cover
Contact Name
Beny Irawan
Contact Email
benyirawan77@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
benyirawan77@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
ISSN : -     EISSN : 26550849     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Kesmas & Gizi (JKG) terbit dua kali setahun yakni periode Mei-Oktober, dan November- April tiap tahunnya. Jurnal ini memberikan ruang bagi akademisi, peneliti dan pengguna hasil penelitian dan pengabdian untuk mendiseminasikan, menginformasikan, mendiskusikan dan menggunakan hasil penelitian dan pengabdian sebagai upaya meningkatkan kualitas kebijakan di bidang kesehatan masyarakat dan gizi yang berbasis ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan. Jurnal ini menyajikan hasil penelitian, pengabdian masyarakat serta artikel ilmiah di bidang kesehatan masyarakat dan gizi.
Arjuna Subject : -
Articles 379 Documents
Evaluation Of Metformin Use in Type 2 Diabetes Mellitus Patients X Clinic Sei Karang Marbun, Romauli Anna; Siti Wahyuni; Arofatul Hidayah
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkg.v6i2.2037

Abstract

Diabetes mellitus is a disease or chronic metabolic disorder characterized by high blood sugar levels accompanied by impaired metabolism of carbohydrates, lipids and proteins as a result of insulin function insufficiency, which can be caused by impaired insulin production by the Langerhans beta cells of the pancreatic gland or caused by a lack of insulin. responsiveness of body cells to insulin. Type 2 DM is often found in around 90% of diabetes sufferers and usually occurs from the age of over 40 years in obese people. Metformin is the most frequently prescribed therapy for patients with type 2 diabetes mellitus. In addition, Metformin has a very good safety profile and is also pharmacoeconomically beneficial. The research was carried out by tracing the patient's past data from medical records obtained from the medical records unit at the X Sei Karang Clinic in the patient's medical records for 2022. Based on gender, it shows that of the 40 patients using oral anti-diabetic drugs in type II DM patients based on gender in 2022, the majority of genders are women (28 people) and the rest are men (12 people). Based on age, it shows that there are more people aged 34-60 years with a percentage of 67.5% compared to those aged 61-77 years with a percentage of 32.5%. Therapeutic use of oral antidiabetic drugs in outpatient type II DM patients at the X Sei Karang Clinic for the period October-December 2022 is Metformin with a 30% result with or without combination therapy. The accuracy of using oral anti-diabetic drugs in outpatients with type II DM at the X Sei Karang Clinic in 2022, found that the accuracy of using anti-diabetic therapy drugs at the appropriate dose was 83.33%.
Factors Influencing Early Ambulation in Patients Post Operative for Lower Extremity Fractures Karokaro, Tati Murni; Diki Muliani; Nadya Ulfa Kesumawardani
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkg.v6i2.2046

Abstract

Patah tulang atau fraktur merupakan hilangnya kontinuitas tulang yang terjadi akibat cedera langsung ataupun tidak langsung. Salah satu perawatan patah tulang adalah dengan melakukan operasi. Ambulasi dini merupakan salah satu asuhan keperawatan pasca operasi fraktur. Untuk menghindari komplikasi setelah operasi, ambulasi dini sangat penting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan pasien untuk berjalan setelah menjalani operasi fraktur ekstremitas bawah. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kolerasi dengan metode pendekatan cross-sectional dengan jumlah responden sebanyak 28 orang dan pengumpulan data menggunakan lembar cheklis, lembar kuesioner, dan lembar observasi. Variabel bebas adalah hemoglobin, nyeri, pengetahuan, emosi, dan dukungan keluarga sedangkan variabel terikatnya adalah ambulasi dini pasien post operasi fraktur ekstremitas bawah. Uji yang digunakan dalam analisa multivariat adalah uji regresi logistik. Penelitian ini menunjukkan hemoglobin (p = 0,014), nyeri (p = 0,013), pengetahuan (p = 0,013), emosi (p = 0,488), dan dukungan kelurga (p = 0,009), dari hasil uji regresi logistik, untuk pasien yang telah menjalani operasi fraktur ekstremitas bawah, dua faktor yang paling signifikan adalah nyeri terhadap ambulasi dini, dengan nilai p=0,018, dan hemoglobin terhadap ambulasi dini, dengan nilai p=0,019. Kesimpulan: Ada dua faktor yang berpengaruh signifikan yaitu faktor hemoglobin dan faktor nyeri, dan disarankan kepada perawat agar terlebih dahulu melaksanakan pengkajian sebelum melakukan ambulasi dini.
The Correlation Between Protein Intake And Muscle Mass in Breast Cancer Patients at Dr. H. Abdul Moeloek Regional Hospital Mastuti, Yuni; Akhriani, Mayesti; Junita, Dera Elva; Muharramah, Alifiyanti
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkg.v6i2.2048

Abstract

Breast cancer is the second-leading cause of death among women. Since protein serves as a building ingredient for cells, muscles, and tissues, eating enough of it is thought to be essential for gaining muscle mass. The cornerstone for cancer patients to maintain and/or gain muscle mass will be an adequate protein intake. In this study, breast cancer patients' muscle mass was measured and a 24-hour recall of their weekdays and weekends was conducted. The average amount of protein consumed by participants was 31.22 grams, and the average percentage of muscle mass was 24.02%. The purpose of this study is to ascertain how breast cancer patients' protein consumption and muscle mass relate to one another. This study uses quota sampling as the sample method and a cross-sectional design. There were fifty-six responders in the sample. This research uses the Spearman rank. The normality test results show that the significance value for muscle mass is p value = 0.016 (p < 0.05), it can be concluded that the data is distributed abnormally. Meanwhile, the normality test results for protein intake p-value = 0.200 (p > 0.05) can be concluded that the data is normally distributed, so it is continued with the Spearman rank correlation test. Based on the results of the Spearman rank correlation test, a correlation coefficient value of 0.488 was obtained with a significance p-value of 0.0001. So there is a positive significant correlation between protein intake and muscle mass in breast cancer sufferers at Dr. H. Abdul Moeloek Regional Hospital of Lampung Province p value = 0.0001 (p<0.05).
The Relationship Between Human, Organization, And Technology With Net Benefits On The Implementation Of Management Information Systems Management Information System In Grandmed Hospital Lubuk Pakam Hospital Panjaitan, Delita Br; Fadlilah Widyaningsih; Felix Kasim; Jelita Manurung; Wira Maria Ginting; Bintang Ramadani Ginting
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkg.v6i2.2064

Abstract

Faktor manusia ini diantaranya System Use (Penggunaan Sistem), dan User Satisfaction (Kepuasan Pengguna), Penggunaan sistem ini berkaitan dengan output suatu sistem informasi seperti laporan sebagai bentuk penilaian keberhasilan system. Tujuan penelitian: hubungan human, organization dan technology dengan net benefit pada penerapan sistem informasi manajemen di Rumah Sakit Grandmed Lubuk Pakam. Metode: bersifat survei analitik dengan rancangan cross sectional, populasi dan sampel, 43 responden, dengan tehnik sampel total sampling. Hasil penelitian: nilai p= 0,01 Berarti p value < 0.05, maka hubungan human, dengan net benefit pada penerapan system informasi manajemen di Rumah sakit Grandmed Lubuk Pakam. nilai p= 0,03 Berarti p value < 0.05, maka hubungan organization dengan net benefit pada penerapan system informasi manajemen di Rumah sakit Grandmed. nilai p= 0,01 Berarti p value < 0.05, maka hubungan Technologi dengan net benefit pada penerapan system informasi manajemen di Rumah sakit Grandmed Lubuk Pakam. Kesimpulan dan saran: Diharapkan penelitiannya ini berguna untuk kemajuan system informasi di rumah saki Grandmed, yang membuat rumah sakit tetap melayani pasiennya dengan standar yang sudah sesuai yang ditetapkan oleh pemerintah.
A Study of Obesity in Kindergarten-Age Children in J City in 2020 Maxsi Irmanto; Irjayanti, Apriyana; Maranden, Ayu Annisa
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkg.v6i2.2071

Abstract

Saat ini Indonesia sedang menghadapi beban ganda dalam masalah gizi atau biasa dikenal dengan istilah double burden malnutrition. Salah satu kondisi dari permasalahan gizi lebih adalah kegemukan yang jika tidak diantisipasi sejak dini akan menimbulkan berbagai masalah kesehatan lainnya terutama masalah penyakit-penyakit non infeksi (non-communicable disease). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui studi kegemukan anak usia taman kanak-kanak di Kota Jayapura tahun 2020. Jenis penelitian menggunakan kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampelnya sebanyak 90 anak usia taman kanak-kanak, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Instrumen yang dipakai meliputi timbangan injak merk Camry dengan ketelitian 0,1 kg untuk mengukur berat badan dan mikrotoa dengan ketelitian 0,1 cm untuk mengukur tinggi badan dan untuk menganalisis status gizi menggunakan program komputer anthroplus. Sedangkan untuk penentuan asupan gizi menggunakan formulir recall 1 x 24 jam untuk penilaian asupan energi dan asupan serat. Untuk menganalisis data asupan menggunakan bantuan program Nutrisurvey. Data karakterisitik, riwayat genetik dan aktivitas fisik anak menggunakan kuesioner serta formulir chek list yang dibagikan pada saat penelitian. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi-square p-value < ? (0,05). Uji statistik penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan antara genetik dari orang tua dengan kegemukan (p-value = 0,005, RP = 2,152 CI 95% (1,254-3,683)), tingkat asupan energi (p-value = 0,000, RP = 2,917 CI 95% (1,570-5,417)), dan aktivitas fisik anak (p-value = 0,013, RP = 2,121 CI 95% (1,150-3,14)), sedangkan tidak terdapat hubungan kegemukan dengan tingkat asupan serat (p-value = 0,955, RP = 1,067 CI 95% (0,664-1,716)).
Factors Related To The Level Of Knowledge On Clean Living Behaviorand Healthy (Phbs) In Banda Aceh Primary Students Aulia zulkifli, Riski; Meutia Zahara; Riza Septiani
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkg.v6i2.2094

Abstract

Clean and healthy living behavior is the essence for the sustainability of the program launched by the government as an indicator of sustainable health improvement achievements. The realization of PHBS in school settings needs to be pursued, to increase self-awareness of the results of the target, namely students and school residents and supported by the existence of facilities and infrastructure. This study aims to determine the factors related to the level of knowledge of clean and healthy living behavior (PHBS) in students of SD N 58 Alue Naga Banda Aceh. The type of research used is quantitative with a cross-sectional research design, namely research that studies the correlation between exposure or independent risk factors (level of knowledge, sex, attitude, personal hygiene, and incidence of diarrhea) with dependent effects or effects (PHBS). The sampling technique used was total sampling and obtained 82 students of grades V, and VI.. Data analysis is univariate and bivariate. Based on the analysis using coputerization with the chi-squre test, it was found that there was a significant relationship between the level of knowledge (p-value 0.027), gender (p-value 0.017), attitude (p-value 0.040), personal hygiene (p-value 0.027) and history of diarrhea (p-value 0.018) on clean and healthy living behavior (PHBS) in students of SDN 58 Alue Naga Banda Aceh. The conclusion of the results of this study is that there is a significant relationship between the level of knowledge, gender, attitude, personal hygiene, and the incidence of diarrhea on PHBS students of SD N 58 Alue Naga Banda Aceh.
The Role of the ICE Model in Doctor-Patient Shared Decision Making Li, Katherine Ning
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkg.v6i2.2101

Abstract

The ICE model plays a crucial role in shared decision-making between patients and healthcare providers. Adequate information helps patients better understand their health conditions and make informed choices; effective communication facilitates building mutual trust and reaching consensus between providers and patients; and the demonstration of empathy can alleviate patients' anxiety and enhance their confidence in participating in decision-making. In recent years, the application of the ICE model in clinical practice has gained increasing attention. This article mainly explores and analyzes the application of the ICE model in medical practice and its impact on the quality of patient-provider interactions. The research aims to evaluate how the ICE model promotes effective bidirectional communication between patients and providers, and how providers' empathy can enhance psychological support for patients and treatment adherence. Through this study, the goal is to comprehensively understand the role of the ICE model in improving the quality of healthcare services, strengthening patient-provider relationships, and assisting providers in delivering more personalized, patient-centered care. Finally, current challenges are discussed, and future development directions are proposed.
Analysis Of Consumer Level Of Affection For Indonesia Popular Coffee Products In The Era Of Generation Z Matondang, Mahendra Ilmi Syaputra; Anggi Aulia Nasution; Jojor Indriani Samosir; Muhammad Rafizzan Akbar; Nauas Domu Marihot Romauli; Panjaitan, Raini
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkg.v6i2.2122

Abstract

Produksi kopi Indonesia mencapai 794,8 ribu ton pada tahun 2022, meningkat sekitar 1,1% dari tahun sebelumnya, dan angka ini dapat terus meningkat setiap tahunnya. Namun, Negara Indonesia sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia masih jauh dari keuntungan produksi yang di dapatkan per tahun-nya, berbeda dengan negara Amerika Serikat menempati peringkat pertama. Padahal, dapat diketahui bahwa negara ini tidak memproduksi kopi sendiri, melainkan dengan cara mengolah kopi yang jauh lebih menguntungkan. Maka, Pemerintah Indonesia mendorong pertumbuhan industri kopi modern dengan memanfaatkan digitalisasi yang semakin mempermudah konsumen untuk mendapatkan kopi olahan modern. Kopi yang akan diuji pada penelitian ini adalah varian kopi gula aren yang dimana menyajikan tiga produk kopi merk terkenal di masyarakat. Kopi yang kami pilih juga merupakan brand kopi lokal yang sedang menarik perhatian banyak pencinta kopi Indonesia dan bahkan diketahui sudah go internasional. Metode pendekatan studi langsung ini dilakukan dengan menempatkan panelis semi-terlatih sebanyak 25 orang dengan menggunakan uji organoleptik. Hasil penelitian ini mencakup preferensi pelanggan terhadap produk kopi siap konsumsi yang populer di era Gen Z. Hasil Penelitian yang didapat adalah Tingkat kesukaan terhadap rasa pada produk kopi populer di era generasi Z yang mempunyai rerata nilai hedonik tertinggi 4,12 pada sampel 236 yang artinya dalam rentang skala penilaian 4 dapat ditandai dengan tingkat kesukaan yaitu suka. Kemudian dilakukan uji analisis One Way ANOVA untuk mengetahui pengaruh terhadap variable dependen yang terikat kemudian dilakukan Uji Duncan untuk dilakukan pembandingan yang tidak berencana. Hasil Uji Analisis didapatkan Nilai signifikansi tingkat kesukaan pada atribut rasa adalah 0,001 (<0,05), artinya ada perbedaan tingkat kesukaan terhadap rasa pada ketiga produk kopi populer di era Generasi Z.
Analysis of Hydroquinone Compounds in Whitening Body Lotion Preparations Circulating in The Community Sinurat, Jhon Patar; Husna, Miftahul; Br Karo, Reh Malem; Syarifuddin, Aminah
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkg.v6i2.2123

Abstract

Skin care has become an important part for today's women. Whitening body lotion is very necessary in maintaining skin when doing activities outside and indoors. Many Indonesian women desire to have white, clean and bright skin so they can appear attractive. An attractive appearance is very necessary in society. To achieve this, many women choose skin care products at affordable prices without paying attention to the dangers of the chemical content in them. One of the skin whitening ingredients that is often used in beauty products is the compound hydroquinone. The hydroquinone compound plays a role in preventing skin pigmentation. However, if the levels exceed 0.02% in the preparation, it will cause skin irritation, kidney function disorders and cancer. The type of research is a mixed type, namely qualitative and quantitative. Qualitatively, it will obtain data on the presence of hydroquinone and quantitatively in the form of hydroquinone levels. The samples were 5 whitening body lotion preparations circulating in Lubuk Pakam which were determined randomly and were coded A, B, C, D, and E. Qualitative analysis was carried out using the TLC method and quantitative analysis was carried out using the UV-spectrophotometric method. Visible. The results of qualitative analysis show that samples A, C, and D contain hydroquinone compounds which are characterized by the appearance of blackish brown spots with respective Rf values of 0.89; 0.96; and 0.89. Meanwhile, when qualitative analysis was carried out, the levels obtained for the three samples were 44.56% each; 5,604%; and 5,612%. Based on regulations issued by BPOM RI in 2022, it is stated that hydroquinone levels in beauty products must not exceed 0.02%. So it can be concluded that whitening body lotion preparations with sample codes A, C, and D are not recommended for use because the use limit for hydroquinone is classified as unsafe. It is recommended that people, especially women, be more selective in choosing and using beauty products.
The Effect of Tens and Core Stability Exercise on the Functional Ability of Mechanical Lower Back Pain Patients Jehaman, Isidorus; Frisca Sanda Toding; Raynald Ignasius Ginting
JURNAL KESMAS DAN GIZI (JKG) Vol. 6 No. 2 (2024): Jurnal Kesmas dan Gizi (JKG)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jkg.v6i2.2133

Abstract

Salah satu gangguan muskuloskeletal yang paling umum di seluruh dunia adalah Low back pain. Penyebab dari Low back pain bervariasi, lebih dari 90% disebabkan oleh faktor mekanik sprain dan strain lumbal mengangkat beban berat, terlalu lama berdiri atau duduk dengan posisi yang tidak ergonomis merupakan pencetus terbanyak nyeri punggung bawah karena faktor mekanik. Low back pain mechanical merupakan penyebab tersering disabilitas yang berhubungan dengan trauma pekerjaan. Penderita dengan low back pain mechanical berdampak terhadap penurunan kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari karena nyeri. Kejadian low back pain mechanical cenderung mengalami peningkatan seiring bertambahnya usia seseorang, hal ini berkaitan dengan faktor degenerasi dan kelainan pada diskus intervertebralis. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh TENS dan core stability exercise terhadap kemampuan fungsional pada low back pain mechanical di RSUD Lakipadada Tana Toraja. Metode Penelitian adalah quasi experiment dengan desain one groups pre test and post test. Jumlah sampel dalam penelitian sebnyak 15 orang. Sebelum intervensi kemampuan fungsional pasien diukur terlebih dengan menggunakan ODI selanjutnya akan diberikan intervensi TENS dan core stability exercise selama 3 minggu dengan frekuensi 3 kali seminggu dan diukur kembali kemampuan fungsionalnya setelah intervensi yang terkahir. Analisis data menggunakan paired sampel t-test. Hasil penelitian diperoleh nilai p (p value)= 0,00 lebih kecil dari nilai ?= 0,05 (0.00<0.05) artinya ada pengaruh yang signifikan pemberian TENS dan core stability exercise pada low back pain mechanical di RSUD Lakipadada Tana Toraja tahun 2023