cover
Contact Name
Ismed
Contact Email
ismedfateta@gmail.com
Phone
+62751-72772
Journal Mail Official
jurnal.logista@gmail.com
Editorial Address
Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas, Kampus Limau Manis - Padang 25163, West Sumatera, Indonesia.
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Logista: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Published by Universitas Andalas
ISSN : 25796283     EISSN : 2655951X     DOI : 10.25077
Core Subject : Agriculture,
LOGISTA: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat is a scientific journal that covers the community service activities related to agricultural product technology, agricultural engineering, agricultural industrial technology, nutrition and public health, pharmacy, biology, climatology, agroecotechnology, soil science, agricultural cultivation, plant protection, medicine, family and consumers, livestock, fisheries, forestry, conservation, environment, socio-economics, engineering, and entrepreneurship that have been considered and approved by the Editorial boards.
Arjuna Subject : -
Articles 367 Documents
PEMANFAATAN POTENSI HASIL PERTANIAN SINGKONG SEBAGAI TEPUNG MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) Resa Ana Dina; Rania Rosa Kamila; Ulis Salsabila Wassalwa; Nanda Kurniawati; Risma Yuniar; Triana Dewi; Dita Faradhila Melinia; Rafif Affanda Firdaus; Rifqi Muhammad Zuhdi
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.84-90.2022

Abstract

Desa Munjul, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon memiliki potensi sumber daya alam dari sektor pertanian. Salah satu hasil pertanian di Desa Munjul yang berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah singkong. Hasil panen singkong ini belum dimanfaatkan dengan optimal karena kurangnya pengetahuan masyarakat dalam mengolah hasil pertanian. Oleh sebab itu, kami melaksanakan pengabdian kepada masyarakat setempat melalui sosialisasi dan pendampingan berupa pengolahan singkong menjadi tepung mocaf (Modified Cassava Flour). Metode pelaksanaan yang kami gunakan adalah dengan melakukan penyuluhan, praktik, pembagian media edukasi berupa leaflet dan starter enzim BIMO-CF. Kegiatan ini disambut dengan baik dan antusias oleh para peserta dan mitra, serta menghasilkan rencana pengembangan tepung mocaf beserta produk olahannya lebih lanjut. Kata kunci: mocaf, pemberdayaan, pemanfaatan, singkong, tepung ABSTRACT Munjul Village in Astanajapura sub-district, Cirebon Regency has natural potential resources from the agricultural sector. One of the agricultural products in Munjul Village that has the potential to improve community welfare is cassava. These harvests have not been used optimally due to the lack of community knowledge in processing agricultural products. Therefore, we carry this out to the local community through socialization and assistance in the form of processing cassava into mocaf flour (Modified Cassava Flour). The implementation method that we use is to provide counseling, practice, and distribution of educational media in the form of a leaflet and BIMO-CF enzyme starter. This activity was warmly and enthusiastically welcomed by the participants and resulted in plans for further development of mocaf flour and processed products. Keywords: mocaf, empowerment, utilization, cassava, flour
PENYULUHAN PENGGUNAAN BENIH BERMUTU DAN BERSERTIFIKAT DI PAYABENUA MENDO BARAT KABUPATEN BANGKA Kartika Kartika
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.7.1.91-95.2023

Abstract

Penggunaan benih bermutu dan bersertifikat adalah langkah awal untuk meningkatkan produktivitas dalam suatu usaha pertanian. Permasalahannya, persepsi dan apresiasi petani terhadap benih bermutu dan bersertifikat masih sangat beragam. Oleh karena itu diperlukan kegiatan penyuluhan untuk memberikan wawasan dan pemahaman kepada para petani tentang benih bermutu dan bersertifikat didalam usaha pertanian. Kegiatan penyuluhan terkait benih bermutu dan bersertifikat dilakukan dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik di Desa Payabenua Kabupaten Bangka. Kegiatan tersebut dihadiri oleh petani dan masyarakat. Narasumber berasal dari Balai Pengawasan dan Sertifikasi Mutu Benih dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Digunakan kuisioner untuk mengetahui respon petani setelah mengikuti kegiatan penyuluhan. Persepsi dan apresiasi petani di desa Payabenua berubah setelah mengikuti penyuluhan. Para petani yang awalnya belum menggunakan benih bermutu dan bersertifikat setelah mengikuti kegiatan penyuluhan akan menggunakan benih bermutu dan bersertifikat untuk kegiatan usaha taninya. Terdapat kendala di petani untuk dapat mengakses benih bermutu dan bersertifikat yaitu terkait harga dan kesesuaian varietas. Perlu dilakukan kegiatan penyuluhan yang terjadwal dan rutin agar wawasan petani yang bertambah dapat diikuti dengan pemahaman tentang pentingnya benih bermutu dan bersertifikat. Kata kunci: Payabenua, persepsi, apresiasi ABSTRACT The use of quality and certified seeds is the first step to increase productivity in an agricultural business. The problem is that farmers' perceptions and appreciation of quality and certified seeds are still very diverse. Therefore extension activities are needed to provide insight and understanding to farmers about quality and certified seeds in agricultural business. Counseling activities related to quality and certified seeds were carried out in the Thematic Real Work Lecture activities in Payabenua Village, Bangka Regency. The activity was attended by farmers and the community. The resource persons came from the Center for Supervision and Certification of Seed Quality and the Center for Agricultural Technology Studies of the Bangka Belitung Islands Province. Questionnaires were used to find out the response of farmers after participating in counseling activities. The perception and appreciation of farmers in Payabenua village changed after attending counseling. Farmers who initially did not use quality and certified seeds after participating in extension activities will use quality and certified seeds for their farming activities. There are obstacles for farmers to be able to access quality and certified seeds, namely related to price and suitability of varieties. It is necessary to carry out scheduled and routine extension activities so that farmers' increased insight can be followed by an understanding of the importance of quality and certified seeds. There are obstacles for farmers to be able to access quality and certified seeds, namely related to price and suitability of varieties. It is necessary to carry out scheduled and routine extension activities so that farmers' increased insight can be followed by an understanding of the importance of quality and certified seeds. There are obstacles for farmers to be able to access quality and certified seeds, namely related to price and suitability of varieties. It is necessary to carry out scheduled and routine extension activities so that farmers' increased insight can be followed by an understanding of the importance of quality and certified seeds. Keywords: Payabenua, quality seeds, perceptions, appreciation
PENERAPAN TEKNOLOGI SILASE DAN AMONIASI SEBAGAI SOLUSI KETAHANAN PAKAN Riesi Sriagtula; Qurrata Aini; Hilda Susanty; Deni Novia; Ridho Kurniawan Rusli; Aronal Arief Putra
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.40-45.2022

Abstract

Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani peternak dalam mengolah danmengawetkan limbah pertanian sebagai solusi ketahanan pakan. Target khusus yang ingin dicapai antara lain peningkatan produksi ternak melalui penyediaan pakan sesuai kebutuhan ternak baik dari aspek kualitas maupun kuantitas. Kegiatan PKM dilaksanakan di Kelompok Tani Harapan Sejahtera yang berlokasi di Kelurahan Aia Pacah, Kecamatan Koto Tangah Kota Padang. Penyeluhan dan praktek yang diberikan kepada peternak adalah pengolahan silase jerami jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) dan Jerami padi (Oryza sativa) menjadi amoniasi. Metode yang digunakan dalam melakukan pemberdayaan kelompok sasaran adalah teknik pembelajaran dalam bentuk pemberian teori, penyuluhan dan praktek kepada anggota kelompok sasaran. Luaran dari pengabdian ini adalah Kelompok Tani Harapan Sejahtera dapat memberikan motivasi kepada peternak untuk mengolah limbah pertanian menjadi pakan berkualitas. Setelah dilakukan penyuluhan peternak menjadi paham dan termotivasi dalam mengolah limbah pertanian menjadi pakan berkualitas untuk ketahanan pakan khususnya di musim kemarau. Luaran lain dari pengabdian ini adalah mengelola limbah pertanian menjadi produk yang bermafaat dan bernilai ekonomi. Kata kunci: amoniasi jerami, kelompok tani harapan sejahtera, limbah pertanian, silase ABSTRACT The current extension service is to improve the knowledge and skills of farmers in processing and conserving agricultural waste as a solution for feed security. Specific targets to be achieved include increasing livestock production through providing feed according to livestock needs, both in terms of quality and quantity. The extension service activity was carried out at the Harapan Sejahtera Farmer Group located in Aia Pacah Village, Koto Tangah District, Padang City. Counseling and practice given to farmers are processing sweet corn straw silage (Zea mays saccharata Sturt) and rice straw (Oryza sativa) into ammonition. The method used in empowering the target group is a learning technique in the form of providing theory, counseling, and practice to members of the target group. The output of this service is that the Harapan Sejahtera Farmer Group can motivate farmers to process agricultural waste into quality feed. After the counseling was carried out, farmers became aware and motivated to process agricultural waste into quality feed for feed security, especially in the dry season. Another outcome of this service is managing agricultural waste into valuable and economical products. Keywords: agricultural waste, harapan sejahtera farmer group, rice straw ammoniation, silage.
PENGEMBANGAN PRODUK OLAHAN JAMUR TIRAM MENJADI PENYEDAP ALAMI JAMUR TIRAM DI KELOMPOK WANITA TANI LIMAU MANIS SEJAHTERA Risa Meutia Fiana; Devi Warmita; Reni Koja; Wellyalina Wellyalina; Shalati Febjislami; PK Dewi Hayati
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.7.1.43-47.2023

Abstract

Jamur tiram merupakan jenis jamur yang lezat untuk dikonsumsi dan memiliki nilai gizi yang tinggi. Kelompok Wanita Tani Limau Manis Sejahtera (KWT LMS) memiliki usaha budidaya jamur tiram. Kendala yang ada pada KWT LMS yaitu apabila terjadi panen yang melimpah maka jamur tiram tidak terjual di Pasar. Jamur memiliki sifat yang sama dengan sayuran yaitu mudah mengalami kerusakan dan menjadi busuk jika tidak segera diolah cepat dan tepat. Salah satu produk olahan yang bisa dikembangkan yaitu penyedap alami berbahan baku jamur tiram putih. Tujuan dari program ini adalah anggota KWT LMS dapat memiliki keterampilan dalam membuat penyedap alami berbahan jamur tiram, meningkatkan kondisi perekonomian dengan melakukan diversifikasi (keanekaragaman) produk pangan berbahan baku jamur tiram. Metode pelaksanaan kegiatan ini terbagi menjadi tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelatihan teknik pembuatan penyedap alami jamur tiram, dan bimbingan lanjut. Kata kunci: Jamur tiram, limau manis sejahtera, pengolahan, penyedap alami ABSTRACT Oyster mushroom is a type of mushroom that is delicious for consumption and has high nutritional value. Farmer Women's Group 'Limau Manis Sejahtera' (KWT LMS) has an oyster mushroom cultivation business. The obstacle in KWT LMS is that if there is an abundant harvest, oyster mushrooms can only sell some in the market. Mushrooms have the same properties as vegetables, easily damaged and rotten if not processed quickly and precisely. One processed product that can be developed is a natural flavouring made from white oyster mushrooms. This program aims for KWT LMS members to have skills in making natural flavourings from oyster mushrooms, improving economic conditions by diversifying (diversity) food products made from oyster mushrooms. The method of implementing this activity is divided into three stages: the preparation stage, the training stage for the natural oyster mushroom flavouring technique, and further guidance. Keywords: Limau manis sejahtera, natural flavouring, processing, oyster mushroom
SOSIALISASI PENGELOLAAN BANK SAMPAH SERTA PENGEMBANGAN PENDIDIKAN ANAK DI KELURAHAN SUNGAI NANGKA BALIKPAPAN Amalia Rizqi Utami; Risty Jayanti Yuniar; Kharis Sugiarto; Nelson Rombe; M. Firdaus; Muhammad Hisyam Muzaki; Saini Saini; Selawati Limbong
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.112-117.2022

Abstract

Pada masa pandemi ini kebersihan lingkungan perlu dijaga guna mencegah penyebaran virus Covid-19 dan penyakit lainnya. Kebersihan lingkungan harus menjadi perhatian bagi seluruh aspek yang ada di masyarakat. Di Kelurahan Sungai Nangka RT.10, penanganan sampah masih kurang optimal sehingga memberikan dampak buruk terhadap kondisi lingkungan dan memunculkan berbagai permasalahan lingkungan. Untuk menindaklanjuti permasalahan sampah ini diperlukan adanya komitmen bersama masyarakat dalam keikutsertaannya untuk dapat mengelola sampah sehingga dapat menjadi sesuatu yang bermanfaat dan mengurangi permasalahan lingkungan. Salah satu inovasi dalam menangani kasus ini yaitu melalui pengelolaan sampah yang dimulai dari sumbernya yaitu dapat dimulai dari penggunaan bank sampah. Bank sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat didaur ulang dan digunakan kembali sehingga memiliki nilai ekonomi yang bermanfaat. Selain dari permasalahan sampah, masa pandemi juga berdampak terhadap pendidikan anak-anak di Kelurahan Sungai Nangka. Saat ini kegiatan pendidikan formal dilakukan secara daring dan anak-anak sekolah diharuskan belajar dari rumah. Hal tersebut membuat anak-anak mengalami kesulitan dalam belajar karena kurang dapat mengikuti materi yang disampaikan secara daring. Kendala kesulitan belajar dapat menimbulkan adanya penurunan prestasi anak. Anak-anak yang mengalami masalah dengan belajar biasanya dapat dilihat dari beberapa faktor, yaitu prestasi yang dicapai oleh kelompok kelas terbilang rendah, hasil capaian tidak seimbang dengan usaha yang dilakukan dan terlambat dalam mengerjakan tugas belajar. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penanganan masalah lingkungan, pendidikan pada anak-anak di Kelurahan Sungai Nangka RT.10. Kata kunci: bank sampah, pendidikan, sosialisasi, sosial ABSTRACT During this pandemic, environmental hygiene needs to be maintained to prevent the spread of the Covid-19 virus and other diseases. Environmental cleanliness must be a concern for all aspects of the community. In Sungai Nangka Village, RT.10, waste management is still not optimal so it has a negative impact on environmental conditions and raises various environmental problems. To follow up on this waste problem, it is necessary to have a commitment with the community in their participation to be able to manage waste so that it can be something useful and reduce environmental problems. One of the innovations in dealing with this case is through managing waste starting from the source, which can be started from the waste bank. The waste bank itself is a place for sorting and collecting waste that can be recycled and reused so that it has beneficial economic value. Apart from the waste problem, the pandemic also has an impact on the education of children in Sungai Nangka Village. Currently, formal education activities are conducted online and school children are required to study from home. This makes it difficult for children to learn because they are unable to follow the material presented online. Learning difficulties can lead to a decrease in children's achievement. Children who have problems with learning can usually be seen from several factors, namely the achievement achieved by the class group is relatively low, the results are not balanced with the effort made, and are late in doing learning assignments. The implementation of this community service activity is expected to increase public understanding of handling environmental problems, and education for children in Sungai Nangka Village, RT.10. Keywords: waste bank, education, socialization, social
PENERAPAN KONSEP KEWIRAUSAHAAN MELALUI PELATIHAN MEMBUAT PRODUK OLAHAN IKAN DI DESA ULAK BANDING, KECAMATAN INDRALAYA, KABUPATEN OGAN ILIR Nazeli Adnan; Sri Andaiyani; Ariodillah Hidayat; Alghifari Mahdi Igamo
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.7.1.121-127.2023

Abstract

Rendahnya rasio kewirausahaan di Indonesia akibat beberapa masalah krusial seperti akses permodalan yang sulit, rendahnya pengetahuan mengenai wirausaha, kurangnya inovasi, serta stigma masyarakat yang cenderung berminat menjadi karyawan. Permasalahan serupa juga terjadi di lingkungan masyarakat Kabupaten Ogan Ilir, salah satunya di Desa Ulak Banding. Masyarakat Ulak Banding tidak memiliki akses pasar sendiri sehingga pengetahuan tentang perdagangan dan kewirausahaan masih terbilang rendah. Oleh karena itu, Tim Pengabdian Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya akan melakukan pelatihan pemberdayaan kewirausahaan bagi masyarakat non-produktif dengan memanfaatkan peluang usaha kuliner khas Sumatera Selatan menggunakan sumber daya alam perikanan sebagai salah satu pendamping dari pertanian yaitu pempek yang berprotein tinggi. Mayoritas mata pencarian utama masyarakat Desa Ulak Banding sebagai petani dan nelayan. Dengan demikian, peluang ini dapat memberikan kemudahan proses pembuatan, bahan mentah dan biaya yang rendah. Model kegiatan pemberdayaan masyarakat Desa Ulak Banding dalam kegiatan ini adalah pelatihan keilmuan wirausaha yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat serta penginisiasian kewirausahaan dengan ceramah, diskusi serta experimental learning diiringi pendampingan dengan pendekatan partisipatif di mana melibatkan peran masyarakat secara langsung dalam berbagai proses pelaksanaan kegiatan. Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk usaha rumah tangga agar kegiatan ekonomi di Desa Ulak Banding menjadi lebih aktif. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, kewirausahaan, usaha kuliner, pertumbuhan ekonomi ABSTRACT The low ratio of entrepreneurship in Indonesia is due to several crucial problems such as difficult access to capital, low knowledge about entrepreneurship, lack of innovation, and the stigma of people who tend to be interested in becoming employees. Similar problems are also rife in the community of Ogan Ilir Regency, one of which is in Ulak Banding Village. The Ulak Banding community whose main livelihood is as farmers, do not have their own market access so that their knowledge about trade and entrepreneurship is still relatively low. The local government also did not make efforts to establish people's businesses or household businesses. Therefore, we will conduct entrepreneurship empowerment training for non-productive communities by taking advantage of culinary business opportunities typical of South Sumatra using fishery natural resources as one of the companions of agriculture, namely Pempek lenjer and high protein egg pempek. Because of the ease of the manufacturing process, raw materials and low costs. The model of community empowerment activities in Ulak Banding Village in this activity is entrepreneurship scientific training that provides added value to the community as well as initiating entrepreneurship with lectures, discussions and experiential learning accompanied by assistance with a participatory approach which involves the role of the community directly in various process implementation activities. This activity received a positive response from the community. It is hoped that this activity can form a household business so that economic activities in Ulak Banding Village become more active. Keywords: community empowerment, entrepreneurship, culinary business, economic growth
EDUKASI PENCEGAHAN STUNTING DENGAN PENDEKATAN TERAPI KOMPLEMENTER Asmariyah Asmariyah; Novianti Novianti; Suriyati Suriyati
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.64-70.2022

Abstract

Latar Belakang: Stunting adalah masalah yang sering ditemui pada bayi dan balita serta dapat mengakibatkan peningkatan morbiditas dan mortalitas. Pencegahan dan penanggulangan stunting dapat dilakukan dengan terapi komplementer dengan pijat bayi untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan, memberikan efek lapar sehingga frekuensi menyusu lebih sering, penyerapan sari makanan akan lebih baik dan meningkatkan berat badan lebih pesat. Tujuan Kegiatan: Mengetahui pengetahuan terkait pijat bayi, mengenalkan pijat bayi dalam upaya pencegahan stunting. Metode Kegiatan: Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap persiapan meliputi, studi pendahuluan, persiapan alat dan bahan, serta koordinasi dengan pihak terkait. Tahap pelaksanaan penyuluhan secara langsung dengan menggunakan media PPT, melakukan demonstrasi cara pijat bayi dan redemonstrasi pijat bayi oleh peserta serta memberikan booklet pijat bayi yang sudah mendapatkan HKI. Tahap Evaluasi dilaksanakan dengan mengevaluasi pengetahuan dan keterampilan peserta tentang pijat bayi. Hasil: Kegiatan diikuti oleh 20 peserta, hasil pretest tentang pijat bayi peserta adalah cukup (65%) dan nilai posttest setelah pemberian materi dan demonstrasi pijat bayi, adalah baik (90%). Kesimpulan: Edukasi stunting dengan terapi komplementer dapat meningkatkan pengetahuan ibu baik kognitif maupun psikomotor dan terapi komplementer Pijat bayi direkomendasikan untuk menstimulasi pertumbuhan anak. Kata kunci: stunting, pijat bayi ABSTRACT Background: Stunting is a problem that is often encountered in infants and toddlers and can lead to increased morbidity and mortality. Prevention and control of stunting can be done with complementary therapy with baby massage to stimulate growth and development, give the effect of hunger so that the frequency of breastfeeding is more frequent, absorption of food essence will be better and increase body weight more rapidly. Activity Objectives: Knowing knowledge related to baby massage, introducing baby massage in an effort to prevent stunting. Activity Method: The implementation of the activity is carried out in three stages, namely preparation, implementation, and evaluation. The preparation phase includes preliminary studies, preparation of tools and materials, and coordination with related parties. The stage of implementing direct counseling using PPT media, conducting demonstrations on how to baby massage and redemonstrating baby massage by participants and providing baby massage booklets that have obtained IPR. The evaluation phase was carried out by evaluating the knowledge and skills of participants about infant massage. Results: The activity was attended by 20 participants, the pretest result of participants' baby massage was sufficient (65%) and the posttest score after giving the material and demonstration of baby massage was good (90%). Conclusion: Stunting education with complementary therapies can increase mother's knowledge both cognitive and psychomotor and complementary therapy Infant massage is recommended to stimulate child growth. Keywords: stunting, baby massage
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN DIVERSIFIKASI PRODUK OLAHAN BERBASIS IKAN LELE (STIK IKAN DAN STIK TULANG IKAN) Indrati Kusumaningrum; Nurul Ovia Oktawati
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.7.1.72-78.2023

Abstract

Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan ketrampilan kepada masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga (IRT) tentang pentingnya diversifikasi olahan ikan lele. Ikan lele merupakan ikan yang mudah diperoleh serta mempunyai nilai ekonomis yang tinggi namun memiliki nilai sosial yang rendah. Masyarakat pada umumnya tidak menyukai ikan lele dikarenakan habitatnya dan kebiasaan ikan lele pemakan segalanya sehingga menimbulkan kesan jorok. Diversifikasi olahan ikan lele ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ikan lele. Tujuan yang kedua yaitu memberdayakan masyarakat dengan membentuk suatu kelompok usaha bersama olahan ikan lele yaitu stik ikan lele dan stik tulang lele. Upaya pembentukan kelompok usaha bersama ini diharapkan dapat membantu memberikan alternatif penghasilan tambahan pada masyarakat khususnya pada masa pandemi serta memberikan gizi pada setiap keluarga yang murah dan mudah didapat demi meningkatkan daya tahan tubuh. Metode yang digunakan pada kegiatan ini yaitu dengan penyuluhan dan pelatihan diversifikasi produk olahan dengan konsep zerro waste. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu meningkatnya pengetahuan dan ketrampilan masyarakat tentang diversifikasi olahan ikan lele serta terbentuknya sebuah kelompok usaha bersama dengan produk utama stik ikan dan stik tulang ikan. Kata kunci: diversifikasi, ekonomi keluarga, gizi, kelompok usah,; ikan lele ABSTRACT This activity aimed to transfer knowledge and skills to the community, especially housewives (IRT) about the importance of fish product diversification. Catfish is one of a fish that is easily obtained and has a high economic value, but has a low social value. In general, people do not like catfish due to their habitat and their habit on eating. Diversification of fish products was hoped increasing value added of catfish. Another aimed were to empowering society by formed business unit of product diversification from catfish, that were fish stick and fish bone stick. Business unit was hoping to increased family income, especially during the pandemic to maintain the family economy and provide cheap and easy-to-obtain nutrition to increase imunity. The method was used in this activity was counseling and training on products diversification with the zerro waste concept. The activity resulted the ability to process various products of catfish without waste, including fish sticks and fishbone stick.. This activity also resulted in the formation of a business unit with the main products being fish sticks and fish bone sticks. Keywords: diversification, family economy, nutrition, business unit, catfish
EVALUASI PROGRAM BURUAN SAE KOTA BANDUNG DISERTAI PELATIHAN BERTANI SAYURAN MICROGREEN DI KELURAHAN PASIRWANGI Mochamad Arief Soleh; Cucu Suherman; Warid Ali Qasim
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 6 No 2 (2022)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.6.2.13-17.2022

Abstract

Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung memiliki program andalan bernama Buruan Sae. Program ini telah berjalan selaman hampir dua tahun dengan pencapaian berbagai pencapian yang positif. Upaya yang harus dilakukan untuk mendukung keussksesan program tersebut adalah dengan cara melakukan evaluasi langsung dilapangan terhadap warga yang memiliki pekarangan (buruan) apakah program tersebut telah tersosialisasikan dengan daya dukung yang baik. Untuk melakukan evaluasi program Buruan Sae sekaligus meningkatkan daya dukung pengetahuan cara bertani sayuran maka telah dilakukan program pengabdian kepada masyarakat (PPM) di kelurahan Pasirwangi Kecamatan Ujung Berung Bandung. Dari hasil evaluasi melalui metode survey langsung dihasilkan data positif sebesar 90% responden telah mengetahui program Buruan Sae, dengan jumlah partisipasi aktif menanaman sebesar 75%. Sementara itu kondisi yang harus ditingkatkan adalah daya dukung pemerintah terhadap fasilitas dan sarana bertani karena masih terdapat 41% responden yang tidak merasakan daya dukung ada program tersebut. serta sebanyak 74% responded menghendaki daya dukung dalam bentuk pelatihan bertani untuk mensukseskan program Burusan Sae. Dalam rangka mendukung program Buruan Sae telah dilaksanakan pula penyuluhan teknik bertani diperkotaan (urban Farming) pada warga dengan bertani sayuran microgeen untuk menunjang perbaikan gizi dimasa pandemi Covid 19. Penyuluhan ini telah memberikan inspirasi sekaligus pemahaman cara bercocok tanam sebesar 43% memahami sayuran microgeen untuk tujuan kesehatan. Sedangkan sebelum dilakukan penyuluhan terdapat 84% responden tidak mengetahui teknik danmanfaat bertanam sayuran microgreen. Kata kunci: buruan sae, urban farming, microgreen, pasirwangi ABSTRACT Food and Agricultural Agency of Bandung City has a flagship program called Buruan Sae. This program has been running for almost two years with various positive achievements. Some Efforts that must be made to support the success of the program are by conducting field evaluations of residents who have yards) whether the program has been socialized with good carrying capacity. To evaluate the Buruan Sae program while at the same time increasing the carrying capacity of knowledge on how to farm vegetables, a community service program (PPM) has been carried out in Kelurahan Pasirwangi, Ujung Berung, Bandung. From the results of the evaluation through the direct survey method, positive data was generated by 90% of respondents who knew about the Buruan Sae program, with 75% active participation in planting. Meanwhile, the condition that must be improved is the government's support for farming facilities and facilities because there are still 41% of respondents who do not feel the carrying capacity of the program. and 74% of respondents want support in the form of farming training to make the Burusan Sae program a success. To support the Buruan Sae program, urban farming techniques have also been carried out (urban farming) to residents by farming microgeen vegetables to support nutritional improvements during the Covid 19 pandemic. health. Whereas before the counseling was carried out, 84% of respondents did not know the techniques and benefits of growing microgreen vegetables. Keywords: buruan sae, urban farming, microgreen, pasirwangi
TEKNOLOGI BIOPORI: SOLUSI KAWASAN RAWAN GENANGAN DAN EDUWISATA DI DESA WISATA ALAM SUNGAI MESJID KOTA DUMAI Atria Martina; Wahyu Lestari; Tetty Marta Linda; Ninik Nihayatul Wahibah; Vanda Julita Julita
LOGISTA - Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Product Technology, Faculty of Agricultural Technology, Universitas Andalas Kampus Limau Manis - Padang, Sumatera Barat Indonesia-25163

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/logista.7.1.21-25.2023

Abstract

Desa Sungai Mesjid memiliki keindahan alam dan budaya Melayu yang masih terjaga. Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Alam Sungai Mesjid membuat potensi Desa sebagai desa ekowisata mulai dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Peningkatan pembangunan di Dumai membuat berkurangnya daerah resapan air serta penanggulangan sampah yang kurang baik turut memberi dampak tergenangnya beberapa daerah di Desa ini. Masyarakat berkeinginan mewujudkan desa yang hijau minim dari sampah dan genangan air jika hujan namun terkendala dengan pengetahuan dan biaya. Edukasi dan pemberdayaan masyarakat dengan pembuatan biopori sebagai resapan air dan penghasil kompos akan dapat mengurangi genangan air hujan dan mengatasi sampah organik. Metode penerapan kegiatan berupa presentasi, diskusi kelompok, praktek pembuatan lubang biopori, pemberian peralatan serta monitoring keberlanjutan pasca kegiatan. Selama kegiatan pelatihan terlihat adanya motivasi dan kesadaran masyarakat akan manfaat biopori. Pembuatan biopori tetap berlanjut pasca kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat secara mandiri dan menjadikan teknologi pembuatan biopori sebagai salah satu paket eduwisata Desa Alam Sungai Masjid, sebagai upaya edukasi kepada masyarakat luas dan daya tarik wisata. Kata kunci: biopori, desa wisata, eduwisata, genangan, kompos Abstract Sungai Mesjid has wonderful scenery and Malay culture that are still preserved. The development of the Alam Sungai Mesjid Tourism Awareness Community (POKDARWIS) made the potential of the village as an ecotourism in order to improve the community’s economy during the Covid-19 pandemic. The increase in recent development in Dumai has reduced water catchment areas and poor waste management, and also impacted the inundation of several areas in this village. The community wants to create a green village where is minimal from garbage and puddles when rain falls, but it is constrained by knowledge and costs. Education and empowerment of society by making biopore as a water catchment and producing compost will be able to reduce rainwater puddles and overcome organic waste. The method of implementing the activity is a presentation, group discussion, practice of making biopore holes, provision of equipment and post-activity monitoring of sustainability. During the training activities, it was seen there were motivation and public awareness of benefits biopore. The development of biopore continues after the activities carried out by the community independently and makes biopore technology as one of the edutourism packages of Alam Sungai Masjid Village, as an educational effort to wider community and tourist attraction. Keywords: biopore, tourism village, edutourism, puddle, compost