cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
Hubungan Riwayat Pemberian Asi Eksklusif Dengan Angka Kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Atas Pada Balita Di Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Mahara, Cut; Julinar, Julinar; Amna, Eka Yunita
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i3.17555

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Atas ialah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh invasi virus dan bakteri yang menimbulkan reaksi inflamasi pada jalur pernapasan, seperti nasofaringitis, faringitis, sinusitis, laringitis, rinitis dan tonsilitis. Salah satu faktor yang mempengaruhi timbulnya ISPA ialah balita yang tidak diberikan ASI eksklusif berisiko lebih besar mengidap ISPA karena efek proteksi ASI mampu mencegah timbulnya gangguan kesehatan di awal kehidupan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hasil pemberian ASI eksklusif dengan frekuensi ISPA pada anak di bawah lima tahun. Desain cross-sectional dipakai dalam studi observasional analitik. Sampel penelitian terdiri dari 74 anak berumur 6-59 bulan dengan menggunkan metode total sampling. Analisis data univariat dan bivariat didapatkan umur balita < 35 bulan sebanyak 58,1%, jenis kelamin  balita laki- laki yaitu sebanyak 51,4%, balita yang tidak diberikan ASI eksklusif yaitu sebanyak 52,7%, balita yang mengalami ISPA sebanyak 59,5%. Klasifikasi penyakit ISPA paling banyak yaitu kategori faringitis sebanyak 25,7%. Menurut hasil uji Chi-square (p-value 0,785 > α = 0,05), tidak ada hubungan antara usia balita dengan kejadian ISPA dan Berdasarkan hasil uji Chi-square (p-value = 0,006 < α = 0,05), terdapat korelasi antara riwayat pemberian ASI dengan insiden ISPA.
Hubungan Pekerjaan Terhadap Infertilitas Pada Pria Dan Wanita Eriksyah, Aldeo; Mundijo, Trisnawati; Pratiwi, Ratih; Artanto, Ardi
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i3.14881

Abstract

Infertilitas merupakan permasalahan sistem reproduksi yang diartikan sebagai ketidakmampuan pasangan untuk memperoleh keturunan setelah 12 bulan atau lebih melakukan yang melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa alat kontrasepsi. Terdapat faktor risiko yang dapat menyebabkan infertilitas, salah satunya adalah pekerjaan. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor kurang nyamannya lingkungan kerja dan terlalu berat beban kerja sehingga menyebabkan seseorang lebih memilih istirahat dan tidur seusai bekerja dibandingkan melakukan hubungan suami istri. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pekerjaan terhadap infertilitas pada pria dan wanita. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel didapatkan melalui teknik purposive sampling pada sampel wanita dan total sampling pada sampel pria. Didapatkan 28 sampel pria dan 54 sampel wanita yang memenuhi kriteria penelitian. Hasil  penelitian didapatkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara pekerjaan terhadap infertilitas pada pria dan wanita dengan nilai p=0,747 pada pria dan p=0,572 pada wanita (p<0,05).
Uji Daya Hambat Ekstrak Daun Bakau Lindur (Bruguiera gymnorrhiza) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Pseudomonas aeruginosa Syarif, Muhammad Reza; Kurniawaty, Evi Kurniawaty; Busman, Hendri; Rahmanisa, Soraya Rahmanisa
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i3.18963

Abstract

Pseudomonas aeruginosa adalah bakteri Gram-negatif oportunistik yang menyebabkan infeksi nosokomial berat. Virulensinya didukung oleh pembentukan biofilm dan resistansi antibiotik, sehingga diperlukan terapi alternatif. Bruguiera gymnorrhiza (bakau lindur) diketahui memiliki senyawa bioaktif dengan sifat antibakteri. Penelitian ini menggunakan ekstrak etanol daun bakau untuk menguji aktivitas antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi, dan uji fitokimia dilakukan untuk mengidentifikasi senyawa aktif. Aktivitas antibakteri dianalisis melalui uji zona hambat dan evaluasi statistik. Ekstrak menunjukkan efek antibakteri bergantung konsentrasi dengan zona hambat 12,82 mm; 14,18 mm; dan 15,34 mm masing-masing untuk konsentrasi 50%, 75%, dan 100%. Senyawa aktif seperti flavonoid dan saponin merusak membran sel bakteri dan metabolisme, berkontribusi pada hasil yang diamati. Meski efektif, ekstrak menunjukkan daya hambat lebih rendah dibandingkan antibiotik standar karena perbedaan dalam kemurnian dan konsentrasi. Temuan ini menegaskan potensi ekstrak bakau sebagai agen antibakteri alami yang membutuhkan optimalisasi lebih lanjut. Ekstrak etanol daun Bruguiera gymnorrhiza menunjukkan aktivitas antibakteri signifikan terhadap Pseudomonas aeruginosa, memberikan dasar untuk pengembangan terapi berbasis tanaman.
Hubungan Intensitas Bermain Game Online Terhadap Ketagihan Game Online, Keterampilan Komunikasi Dan Motivasi Belajar Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Di Purwokerto Zahra, Shelma Fatimah; Septianawati, Paramita; Pratama, Tisna Sendy; Mustikawati, Irma Finurina; Effendi, Lita Hati Dwi Purnami
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i3.18432

Abstract

Ketagihan game online merupakan suatu gangguan jiwa dimana seseorang tidak dapat mengontrol/mengendalikan dirinya dari bermain game, dimana bermain game merupakan prioritas tertinggi dibandingkan dengan aktivitas lainnya. Bermain game online dengan intensitas yang tinggi pada mahasiswa kedokteran dapat berdampak buruk pada akademik maupun kesehatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas bermain game online terhadap ketagihan game online, keterampilan komunikasi dan motivasi belajar pada mahasiswa kedokteran. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional dengan desain cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode consecutive sampling pada mahasiswa kedokteran yang menggunakan game online dengan memberikan kuesioner yang dibagikan. Hasil analisis data menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa nilai signifikansi (p<0,05) pada variabel yang diteliti yakni ketagihan game online (p=0,000), keterampilan komunikasi di dunia nyata (p=0,419), keterampilan komunikasi di dunia maya (p=0,184), dan motivasi belajar (p=0,722). Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan intensitas bermain game online dengan ketagihan game online dan tidak terdapat hubungan intensitas bermain game online terhadap keterampilan komunikasi di dunia nyata maupun di dunia maya dan motivasi belajar pada mahasiswa kedokteran di Purwokerto.
Perilaku Ibu Hamil Dalam Mencegah Anak Lahir Stunting Di Wilayah Kerja Puskesmas Baiturrahman Kota Banda Aceh Bahraini, Putri; Lidiawati, Meri; Auliani, Fia Dewi; Fadhil, Iziddin
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i3.17266

Abstract

Stunting merupakan gangguan perkembangan dan pertumbuhan anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi yang berkelanjutan, dipengaruhi oleh faktor lingkungan, gizi ibu yang buruk, penyakit, serta pemberian makan dan perawatan yang tidak tepat. Pada tahun 2020, prevalensi stunting global mencapai 22% atau 149,2 juta anak. Di Indonesia, laporan Studi Status Gizi Indonesia tahun 2022 menunjukkan prevalensi stunting mengalami penurunan sebesar 24,4% setiap tahunnya. Pada tahun 2021 menjadi 21,6% pada tahun 2022, dengan target penurunan menjadi 14% pada tahun 2024. Provinsi Aceh memiliki prevalensi stunting tertinggi yang kelima di Indonesia sebesar 31,2% pada tahun 2022, sementara di Puskesmas Baiturrahman Kota Banda Aceh, prevalensi stunting balita tercatat 3,81% atau 40 balita. Indonesia memiliki 22,4 juta balita, dengan sekitar 4,9 juta anak lahir setiap tahunnya, dan tiga dari sepuluh balita mengalami stunting.
Congenital Dengue: Tinjauan Literatur Mulya, Vidya Chatmayani; Alaydrus, Said Qadaru
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.21038

Abstract

Congenital dengue, meskipun jarang, terjadi akibat transmisi vertikal virus dengue (DENV) dari ibu hamil yang terinfeksi kepada janinnya, seringkali ketika tidak ada cukup waktu untuk transfer antibodi protektif maternal.  Dengue adalah penyakit demam akut yang endemik di negara tropis seperti Indonesia, disebabkan oleh DENV yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti, dengan empat serotipe (DEN 1-4).  Manifestasi klinis pada neonatus seringkali non-spesifik, menyerupai sepsis neonatal awitan awal, dan dapat meliputi demam, ruam, trombositopenia, hepatomegali, serta perdarahan spontan.  Diagnosis meliputi anamnesis menyeluruh, pemeriksaan fisik, dan tes laboratorium seperti hitung darah rutin (menunjukkan leukopenia, trombositopenia, dan peningkatan hematokrit), tes fungsi hati, serta konfirmasi definitif melalui deteksi antigen NS1, asam nukleat virus, atau antibodi (IgM/IgG) dari sampel neonatus dan tali pusar.  Tatalaksana mengikuti pedoman nasional untuk dengue pediatri, menekankan perawatan suportif, resusitasi cairan, dan dukungan nutrisi, yang seringkali memerlukan rawat inap.  Deteksi dini dan manajemen yang cepat sangat penting untuk prognosis, karena diagnosis yang terlambat dapat menyebabkan komplikasi parah seperti kerusakan hati, distres pernapasan, dan perdarahan intrakranial, dengan peningkatan risiko mortalitas.
Pengaruh Durasi Terapi Hemodialisis Terhadap Tingkat Depresi Pada Pasien Gagal Ginjal Kronis Di Rumah Sakit Bintang Amin Meilinda, Sri Rany; Prasetia, Toni; Mandala, Zulhafis
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i7.20429

Abstract

Penyakit ginjal kronis (CKD) adalah gangguan progresif dan irreversibel pada fungsi ginjal, yang umumnya disebabkan oleh diabetes dan hipertensi. Pasien CKD yang menjalani terapi hemodialisis seumur hidup kerap mengalami tekanan psikologis, terutama depresi. WHO melaporkan bahwa sekitar 10% populasi dunia terdampak CKD, dengan angka kejadian yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Di RS Bintang Amin Bandar Lampung, tercatat 884 kasus CKD pada tahun 2021. Terapi hemodialisis jangka panjang dapat menimbulkan masalah psikososial, sehingga penting untuk memahami dampaknya terhadap kondisi mental pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh durasi hemodialisis terhadap tingkat depresi pada pasien CKD di RS Bintang Amin tahun 2024–2025. Penelitian dilakukan secara kuantitatif dengan desain cross-sectional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 52,0% pasien menjalani hemodialisis lebih dari satu tahun, sementara 48,0% menjalani kurang dari satu tahun. Tingkat depresi lebih tinggi ditemukan pada pasien dengan durasi hemodialisis kurang dari satu tahun (63,7%) dibandingkan dengan mereka yang menjalani lebih dari satu tahun (35,9%). Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,024, yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara durasi hemodialisis dan tingkat depresi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pasien yang menjalani hemodialisis dalam waktu kurang dari satu tahun memiliki kecenderungan mengalami depresi yang lebih tinggi dibandingkan pasien dengan durasi terapi yang lebih lama. 
Hubungan Derajat Positivitas Basil Tahan Asam Terhadap Kadar Interleukin-6 Pada Pasien Tuberkulosis Paru Di Beberapa Puskesmas Kota Bandar Lampung Asri, Gita Nathania; Hidayat, Hidayat; Aminah, Siti
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.20478

Abstract

Tuberkulosis merupakan suatu penyakit yang penularannya disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Infeksi bakteri ini memicu respon imun yang mengakibatkan pelepasan berbagai sitokin pro-inflamasi, termasuk Interleukin-6. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara derajat positivitas BTA dengan kadar IL-6 pada pasien TB paru sebelum pengobatan. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Analisis data bivariat yang digunakan adalah uji korelasi Spearman. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Rawat Inap Panjang, Kampung Sawah, dan Way Halim, Kota Bandar Lampung, pada bulan Januari hingga Mei 2024. Sampel penelitian ini terdiri dari 30 pasien baru TB paru BTA positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien berjenis kelamin laki-laki, yaitu 24 pasien (80%), dengan kelompok usia terbanyak adalah 45-54 tahun, yaitu 7 pasien (23,3%). Derajat positivitas BTA terbanyak adalah 3+, yaitu 19 pasien (63,3%). Rata-rata kadar IL-6 pada pasien baru TB paru yaitu 103,2 ng/L, dengan kadar tertinggi 394,9 ng/L dan terendah 41,4 ng/L. Uji korelasi Spearman menunjukkan tidak ada hubungan antara derajat positivitas BTA dengan kadar IL-6, dengan p-value 0,334. Saran: Untuk penelitian sejenis di masa mendatang, disarankan untuk menambah jumlah sampel, memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kadar IL-6, serta menentukan nilai cut off IL-6 pada pasien TB sebagai pembeda dengan individu sehat. 
Pengaruh Asupan Protein Dengan Progresivitas Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar Lampung Putri, Tabina Salsabilla Arief; Sjahriani, Tessa; Hadiarto, Rinto; Prasetia, Toni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i7.20082

Abstract

Penyakit gagal ginjal biasanya tidak ditandai dengan adanya gejala, biasanya gejala muncul jika sudah pada stadium 3. Indikator penilaian fungsi ginjal dinilai dari kadar ureum dan kreatinin. Asupan protein berperan dalam progresivitas penyakit gagal ginjal kronik. Tujuan penelitian ini bermaksud untuk melihat bagaimana pengaruh asupan protein dengan progresivitas pasien gagal ginjal kronik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode cross sectional. Cara perolehan sampel menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 53 responden, terdiri dari 21 laki-laki dan 32 perempuan. Dengan rata-rata asupan protein dari 53 responden adalah 38,85 dan rata-rata lfg yaitu 10,61. Terdapat hubungan yang cukup kuat dan terdapat arah koefisien korelasi yaitu negatif yang berarti semakin tinggi asupan protein maka semakin menurun lfg atau semakin memburuk progresivitas pasien gagal ginjal kronik.
Hubungan Paritas Dengan Kejadian Striae Gravidarum Jayanti, Wira Tuti; Aryunisari, Chyntia Giska; Anggraeni, Selvia; Panonsih, Resati Nando
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.19849

Abstract

Pigmentasi kulit merupakan masalah paling umum selama kehamilan, diikuti oleh perubahan pembuluh darah, striae gravidarum, dan acne vulgaris. Striae gravidarum awalnya muncul sebagai garis-garis datar berwarna merah muda ke merah (striae rubra atau striae yang imatur) yang kemudian menjadi menonjol, lebih panjang, lebih lebar, dan berwarna merah keunguan. Paritas mengacu pada berapa kali seorang wanita melahirkan bayi, Salah satu kondisi yang sering dikaitkan dengan paritas adalah munculnya striae gravidarum. Penelitian ini berutujuan untuk mengetahui hubungan paritas dengan kejadian striae gravidarum. Menggunakan metode penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dengan 35 sampel ibu hamil yang diambil secara total sampling di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Hi. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Analisi univariat menunjukkan rerata usia ibu hamil pada penelitian ini adalah 30,34±5,44 tahun, berdasarkan jenis striae, sebanyak 2 subjek (5,7%) memiliki striae alba, 17 subjek (48,6%) memiliki striae rubra dan 9 subjek (25,7%) memiliki striae alba + rubra. Analisis bivariat dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test, terdapat hubungan yang signifikan antara paritas terhadap kejadian striae gravidarum (p<0,001) dan terdapat hubungan antara paritas dengan tingkat keparahan striae gravidarum (p=0,004).

Page 99 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue