cover
Contact Name
Rizky Mulya Sampurno
Contact Email
rizky.mulya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
j.teknotan@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian
ISSN : 19781067     EISSN : 25286285     DOI : -
Core Subject : Education,
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian, merupakan publikasi ilmiah kerjasama antara Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (FTIP UNPAD) dengan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA) Cabang Bandung. Jurnal ini diterbitkan 2 kali setahun (1 Volume, 2 Nomor penerbitan) dalam upaya menyebarluaskan ide-ide konseptual dan/atau hasil-hasil penelitian dan penerapan serta pengembangannya dalam bidang ilmu keteknikan dan teknologi pertanian dalam arti luas (pertanian, peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan), khususnya pertanian tropika dan ilmu hayati. Penulis naskah/artikel jurnal adalah civitas academika, peneliti dan praktisi serta anggota perhimpunan/organisasi professional dari semua disiplin dan terbuka bagi umum yang menaruh minat dalam bidang ilmu terkait.
Arjuna Subject : -
Articles 417 Documents
Pemantauan Kehijauan Daun Padi Sawah dengan Drone RGB dan Algoritma VARI: Validasi Indeks SPAD Anasiru, Rahmat Hanif; Hartono, Harry Rahmat Hanif Anasiru; Wicaksono, Arief; Saryoko, Andy; Fatmawati, Andi Apriyani; Bahrun, Haris
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.15

Abstract

Pemantauan pertumbuhan tanaman padi secara akurat dan real-time menjadi kebutuhan mendesak dalam mendukung program peningkatan produktivitas dan indeks pertanaman (IP) di Indonesia. Namun, teknologi pemantauan berbasis drone multispektral dengan sensor Near-Infrared (NIR) masih terkendala biaya tinggi dan akses terbatas di lapangan. Penelitian ini menawarkan alternatif ekonomis dengan mengembangkan metode pemantauan kehijauan daun menggunakan drone non-multispektral berbasis kamera RGB dan algoritma Visible Atmospherically Resistant Index (VARI). Pengambilan data dilakukan menggunakan drone DJI Mavic Pro 1 yang menghasilkan 597 citra udara resolusi tinggi (4000 × 3000 piksel) dengan Ground Sampling Distance (GSD) 1,21 cm/piksel pada lahan sawah seluas 4 hektar. Citra diproses dengan perangkat lunak Agisoft Metashape dan ArcGIS untuk menghasilkan peta orthomosaic dan nilai VARI pada empat petak sawah. Pemantauan kehijauan daun menunjukkan nilai rata-rata VARI antara 0,069 hingga 0,217. Validasi menggunakan pengukuran indeks SPAD-502 Plus menghasilkan nilai rata-rata antara 40,6 hingga 42,3. Analisis regresi linear menunjukkan korelasi yang sangat kuat (R² = 0,934) antara nilai VARI dan indeks SPAD, yang menegaskan reliabilitas metode ini. Temuan ini menunjukkan bahwa algoritma VARI berbasis drone RGB dapat menjadi solusi praktis, cepat, dan ekonomis untuk pemantauan pertanian presisi. Pendekatan ini berpotensi mendukung optimalisasi pengelolaan lahan sawah, sekaligus memperkuat upaya peningkatan produktivitas padi dan ketahanan pangan nasional.
Optimasi Kinerja Penggilingan Gabah Varietas Inpari 32 di Gapoktan Sukabungah, Banten Suhil, Mardison; Lutviah, Eva; Rahayu, Dwi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.6

Abstract

Rice Milling Unit (RMU) merupakan mesin utama yang digunakan dalam proses penggilingan gabah. Kinerja RMU dipengaruhi oleh konfigurasi mesin, kualitas bahan baku dan teknik operasional yang diterapkan. Rata-rata efiesiensi kinerja RMU di Indonesia, masih cenderung rendah (<60%), hal ini juga mempengaruhi mutu beras yang dihasilkan. Peningkatan upaya kinerja RMU dapat dilakukan dengan pengaturan konfigurasi mesin RMU. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja RMU di Gapoktan Sukabungah, Lebak Banten, serta melakukan optimasi dari konfigurasi yang digunakan (double husker-separator-polisher-grader). Metode yang digunakan meliputi pengujian mesin, pengukuran kualitas mutu bahan dan mutu beras yang dihasilkan. Varietas yang digunakan dalam pengujian ini adalah Inpari 32. Berdasarkan identifikasi dan evaluasi yang dilakukan, optimasi RMU diterapkan pada masing-masing komponen mesin, seperti penyesuaian jarak rubber roll pada husker, pergantian saringan penyosoh dan pengurangan tekanan pegas tutup outlet pada polisher, serta penyetelan kemiringan dan getaran grader. Hasil optimasi menunjukkan peningkatan kapasitas pengumpanan dan kapasitas pengeluaran, serta peningkatan rendemen gabah kering giling menjadi beras dari 67,90% menjadi 69,03%. Mutu beras (butir kepala, benda asing, butir merah, butir kapur, butir gabah dan kadar air) yang dihasilkan sebagian besar sudah memenuhi standar SNI 6128:2020 dengan kriteria mutu Medium I.
Rancang Bangun Sistem Hidroponik Deep Flow Technique (DFT) Otomatis dengan Kontrol Suhu dan Larutan Nutrisi pada Tanaman Pakcoy Fil'aini, Raizummi; Taufiq, Habib M; Harmiansyah, Harmiansyah; Sabar, Sabar; Utari, Ni Wayan Arya
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.11

Abstract

Penurunan produksi sayuran pakcoy di Indonesia akibat alih fungsi lahan mendorong pengembangan metode budidaya alternatif, salah satunya adalah sistem hidroponik Deep Flow Technique (DFT). Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem hidroponik otomatis berbasis mikrokontroler Arduino Uno untuk mengontrol suhu air dan ketinggian air nutrisi yang dibutuhkan sayuran pakcoy. Sistem menggunakan sensor suhu DS18B20 dan sensor ultrasonik sebagai input, serta pompa DC dan relay sebagai aktuator. Sensor dikalibrasi dan divalidasi terhadap alat ukur standar untuk memastikan akurasi dan stabilitas sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa akurasi sensor suhu berada di atas 97% dan sensor ultrasonik mencapai 99.83%. Sistem kontrol suhu aktif saat suhu melebihi 28℃, dan pengisian air otomatis aktif saat ketinggian air turun di bawah 30 cm. Penerapan sistem pada instalasi hidroponik menunjukkan respon otomatis yang efektif dalam menjaga parameter lingkungan. Hasil uji ANOVA taraf nyata 5% meunjukkan pengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman. Nilai signifikan setiap parameter adalah 0.187 (tinggi tanaman), 0,118 (jumlah daun), dan 0,861 (berat tanaman). Perlakuan yang diberikan belum mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman secara signifikan. Selain itu, penggunaan energi pada sistem otomatis lebih efisien karena pompa bekerja sesuai kebutuhan. Dengan demikian, sistem ini terbukti dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan budidaya hidroponik dan mendukung pertanian presisi pada lahan terbatas.
Sistem Pemantauan dan Pengendalian Suhu serta Kelembapan pada Rumah Kaca Anggrek Berbasis IoT dengan Teknologi Pengabutan Mufidah, Zunanik; Pertiwi, Kisna; Astuti, Resti Dwi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.2

Abstract

Budidaya anggrek memerlukan suhu dan kelembapan yang terjaga dalam batas optimal agar pertumbuhan tanaman berlangsung baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji sistem pemantauan serta pengendalian suhu dan kelembapan berbasis Internet of Things (IoT) dengan teknologi pengabutan pada rumah kaca anggrek. Metode yang digunakan meliputi integrasi sensor SHT20 dan GY49, mikrokontroler ESP32, serta aktuator seperti Sonoff, pompa, dan nozzle, dengan sistem pemantauan berbasis platform ITERAHERO. Kalibrasi dan validasi dilakukan untuk menjamin akurasi sensor. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu menjaga suhu dan kelembapan dalam rentang ideal (26–28°C dan 70–90%), dengan akurasi sensor di atas 98% dan waktu respons aktuator kurang dari satu detik. Sistem ini terbukti efektif dalam mengatur mikroklimat rumah kaca secara otomatis dan real-time, sehingga mendukung efisiensi energi dan produktivitas budidaya anggrek
Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Edible Cup Cookies Berbasis Tepung Kulit Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Sebagai Alternatif Cangkir Plastik Pangan Kendra, Audrey; Djali, Mohamad; Hanidah, In In; Lembong, Elazmanawati; Jaluwardhana, Rivan Satria
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.16

Abstract

Pemanfaatan Kulit Biji Kakao (KBK), yang merupakan produk samping dari industri pengolahan cokelat, masih sangat terbatas dan umumnya hanya digunakan sebagai pakan ternak dengan nilai ekonomi yang rendah, faktanya bahan ini tinggi akan protein, serat, serta senyawa bioaktif. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan formulasi ideal substitusi tepung KBK pada komposisi produk agar menghasilkan edible cup cookies dengan karakteristik fisikokimia serta organoleptik terbaik dan diterima oleh konsumen sebagai alternatif cangkir plastik pangan komersial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan, yaitu A (100% tepung terigu), B (90% tepung terigu dan 10% tepung KBK), C (80% tepung terigu dan 20% tepung KBK), D (70% tepung terigu dan 30% tepung KBK), dan E (60% tepung terigu dan 40% tepung KBK), masing-masing tiga ulangan. Parameter yang diuji meliputi kadar air, protein, kekerasan, daya patah, uji organoleptik hedonik serta dilakukan uji aktivitas antioksidan dan serat pangan sebagai konfirmasi lanjutan terhadap 2 sampel perlakuan terbaik. Hasil penelitian menunjukkan substitusi KBK menurunkan kadar air (2,70-3,22%) tetapi meningkatkan protein (7,31-9,16%). Nilai kekerasan meningkat (1.419,45–2.415,18 g/force) serta nilai daya patah berkisar (11,49-15,68 mm). Uji organoleptik menunjukkan perlakuan D (70% tepung terigu dan 30% KBK) paling disukai panelis, sedangkan perlakuan E (60% tepung terigu dan 40% KBK) unggul secara fungsional tetapi kurang diterima sensoris. Hasil uji kadar serat pangan (15,86 dan 22,01%) meningkat berbanding lurus dengan penambahan tepung KBK dan aktivitas antioksidan (12.878,40 dan 21.841,51 ppm) mengindikasikan bahwa sampel edible cup cookies dengan KBK rentan terdegradasi bahkan inaktif kemampuan antioksidannya akibat pengolahan.
Sifat Fisikokimia dan Fungsional Tepung Nanopartikel Kulit Biji Kakao (Theobroma cacao L.) Dari Kategori Mutu Edel dan Bulk Terfermentasi Djali, Mohamad; Mooira, Lumongga; Indiarto, Rossi; Subroto, Edy; Fetriyuna, Fetriyuna; Utama, Gemilang Lara; Lembong, Elazmanawati
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.7

Abstract

Kulit biji kakao merupakan hasil samping agroindustri yang belum dimanfaatkan secara optimal, padahal mengandung senyawa bioaktif penting seperti polifenol (katekin, epikatekin, antosianin, tannin), alkaloid (theobromine dan kafein), serat pangan, protein, serta mineral esensial yang berpotensi tinggi untuk dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional. Melalui teknologi nano, kulit biji kakao dapat dimodifikasi menjadi nanopartikel sehingga memiliki sifat fisikokimia, fungsional, dan amilografi yang lebih sesuai dengan kebutuhan industri pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat fungsional, amilografi, dan fisikokimia nanopartikel kulit biji kakao terfermentasi dari kategori mutu edel, bulk, serta campuran keduanya. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan pendekatan deskriptif menggunakan tiga jenis sampel dan dua ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan kategori mutu tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap sifat fungsional, amilografi, dan fisikokimia. Namun, kategori mutu edel memiliki nilai kelarutan (41,27%), swelling volume (96 mL/g), dan daya serap air (3,05 g/g) tertinggi. Hal ini diduga terkait dengan kadar serat dan amilosa yang lebih tinggi serta kadar lemak yang lebih rendah. Secara umum, ketiga sampel menunjukkan profil viskositas rendah yang menandakan kemampuan pengembangan terbatas, namun memiliki kapasitas penyerapan air yang tinggi. Temuan ini mengindikasikan bahwa kulit biji kakao, khususnya kategori edel, berpotensi dikembangkan sebagai bahan pangan fungsional dalam bentuk nanopartikel yang aplikatif untuk industri.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Sweet Seasoning di PT. Foodex Inti Ingredients dengan Metode Statistical Quality Control (SQC) Fadhlurrahman, Muhammad Daffa; Kastaman, Roni; Syahmurman, Faisal
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.19

Abstract

Pengendalian kualitas merupakan aspek fundamental dalam industri manufaktur untuk menjamin konsistensi mutu produk dan menjaga kepuasan pelanggan. Dalam konteks industri makanan, kualitas tidak hanya menyangkut aspek rasa dan tampilan, tetapi juga keamanan dan kesesuaian produk terhadap standar yang ditetapkan. PT. Foodex Inti Ingredients adalah perusahaan manufaktur yang memproduksi berbagai jenis seasoning dan ingredients, salah satunya adalah produk sweet seasoning powder. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan adanya permasalahan berupa tingginya tingkat produk cacat (defect) pada lini produksi tersebut. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui jenis dan tingkat kecacatan yang terjadi pada produk sweet seasoning, menganalisis penyebab terjadinya defect, serta memberikan usulan perbaikan melalui pendekatan Statistical Quality Control (SQC). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan meliputi penggunaan peta kendali (control chart), diagram sebab-akibat (fishbone diagram), dan analisis pareto untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan faktor penyebab utama cacat produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecacatan terbesar terjadi pada aspek organoleptik sebesar 49,29%, disusul ketidakhomogenan sebesar 28,57%, serta kemasan bocor sebesar 22,14%. Pengendalian kualitas yang dilakukan oleh perusahaan masih belum sepenuhnya berada dalam batas kendali secara statistik. Faktor penyebab utama meliputi kualitas bahan baku yang tidak konsisten, kesalahan manusia dalam proses produksi, metode kerja yang belum distandarisasi, serta mesin yang kurang optimal. Usulan perbaikan yang diajukan meliputi peningkatan sistem pengawasan, pelatihan tenaga kerja, evaluasi bahan baku, perbaikan metode operasional, dan pemeliharaan mesin secara rutin.
Perbaikan Tanah Sulfat Masam melalui Aplikasi Biochar Diperkaya Daun Kelor dan Kalium untuk Produksi Terong Astar, Ismail; Rahayu, Sri; Oktarianti, Sherly; Setiawan, Setiawan; Suyanto, Agus
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.12

Abstract

Tanah sulfat masam merupakan kendala utama dalam pengelolaan lahan pertanian karena kemasaman tinggi dan keterbatasan hara yang menghambat produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh aplikasi biochar dari sekam padi yang diperkaya ekstrak daun kelor (MLE), dikombinasikan dengan pupuk kalium (KCl), terhadap sifat kimia tanah dan produktivitas tanaman terong ungu (Solanum melongena L.). Percobaan dilakukan dengan rancangan acak lengkap faktorial menggunakan tiga dosis biochar-MLE (5, 10, 15 t ha⁻¹) dan tiga dosis KCl (100, 200, 300 kg ha⁻¹), masing-masing diulang tiga kali. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi dosis tertinggi (15 t ha⁻¹ biochar-MLE + 300 kg ha⁻¹ KCl) secara signifikan meningkatkan pH tanah (dari 4,58 menjadi 5,50), kapasitas tukar kation, karbon organik, serta ketersediaan unsur hara N, P, K, Ca, dan Mg, dan sekaligus menurunkan kejenuhan Al dan H pertukaran. Perlakuan tersebut juga memperbaiki pertumbuhan vegetatif dan komponen hasil tanaman, termasuk tinggi tanaman, jumlah buah, bobot, dan ukuran buah. Aplikasi kombinasi biochar diperkaya ekstrak daun kelor dan pupuk K menunjukkan sinergi fungsional secara agronomis, yaitu perbaikan sifat kimia tanah yang saling melengkapi dan meningkatkan ketersediaan hara, tanpa dimaknai sebagai interaksi statistik antar perlakuan. Temuan ini mendukung penggunaan amandemen berbasis biomassa untuk restorasi kesuburan tanah secara berkelanjutan pada lingkungan lahan basah terdegradasi.
Redesign of Sago Tempe Chips Packaging Using a Kansei Engineering Approach Audia, Farhana; Johan, Vonny Setiaries; Juarsa, Rahmadini Payla; Dewi, Yossie Kharisma; Kurniawan, Mhd Andry
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.3

Abstract

Sago tempe chips are snacks made from soybeans and sago flour. The packaging of sago tempe chips uses transparent plastic with label stickers, making it appear simple and less attractive to consumers. One strategy to attract consumers is redesigning the packaging using the kansei engineering approach. This study aims to produce a packaging design for sago tempe chips that suits consumer preferences using a kansei engineering approach. This study helps produce packaging designs that suit consumer desires and needs so that they can attract consumers. The method used is a survey with a kansei engineering approach. Based on this study, eight kansei words were identified, namely informative, unique, artistic, attractive, quality, easy to use, innovative, and colorful. The packaging design concepts extracted from the kansei words using principal component analysis (PCA) were identified as “informative,” “colorful,” and “quality.” The design elements identified from the 10 packaging samples included shape, supporting images, materials, color, and size. Based on the R-squared value of quantification theory type 1 (QTT1), the concept of “quality” was selected because it had a higher value. Tempe sagu chip packaging is considered quality if it has a pillow-shaped bag design, features product images, uses aluminum foil material, employs multiple colors (>3 colors), and has a medium-sized package.
Karakteristik Solid Lipid Nanoparticle Fe-Sulfat Berbasis Asam Stearat dan Lemak Kaya Monolaurin dengan Metode Evaporasi Pelarut Subroto, Edy; Hartini, Deta; Cahyana, Yana; Indiarto, Rossi
Teknotan: Jurnal Industri Teknologi Pertanian Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026
Publisher : Fakultas Teknologi Industri Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jt.vol20n1.17

Abstract

Zat besi sangat penting bagi tubuh manusia, terutama untuk mencegah anemia atau defisiansi zat besi. Hal ini dapat dicegah dengan mengonsumsi suplemen zat besi atau produk terfortifikasi zat besi, tetapi zat besi memiliki rasa dan bau menyengat sehingga tidak disukai. Nanoenkapsulasi menawarkan teknik enkapsulasi dimana bahan aktif terperangkap di dalam nanopartikel, diantaranya dalam sistem Solid Lipid Nanoparticle (SLN) berbasis asam stearat dan lemak kaya monolaurin menggunakan metode evaporasi pelarut. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi lemak kaya monolaurin dan konsentrasi Fe-sulfat yang menghasilkan SLN dengan efisiensi enkapsulasi yang optimal dan sifat fisikokimia yang baik. Lemak kaya monolaurin digunakan pada konsentrasi 20%, 30% dan 40% (b/b lipid), sedangkan Fe-sulfat pada konsentrasi 10%, 20% dan 30% b/b total lipid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi lemak kaya monolaurin dan konsentrasi Fe-sulfat mempengaruhi karakteristik SLN Fe-sulfat. Perlakuan konsentrasi lemak kaya monolaurin 40% dengan konsentrasi Fe-sulfat 2% menghasilkan karakteristik SLN terbaik, yaitu nilai Z-Average sebesar 128,40 nm, polydispersity index (PI) sebesar 0,877, dan efisiensi enkapsulasi 97,38%. SLN Fe-sulfat memiliki morfologi partikel berbentuk bulat dan nilai loading capacity sebesar 0,17% dimana zat besi yang terkandung di dalamnya sebesar 12,97%. Dengan demikian, enkapsulasi Fe-sulfat berbasis asam stearat dan lemak kaya monolaurin dengan metode evaporasi pelarut efektif menghasilkan SLN dengan efisiensi enkapsulasi yang tinggi dan karakteristik fisikokimia yang baik.

Filter by Year

2007 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 1 (2026): TEKNOTAN, April 2026 Vol 19, No 3 (2025): TEKNOTAN, Desember 2025 Vol 19, No 2 (2025): TEKNOTAN, Agustus 2025 Vol 19, No 1 (2025): TEKNOTAN, April 2025 Vol 18, No 3 (2024): TEKNOTAN, Desember 2024 Vol 18, No 2 (2024): TEKNOTAN, Agustus 2024 Vol 18, No 1 (2024): TEKNOTAN, April 2024 Vol 17, No 3 (2023): TEKNOTAN, Desember 2023 Vol 17, No 2 (2023): TEKNOTAN, Agustus 2023 Vol 17, No 1 (2023): TEKNOTAN, April 2023 Vol 16, No 3 (2022): TEKNOTAN, Desember 2022 Vol 16, No 2 (2022): TEKNOTAN, Agustus 2022 Vol 16, No 1 (2022): TEKNOTAN, April 2022 Vol 15, No 2 (2021): TEKNOTAN, Desember 2021 Vol 15, No 1 (2021): TEKNOTAN, Agustus 2021 Vol 14, No 2 (2020): TEKNOTAN, Desember 2020 Vol 14, No 1 (2020): TEKNOTAN, Agustus 2020 Vol 13, No 2 (2019): TEKNOTAN, Desember 2019 Vol 13, No 1 (2019): TEKNOTAN, Agustus 2019 Vol 12, No 2 (2018): TEKNOTAN, Desember 2018 Vol 12, No 1 (2018): TEKNOTAN, April 2018 Vol 11, No 2 (2017): TEKNOTAN, Agustus 2017 Vol 11, No 1 (2017): TEKNOTAN, April 2017 Vol 10, No 2 (2016): TEKNOTAN, November 2016 Vol 10, No 1 (2016): TEKNOTAN, Agustus 2016 Vol 9, No 3 (2015): Teknotan, September 2015 Vol 9, No 1 (2015): Teknotan, Januari 2015 Vol 8, No 2 (2014) Vol 8, No 1 (2014) Vol 7, No 3 (2013) Vol 7, No 2 (2013) Vol 7, No 1 (2013) Vol 6, No 3 (2012) Vol 6, No 2 (2012) Vol 6, No 1 (2012) Vol 5, No 3 (2011) Vol 5, No 2 (2011) Vol 5, No 1 (2011) Vol 4, No 2 (2010) Vol 4, No 1 (2010) Vol 2, No 3 (2008) Vol 2, No 2 (2008) Vol 2, No 1 (2008) Vol 1, No 3 (2007) Vol 1, No 2 (2007) Vol 1, No 1 (2007) More Issue