cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Zuriat
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 298 Documents
Parameter Genetik Karakter Komponen Buah pada Beberapa Aksesi Nanas Sri Hadiati; Murdaningsih H. K.; A. Baihaki; Neni Rostini
Zuriat Vol 14, No 2 (2003)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v14i2.6799

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi variabilitas genetik dan fenotipik, heritabilitas, dan kemajuan genetic beberapa karakter komponen buah nanas. Penelitian dilakukan di Balai Penelitian Tanaman Buah Solok mulai bulan Januari 2001–Februari 2002. Rancangan percobaan yang digunakan adalah RAK dengan 24 nomor aksesi sebagai perlakuan dan diulang dua kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter panjang tangkai buah, berat buah, jumlah spiral buah, diameter buah, panjang buah, tebal daging, diameter empulur, kedalaman mata, TSS, total asam, vitamin C, dan kadar serat buah mempunyai variabilitas genetik dan fenotipik luas serta heritabilitas yang tinggi. Kemajuan genetik yang tinggi terdapat pada karakter panjang tangkai buah, bobot buah, panjang buah dan kandungan vitamin C.
Variabilitas Fenotipik dan Kekerabatan Genetik Spesies Gambir Liar Murdaningsih H. Karmana; Hamda Fauza; , Jamsari; Azmi Dhalimi; Ahmad Denian; Istino Ferita; , Nurainas
Zuriat Vol 20, No 2 (2009)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v20i2.6632

Abstract

Pada tanaman gambir, belum didapatkan informasi yang lengkap dan akurat tentang keberadaan plasma nutfah yang merupakan sumber materi genetik untuk pemuliaan. Informasi mengenai tingkat variabilitas genetik serta hubungan kekerabatan di antara populasi gambir liar sangat diperlukan oleh pemulia tanaman untuk mengidentifikasi calon tetua yang potensial. Untuk mengetahui variabilitas fenotipik dilakukan pengamatan terhadap karakter morfologi dan agronomi gambir liar serta diestimasi variabilitas genetiknya menggunakan analisis RAPD. Bahan tanaman yang digunakan untuk penentuan variabilitas genetik adalah tujuh spesies gambir liar yang merupakan sebagian dari ekplorasi dan yang memiliki sampel lebih dari 10 aksesi. Pengamatan dilakukan pada 111 aksesi terhadap 12 karakter fenotipik. Hubungan kekerabatan antar spesies diketahui melalui analisis klaster berdasarkan teknik RAPD terhadap 28 aksesi, tiga aksesi untuk setiap spesies yang jumlah aksesinya sama atau lebih dari tiga atau sesuai dengan jumlah aksesi yang ada pada setiapspesies tersebut. Hasil pengamatan terhadap karakter fenotipik spesies gambir liar pada beberapa lkasi di Sumatera Barat, menunjukkan variabilitas fenotipik yang luas pada beberapa karakter yang diamati. Analisis klaster berdasarkan karakter fenotipik antar spesies memperlihatkan antar spesies memiliki jarak taksonomi yang bervariasi. Hasil amplifikasi DNA dengan teknik RAPD memperlihatkan profil pita DNA yang berbeda di antara spesies gambir liar. Analisis kekerabatan berdasarkan profil pita DNA menunjukkan terdapat jarak genetik yang bervariasi di antara spesies gambir liar, yang berarti spesies gambir liar memiliki variabilitas genetik yang luas. Namun, tidak terdapat korelasi yang erat antara pengamatan data fenotipik dengan data genetik (profil pita DNA).
IDENTIFICATION OF CDNA FRAGMENT TIGHTLY LINKED TO NV AND TM-2 LOCI IN TOMATO , Sobir; Fusao Motoyoshi
Zuriat Vol 16, No 2 (2005)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v16i2.6767

Abstract

Tm-2 is a resistance gene in tomato to Tomato Mosaic Virus (ToMV), located in heterochromatic region of chromosome nine. Since map based cloning difficult to perform for identify the gene on that region, we apply differential display approach by using two near-isogenic tomato lines (NILs), one without Tm-2 and the other with Tm-2 to identify cDNAs of the transcripts from the region surrounding the Tm-2 locus. Among the 150 combinations of three anchor primers and fifty arbitrary primers, 10 combinations generated cDNA polymorphic bands. Out of them, only one combination of CA6, exhibited polymorphic band under southern blot analysis, subsequently a genetic experiment showed that the CA6 locus tightly linked to the Tm-2 locus. The CA6 fragment also hybridized to genomic DNA fragments from a tomato line carrying Tm-2a, a line of L. peruvianum from which Tm-2a originated, and a tomato line carrying another Tm-2-like gene. A northern hybridization blotting result suggested that the gene corresponding to CA6 fragment was constitutively transcribed.
Potensi Hasil dan Mutu Varietas Introduksi Tembakau Burley Fatkhur Rochman; , Suwarso; A. S. Murdiyati
Zuriat Vol 17, No 2 (2006)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v17i2.6734

Abstract

Tembakau burley telah diusahakan di Indonesia sejak tahun 1957 di beberapa daerah antara lain Lumajang, Klaten dan Mojokerto. Introduksi varietas memiliki beberapa keuntungan, yaitu (1) mendapatkan varietas unggul baru secara cepat, (2) Dapat dijadikan bahan seleksi sebagai calon varietas unggul baru, (3) Digunakan sebagai sumber gen yang diperlukan dalam program pemuliaan. Varietas unggul hasil introduksi belum tentu bersifat unggul seperti di daerah asalnya. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui potensi hasil dan mutu serta respon varietas introduksi terhadap penyakit utama di Indonesia. Penelitian dilaksanakan tahun 2004 di dua lokasi yaitu 1) di desa Kabuaran Kecamatan Kunir Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada ketinggian tempat ± 25 m di atas permukaan laut dan 2) di desa Oro-oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang-Jawa Timur pada ketinggian tempat ± 650 m di atas permukaan laut, dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi krosok, indek mutu dan indek tanaman varietas introduksi tidak berbeda nyata dengan varietas pembanding (Ky 17). Indek tanaman relatif varietas TN 90 dan NC 3 masih fluktuatif (tidak konsisten). Indek tanaman aktual varietas TN 90 di Kabuaran, Kunir lebih tinggi 19.29% dibanding Ky 17, dan indek tanaman aktual NC 3 di Oro-oro Ombo, Pronojiwo lebih tinggi 7.29% dibanding Ky 17. Penyakit yang muncul pada varietas introduksi adalah penyakit-penyakit yang sering dijumpai pada pertanaman tembakau di Indonesia seperti Mosaik, TEV, TLCV, lanas (Phytophthora nicotianae) dan nematoda Meloidogyne spp. Dengan tingkat serangan rendah. Tidak dijumpai panyakit lain atau penyakit baru.
Keragaman Pala (Myristica spp) Maluku Utara Berdasarkan Penanda Morfologi dan Agronomi Sri Soenarsih DAS; , Sudarsono; H. M.H. Bintoro Djoefrie; Yudiwanti Wahyu E. K.
Zuriat Vol 23, No 2 (2012)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v23i2.6876

Abstract

Pala merupakan tanaman asli Indonesia dan informasi keragamannya masih terbatas. Keragaman spesies dan varietas pala penting untuk di evaluasi sebagai dasar tindakan konservasi. Keragaman varietas dan spesies pala dapat dievaluasi dengan mengamati keragaman morfologi dan fenotipe di lapangan. Penelitian yang dilakukan  bertujuan mengevaluasi keragaman fenotipik diantara aksesi pala dan mengevaluasi pengelompokan intra dan inter spesies pala dari Maluku Utara. Populasi pohon pala yang berumur minimal 15 tahun dari Tidore dan Patani Halmahera Tengah, Maluku Utara digunakan dalam penelitian. Aksesi yang digunakan terdiri atas spesies Myristica fragrans, Myristica fatua, Myristica argentea, Myristica succedanea, dan sejumlah aksesi yang tidak diketahui nama speciesnya. Hasil evaluasi menunjukkan aksesi pala dari Patani dan Tidore menunjukkan variasi yang tinggi dalam bentuk buah, warna buah tua dan bentuk biji. Hanya aksesi pala asal Tidore yang menunjukkan variasi dalam bobot fuli. Dendogram yang dibuat berdasarkan karakter fenotipe menjelaskan aksesi pala yang dianalisis kedalam empat group pada indeks kesamaan 70%. Group pertama terdiri atas dua aksesi M. fatua dan satu aksesi pala yang tidak diketahui spesiesnya dari Tidore serta satu aksesi M. fragrans. Group kedua terdiri atas dua aksesi M. argentea dan dua aksesi pala yang tidak diketahui spesiesnya dari Tidore serta satu aksesi M. succedanea dari Patani. Group ketiga terdiri atas tiga aksesi M. argentea dan enam aksesi pala yang tidak diketahui spesiesnya dari Patani. Group keempat terdiri atas dua aksesi M. fragrans dari Tidore. Berdasarkan penanda morfologi dan agronomi spesies pala yang dikarakterisasi di Maluku Utara berkerabat agak jauh yang menunjukkan aksesi dalam populasi beragam.
Konstruksi Plasmid Biner Pembawa Gen Cry1Ab dan Transformasi Plasmid Biner dengan Metode Tri Parental Mating , Liberty; M. Herman; G. A. Watimena
Zuriat Vol 19, No 2 (2008)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v19i2.6656

Abstract

Penelitian untuk mengkonstruksi plasmid biner pembawa gen cry1Ab dan mentransformasi plasmid biner tersebut ke dalam Agrobacterium tumefaciens dalam upaya merakit tanaman kedelai tahan penggerek polong dilakukan di Laboratorium Biologi Molekuler dan Rekayasa Genetika dan di Laboratorium Fasilitas Uji Terbatas Balai Besar dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian Bogorpada bulan Agustus 2003 hingga Oktober 2004. Kloning DNA pada vektor plasmid meliputi kegiatan restriksi DNA, defosforilasi, ligasi, transformasi, dan isolasi plasmid. Transformasi plasmid biner ke dalam A. tumefaciens dilakukan dengan metode triparental mating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi E. coli dengan gen cry1Ab telah berhasil dilakukan dan diketahui ukuran fragmen gen cry1Ab yang diperoleh adalah 14.762 bp. Konstruksi gen cry1Ab berhasil diintroduksikan kedalam A. tumefaciens dengan metode triparental mating.
VARIABILITAS GENETIK, HERITABILITAS DAN HUBUNGAN ANTARA HASIL UMBI DENGAN BEBERAPA KARAKTER KUANTITATIF DARI 52 GENOTIP UBIJALAR DI KENDALPAYAK, MALANG T. S. Wahyuni; Ridwan Setiamihardja; Nani Hermiati; K. H. Hendroatmodjo
Zuriat Vol 15, No 2 (2004)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v15i2.6790

Abstract

Informasi tentang variabilitas genetik dan heritabilitas dan korelasi antar karakter serta pengaruh karakter terhadap hasil ubi jalar sangat diperlukan dalam program seleksi. Tujuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi bagi pemulia dalam menyusun program pemuliaan untuk perakitan klon unggul baru. Percobaan lapang telah dilaksanakan di Kebun Percobaan dari Balai Penelitian Tanaman Kacangkacangan dan Umbi-umbian (Balitkabi), di Kendalpayak, Malang, Jawa Timur, selama musim kemarau dari tanggal 28 Mei 2002 hingga 2 Oktober 2002, dengan menggunakan rancangan Acak Kelompok, diulang dua kali. Perlakuan terdiri dari 52 genotip ubijalar, yaitu : 39 genotip hasil persilangan dan 13 genotip yang merupakan klon lokal, klon unggul dan  genotip koleksi plasma nutfah ubijalar Balitkabi Malang. Karakter yang diamati meliputi panjang sulur, jumlah cabang, bobot kering pupus, jumlah umbi layak jual, rata-rata bobot umbi, persentase jumlah dan bobot umbi tidak layak jual, panjang dan diameter umbi, indeks panen, kadar bahan kering umbi segar, kadar gula reduksi umbi segar dan hasil umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecuali karakter jumlah cabang per tanaman, semua karakter menunjukkan variabilitas genetik yang luas dan mempunyai nilai heritabilitas yang tinggi, sedangkan jumlah cabang per tanaman menunjukkan variabilitas genetik sempit dengan heritabilitas tergolong sedang. Karakter jumlah umbi layak jual dan rata-rata bobot umbi adalah karakter yang paling berpengaruh terhadap hasil umbi dan harus selalu dipertimbangkan secara simultan dalam seleksi.
Studi Pola Pewarisan Genetik dalam Pertanaman Uji Keturunan Saudara Tiri Acacia mangium Willd Hendi Suhaendi
Zuriat Vol 2, No 1 (1991)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v2i1.6618

Abstract

Bahan untuk studi ini adalah pertanaman uji keturunan saudara tiri Acacia mangium Willd. di Unit Hutan Tanaman Industri PT. INHUTANI I Rebang Ds. Lampung. Pertanaman ini dibuat pada bulan Desember 1987, sedangkan pengukuran tinggi total dan diameter batang dilakukan berturut-turut bulan Juni 1988 dan Juni 1989. Tujuan studi ini ialah untuk mengetahui pola pewarisan genetik, yang diduga melalui komponen ragam dari sidik ragam untuk setiap sifat pohon. Digunakan rancangan kelompok dengan lima ulangan. Petak coba berupa baris yang mengandung 5 pohon untuk setiap famili yang sama, dengan jarak tanam 4m x 4m. Tiga puluh famili yang berasal dari 30 pohon terseleksi (pohon plus) digunakan dalam studi ini. Pola pewarisan genetik sifat tinggi total adalah sangat kuat, di mana sifat ini dikendalikan oleh faktor genetik sebesar 77% dan 86% berturut-turut pada umur 0.5 tahun dan 1.5 tahun. Sebaliknya, pola pewarisan genetik sifat diameter batang adalah sangat lemah, di mana sifat ini dikendalikan oleh faktor lingkungan sebesar 89% dan 96% berturut-turut pada umur 0.5 tahun dan 1.5 tahun. Sifat tinggi total tampaknya dapat dijadikan tolak ukur penjarangan seleksi untuk mengkonveksi pertanaman uji keturunan saudara tiri ini menjadi kebun benih anakan.
KEANEKARAGAMAN DAN HUBUNGAN GENETIKA PLASMA NUTFAH KELAPA DI KAWASAN MALESIA TIMUR BERDASARKAN PENANDA RAPD N. L. Mawikere; A. Hartana; E. Guhardja; , Suharsono; H. Aswidinnoor
Zuriat Vol 18, No 1 (2007)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v18i1.6758

Abstract

Keanekaragaman genetika yang tinggi dari suatu populasi tanaman sangat bermanfaat sebagai sumber genetika potensial untuk pogram pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keanekaragaman genetika plasma nutfah kelapa di kawasan Malesia Timur menggunakan penanda RAPD. Total bahan tanaman yang dianalisis adalah 265 pohon kelapa, yang berasal dari 27 populasi kelapa dari Papua, PNG, Sulawesi, dan Maluku. DNA total dari 265 pohon kelapa diamplifikasi menggunakan 10 primer acak (dekamer) yang diseleksi dari 60 primer acak RAPD. Sebanyak 234 fragmen DNA dapat diamplifikasi oleh 10 primer tersebut dan 100% adalah pita DNA polimorfik. Kemiripan genetika intra-populasi dan antar-populasi dari semua populasi kelapa yang diturunkan dari Koefisien Keselarasan Sederhana masing-masing adalah 74%−  84% dan 57%−77%. Analisis pengelompokan berdasarkan metoda UPGMA dapat mengelompokkan 14 populasi kelapa dari Papua menjadi 2 kelompok utama. Kelompok 1 adalah semua individu dari populasi kelapa Biak dan kelompok II adalah populasi-populasi kelapa dari daerah lain di Papua. Populasi kelapa Papua dan PNG mempunyai hubungan genetika yang sangat dekat, terutama dengan populasi kelapa dari Manokwari, Merauke, dan Jayapura. Analisis UPGMA ini juga dapat mengidentifikasi bahwa populasi kelapa Papua-PNG lebih dekat hubungan genetikanya dengan populasi kelapa Sulawesi dibandingkan dengan populasi kelapa Maluku.
Optimizing Selection for Yield Using Selection Index Sugiono Moeljopawiro
Zuriat Vol 13, No 1 (2002)
Publisher : Breeding Science Society of Indonesia (BSSI) / PERIPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/zuriat.v13i1.6726

Abstract