cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
Hubungan Antara Pengetahuan Ibu Tentang Gizi Anak Dengan Stunting Pada Anak Umur 2-5 Tahun Di Kecamatan Arjasa Pulau Kangean Madura Furqani, Aureli Pricilia; Silitonga, Hanna Tabita Hasianna; Santoso, Jemima Lewi; Siahaan, Salmon Charles Pardomuan Tua
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i7.18817

Abstract

Stunting adalah pertumbuhan dan perkembangan fisik terhambat yang ditandai dengan tinggi badan tidak memenuhi standar pertumbuhan anak. Banyak faktor dapat memengaruhi stunting, salah satu faktor tersebut adalah pengetahuan ibu tentang gizi anak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan ibu tentang gizi dengan stunting di Kecamatan Arjasa Pulau Kangean Madura. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan desain studi cross sectional. Pengumpulan data 75 sampel menggunakan teknik systematic random sampling. Instrumen yang digunakan yaitu microtoise, kuesioner pengetahuan ibu, kurva pertumbuhan height for age untuk anak umur 2-5 tahun, dan SPSS versi 29. Uji analisis menggunakan Chi-square. Hasil penelitian ditemukan sebagian besar (49,3%) ibu berpengetahuan tinggi tentang gizi dan 54 (72,0%) anak mempunyai tinggi badan nrmal. Hasil uji Chi- Square menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan signifikan antara pengetahuan ibu tentang gizi anak dengan stunting pada anak umur 2-5 tahun di Kecamatan Arjasa Pulau Kangean Madura.
Hubungan Kontak Tuberkulosis (Tb) Pada Anak Dan Kondisi Hunian Dengan Stunting Di Puskesmas Panjang Bandar Lampung Azahra, Shifa; Sjahriani, Tessa; Rafie, Rakhmi; Pinilih, Astri
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i1.17417

Abstract

Penularan Tuberkulosis (TB) pada anak dapat melalui kontak dengan pasien TB dewasa dan juga dipengaruhi oleh kepadatan hunian. Kejadian TB pada anak yang tidak terdeteksi dapat menganggu tumbuh kembang anak bahkan dapat menjadi penyebab terjadinya stunting. Anak yang memiliki riwayat kontak TB berisiko 4 kali lipat menderita stunting dengan kondisi hunian yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontak TB pada anak dan kondisi hunian dengan stunting di Puskesmas Panjang Bandar Lampung tahun 2024. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional anailtik dengan 100 sampel anak yang diambil secara purposive sampling di Puskesmas Panjang Bandar Lampung. Data dianaisis menggunakan uji Spearman. Analisis univariat menunjukkan mayoritas anak yang mengalami stunting berusia 12-35 bulan (66%) dengan distribusi jenis kelamin seimbang (laki-laki 50%, perempuan 50%). Sebanyak 81% anak mengalami stunting, 52% tinggal di hunian tidak padat, dan 63% memiliki riwayat kontak TB. Anaisis bivariat dengan uji Spearman menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara kondisi  hunian dengan kejadian stunting (p 0,114) maupun antara kontak TB dengan kejadian stunting (p 0,157).
Potensiasi Madu Trigona Sebagai Antibakteri Terhadap Pertumbuhan Bakteri (Staphylococcus aureus) Penyebab Furunkel Dan Karbunkel Pratiwi, Shifa Meilan; Anggunan, Anggunan; Silvia, Eka; Kurniati, Mala
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.20381

Abstract

Furunkel dan karbunkel adalah infeksi kulit yang terjadi pada folikel rambut, dan diakibatkan bakteri Staphylococcus aureus. Pemakaian antibiotik yang berlebih telah menyebabkan meningkatnya resistensi bakteri, termasuk Staphylococcus aureus. Oleh karena itu, diperlukan alternatif antibakteri alami untuk mengurangi efek samping penggunaan antibiotik jangka panjang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi keefektivan madu Trigona sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus yang menyebabkan furunkel dan karbunkel. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang membagi madu dalam tiga konsentrasi (20%, 50%, dan 80%) untuk menguji zona hambat terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontrol positif (mupirocin krim 2%) memiliki rata-rata zona hambat terbesar (19,15 mm), sementara kontrol negatif (Aquadest) tidak menunjukkan adanya zona hambat. Konsentrasi madu 20% memiliki zona hambat terkecil (2,47 mm), sedangkan konsentrasi madu 50% dan 80% menunjukkan zona hambat yang lebih besar, masing-masing 7,6 mm dan 9,17 mm. Hasil uji statistik Kruskal-Wallis diperoleh p 0,01 (p < 0,05), yang menandakan adanya perbedaan yang signifikan antara variabel independen (konsentrasi madu) dan variabel dependen (zona hambat). Penelitian ini menyimpulkan bahwa madu Trigona mempunyai kemampuan sebagai zat antibakteri yang menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus, dengan kemanjuran yang semakin tinggi seiring bertambahnya konsentrasi madu.
Hubungan Kadar HbA1c Dengan Fungsi Ginjal Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Rumah Sakit Bintang Amin Octaviani, Rosa Sabrina; Triswanti, Nia; Mandala, Zulhafis; Esfandiari, Firhat
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i7.20298

Abstract

Diabetes Melitus (DM) merupakan gangguan pada sistem metabolisme tubuh yang menyebabkan kadar gula dalam darah menjadi sangat tinggi secara kronis akibat masalah pada produksi insulin atau ketidakpekaan tubuh terhadap insulin, yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius salah satunya terhadap fungsi ginjal yang dapat dilihat melalui pemeriksaan kreatinin serum. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan korelasional analitik. Data dikumpulkan melalui penggunaan rekam medis sebagai data sekunder,penelitian ini menggunakan pendekatan desain potong lintang yang dilaksanakan di Rumah Sakit Bintang Amin pada tahun 2024.Hasil Penelitian: Berdasarkan penelitian hubungan kadar HbA1c dengan fungsi ginjal pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Rumah Sakit Bintang Amin Bandar lampung 2024 dan didapatkan total sampel 93 orang, maka dapat disimpulkan presentase hasil kadar HbA1c ≥ 7%  pada penderita diabetes melitus tipe 2  yaitu 93,5%.presentase hasil kadar kreatinin serum ≥ 1.1 mg/dl pada penderita diabetes melitus tipe 2 yaitu 73,1%. Terdapat hubungan yang bermakna antara kadar HbA1c dengan fungsi ginjal pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan nilai p-value 0,023.
Efektifitas Madu Trigona Apicalis Sebagai Antibakteri Terhadap Pertumbuhan Bakteri Cutibacterium acnes Pada Acne Vulgaris Dengan Metode Difusi Demanda, Rizki; Silvia, Eka; Fitriani, Dita; Panonsih, Resati Nando
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.20091

Abstract

Cutibacterium acnes adalah bakteri gram positif yang meningkatkan produksi sebum dan menyebabkan peradangan kulit pada Acne vulgaris. Bakteri yang resisten terhadap antibiotik, terutama Cutibacterium acnes, meningkat di Indonesia, menjadi masalah penting dalam pengobatan. Sifat antibakteri madu muncul sebagai alternatif alami. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kemanjuran madu terhadap Cutibacterium acnes pada konsentrasi 20%, 50%, dan 80% menggunakan metode difusi disk, dan untuk mengevaluasi potensinya sebagai pengganti antibiotik dalam pengobatan Acne vulgaris. Studi ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif madu sebagai antibakteri dalam mengisolasi bakteri Cutibacterium acnes, penyebab jerawat vulgaris. Dengan menggunakan metode uji difusi cakram pada media agar Mueller-Hinton, penelitian ini menggunakan desain eksperimental murni untuk melihat bagaimana larutan madu memengaruhi zona penghambatan Cutibacterium acnes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan madu 20% menghasilkan zona penghambatan lemah (4,02 mm), zona penghambatan sedang 50% (8,5 mm), dan zona penghambatan kuat 80% (12,92 mm). Namun, larutan madu dengan konsentrasi 20%, 50%, dan 80% memiliki efek antibakteri pada Cutibacterium acnes. Aquadest, yang berfungsi sebagai kontrol negatif, tidak menciptakan zona penghambatan. Uji statistik Kruskal-Wallis menunjukkan perbedaan yang signifikan antara larutan madu (20%, 50%, dan 80%), Tetrasiklin, dan Aquadest, dengan p-value = 0,01. Hasil ini menunjukkan bahwa, meskipun efektivitas Tetrasiklin 30 mcg lebih rendah, madu dapat menghentikan pertumbuhan Cutibacterium acnes.
Pengaruh Penggunaan Pecs Terhadap Kemampuan Bahasa Ekspresif Tingkat Kalimat Pada Anak Down Syndrome Di Surakarta Patricia, Dita; Mangunsong, Roy Romey Daulas; Fitri, Anisyah Dewi Syah
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i7.19985

Abstract

Bahasa ekspresif adalah keterampilan dalam menghasilkan kata – kata untuk mengekspresikan sebuah gagasan. Hambatan dalam perkembangan bahasa tersebut sering dialamii oleh anak Down Syndrome. Kosakata yang terbatas pada anak dengan down syndrome menyebabkan mereka kesulitan dalam menyusun kalimat sederhana. Untuk mendukung perkembangan bahasa ekspresif mereka, dibutuhkan metode khusus seperti PECS. penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh PECS terhadap keterampilan bahasa ekspresif tingkat kalimat pada anak Down Syndrome di Surakarta. Pendekatan kuantitatif diterapkan dalam penelitian ini dengan menggunakan desai eksprimen berbasis one-group pretest-posttest. Kegiatan penelitian berlangsung dari September hingga November 2024 di SLB C YPSLB Surakarta. Sampel penelitian terdiri dari 10 anak dengan Down syndrome yang bersekolah di SLB tersebut, menggunakan teknik purposive sampling dalam penentuan sampel. Data yang didapatkan dianalisis menggunakan uji Paired T-Test, dan hasilnya menunjukkan bahwa nilai P (Sig) = 0,000, yang berarti P < 0,05, dengan koefisien korelasi sebesar 0,878, menunjukan adanya hubungan yang sangat kuat. Hal ini menunjukan bahwa PECS memiliki dampak signifikan dalam meningkatkan keterampilan bahasa ekspresif tingkat kalimat pada anak dengan Down Syndrome di Surakarta.
Karakteristik Pasien Sifilis Di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate Lukman, Teguh Pratama; Hartati, Hartati; M.Selomo, Prita Aulia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.19269

Abstract

Sifilis merupakan penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS) yang disebabkan oleh Treponema Pallidum, bersifat kronis dan dapat mempengaruhi system tubuh secara menyeluruh. Menurut World Health Organization (WHO) pada tahun 2020, diperkirakan 7,1 juta orang dewasa di seluruh dunia terinfeksi sifilis, dengan kelompok berisiko tinggi seperti pria yang berhubungan seks dengan pria mengalami prevalensi yang signifikan. Di Indonesia, dari 2016 - 2022 kasus sifilis meningkat hampir 70%. Provinsi Maluku Utara, dengan profesi pelaut dan pekerja tambang yang dominan, menghadapi peningkatan risiko penularan IMS khususnya sifilis, karena faktor-faktor seperti lama berlayar dan ketidakstabilan lingkungan sosial. Data dari Dinas Kesehatan Kota Ternate menunjukkan adanya tren peningkatan kasus sifilis dari tahun ke tahun selama 5 tahun terakhir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien sifilis di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif retrospektif dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan dari rekam medik di RSUD Dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Berdasarkan 99 sampel ditemukan 97% berusia dewasa (19 - 44 tahun), 90,9% berjenis kelamin laki-laki, 92,9% pendidikan terakhir SMA/SLTA/MA, 34,3% tidak bekerja, 73,7% belum menikah, 56,6% dengan jenis stadium sifilis laten dini.
Karakteristik Pasien Hemoroid Di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Zaini, Muhammad Ananda Akbar Putra; Nuryanto, Khairul; Munir, Sirajul
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i7.18820

Abstract

Hemoroid adalah kondisi medis yang ditandai oleh pembengkakan dan peradangan pada pembuluh darah vena di area rektum dan anus, yang dapat menimbulkan gejala seperti nyeri, gatal, dan perdarahan saat defekasi. Keadaan tersebut dapat menggangu aktivitas hidup khususnya kegiatan yang membutuhkan posisi duduk sehingga dapat menurunkan kualitas hidup. Minimnya penelitian di Indonesia khususnya di Kalimantan Timur mengenai karakteristik pasien hemoroid  menjadi latar belakang penulis tertarik mengambil topik penelitian ini. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pasien hemoroid berdasarkan jenis kelamin, usia, lokasi hemoroid, derajat hemoroid dan tatalaksana. Penelitian ini menggunakan desain studi deskriptif dengan metode pendekatan cross-sectional. Data penelitian ini diperoleh dari data sekunder dengan menggunakan rekam medik. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah pasien sebanyak 85 pasie yang terdiagnosis hemoroid pada tahun 2023. Hasil penelitian menunjukan kelompok usia pasien yang paling banyak berada pada kelompok lansia awal 46-55 tahun sebanyak (25%), jenis kelamin paling banyak adalah laki-laki (73%), dan lokasi yang paling banyak ditemukan pada interna (89%), pada hemoroid interna ditemukan paling banyak pada derajat III (36%), dan tatalaksana hemoroid yang paling banyak dijalani pasien adalah tindakan operatif (54%).
Hubungan Antara Kemoterapi Dengan Kejadian Anemia Pada Pasien Kanker Payudara Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek TP, Nayyara Aqilla; Siswandi, Andi; Hatta, Muhammad; Kumala, Indra
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i7.20472

Abstract

Kemoterapi merupakan pengobatan pasien dengan kanker payudara yang bekerja melalui penggunaan obat-obatan sitotoksik guna menghambat proliferasi sel kanker. Namun, terapi ini juga dapat mempengaruhi sel normal dan menimbulkan efek samping, seperti anemia, yang terjadi akibat supresi sumsum tulang dan gangguan hematopoiesis. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengidentifikasi hubungan kemoterapi dan kejadian anemia pada pasien kanker payudara di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. H. Abdul Moeloek tahun 2024 yang dianalisis dengan menggunakan metode analitik desain cross-sectional. Hasil penelitian ini menegaskan adanya hubungan signifikan antara pemberian kemoterapi dan angka kejadian anemia pada pasien kanker payudara (p<0,05). Meskipun demikian, hubungan ini tergolong sangat lemah dengan nilai C = 0,046. Kelompok yang menjalani kemoterapi neoadjuvant menunjukkan kemungkinan 0,68 kali lebih kecil untuk mengembangkan anemia dibandingkan dengan kelompok yang mendapat kemoterapi adjuvant. Sebaliknya, kelompok kemoterapi primer memiliki kemungkinan 2,61 kali lebih besar untuk mengalami anemia dibandingkan dengan kelompok adjuvant.
Hubungan Usia Dan Jenis Kelamin Terhadap Kejadian Cholelithiasis Di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek Efrasida, Pretty; Purnanto, Eko; Siswandi, Andi; Detty, Ade Utia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v12i6.20235

Abstract

Prevalensi cholelithiasis semakin tinggi seiring bertambahnya usia, dengan perempuan lebih banyak mengalaminya dibandingkan laki-laki. Penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara usia dan jenis kelamin dengan kejadian cholelithiasis di RSUD Abdul Moeloek tahun 2024 menggunakan metode analitik retrospektif cross-sectional. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapatnya hubungan yang signifikan (p<0,05) antara usia dan jenis kelamin terhadap kejadian cholelithiasis, dimana kekuatan hubungan dengan usia yang lemah (C=0,239), dan hubungan dengan jenis kelamin lebih lemah (C=0,177) daripada usia. Hal ini diduga terkait perubahan metabolisme empedu dan penurunan aktivitas enzim yang memengaruhi pembentukan batu empedu.

Page 100 of 138 | Total Record : 1379


Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue