cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
The Relationship Of The Level Of Mother's Knowledge About Nutrition And The Incident Of Stunting Risk In Toddler Yuviska, Ike Ate; Yuliasari, Dewi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20564

Abstract

Latar Belakang : Prevalensi stunting di dunia pada anak usia dibawah 5 tahun sebesar 21,3%. Hal ini menunjukkan bahwa secara global pada tahun 2019 sekitar 144 juta anak usia dibawah 5 tahun menderita stunting dengan kisaran dua pertiga di antaranya tinggal di Afrika dan wilayah Asia Tenggara (WHO, 2020). Data terbaru menunjukkan bahwa wilayah Asia mengalami beban gizi buruk pada anak-anak di bawah usia 5 tahun dengan prevalensi stunting sebesar 21,8%, lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 21,3%. Kawasan Asia Tenggara memiliki prevalensi stunting sebesar 24,7%, menjadikan kawasan di Asia dengan prevalensi stunting tertinggi kedua setelah Asia Selatan (Global Nutrition Report, 2020). Periode 1.000 hari pertama sering disebut window of opportunities atau dikenal dengan periode emas (golden period) didasarkan pada kenyataan bahwa pada masa janin sampai anak usia dua tahun terjadi proses tumbuh kembang yang sangat cepat dan tidak terjadi pada kelompok usia lain. Pemenuhan asupan gizi pada 1.000 HPK anak sangat penting. Jika pada rentang usia tersebut anak mendapatkan asupan gizi yang optimal maka penurunan status gizi anak bisa dicegah sejak awal (Rahayu, Rahman, et al., 2018). Dua tahun awal kehidupan merupakan periode tercepat dalam perkembangan saraf dan fungsi kognitif. Pada masa ini ditandai dengan percepatan pertumbuhan dan proses pematangan semua sistem organ serta pembentukan pola metabolisme (Helmyati et al., 2020). Agar 1.000 HPK dapat dilalui dengan baik, maka asupan nutrisi dan gizi harus tepat, dan pola pengasuhan yang baik. Tidak terpenuhinya asupan nutrisi dan gizi, serta kesalahan dalam pengasuhan pada masa janin sampai anak usia dua tahun akan berdampak sangat buruk dan permanen terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak di kemudian hari, sehingga dapat mengganggu kesejahteraan anak di masa depan (BkkbN, 2017). Secara garis besar dalam UNICEF Framework menunjukkan 3 pengelompokkan tingkatan stunting yaitu tingkat masyarakat, rumah tangga, dan individu.Faktor penyebab yang terjadi pada tingkat masyarakat berupa sistem ekonomi, pendidikan, kesehatan serta sanitasi dan air bersih. Pada tingkat rumah tangga,  faktor  penyebab  stunting  dimana  kualitas  maupun  kuantitas  makanan yang tidak terpenuhi, tingkat pendapatan, jumlah dan struktur anggota keluarga, pelayanan kesehatan dasar yang tidak memadai, serta sanitasi dan air bersih yang tidak memadai. Faktor-faktor penyebab stunting pada tingkat rumah tangga akan mempengaruhi keadaan individu, yaitu anak dibawah usia 5 tahun terkait asupan makanan menjadi tidak seimbang, berat badan lahir rendah (BBLR), dan status kesehatan yang buruk (Trihono et al., 2015)Tujuan:  Mengetahui  Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Nutrisi dengan Kejadian Risiko Stunting pada Balita di UPT Puskesmas Padangratu Lampung TengahMetode: Penelitian dilakukan dengan dua cara yaitu untuk variabel pengetahuan dengan menyebarkan kuesioner dan untuk variabel   kejadian stunting. Dalam pengambilan sampel menggunakan merode total sampel yaitu 43 anak.    Variabel    pengetahuan dikelompokan   menjadi   dua,   yaitu pengetahuan baik dan kurang dikatakan pengetahuan baik, Pada penelitian ini kedua kelompok data berdistribusi normal (uji Shapiro-Wilk p-value >  0,05) maka analisis data dilakukan dengan menggunakan uji statistik parametrik dua kelompok berpasangan yaitu uji paired t-test. Namun, jika data tidak berdistribusi normal maka analisis data dilakukan dengan menggunakan uji non parametrik yaitu uji Wilcoxon. Analisis ini dilakukan dengan menggunakan program komputer, keputusan uji statistik menggunakan derajat kemaknaan 95% dan tingkat kesalahan (α) = 5%, dengan kriteria hasil: jika p value ≤ nilai α (0,05), maka Ho ditolak (ada pengaruh). Jika p value > nilai α (0,05), Ho gagal ditolak (tidak ada pengaruh).Hasil:  Hasil Penelitin ini menunjukkan ditemukan sebagian besar balita di wilayah kerja Puskesmas Padangratu Kabupaten Lampung Tengah mengalami stunting yaitu 5 balita (11,6%). Berdasarkan hasil penelitian ini, didapatkan bahwa ibu dengan pengetahuan tentang stunting yang kurang sebanyak 4 ibu (80%), sedangkan ibu dengan pengetahuan tentang stunting baik sebanyak 1 ibu (20%).Kesimpulan: Terdapat hubungan positif antara pengetahuan pasien tentang Nutrisi dengan kejadian Stunting Kata Kunci : Pengetahuan, Nutrisi, Stunting 
The Effectiveness Of Pericardium Acupressure And Peppermint Aromatherapy To Reduce Nausea And Vomiting In Pregnant Women TM I Sari, Septi Indah Permata; Hindratni, Findy; Septiana, Dewi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i4.20050

Abstract

Latar Belakang: Mual dan muntah merupakan masalah yang terjadi pada trimester I dengan frekuensi muntah kurang dari 5 kali sehari selama kehamilan. Mual dan muntah terjadi pada 60-80% ibu hamil pertama (primigravida) dan 40-60% pada ibu multigravida. Penyebab mual dan muntah ibu hamil tidak diketahui dengan pasti, berdasarkan beberapa ahli menyebutkan mual dan muntah terjadi karena perubahan hormon, imunologis, dan anatomi. Akupresure dan aroma terapi merupakan terapi alternatif yang aman dan non-invasif.Tujuan Untuk mengetahui perbedaan   efektifitas   terapi   akupresur   dengan  aromaterapi   pappermint   terhadap penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester I.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experimen dengan design Pretest- Posttest With Control Group. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu hamil trimester I yang datang di Klinik Taman Sari 6 sebanyak masing-masing 15 sample. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan di klinik Taman Sari bulan Februari – Agustus 2022. Teknik pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling dengan sample berjumlah 30 orang. Penelitian dilakukan dengan cara kunjungan rumah, selanjutnya dilakukan pre-test, di lakukan akupresure pada kelompok perlakuan dan aroma terapi peppermint pada kelompok control dalam waktu 3 hari pada pagi hari dan setelah hari ke 3 dilakukan post-test. Instrumen dalam penelitian ini Lembar kuesioner Pregnancy- Unique Quantification of Emesis-24 (PUQE 24). Analisa data secara univariat dan bivariate menggunakan Uji Two Sample T Test.Hasil :  Hasil analisi univariat dari 15 responden pada masing-masing grup diperoleh rata-rata frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil trimester I sebelum diberikan akupresur pada titik perikardium 6 adalah sebesar 2.26 (SD 0.46) dan sesudah diberikan terjadi penurunan frekuensi mual dan muntah dengan nilai rata-rata sebesar 1,53 (SD 0.51) ada perbedaan selisih rata-rata frekuensi mual dan muntah antara sebelum dan sesudah intervensi yaitu 0,75. Dan rata-rata frekuensi mual dan muntah pada ibu hamil trimester I sebelum diberikan aroma terapi peppermint adalah sebesar 2.33 (SD 0.49) dan sesudah diberikan terjadi penurunan frekuensi mual dan muntah dengan nilai rata-rata sebesar 1,8 (SD 0.41) ada perbedaan selisih rata-rata frekuensi mual dan muntah antara sebelum dan sesudah intervensi yaitu 0,53. Hasil analisis bivariate dengan uji mann whitney di dapatkan p-value  0,002 < α( 0,05) yang artinya ada pengaruh akupresur pericardium dan aroma terapi peppermin terhadap penurunan emesis gravidarum ibu hamil TM I.Kesimpulan: Ada pengaruh akupresur P6 dan aroma terapi peppermint untuk megurangi mual dan muntah pada ibu hamil TM I.Saran : Bagi tenaga kesehatan diharapkan untuk menerapkan akupresur pada titik perikardium 6 dan aroma terapi peppermint sebagai alternatif terapi non-farmakologi untuk ibu hamil trimester I dengan mual dan muntah. Kata Kunci : mual, muntah, acupresur P6, aroma terapi peppermint, ibu hamil ABSTRACT Background: Nausea and vomiting are problems that occur in the first trimester with a frequency of vomiting less than 5 times a day during pregnancy. Nausea and vomiting occur in 60-80% of first-time pregnant women (primigravida) and 40-60% of multigravida mothers. The cause of nausea and vomiting in pregnant women is not known for sure, based on several experts, nausea and vomiting occur due to hormonal, immunological, and anatomical changes. Acupressure and aromatherapy are safe and non-invasive alternative therapies.Purpose: To determine the difference in effectiveness between acupressure therapy and peppermint aromatherapy in reducing emesis gravidarum in pregnant women in the first trimester.Method: This study is a Quasi Experimental study with a Pretest-Posttest With Control Group design. The population of this study were all pregnant women in the first trimester who came to the Taman Sari 6 Clinic, 15 samples each. The population in this study were all pregnant women who underwent pregnancy check-ups at the Taman Sari clinic in February - August 2022. The sampling technique used Purposive Sampling with a sample of 30 people. The study was conducted by means of home visits, then a pre-test was carried out, acupressure was carried out on the treatment group and peppermint aromatherapy on the control group within 3 days in the morning and after the 3rd day a post-test was carried out. The instrument in this study was the Pregnancy-Unique Quantification of Emesis-24 (PUQE 24) questionnaire sheet. Univariate and bivariate data analysis used Two Sample T Test.Results: The results of univariate analysis of 15 respondents in each group obtained the average frequency of nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester before being given acupressure at the pericardium point 6 was 2.26 (SD 0.46) and after being given there was a decrease in the frequency of nausea and vomiting with an average value of 1.53 (SD 0.51) there was a difference in the average frequency of nausea and vomiting between before and after the intervention, which was 0.75. And the average frequency of nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester before being given peppermint aromatherapy was 2.33 (SD 0.49) and after being given there was a decrease in the frequency of nausea and vomiting with an average value of 1.8 (SD 0.41) there was a difference in the average frequency of nausea and vomiting between before and after the intervention, which was 0.53. The results of the bivariate analysis using the Mann Whitney test obtained a p-value of 0.002 <α(0.05), which means that there is an effect of pericardial acupressure and peppermint aromatherapy on reducing emesis gravidarum in pregnant women in the first trimester.Conclusion: There is an effect of P6 acupressure and peppermint aromatherapy to reduce nausea and vomiting in pregnant women in the first trimester.Suggestion: Health workers are expected to apply acupressure at the pericardium point 6 and peppermint aromatherapy as an alternative non-pharmacological therapy for pregnant women in the first trimester with nausea and vomiting. Keywords: Nausea,Vimoting, P6 Acupressure, Peppermint Aroma Therapy, Pregnant Women
Feeding For Two: The Impact Of Dietary Patterns On Blood Sugar Control In Late Pregnancy Umiah, Umiah; Rukmaini, Rukmaini; Widowati, Retno
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20256

Abstract

Latar Belakang: Diabetes mellitus gestasional (DMG) terkait dengan morbiditas maternal dan neonatal. Pola makan berperan penting dalam pengendalian glukosa selama kehamilan.Tujuan: Menganalisis pengaruh pola makan energi, makronutrien, dan asupan cairan terhadap kadar gula darah puasa pada ibu hamil trimester tiga di Rumah Sakit AnNisa, Tangerang.Metode: Penelitian potong lintang dilakukan pada 100 ibu hamil trimester tiga. Pola makan dinilai menggunakan recall 24 jam dan aplikasi Nutrinote. Kadar gula darah puasa diukur melalui metode laboratorium standar. Uji chisquare, korelasi Spearman, dan regresi logistik sederhana digunakan untuk menganalisis asosiasi dan mengontrol faktor perancu. Signifikansi ditetapkan pada α = 0,05.Hasil: Indeks massa tubuh sebelum hamil berhubungan signifikan dengan kadar gula darah puasa (p = 0,014). Asupan energi (r = 0,351, p < 0,001), protein (r = 0,292, p = 0,002), dan karbohidrat (r = 0,358, p < 0,001) berkorelasi positif dengan kadar gula darah puasa, sedangkan lemak (r = 0,173, p = 0,085) dan cairan (r = 0,029, p = 0,773) tidak. Regresi logistik menunjukkan bahwa asupan energi (OR = 1,02; 95% CI 1,01–1,03; p = 0,001), protein (OR = 1,03; 95% CI 1,02–1,05; p < 0,001), dan karbohidrat (OR = 1,01; 95% CI 1,00–1,02; p = 0,001) secara signifikan meningkatkan peluang kadar gula darah puasa tinggi.Kesimpulan: Manajemen pola makan yang tepat—terutama energi, protein, dan karbohidrat—penting untuk mencegah peningkatan kadar gula darah puasa pada ibu hamil. Edukasi gizi seimbang direkomendasikan untuk mencegah DMG.Saran: Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi gizi seimbang dan perencanaan pola makan yang disesuaikan agar risiko DMG dapat diminimalkan. Kata Kunci: Diabetes Mellitus Gestasional, Gula Darah Puasa, Ibu Hamil, Pola Makan ABSTRACT Background: Gestational diabetes mellitus (GDM) is associated with adverse maternal and neonatal outcomes. Dietary patterns play a crucial role in glycemic control during pregnancy.Objective: To analyze the effect of dietary patterns—energy, macronutrients, and fluid intake—on fasting blood glucose levels among thirdtrimester pregnant women at AnNisa Hospital, Tangerang.Methods: A crosssectional study was conducted with 100 pregnant women in their third trimester. Dietary intake was assessed using a 24hour recall and the Nutrinote application. Fasting blood glucose was measured via standard laboratory enzymatic methods. Chisquare tests, Spearman correlation, and simple logistic regression were used to examine associations and adjust for confounders. Significance was set at α = 0.05.Results: Prepregnancy BMI was significantly associated with fasting blood glucose (p = 0.014). Energy intake (r = 0.351, p < 0.001), protein (r = 0.292, p = 0.002), and carbohydrate intake (r = 0.358, p < 0.001) correlated positively with fasting blood glucose, whereas fat (r = 0.173, p = 0.085) and water intake (r = 0.029, p = 0.773) did not. Logistic regression showed that higher energy (OR = 1.02; 95% CI 1.01–1.03; p = 0.001), protein (OR = 1.03; 95% CI 1.02–1.05; p < 0.001), and carbohydrate intake (OR = 1.01; 95% CI 1.00–1.02; p = 0.001) significantly increased the odds of elevated fasting blood glucose.Conclusion: Proper management of dietary energy, protein, and carbohydrate intake is essential to prevent elevated fasting blood glucose in pregnant women. Balanced nutrition education is recommended to prevent GDM.Recommendation: Healthcare providers should implement tailored nutrition education programs focusing on balanced macronutrient distribution and energy control to reduce the risk of GDM. Keywords: Dietary Patterns; Fasting Blood Glucose; Pregnant Women; Gestational Diabetes Mellitus
The Effect Of Counseling With Booklet On Pregnant Women About Nutrition During Pregnancy To Prevent Stunting Incidents Rosmadewi, Rosmadewi; Putriana, Yeyen; Mugiati, Mugiati; Widhi Sastri, IGA Mirah; Azzahra, Shafa Fatiha
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20641

Abstract

Latar Belakang : Berdasarkan data SSGI tahun 2021 dalam profil kesehatan Provinsi Lampung, diketahui bahwa Kabupaten Tulang Bawang memiliki prevalensi stunting sebesar 9,5%, namun berdasarkan data SSGI tahun 2022 dalam profil kesehatan Provinsi Lampung angka prevalensi stunting di Kabupaten Tulang Bawang mengalami peningkatan sebesar 10,2%. Salah satu dampak jangka panjang stunting yaitu menurunnya prestasi belajar. Pada tahun 2023 dilakukan pengukuran balita di wilayah kerja Puskesmas Tiuh Tohou dan didapatkan 189 (12,98%) dari 1456 balita mengalami stunting.Tujuan : Mengetahui pengaruh penyuluhan pada ibu hamil dengan media booklet terhadap pengetahuan tentang gizi pada masa kehamilan untuk mencegah terjadinya stunting.Metode : Penelitian ini dalam bentuk kuantitatif dengan rancangan menggunakan pendekatan Pre-Eksperimental yaitu one group pre test-post test. Sampel penelitian ini ibu hamil sebanyak 60 orang dengan teknik Purposive Sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat. Uji statistik menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test, hasil dari uji statistik nilai p-value 0,000 < 0,05.Hasil : Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pretest sebesar 15,72 dan posttest sebesar 18,78 sehingga mengalami peningkatan sebesar 3,06. Sedangkan hasil uji statistik diperoleh p value 0,000.Kesimpulan : Ada pengaruh penyuluhan pada ibu hamil dengan media booklet terhadap pengetahuan  tentang gizi pada masa kehamilan untuk mencegah stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Tiuh Tohou Kabupaten Tulang Bawang.Saran : Tenaga Kesehatan terutama bidan, dalam  memberikan pelayanan kepada ibu hamil berupa penyuluhan sebaiknya menggunakan media booklet, karena booklet merupakan buku kecil yang berisi informasi yang ringkas dan padat sehingga mudah dipahami oleh ibu hamil. Kata kunci : Penyuluhan, Media Booklet, Gizi Kehamilan, Pencegahan Stunting. ABSTRACT Background: Based on the 2021 SSGI data in the health profile of Lampung Province, it is known that Tulang Bawang district has a stunting prevalence of 9.5%, but based on SSGI data in 2022 in the health profile of Lampung province, the stunting prevalence rate in Tulang Bawang district has increased by 10.2%. One of the long-term impacts of stunting is declining learning achievement. In 2023, a measurement of toddlers was carried out in the working area of the Tiuh Tohou Health Center, and 189 (12.98%) of 1456 toddlers were stunted.Purpose: Knowing the effect of counseling on pregnant women with booklet media on knowledge about nutrition during pregnancy to prevent stunting incidents.Methods: This research is in quantitative form with a design using a Pre-Experimental approach, namely one group pre-test-post-test. The sample of this study was 60 pregnant women using the purposive sampling technique. Data analysis, univariate analysis, and bivariate analysis. The statistical test uses the Wilcoxon Signed-Rank Test, with a statistical test of p-value 0.000 < 0.05.Results: The results showed that the average pretest score was 15.72 and the posttest was 18.78, there was an increase in maternal knowledge by 3.06. Meanwhile, the results of the statistical test obtained a p-value of 0.000.Conclusion: There is an effect of counseling on pregnant women with booklet media on knowledge about nutrition during pregnancy to prevent stunting in the Tiuh Tohou Health Center Working Area, Tulang Bawang Regency.Suggestions: Health workers, especially midwives, in providing services to pregnant women in the form of counseling should use booklet media, because a booklet is a small book that contains concise and dense information, so that it is easy for pregnant women to understand. Keywords: Counseling, Media Booklet, Nutrition during Pregnancy, Stunting Prevention
Effectiveness Of Tui Na Massage In Overcoming Eating Difficulties In Stunting Toddlers Aged 3-4 Years Lestari, Gangsar Indah; Ridwan, M.
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20640

Abstract

Latar Belakang Imunisasi dasar merupakan vaksin yang diberikan kepada berusia 0-11 bulan 29 hari. Tujuan meningkatkan kekebalan secara aktif pada bayi terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpapar dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan. Menurut data WHO 2021, sebanyak 4,9 juta anak didunia tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Penyebab ketidak lengkapan imunisasi yaitu pandemik covid tahun 2019, membuat cakupan imunisasi ditingkat global mengalami penurunan yaitu dari 86% menjadi 81% pada tahun 2021. Dampak dari ketidak lengkapan imunisasi yaitu resiko kesakitan, kecacatan, bahkan kematian. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan ibu dengan pemberian imunisasi dasar lengkap pada bayi di Puskesmas Ganjar Agung Kota Metro.Metode Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan non-probability sampling dengan metode total sampling. Sampel dalam penelitian adalah ibu yang memiliki bayi berusia 11 bulan yang berkunjung ke Puskesmas atau Posyandu di Wilayah Kerja Puskesmas Ganjar Agung, Kota Metro pada bulan Januari sampai dengan Mei 2024 sejumlah 51 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan analisis data menggunakan uji chi square.Hasil penelitian didapatkan ibu dengan pengetahuan pada kategori cukup sebesar 78,4% dan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi 82.4%. Hasil uji statistik p value = 0,667.Kesimpulan penelitian bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi pertimbangan bagi instansi kesehatan agar dapat meningkatkan promosi tentang imunisasi dasar lengkap pada bayi. Kata Kunci : Imunisasi dasar, pengetahuan ibu. ABSTRACT Background Basic immunization is a vaccine given to children aged 0-11 months 29 days. The aim is to actively increase immunity in infants against a disease, so that if one day they are exposed to the disease they will not get sick or only experience mild illness. According to WHO data in 2021, as many as 4.9 million children in the world did not receive complete immunization. The cause of incomplete immunization, namely the 2019 Covid pandemic, caused global immunization coverage to decline from 86% to 81% in 2021. The impact of incomplete immunization is the risk of illness, disability, and even death. This study generally aims to determine the relationship between maternal knowledge and the provision of complete basic immunization to infants at the Ganjar Agung Health Center, Metro City. This research method is a quantitative study with a cross-sectional approach. The sampling technique uses non-probability sampling with the total sampling method. The sample in the study were mothers who had 11-month-old babies who visited the Health Center or Posyandu in the Ganjar Agung Health Center Working Area, Metro City from January to May 2024, totaling 51 respondents. Data collection using a questionnaire and data analysis using the chi square test.The results of the study found that mothers with knowledge in the sufficient category were 78.4% and completeness of basic immunization in infants was 82.4%. The results of the statistical test p value = 0.667.The conclusion of the study is that there is no significant relationship between maternal knowledge and completeness of basic immunization in infants. The results of the study are expected to be a consideration for health agencies in order to increase promotion of complete basic immunization in infants. Keywords: Basic immunization, maternal knowledge. 
Relationship Between Supporting Factors To Pregnancy Of Delivery Preparation Of Pregnant Women In The Thirty Trimester Herlina, Siskha Maya; Fatmawati, Nurul; Ulya, Yadul; Yunika, Regina Pricilia
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20888

Abstract

Latar Belakang: Persiapan persalinan adalah rencana tindakan yang dibuat oleh ibu, anggota keluarga dan bidan. Ketidaksiapan ibu dalam menghadapi persalinan menjadi salah satu faktor penyebab tingginya Angka Kematian Ibu. Angka Kematian ibu (AKI) di kawasan ASEAN pada tahun 2020 AKI mencapai 235 per 100.000 kelahiran hidup Pengetahuan ibu mengenai persiapan persalinan merupakan faktor penting dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI). Tujuan: untuk mengetahui faktor-faktor pendukung persiapan persalinan pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Ampenan Metode: Penelitian ini adalah Pre - Eksperimen dengan menggunakan desain penelitian One group pretest-posttest design..  Teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling Hasil: Hasil penelitian ini sejumlah 19 responden (46.3%) yang lebih meningkat pengetahuannya setelah kelas ibu hamil, didapatkan ada 30 responden yang mengikuti kelas ibu hamil  dengan nilai posttest lebih tinggi dari nilai pretest dengan jumlah ranking positif. sejumlah 38 responden (92.7%). Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan ibu hamil meningkat sesudah mengikuti kelas ibu. Kesimpulan: Berdasarkan hasil identifikasi, ditemukan bahwa ada hubungan pelaksanaan kelas ibu hamil terhadap pengetahuan ibu hamil tentang persiapan persalinan. Saran: Diharapkan program kelas ibu hamil tetap dilanjutkan di puskesmas sebagai wadah untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil khususnya mengenai persiapan persalinan. Kata Kunci: factor pendukung persiapan persalinan, persiapan persalinan, ibu hamil trimester III ABSTRACT Background: Childbirth preparation is an action plan made by the mother, family members and midwives. The mother's unpreparedness in facing childbirth is one of the factors causing the high Maternal Mortality Rate. The Maternal Mortality Rate (MMR) in the ASEAN region in 2020 MMR reached 235 per 100,000 live births. Mothers' knowledge about childbirth preparation is an important factor in reducing maternal mortality rates (MMR). Objective: to determine the supporting factors for childbirth preparation in pregnant women in the third trimester at the Ampenan Health Center Method: This study was a Pre-Experiment using a One group pretest-posttest design. The sampling technique was Purposive Sampling.  Results: The results of this study were 19 respondents (46.3%) whose knowledge increased after the pregnant women's class, 30 respondents were found to have attended the pregnant women's class with a posttest score higher than the pretest score with a positive ranking. a total of 38 respondents (92.7%). This shows that the knowledge of pregnant women increased after attending the mother's class. Conclusion: Based on the results of the identification, it was found that there was a relationship between the implementation of the pregnant women's class and the knowledge of pregnant women about childbirth preparation. Suggestion: It is hoped that the pregnancy class program will continue in community health centers as a forum to increase the knowledge of pregnant women, especially regarding preparation for childbirth. Keywords : supporting factors for childbirth preparation, childbirth preparation, pregnant women in the third trimester 
Dietary Patterns, Physical Activity And Obesity Status On Blood Pressure In Hypertensive Patients Suryani, Tatiek; Syafiq, Ahmad; Sartika, Ratu Ayu Dewi; Putri, Primasti Nuryandari
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i4.19450

Abstract

In Indonesia, the prevalence of hypertension has increased significantly, from 25.8% in 2013 to 30.8% in 2023. The proportion of controlled hypertension reached only 19.8% in the productive age group and 17.7% in the elderly. This large number of uncontrolled hypertension cases contributes significantly to the increased risk of cardiovascular disease. The objective of this study was to ascertain the correlation between consumption patterns, physical activity, and obesity status with blood pressure in hypertensive patients in the work area of the Kemirimuka Village Health Center, located in Depok City. This is a quantitative study using a cross-sectional design. The sampling method used was non-probability total sampling, with a sample size of 178 respondents who met the inclusion criteria. The data collected were analyzed univariate and bivariate using the Chi-Square statistical test. The results showed that most of the hypertensive patients, 66.3%, had uncontrolled blood pressure. Statistical test results showed a significant inverse relationship between age and blood pressure (p=0.002 and OR=0.356). In addition, there was a significant relationship between the frequency of junk food consumption and blood pressure (p= 0.017 and OR= 2.269). While the variables gender (p=1.000), frequency of coffee consumption (p=0.154), physical activity (p=0.583), BMI (p=0.594) and BF% (p=0.517) were not associated with blood pressure in hypertensive patients. In conclusion, the elderly group had a 2.81 times lower risk of uncontrolled blood pressure than the productive age group, and frequent consumption of junk food was associated with a 2.269 times increased risk of uncontrolled blood pressure. Education about hypertension, with an emphasis on weight management and healthy eating, should be provided to all age groups. Keywords: Hypertension, Blood pressure, dietary patterns, physical activity, obesity ABSTRACT Di Indonesia prevalensi hipertensi meningkat signifikan, dari 25,8% di tahun 2013 meningkat menjadi 30,8% ditahun 2023. Proporsi hipertensi yang terkendali hanya mencapai 19,8% pada kelompok usia produktif dan 17,7% pada kelompok usia lanjut. Banyaknya jumlah kasus hipertensi yang tidak terkendali ini berkontribusi besar terhadap meningkatnya risiko penyakit kardiovaskular. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola konsumsi, aktivitas fisik dan status obesitas dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di wilalayah kerja Puskesmas Kelurahan Kemirimuka Kota Depok. Penelitian ini bersifat kuantitatif, dengan menggunakan desain cross-sectional. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah non-probability total sampling, dengan jumlah sampel sebanyak 178 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang terkumpul dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji statistik Chi-square.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien hipertensi 66,3% memiliki tekanan darah tidak terkendali. Hasil analisis menunjukkan hubungan terbalik yang signifikan antara usia dan tekanan darah (p=0.002 and OR=0.356). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi konsumsi junk food dengan tekanan darah (p= 0.017 and OR= 2.269). Sedangkan variabel jenis kelamin (p=1,000), frekuensi konsumsi kopi (p=0,154), aktivitas fisik (p=0,583), indeks massa tubuh (IMT) (p=0,594) dan persen lemak tubuh (PLT) (p=0,517) tidak berhubungan dengan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kesimpulannya, kelompok usia lanjut memiliki risiko 2,81 kali lebih rendah untuk memiliki tekanan darah yang tidak terkontrol dibandingkan kelompok usia produktif, dan seringnya konsumsi junk food ditemukan berhubungan dengan peningkatan risiko 2,269 kali lebih tinggi untuk memiliki tekanan darah yang tidak terkontrol.  Edukasi tentang hipertensi, dengan penekanan pada manajemen berat badan dan pola makan sehat, harus diberikan kepada semua kelompok usia. Kata Kunci: Hipertensi, Tekanan darah, pola makan, aktivitas fisik, obesitas
Relationship Between Knowledge Level And Nutritional Status With Anemia Incidence In Pregnant Women Susilawati, Susilawati; Amirus, Khoidar; Mariza, Ana; Sunarsih, Sunarsih
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.17904

Abstract

Anemia merupakan kondisi menurunnya kadar hemoglobin, hematokrit, dan jumlah eritrosit di bawah nilai normal. Menurut World Health Organization (WHO), 20% dari 515.000 kematian ibu di seluruh dunia disebabkan oleh anemia. Ibu hamil dengan anemia yang mengalami anemia di Puskesmas Gedung Menheng pada tahun 2022 sebanyak 43 dari 210 ibu hamil. Angka tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan persentase anemia pada ibu hamil pada tahun sebelumnya, yakni tahun 2021 yang hanya sebanyak 38 dari 198 ibu hamil.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2023. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu hamil bulan Juli di Puskesmas Gedung Meneng Kabupaten Tulang Bawang sebanyak 42 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling Analisis Univariat dan Bivariat dengan uji Chi Square.Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden yang mengalami anemia tidak mengalami anemia yaitu 16 orang (53,3%), pengetahuan sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang 15 orang (50%), status gizi sebagian besar responden baik yaitu 16 responden (53,3%). Ada hubungan antara pengetahuan dengan kejadian anemia pada ibu hamil, diperoleh nilai p sebesar 0,001 (<0,05) OR 26.000 Ada hubungan antara status gizi dengan kejadian anemia pada ibu hamil, diperoleh nilai p sebesar 0,000 (<0,05). OR yang diperoleh 42.000. Disarankan bagi ibu hamil untuk mencegah anemia dengan cara mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi seperti ikan, telur, daging, bayam, tomat, tahu/tempe, kacang merah, dan lain-lain serta mengonsumsi tablet FeKata Kunci: Anemia, Pengetahuan, Status Gizi, Ibu Hamil ABSTRACTAnemia is a condition of decreased hemoglobin, hematocrit and erythrocyte count below normal values. According to the World Health Organization (WHO), 20% of the 515,000 maternal deaths worldwide are caused by anemia. Pregnant women with anemia who experienced anemia at the Gedung Menheng Health Center in 2022 were 43 out of 210 pregnant women. This figure has increased when compared to the percentage of anemia in pregnant women in the previous year, namely 2021, which was only 38 out of 198 pregnant women. The purpose of the study was to determine the relationship between the level of knowledge and nutritional status with the incidence of anemia in pregnant women at the Gedung Meneng Health Center, Tulang Bawang Regency in 2023.The type of research used was analytical research with a cross-sectional approach. The population in this study were pregnant women in July at the Gedung Meneng Health Center, Tulang Bawang Regency, as many as 42 people. The sample in this study was 30. The sampling technique used was purposive sampling Univariate and Bivariate Analysis with the Chi Square test.The results of the study showed that most of the respondents who experienced anemia did not experience anemia, namely 16 people (53.3%), the knowledge of most respondents had insufficient knowledge 15 people (50%), the nutritional status of most respondents was good, namely 16 respondents (53.3%). There is a relationship between knowledge and the incidence of anemia in pregnant women, obtained a p.value of 0.001 (<0.05) OR 26,000 There is a relationship between nutritional status and the incidence of anemia in pregnant women, obtained a p.value of 0.000 (<0.05). OR obtained 42,000. It is recommended for pregnant women to prevent anemia by eating foods containing iron such as fish, eggs, meat, spinach, tomatoes, tofu/tempeh, red beans, and others and consuming Fe tablets Keywords: Anemia, Knowledge, Nutritional Status, Pregnant Women
Identification Of Pregnant Women'S Knowledge Level And Attitude Towards Physical Changes That Occur During Pregnancy Hardaniyati, Hardaniyati; Arendha, Dian Soekmawaty
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i6.20444

Abstract

Latar Belakang:  Perubahan yang terjadi selama kehamilan umumnya menimbulkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran bagi sebagian besar ibu hamil. Kurangnya   pengetahuan   dari   klien untuk  menghadapi perubahan fisik dapat menimbulkan bahaya sehingga akan membentuk sikap positif terhadap perubahan-perubahan yang dirasa normal atau tidak yang dapat merugikan dirinya.Tujuan: Mengidentifikasi tingkat pengetahuan ibu hamil tentang perubahan fisik yang terjadi selama kehamilanMetode: Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu hamil trimester yang berjumlah  70 orang.Hasil: hasil penelitian menunjukan 35 responden (50,0%) pengetahuan kurang, 18 responden (25,7%) pengetahuan cukup, 17 responden (24,3%). Hasil penelitian menunjukkan  Sebagian besar ibu hamil memiliki Tingkat pengetahuan kurang baik dalam menghadapi perubahan fisik sehingga akan berdampak terhadap kualitas kesehatan hidup ibu hamil yang berpengaruh ke janinKesimpulan: Hasil  penelitian menunjukan  ibu  hamil  yang mengalami perubahan fisik dalam kategori tingkat pengetahuan kurang dalam menghadapi perubahan fisik yag terjadi. Ketidaknyamanan fisik yang dialami oleh ibu berbeda-beda tingkatnya dan ibu hamil yang mengalami ketidaknyamanan fisik dalam kategori buruk selama kehamilan hal ini disebabkan karena  ibu  masih  dalam kehamilan  pertama  sehingga  ibu  belum  paham  cara  mengatasi  ketidaknyamanan  yang dirasakan.Saran: Fasilitas kesehatan penting  untuk melakukan skrining terhadap fisik maupun psikologis ibu hamil dalam mencegah terjadinya ketidaknyamanan yang berdampak bagi kualitas hidup selama masa kehamilan. Kata Kunci: Tingkat pengetahuan, Perubahan fisik , ibu hamil ABSTRACT Background: Changes that occur during pregnancy generally cause discomfort and anxiety for most pregnant women. Lack of knowledge from clients to deal with physical changes can cause danger so that it will form a positive attitude towards changes that are considered normal or not that can harm them.Objective: To identify the level of knowledge of pregnant women about physical changes that occur during pregnancy.Method: This type of research uses descriptive research. The sample in this study was 70 pregnant women in their third trimester.Results: The results of the study showed that 35 respondents (50.0%) had insufficient knowledge, 18 respondents (25.7%) had sufficient knowledge, 17 respondents (24.3%). The results of the study showed that most pregnant women had a low level of knowledge in dealing with physical changes, which would have an impact on the quality.Conclusion: The results of the study show that pregnant women who experience physical changes in the category of knowledge level are lacking in dealing with the physical changes that occur. The physical discomfort experienced by mothers varies in level and pregnant women who experience physical discomfort in the bad category during pregnancy this is because the mother is still in her first pregnancy so the mother does not understand how to deal with the discomfort she feels.Suggestion: It is important for health facilities to conduct physical and psychological screening of pregnant women to prevent discomfort that impacts the quality of life during pregnancy. Keywords: Level of knowledge, Physical changes, pregnant women
The Effect Of Tui Na Massage With Weight Increase To Bgm Toddlers Ages 1-3 Years Old Sari, Diana; Yantina, Yuli; Nurliyani, Nurliyani; Mariza, Ana
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v9i4.21666

Abstract

ABSTRAK : PENGARUH PIJAT TUI NA DENGAN KENAIKAN BERAT BADAN BALITA BGM USIA1-3 TAHUN Latar Belakang : Berat badan merupakan salah satu parameter pertumbuhan seorang anak, disamping faktor tinggi badan. Data dari Puskesmas Branti Raya pada tahun 2022 kasus balita BGM meningkat sebesar 24 kasus. Upaya untuk mengatasi kesulitan makan dapat dilakukan dengan cara non farmakologi seperti Pijat Tui na. Pijat Tu Ina ini merupakan teknik pijat yang lebih spesifik untuk mengatasi kesulitan makan pada balita dengan cara memperlancar peredaran darah pada limpa dan pencernaan, melalui modifikasi dari akupunktur tanpa jarum. Tujuan penelitian ini diketahui pengaruh pijat tui na dengan kenaikan berat badan balita BGM Di Wilayah Kerja Puskesmas Branti Raya Tahun 2022. Jenis penelitian: kuantitatif dengan rancangan pra eksperimen semu dengan one group pretest-postest. Populasi dalam penelitian adalah balita yang akan dilakukan Pijat Tui Na dengan sampel berjumlah 24 balita, teknik sampel yang digunakan total sampling. Penelitian ini telah dilaksanaan di wilayah kerja Puskesmas Rawat Beranti Raya pada bulan Apil – Juni 2022. Pangambilan data dengan lembar observasi. Analisis data secara univariat dan bivariat (uji t test). Hasil : Diketahui rata-rata berat badan balita sebelum dilakukan pijat tui na adalah 9383.3 gram dan setelah dilakukan pijat tui na rata-rata berat badan adalah 9841,6 gram. Kesimpulan Ada Pengaruh Pijat Tui Na Dengan Kenaikan Berat Badan Balita BGM Di Wilayah Kerja Puskesmas Branti Raya Tahun 2022 dengan nilai (p-value = 0,000 < α = 0,05). Saran pada ibu balita agar dapat memanfaatkan teknik pijat tui na sebagai cara dalam mengatasi kesulitan makan pada anak balita dan mengaplikasikan terapi pijat tui na dalam kehidupan sehari-hari Kata. Kunci : Berat Badan Balita, Gizi Kurang, Pijat Tui NaABSTRACTBackground : Body weight is one of the growth parameters of a child, in addition to the height factor. Data from the Branti Raya Health Center in 2022 cases of BGM toddlers increased by 24 cases. Efforts to overcome eating difficulties can be done by non-pharmacological methods such as Tui na massage. Tu Ina massage is a more specific massage technique to overcome eating difficulties in toddlers by improving blood circulation in the spleen and digestion, through a modification of acupuncture without needles. The purpose of this study was to determine the effect of tui na massage with weight gain of BGM toddlers in the Branti Raya Health Center Working Area in 2022. Type of research: quantitative with a quasi-experimental design with one group pretest-posttest. The population in this study is toddlers who will have Tui Na massage with a sample of 24 toddlers, the sample technique used is total sampling. This research was carried out in the working area of the Rawat Beranti Raya Health Center in April – June 2022. The data were collected using observation sheets. Data analysis was univariate and bivariate (t test). Results: It is known that the average body weight of toddlers before tui na massage is 9383.3 grams and after tui na massage the average weight is 9841.6 grams. Conclusion There is an Effect of Tui Na Massage with BGM Toddler Weight Gain in the Work Area of the Branti Raya Health Center in 2022 with a value (p-value = 0.000 < = 0.05). Suggestions for mothers of toddlers to be able to use tui na massage techniques as a way to overcome eating difficulties in toddlers and apply tui. na massage therapy in daily lifeKeywords: Toddler Weight, Malnutrition, Tui Na Massage

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue