cover
Contact Name
Jumadi Mori Salam Tuasikal
Contact Email
jurnal.jgcj@ung.ac.id
Phone
+6285757082822
Journal Mail Official
jurnal.jgcj@ung.ac.id
Editorial Address
Jl. Jend. Sudirman, Wumialo, Kota Tengah, Kota Gorontalo - Gorontalo - Indonesia
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
JAMBURA Guidance and Counseling Journal
ISSN : -     EISSN : 27221628     DOI : 10.37411
Core Subject : Education,
School Counseling Psychology Counseling Career Counseling; Couple Marriage and Family Counseling Mental Health Counseling Supervision Theory Development Professional Counseling Ethnic International Counseling and Multicultural Issues Program Applications and Integrative Reviews from Counseling and Related Fields Islamic Guidance and Counseling
Articles 81 Documents
Penerapan Sikap Empati Konselor dalam Proses Konseling Narti, Zulhelmi Narti; Hariko, Rezki; Karneli, Yeni
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 4 No 1 (2023): Volume 4 Nomor 1: Mei 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v4i1.2247

Abstract

The process of counseling is a providing assistance carried out by a counselor to the counselee with the aim of alleviating the problems that are being felt by the counselee. In this case a counselor is required to have the ability to convince the counselee to follow the process counseling. One of the abilities that a counselor must have to achieve success in counseling is empathy. Where the attitude of the counselor's empathy is very important to build a good relationship with the counselee and is also the key to the success the process of counseling. The purpose of this research is to reveal the importance of applying counselor empathy in the process of counseling. The methodology used in this research is library research.
Pengembangan Program Bimbingan Berbasis ADDIE untuk Meningkatkan Kecerdasan Sosial Siswa di Madrasah Ibtidaiyah Darul Mubin Kota Gorontalo Puluhulawa, Meiske; Kasan, Irpan A.; Hulukati, Wenny; Isa, Abdul Hamid
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 4 No 1 (2023): Volume 4 Nomor 1: Mei 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v4i1.2344

Abstract

Masalah sosial yang sering muncul pada siswa adalah ketidakmampuan siswa beradaptasi dengan lingkungan sosial yang terlihat dari masih ada siswa yang bertengkar satu sama lain, siswa membuat geng dan mengucilkan beberapa siswa, saling mengejek, dan lain sebagainya. Adanya masalah sosial pada Madrasah Ibtidaiyah Darul Mubin Kota Gorontalo diasumsikan bahwa kecerdasan sosial siswa rendah, disinyalir bahwa program pengembangan diri siswa termasuk pengembangan dalam aspek sosial belum tersusun dengan baik dan belum dapat mengembangkan kecerdasan sosial siswa secara optimal. Dalam mengembangkan program bimbingan dan konseling perlu diperhatikan model pengembangannya guna memastikan kualitas program dalam menunjang efektifitas program untuk meningkatkan kecerdasan sosial siswa. Program bimbingan semestinya disusun berdasarkan kebutuhan siswa. Salah satu desain pengembangan yang sering digunakan adalah ADDIE Model melalui 5 tahapan: Analysis, Design, Development, Implementation dan Evaluation. Proses pengembangan berbasis ADDIE memerlukan pengujian tim ahli, subyek penelitian secara individu, skala terbatas maupun skala luas (lapangan) dan revisi guna penyempurnaan produk akhir sehingga sehingga produk yang dikembangkan telah memenuhi kriteria produk yang baik, teruji secara empiris dan tidak ada kesalahan-kesalahan lagi. Dengan menggunakan model ADDIE penelitian ini telah menghasilkan produk berupa program bimbingan dan konseling untuk meningkatkan kecerdasan sosial siswa Madrasah Ibtidaiyah Darul Mubin Kota Gorontalo yang telah tervalidasi ahli. Kata Kunci: Pengembangan Program Bimbingan, Kecerdasan Sosial, Model ADDIE
Efektifitas Social Skill Training Dalam Meningkatkan Keterampilan Sosial Mahasiswa Basyari, Wahyuning Mahardika; Imaddudin, Aam; Muhajirin, Muhammad
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2023): Volume 4 Nomor 2: November 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v4i2.2252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji Efektivitas Social Skill Training (SST) Untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Mahasiswa. Penelitian ini berlatar belakang pada permasalah yang ditemukan diantaranya mahasiswa baru sulit berdaptasi, merasa tidak percaya diri, dan penurunan dalam prestasi akademik. Penelitian menggunakan metode eksperimen kuasi. Desain penelitian ini adalah nonequivalent pretest-postest control group design. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket infentori social skill inventory (SSI) menggunakan rujukan dari Ronald Reggio. Subjek penelitian adalah Mahasiswa FKIP UMTAS Angkatan 2021 yang diambil dengan teknik Sample Random Sampling. Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan statistik uji t paired (paired sample t-test) dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan: (1) secara umum keterampilan mahasiswa FKIP berada di kategori sedang dalam skor 239-302, (2) rancangan intervensi Social Skill Training (SST) di susun berdasarkan analisis kebutuhan dengan melakukan 4 kali pertemuan yang mana pada bagi menjadi 8 sesi untuk kelompok eksperimen dan untuk kelompok kontrol hanya 1 kali pertemuan, (3) layanan Social Skill Training memiliki nilai efektivitas yang berbeda dengan membandingkan rata-rata yang dimiliki setiap kelompok, Mahasiswa dengan hasil pengujian skor rata-rata 272,19 untuk kelompok eksperimen dan skor rata-rata 282,10 untuk kelompok kontrol dengan berdasarkan acuan tabel pembagian skor Gain.
Efektivitas Layanan Informasi Menggunakan Media Film dalam Menurunkan Intensitas Penggunaan Gadget Marimbun, Marimbun; Sahbani, Muhammad; Syamsuar
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2023): Volume 4 Nomor 2: November 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v4i2.2254

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan perbedaan intensitas penggunaan gadget pada kelompok eksperimen dan kontrol melalui layanan informasi menggunakan media film. Metode yang digunakan True Experimental Design dengan jenis Randomized Pretest-Posttest Control Group Design. Subjek penelitian adalah siswa SMA. Kelompok eksperimen berjumlah 34 dan kelompok kontrol berjumlah 33 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket intensitas penggunaan gadget berdasarkan skala likert digunakan sebagai instrumen pengumpulan data. Uji hipotesis dilakukan dalam rangka mengetahui perbedaan rata-rata sampel menggunakan t-test sampel related. Hasil penelitian mendeskripsikan intensitas penggunaan gadget antara pretest dan posttest kelompok eksperimen mengalami penurunan pada masing- masing indikator: perhatian terhadap gadget menurun 9,49 %, penghayatan menggunakan gadget menurun 9, 82 %, durasi menggunakan gadget menurun 4,55 %, frekuensi menggunakan gadget menurun 6, 54 %. Sementara intensitas penggunaan gadget pretest dan posttest kelompok kontrol tidak mengalami perubahan yang signifikan pada masing- masing indikator: perhatian terhadap gadget menurun 0,11 %, penghayatan menggunakan gadget meningkat 2, 27 %, durasi menggunakan gadget menurun 1,56 %, frekuensi menggunakan gadget menurun 1,5 %. Selanjutnya perbedaan intensitas penggunaan gadget pada kelompok eksperimen dan kontrol nilai sig (2-tailed) sebesar 0,009 < 0,05. Terdapat pengaruh pemberian layanan informasi menggunakan media film dalam menurunkan intensitas penggunaan gadget.
Hubungan Antara Self Disclosure Dengan Interaksi Sosial Siswa Rifani, Endang; Mawada, Nadiyah Zahra Ulfah; Mubarokah, Nafisatul ‘Ullumil
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 Nomor 1: Mei 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v5i1.2543

Abstract

Interaksi sosial merupakan tindakan yang terjadi secara dua orang atau lebih yang bereaksi akan timbal balik melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Seorang siswa usia remaja yaitu smp dan sma perlu memiliki interaksi sosial yang baik untuk menjalin hubungan antar individu maupun dengan lingkungan sosialnya. Salah satu aspek penting dalam membina hubungan dengan orang lain adalah self-disclosure. Self-disclosure adalah pengungkapan diri kepada orang lain berupa informasi diri, pendapat, sikap dan perasaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara self-disclosure dengan interaksi sosial pada siswa SMP dan SMA. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional untuk menentukan tingkat dan hubungan dengan statistik tunggal secara bersamaan. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMP dan SMA sebanyak 121 orang. Hasil penelitian menggunakan Uji Korelasi Product Moment Pearson, menunjukkan (r = 0,433 ; p = 0,000) yang dapat disimpulkan terdapat hubungan signifikan yang positif antara self disclosure dengan interaksi sosial pada remaja, artinya semakin tinggi self disclosure maka semakin tinggi pula interaksi sosial pada siswa.
Pengembangan Panduan Bimbingan Kelompok Dengan Emotional Freedom Technique (EFT) Untuk Mereduksi Kecemasan Adaptasi Kebiasaan Baru Siswa Idris, Idriani; Pautina, Mohamad Rizal; Korompot, Salim; Madina, Rena; Sari, Permata; Rawanti, Rawanti; Idris, Nur Idil Fitri
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2023): Volume 4 Nomor 2: November 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v4i2.2641

Abstract

Penyebaran Covid 19 dalam tren melandai sehingga Pemerintah mulai menyusun peta jalan transisi dari masa pandemi covid 19 menuju kondisi endemik. Adaptasi kebiasaan baru adalah kampanye publik kemendikbud dalam menginformasikan dan mengedukasi masyarakat tentang penyelenggaraan pembelajaran pada Tahun Akademik 2020/2021 dan awal januari di masa transisi pandemi ke endemi. Adaptasi kebiasaan baru adalah agar kita bisa bekerja, belajar dan beraktivitas dengan produktif berdampingan dengan pandemi dengan memperhatikan protokol kesehatan, kesehatan mental dan dukungan psikososial menuju adaptasi kebiasaan baru pada lingkungan sekolah. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan panduan bimbingan kelompok dengan emotional freedom technique (EFT) untuk mereduksi kecemasan adaptasi kebiasaan baru siswa. Luaran dari penelitian ini berupa panduan bimbingan kelompok dengan emotional freedom technique (EFT) untuk mereduksi kecemasan adaptasi kebiasaan baru siswa. Berdasarkan hasil uji coba produk kelompok kecil menyatakan bahwa produk yang dibuat layak untuk dijadikan panduan untuk mereduksi kecemasan adaptasi kebiasaan baru siswa. Hasil penelitian berupa panduan bimbingan kelompok dengan emotional freedom technique (EFT) untuk mereduksi kecemasan adaptasi kebiasaan baru siswa.
Pandangan Teori Kebutuhan Dasar Abraham Maslow dan William Glasser tentang Fenomena Flexing Sari, Permata; Pautina, Mohamad Rizal; Lakadjo, Mohamad Awal; Ardhian, Nur Luthfi; Prasetyo, Agung
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2023): Volume 4 Nomor 2: November 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v4i2.2764

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi fenomena flexing yaitu perilaku menonjolkan diri dalam konteks media sosial, dengan menghubungkannya dengan pandangan kebutuhan dasar dalam teori-teori psikologi William Glasser dan Abraham Maslow. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan. Metode pengumpulan data yang digunakan yakni metode dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Untuk menjaga ketepatan pengkajian dan mencegah kesalahan informasi dalam analisis data maka dilakukan pengecekan antar pustaka dan membaca ulang pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa flexing dapat dilihat sebagai cara individu memenuhi kebutuhan dasar, seperti kekuasaan, pengakuan, penghargaan diri, dan kebutuhan sosial. Penelitian ini memberikan wawasan tentang psikologi perilaku flexing dan implikasinya pada kesejahteraan psikologis individu dalam era digital. Diharapkan setiap individu bijak dalam mengabil tindakan.
Konseling Kognitif Perilaku Untuk Menurunkan Perilaku Self Injury Pada Remaja Shintiarani, Livia; Arumsari, Cucu; Imaddudin, Aam
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 Nomor 1: Mei 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v5i1.2828

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas teori konseling kognitif perilaku untuk menurunkan perilaku melukai diri (self injury) pada remaja. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen. Metode yang digunakan bentuk Single Subject Research (SSR) dengan pola A-B-A. Populasi pada penelitian ini siswa SMA Al Muttaqin Kota Tasikmalaya berjumlah 334 siswa. Sampel pada penelitian ini 2 siswa laki-laki yang terindikasi sebagai pelaku self injury dan termasuk pada kategori cukup tinggi (streotip) dengan perilaku membenturkan kepala, memukul diri sendiri, menyayat kulit dan menjambak rambut. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis visual dengan mengamati langsung garis trend pada grafik dan analisis statistik dengan menggunakan perhitungan Percentage Non-Overlapping (PND). Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan skor pada konseli yang dilihat dari garis trend pada grafik baseline (A1), intervensi (B) dan baseline (A2). Selain itu, ada penurunan perilaku konseli yang sebelumnya masuk kriteria streotip dengan intensitas melakukan self injury sangat rutin menjadi kriteria impulsif dengan intensitas tidak berulang, dalam arti ketika muncul dorongan untuk melakukan self injury konseli mampu mengendalikan dirinya. Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan konseling kognitif perilaku efektif untuk menurunkan kecenderungan perilaku melukai diri (self injury) pada remaja. Keterbatasan penelitian ini tidak ada kelompok kontrol atau kelompok pembanding dan tidak ada perbedaan gender pada subjek penelitian yang diberi treatment.
Hubungan Motivasi Berprestasi dengan Academic Flow Siswa Rafly Tidar; Isti’adah, Feida Noorlaila; Nugraha, Agung
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 Nomor 1: Mei 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v5i1.2875

Abstract

This study aims to determine the relationship between achievement motivation and academic flow in students of SMK Negeri 2 Tasikmalaya. Achievement motivation serves as a driving force that spurs students to strive for desired success and excel in competitive situations. While the concept of flow provides important support for student learning. This study uses a quantitative approach with correlational methods. The subjects of this study were SMK Negeri 2 students in grades X, XI, and XII totaling 330 students. The sampling technique used was probability sampling technique in the form of Simple Random Sampling. The research hypothesis test used the Pearson Product Moment correlation technique with the help of the SPSS 27.0 for windows program. The results showed: (1) in general, the achievement motivation of students of SMK Negeri 2 Tasikmalaya is in the High category by 72% in the score of 54-72, (2) in general, the academic flow of students of SMK Negeri 2 Tasikmalaya is in the Moderate category by 75% in the score of 45-66, (3) correlation analysis obtained a correlation coefficient rxy = 0.619 (significance 0.000 <0.05) which means that the researcher's hypothesis is accepted, namely there is a positive relationship between achievement motivation and academic flow in students of SMK Negeri 2 Tasikmalaya.
Analisis Awal Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling dalam Membantu Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini di TK Damhil Puluhulawa, Meiske; Hulukati, Wenny; Rahim, Maryam; Wantu, Tuti
JAMBURA Guidance and Counseling Journal Vol 4 No 2 (2023): Volume 4 Nomor 2: November 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jgcj.v4i2.2888

Abstract

Pendidikan untuk anak usia dini merupakan tahap awal dalam proses pendidikan yang sangat penting. Pada tahap ini, anak-anak usia dini mulai mengembangkan berbagai keterampilan dan kemampuan yang akan membantu mereka dalam perkembangan selanjutnya. Perkembangan sosial emosional anak usia dini penting untuk dipahami karena fase ini merupakan periode kritis dalam perkembangan anak. Pada usia dini, anak sedang mengalami perkembangan yang pesat dalam berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk sosial dan emosional. Perkembangan sosial anak usia dini melibatkan kemampuan anak untuk berinteraksi dengan orang lain, memahami norma sosial, dan mengembangkan hubungan dengan teman sebaya. Salah satu layanan yang perlu dilakukan dalam membantu perkembangan anak tersebut adalah kegiatan bimbingan dan konseling. Sebagai sebuah layanan yang sifatnya membantu, bimbingan dan konseling merupakan bagian dari keseluruhan kegiatan pendidikan selain kegiatan pengajaran dan pelatihan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang bertujuan menggambarkan perkembangan sosial emosional anak usia dini dan pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di TK Damhil Universitas Negeri Gorontalo. Data dikumpulkan dengan metode observasi dan wawancara. Metode observasi digunakan untuk memperoleh data tentang bagaimana perilaku anak dalam kegiatan belajar dan bermain. Observasi juga digunakan untuk mengamati bagaimana cara guru mengatasi apabila terjadi masalah di sekolah. Sedangkan metode wawancara digunakan untuk memperoleh data akurat tentang jumlah anak yang menunjukkan perilaku sosial emosional dalam kegiatan belajar dan bermain. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa anak TK Damhil Universitas Negeri Gorontalo di beberapa aspek telah mampu berhubungan sosial dan mengendalikan emosi dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar termasuk bergaul dengan guru dan teman sebaya. Namun ada beberapa juga masih menunjukkan perilaku perkembangan sosial emosi yang belum optimal. Berdasarkan hasil wawancara diperoleh bahwa pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling di sekolah belum optimal. Jika ada anak yang bermasalah seperti berkelahi, mem-bully, tantrum dan berperilaku bermasalah lainnya, guru akan segera menangani secara insidental/pada saat itu juga. Sekolah tidak memiliki program yang berkelanjutan yang membantu dalam pencegahan masalah anak. Kata Kunci: Bimbingan dan Konseling, Perkembangan Sosial Emosional, Anak Usia Dini