cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 417 Documents
Analisis Katekin dan Aktivitas Antioksidan Teh Hitam Jenis Mutu Partikel Halus Menggunakan Metode DPPH Rohdiana, Dadan; Shabri, Shabri
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.8

Abstract

Teh celup saat ini telah menjadi sebuah kebutuhan harian yang melekat di masyarakat. Bahan baku utama teh celup adalah teh jenis mutu partikel halus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan katekin menggunakan KCKT dan aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH pada teh hitam jenis mutu partikel halus. Penelitian ini dibagi menjadi tiga bagian yaitu analisis katekin, pengujian aktivitas antioksidan yang dinyatakan dalam IC50, serta evaluasi kesesuaian mutunya terhadap SNI 1902:2016. Hasil analisis menunjukkan bahwa PF merupakan teh hitam jenis mutu partikel halus dengan kandungan katekin total tertinggi, yaitu 10,17% sedangkan PF II terendah yaitu 3,89%. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH oleh seduhan teh hitam jenis mutu partikel halus memperlihatkan bahwa aktivitas terbaik ditunjukkan oleh seduhan PF dengan nilai IC50 sebesar 218 µg/mL dan PF II sebagai yang terendah, 309 µg/mL. Hasil evaluasi kesesuaian mutu menyatakan bahwa semua sampel teh yang diuji telah memenuhi syarat untuk ekstrak dalam air, serat kasar, abu total, abu larut air, abut tidak larut asam, dan alkalinitas dalam air. Satu-satunya kriteria yang tidak bisa dipenuhi adalah kadar air, dimana semua sampel yang diuji mempunyai kadar air diatas 7%.
Pemetaan Zonasi Banjir Bandang Menggunakan Metode Frekuensi Rasio dan Weight of Evidence di Sumberjambe Jember Amiluddin, Afif; Derka, Icha Tatrisya; Faradella, Maulida; Sugianti, Devi Hanurani; Katminto, Katminto; Novita, Elida; Hidayah, Entin
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.13

Abstract

Bencana banjir bandang di kecamatan Sumberjambe mengakibatkan kerusakan saluran air bersih bagi masyarakat. Kondisi tersebut menunjukan perlunya informasi area yang aman untuk pemasangan pipa air bersih. Hal ini menunujukan  diperlukannya informasi mengenai zonasi area banjir bandang, sebagai bentuk antisipasi dan mitigasi supaya tidak berdampak serupa dan mengurangi potensi korban jiwa. Tujuan umum Penelitian ini adalah membuat peta zonasi bencana banjir bandang berbasis Sistem Informasi geografis (SIG) dan Penginderaan Jauh. Tujuan Khusus penelitian mencakup, Identifikasi dan inventarisasi data berbasis survei lapangan dan penginderaan jauh. Menentukan faktor alam yang berpengaruh yaitu, Elevasi, Kemiringan Tanah, Indeks kesehatan tanaman (NDVI), Tataguna Lahan, Jarak Terhadap Sungai, Kepadatan Sungai, dan Indeks Kelembapan Topografi (TWI). Menentukan faktor yang memiliki kontribusi besar terhadap kejadian  menggunakan statistik bivariat Frekuensi Rasio (FR) dan Weight of Evidence (WoE). Penelitian ini terdiri dari survei lapangan kejadian banjir bandang, pembagian sampel, inventarisasi data faktor, perhitungan bobot faktor, perhitungan faktor dan Analisis Area Under the Curve (AUC). Hasil evaluasi AUC menunjukan tingkat akurasi FR 0.96 dan WoE0.82, FR menghasilkan model dengan akurasi yang lebih baik di wilayah studi.
Pengaruh Suhu dan Waktu Penyangraian terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Kopi Liberika Lampung Jantika, Triana; Ulfa, Masayu Nur; Talitha, Zada Agna
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.4

Abstract

Kopi menjadi minuman populer dikarenakan aroma dan cita rasanya yang khas, yang berasal dari senyawa volatil. Salah satu varietas lokal yang mulai dikembangkan adalah kopi liberika, khususnya di Lampung Utara. Karakter rasa dan aroma kopi liberika sering dianggap kurang kompleks, maka diperlukan penanganan pascapanen yang tepat, terutama pada tahap penyangraian. Proses penyangraian sangat menentukan mutu akhir kopi. Variasi suhu dan waktu sangrai memegang peran penting dalam membentuk profil sensorik kopi yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suhu dan waktu penyangraian terhadap karakteristik rendemen, kadar air, pH, total asam tertitrasi, kafein, dan organoleptik kopi liberika. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) dengan faktor yaitu suhu penyangraian (180 °C, 200 °C dan 220 °C) dan waktu penyangraian (10 dan 14 menit). Analisis data dilakukan menggunakan SPSS dengan analisis varians (ANOVA) dan uji lanjutan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dan Estimated Marginal Means pada taraf signifikansi α=0,05. Hasil ANOVA menunjukkan suhu penyangraian berpengaruh signifikan (P > 0,05) terhadap rendemen, kadar air, pH, total asam tertitrasi, kafein, serta seluruh parameter organoleptik kopi liberika. Waktu penyangraian juga menunjukkan pengaruh signifikan (P > 0,05) terhadap rendemen, kadar air, pH, total asam tertitrasi, kafein, dan organoleptik aroma. Interaksi suhu dan waktu penyangraian berpengaruh signifikan (P > 0,05) terhadap organoleptik aroma, rasa, dan keseluruhan. Perlakuan penyangraian pada suhu 220 °C selama 10 menit merupakan perlakuan terbaik karena kadar air dan pH yang paling sesuai serta paling disukai oleh panelis secara organoleptik.
Pengaruh Komposisi Jerami Padi dan Kayu Sengon terhadap Kualitas Biopelet sebagai Sumber Energi Alternatif Rozalia, Rozalia; Romli, Muhammad; Pari, Gustan
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.18

Abstract

Biopelet adalah bahan bakar alternatif terbarukan yang dibuat dari biomassa pertanian. Jerami padi merupakan biomassa pertanian yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku biopelet, namun memiliki nilai kalor yang relatif rendah. Oleh karena itu, diperlukan kombinasi dengan biomassa lain yang memiliki nilai kalor yang lebih tinggi, seperti serbuk gergaji kayu sengon, untuk meningkatkan kualitas dan energi biopelet yang dihasilkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh formulasi bahan baku biomassa untuk menghasilkan biopelet yang baik dari campuran jerami padi dan serbuk gergaji kayu sengon. Metode yang digunakan pada penelitian adalah metode pengempaan pada suhu 200 oC dengan ukuran sampel 40 mesh. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua faktor yaitu komposisi (% bobot) campuran bahan baku jerami:serbuk gergaji kayu sengon, yaitu jerami padi saja (A), 25:75 (AB1), 50:50 (AB2), 75:25 (AB3), dan serbuk gergaji kayu sengon saja (B). Faktor kedua adalah variasi waktu pengempaan (10, 15, dan 20 menit). Kualitas biopelet akan diuji sesuai persyaratan SNI 8675:2018. Penelitian memperlihatkan bahwa biopelet terbaik dihasilkan oleh campuran jerami:serbuk gergaji kayu sengon 25:75 (AB1) dengan waktu pengempaan 20 menit. Biopelet yang dihasilkan memiliki karakteristik densitas 1.00 g/cm3, kadar air 0.09%, kadar abu 5.5%, nilai kalor 23.3 MJ/kg, dengan laju konsumsi pembakaran biopelet 0.52 g/detik.
Perbandingan Hasil Teknik Ekstraksi Minyak Sacha Inchi: Pelarut Heksan dengan Metode Enzim dan Asam Nurhadi, Bambang; Maharani, Rizkika Army; Pangawikan, Aldila Din; Rustandi, Tantan; Filianty, Fitry
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.9

Abstract

Sacha inchi merupakan tanaman merambat yang mengandung banyak minyak setiap kepingnya dengan kandungan lemak tak jenuh yang tinggi. Untuk mendapatkan minyak dari sacha inchi dapat digunakan lima perlakuan yang berbeda, yaitu metode pelarut heksana yang akan digunakan sebagai kontrol, enzim bromelin, enzim bromelin dengan ultrasonik, asam, dan asam dengan ultrasonik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan pengaruh dari hasil perolehan minyak dan kualitas dari masing-masing sampel. Hasil rendemen sampel minyak sacha inchi yang diekstraksi dengan heksan, bromelin, bromelin dan ultrasonik, penambahan asam, dan asam dengan gelombang ultrasonik berdasarkan berat simplisia adalah 29,64%; 24,11%; 28,77%; 19,76%; 23,48% dan berdasarkan berat lemak adalah 56,37%; 45,85%; 54,71%; 37,59%; 44,67%. Sampel sacha inchi yang diekstraksi menggunakan gelombang ultrasonik bromelain memiliki rendemen 98,54% jika dibandingkan dengan rendemen kontrol. Semua sampel memiliki warna yang terang dan cenderung kuning. Hasil bilangan peroksida minyak sacha inchi yang diekstrak dengan heksana, enzim bromelain, enzim bromelain dan ultrasonik, penambahan asam, dan asam dengan ultrasonik adalah 3,42; 2,61; 5,48; 7,74; 12,41 m-eqO₂/kg dan hasil bilangan yodium adalah 67,84; 73,59; 70,64; 66,95; 64,59, gI2 /100g. Sampel minyak sacha inchi yang diekstraksi menggunakan enzim bromelain berbantuan gelombang ultrasonik memiliki omega-3 sebesar 52,15 g/100g dan omega-6 sebesar 34,05 g/100g.
Pemodelan Spasial Permeabilitas Tanah Menggunakan Metode Interpolasi Spasial di Sub-DAS Cikamiri, DAS Cimanuk Hulu Siswanto, Shantosa Yudha; Leonardo, Patrick; Asdak, Chay
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.14

Abstract

Sub-DAS Cikamiri merupakan bagian hulu dari DAS Cimanuk Hulu yang memiliki peran penting dalam pengendalian hidrologis dan konservasi lahan. Sehingga, penilaian kondisi hidrologi dan konservasi merupakan hal yang penting untuk dilakukan. Parameter permeabilitas tanah merupakan komponen yang penting dalam pemodelan untuk menilai kondisi hidrologi. Parameter tersebut membutuhkan input variabilitas spasial yang akurat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tiga metode interpolasi spasial—Inverse Distance Weighting (IDW), Ordinary Kriging, dan Ordinary Co-Kriging—dalam pemodelan distribusi permeabilitas tanah di Sub-DAS Cikamiri. Sebanyak 95 titik sampel lapangan digunakan sebagai dasar training interpolasi dan validasi. Analisis interpolasi dilakukan menggunakan perangkat lunak ArcMap10.8. Evaluasi akurasi model dilakukan dengan parameter Mean Square Error (MSE), Root Mean Square Error (RMSE), dan Normalized Root Mean Square Error (NRMSE). Hasil menunjukkan bahwa metode Co-Kriging menghasilkan prediksi paling akurat (RMSE = 24,42; MSE = 596,78; NRMSE = 1,05), disusul oleh Kriging (RMSE = 24,91; MSE = 620,65; NRMSE = 1,07) dan IDW (RMSE = 25.03; MSE = 626.80; NRMSE = 1.08). Performa Co-Kriging dikaitkan dengan kemampuannya mengatasi ketidakpastian spasial melalui proses simulasi dan pembelajaran parameter variogram secara otomatis. Oleh karena itu, dalam studi ini Co-Kriging merupakan metode terbaik untuk mengestimasi permeabilitas tanah secara spasial dalam konteks pengelolaan DAS. Temuan ini menekankan pentingnya pemilihan metode interpolasi yang tepat untuk meningkatkan akurasi input dalam pemodelan hidrologi
Model Sorpsi Isotermis sebagai Dasar Pendugaan Masa Simpan Biji Pala (Myristica fragrans) Jamalludin, Jamalludin; Nurjanah, Sarifah; Rialita, Tita; Rienoviar, Rienoviar; Rosalinda, Sarinarulita
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pala (Myristica fragrans) merupakan salah satu komoditas perkebunan unggulan Indonesia dengan nilai ekspor yang cukup tinggi dan prospek pasar yang terus meningkat. Biji pala banyak dimanfaatkan pada berbagai bidang, mulai dari industri pangan sebagai bahan penyedap dan flavoring, industri farmasi sebagai komponen obat tradisional, hingga industri kosmetik. Meskipun demikian, dalam beberapa tahun terakhir sejumlah negara tujuan ekspor menolak pengiriman pala Indonesia karena kadar aflatoksin yang terdeteksi melebihi ambang batas maksimum yang diizinkan. Aflatoksin umumnya terbentuk akibat kontaminasi jamur selama proses panen maupun pascapanen, terutama ketika kondisi kadar air tidak terkendali. Proses pengeringan yang kurang optimal dan penyimpanan yang tidak sesuai seringkali meningkatkan kadar air biji pala sehingga menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan kapang penghasil aflatoksin. Oleh karena itu, penentuan kadar air kesetimbangan dan kondisi penyimpanan yang tepat melalui pendekatan sorpsi isotermis sangat penting untuk meminimalkan risiko kontaminasi. Penelitian bertujuan mengidentifikasi kondisi penyimpanan optimal yang mampu mencegah pertumbuhan mikroorganisme penghasil aflatoksin pada biji pala. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan menentukan Kurva Sorpsi Isotermis menggunakan larutan garam jenuh NaOH, CH3COOK, MgCl2, Kl, NaCl, KCl, BaCl2, pada berbagai tingkat aktivitas air. Data hasil pengukuran kemudian dianalisis menggunakan model sorpsi Halsey, Henderson, Caurie, Oswin, Chen-Clayton, GAB, dengan mengevaluasi akurasi melalui perhitungan nilai Mean Relative Deviation (MRD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa model Oswin  y=0.0851x+0.0333 menghasilkan nilai MRD terendah yaitu 1,6497, sehingga model yang paling sesuai dalam memprediksi kadar air kesetimbangan bubuk pala. Dengan demikian, model Oswin dapat dijadikan acuan dalam merancang strategi pengeringan dan penyimpanan pala untuk menjaga mutu serta meningkatkan ekspor

Filter by Year

2007 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026 Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025 Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025 Vol 19, No 1 (2025): TEKNOTAN, April 2025 Vol 18, No 3 (2024): TEKNOTAN, Desember 2024 Vol 18, No 2 (2024): TEKNOTAN, Agustus 2024 Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024 Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023 Vol 17, No 2 (2023): TEKNOTAN, Agustus 2023 Vol 17, No 1 (2023): TEKNOTAN, April 2023 Vol 16, No 3 (2022): TEKNOTAN, Desember 2022 Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022 Vol 16, No 1 (2022): TEKNOTAN, April 2022 Vol 15, No 2 (2021): TEKNOTAN, Desember 2021 Vol 15, No 1 (2021): TEKNOTAN, Agustus 2021 Vol 14, No 2 (2020): TEKNOTAN, Desember 2020 Vol 14, No 1 (2020): TEKNOTAN, Agustus 2020 Vol 13, No 2 (2019): TEKNOTAN, Desember 2019 Vol 13, No 1 (2019): TEKNOTAN, Agustus 2019 Vol 12, No 2 (2018): TEKNOTAN, Desember 2018 Vol 12, No 1 (2018): TEKNOTAN, April 2018 Vol 11, No 2 (2017): TEKNOTAN, Agustus 2017 Vol 11, No 1 (2017): TEKNOTAN, April 2017 Vol 10, No 2 (2016): TEKNOTAN, November 2016 Vol 10, No 1 (2016): TEKNOTAN, Agustus 2016 Vol 9, No 3 (2015): Teknotan, September 2015 Vol 9, No 1 (2015): Teknotan, Januari 2015 Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 3 (2007) Vol 1, No 2 (2007) Vol 1, No 1 (2007) More Issue