cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2025)" : 19 Documents clear
Evaluasi Rasionalitas Terapi Antihipertiroid Pada Pasien Hipertiroid Di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Imanuel Rahmayani, Apriyanti; Angin, Martianus Perangin; Meithia, Artha
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.16993

Abstract

Gangguan pada kelenjar tiroid merupakan salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi di masyarakat, dan salah satunya adalah hipertiroid. Pasien hipertiroid yang tidak mendapatkan pengobatan beresiko mengalami penurunan kualitas hidup dan menghadapi komplikasi seperti penurunan berat badan, patah tulang karena kerapuhan tulang, fibrilasi atrium, emboli, disfungsi kardiovaskular, dan osteoporosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat antihipertiroid pada pasien hipertiroid di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Imanuel Bulan Januari-Maret 2024. Penelitian ini bersifat deskriptif dan menggunakan metode retrospektif dengan pengumpulan data dari sumber data sekunder. Penelitian ini dilakukan terhadap pasien hipertiroid yang menggunakan terapi antihipertiroid di Poli Rawat Jalan Rumah Sakit Imanuel. Obat antihipertiroid yang digunakan pasien hipertiroid adalah PTU (22,22%) dan methimazole (77,78%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaktepatan diagnosa, ketidaktepatan pasien, ketidaktepatan indikasi, ketidaktepatan obat, dan ketidaktepatan cara pemberian tidak ditemukan, sedangkan terdapat 4 pasien (8,89%) tidak tepat dosis dan 10 pasien (22,22%) tidak tepat waktu pemberian. Kata kunci: Hipertiroid, pasien rawat jalan, evaluasi penggunaan obat.
FORMULASI DAN UJI HEDONIK (SENSORI DAN DESKRIPTIF) SEDIAAN MINUMAN HERBAL SERBUK SARI DAUN PUDING HITAM (Graptophyllum pictum L.) Griff Yanuarto, Tri; Novia, Devi; Melina, Melina; Haque, Aina Fatkhil
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.21817

Abstract

Nyeri dismenore dapat berdampak negatif bagi penderitanya karena dapat mengganggu atau bahkan menghentikan aktivitas sehari-hari, terutama saat menstruasi. Terdapat dua pendekatan untuk menangani nyeri dismenore: terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Terapi farmakologis umumnya melibatkan penggunaan obat pereda nyeri, tetapi dapat menimbulkan efek samping seperti iritasi lambung. Terapi nonfarmakologis juga dapat digunakan, salah satunya melalui pengobatan herbal berupa minuman berbahan serbuk sari daun ungu (Graptophyllum pictum L.) Griff yang dimaniskan dengan gula aren. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak daun ungu menjadi serbuk instan sebagai minuman herbal untuk meredakan nyeri dismenore. Formulasi dilakukan dengan memvariasikan konsentrasi serbuk sari daun ungu untuk mengamati pengaruhnya terhadap uji organoleptik, uji pH, uji sensoris, dan uji deskriptif. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa perbedaan konsentrasi serbuk sari daun ungu memengaruhi uji organoleptik dan uji hedonik dengan panelis menunjukkan bahwa formula 3 paling banyak disukai.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN HIPERTENSI TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT ANTIHIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ULIN BANJARMASIN Nurhidayah, Nurhidayah; Fadillah, Aris; Hasniah, Hasniah
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.19567

Abstract

Hipertensi menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia, dengan prevalensi tertinggi di Kalimantan Selatan. Di Banjarmasin, tercatat 18.942 kasus baru pada 2023. Kepatuhan pasien dalam pengobatan jangka panjang masih menjadi tantangan, meskipun berperan penting dalam peningkatan kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan pasien hipertensi dan kepatuhan minum obat di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional ini melibatkan 185 responden yang dipilih secara purposive non-random. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner HFQ dan MMAS-8, kemudian dianalisis dengan uji chi-square. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara pengetahuan dan faktor sosio-demografi seperti pekerjaan (p=0,002) dan pendidikan (p=0,000), namun tidak dengan umur (p=0,060) atau jenis kelamin (p=0,241). Kepatuhan berhubungan dengan jenis kelamin (p=0,026), pekerjaan (p=0,000), dan pendidikan (p=0,000), tetapi tidak dengan umur (p=0,430). Selain itu, terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan (p=0,000). Dapat disimpulkan pengetahuan pasien hipertensi berhubungan dengan pekerjaan dan pendidikan serta berperan dalam meningkatkan kepatuhan terhadap pengobatan
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SPRAY EKSTRAK KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) SEBAGAI REPELLENT TERHADAP NYAMUK Aedes aegypti Setiawan, Muhammad Arif; Tutik, Tutik; Marcelia, Selvi; Widianingsih, Mastuti
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.14483

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang dapat menyebabkan kematian dalam waktu yang sangat pendek. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh yang lebih efektif antara metode refluks dan metode sokletasi mengguakan pelarut metanol ekstrak kulit bawang merah terhadap larva Aedes aegypti. Hasil uji efektivitas repelan diperoleh daya proteksi terbesar terdapat pada formulasi III refluks dan formulasi III sokletasi. Berdasarkan dari hasil uji efektivitas repelan pada Formulasi III refluks pada 30 detik setelah penyemprotan spray diperoleh nilai rata-rata daya proteksinya terhadap nyamuk Aedes aegypti sebesar 94,38% dan pada 6 jam terjadi penurunan nilai rata-rata daya proteksinya sebesar 79,39%, dan pada Formulasi III sokletasi pada 30 detik setelah penyemprotan spray diperoleh nilai rata-rata daya proteksinya sebesar 92,49% dan pada 6 jam terjadi penurunan nilai rata-rata daya proteksinya sebesar 76,84%. Nilai rata-rata daya proteksi sediaan spray ekstrak kulit bawang merah terhadap nyamuk Aedes aegypti dikatakan memiliki efektivitas apabila daya proteksinya terhadap gigitan nyamuk 90% hingga jam ke- 6, pada penelitian sebelumnya mengenai spray kulit bawang merah pada konsentrasi 5% diperoleh daya roteksinya sebesar 97,5% pada 30 detik dan per 6 jam diperoleh rata-rata 71,20%, formulasi sediaan srpay ekstak metanol Bawang Merah (Allium cepa L.) memiliki karakteristik organoleptis yang baik dan formulasi sediaan spray ini tidak ada yang efektif untuk dijadikan sebagai repelan nyamuk Aedes aegypti.
PENGETAHUAN DAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENGGUNAAN ANTIBIOTIK TANPA RESEP (SYSTEMATIC REVIEW) Suminingtyas, Ifa Aris
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.20764

Abstract

Antibiotik adalah obat yang digunakan untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Antibiotik yang digunakan secara tidak tepat dapat menimbulkan dampak negatif seperti resistensi, menimbulkan efek samping obat bahkan menyebabkan kematian. Penggunaan antibiotik dalam pengobatan sendiri merupakan suatu perilaku kesehatan yang berbahaya bagi masyarakat, namun faktanya banyak masyarakat yang menggunakan antibiotik sebagai obat pilihan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi lebih jauh mengenai faktor-faktor apa saja yang mungkin menjadi determinan perilaku penggunaan antibiotik tanpa resep yang mungkin belum tereksplorasi pada penelitian-penelitian sebelumnya.Metode yang digunakan dalam tinjauan sistematik ini adalah metode pelaporan naratif. Pencarian artikel diambil dari database online nasional di web https://garuda.kemdikbud.go.id, terhadap penelitian yang dilakukan di Indonesia pada tahun 2020 hingga 2025. Kata kunci yang digunakan dalam penelitian adalah: penggunaan antibiotik, perilaku penggunaan antibiotik dan antibiotik tanpa resep.Hasil penelitian terhadap artikel yang menyelidiki kata kunci tersebut diperoleh secara keseluruhan 66 artikel dan 16 yang direview berdasarkan kriteria penelitian.Kesimpulan terhadap review artikel menunjukkan bahwa Pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan antibiotik tanpa resep cukup baik, masyarakat memiliki pengetahuan terhadap penggunaan antibiotik secara benar dan risiko penggunaan antibiotik yang tidak rasional. Masih banyak masyarakat yang menggunakan antibiotik tanpa resep. Pemerintah dan semua pemangku kepentingan perlu lebih meningkatkan efektifitas pengendalian distribusi antibiotik. Perilaku masyarakat dalam penggunaan antibiotik tanpa resep dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu pengetahuan, keyakinan dan pengalaman pasien, kelonggaran hukum dan sanksi, serta kemudahan akses dalam penggunaan antibiotik. Dalam upaya pengendalian penjualan antibiotik tanpa resep, peneliti juga memandang perlu untuk diterapkannya sanksi terhadap tenaga kesehatan yang menjual antibiotik tanpa resep. Perubahan perilaku petugas kesehatan menjadi faktor penting untuk mendukung intervensi yang dapat menutup akses penggunaan antibiotik tanpa resep.
Formulasi dan Uji Stabilitas Fisikokimia Masker Rambut Emulsi O/W kombinasi Aloe vera, Chamomile, dan Hyaluronic acid Handayani, Kiki Yuli; Agustina, Dina Putri
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.21895

Abstract

Kesadaran konsumen yang semakin tinggi terhadap gaya hidup sehat dan penggunaan bahan alami mendorong pertumbuhan pesat pada sektor kosmetik fungsional, termasuk produk perawatan rambut yang salaah satu jenisnya adalah masker rambut. Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu formula dan mengevaluasi stabilitas fisikokimia dari produk masker rambut dalam bentuk emulsi Oil in Water (O/W) dengan kombinasi bahan aktif ekstrak Aloe vera, chamomile, dan hyaluronic acid (HA). Ketiga bahan tersebut dipilih untuk dikombinasikan karena berdasarkan studinya masing-masing manfaatnya telah terbukti masing-masing bahan telah terbukti manfaatnya dan memiliki efek sinergis dalam melembapkan, menenangkan kulit kepala, serta meningkatkan elastisitas dan hidrasi rambut. Formulasi dilakukan menggunakan teknik emulsifikasi, dan selanjutnya produk masker diuji secara organoleptik kemudian dilanjutkan pengujian fisikokimia sediaan meliputi uji pH, viskositas, dan stabilitas fase yang diuji dengan metode uji stabilitas dipercepat. Hasil menunjukkan bahwa produk masker rambut memiliki warna putih konsisten, ukuran partikel yang homogen, aroma lembut, pH 5,6, dan nilai viskositas 33.000cps. Pemisahan fase tidak ditemukan selama uji stabilitas, hal ini menunjukkan kestabilan yang baik. Tantangan pendispersi HA berhasil diatasi melalui penerapan teknik pelarutan bertahap dalam medium air hangat sebelum emulsifikasi. Hasil studi ini menunjukkan bahwa kombinasi Aloe vera, chamomile, dan HA dapat diformulasikan menjadi suatu produk masker rambut alami yang stabil dan aman untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai produk perawatan rambut.
Gambaran Pola Penggunaan Obat Anestesi pada Pasien Bedah Urologi di Instalasi Bedah RSU Cut Meutia Aceh Utara Patimah, Seni Nur; Millizia, Anna; Yuziani, Yuziani
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.19850

Abstract

Anestesi merupakan suatu tindakan untuk menghilangkan rasa sakit ketika dilakukan pembedahan dan berbagai prosedur lain yang menimbulkan rasa sakit. Urologi merupakan salah satu dari berbagai jenis pembedahan yang memerlukan anestesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat anestesi pada pasien bedah urologi di RSU Cut Meutia Aceh Utara yang merupakan rumah sakit rujukan di Aceh Utara. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan prospektif. Teknik pengambilan sampling menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan dari 48 pasien yang menjalani pembedahan urologi pada bulan Mei- Juli 2024, sebanyak 39 pasien bedah urologi (81.25%) berjenis kelamin laki-laki, 22 pasien (45.8%) berusia lanjut dan 36 pasien (75%) menjalani pembedahan minimal invasif. Hasil penelitian juga menunjukan sebanyak 42 pasien (87.5%) menerima jenis anestesi regional dengan teknik spinal dan sebanyak 42 pasien diinjeksi dengan bupivakain sebagai salah satu agen anestesinya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis anestesi regional dengan teknik spinal anestesi paling banyak dilakukan di RSU Cut Meutia serta bupivakain merupakan obat yang sering digunakan pada pasien bedah urologi yang mayoritas berjenis kelamin laki-laki, berusia lanjut dan menjalani pembedahan minimal invasif.
UJI EFEKTIVITAS KOMBINASI EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum x africanum Lour.) DAN DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) SEBAGAI PENOLAK NYAMUK Aedes aegypti Zahrani, Andieta; Nofita, Nofita; Susanti, Dwi
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.14278

Abstract

Tumbuhan kemangi dan pandan wangi mempunyai beberapa senyawa metabolit skunder seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan steroid yang berpotensi sebagai penolak nyamuk. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui kombinasi ekstrak daun kemangi dan daun pandan wangi efektif sebagai penolak nyamuk. Ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Pada penelitian ini menggunakan 3 kali pengulangan dengan kontrol positif spray komersial soffel bunga geranium kontrol negatif aquadest streril dan LU I (0,5%+1,5%), LU II (1%+1%) dan LU III (1,5%+0,5%). Dengan perbandingan ekstrak (1:1). Nyamuk yang diuji adalah nyamuk Aedes aegypti. Hasil dari uji efektivitas kombinasi ekstrak daun kemangi dan pandan wangi yang memiliki efektivitas penolak nyamuk adalah seluruh konsentrasi larutan uji yaitu LU I, LU II dan LU III sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti. Hasil Uji Analisis Stastistik One Way ANOVA diperoleh nilai signifikan p<0,05. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kombinasi ekstrak daun kemangi (Ocimum x africanum Lour.) dan pandan wangi (Pandanus ammaryllifolius Roxb.) efektif sebagai penolak nyamuk Aedes aegypti pada konsentrasi LU I, LU II dan LU III.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN RAWAT JALAN DI RSUD X KABUPATEN BEKASI Amalia, Tania Rizki; Siregar, Tahoma; Tamba, Melyana; Fithri, Rodhiyatul
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v8i2.20965

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular utama penyebab morbiditas dan mortalitas diseluruh dunia. Jumlah individu dengan hipertensi dalam skala global meningkat dari 650 juta pada tahun 1990 menjadi 1,3 miliar jiwa pada tahun 2019. Di Indonesia, rata-rata prevalensi hipertensi pada orang dewasa mencapai 30,6 % pada tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karateristik pasien hipertensi, pola terapi dan rasionalitas penggunaan obat hipertensi dengan variable ketepatan pasien, obat, dosis, lama pemberian dan potensi interaksi obat. Data penelitian terdiri dari 91 rekam medik yang memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas pasien berusia 46-55 tahun (37,36%) dengan jenis kelamin perempuan, sebagian besar kasus merupakan hipertensi derajat 2 (60,44%). Peresepan obat kombinasi lebih banyak dibandingkan pemakaian tunggal (51,65%) dengan kombinasi terbanyak yaitu amlodipin dan candesartan (26,37%). Rasionalitas penggunaan obat meliputi ketepatan pasien (100%), ketepatan pemilihan obat (98,9%), ketepatan dosis (100%), ketepatan lama pemberian (100%). Potensi interaksi obat yang teridentifikasi sebagian besar bersifat minor (74,08%), diikuti interaksi moderat (18,52%) dan mayor (7,40%). Kesimpulan penelitian menunjukkan pemilihan dan penggunaan obat antihipertensi pada pasien di RSUD X Kabupaten Bekasi telah sesuai dengan standar terapi dan sebagian besar rasional. Monitoring terhadap potensi interaksi obat tetap dilakukan meskipun sebagian besar interaksi obat bersifat minor. 

Page 2 of 2 | Total Record : 19