cover
Contact Name
Devita Febriani Putri
Contact Email
devita@malahayati.ac.id
Phone
+62811796180
Journal Mail Official
jikk@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jln. Pramuka no.27 Kemiling Bandar Lampung, Kode Pos 35152
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 23557583     EISSN : 25494864     DOI : https://doi.org/10.33024/.v5i4
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Ilmu Kedokteran dan kesehatan (JIKK) menyediakan platform untuk mempublikasikan artikel bidang Kedokteran dan kesehatan yang meliputi: kedokteran komunitas: epidemiologi penyakit, promosi kesehatan kedokteran keluarga pendidikan kedokteran kedokteran klinis: pediatrik, endokrin, reproduksi, muskuloskeletal, respirasi, geriatri, trauma, gastrointestinal. penyakit infeksi, THT, mata, sensoris kedokteran kerja kedokteran olahraga kedokteran dasar (biomedik)
Articles 1,379 Documents
Keluhan Nyeri Telinga Pada Pemetik Daun Teh Di Perkebunan Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah Setiorini, Anggi; Suprayitno, Bara Ade Wijaya
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.23111

Abstract

Pekerja pemetik daun teh memiliki risiko mengalami gangguan kesehatan akibat paparan lingkungan kerja. Salah satu keluhan yang ditemukan adalah nyeri telinga akibat faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan nyeri telinga pada pemetik daun teh di Perkebunan Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah. Penelitian dilakukan dengan desain deskriptif Cross Sectional pada 30 wanita pemetik daun teh dengan usia 30–60 tahun yang telah bekerja lebih dari 10 tahun. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pemeriksaan fisik sederhana terkait keluhan nyeri telinga. Sebanyak 18 dari 30 responden (60%) melaporkan nyeri telinga, terutama pada pekerja dengan masa kerja 15 tahun. Faktor risiko yang berkontribusi antara lain paparan udara dingin, kelembapan, ketinggian tempat bekerja serta posisi kerja yang memengaruhi telinga. Pemetik daun teh berisiko mengalami keluhan nyeri telinga akibat faktor lingkungan kerja.
Keunggulan Leukocyte Platelet-Rich Fibrin (L-PRF) Dibanding Jenis PRF Lain (P-PRF, PRFM, I-PRF, A-PRF) Pada Patch Dan Graft Miringoplasti: Sebuah Tinjauan Sistematis Mahfuzhi, Aris; Christanto, Antonius
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.22706

Abstract

Perforasi membran timpani (MT) merupakan masalah klinis yang menimbulkan gangguan pendengaran, infeksi berulang, dan penurunan kualitas hidup. Penutupan perforasi dilakukan melalui patch miringoplasti untuk ukuran kecil–sedang atau graft miringoplasti untuk perforasi lebih besar. Perkembangan bioteknologi memperkenalkan platelet concentrate sebagai biomaterial regeneratif, termasuk Platelet-Rich Fibrin (PRF). Di antara variannya, Leukocyte Platelet-Rich Fibrin (L-PRF) memiliki keunggulan biologis dan klinis. Artikel ini meninjau keunggulan L-PRF dibandingkan P-PRF, PRFM, I-PRF, dan A-PRF dalam patch maupun graft miringoplasti. Kajian disusun sebagai systematic review dengan pencarian sistematis pada PubMed, ScienceDirect, Scopus, dan Google Scholar (2010–2025). L-PRF mengandung leukosit tinggi, melepaskan faktor pertumbuhan hingga 14 hari, dan memiliki matriks fibrin padat sebagai scaffold alami. Pada patch, L-PRF efektif sebagai bahan utama untuk perforasi kecil–sedang, sedangkan pada graft berperan sebagai adjuvan yang memperkuat integrasi cangkok. L-PRF lebih konsisten mendukung regenerasi jaringan dibanding varian lain, meskipun penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan.
Hubungan Jumlah Virus Terhadap Infeksi Oportunistik Pada Pasien Human Immmunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome Audrieas, Aina; Hidayat, Hidayat; Hasbie, Neno Fitriyani; Prasetia, Toni
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21843

Abstract

Infeksi oportunistik merupakan faktor penyumbang utama angka kesakitan dan kematian pada penderita Human Immunodeficiency Virus (HIV)/AIDS, yang terjadi akibat penurunan fungsi sistem imun. Salah satu faktor yang memengaruhinya ialah jumlah virus dalam tubuh pasien. Studi ini bertujuan guna melihat korelasi antara jumlah virus dengan insidensi infeksi oportunistik pada pasien HIV/AIDS di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung. Studi ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel mencakup 111 penderita HIV yang melaksankan terapi dan sesuai kriteria inklusi. Data berasal dari rekam medis meliputi jumlah virus dan jenis infeksi oportunistik, lalu dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil studi mendapatkan jika sebanyak 62 pasien (55,8%) mengalami infeksi oportunistik, dengan jenis infeksi terbanyak yaitu tuberkulosis  paru (45,2%), kandidiasis (21,0%), dan sifilis (16,1%). Hasil uji statistik didapatkan hubungan yang signifikan antara jumlah virus dengan kejadian infeksi oportunistik (p = 0,039). Ditinjau dari studi ini ditemukan adanya hubungan yang bermakna antara jumlah virus dan infeksi oportunistik pada pasien HIV/AIDS. Oleh karena itu, pemantauan viral load secara berkala penting dilakukan guna mendeteksi dini risiko infeksi oportunistik dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Efektivitas Dan Potensi 17-α-Hydroxyprogesterone Caproate (17-OHPC) Intramuskular Dalam Tata Laksana Persalinan Prematur: Sebuah Tinjauan Sistematis Jingga, I Gusti Ayu; Sudarsana, Putu; Pasek, Made Suadnyani
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.21927

Abstract

Kelahiran Prematur merupakan masalah kesehatan yang dirasakan hampir seluruh negara di dunia. Tingginya angka kematian neonatus serta balita sebagian besar disebabkan oleh komplikasi kelahiran prematur. Salah satu terapi farmakologis dalam upaya pencegahan persalinan prematur adalah pemberian progesteron. Tinjauan sistematis ini bertujuan untuk menggali informasi terkait efektivitas serta potensi 17-OHPC sebagai agen profilaksis dan tokolisis. Metode yang digunakan adalah penyaringan beberapa artikel jurnal dengan menggunakan panduan PRISMA. Database yang digunakan telah terakreditasi seperti Google Scholar, Science Direct, dan Pubmed. Setelah pengkajian artikel dilakukan, dapat disimpulkan bahwa 17-OHPC berpotensi digunakan sebagai agen profilaksis pilihan untuk kehamilan dengan faktor risiko persalinan prematur serta mampu meningkatkan efektivitas obat tokolisis bila dikombinasikan, khususnya dengan nifedipin. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi landasan pertimbangan penggunaan 17-OHPC dalam tatalaksana persalinan prematur.
Laporan Kasus: Penatalaksanaan Asma Berat Pada Pasien Dengan Pneumonia Dan Diabetes Mellitus Mustofa, Syazili; Dewi, Meidiana Kartika; Putri, Giska Tri; Kurniawaty, Evi; Sirait, Felicya Rosari Hasianna; Soemarwoto, Retno Ariza
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21076

Abstract

Asma adalah penyakit saluran napas yang bersifat heterogen dan kronis. Asma sering kali disertai dengan berbagai penyakit penyerta yang dapat memengaruhi intensitas klinis dan tingkat keparahan asma. Di sini kami menyajikan laporan kasus seorang pasien yang didiagnosis dengan asma berat, infeksi kronis, dan penyakit degeneratif. Seorang wanita berusia 69 tahun dengan asma berat yang tidak terkontrol menderita mengi dan sesak napas yang terus-menerus. Pasien didiagnosis menderita asma 12 tahun sebelumnya. Sesak napas dipengaruhi oleh cuaca dingin, aktivitas berat, dan disertai suara mengi. Keluhan lainnya termasuk demam dan batuk. Asmanya tidak terkontrol meskipun menggunakan budesonide 160 µg + formoterol 4,5 µg dua kali sehari. Pasien juga memiliki hipertensi dan diabetes melitus yang tidak terkontrol. Pemeriksaan spirometri menunjukkan pola obstruktif dengan obstruksi jalan napas yang reversibel setelah pemberian bronkodilator. Pada pemeriksaan laboratorium ditemukan peningkatan jumlah sel darah putih, gula darah tinggi, HbA1c 10,1%, dan ditemukan hifa pada kultur dahak. Pasien diberikan terapi aminophylline secara IV, vancomycin, furosemide, methylprednisolone, dan salbutamol 3,01 mg + budesonide 0,5 mg. Kasus ini menekankan pentingnya pendekatan multidisipliner dalam penatalaksanaan asma berat pada pasien dengan komorbiditas infeksi dan diabetes. Evaluasi menyeluruh terhadap penyakit komorbid menjadi kunci untuk mencapai kontrol penyakit yang optimal.
Pengaruh Pembelajaran Metode Rice Pada Ankle Sprain Di Siswa Kelas X SMA Negeri 2 Jakarta Tejakusuma, Virginia Priscillia; Tantoso, Lydia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.21167

Abstract

Ankle sprain merupakan salah satu cedera muskuloskeletal yang paling sering terjadi pada anak dan remaja, terutama pada anggota gerak bawah. Di Indonesia, cedera pada anggota gerak bawah memiliki prevalensi sebesar 67,9%, sehingga menunjukkan tingginya risiko cedera pada kelompok usia sekolah. Penanganan ankle sprain memerlukan pertolongan pertama yang cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut, sehingga pengetahuan mengenai penatalaksanaan awal menjadi sangat penting. Edukasi merupakan salah satu faktor utama yang berperan dalam meningkatkan pengetahuan individu terkait penanganan cedera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran metode RICE terhadap tingkat pengetahuan pertolongan pertama ankle sprain pada siswa kelas X SMA Negeri 2 Jakarta. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest dan dilaksanakan pada bulan Januari 2025. Sampel penelitian terdiri dari 85 siswa kelas X yang dipilih melalui teknik cluster random sampling. Edukasi diberikan menggunakan media PowerPoint dan diikuti dengan pengisian kuesioner sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pengetahuan dari 14,00 pada pretest menjadi 15,62 pada posttest, dengan selisih rata-rata sebesar 1,624 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran metode RICE berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa mengenai pertolongan pertama ankle sprain.
Hubungan Kualitas Tidur Dengan Angka Kejadian Rinitis Alergi Pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Angkatan 2021 Martina, Feny Tri; Suprayitno, Bara Ade Wijaya; Detty, Ade Utia; Kasim, Muslim
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.20625

Abstract

Menurut WHO-ARIA (Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma), rinitis alergi merupakan peradangan pada hidung yang menyebabkan bersin lebih dari lima kali, rinore (keluarnya cairan dari hidung), rasa gatal, serta hidung tersumbat yang melibatkan IgE pada lapisan mukosa hidung (Husni et al., 2024). Mahasiswa, khususnya yang berada di lingkungan pendidikan kedokteran, cenderung memiliki jadwal kegiatan yang padat. Tekanan akademik yang tinggi berisiko mengganggu ritme sirkadian mereka, sehingga meningkatkan kemungkinan mengalami gangguan tidur dan menurunnya kualitas tidur secara subjektif (Natasha et al., 2023). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan angka kejadian rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2021. Desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional, dengan total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Score For Allergic Rhinitis (SFAR) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil penelitian didapatkan 83,3% responden memiliki kualitas tidur yang buruk, dan 41,7% dari mereka mengalami rinitis alergi. Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kualitas tidur dan kejadian rinitis alergi (p-value = 0,046) OR 3.729. Terdapat hubungan antara kualitas tidur dengan angka kejadian rinitis alergi pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati angkatan 2021.
Kapasitas Total Antioksidan, Kandungan Fenolik, Profil Fitokimia Dan Toksisitas Ekstrak Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas L.) Iksanti, Azra Morley; Hendrawan, Siufui; Ferdinal, Frans
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.22004

Abstract

Stres oksidatif, diinduksi oleh peningkatan radikal bebas, merupakan pemicu utama berbagai penyakit degeneratif, sehingga eksplorasi antioksidan alami menjadi krusial. Ubi ungu (Ipomoea batatas L.), dengan kandungan antosianin dan senyawa bioaktifnya, berpotensi sebagai sumber antioksidan. Penelitian bertujuan menganalisis kandungan fitokimia, kadar fenolik total, kapasitas antioksidan, dan potensi antimitotik ekstrak ubi jalar ungu. Simplisia dikeringkan, dan ekstraksi secara maserasi dan perkolasi menggunakan methanol, dilanjutkan evaporasi dan analisis ekstrak. Analisis fitokimia bertujuan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak. Kandungan fenolik total diukur menggunakan metode Folin-Ciocalteu. Sementara itu, kapasitas antioksidan dinilai menggunakan uji ABTS [2,2’-azinobis(3-etilbenzotiazolin-6-sulfonat)] dan Ferric Reducing Antioxidant Power (FRAP). Toksisitas diukur dengan Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak ubi ungu mengandung alkaloid, glikosida, saponin, kardio glikosida, flavonoid, kumarin, steroid, fenol, kuinon, betasianin, terpenoid, tanin, dan antosianin. Kadar fenolik total terkuantifikasi sebesar 13,37 ± 0,32 mg GAE/g DW. Aktivitas antioksidan menunjukkan potensi kuat dengan nilai IC5₀ ABTS 43,81 μg/mL (TEAC=0,46±0,22) dan FRAP 19,03 μg/mL (TEAC=0,43±0,08). Uji toksisitas BSLT menghasilkan LC₅₀ 461,87 μg/mL, mengklasifikasikan ekstrak sebagai sedikit toksik. Secara konklusif, ekstrak ubi ungu memiliki potensi signifikan sebagai agen antioksidan alami dengan kemampuan penangkal radikal bebas dan potensi relevansi biologis berdasarkan aktivitas antioksidan, meski toksisitasnya memerlukan penelitian lanjutan sebelum aplikasi terapeutik.
Pemodelan Alat Deteksi Dini Mental Health Di Perguran Tinggi Dengan Bantuan Artificial Intelligence Maryani, Febri; Simarmata, Murni Marlina; Abdillah, Bunyamin Rizki; Nugraha, Opep Cahya; Umami, Nisa Zakiati; Habiba, Putri Ghanim Septia
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.22343

Abstract

Kesehatan mental merupakan bagian penting dari kesehatan namun, masih banyak mahasiswa yang tidak melakukan pemeriksaan dini karena stigma dan keterbatasan akses layanan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengeksplorasi pemanfaatan model deteksi dini kesehatan mental mahasiswa berbasis AI di perguruan tinggi.Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan dukungan data kuantitatif sederhana dari hasil skrining awal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam. Informan terdiri atas 10 mahasiswa dan 2 informan kunci, yaitu bidang kemahasiswaan dan dosen pembimbing akademik. Penelitian dilaksanakan di Akademi XY, Tangerang Selatan, pada Juni 2025 – Agustus 2025. Data skor dari aplikasi AI digunakan untuk menggambarkan kategori kondisi mental sedangkan data wawancara dianalisis secara tematik untuk memahami pengalaman dan persepsi mahasiswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa terbantu karena AI dapat diakses secara fleksibel, menampilkan skor kondisi mental, menyediakan literasi, dan rekomendasi lanjutan. Sebagian informan berada pada kategori sedang hingga berat. Kondisi ini berkaitan dengan ekonomi, beban kerja, dan trauma. Mahasiswa merasa lebih nyaman menyampaikan kondisinya melalui media digital. Kesimpulan dari penelitian yaitu bahwa AI dapat menjadi alat pendukung skrining kesehatan mental namun tetap memerlukan pendampingan profesional, perlindungan etika, dan privasi data.
Hubungan Antara Kecemasan Dengan Kesiapan Mahasiswa Keperawatan Menghadapi Pasien Jiwa Di RSUD DR. Saiful Anwar Malang Huda, Saiful; Fidaus, Achmad Dafir; Harningtyas, Sismala
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i1.21101

Abstract

Mahasiswa keperawatan sering kali belum sepenuhnya siap menghadapi pasien dengan gangguan jiwa saat menjalani praktik klinik keperawatan jiwa. Tingkat kecemasan mahasiswa dalam menghadapi pasien gangguan jiwa menunjukkan variasi yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dan kesiapan mahasiswa keperawatan dalam menghadapi pasien gangguan jiwa di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian terdiri dari 61 mahasiswa keperawatan yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan pada periode Juni–Agustus 2024 dengan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan pada tingkat sedang (70,5%) dan lebih dari setengah responden menyatakan kurang siap menghadapi pasien gangguan jiwa (65,4%). Analisis menggunakan uji korelasi Spearman menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara tingkat kecemasan dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi pasien gangguan jiwa (p = 0,040). Data tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kecemasan dengan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi pasien gangguan jiwa.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2026): Volume 13 Nomor 3 Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2 Vol 13, No 1 (2026): Volume 13 Nomor 1 Vol 12, No 12 (2025): Volume 12 Nomor 12 Vol 12, No 11 (2025): Volume 12 Nomor 11 Vol 12, No 10 (2025): Volume 12 Nomor 10 Vol 12, No 9 (2025): Volume 12 Nomor 9 Vol 12, No 8 (2025): Volume 12 Nomor 8 Vol 12, No 7 (2025): Volume 12 Nomor 7 Vol 12, No 6 (2025): Volume 12 Nomor 6 Vol 12, No 5 (2025): Volume 12 Nomor 5 Vol 12, No 4 (2025): Volume 12 Nomor 4 Vol 12, No 3 (2025): Volume 12 Nomor 3 Vol 12, No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Vol 12, No 1 (2025): Volume 12 Nomor 1 Vol 11, No 12 (2024): Volume 11 Nomor 12 Vol 11, No 11 (2024): Volume 11 Nomor 11 Vol 11, No 10 (2024): Volume 11 Nomor 10 Vol 11, No 9 (2024): Volume 11 Nomor 9 Vol 11, No 8 (2024): Volume 11 Nomor 8 Vol 11, No 7 (2024): Volume 11 Nomor 7 Vol 11, No 6 (2024): Volume 11 Nomor 6 Vol 11, No 5 (2024): Volume 11 Nomor 5 Vol 11, No 4 (2024): Volume 11 Nomor 4 Vol 11, No 3 (2024): Volume 11 Nomor 3 Vol 11, No 2 (2024): Volume 11 Nomor 2 Vol 11, No 1 (2024): Volume 11 Nomor 1 Vol 10, No 12 (2023): Volume 10 Nomor 12 Vol 10, No 11 (2023): Volume 10 Nomor 11 Vol 10, No 10 (2023): volume 10 Nomor 10 Vol 9, No 10 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 9 (2023): Volume 10 Nomor 9 Vol 10, No 8 (2023): Volume 10 Nomor 8 Vol 10, No 7 (2023): Volume 10 Nomor 7 Vol 10, No 6 (2023): Volume 10 Nomor 6 Vol 10, No 5 (2023): Volume 10 Nomor 5 Vol 10, No 4 (2023): Volume 10 Nomor 4 Vol 10, No 3 (2023): Volume 10 Nomor 3 Vol 10, No 2 (2023): Volume 10 Nomor 2 Vol 10, No 1 (2023): Volume 10 Nomor 1 Vol 9, No 4 (2022): Volume 9 Nomor 4 Vol 9, No 3 (2022): Volume 9 Nomor 3 Vol 9, No 2 (2022): Volume 9 Nomor 2 Vol 9, No 1 (2022): Volume 9 Nomor 1 Vol 8, No 4 (2021): Volume 8 Nomor 4 Vol 8, No 3 (2021): Volume 8 Nomor 3 Vol 8, No 2 (2021): Volume 8 Nomor 2 Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 Nomor 1 Vol 7, No 4 (2020): Volume 7 Nomor 4 Vol 7, No 3 (2020): Volume 7 Nomor 3 Vol 7, No 2 (2020): Volume 7 Nomor 2 Vol 7, No 1 (2020): Volume 7 Nomor 1 Vol 6, No 4 (2019): Volume 6 Nomor 4 Vol 6, No 3 (2019): Volume 6 Nomor 3 Vol 6, No 2 (2019): Volume 6 Nomor 2 Vol 6, No 1 (2019): Volume 6 Nomor 1 Vol 5, No 4 (2018): Volume 5 Nomor 4 Vol 5, No 3 (2018): Volume 5 Nomor 3 Vol 5, No 2 (2018): Volume 5 Nomor 2 Vol 5, No 1 (2018): Volume 5 Nomor 1 Vol 4, No 4 (2017): Volume 4 Nomor 4 Vol 4, No 3 (2017): Volume 4 Nomor 3 Vol 4, No 2 (2017): Volume 4 Nomor 2 Vol 4, No 1 (2017): Volume 4 Nomor 1 Vol 3, No 4 (2016): Volume 3 Nomor 4 Vol 3, No 3 (2016): Volume 3 Nomor 3 Vol 3, No 2 (2016): Volume 3 Nomor 2 Vol 3, No 1 (2016): Volume 3 Nomor 1 Vol 2, No 4 (2015): Volume 2 Nomor 4 Vol 2, No 3 (2015): Volume 2 Nomor 3 Vol 2, No 2 (2015): Volume 2 Nomor 2 Vol 2, No 1 (2015): Volume 2 Nomor 1 Vol 1, No 4 (2014): Volume 1 Nomor 4 Vol 1, No 3 (2014): Volume 1 Nomor 3 Vol 1, No 2 (2014): Vol 1 No 2 Vol 1, No 1 (2014): Vol 1 No 1 More Issue