cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
Revitalizing Femininity: Successful Latissimus Dorsi Flap Reconstruction Following Breast Cancer Mastectomy - A Case Report Hari, Mada Dwi; Wiramur, Affandi; Pradana, Hikam Yanwar
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i7.20030

Abstract

Breast cancer remains the leading cause of cancer-related deaths among women worldwide. Mastectomy, while often necessary, can profoundly impact a woman's sense of femininity and self-image. Latissimus dorsi (LD) flap reconstruction has emerged as a reliable technique for breast reconstruction following mastectomy, providing both functional and aesthetic benefits. A 44-year-old female presented with a gradually enlarging right breast lump present for two years. Physical examination revealed a 5×5×5 cm reddish mass with indistinct borders. Histopathology confirmed grade 3 infiltrating ductal carcinoma (luminal B-like, HER-2 positive). Bone survey showed multiple lytic lesions on os calvaria, suggesting metastasis. The patient was diagnosed with stage T4bN1M1 right breast cancer. Following six cycles of chemotherapy, she underwent right modified radical mastectomy with immediate LD flap reconstruction. The procedure involved designing the LD flap to match the required size, making appropriate incisions, elevating the muscle while controlling bleeding, creating a lateral tunnel for flap passage, and placing vacuum drains at both donor and recipient sites. The procedure was completed without complications. The LD flap demonstrated excellent versatility and adaptability in addressing the breast defect. Meticulous surgical planning and execution contributed significantly to the successful outcome. The procedure effectively restored breast contour and symmetry while positively influencing the patient's psychological recovery. Immediate LD flap reconstruction following mastectomy offers a reliable, safe approach that addresses both physical and psychological aspects of breast cancer treatment, ultimately revitalizing femininity and improving quality of life for mastectomy patients.
Hubungan Antara Intensitas Waktu Aktivitas Luar Ruangan Dengan Kejadian Miopia Maulana, Yogi Rizki; Rahmawati, Atik; Istadi, Yani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.19685

Abstract

Miopia merupakan kelainan refraksi mata yang menjadi masalah kesehatan global. Intesitas waktu aktivitas di luar ruangan telah dilaporkan sebagai faktor penting yang mempengaruhi perkembangan miopia. Meskipun penelitian pada anak-anak telah dilaporkan secara luas, namun hasil penelitian yang menghubungkan intensitas waktu aktivitas di luar ruangan dengan kejadian miopia pada usia dewasa muda masih menunjukkan perbedaan hasil. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki hubungan antara intensitas waktu aktivitas luar ruangan dengan kejadian miopia pada usia dewasa muda yaitu pada mahasiswa fakultas kedokteran. Penelitian ini dilakukan secara observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian sebanyak 57 orang, sampel dipilih secara konsekutif dari 125 Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung Semarang berjenis kelamin perempuan yang memenuhi kriteria inklusi eksklusi sehingga diperoleh data hasil pemeriksaan refraksi dan lama intesitas waktu aktivitas luar ruangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 38 (66,7%) partisipan yang memiliki aktivitas luar ruangan kurang dari 3 jam menderita miopia, sementara hanya 8 (14,0%) partisipan yang memiliki aktivitas luar ruangan lebih dari 3 jam yang menderita miopia. Hasil uji statistik menggunakan uji koefisien kontingensi didapatkan nilai p = 0,001 (p<0,05) dengan tingkat keeratan hubungan 0,437. Dari penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara intensitas waktu aktivitas luar ruangan dengan kejadian miopia dengan keeratan hubungan sedang.
Kajian Pustaka: Estimasi Tinggi Badan Melalui Panjang Tibia Dengan Metode Parkutaneus Dan Radiografi Di Berbagai Populasi Di Dunia Sitio, Desprika Youhana
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i7.19581

Abstract

Estimasi tinggi badan merupakan aspek penting dalam membangun profil dalam investigasi forensik. Estimasi tinggi badan dengan menggunakan tibia adalah salah satu aplikasi menarik dari antropologi forensik karena tibia merupakan salah satu jenis tulang panjang yang dapat dijangkau dengan mudah dan panjangnya menyumbang 22% dari tinggi badan. Adapun untuk tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kekuratan menggunakan metode parkutaneus dan radiografi di berbagai populasi di dunia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu desain studi literature review yang disusun berdasarkan pedoman Preferred Reporting System for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) dari beberapa artikel dengan rentang waktu  dari tahun 2014- 2024. Dari artikel yang ditetapkan, diperoleh hasil pencarian sebanyak 3723 studi dan hanya 15 artikel ilmiah yang masuk dalam kriteria. Populasi merupakan negara-negara dari berbagai negara. Pengukuran dilakukan pada orang dawasa dengan jenis kelamin laki laki dan perempuan. Hasil penelitian menunjukkan metode parkutaneus maupun metode radiografi dapat dipergunakan untuk memperkirakan tinggi badan seseorang  dengan cukup akurat di berbagai negara. Namun, terdapat beberapa perbedaan dalam akurasi antara negara-negara saat menggunakan metode ini.
Literature Review: Perbandingan Efektivitas Ceftriaxone Dan Azithromycin Sebagai Tatalaksana Farmakologi Demam Tifoid Anak Naufal, Muhammad Ariq; Anjaya, Widya Fathaniah; Cindy, Syakirah; Putri, Syalika Dianisa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.18280

Abstract

Demam tifoid merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi atau Salmonella paratyphi. Penyakit ini tergolong ke dalam demam enterik yang disertai gejala gastrointestinal. Tatalaksana kausatif demam tifoid melibatkan pemberian antibiotik. Beberapa antibiotik yang umum digunakan adalah ceftriaxone dan azithromycin. Penelitian ini berbentuk literature review, dengan sumber data berasal dari literatur yang diperoleh melalui Cochrane, PubMed, dan Science Direct. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ceftriaxone dan azithromycin efektif dalam mengurangi durasi demam pada pasien anak yang mengalami demam tifoid. Sebagian besar penelitian menyebutkan bahwa ceftriaxone dinilai lebih efektif dibandingkan azithromycin, namun perbedaan efektivitas antara keduanya tidak signifikan.
Hubungan Kejadian Benign Prostatic Hyperplasia Dengan Gambaran Derajat Keparahan Histopatologi Prostatitis Di Rumah Sakit Bintang Amin Shakira, Dina; Sahara, Nita; Detty, Ade Utia; Arania, Resti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.20400

Abstract

Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) merupakan kondisi umum yang menyerang pria lanjut usia dan ditandai dengan pembesaran jinak pada prostat. Pembesaran ini dapat menyebabkan obstruksi saluran kemih dan memicu peradangan, berujung pada prostatitis. Hubungan antara BPH dan derajat keparahan prostatitis penting untuk dikaji secara histopatologis. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan antara kejadian BPH dengan gambaran derajat keparahan histopatologi prostatitis di Rumah Sakit Bintang Amin tahun 2024. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 126 pasien diambil melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil dari 126 responden BPH didapatkan 117 responden (92,9%) terdiagnosis BPH, dan 9 responden (7,1%) terdiagnosis tidak BPH melainkan adenokarsinoma prostat. Pada pasien BPH, derajat keparahan histopatologi prostatitis terdiri atas 12 responden derajat 1 (mild), 88 responden derajat 2 (moderate), dan 17 responden derajat 3 (severe). Sementara itu, pada pasien tidak BPH ditemukan 5 responden derajat 1, 3 responden derajat 2, dan 1 responden derajat 3. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p sebesar 0,001 (p < 0,05) dan Odds Ratio (OR) sebesar 10,938 (95% CI: 2,581–46,535), yang menandakan adanya hubungan yang signifikan antara kejadian BPH dan derajat keparahan histopatologi prostatitis. Terdapat hubungan bermakna antara BPH dan derajat keparahan histopatologi prostatitis di Rumah Sakit Bintang Amin.
Pengaruh Jenis Pelarut Ekstrak Daun Wungu (Graptopyllum pictum L.) Terhadap Aktivitas Antibakteri Staphylococcus aureus, Bakteri Penyebab Jerawat Safitri, Rahmawati; Amalia, Putri; Susanti, Dwi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i7.20260

Abstract

Jerawat merupakan gangguan kulit yang terjadi akibat penyumbatan pori-pori, khususnya pada folikel rambut, oleh kotoran, debu, sebum berlebih, atau sel kulit mati. Kondisi ini dapat memicu inflamasi akibat infeksi bakteri Staphylococcus aureus. Penanganan jerawat umumnya menggunakan antibiotik, namun penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan efek samping serius seperti resistensi antibiotik. Oleh karena itu, diperlukan alternatif terapi yang lebih aman, salah satunya melalui pemanfaatan tanaman obat tradisional, seperti daun wungu (Graptophyllum pictum). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun wungu serta menentukan konsentrasi ekstrak yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan pelarut etanol 96%, aseton, dan heksana, serta uji daya hambat dilakukan menggunakan metode difusi cakram, dengan akuades sebagai kontrol negatif dan kloramfenikol sebagai kontrol positif. Hasil uji daya hambat menunjukkan bahwa ekstrak etanol dan aseton daun wungu menghasilkan zona bening, yang menandakan adanya aktivitas antibakteri. Sebaliknya, ekstrak heksana tidak menunjukkan zona bening. Konsentrasi ekstrak etanol dan aseton yang paling efektif dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus adalah konsentrasi 100%, masing-masing dengan kategori daya hambat sangat kuat dan kuat.
Hubungan Antara Usia, Jenis Kelamin Dan Lama Pembedahan Dengan Kejadian Postoperative Nausea And Vomiting(PONV) Pada Pasien Pasca Laparatomi Dengan Anestesi Spinal Ansar, Joan Willy; Selri, Novia Permata; Utami, Deviani; Anggorotomo, Wirawan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.20186

Abstract

Postoperative Nausea and Vomiting(PONV) merupakan komplikasi umum pascaoperasi yang sering terjadi dalam 24 jam pertama pada pasien pasca anestesi dan pembedahan. Faktor risiko PONV meliputi usia, jenis kelamin, dan lama pembedahan. Studi sebelumnya mengungkapkan bahwa wanita cenderung berisiko lebih besar mengalami PONV dibandingkan pria, kejadian yang lebih tinggi terjadi pada pasien berusia dibawah 60 tahun, dan risiko PONV meningkat seiring dengan durasi pembedahan yang lebih lama. Memahami kaitan antara usia, jenis kelamin, dan durasi pembedahan dengan kejadian Mual dan Muntah Pasca Operasi (PONV) pada pasien setelah laparatomi dengan anestesi spinal di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Studi ini menerapkan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional) yang dilaksanakan dari tanggal 08 Februari hingga 10 Maret 2025. Sampel penelitian berjumlah 33 pasien yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui rekam medis pasien dan kuesioner, penggunaan uji Chi-Square dan uji Spearman dalam menganalisa data. Mayoritas pasien berusia lansia awal & akhir  (27,3%) dan lansia akhir (27,3%), dengan distribusi jenis kelamin laki-laki (54,5%) dan perempuan (45,5%). Lama pembedahan terbanyak adalah 1–2 jam (78,8%). Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan jenis kelamin (P=0,326) terhadap insidensi PONV. Namun, teridentifikasi adanya hubungan antara usia (P=0,012) dan lama pembedahan (P=0,001) dengan kejadian PONV. Studi ini mengindikasikan bahwa jenis kelamin tidak berhubungan secara signifikan dengan kejadian Postoperative Nausea and Vomiting (PONV) pada pasien laparatomi dengan anestesi spinal. Namun, ditemukan adanya hubungan signifikan antara usia dan lama pembedahan dengan kejadian PONV, di mana durasi pembedahan yang lebih lama cenderung meningkatkan kemungkinan terjadinya PONV.
Pengaruh Kombinasi Antara Senam Aerobic Low Impact Dengan Diaphragma Breathing Exercise Terhadap Tingkat Kecemasan Pada Lansia Di Komunitas Lansia Malang Ardila, Nur Afifa; Yuliadarwati, Nungki Marlian; Rosidah, Nikmatur
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i7.19887

Abstract

Era globalisasi telah mengubah gaya hidup masyarakat, termasuk peningkatan konsumsi makanan instan dan perkembangan teknologi informasi. Perubahan ini beriringan dengan peningkatan angka harapan hidup, sehingga jumlah penduduk lansia di Indonesia semakin meningkat. Namun, kurangnya adaptasi terhadap perubahan ini dapat memicu masalah psikososial seperti kecemasan pada lansia. Kecemasan pada lansia adalah suatu kondisi emosional yang ditandai oleh perasaan takut, khawatir, gelisah, atau gugup yang tidak proporsional terhadap situasi yang dihadapi. Meningkatnya prevalensi kecemasan di kalangan lansia, yang disebabkan oleh perubahan fisik dan psikologis seiring bertambahnya usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi antara senam aerobic low impact dengan diaphragma breathing exercise terhadap tingkat kecemasan pada lansia di Komunitas Lansia Malang. Metode dalam penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan jenis one group pre-test and post-test, melibatkan 31 responden. Instrument yang digunakan yaitu depression anxiety stress scale (DASS) untuk mengukur kecemasan pada lansia. Pemberian latihan aerobic low impact dilakukan 12 sesi, tiga kali seminggu dengan durasi 30 menit dan diaphragma breathing exercise dilakukan lima kali pengulangan. Hasil uji analisis menggunakan uji wilcoxon signed rank test menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan dari intervensi ini terhadap penurunan tingkat kecemasan lansia, dengan p-value 0,000 (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah kombinasi senam aerobic low impact dengan diaphragma breathing exercise terbukti efektif dalam meningkatkan kesehatan fisik dan mental lansia, serta dapat dijadikan sebagai referensi dalam manajemen fisioterapi untuk mengatasi kecemasan pada kelompok lansia. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap program kesehatan bagi lansia, serta meningkatkan kualitas hidup mereka.
Histiositosis Sel Langerhans Multisistem: Laporan Kasus Muliasih, Mulat; Ratnaningsih, Tri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.20458

Abstract

Histiositosis sel Langerhans (HSL) dapat terjadi pada segala usia, sejak neonatus sampai usia dewasa. Lebih dari sepertiga kasus, terutama pada usia kurang dari 3 tahun, cenderung menderita HSL multisistem dengan disfungsi organ. Patogenesis HSL juga masih belum jelas. Diduga berhubungan dengan proses reaksi terhadap infeksi atau merupakan suatu kelainan genetik yang menyebabkan kerusakan sistem imunoregulator. Laporan kasus ini bertujuan untuk menjelaskan penegakan diagnosis HSL pada pasien dengan keterlibatan multipel organ. Anak laki-laki berusia 1 tahun 4 bulan datang dengan dengan keluhan demam hampir satu bulan, perut membesar, dan bercak kemerahan hampir di tubuh. Pemeriksaan fisik didapatkan pucat, kuning, makula & purpuric multipel hampir di seluruh tubuh, terutama leher dan kepala, otitis media, hepatosplenomegali, hidrocele. Hasil laboratorium didapatkan pansitopenia, bone marrow punction ditemukan peningkatan sel histiosit, dan hasil immunohistokima positif pada CD1a dan S100.  
Profil Glomerulonefritis Akut Pasca Streptokokus (GNAPS) Pada Anak Di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda Cantika, Anindi Faraz; Fitriany, Evi; Yuniarchan, Sherly
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i7.18823

Abstract

Glomerulonefritis akut pasca streptokokus (GNAPS) adalah peradangan akut pada ginjal yang muncul setelah infeksi Streptokokus β hemolitikus grup A pada saluran pernapasan atas atau kulit. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil epidemiologi, klinis, dan hasil laboratorium pada pasien anak-anak dengan GNAPS yang dirawat di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan retrospektif pada anak usia 0-18 tahun yang didiagnosis GNAPS antara Januari 2020 hingga Desember 2023. Data diambil dari rekam medik pasien, dengan total 32 pasien yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berusia 6-10 tahun (53,1%), dengan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (62,5%). Sebanyak 46,9% pasien memiliki status gizi normal, meskipun terdapat juga pasien dengan status gizi kurang dan buruk. Tanda klinis yang paling banyak ditemukan adalah edema (71,9%) dan hipertensi (71,9%). Pemeriksaan laboratorium menunjukkan hasil terbanyak berupa hematuria mikroskopik (90,6%), anemia (87,5%), dan peningkatan kadar ureum (81,2%). Mayoritas hasil ultrasonografi ginjal menunjukkan adanya abnormalitas pada struktur ginjal (62,5%). Gagal ginjal akut (21,9%) dan ensefalopati hipertensi (21,9%) merupakan komplikasi yang paling sering ditemukan.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue