cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 437 Documents
Root-Zone Cooling in an Arduino-Based NFT Hydroponic System for Enhancing Lowland Strawberry Cultivation Suhanto, Rhesti Nurlina; Fatwasauri, Icha; Fazri, Dimas Maulana
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2026): TEKNOTAN, Agustus 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n2.2

Abstract

Strawberry cultivation in lowland tropical regions remains challenging due to high temperatures, which negatively affect root-zone processes, reduce nutrient uptake efficiency, and limit plant growth. This study addresses these limitations by developing a controlled Nutrient Film Technique (NFT) hydroponic system integrated with a water chiller and an Arduino-based monitoring unit to replicate the optimal root-zone temperature (17–20°C) typically found in highland environments. The system regulates three key parameters: nutrient solution temperature, nutrient concentration, and water flow rate, to support the growth of Mencir strawberry plants under lowland conditions. The experimental setup consisted of an NFT system equipped with temperature sensors, TDS sensor, and flow sensor, with real-time monitoring conducted via an Arduino Uno microcontroller. Experimental results show that the cooling system effectively reduced the nutrient solution temperature from 27–28°C to approximately 17°C within 19 minutes and maintained this range through automated thermostat control. Nutrient concentration remained within the recommended range (1260–1540 PPM) with average of 1419 PPM, while the flow rate was maintained at approximately 3.29 L/min. These controlled conditions enabled stable plant growth, with flowering initiated at Day 13 and fruit ripening achieved within 19–20 days after transplanting. This growth duration indicates accelerated reproductive development compared to typical strawberry cultivation under non-controlled lowland conditions. The findings demonstrate that stable root-zone conditions contribute to improved strawberry growth under lowland environments. This research provides a practical engineering approach for extending strawberry cultivation to non-traditional agroecological zones and highlights the potential improvements of integrated environmental control systems in hydroponic agriculture.
Analisis Spasial Potensi Banjir Bandang Menggunakan Metode Flash Flood Potential Index di Sub DAS Cikamiri Soerya, Sarah Fitri; Febrian, Rizal Nur; Kendarto, Dwi Rustam; Asdak, Chay
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2026): TEKNOTAN, Agustus 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n2.7

Abstract

Kabupaten Garut merupakan salah satu wilayah yang secara periodik mengalami banjir bandang akibat luapan Sub DAS Cikamiri yang dipicu intensitas hujan tinggi. Bencana tersebut menimbulkan berbagai dampak, baik dalam bentuk kerugian materil, terganggunya aktivitas ekonomi masyarakat, kerusakan fasilitas umum, maupun korban jiwa. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat kerawanan banjir bandang di Sub DAS Cikamiri menggunakan metode Flash Flood Potential Index (FFPI) berbasis analisis spasial GIS. Parameter fisik yang digunakan meliputi tutupan lahan, kemiringan lereng, tekstur tanah, dan kondisi hidrologi yang diintegrasikan dengan teknik overlay berbobot untuk menghasilkan peta potensi banjir bandang. Hasil analisis menunjukkan wilayah dengan potensi banjir bandang tertinggi berada di bagian hulu hingga tengah Sub DAS, terutama di Kecamatan Samarang dan Pasirwangi. Faktor dominan pemicu adalah kombinasi lereng curam (>25%) dan tutupan lahan terbuka. Wilayah tersebut direkomendasikan sebagai prioritas dalam upaya mitigasi, diperlukan prioritas reboisasi pada kawasan hulu dan pengembangan sistem oerngkatan dini berbasis data spasial. Temuan ini dapat menjadi dasar dalam pengelolaan dan rehabilitasi DAS sesuai kaidah konservasi tanah dan air untuk mengurangi risiko banjir bandang di Kabupaten Garut hulu, khususnya di Sub DAS Cikamiri.
Evaluasi Kinerja Penyemprotan Insektisida Pohon Manggis pada berbagai Pengaturan Sudut Semprot Menggunakan Mobile Sprayer Machine Pramuhadi, Gatot; Alfarizi, Teguh; Thoriq, Ahmad
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2026): TEKNOTAN, Agustus 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n2.3

Abstract

Pengendalian hama pada budidaya manggis (Garcinia mangostana L.) sangat penting untuk menjaga kualitas dan produktivitas buah.  Penyemprotan insektisida secara manual umumnya memiliki keterbatasan dalam efisiensi waktu, kebutuhan tenaga kerja, dan ketepatan aplikasi.  Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja mobile sprayer machine (MSM) yang terintegrasi dengan knapsack power sprayer (KPS) menggunakan pengaturan sudut semprot nosel 30°, 45°, dan 55° dalam aplikasi larutan insektisida pada pohon manggis.  Pengujian laboratorium meliputi lebar semprot, jangkauan semprot, debit semprot, diameter droplet, dan kepadatan droplet, sedangkan pengujian lapang dilakukan untuk mengukur kapasitas lapang dan efisiensi lapang penyemprotan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan sudut semprot meningkatkan lebar semprot, jangkauan semprot, dan kualitas droplet.  Kinerja terbaik diperoleh pada sudut 55°, dengan kapasitas lapang efektif sebesar 0,267 ha/jam, efisiensi lapang penyemprotan 90,28%, penurunan kehilangan larutan insektisida hingga 9,72% dibandingkan perlakuan lainnya, serta biaya aplikasi terendah sebesar Rp682.040/ha.
Advances in Red Palm Oil as Functional Food Ingredient: Composition, Stability, and Applications in Food Systems Jaluwardhana, Rivan Satria; Cahyana, Yana; Mulyono, Asep; Arifin, Heni Radiani; Marta, Herlina; Nurjayati, Ratih; Melanie, Hakiki; Khayrani, Apriliana Cahya
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2026): TEKNOTAN, Agustus 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n2.4

Abstract

Indonesia, as one of the world’s leading producers of palm oil, plays a strategic role and has significant potential to develop palm oil–derived products, such as red palm oil (RPO), as future functional food ingredients. The growing demand for nutritious and sustainable foods has spurred exploration of natural resources with enhanced functional and technological value. This comprehensive review summarizes recent advances in the utilization of red palm oil (RPO) as a functional food ingredient, with particular emphasis on its composition, bioactive compounds, physicochemical stability, and processing versatility The literature search was conducted using a Narrative Literature Review (NLR) approach to identify relevant publications from 2000 to 2024 across major scientific databases. Priority was given to studies published within the last ten years to capture recent developments, while earlier publications were included as foundational and theoretical references that remain relevant to the field. RPO is rich in β-carotene, tocopherols, and tocotrienols, which contribute to its antioxidant activity, distinctive red–orange colour, and oxidative stability. These characteristics support the incorporation of RPO into a wide range of food formulations, including bakery products, spreads, and emulsion-based systems. This review integrates current evidence on the role of RPO in sustainable food diversification, provides insights into its technological applications, and highlights future research opportunities to optimize its utilization in modern food innovation.
Karakterisasi Fisikokimia Asap Cair Grade 1 Berbasis Limbah Perkebunan Kopi, Kakao, dan Kelapa Nuraisyah, Anni; Ardhana, Charmelia Dwi; Rahmawati, Rahmawati; Salim, Abdurrahman; Damayanti, Sagita Puji
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2026): TEKNOTAN, Agustus 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n2.16

Abstract

Asap cair merupakan hasil kondensasi asap dari proses pirolisis biomassa lignoselulosa dan mengandung senyawa aktif seperti fenol, asam organik, dan karbonil yang berfungsi sebagai antimikroba, antioksidan, serta pengawet alami. Kualitas asap cair sangat dipengaruhi oleh jenis biomassa serta tingkat pemurniannya, di mana asap cair grade 1 memiliki kemurnian tertinggi dan kandungan toksik yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi fisikokimia asap cair grade 1 yang dihasilkan dari berbagai limbah perkebunan, yaitu kulit buah kopi, kulit tanduk kopi, kulit buah kakao, dan tempurung kelapa. Limbah tersebut diproses melalui metode pirolisis hingga diperoleh asap cair grade 3, kemudian dimurnikan melalui proses destilasi sehingga menghasilkan asap cair grade 1. Data penelitian dianalisis menggunakan uji sidik ragam atau ANOVA dan dilanjut uji BNT Taraf 5%. Parameter yang dianalisis meliputi waktu destilasi, suhu/titik didih, rendemen, densitas, dan pH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bahan baku tidak berpengaruh signifikan terhadap waktu destilasi dan rendemen, akan tetapi berpengaruh signifikan pada parameter titik didih, densitas, dan pH. Titik didih terendah diperoleh dari kulit tanduk kopi (100℃), sedangkan perlakuan lainnya mencapai 100-101,3℃. Densitas asap cair berada pada rentang 1,0309-1,0349 g/ml dan memenuhi SNI (1,005-1,050 g/ml). Nilai pH bervariasi, dari sangat asam (pH 2 pada tempurung kelapa) hingga basa kuat (pH 9 pada kulit tanduk kopi dan kulit buah kakao). Berdasarkan hal tersebut, tempurung kelapa (P4) dinilai sebagai bahan baku terbaik karena menghasilkan asap cair grade 1 dengan densitas tinggi dan pH rendah yang sesuai dengan karakteristik asap cair berkualitas tinggi, sehingga potensial diaplikasikan sebagai pengawet pangan maupun aplikasi lainnya.
Stabilisasi Elektrostatik Pickering Emulsion Berbasis CNC–Kitosan dan Minyak Biji Kelor sebagai Edible Coating pada Buah Tomat Gunawan, Chandra; Kurniawan, Mhd Andry; Wahyudi, Eko; Pramana, Angga; Ar, Nur Hasnah; Salman, Annisa Nazifa; Ristia, Jeany; Zalfiatri, Yelmira; Zulhayada, Nasya; Wulandari, Dwi Seprina
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2026): TEKNOTAN, Agustus 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n2.12

Abstract

Stabilitas dan sifat antarmuka emulsi pickering berperan penting dalam menentukan efektivitas edible coating untuk mengendalikan susut bobot buah pascapanen. Penelitian ini bertujuan mengembangkan emulsi Pickering berbasis kompleks selulosa nanokristalin–kitosan (CNC–kitosan) dan minyak biji kelor, serta mengevaluasi keterkaitan sifat fisikokimia emulsi terhadap penurunan susut bobot tomat selama penyimpanan. Emulsi diformulasikan dengan variasi rasio minyak:air yaitu 1:1 (NCM1), 1:2 (NCM2), dan 1:3 (NCM3) dan dikarakterisasi berdasarkan potensial zeta, sudut kontak, viskositas, indeks emulsifikasi (EI), dan indeks kriming (CI). Struktur antarmuka dianalisis menggunakan SEM. Emulsi diaplikasikan sebagai edible coating pada tomat, dan susut bobot diamati selama 15 hari. Hasil menunjukkan bahwa perbedaan komposisi emulsi secara signifikan memengaruhi stabilitas dan sifat antarmuka. Emulsi NCM2 menunjukkan performa terbaik dengan sudut kontak tertinggi (105,6°), EI stabil, CI terendah, serta lapisan antarmuka yang lebih rigid, sehingga menghasilkan susut bobot tomat terendah, yaitu sekitar 12,6% pada hari ke-15. Emulsi NCM3 juga stabil akibat viskositas dan repulsi elektrostatik yang tinggi, namun efektivitasnya sedikit lebih rendah dibanding NCM2. Temuan ini menegaskan bahwa rigiditas antarmuka lebih menentukan performa edible coating dibandingkan stabilitas koloid semata dan berpotensi memperpanjang umur simpan tomat.
Valuasi Ekonomi Kawasan Hutan Mangrove dan Tambak di Desa Muara, Kabupaten Karawang, Jawa Barat Rahman, Farhan Taufiq; Arief, Mochamad Candra Wirawan; Ramadhan, Rizky
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2026): TEKNOTAN, Agustus 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n2.17

Abstract

Konversi kawasan mangrove menjadi tambak di wilayah pesisir dan pantai sering dinilai menguntungkan karena menghasilkan pendapatan tunai, tetapi jasa ekologis mangrove jarang diperhitungkan dalam keputusan penggunaan lahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis valuasi ekonomi kawasan hutan mangrove dan tambak tradisional di Desa Muara, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui observasi, wawancara kepada 92 responden, pengukuran vegetasi mangrove, pendekatan harga pasar, replacement cost, valuasi karbon, Total Economic Value (TEV), Cost Benefit Analysis (CBA), dan Extended Cost Benefit Analysis (ECBA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan mangrove seluas 43,66 ha didominasi Avicennia marina dan Avicennia alba dengan rata-rata biomassa 88,78 ton/ha dan cadangan karbon 39,26 ton C/ha. Total manfaat langsung mangrove mencapai Rp1.611.000.000/tahun, sedangkan manfaat tidak langsung mencapai Rp27.347.289.100/tahun. Nilai ekonomi total mangrove sebesar Rp28.958.289.100/tahun atau Rp663.268.188/ha/tahun. Sedangkan pendapatan bersih tambak tradisional sebesar Rp28.290.000/ha/tahun. Dengan demikian, nilai ekonomi mangrove per hektar sekitar 23,45 kali lebih besar dibandingkan tambak tradisional. Hasil CBA menunjukkan tambak layak secara finansial, tetapi ECBA menunjukkan tambak konvensional menjadi tidak layak ketika biaya lingkungan dipertimbangkan. Sistem silvofishery menjadi alternatif transisi karena layak secara ekonomi dan lingkungan hidup serta lebih selaras antara aspek produksi dan aspek konservasi. Kata Kunci: CBA; mangrove; silvofishery; tambak; valuasi ekonom
Evaluasi Penambahan Pasta Pandan (Pandanus Amaryllifolius) dan Lama Pemanggangan terhadap Sifat Fisikokimia dan Sensoris Snack Bar Tepung Tempe Nuriyansyah, Nuriyansyah; Suryani, Chatarina Lilis; Pujimulyani, Dwiyati
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2026): TEKNOTAN, Agustus 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n2.8

Abstract

Snack bar adalah makanan ringan berbentuk batangan yang umumnya terbuat dari kacang-kacangan dan serelia sebagai sumber protein, lemak, dan karbohidrat, serta dapat ditambahkan buah-buahan sebagai sumber serat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh penambahan pasta pandan dan lama pemanggangan terhadap sifat fisikokimia dan sensoris snack bar tepung tempe. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor yaitu penambahan pasta pandan (0, 2, 4, dan 6%) dan lama pemanggangan (50, 55, dan 60 menit). Analisis dilakukan terhadap sifat fisik (warna, tekstur), kimia (kadar air, kadar abu, protein, lemak, karbohidrat, fenolik total, dan aktivitas antioksidan) produk snack bar, uji sensoris. Data dianalisis dengan Univariate, dilanjutkan Two-Way ANOVA dan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi kedua faktor berpengaruh signifikan (p<0,05) terhadap tekstur dan kadar fenolik. Penambahan pasta pandan semakin besar dan lama pemanggangan berpengaruh terhadap sifat fisik, kimia, dan sensoris produk. Sampel terpilih hasil uji kesukaan yaitu snack bar penambahan pasta pandan 4% dengan waktu pemanggangan 55 menit menghasilkan kadar air 11,69% (bb), abu 1,19% (bb), protein 24,83% (bb), lemak 11,30% (bb), karbohidrat 50,99% (bb), aktivitas antioksidan 16,15% RSA, dan fenol total 10,47 mg EAG/g (bk).
Metode Fiksasi Steaming dan Panning pada Mutu Teh Hijau Seri Klon GMBS Gumaran, Setyadi; Maulana, Hilman; Harnum, Upi Laila
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2026): TEKNOTAN, Agustus 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n2.13

Abstract

Teh hijau merupakan produk teh yang diolah tanpa oksidasi sehingga kandungan senyawa bioaktif, terutama katekin dan antioksidan tetap terjaga. Penurunan mutu teh hijau akibat metode pengolahan yang kurang tepat menjadi permasalahan penting dalam menjaga kualitas dan daya saing produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode steaming dan panning terhadap kualitas teh hijau berdasarkan karakteristik fisikokimia, kimia, dan organoleptik. Penelitian dilakukan pada skala laboratorium dengan menggunakan varietas camellia sinensis klon GMBS dengan dua perlakuan fiksasi yaitu steaming dan panning. Parameter yang diamati yaitu kadar air, kadar abu total, kadar abu larut dalam air, kadar abu tak larut asam, alkalinitas abu, total polifenol, total flavonoid, aktivitas antioksidan dan organoleptik. Data dianalisis menggunakan uji T-test dengan taraf signifikansi 5%. Hasil menunjukkan bahwa metode steaming menghasilkan teh hijau dengan kandungan total polifenol sebesar 17,27%, total flavonoid 19,95%, dan aktivitas antioksidan sebesar 21,52 µg/mL yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan metode panning. Dari parameter organoleptik metode steaming juga memperoleh skor kualitas organoleptik yang lebih tinggi dengan nilai total kualitas rata-rata sebesar 76,83 dibandingkan metode panning yang memperoleh nilai rata-rata 73,67. Metode steaming direkomendasikan sebagai metode fiksasi yang lebih optimal dalam menghasilkan teh hijau berkualitas tinggi.
Pengembangan Model Prediksi Produksi Padi di Provinsi Jawa Barat Berbasis Integrasi Data Agroklimat Menggunakan Ensemble Machine Learning Fadila, Abil; Syabena, Muhammad Farrel; Khamid, Miftakhul Bakhrir Rozaq; Prastyo, Hadi; Umadi, Sarah Sakinah; Saliha, Ilmiasa
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 2 (2026): TEKNOTAN, Agustus 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n2.18

Abstract

Dinamika cuaca yang tidak menentu menjadi faktor utama yang mempengaruhi variabilitas produksi padi di Jawa Barat dan menuntut penerapan teknologi prediksi yang akurat untuk mendukung pengelolaan produksi pertanian secara efisien dan adaptif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem prediksi produksi padi berbasis integrasi data agroklimat menggunakan algoritma ensemble machine learning, yaitu Random Forest (RF) dan Extreme Gradient Boosting (XGBoost). Data yang digunakan meliputi variabel agroklimat berupa curah hujan, suhu udara, kelembapan, dan kecepatan angin serta data historis produksi padi di Provinsi Jawa Barat periode 2018–2024. Pengembangan sistem dilakukan melalui tahapan pra-pemrosesan data, transformasi fitur, pelatihan model, dan validasi menggunakan skema 10-fold cross-validation untuk menjamin stabilitas dan reliabilitas model. Kinerja model dievaluasi menggunakan koefisien determinasi (R²), Mean Absolute Error (MAE), dan Root Mean Square Error (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa algoritma Random Forest memberikan performa terbaik dengan nilai R² sebesar 0,9928, MAE sebesar 16.608,92, dan RMSE sebesar 24.796,55. Variabel luas lahan, curah hujan, suhu, dan kelembapan teridentifikasi sebagai faktor utama yang memengaruhi produksi padi. Sistem yang dikembangkan berpotensi diimplementasikan sebagai teknologi pendukung prediksi produksi padi dengan memanfaatkan data agroklimat sebagai variabel prediktor, sehingga dapat mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan produksi tanaman dan penerapan pertanian presisi berbasis data guna meningkatkan efisiensi serta ketahanan sistem produksi padi.

Filter by Year

2007 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2026): TEKNOTAN, Agustus 2026 Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026 Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025 Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025 Vol 19, No 1 (2025): TEKNOTAN, April 2025 Vol 18, No 3 (2024): TEKNOTAN, Desember 2024 Vol 18, No 2 (2024): TEKNOTAN, Agustus 2024 Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024 Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023 Vol 17, No 2 (2023): TEKNOTAN, Agustus 2023 Vol 17, No 1 (2023): TEKNOTAN, April 2023 Vol 16, No 3 (2022): TEKNOTAN, Desember 2022 Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022 Vol 16, No 1 (2022): TEKNOTAN, April 2022 Vol 15, No 2 (2021): TEKNOTAN, Desember 2021 Vol 15, No 1 (2021): TEKNOTAN, Agustus 2021 Vol 14, No 2 (2020): TEKNOTAN, Desember 2020 Vol 14, No 1 (2020): TEKNOTAN, Agustus 2020 Vol 13, No 2 (2019): TEKNOTAN, Desember 2019 Vol 13, No 1 (2019): TEKNOTAN, Agustus 2019 Vol 12, No 2 (2018): TEKNOTAN, Desember 2018 Vol 12, No 1 (2018): TEKNOTAN, April 2018 Vol 11, No 2 (2017): TEKNOTAN, Agustus 2017 Vol 11, No 1 (2017): TEKNOTAN, April 2017 Vol 10, No 2 (2016): TEKNOTAN, November 2016 Vol 10, No 1 (2016): TEKNOTAN, Agustus 2016 Vol 9, No 3 (2015): Teknotan, September 2015 Vol 9, No 1 (2015): Teknotan, Januari 2015 Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 3 (2007) Vol 1, No 2 (2007) Vol 1, No 1 (2007) More Issue