cover
Contact Name
Nofita
Contact Email
nofita@malahayati.ac.id
Phone
+6282186751140
Journal Mail Official
jfm@malahayati.ac.id
Editorial Address
Jl. Pramuka No. 27 Kemiling, Bandar Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati)
Published by Universitas Malahayati
ISSN : 25991868     EISSN : 2599185X     DOI : https://doi.org/10.33024/.v4i2
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Farmasi Malahayati (JFM) merupakan jurnal yang berisi tentang hasil penelitian maupun review dibidang farmasi yang meliputi bidang farmasetika, kimia farmasi, biologi farmasi dan farmasi klinis komunitas
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2026)" : 11 Documents clear
AKTIVITAS ANTICACING EKSTRAK DAUN KEDONDONG (Spondias dulcis) TERHADAP Ascaridia galli Putri, Rr. Erni Kusuma; Widiyantoro, Ari; Suryani, Puput Eka; Mahanani, Annisah
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23968

Abstract

Indonesia termasuk negara berkembang yang masih rentan terhadap penyakit zoonosis atau penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing. Beberapa Upaya telah dilakukan untuk menurunkan angka potensi terhadap penyakit tersebut, salah satunya yaitu dengan memanfaatkan senyawa aktif yang keberedaannya melimpah sebagai produk vegetasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati dan menganalisis aktivitas anticacing pada ekstrak dan fraksi daun kedondong (Spondias dulcis). Sampel cacing yang digunakan adalah Ascaridia galli, sedangkan sampel daun kedondong disiapkan melalui metode maserasi menggunakan pelarut methanol. Partisi cair-cair pada sampel menggunakan pelarut n-heksana, diklorometana, etil asetat, dan methanol. Kandungan zat aktif dianalisis untuk mengetahui peran metabolit sekunder terhadap agen anticacing. Uji aktivitas anthelmintik dilakukan terhadap cacing Ascaridia galli dengan variasi konsentrasi 5; 25; 50 mg/mL, serta kontrol positif (mebendazol 5 mg/mL) dan kontrol negatif (NaCl 0,9%), dengan pengamatan waktu paralisis dan kematian selama 24 jam. Hasil skrining menunjukkan ekstrak dan fraksi daun kedondong mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan steroid. Uji aktivitas anthelmintik menunjukkan fraksi etil asetat pada konsentrasi 50 mg/mL memiliki waktu paralisis tercepat yaitu 9 jam. Aktivitas anticacing diduga dipengaruhi oleh kandungan metabolit sekunder tersebut yang bekerja melalui mekanisme peningkatan permeabilitas membran, gangguan sistem saraf pusat cacing, serta kerusakan lapisan mukopolisakarida. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi daun kedondong sebagai bahan antelmintik alami.
PEMANFAATAN AMPAS TEH SEBAGAI ADSORBEN DALAM MENURUNKAN KADAR TEMBAGA (CU) PADA AIR SUNGAI SEBAMBAN KABUPATEN TANAH BUMBU Agustin, Nur Syafa; Alawiyah, Tuti; Nastiti, Kunti; Rahmadani, Rahmadani
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.22237

Abstract

Sungai Sebamban merupakan sungai yang terletak di Kabupaten Tanah Bumbu Kalimantan Selatan memiliki panjang 21,859 m. Sungai tersebut memiliki permasalahan dari segi kualitas air. Tingginya aktivitas pertambangan batu bara menyebabkan semakin meningkat jumlah pencemaran logam berat tembaga (Cu) di sungai. Sehingga, dilakukan upaya penurunan dengan memanfaatkan konsep adsorben berupa ampas teh sebagai material penyerap logam. Ampas teh mengandung selulosa dan memiliki lapisan serat pori-pori yang mampu menyerap logam berat. Penelitian menggunakan True Eksperimental dengan pendekatan Post Test Only Control Group Design. Penelitian dilakukan dengan memberikan perlakuan pada sampel air sungai dengan teknik perendaman ampas teh dengan variasi waktu kontak (30, 60, dan 90 menit) yang bertujuan untuk mengamati pengaruh penurunan kadar tembaga (Cu) yang ditimbulkan menggunakan Spekrofotometer Serapan Atom (SSA). Penurunan kadar tembaga (Cu) pada waktu 90 menit menunjukkan waktu kontak optimum dengan persentase sebesar 65%. Hasil analisis data uji Kruskal-Wallis menghasilkan nilai signifikansi 0,001 0,05 yang artinya terdapat pengaruh perbedaan variasi waktu kontak terhadap penurunan kadar tembaga (Cu). Pemberian adsorben ampas teh dengan variasi waktu kontak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kadar tembaga (Cu) pada air sungai Sebamban.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINGKAT KEPATUHAN TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS CABANGBUNGIN Mufidah, Destie Elmi; Dewi, Masita Sari; Adiwisastra, Nuzul Gyanata; Rosiana, Rosiana
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.24351

Abstract

Tuberkulosis merupakan penyakit yang menyerang paru-paru disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi hubungan tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan terhadap kualitas hidup pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Cabangbungin. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik observasional dengan pengambilan data secara prospektif pada periode Juni-Juli tahun 2025 di Puskesmas Cabangbungin. Hasil  Penelitian sebanyak 52 responden, yang sebagian besar berjenis kelamin laki-laki, berusia 26–35 tahun, berpendidikan SMA, dan mayoritas bekerja. Mayoritas responden berada pada fase lanjutan dan termasuk kategori 1. Penelitian ini menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Tingkat kepatuhan responden paling banyak pada kategori baik. Selain itu, hampir seluruh responden memiliki kualitas hidup yang tinggi. Dapat disimpulkan bahwa adanya hubungan antara tingkat pengetahuan dan tingkat kepatuhan. Tidak ditemukan hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kualitas hidup, namun terdapat hubungan antara tingkat kepatuhan dan kualitas hidup.Kata Kunci : Tuberkulosis, Pengetahuan, Kepatuhan, Kualitas Hidup. 
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN ISPA ANAK RAWAT INAP DI RSUD KEPAHIANG Fauziah, Dewi Winni; Mulyani, Elly; Lestari, Gina
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.24361

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi faktor utama yang menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian pada anak-anak di Indonesia. Meskipun mayoritas kasus ISPA dipicu oleh infeksi virus, antibiotik kerap diresepkan, yang berpotensi memicu terjadinya resistensi apabila penggunaannya tidak dilakukan secara tepat. Evaluasi penggunaan antibiotik diperlukan untuk menilai ketepatan indikasi, obat, dosis, dan rute pada pasien anak. Penelitian ini menerapkan desain penelitian non-eksperimental dengan pendekatan observasional deskriptif, dimana data dikumpulkan secara retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien anak dengan ISPA yang menjalani rawat inap di RSUD Kabupaten Kepahiang periode Januari–Desember 2024, menggunakan teknik total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 66 pasien. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan mengacu pada pedoman DiPiro edisi ke-7 dan ke-9. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas pasien ISPA berada pada rentang usia 1–5 tahun (57,58%) dan didominasi oleh pasien laki-laki (60,61%). Hasil evaluasi penggunaan antibiotik menunjukkan ketepatan indikasi sebesar 60,61%, ketepatan pemilihan obat 60,61%, ketepatan dosis 98,48%, serta ketepatan rute pemberian mencapai 100%.
Hubungan Tingkat Pendidikan dan Literasi Obat dengan Manajemen Penggunaan Parasetamol dalam Swamedikasi Demam di Komunitas Erwansani, Enggy; Sinaga, Clara Ritawany; Yophita, Cindy
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23680

Abstract

Masyarakat Indonesia sering melakukan swamedikasi untuk mengatasi demam. Penanganan demam pada anak sangat tergantung pada peran orang tua. Tingkat pendidikan orang tua berpengaruh terhadap swamedikasi demam karena swamedikasi membutuhkan pengetahuan obat yang memadai dan tepat. Parasetamol merupakan obat yang sering digunakan untuk mengatasi demam pada anak karena relatif aman, sehingga menjadi pilihan lini pertama pada demam anak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan tingkat pendidikan orang tua terhadap pemilihan bentuk sediaan dan dosis parasetamol dalam upaya swamedikasi demam. Penelitian ini mencari hubungan tingkat pendidikan orang tua dengan pemilihan bentuk dan dosis sediaan parasetamol dalam upaya swamedikasi demam masyarakat di salah satu Kota pada provinsi kalimantan timur. Sampel penelitian adalah orang tua yang memiliki anak dengan usia 0 bulan - 12 tahun dan pernah menggunakan parasetamol dalam rangka swamedikasi demam. Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil dari penelitian antara tingkat pendidikan dengan bentuk sediaan adalah 0,4070,05, dan untuk hasil penelitian dari tingkat pendidikan dengan dosis sediaan adalah 0,1180,05. Dalam hal ini berarti H0 diterima, tidak terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan pemilihan bentuk dan dosis sediaan.
UJI AKTIFITAS MUKOLITIK GRANUL SEREH DAPUR (Cymbopogon citratus) DAN TEMU IRENG (Curcuma aeruginosa Roxb) SEBAGAI ALTERNATIF PENGOBATAN TUBERKULOSIS Rahmatullah, St.; Rahmasari, Khusna Santika; Irnawati, Irnawati; Permadi, Yulian Wahyu; Munaya, Arinal; Rahmadhani, Aulia
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23570

Abstract

Sereh (Cymbopogon citratus) dan temu ireng (Curcuma aeruginosa Roxb.) merupakan tanaman obat tradisional yang digunakan untuk mengatasi keluhan pernapasan. Keduanya mengandung metabolit sekunder seperti flavonoid dan alkaloid yang berpotensi sebagai agen mukolitik. Pada penderita tuberkulosis (TBC), keluhan dahak kental dan kepatuhan obat yang rendah menjadi masalah yang sering muncul, sehingga diperlukan bentuk sediaan alternatif yang lebih praktis, salah satunya sediaan granul. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas mukolitik dan mutu fisik granul sereh dan temu ireng yang diformulasi melalui metode granulasi basah. Pengujian mukolitik dilakukan secara in vitro menggunakan mukus usus sapi sebagai model lendir manusia. Pengukuran viskositas dilakukan dengan viskometer digital pada konsentrasi 200 mg/mL untuk tiga formula: sereh tunggal, temu ireng tunggal, dan kombinasi sereh–temu ireng (1:1), serta dibandingkan dengan kontrol positif asetilsistein 0,1%. Uji mutu fisik granul meliputi organoleptik, waktu alir, sudut diam, kadar air, dan bulk density. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh formula memenuhi mutu fisik granul dengan waktu alir 7,9–9,6 detik, sudut diam 26,5–30,1°, kadar air 5,8–6,2%, dan bulk density 0,43–0,46 g/mL. Aktivitas mukolitik terlihat dari penurunan viskositas mukus: sereh 190 ± 6 cP (26,9%), temu ireng 168 ± 5 cP (35,4%), dan kombinasi 138 ± 3 cP (46,9%), mendekati asetilsistein 120 ± 4 cP (53,8%)Disimpulkan bahwa kombinasi sereh–temu ireng memberikan efek mukolitik paling tinggi dan berpotensi  dikembangkan sebagai sediaan herbal pendukung terapi batuk pada penderita TBC.
SKRINING RESEP SECARA ADMINISTRASI, FARMASETIK DAN KLINIS PADA PASIEN RAWAT JALAN APOTEK X DIKOTA BENGKULU TAHUN 2023 Lestari, Gina; Astuti, Ranny Puji; Dharmayanti, Luky
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.23235

Abstract

Skrining resep secara administrasi, farmasetik dan  klinik merupakan  Penelaahan resep memegang peranan penting dalam proses peresepan karena dapat berkontribusi dalam menurunkan risiko medication error.  Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui persentase kelengkapan resep pada pasien rawat jalan  pada  apotek X Kota Bengkulu Tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang data bersifat retrospektif, pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan kriteria inklusi semua resep yang masuk di apotek X baik dari dalam apotek maupun dari luar apotek pada tahun 2023 dan kriteria eksklusi resep yang sudah rusak atau robek, resep yang tidak terbaca dan resep yang tidak memiliki kop resep/hanya lembaran kertas biasa. Hasil penelitian menunjukkan kelengkapan resep secara administrasi 71,28% (meliputi kelengkapan nama pasien, alamat pasien, umur pasien, berat badan, jenis kelamin, nama dokter, alat dokter, SIP dokter, nomor telepon dokter dan paraf dokter), kelengkapan aspek farmasetik sebesar 72,75% (yang meliputi nama obat, bentuk sediaan obat, kekuatan obat, jumlah obat dan ketercampuran obat) dan aspek farmasi klinis 61,90% (meliputi aspek ketepatan indikasi dan dosis, aturan pakai, polifarmasi, reaksi obat dan kontraindikasi dan interaksi obat).
IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR FLAVONOID TOTAL EKSTRAK ETANOL DAUN JAMBU JAMAIKA (SYZYGIUM MALACCENSE) MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Mulyani, Elly; Herlina, Herlina; Fauziah, Dewi Winni
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.24417

Abstract

Daun jambu jamaika (Syzygium malaccense) mengandung senyawa flavonoid yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menentukan kadar flavonoid total ekstrak etanol daun jambu jamaika menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis.          Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dievaluasi melalui uji organoleptis, rendemen, dan susut pengering. Identifikasi flavonoid dilakukan secara kualitatif menggunakan skrining fitokimia dan kromatografi lapis tipis. Penetapan kadar flavonoid total dilakukan secara kuantitatif menggunakan kuersetin sebagai baku pembanding pada panjang gelombang maksimum 434 nm.          Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun jambu jamaika positif mengandung flavonoid pada prekasi warna (Uji Wilstater, Uji Bate-Smith dan Uji NaOH 10%) dengan nilai RF sempel (0,97cm) terhadap nilai RF baku pembanding ( 0,97cm). Hasil pengukuran kadar menggunakan spektrofotometri di dapatkan kadar flavonoid total rata-rata sebesar 15%, sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan herbal.
Penetapan Kadar Flavonoid Total Pada Ekstrak Etanol Daun Bandotan Dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis Nuraini, Intan Adelia; Riyanta, Aldi Budi; Febriyanti, Rizki
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.24774

Abstract

Abstrak. Indonesia memiliki hutan hujan tropis yang kaya dengan sekitar 30.000 spesies tumbuhan obat, namun potensinya belum dimanfaatkan maksimal. Bandotan (Ageratum conyzoides L.) merupakan salah satu tanaman liar yang banyak tumbuh di wilayah tropis, termasuk di Indonesia terutama di lahan pertanian seperti sawah, ladang, perkebunan, dan tepi jalan. Tanaman ini dikenal sebagai gulma, namun secara tradisional dimanfaatkan untuk mengobati berbagai penyakit. Salah satu senyawa bioaktif utama dari tanaman ini adalah flavonoid, yang memiliki aktivitas biologis penting termasuk kemampuan menangkal radikal bebas sehingga berpotensi dikembangkan sebagai bahan obat herbal. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar flavonoid total dalam ekstrak etanol daun bandotan, mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder, serta mengetahui aktivitas antioksidan melalui uji DPPH. Metode ekstraksi yang digunakan adalah secara maserasi dengan pelarut etanol 96% selama 5 hari. Identifikasi metabolit sekunder dilakukan terhadap fenol, flavonoid, tanin, dan steroid. Penetapan kadar flavonoid dan uji aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH berbasis spektrofotometri UV-Vis untuk menentukan persen inhibisi/IC₅₀. Hasil Penelitian ini menunjukan bahwa ekstrak etanol daun bandotan mengandung metabolit sekunder yaitu fenol, flavonoid, tanin dan steroid. Hasil total flavonoid diperoleh yaitu 218,85 mgQE/g, dan mempunyai aktivitas antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC₅₀ sebesar 14,21 ppm.  Kata Kunci : Antioksidan, Bandotan, Flavonoid, Metabolit Sekunder
UJI SKRINING FITOKIMIA EKSTRAK INFUNDASI DAN EKSTRAK ETANOL 96% SECARA MASERASI DARI BIJI TELANG (Clitoria ternatea L.) Yanuarto, Tri; Tabela, Ade Juni Rian; Nabila, Cindiya Okta
JFM (Jurnal Farmasi Malahayati) Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Jurnal Farmasi Malahayati (JFM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jfm.v9i1.24084

Abstract

Penggunaan bahan alam sebagai obat herbal semakin diminati karena dianggap lebih aman dan minim efek samping. Clitoria ternatea L. atau bunga telang dikenal memiliki berbagai senyawa bioaktif, namun bagian bijinya masih jarang dimanfaatkan, maka perlu dilakukan skrining fitokimia dan uji toksisitasnya untuk mngetahui kandungan metabolit sekunder dan tingkat keamanannya sebelum digunakan sebagai bahan baku sediaan farmasi. Penelitian ini mengekstraksi biji telang dengan menggunakan metode infundasi dan maserasi dan dilakukan skrining fitokimia secara kualitatif untuk mengidentifikasi senyawa aktif metabolit sekunder. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak infusa dan ekstrak etanol biji telang mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, saponin, dan triterpenoid. Hasil uji skrining ini dapat mendukung pemanfaatan biji telang sebagai bahan baku obat herbal yang memiliki dasar ilmiah yang jelas.

Page 1 of 2 | Total Record : 11