cover
Contact Name
Neneng Siti Latifah
Contact Email
nenengmalahayati@gmail.com
Phone
+6281315863446
Journal Mail Official
neneng@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jalan Pramuka NO 27 Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 24768944     EISSN : 2579726X     DOI : 10.33024
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Malahayati menyediakan platform untuk mempublikasikan bidang kebidanan dan jurnal juga berusaha untuk memajukan kualitas penelitian dengan memperkenalkan atau menguraikan metode baru di bidang kesehatan kebidanan untuk publikasi termasuk kebidanan dan ilmu kesehatan inti. Jurnal ini berisi naskah tentang Ilmu Kesehatan yang meliputi: asuhan Kebidanan, Gizi, Psikologi, kebidanan komunitas, kesehatan Reproduksi, Kesehatan Lansia, Kesehatan Masyarakat
Articles 971 Documents
The Impact Of Lavender Aromatherapy On Pain Intensity In The Perineum Injury Dinengsih, Sri; Alawiyah, Robiatul; Kundaryanti, Rini
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i7.21007

Abstract

- Latar Belakang: Nyeri pada perineum tetap menjad isu krusial bagi ibu pasca melahirkan. RSU Kota Tangerang Selatan mencatat bahwa 59,6% ibu yang melahirkan per vagina mengalami luka episiotomi dan semuanya mengalami rasa nyeri, jika tidak ditanggani dengan baik dapat mempengaruhi mobilitas ibu dan mengakibatkan komplikasi lain seperti infeksi nifas dan perdarahan. Salah satu cara mengurangi rasa nyeri adalah mengunakan aromaterapi lavender. Linalool (43,32%) dan Linalyl Acetat (26,32 %) adalah komponen utama dalam mengatasi rasa sakit pada  luka episiotomiTujuan: Untuk mengetahui dampak aroma terapi lavender terhadap intensitas nyeri luka perineum pada ibu pasa salin di RSU Kota Tangerang Selatan tahun 2024.Metodologi:Penelitian ini menerapkan design quasi-experimental dengan rancangan satu kelompok akan diukur sebelum dan sesudah perlakuan tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian adalah ibu pasca salin 6 jam yang mengalami luka perineum pada bulan Juli tahun 2024 dengan jumlag 30 responden mengunakan teknik total sampling, Uji t pasangan  digunakan untuk menganalisis data penelitian ini. Lembar pengamatan adalah alat yang digunakan sebagai pengukuran intensitas nyeri.Hasil Penelitian: Analisis data univariat di kelompok intervensi menemukan bahwa rerata rasa nyeri pada pretest sebesar 4,90 dan stelah intervensi Rerata nyeri lupa perineum menjadi 2,17 sehingga terdapat selisih rata-rata nyeri sebesar 2,73. Hasil dari penelitian bivariat mengunakan uji t-sample berpasangan menunjukan p value 0,000, hal ini menunjukan bahwa ada dampak positif pemberian aroma terapi lavender terhadap nyeri luka perineum pada ibu pasca salin.Simpulan : Aroma terapi lavender memberikan dampak dalam menurunkan Intensitas rasa nyeri di perineum ibu pasca salin di RSU Kota Tangerang Selatan tahun 2024.Saran: Pengunaan aromaterapi lavender dapat dijadikan terapi tambahan untuk ibu pacsa salin yang memiliki luka perineum. Menyampaikan informasi dan edukasi kepada ibu, kelurga dan Masyarakat mengenail manfaat aromaterapi lavender Kata kunci :  Aromaterapi, Nyeri, Perineum, Lavender. ABSTRACT    Background: Perineal pain remains a crucial issue for postpartum mothers. South Tangerang City Hospital noted that 59.6% of women who delivered vaginally experienced episiotomy wounds, and all experienced pain. If not properly managed, this can affect the mother's mobility and lead to other complications such as postpartum infection and hemorrhage. One way to reduce pain is to use lavender aromatherapy. Linalool (43.32%) and Linalyl Acetate (26.32%) are the main components in managing pain from episiotomy wounds.Objectives: To determine the impact of lavender aromatherapy on the intensity of perineal wound pain in postpartum mothers at South Tangerang City Hospital in 2024.Method: This research applies a designquasi-experimentalWith a single-group design, the data will be measured before and after treatment without a control group. The research sample was mothers who experienced perineal wounds 6 hours after delivery in July 2024 with a total of 30 respondents using the technique.total samplingA paired t-test was used to analyze the data in this study. The observation sheet was the tool used to measure pain intensityResults: Univariate data analysis in the intervention group found that the average pain in the pretest was 4.90 and after the intervention the average pain in the perineum was 2.17 so that there was a difference in the average pain of 2.73. The results of the bivariate study using the paired sample test showed p value 0,000, this shows that there is a positive impact of giving lavender aromatherapy on perineal wound pain in postpartum mothers..Conclusion: Lavender aromatherapy has an impact in reducing the intensity of pain in the perineum of postpartum mothers at South Tangerang City Hospital in 2024.Suggestion: The use of lavender aromatherapy can be used as an adjunct therapy for postpartum mothers with perineal wounds. Providing information and education to mothers, families, and the community about the benefits of lavender aromatherapy. Keywords:   Aromatherapy, Pain, Perineum, Lavender. 
Identification Of Development In Babies Under Five Years (Toddlers) Fatmawati, Nurul; Zulfiana, Yesvi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i7.21219

Abstract

Jumlah balita di Indonesia mencapai sekitar 31.8 juta jiwa pada tahun 2022 hal ini menjadikan tumbuh kembang  balita sangat penting untuk diperhatikan karena menyangkut kualitas estafet  generasi penerus bangsa. Menurut Dinas Kesehatan sebesar 85.779 (62,02%) anak usia prasekolah mengalami gangguan perkembangan. Data Riskesdas angka prevelansi stunded (hambatan pertumbuhan) pada balita di Nusa Tenggara Barat adalah sebesar 24,5 %. Data yang didapat dari Dinas kesehatan Kota Mataram pada tahun 2013 terdapat sebanyak 1.136 balita yang mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan. Nusa  Tenggara  Barat  (NTB)  tercatat 12,6% anak mengalami keterlambatan motorik halus.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan pada balita.Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif deskriptif. Desain penelitian yang di gunakan yaitu simple random sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita sejumlah 95 anak balita. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar balita berjenis kelamin laki-laki 50 (53%), sebagian ibu berpendidikan junior high school 50 (52%) serta sebagian balita memiliki perkembangan sesuai 63 (66%).Kesimpulan : Bahwa sebagian besar perkembangan pada balita adalah normal yaitu sesuai yang diperiksa menggunakan KPSP.Saran : Diharapkan untuk ibu-ibu yang memiliki anak usia balita diharapkan mengunjungi puskesmas atau fasilitas kesehatan lainnya untuk dapat memantau perembangan anak dengan menggunaan KPSP yang dilakukan oleh bidan atau tenaga kesehatan.Kata Kunci : Balita, PerkembanganABSTRACT The number of toddlers in Indonesia will reach around 31.8 million in 2022, making toddler growth and development very important to pay attention to because it concerns the quality of the next generation of the nation. According to the Health Office, 85,779 (62.02%) preschool children experience developmental disorders. Riskesdas data shows the prevalence of stunted (growth disorders) in toddlers in West Nusa Tenggara is 24.5%. Data obtained from the Mataram City Health Office in 2013 showed that 1,136 toddlers experienced growth and development disorders. West Nusa Tenggara (NTB) recorded 12.6% of children experiencing fine motor delays.Objective: This study aims to identify development in toddlers.Method: This study uses a descriptive quantitative research method. The research design used is simple random sampling. The population in this study were mothers who had 95 toddlers.Results: The results of the study showed that most toddlers were male 50 (53%), some mothers had junior high school education 50 (52%) and some toddlers had appropriate development 63 (66%).Conclusion: That most of the development in toddlers is normal, namely according to what was examined using KPSP.Suggestion: It is hoped that mothers who have toddlers will visit community health centers or other health facilities to be able to monitor their children's development using the KPSP carried out by midwives or health workers. Keywords : Toddler, Development
e Relationship Between Physical Activity And Eating Patterns With Nutritional Status Of Adolescent Girls Handayani, Sri; Pratiwi, Yopi Suryatim; Gusmiya Aisyafitri, Sherly Masryabina
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i7.21596

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi masalah status gizi pada remaja putri masih tinggi di Indonesia. Tingginya masalah status gizi disebabkan kebiasaan makan aktivitas fisik yang berdampak terhadap penurunan imunitas dan produktivitas. Remaja memiliki perilaku konsumsi pangan yang tidak sesuai dengan kebutuhan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja putri. Metode:  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 117 responden. Instrumen pengukuran pola makan menggunakan kuesioner semi FFQ, aktivitas fisik menggunakan kuesioner PAQ-A, dan status gizi diukur berdasarkan IMT perumur.   Karakteristik responden yaitu pola makan, akivitas fisik, dan status gizi dianalisis secara univariat dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square.Hasil: Hasil penelitian menujukkan sebagian besar remaja putri mempunyai pola makan yang tidak sesuai dengan PGS, yaitu sebanyak 84 (72%) remaja putri, memiliki aktivitas yang aktif sebesar 72 (62%), dan sebagian besar berstatus gizi normal sebanyak 90 (77%) remaja putri. Analisis bivariat hubungan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan status gizi menunjukkan nilai p< 0,05 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan aktivitas fisik dengan status gizi remaja.Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan pola makan dan aktivitas fisik berhubungan dengan status gizi.Saran: Diharapkan semua remaja putri untuk mengatur pola makan dan aktif melakukan aktivitas fisik untuk memperbaiki status gizi. Kata Kunci : Aktivitas Fisik; Pola Makan; Remaja; Status Gizi ABSTRACT Background:  The prevalence of nutritional status problems among teenage girls is still high in Indonesia. The high nutritional status problems are caused by eating habits and physical activity that affect immunity and productivity. Teenagers have food consumption behaviors that do not align with their needs.Purpose:  This research aims to determine the relationship between eating patterns and physical activity with the nutritional status of adolescent girls.Methods:  The method used in this study is quantitative with a cross-sectional approach. The sample in this study consisted of 117 respondents. The measurement instrument for dietary patterns used a semi-FFQ questionnaire, physical activity was assessed using the PAQ-A questionnaire, and nutritional status was measured based on BMI for age. The characteristics of the respondents, namely dietary patterns, physical activity, and nutritional status, were analyzed univariately and presented in frequency distribution tables, while the bivariate analysis used the Chi Square testResults: The research results show that the majority of adolescent girls have eating patterns that do not conform to the PGS, with 84 (72%) adolescent girls having an active lifestyle of 72 (62%), and most having a normal nutritional status amounting to 90 (77%) adolescent girls. The bivariate analysis of the relationship between eating patterns and physical activity with nutritional status shows a p-value < 0.05, indicating a significant relationship between eating patterns and physical activity with the nutritional status of adolescents.Conclusion: Based on the research findings, it can be concluded that diet and physical activity are related to nutritional status. Suggestions: It is hoped that all adolescent girls will manage their diet and actively engage in physical activities to improve their nutritional status. Keywords: Physical Activity; Eating Patterns; Adolescents; Nutritional Status
The Effect Of Egg Consumption On The Enhancement Of Hemoglobin Levels In Adolescent Girls Ermawati, Ermawati; Wira Utami, Vida; Yantina, Yuli; Nuryani, Dina Dewi
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i7.11645

Abstract

Latar belakang : Anemia merupakan keadaan dimana masa eritrosit dan atau masa Hb yang beredar tidak dapat memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan tubuh. Data prevalensi pada remaja pada tahun 2018 di Kota Metro 42,02%, Mesuji 35,22%, Pringsewu 33,03% dan Lampung Tengah 18,81%. Upaya yang bisa dilakukan untuk mengatasi anemia ada dua cara yaitu konsumsi telur. Penelitian bertujuan diketahui pengaruh konsumsi telur dengan kenaikan Hb pada remaja putri di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak Tahun 2023. Metode penelitian : Desain penelitian dilakukan dengan Pra Eksperimental dengan pendekatan one group pretest – posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja putri yang mengalami anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak sebanyak 27 responden dengan sampel sebanyak 20 responden menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini telah dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak Tahun 2023 pada bulan Mei-Juni 2023. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis data secara univariat dan bivariat (t test). Hasil penelitian diketahui rata-rata kadar Hb sebelum diberikan konsumsi telur pada remaja putri adalah 10,8 dan sesudah diberikan konsumsi telur pada remaja putri adalah 12,0. Ada pengaruh konsumsi telur dengan kenaikan Hb pada remaja putri di Wilayah Kerja Puskesmas Seputih Banyak Tahun 2023 dengan nilai (p-value = 0,000). Saran bagi petugas esehatan untuk mengembangkan program penanganan anemia, melalui media promotif tentang manfaat makanan yang mengandung zat besi dan murah Kata Kunci : kadar Hb, konsumsi telur, remaja putri ABSTRACT Background: Anemia is a condition where the circulating mass of erythrocytes and/or Hb is insufficient to fulfill its function of providing oxygen to body tissues. The prevalence data in adolescents in 2018 in Metro City were 42.02%, Mesuji 35.22%, Pringsewu 33.03%, and Lampung Tengah 18.81%. There are two ways to address anemia, one of which is egg consumption. This study aims to determine the effect of egg consumption on the increase in Hb levels in adolescent girls in the Working Area of Seputih Banyak Primary Health Care in 2023.Research Method: The research was conducted using a Pre-Experimental design with a one-group pretest-posttest approach. The population in this study consisted of anemic adolescent girls in the Working Area of Seputih Banyak Primary Health Care, totaling 27 respondents, with a sample of 20 respondents using purposive sampling technique. This study was conducted in the Working Area of Seputih Banyak Primary Health Care in the year 2023, during May-June 2023. Data collection used observation sheets. Data analysis included univariate and bivariate analyses (t-test).  The research results : showed that the average Hb level before egg consumption for adolescent girls was 10.8, and after egg consumption, it was 12.0. There is an effect of egg consumption on the increase in Hb levels in adolescent girls in the Working Area of Seputih Banyak Primary Health Care in the year 2023 with a p-value of 0.000.Recommendations for health workers include developing anemia management programs through promotive media highlighting the benefits of iron-rich and affordable foods. Keywords: Hb levels, egg consumption, adolescent girls
Effect Of Katuk Leaf Decoction Onadequacy Of Breast Milk Production In Breastfeeding Mothers Nofita, Lira Dian; Yusman, Reni; Netri, Yulia; Kencana, Tika
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i7.21457

Abstract

Latar Belakang: Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2022 rata - rata angka pemberian ASI di dunia baru berkisar 38%. Hal ini jauh diatas target 50%. dI Indonesia, meskipun sejumlah besar perempuan (96%) sudah menyusui anaknya, tapi hanya 48,6% bayi yang mendapat ASI. (Kemenkes, 2022), Seorang ibu menyusui dalam praktik memberikan ASI, itu tidak semudah yang dibayangkan. Selain nutrisi, menyusui memerlukan keyakinan dan tekad ibu untuk memberikan asupan yang terbaik kepada anaknya, Adapun upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan mengonsumsi makanan yang dapat dijadikan ASI booster yang akan memuat meningkatnya produksi ASI pada ibu, yaitu dengan cara mengonsumsi tanaman obat atau tradisional yang dipercayai bisa meningkakan produksi ASI. Terdapat berbagai jenis tanaman tradisional yang digunakan ibu yang menyusui sebagai upaya peningkatan produksi ASI, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan daun katuk (Friska Armynia Subratha, 2020).Tujuan: Mengetahui  adanya pengaruh pemberian daun katuk pada ibu menyusui terhadap Peningkatan Produksi ASI di Wilayah Kerja Puskesmas Naras Kota Pariaman tahun 2025Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif menggunakan rancangan quasy ]eksperiment dengan desain One Group Pretest Posttest. Di dalam desain ini observasi dilakukan sebanyak dua kali yaitu sebelum eksperimen dan sesudah eksperimen yang di pantau selama 7 hari umtuk mengukur adanya perbedaan antara sebelum eksperimen dan sesudah eksperimen. Data dianalisis menggunakan analisis univariat, bivariat, dan multivariat. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Analisis univariati menggunakan distribusi tendensi sentral dan analis bivariatnya menggunakan uji t pasanganHasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata kecukupan Air Susu Ibu pada ibu menyusui kelompok eksperimen sebelum pemberian daau katuk yakni 16 responden (66.7%), dan sesudah pemberian rebusan daun katuk di wilayah kerja Puskesmas naras hilir kota pariaman mayoritas produksi ASI nya banyak yakni 24 responden (100%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian rebusan daun katuk terbukti efektif terhadap kecukupan Air Susu Ibu.Kesimpulan : Ada pengaruh pemberian daun katuk pada peningkatan produksi ASI dengan penambahan berat badan bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Naras Kota Pariaman tahun 2025Saran: Untuk wilayah kerja Puskesmas Naras Kota Pariaman agar dapat memanfaatkan daun katuk sebaik mungkin agar untuk meningkatkan Produksi ASI khususnya di wilayah kerja Puskesmas Naras Kota Pariaman. Kata Kunci : Daun katuk, Produksi ASI ABSTRACT Background: According to the World Health Organization (WHO) in 2022, the average breastfeeding rate in the world is only 38%. This is far above the target of 50%. In Indonesia, although a large number of women (96%) have breastfed their children, only 48.6% of infants are breastfed. (Ministry of Health, 2022) A breastfeeding mother's practice of breastfeeding is not as easy as one might think. In addition to nutrition, breastfeeding requires the mother's belief and determination to provide the best intake to her child. The efforts that can be made are by eating foods that can be used as breast milk boosters that will increase breast milk production in mothers, namely by consuming medicinal or traditional plants that are believed to increase breast milk production. There are various types of traditional plants used by breastfeeding mothers as an effort to increase breast milk production, one way that can be done is by utilizing katuk leaves (Friska Armynia Subratha, 2020).Objective: To determine the effect of giving katuk leaves to breastfeeding mothers on increasing breast milk production in the Naras Health Center Work Area, Pariaman City in 2025.Methodology: This study uses quantitative methods using quasy experimental design with One Group Pretest Posttest design. In this design, observations were made twice, namely before the experiment and after the experiment which was monitored for 7 days to measure the difference between before the experiment and after the experiment, the sample in this study was 24 people. Sample selection by setting subjects who meet the criteria, this research was conducted in March and April 2025. Data collection using observation sheets. Data analysis using univariate analysis using central tendency distribution and bivariate analysis using paired t test.The results showed that the average adequacy of breast milk in breastfeeding mothers in the experimental group before giving katuk leaves was 16 respondents (66.7%), and after giving a decoction of katuk leaves in the working area of the Naras hilir health center in Pariaman city the majority of breast milk production was a lot, namely 24 respondents (100%). The conclusion of this study is that giving a decoction of katuk leaves is proven effective on the adequacy of breast milk.Conclusion: There is an effect of giving katuk leaves on increasing breast milk production on infant weight gain in the Naras Health Center Working Area of Pariaman City in 2025Suggestions: Providing information and knowledge to breastfeeding mothers to use katuk leaves which can be processed to help smooth the flow of breast milk. Keywords: Catuk leaf, Breast milk production.
The Influence Of Murrotal Quran On Anxiety During The First Stage Of Labor Anggisa, Dea Yudha; Lathifah, Neneng Siti; Susilawati, Susilawati; Rachmawati, Fijri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i7.17151

Abstract

Masalah lain yang muncul selama persalinan yaitu kecemasan. Kecemasan merupakan respons emosional atau kekhawatiran berlebihan yang tidak jelas sehubungan dengan perasaan ketidakberdayaan. Dampak dari kecemasan dapat menimbulkan rasa sakit pada persalinan dan berakibat timbulnya kontraksi uterus dan dilatasi serviks yang tidak baik. Indonesia data ibu hamil yang mengalami kecemasan mencapai 107.000.000 atau 28,7% di mana kecemasan terjadi saat menjelang proses persalinan Tujuan penelitian diketahui pengaruh Murrotal Qur’an terhadap kecemasan selama proses persalinan kala I di Klinik Wede Ar Rachman Bandar Lampung.Jenis penelitian kuantitatif, rancangan penelitian menggunakan quasi-experimental design dengan rancangan two-group pre test-post test control group design. Populasi dan sampel menggunakan 36 ibu bersalin kala I, 18 sebagai kelompok intervensi yaitu diberi Murrotal Qur’an dan 18 sebagai kelompok kontrol, penelitian ini telah dilaksanakan di Klinik Wede Ar Rachman Bandar Lampung pada bulan Februari s/d Juli Tahun 2024. Analisa data univariat dan bivariat menggunakan uji independen test.Rata-rata kecemasan pada ibu bersalin Kala I sebelum mendengarkan Murrotal Qur’an Di Klinik Wede Ar Rachman Bandar Lampung terhadap 18 responden kelompok intervensi, dengan mean kecemasan 77,50 dengan kategori berat. Sedangkan sesudah mendengarkan Murrotal Qur’an dengan mean kecemasan 41,22 dengan kategori sedang, dengan selisih mean sebesar 36,28. Rata-rata kecemasan pada ibu bersalin Kala I kelompok kontrol di Klinik Wede Ar Rachman Bandar Lampung terhadap 18 responden dengan mean kecemasan 79,67 dengan kategori berat, dan dilakukan pengukuran ke dua pada kelompok kontrol dengan mean kecemasan 83,11 dengan kategori berat, dengan selisih mean sebesar 3,44. Hasil uji statistik menggunakan tes-independen didapat nilai p-value 0.000 (α<0.05) yang artinya terdapat pengaruh murrotal qur’an dengan Kecemasan Pada Ibu Bersalin Kala I di Klinik Wede Ar Rachman Bandar Lampung. Diharapkan bidan dapat mengedukasi terapi Murrotal Al-Qur’an kepada ibu bersalin untuk menurunkan intensitas nyeri dan tingkat kecemasan. Kata Kunci : Murrotal Quran, Kecemasan, Persalinan Kala I ABSTRACT Another problem that arises during labor is anxiety. Anxiety is an emotional response or excessive worry that is unclear in connection with feelings of helplessness. The impact of anxiety can cause pain during labor and result in poor uterine contractions and cervical dilatation. Data from Indonesia shows that 107 million pregnant women, or 28.7%, experience anxiety, especially nearing the labor process. The aim of this research was to determine the effect of Murrotal Qur'an on anxiety during the first stage of labor at the Wede Ar Rachman Clinic, Bandar Lampung.This quantitative research used a quasi-experimental design with a two-group pre-test-post-test control group design. The population and sample consisted of 36 mothers in the first stage of labor, 18 in the intervention group who were given Murrotal Qur'an and 18 in the control group. This study was conducted at the Wede Ar Rachman Clinic, Bandar Lampung, from February to July 2024. Data analysis was performed using univariate and bivariate independent tests.The average anxiety level of mothers in the intervention group before listening to Murrotal Qur'an was 77.50 (severe anxiety), and after listening, it decreased to 41.22 (moderate anxiety), with a mean difference of 36.28. In the control group, the average anxiety level was 79.67 (severe anxiety) before, and 83.11 (severe anxiety) after, with a mean difference of 3.44. Statistical testing using an independent test showed a p-value of 0.000 (α < 0.05), indicating a significant influence of Murrotal Qur'an on anxiety in mothers during the first stage of labor at the Wede Ar Rachman Clinic, Bandar Lampung. Midwives are encouraged to educate mothers about Murrotal Al-Quran therapy to reduce pain intensity and anxiety levels. Keywords: Murrotal Quran, Anxiety, First Stage of Labor
Maternal Factors Related To Perineal Rupture Incidents Ulya, Yadul; Herlina, Siskha Maya; Yunika, Regina Pricilia
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i7.21325

Abstract

 Latar Belakang: Ruptur perineum merupakan salah satu masalah besar yang berkaitan dengan morbiditas dan mortalitas setelah kelahiran. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi akibat ruptur perineum yaitu infeksi dan perdarahan. Beberapa faktor maternal penyebab terjadinya ruptur perineum yaitu umur, paritas, dan jarak kelahiran.Tujuan: Mengetahui faktor maternal yang berhubungan dengan kejadian ruptur perineum.Metode: Metode penelitian ini yaitu penelitian cross sectional dan dilaksanakan di Puskesmas Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat. Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin normal di Puskesmas Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat pada tahun 2024 sejumlah 240 orang, pengambilan sample dengan teknik total sampling. Data yang di ambil dalam penelitian ini adalah data sekunder, diolah secara univariat yang disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi, dan secara bivariat menggunakan uji chi square.Hasil: Hasil analisa bivariat diketahui bahwa dari 210 responden dengan reproduksi sehat terdapat 155 (64,6%) responden mengalami ruptur perineum, dari 158 responden yang multipara terdapat 110 (45,8%) responden mengalami ruptur perineum, dan dari 141 responden dengan jarak kelahiran < 2 tahun terdapat 111 (46,3%) responden mengalami ruptur perineum.Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan bermakna antara umur dan paritas dengan ruptur perineum dengan p-value 0,325 dan 0,217. Terdapat hubungan bermakna antara jarak kelahiran dengan ruptur perineum dengan p-value 0,015.Saran: Diharapkan bidan meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan pemeriksaan kehamilan sehingga dapat mendeteksi kelainan pada ibu hamil sejak dini sebagai upaya preventif terjadinya ruptur perineum pada persalinan normal. Kata Kunci: Maternal, Persalinan, Ruptur Perineum ABSTRACT Background: Perineal rupture is one of the major problems related to morbidity and mortality after childbirth. One of the complications that can occur due to perineal rupture is infection and bleeding. Several maternal factors that cause perineal rupture are age, parity, and birth spacing.Puspose: To determine maternal factors associated with the occurrence of perineal rupture.Method: This research method is cross-sectional research and was conducted at Gunung Sari Health Center, West Lombok Regency. The sample in this study were all mothers who gave birth normally at Gunung Sari Health Center, West Lombok Regency in 2024, totaling 240 people, sampling using total sampling technique. The data taken in this study are secondary data, processed univariately which is presented in the form of a frequency distribution table, and bivariately using the chi square test.Results: The results of the bivariate analysis showed that out of 210 respondents with healthy reproduction, 155 (64.6%) respondents experienced perineal rupture, out of 158 multiparous respondents, 110 (45.8%) respondents experienced perineal rupture, and out of 141 respondents with a birth interval of <2 years, 111 (46.3%) respondents experienced perineal rupture.Conclusion: There was no significant relationship between age and parity and perineal rupture with a p-value of 0.325 and 0.217. There is a significant relationship between birth interval and perineal rupture with a p-value of 0.015.Suggestion: It is hoped that midwives will improve the quality and quantity of pregnancy examination services so that they can detect abnormalities in pregnant women early on as a preventive measure against perineal rupture during normal delivery. Keywords: Childbirth, Maternal, Perineal Rupture
The Effect Of Hypnotherapy On Reducing Labor Pain Reyhanah, Siti; Purwanti, Anik Sri
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i7.21211

Abstract

Latar Belakang: Proses persalinan adalah pengalaman fisiologis dan emosional, dengan intensitas tinggi dan sifat yang sangat subyektif, terutama saat memasuki fase aktif tahap I. Mengelola rasa nyeri berperan sangat penting untuk menjamin proses kelahiran yang aman dan nyaman. Hipnoterapi merupakan metode non-farmakologis dengan pendekatan relaksasi secara mendalam dengan melakukan sugesti positif, teknik visualisasi dan pernapasan ritmis.Tujuan: Penelitian untuk mengevaluasi efektifitas pemberian hipnoterapi dalam mengurangi nyeri saat kontraksi uterus.Metode: Studi ini di rancang menggunakan pra- eksperimen dengan model one grup yaitu pre-test dan post-test. Sebanyak 30 ibu yang melahirkan di PMB Suji Hartini dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hipnoterapi diberikan oleh peneliti selama sekitar 30 menit pada fase aktif tahap I persalinan.Hasil: Menunjukkan pengurangan signifikan dalam intensitas nyeri, dari nyeri hebat (86,7%) menjadi nyeri sedang (66,7%) dan nyeri ringan (20%) setelah intervensi dilakukan. Hasil uji statistik nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05), bahwa hipnoterapi memiliki efek signifikan dalam mengurangi nyeri.Kesimpulan: Maka temuan ini mendukung hipnoterapi sebagai non-farmakologis yang efektif dan aman dalam praktik kebidanan Kata Kunci: Hipnoterapi, manajemen nyeri, relaksasi, metode non-farmakologis ABSTRACT Background: Labor is a physiological and emotional experience, with high intensity and a highly subjective nature, especially when entering the active phase of stage I. Managing pain plays a very important role to ensure a safe and comfortable birth process. Hypnotherapy is a non-pharmacological method with a deep relaxation approach by performing positive suggestions, visualization techniques and rhythmic breathing.Purpose: Research to evaluate the effectiveness of hypnotherapy in reducing pain during uterine contractions.Methods: This study was designed using pre-experiment with one group model, namely pre-test and post-test. A total of 30 mothers who gave birth at PMB Suji Hartini were selected using purposive sampling technique. Hypnotherapy was given by the researcher for about 30 minutes in the active phase of stage I of labor.Results: There was a significant reduction in pain intensity, from severe pain (86.7%) to moderate pain (66.7%) and mild pain (20%) after the intervention. Statistical test results of significance value p = 0.000 (p < 0.05), that hypnotherapy has a significant effect in reducing pain.Conclusion: So these findings support hypnotherapy as an effective and safe non-pharmacological in midwifery practice. Keywords: Hypnotherapy, pain management, relaxation, non-pharmacological method 
Effectiveness Of Turmeric-Tamarind Therapy On Perineal Wound Healing In Postpartum Mothers From Day 1 To 7 Fitri, Riza Arista; Purwati, Anik
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i7.21232

Abstract

Latar Belakang: Robekan atau ruptur pada perineum merupakan kondisi yang umum terjadi selama proses persalinan, baik secara alami maupun akibat intervensi medis. Kunyit diketahui memiliki senyawa aktif seperti kurkumin yang mendukung proses penyembuhan luka melalui percepatan reepitelisasi, peningkatan proliferasi sel, serta sintesis kolagen. Di sisi lain, asam jawa mengandung senyawa dengan sifat antibakteri, antiinflamasi, analgesik, dan antioksidan. Tujuan: Untuk mengevaluasi pengaruh konsumsi kunyit asam terhadap percepatan penyembuhan luka perineum pada ibu pascapersalinan. Metode: Studi menggunakan desain pra-eksperimen dengan pendekatan kelompok intact yang dibandingkan. Sebanyak 32 ibu nifas dengan luka perineum derajat II dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi, lalu dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Penilaian luka dilakukan menggunakan instrumen REEDA, dan data dianalisis menggunakan uji statistik Mann-Whitney. Hasil: Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000, yang lebih kecil dari nilai signifikansi 0,05. Ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kedua kelompok. Oleh karena itu, hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Kesimpulan: konsumsi kunyit asam terbukti secara signifikan mempercepat proses penyembuhan luka perineum pada ibu postpartum hari ke-1 hingga ke-7 di PMB Bdn. Retnoningsih, S.Tr.Keb, Pagelaran dan PMB Bdn. Hj. Ririn Restatiningrum, S.ST., M.AP, Bululawang, Kabupaten Malang. Saran: Hasil penelitian ini dapat digunakan oleh responden, peneliti, tenaga kesehatan, dan masyarakat sebagai acuan dalam upaya penyembuhan luka perineum pasca persalinan dengan kunyit asam. Kata kunci: Pemberian Kunyit Asam, Penyembuhan Luka, Ibu Postpartum ABSTRACT Background: Perineal rupture refers to a tear that occurs during childbirth, either spontaneously or due to medical intervention. Turmeric contains the active compound curcumin, which supports wound healing by accelerating re-epithelialization, enhancing cell proliferation, and stimulating collagen synthesis. Meanwhile, tamarind possesses antibacterial, anti-inflammatory, analgesic, and antioxidant properties. Objective: To assess the effect of turmeric-tamarind consumption on the healing of perineal wounds in postpartum mothers. Method: The research utilized a pre-experimental design with an intact group comparison approach. A total of 32 postpartum mothers with second-degree perineal tears were selected through purposive sampling based on inclusion criteria and divided into intervention and control groups. Wound healing was assessed using the REEDA scale, and data were analyzed using the Mann-Whitney statistical test. Results: The Mann-Whitney test yielded an Asymp. Sig. (2-tailed) value of 0.000, which is below the significance threshold of 0.05. This indicates a statistically significant difference between the intervention and control groups. Therefore, the null hypothesis (H₀) is rejected, and the alternative hypothesis (Hₐ) is accepted. Conclusion: The consumption of turmeric-tamarind was found to significantly accelerate perineal wound healing in postpartum mothers from day 1 to day 7 at the Independent Midwifery Practices (PMB) of Bdn. Retnoningsih, S.Tr.Keb, Pagelaran, and Bdn. Hj. Ririn Restatiningrum, S.ST., M.AP, Bululawang, Malang Regency. Suggestion: The results of this study can be used by respondents, researchers, healthcare providers, and the community as a reference in efforts to heal perineal wounds postpartum using turmeric tamarind. Keywords: Turmeric Tamarind, Wound Healing, Postpartum Mothers 
The Power Of Touch: Exploring The Role Of Infant Massage In Prolonging Breastfeeding Desyanti, Harwin Holilah; Fitriani, Amilya Maika
JKM (Jurnal Kebidanan Malahayati) Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025
Publisher : Program Studi Kebidanan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkm.v11i7.21333

Abstract

Latar Belakang : Pijat bayi telah lama dikenal sebagai intervensi yang bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bayi. Sentuhan lembut ini tidak hanya berdampak pada bayi, tetapi juga memberikan manfaat emosional dan fisiologis bagi ibu. Tujuan : Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh pijat bayi terhadap durasi menyusui, dengan menyoroti manfaat fisiologis, emosional, dan psikologis bagi ibu dan bayi. Metode : Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur terhadap berbagai studi yang dipublikasikan dalam sepuluh tahun terakhir, dengan fokus pada keterkaitan antara pijat bayi, peningkatan hormon oksitosin pada ibu, kenyamanan bayi, dan ikatan emosional. Hasil : Hasil kajian menunjukkan bahwa pijat bayi secara signifikan meningkatkan hasil menyusui melalui peningkatan relaksasi bayi, penurunan stres ibu, dan peningkatan interaksi saat menyusui. Pijat bayi juga efektif mendukung pertambahan berat badan, mengurangi kolik, memperbaiki kualitas tidur bayi, dan menurunkan gejala depresi pascamelahirkan pada ibu. Kesimpulan : Pijat bayi berpotensi besar sebagai bagian dari program dukungan menyusui karena manfaatnya yang menyeluruh bagi ibu dan bayi. Saran : Penelitian lanjutan diperlukan dengan desain lebih kuat dan durasi jangka panjang, serta pengembangan protokol standar yang mempertimbangkan variasi budaya. Kata Kunci : Ikatan ibu-bayi, menyusui, pijat bayi, relaksasi, stress pascamelahirkan  ABSTRACT Background: Infant massage has been widely recognized as a beneficial intervention to support infant health and maternal well-being. Its physiological, emotional, and psychological benefits may influence breastfeeding outcomes, which remain a global public health concern due to the suboptimal rates of exclusive breastfeeding. Purpose: This literature review aims to investigate the effect of infant massage on breastfeeding duration by synthesizing recent evidence on its biological and psychosocial mechanisms in both infants and mothers. Methods: A systematic literature review was conducted by analyzing peer-reviewed articles published within the last decade from databases such as ScienceDirect and Google Scholar. Selected studies focused on infant massage interventions and their impact on breastfeeding duration, maternal oxytocin levels, infant behavior, and maternal-infant bonding. Results: The findings consistently show that infant massage contributes to prolonged breastfeeding by promoting infant relaxation, reducing maternal stress, and enhancing feeding interactions. Additionally, infant massage supports weight gain, improves sleep quality, and reduces symptoms of colic in infants. It also plays a role in reducing maternal postpartum depression. However, limitations such as small sample sizes and lack of longitudinal studies restrict the strength of the causal inference. Conclusion: Infant massage is a promising, low-cost intervention to support breastfeeding practices and maternal-infant health. Suggestions: Further high-quality, large-scale, and culturally diverse studies are needed to establish standardized protocols and explore the long-term impact of infant massage on breastfeeding duration and early childhood development. Keywords: Breastfeeding, infant massage, maternal bounding, postpartum stress, relaxation  

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 11, No 12 (2025): Volume 11 No 12 Desember 2025 Vol 11, No 11 (2025): Volume 11 Nomor 11 November 2025 Vol 11, No 10 (2025): Volume 11 No 10 Oktober 2025 Vol 11, No 9 (2025): Volume 11 Nomor 9 September 2025 Vol 11, No 8 (2025): Volume 11 Nomor 8 Agustus 2025 Vol 11, No 7 (2025): Volume 11, Nomor 7 Juli 2025 Vol 11, No 6 (2025): Volume 11 No 6 Juni 2025 Vol 11, No 5 (2025): Volume 11 No 5 Mei 2025 Vol 11, No 4 (2025): Volume 11 No 4, April 2025 Vol 11, No 3 (2025): Volume 11 No 3 Maret 2025 Vol 11, No 2 (2025): Volume 11 No 2 Februari 2025 Vol 11, No 1 (2025): Volume 11 No 1 Januari 2025 Vol 10, No 12 (2024): Volume 10 No.12 Desember 2024 Vol 10, No 11 (2024): Volume 10 No.11 November 2024 Vol 10, No 10 (2024): Volume 10 No.10 Oktober 2024 Vol 10, No 9 (2024): Volume 10 No.9 September 2024 Vol 10, No 8 (2024): Volume 10,No.8 Agustus 2024 Vol 10, No 7 (2024): Volume 10,No.7 Juli 2024 Vol 10, No 6 (2024): Volume 10,No.6 Juni 2024 Vol 10, No 5 (2024): Volume 10,No.5 Mei 2024 Vol 10, No 4 (2024): Volume 10,No.4 April 2024 Vol 10, No 3 (2024): Volume 10,No.3 Maret 2024 Vol 10, No 2 (2024): Volume 10,No.2 Februari 2024 Vol 10, No 1 (2024): Volume 10, No 1 Januari 2024 Vol 9, No 4 (2023): Volume 9 No. 4 Oktober 2023 Vol 9, No 3 (2023): Volume 9 No. 3 Juli 2023 Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 No.2 April 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 No.1 Januari 2023 Vol 8, No 4 (2022): Volume 8 No.4 October 2022 Vol 8, No 3 (2022): Volume 8 No.3 July 2022 Vol 8, No 2 (2022): Vol 8.No.2.April 2022 Vol 8, No 1 (2022): Vol. 8 No. 1, Januari 2022 Vol 7, No 4 (2021): Vol.7 No.4 Oktober 2021 Vol 7, No 3 (2021): Vol.7 No.3 Juli 2021 Vol 7, No 2 (2021): Vol.7 No.2 April 2021 Vol 7, No 1 (2021): Volume 7,Nomor 1,Januari 2021 Vol 6, No 4 (2020): Volume 6 Nomor 4 Oktober 2020 Vol 6, No 3 (2020): Volume 6 Nomor 3 Juli 2020 Vol 6, No 2 (2020): Volume 6 Nomor 2 April 2020 Vol 6, No 1 (2020): Volume 6,Nomor 1,Januari 2020 Vol 5, No 4 (2019): volume 5 Nomor 4 Oktober 2019 Vol 5, No 3 (2019): Volume 5 Nomor 3, Juli 2019 Vol 5, No 2 (2019): Volume 5 Nomor 2 April 2019 Vol 5, No 1 (2019): Volume 5 Nomor 1 januari 2019 Vol 4, No 4 (2018): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2018): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2018): Volume 2 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2018): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2017): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2017): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2017): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2017): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2016): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2016): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2016): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2016): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 3 (2015): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2015): Volume 1 Nomor 2 Vol 1, No 1 (2015): Volume 1 Nomor 1 More Issue