenorrhoea can be treated using non-pharmacological methods, one of which is by consuming hot dark chocolate.Purpose: To determine the effect of giving hot dark chocolate on dysmenorrhea in young women in class IX at SMPN 1 Muara Gembong Bekasi in 2024.Method: The design used in this research is Quasy - Experimental with two group pretest - posttest. The total sample was 30 respondents consisting of 15 respondents in the intervention group and 15 in the control group using the Purposive Sampling technique. The instruments used were the Numeric Rating Scale and observation sheets. Data were analyzed using the Paired T-test and Independent T-test.Results: The average menstrual pain before being given hot dark chocolate was 7.67 with a standard deviation of 1.447. The average menstrual pain after being given hot dark chocolate was 4.67 with a standard deviation of 1.838.Conclusion: There is an effect of giving hot dark chocolate on dysmenorrhea in class IX teenage girls at SMPN 1 Muara Gembong Bekasi in 2024.Suggestion: It is hoped that young women can consume hot dark chocolate as a non-pharmacological measure to relieve dysmenorrhea and help young women reduce their consumption of drugs. Keywords: Dysmenorrhea, Hot Dark Chocolate, Young Women
Identification Of Nutritional Adequacy Of Pregnant Women With The Figo Nutrition Checklist Hanifah, Dewi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i1.13640

Abstract

Latar Belakang: Gizi dalam kehamilan mempunyai implikasi penting terhadap kesehatan ibu dan anak. Gizi selama kehamilan yang optimal, akan mendorong pertumbuhan dan perkembangan janin yang optimal.Tujuan: Mengidentifikasi kecukupan zat gizi pada ibu hamil di Puskemas Kota Sukabumi dan mengidentifikasi kelompok ibu hamil yang beresiko mengalami masalah giziMetode : Desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional menggunakan data primer dengan mengukur kecukupan gizi ibu hamil dengan instrumen FIGO Nutrition Checklist. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 65 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas PONED Sukabumi pada bulan Juli – September 2022. Analisis data menggunakan Chi Square.Hasil: Masih terdapat ibu hamil dengan status gizi kurang (7,7%) dan status gizi lebih (30,8%). Hanya 20% ibu hamil dengan kualitas diet memenuhi indikator instrumen FIGO Nutrition Checklist. Variasi jenis makanan yang dikonsumsi ibu hamil belum memenuhi kebutuhan diet yang disarankan. Faktor demografi yang berhubungan dengan kualitas diet adalah pendidikan ibu (p<0,05).   Kesimpulan: Kebutuhan gizi selama kehamilan belum memenuhi indikator FIGO Nutrition Checklist, terdapat ibu hamil dengan gangguan nutrisi.Saran: Perlu dilakukan edukasi gizi terhadap ibu hamil melalui pelayanan antenatal. Kata Kunci: FIGO,Nutrition, Checklist ABSTRACT Background: A balanced diet during pregnancy is crucial for optimal fetal growth and development.Objective: This study aims to assess the nutritional adequacy of pregnant women attending the Sukabumi Public Health Center and identify groups of pregnant women at risk of nutritional problems.Methods: This observational study used the FIGO Nutrition Checklist to measure the nutritional adequacy of 65 pregnant women at the Sukabumi Public Health Center from July to September 2022, using chi-square for data analysis.Results: The study found that some pregnant women suffered from undernutrition (7.7%) and overnutrition (30.8%). Only 20% of pregnant women met the indicators of the FIGO Nutrition Checklist instrument, indicating that their diet quality was appropriate. The study also revealed that the variety of foods consumed by pregnant women did not meet the recommended dietary needs. Maternal education was found to be associated with diet quality (p<0.05).Conclusion: The results suggest that pregnant women's nutritional needs are not being met according to the FIGO Nutrition Checklist indicators, and some women are experiencing nutritional disorders.Suggestion: It is recommended that antenatal care should include nutrition education for pregnant women to ensure that they receive adequate nutrition during pregnancy. Keywords: FIGO, Nutrition,Checklist
The Relationship Of Chronic Energy Deficiency (Ced) In Pregnant Women With The Incident Of Low Birth Weight Irayani, Fahrul
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i7.16086

Abstract

 Latar Belakang : Anemia dalam kehamilan merupakan masalah nasional karena mencerminkan nilai kesejahteraan ekonomi masyarakat. Target global SDG’s (Sustainable Development Goals) adalah menurunkan AKI menjadi 70 per 100.000 KH. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Kurang Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil dengan kejadian Berat Bayi Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Abdoel MoeloekTujuan : tujuan kegiatan yaitu untuk mengetahui hubungan kurang energi kronis (KEK) pada ibu hamil dengan kejadian berat bayi lahir rendah (BBLR)Metode : Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional jumlah sampel sebanyak 66 orang. Sampel pada penelitian ini adalah diperoleh dengan menggunakan teknik total sampling.Hasil : Diketahui bahwa lebih dari setengahnya responden tidak mengalami kejadian KEK sebanyak 35 orang (53%), diketahui bahwa lebih dari setengahnya responden mengalami kejadian BBLR sebanyak 41 orang (62,1%), berdasarkan hasil uji statistik Chi Square, diketahui bahwa nilai P sebesar 0,000 lebih kecil dari nilai α (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kejadian KEK dengan kejadian BBLR.Saran :  Diharapkan petugas kesehatan khususnya bidan agar lebih meningkatkan konseling dalam pelayanan kesehatan kepada ibu hamil sehingga ibu hamil dapat memperoleh informasi yang cukup tentang gizi terutama agar ibu tidak terkena Kurang Energi Kronis. 
The Relationship Of Undernutrition And Gross Motor Development Of Children Aged 1-5 Years Reghita, Sivana Gian; Septiana, Efa; Ardini, Weda Ayu
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i2.14195

Abstract

Latar Belakang: Kekurangan gizi dapat memberikan konsekuensi buruk dimana manifestasi terburuk dapat menyebabkan kematian. Masalah gizi kurang nampaknya belum dapat teratasi dengan baik skala internasioonal. Secara global sebesar 462 juta balita yang mengalami gizi kurang dan 1,9 juta anak mengalami gizi lebih (WHO, Malnutrition, 2020). Angka kematian balita menurut UNICEF sebanyak 37% balita (Unicef, 2021). Angka Gizi kurang di Indonesia juga masih sebanyak sebanyak (17%) (Kemenkes RI, 2022). Menurut laporan Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia memiliki angka kematian balita 19,83 per 100 kelahiran hidup pada 2022 (BPS, 2022). Artinya, dari setiap 100 anak yang lahir dengan selamat, sekitar 19 anak di antaranya meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun. Kematian balita salah satunya disebabkan pneumonia (BPS, 2022). Salah satu provinsi di Indonesia yang menghadapi masalah malnutrisi adalah Provinsi Lampung, yaitu untuk  kasus gizi kurang berada diperingkat 26 (14,8%) (KemenkesRI, 2022). Kasus gizi kurang belum mencapai target diLampung Timur yaitu 16,7%. Sedangkan prevelensi gizi kurang sebanyak 16,7%. (Kemenkes RI, 2022). Angka Kematian Balita di Provinsi Lampung sebanyak 15.6%. Provinsi Lampung terdapat 15 kabupaten atau kota, salah satunya yaitu kabupaten Lampung Timur. Sebanyak 16,26% angka kematian balita di Lampung Timur (BPS, 2020).Tujuan: Mengetahui ada hubungan gizi kurang dengan perkembangan motorik kasa anak usia 1-5 tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Kesumadadi Lampung Tengah Tahu 2023Metode:  Desain penelitian dari penelitian ini menggunakan metode survei analitik penelitian dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Kesumadadi Lampung Tengah. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu penelitian case control. Populasi pada penelitian ini adalah data gizi kurang yaitu sejumlah 245 balita dari desa kesumadadi dan 212 balita dari desa sumberjo yang didapatkan dari EPGBM Puskesmas Kesumadadi Lampung Tengah Tahun 2023. Sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yang dihitung menggunakan  rumus slovin dengan hasil 82 balita didesa Kesumadadi dan desa Sumberjo. Instrumen penelitian ini menggunakan lembar observasi dan lembar denver II. Analisis data menggunakananalisis univariat dan bivariat menggunakan Chi Square.Hasil: Hasil penelitian telah dilakukan analisis univariat yaitu distribusi frekuensi gizi kurang 30 (37%) dan tidak gizi kurang 52 (63%). Distribusi frekuensi motorik kasar status normal sejumlah 51(62%), Suspek 28 (34%), Tidak dapat diuji 3 (4%). Hasil analisis bivariat telah dilakukan analisis data menggunakan chi square didapatkan hasil dari penelitian ini yaitu didapatkan balita yang motorik kasarnya normal terdapat 51 (98%) balita yang tidak gizi kurang, balita yang motoik kasarnya suspek terdapat 27 (90%) balita ber status gizi kurang dan 1  (2%) balita yang status gizi nya baik. Balita yang motorik kasarnya tidak dapat diuji terdapat 3 (10%) balita yang status gizi kurang. Hasil chi square yang didapat yaitu 0,000 < 0,005 yang artinya ada hubungan antara motorik kasar dengan status gizi pada balita.Kesimpulan: Balita yang motorik kasarnya tidak dapat diuji terdapat 3 (10%) balita yang status gizi kurang. Hasil chi square yang didapat yaitu 0,000 < 0,005 yang artinya ada hubungan antara motorik kasar dengan status gizi pada balita.Saran: Dapat dilakukan pencegahan gizi kurang agar seluruh balita memiliki status gizi baik dan motorik kasar normal Kata Kunci : Case Control, Gizi Kurang, Motorik Kasar ABSTRACT Background: Malnutrition can have bad consequences where the worst manifestation can cause death. It seems that the problem of malnutrition has not been resolved well on an international scale. Globally, 462 million children under five are undernourished and 1.9 million children are overnourished (WHO, Malnutrition, 2020). According to UNICEF, the under-five mortality rate is 37% (Unicef, 2021). The malnutrition rate in Indonesia is still as high as (17%) (RI Ministry of Health, 2022). According to the Central Statistics Agency (BPS) report, Indonesia has a toddler mortality rate of 19.83 per 100 live births in 2022 (BPS, 2022). This means that for every 100 children born safely, around 19 children die before reaching the age of 5 years. One of the deaths of children under five is caused by pneumonia (BPS, 2022). One of the provinces in Indonesia that faces malnutrition problems is Lampung Province, which is ranked 26th (14.8%) for cases of malnutrition (Kemenkes RI, 2022). Malnutrition cases have not yet reached the target in East Lampung, namely 16.7%. Meanwhile, the prevalence of undernutrition is 16.7%. (RI Ministry of Health, 2022). The infant mortality rate in Lampung Province is 15.6%. Lampung Province has 15 districts or cities, one of which is East Lampung district. As much as 16.26% of the under-five mortality rate in East Lampung (BPS, 2020).Objective: To find out whether there is a relationship between malnutrition and the development of fine motor skills in children aged 1-5 years in the Kesumadadi Community Health Center Working Area, Central Lampung, 2023Method: The research design of this study uses an analytical survey method, research carried out in the Kesumadadi Community Health Center Work Area, Central Lampung. The research design used is case control research. The population in this study was malnutrition data, namely 245 toddlers from Kesumadadi village and 212 toddlers from Sumberjo village obtained from the EPGBM of the Kesumadadi Health Center, Central Lampung in 2023. The sample in this study used a purposive sampling technique which was calculated using the Slovin formula with the results being 82 toddlers in the village. Kesumadadi and Sumberjo villages. This research instrument uses observation sheets and Denver II sheets. Data analysis used univariate and bivariate analysis using Chi Square.Results: The results of the research were carried out by univariate analysis, namely the frequency distribution of malnutrition was 30 (37%) and not malnutrition was 52 (63%). Frequency distribution of normal gross motor status was 51 (62%), Suspect 28 (34%), Untestable 3 (4%). The results of bivariate analysis have carried out data analysis using chi square. The results of this research are that there are 51 (98%) toddlers whose gross motor skills are normal, and 27 (90%) toddlers whose gross motor skills are suspect are undernourished. and 1 (2%) toddler whose nutritional status was good. Of the toddlers whose gross motor skills could not be tested, there were 3 (10%) toddlers who had poor nutritional status. The chi square results obtained were 0.000 < 0.005, which means there is a relationship between gross motor skills and nutritional status in toddlers.Conclusion: Of the toddlers whose gross motor skills could not be tested, there were 3 (10%) toddlers who had poor nutritional status. The chi square results obtained were 0.000 < 0.005, which means there is a relationship between gross motor skills and nutritional status in toddlers.Suggestion: Malnutrition can be prevented so that all toddlers have good nutritional status and normal gross motor skills. Keywords: : Case Control, Lack Of Nutrition, Rough Motorcycle 
The Impact Of The Cemara Application On The Prevention Of Anemia In Adolescent Girls Patmawati, Rina; Nurlatifah, Teni; Raksanagara, Ardini Saptaningsih; Sutisna, Mamun; Wijayanegara, Hidayat
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i9.16748

Abstract

Latar Belakang: Remaja putri masih memerlukan perhatian khusus untuk terhindar dari anemia. Pengelolaan standar anemia dengan suplementasi tablet Fe masih belum maksimaldikarenakan beberapa hambatan salah satunya masalah kepatuhan karena rendahnya minat dalam konsumsi tablet Fe serta efek samping gastrointestinal yang ditimbulkan. Guna mengawasi seberapa banyaknya TTD yang diminum oleh remaja putri, peneliti mengembangkan aplikasi CEMARA, sebuah alat pencatatan dan pelaporan data elektronik.Tujuan: Melihat seberapa baik Aplikasi CEMARA bekerja untuk menyelamatkan remaja dari anemia inilah yang menjadi pendorong dilakukannya penelitian ini.Metode:  Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan desain kuasi-eksperimental. Pengambilan sampel kuantitatif digunakan. Terdapat total 78 partisipan yang dibagi secara merata antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol dalam penelitian ini. Penelitian berlangsung selama dua bulan, dari 15 Februari 2024 hingga 16 April 2024. Data dianalisis menggunakan uji independen, dan jika data tidak berdistribusi normal, uji Mann-Whitney U digunakan untuk membandingkan hasil pra dan pasca tes kelompokHasil: Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui bahwa terdapat perbedaan penggunaan aplikasi CEMARA sebelum dan sesudah intervensi. Secara spesifik, kelompok intervensi menggunakan aplikasi CEMARA sebanyak 32,0 kali, sedangkan kelompok kontrol menggunakan aplikasi CEMARA sebanyak 47,0 kali. Lebih lanjut, kita tahu bahwa penggunaan aplikasi CEMARA setelah intervensi adalah rata-rata 59,0 kali, dibandingkan dengan 20,0 kali pada kelompok kontrol. Nilai sig (2-tailed) untuk perbedaan ini adalah 0,00 < 0,05.Kesimpulan: Terdapat perbedaan penggunaan aplikasi CEMARA antara kelompok intervensi dan kelompok kontrolSaran: Aplikasi CEMARA berhasil mencegah terjadinya anemia pada remaja putri, dan terdapat peningkatan kadar hemoglobin darah setelah menggunakan aplikasi CEMARA dibandingkan dengan sebelumnya. Kata Kunci : Anemia remaja putri, Aplikasi CEMARA, Efektivitas ABSTRACT Background: Adolescent girls require special attention to prevent anemia. The standard management of anemia through iron (Fe) tablet supplementation remains suboptimal due to several challenges, including issues of compliance stemming from a lack of interest in consuming Fe tablets and the gastrointestinal side effects they may cause. To monitor the amount of Fe tablets consumed by adolescent girls, researchers developed the CEMARA application, an electronic tool for data recording and reporting.Objective: The effectiveness of the CEMARA App in preventing anemia among adolescents serves as the impetus for this research.Methods:  This research employed quantitative methods with a quasi-experimental design. A quantitative sampling technique was utilized, with a total of 78 participants evenly divided between the intervention and control groups. The research was conducted over a two-month period, from February 15, 2024, to April 16, 2024. Data analysis was performed using an independent t-test; however, if the data were not normally distributed, the Mann-Whitney U test was used to compare the pre- and post-test results of the groups.Results: Based on the data obtained, it is known that there is a difference in the use of CEMARA application before and after the intervention. Specifically, the intervention group used the CEMARA app 32.0 times, while the control group used the CEMARA app 47.0 times. Furthermore, we know that the use of CEMARA app after the intervention was 59.0 times on average, compared to 20.0 times in the control group. The sig value (2-tailed) for this difference is 0.00 < 0.05.Conclusion: There is a difference in the use of CEMARA application between the intervention group and the control group.Suggestion: The CEMARA app successfully prevented anemia in adolescent girls, and there was an increase in blood hemoglobin levels after using the CEMARA app compared to before. Keywords: Anemia of adolescent girls, CEMARA App, Effectiveness 
The Effectiveness Of Young Because Simplicia For The Healing Of Perineal Wounds In Public Women Suwardi, Suyanti; Harahap, Novy Ramini; Zuiatna, Dian; Rusmiyati, Rusmiyati
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i7.16089

Abstract

ABSTRAK : EFEKTIVITAS SIMPLISIA BUAH PINANG MUDA DENGAN KESEMBUHAN LUKA PERINEUM PADA IBU NIFAS  Pendahuluan: Jumlah kematian ibu di Kota Medan pada tahun (2020), sebanyak 187 jiwa dari 299.198 kelahiran hidup, dengan Angka Kematian Ibu (AKI) sebesar  62,50 per 100.000 kelahiran hidup, artinya dari 100.000 kelahiran hidup 187 ibu meninggal saat kehamilan 62, bersalin 64, dan 61 kematian ibu nifas. Hampir dari 90% pada proses persalinan banyak ibu yang mengalami robekan perineum ,baik dengan sengaja maupun episiotomi.Tujuan : penelitian ini untuk mengetahui Efektivitas Simplisia Buah Pinang muda Dengan Kesembuhan Luka Perineum Di Klinik Wanti Medan tahun 2023.Metode : Penelitian ini menggunakan metode True Experimental, dengan pendekatan rancangan Posttest Only Control Group Design.Tehnik pengambilan sampel dengan menggunakan Population Sampling dengan jumlah responden 20 ibu nifas mulai hari ke-1 postpartum dengan 10 orang  sebagai kelompok intervensi dan 10 orang sebagai kelompok kontrol. Analisis data univariat dan bivariat.Hasil : penelitian menunjukan bahwa hasil uji statistik dengan menggunakan uji Mann Whitney, diperoleh hasil perhitungan p-value =0,000 < a 0.05, berarti terdapat efektivitas yang signifikan menggunakan simplisia buah pinang muda dengan kesembuhan luka perineum. Kesembuhan terjadi lebih cepat pada kelompok intervensi yang dimana mengalami kesembuhan rata-rata <6 hari  sebanyak 9 orang (90,0%) pada kategori cepat. Sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata mengalami kesembuhan 6-7 hari sebanyak 6 orang (60,0%) pada kategori normal.Kesimpulan : dalam penelitian ini adanya Efektivitas Simplisia Buah Pinang Muda Dengan Kesembuhan Luka Perineum Pada Ibu Nifas Di Klinik Wanti Medan Tahun 2023. Disarankan tenaga kesehatan khususnya pelayanan kebidanan di Klinik Wanti Medan, agar mendukung ibu untuk mengaplikasikan terapi komplementer simplisia buah pinang muda untuk mempercepat kesembuhan luka perineum. Kata Kunci : Buah Pinang Muda, Luka  Perineum ABSTRAK Background: The number of maternal deaths in Medan City in 2020 was 187 out of 299,198 live births, with a Maternal Mortality Rate (MMR) of 62.50 per 100,000 live births, meaning that out of 100,000 live births 187 mothers died during pregnancy, 62. 64 births, and 61 postpartum maternal deaths. Nearly 90% of mothers experience a perineal tear in the birth process, either intentionally or with an episiotomy. The aim of this research is to determine the effectiveness of young betel nut simplicia in healing perineal wounds at the Wanti Clinic in Medan in 2023. This research design uses the True Experimental method, with a Posttest Only Control Group Design approach. The sampling technique uses Population Sampling with a total of 20 mothers as respondents. postpartum starting on day 1 postpartum with 10 people as the intervention group and 10 people as the control group. Univariate and bivariate data analysis. The results of the research show that the results of statistical tests using the Mann Whitney test, obtained a p-value calculation of = 0.000 <  0.05, meaning that there is significant effectiveness of using young areca nut simplicia in healing perineal wounds. Healing occurred more quickly in the intervention group, where 9 people (90.0%) experienced healing on average <6 days in the fast category. Meanwhile, in the control group, an average of 6 people (60.0%) experienced recovery in 6-7 days in the normal category. The conclusion of this research is the effectiveness of young betel nut simplicia in healing perineal wounds in postpartum mothers at the Wanti Clinic in Medan in 2023. It is recommended that health workers, especially midwifery services at the Medan Wanti Clinic, support mothers in applying complementary therapy of young betel nut simplicia to speed up wound healing. perineum. Keywords: Young Areca Fruit Simplicia, Perineal Wounds
The Effect Of Citrus Aurantium Aromatherapy On Sleep Quality In Pregnant Women With Sleep Disorders Indrawati, Ririn; Lathifah, Neneng Siti; Susilawati, Susilawati; Yuliasari, Dewi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v10i5.12605

Abstract

Background: The number of pregnant women who experience sleep disorders in Sumber Bahagia Village, Central Lampung Regency is 31 (72.1%) pregnant women in 2023. And most often occur in the third trimester of pregnancy which is caused by various factors such as hormonal changes, emotional stress and physique problems. To overcome sleep disorders, you can use citrus aurantium aroma therapy.Objective: Understanding the effect of Citrus Aurantium aromatherapy on the sleep quality of pregnant women with sleep disorders in Sumber Bahagia Village, Central Lampung Regency.Method: The research type is a pre-experimental study using a One Group Pretest Posttest Design. The population consists of all pregnant women with sleep disorders. Sleep quality was measured using the PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index). The citrus was administered using cotton, with 2-3 drops of citrus oil to be inhaled for 10 minutes, and this was done for 7 days. The sample was determined using total sampling technique based on inclusion and exclusion criteria, resulting in 31 respondents. The research instrument is the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire. The statistical test used was the Wilcoxon Signed Ranks test with a significance level of 0.05.Results: age characteristics of respondents, most of them were 21-35 years old (74.2%), parity 2-3 (61.3%) and gestational age TM I (12.9%), TM II (25.8%) TM III (61.3%). The average sleep quality of pregnant women before being given citrus aurantium aromatherapy based on PSQI was 10.91 in the poor category. After being given aromatherapy, the average sleep quality score based on PSQI was 9.39. Hypothesis test results on the effect of citrus aurantium aromatherapy on sleep quality with a p value of 0.000.Conclusion: There is an effect of citrus aurantium aromatherapy on sleep quality in pregnant women with sleep disorders in Sumber Bahagia Village, Central Lampung Regency in 2023.Suggestion: Health workers, especially midwives, recommend that pregnant women who experience sleep disorders try using citrus aurantium aromatherapy. Keywords : Citrus Aurantium Aromatherapy, Sleep Quality, Pregnant Women ABSTRAK : PENGARUH AROMATERAPI CITRUS AURANTIUM TERHADAP KUALITAS TIDUR PADA IBU HAMIL DENGAN GANGGUAN TIDUR Latar Belakang : Jumlah ibu hamil yang mengalami gangguan tidur di Desa Sumber Bahagia Kabupaten Lampung Tengah sebanyak 31 (72,1%) ibu hamil pada tahun 2023. Dan paling sering terjadi pada kehamilan trimester III yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti perubahan hormonal. , stres emosional dan masalah fisik. Untuk mengatasi gangguan tidur, Anda bisa menggunakan terapi aroma citrus aurantium.Tujuan: Mengetahui pengaruh aromaterapi Citrus Aurantium terhadap kualitas tidur ibu hamil dengan gangguan tidur di Desa Sumber Bahagia Kabupaten Lampung Tengah.Metode: Jenis penelitian adalah penelitian pre-eksperimental dengan menggunakan One Group Pretest Posttest Design. Populasinya terdiri dari seluruh ibu hamil dengan gangguan tidur. Kualitas tidur diukur menggunakan PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index). Jeruk diberikan dengan menggunakan kapas, dihirup 2-3 tetes minyak jeruk selama 10 menit, dan dilakukan selama 7 hari. Sampel ditentukan dengan teknik total sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga diperoleh 31 responden. Instrumen penelitiannya adalah kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Uji statistik yang digunakan adalah uji Wilcoxon Signed Ranks dengan tingkat signifikansi 0,05.Hasil: karakteristik usia responden sebagian besar berusia 21-35 tahun (74,2%), paritas 2-3 (61,3%) dan usia kehamilan TM I (12,9%), TM II (25,8%) TM III (61,3%). ). Rata-rata kualitas tidur ibu hamil sebelum diberikan aromaterapi citrus aurantium berdasarkan PSQI sebesar 10,91 dengan kategori buruk. Setelah diberikan aromaterapi, rata-rata skor kualitas tidur berdasarkan PSQI sebesar 9,39. Hasil uji hipotesis pengaruh aromaterapi jeruk aurantium terhadap kualitas tidur dengan nilai p value 0,000.Kesimpulan : Terdapat pengaruh aromaterapi jeruk aurantium terhadap kualitas tidur pada ibu hamil dengan gangguan tidur di Desa Sumber Bahagia Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2023.Saran : Tenaga kesehatan khususnya bidan menganjurkan agar ibu hamil yang mengalami gangguan tidur mencoba menggunakan aromaterapi citrus aurantium. Kata Kunci : Aromaterapi Citrus Aurantium, Kualitas Tidur, Ibu Hamil 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue