cover
Contact Name
Beny Irawan
Contact Email
benyirawan77@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
benyirawan77@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL FARMASIMED (JFM)
ISSN : -     EISSN : 26550814     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal FARMASIMED (JFM) Volume I Nomor 1 Periode Mei - Oktober Tahun 2018. Jurnal ini memberikan ruang bagi akademisi, peneliti dan pengguna hasil penelitian dan pengabdian untuk mendiseminasikan, menginformasikan, mendiskusikan dan menggunakan hasil penelitian dan pengabdian sebagai upaya meningkatkan kualitas kebijakan di bidang farmasi yang berbasis ilmiah dan dapat dipertanggung jawabkan. Jurnal ini menyajikan hasil penelitian, pengabdian masyarakat serta artikel ilmiah di bidang farmasi.
Arjuna Subject : -
Articles 237 Documents
THE EFFECT OF ETHANOL EXTRACT OF SOURSOP LEAVES (ANNONA MURICATA L.) ON BODY TEMPERATURE IN MALE MICE (MUS MUSCULUS) INFECTED WITH BACTERIA SALMONELLA TYPHI Syarifuddin, Aminah; Cahya, Cucu Arum Dwi; Br Sihombing, Amelya Chyntia
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v6i1.1929

Abstract

Soursop leaves (Annona muricata L.) are a plant that has many health benefits that can be obtained from the fruit, leaves, and seeds. Soursop leaves contain saponins, flavonoids, tannins, and alkaloids which can act as an antiseptic-disinfectant or as an antibacterial. Flavonoid compounds can be used as wound medicine, antifungal, antimicrobial, anticancer, and antiviral. In society, it is used by boiling the leaves and then drinking the boiled water. This research aims to determine the effectiveness of soursop leaf ethanol extract as an antibacterial against Salmonella typhi so that fever can be reduced. The dosage includes 100; 150; 200; and 250 mg/kg BW. No treatment was given as a negative control and chloramphenicol tablets as a positive control. Based on data analysis, it shows that there is a significant difference in body temperature after being tested using the t-test with a value of 0.000 < 0.05. These results prove that body temperature which was initially normal during the acclimatization stage experienced an increase in body temperature when infected with Salmonella typhi. The results of the One-Way ANOVA test also showed an effect on reducing body temperature infected with Salmonella typhi. From several doses, the EDDS dose of 100 mg/kg BW was able to reduce body temperature by an average of 36.5°C.
ORGANOLEPTIC TESTS AND ANTIOXIDANT ACTIVITY OF BLACK SOYBEAN (GLYCINE SOJA L) SUPPLEMENTED TAMARILLO(SOLANUM BETACEUM CAV) Irwanto, Reno; Novia, Reni; Rantika, Windy
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 6 No 1 (2023): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v6i1.1952

Abstract

Degenerative disease refers to metabolic syndrome which occurs as a result of an unhealthy lifestyle. An unhealthy diet results in the emergence of large amounts of free radicals. High free radical content can disrupt cells and their genetic material which can result in degenerative diseases. Antioxidants are compounds that function to protect body cells from damage caused by free radicals that cause degenerative diseases. Soybean juice added with tamarillo is a food ingredient that is a source of antioxidants. The aim of the research was to obtain the best Dutch eggplant formula added to soy milk. The research method used was a Completely Randomized Design (CRD) which involved four additional treatments of Dutch eggplant, namely P1 (50 mL), P2 (55 mL), P3 (60 mL) and P4 (65 mL). Research activities were initially carried out by testing the organoleptic products using the hedonic method by 70 untrained panelists. Product testing is carried out using Then the best product testing results are continued to be tested for antioxidant content. Antioxidant testing The results of the organoleptic test research obtained the highest scores for the color attribute 5.69 (P3), aroma 5.23 (P2), taste 6.09 (P1), texture 4.76 (P1), and overall 5.81 (P1). Based on organoleptic tests, the best formula is 60 mL (P3) then the antioxidant activity test is 0.3374 ppm. The conclusion in this study shows that the best formula in terms of color, taste and overall black soybean juice added with Dutch eggplant has significant antioxidants.
The Determination of Ascorbic in Ethanol Extract of Young and Old Kari Leaf (Murraya koenigii L. Spreng) by Spectrophotometry UV Suprianto, Suprianto; Samran, Samran; Sumardi, Sumardi; Meilani, Debi; Febriady, Andy; Andraini, Galuh
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v6i2.1920

Abstract

Kari (Murraya koenigii L. Spreng) merupakan flora dari famili Rutaceae. Kari merupakan tumbuhan khas Srilangka, India, dan beberapa wilayah Asia Tenggara, termasuk Nusantara, Provinsi Aceh kaya akan tanaman Kari yang dikenal dengan daun Temurui. Nusantara merupakan daerah dengan beragam kekayaan alam, misalnya flora berkhasiat obat. Nusantara memiliki 30.000 jenis flora dari 40.000 jenis flora di dunia dengan 940 jenis flora berkhasiat obat. Kari merupakan salah satu flora berkhasiat obat.Daun Kari dimanfaatkan masyarakat di Nusantara sebagai rempah-rempah dan penyedap makanan, penyembuh sakit perut, pemerah kepala, obat luka, influenza, reumatik, diare, maupun diabetes, penyembuhan wasir, penurun demam dan radang serta gatal-gatal, bahkan untuk parfum maupun sabun karena beraroma khas dengan kehadiran senyawa atsirinya. Daun Kari kaya akan senyawa berkhasiat obat, diantaranya askorbat. Askorbat mudah larut dalam air namun mudah rusak, teroksidasi karena panas, atau tidak stabil oleh panas. Penentuan kandungan askorbat pada daun telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Kandungan askorbat dapat dilakukan secara volumetris atau dengan instrumen.Penelitian bertujuan untuk menganalisis kadungan askorbat pada ekstrak daun Kari tua dan muda dengan spektrofotometri UV. Penentuan kandungan askorbat dengan metode ini relatif murah dan baik. Kandungan askorbat ekstrak daun Kari muda dan tua masing-masing sebesar 69,97 dan 45,58 mg/g. Kandungan askorbat ekstrak daun Kari muda lebih besar dibandingkan yang tua. Penentuan kandungan askorbat pada daun telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Kandungan askorbat dapat dilakukan secara volumetris atau dengan instrumen. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kadungan askorbat pada ekstrak daun Kari tua dan muda dengan spektrofotometri UV. Penentuan kandungan askorbat dengan metode ini relatif murah dan baik.Kandungan askorbat ekstrak daun Kari muda dan tua masing-masing sebesar 69,97 dan 45,58 mg/g. Kandungan askorbat ekstrak daun Kari muda lebih besar dibandingkan yang tua. Penentuan kandungan askorbat pada daun telah dilakukan oleh peneliti terdahulu. Kandungan askorbat dapat dilakukan secara volumetris atau dengan instrumen. Penelitian bertujuan untuk menganalisis kadungan askorbat pada ekstrak daun Kari tua dan muda dengan spektrofotometri UV. Penentuan kandungan askorbat dengan metode ini relatif murah dan baik. Kandungan askorbat ekstrak daun Kari muda dan tua masing-masing sebesar 69,97 dan 45,58 mg/g. Kandungan askorbat ekstrak daun Kari muda lebih besar dibandingkan yang tua. Kandungan askorbat ekstrak daun Kari muda dan tua masing-masing sebesar 69,97 dan 45,58 mg/g. Kandungan askorbat ekstrak daun Kari muda lebih besar dibandingkan yang tua. Kandungan askorbat ekstrak daun Kari muda dan tua masing-masing sebesar 69,97 dan 45,58 mg/g. Kandungan askorbat ekstrak daun Kari muda lebih besar dibandingkan yang tua.
Formulation Combination Of Kecombrang (Etlingera elatior) Leaf Extract And Papaya Leaves (Carica papaya L.) As Antidiabetes Simorangkir, Delisma Marsauli; Linta Meliala; Masria Sianipar; Evi Depiana; Ella Pratiwi
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v6i2.1935

Abstract

Diabetes imellitus iis ia ichronic imetabolic idisease icharacterized iby iincreased iblood iglucose ilevels ithat ican ibe itreated iwith itraditional imedicine iderived ifrom iplants. iOne iexample iof iplants ithat ican ireduce iblood iglucose ilevels iis ikecombrang ileaves iand ipapaya ileaves iwhich icontain iflavonoids. iThe ipurpose iof ithis istudy iwas ito idetermine ithe ieffect iof icapsule iadministration iof ia icombination iof ikecombrang ileaf iextract iand ipapaya ileaf iextract iin ireducing iblood iglucose ilevels icompared iwith iglibenclamide. iThe istudy iused i24 irats iinduced iby ialloxan iand idivided iinto i8 igroups that is i icapsule ibase,i iglibenclamide idose i0.45 img/kgBB (positive icontrol), ikecombrang iextract icapsules idose i100 img/kgBB, ipapaya iextract icapsules idose i200 img/kgBB, icombination iof ikecombrang iextract icapsules idose i50 img/kgBB iand ipapaya iextract icapsules idose i100 img/kgBB, icombination iof ikecombrang iextract icapsules idose i50 img/kgBB iand ipapaya iextract icapsules idose i200 img/kgBB, icombination iof ikecombrang iextract icapsules idose i100 img/kgBB iand ipapaya iextract icapsules idose i100 img/kgBB, iand icombination iof ikecombrang iextract icapsules idose i100 img/kgBB iand ipapaya iextract icapsules idose i200 img/kgBB. iData iwere istatistically ianalyzed iusing iOne iWay iAnova. iThe iresults iof idata ianalysis iof iall itreatment igroups ihave ian ieffect ion ireducing iblood isugar ilevels ibecause ithe isig ivalue i<0.05 iexcept ithe inegative icontrol igroup. iBased ion iOne iWay iAnova ianalysis iof ithe ieight imost ieffective itreatments iis ithe icontrol igroup iwith iglibenclamide iadministration, then followed by the combination group of kecombrang leaf extract capsules at a dose of 100mg / kgBB and papaya leaf extract 200mg / kgBB.
Comparison Of Naso Faring And Oro Pharynx Swab Samples On Positivity Rate For Covid – 19 With The Reverse Transcription Method Pcr (Rt–Pcr) In The Lab. Rsud Pcr. City Padang Sidempuan Sihombing, Yanna Rotua; Romauli Anna Teresia Marbun; Lenni Rismayanti; Ratih Anggraeni; Octavian Ashido Nababan; Kristian Cahayani Zebua
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v6i2.2021

Abstract

Severe acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2) could be a coronavirus that causes COVID-19 infection. SARS-CoV-2 is classified as an RNA infection that can cause gentle to severe respiratory diseases. Viral contaminations proceed to extend quickly, so it is critical to prevent the spread of the infection through nasopharyngeal and/or oropharyngeal swabs within the community. The point of this consider was to decide the exactness of nasopharyngeal or pharyngeal spread testing and the inspiration rate in RSUD patients. Padang Sidempuan City This think about was performed by collecting 20 nasopharyngeal swabs and 20 pharyngeal swabs from RSUD patients. City of Padang Sidempuan Infection testing was performed within the research facility by turn around transcriptase polymerase chain response (RT-PCR). Information were analyzed employing a chi-square test with p < 0.05. Judging from the nasopharynx and oropharynx positive rate comes about, the nasopharynx positive rate esteem is higher than the nasopharynx positive rate esteem, indeed in case it is the same persistent. The conclusion of this ponder is that the discovery of SARS-CoV-2 by nasopharyngeal swab will be more precise.
Distribution Deviation Of Limited Over-The-Counter Medicines And Prescription Medicines In Grocery Storesin X Village, Tarakan Auliyah Sahar; Irma Novrianti; Jufri Ubrusan
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v6i2.2035

Abstract

Regarding the distribution of medicines to pharmaceutical facilities, there are several problems that are often found in the community, namely, there are still many places such as grocery stores that do not have permits to sell medicines, in fact quite a few of these stalls sell hard medicines without service and information about good treatment. This research aims to obtain an overview of irregularities in the distribution of restricted over-the-counter medicines including precursors and Obat-Obat Tertentu (OOT) and hard medicines in grocery stores in the amal beach area. This study used descriptive qualitative method. The sample for this research was all grocery stores in the X sub-district area that were willing to be respondents, namely 28 stores. The research results showed that all respondents sold limited over-the-counter drugs including precursors and OOTs as well as hard drugs. The most limited over-the-counter drug sold is Paramex, the most common precursor and oot drug is Mixagrip flu, and the most hard drug is mefenamic acid with various types of brand names. Based on the results of interviews with shop owners, it is known that most drugs are obtained by purchasing directly from pharmacies, sales and drug stores. Based on the results of this research, it can be concluded that there are irregularities in drug distribution in the X Village area, Tarakan City, because there are still grocery stores selling limited over-the-counter drugs, OOT, precursors and hard drugs.
Antibacterial activity test of dragon scale leaf ethanol extract (drymoglossum piloselloides) againts bacteria Staphyloccocues epidermidis Pranata, Chandra
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v6i2.2041

Abstract

Daun Sisik Naga (Drymogglossum Piloselloides) merupakan salah satu tumbuhan alami yang paling mudah ditemukan di indonesia. Secara tradisional daun sisik naga merupakan salah satu tanaman herbal yang mampu digunakan untuk pengobatan antikanker, antioksidan kuat dan anti peradangan. Tumbuhan ini memiliki senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, tanin, saponin yang memiliki efek sebagai antibakteri karena dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphyloccocus Epidermidis penyebab jerawat. Staphyloccocus Epidermidis adalah salah satu spesies bakteri dari genus Staphyloccocus yang termasuk gram positif. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun sisik naga terhadap pertumbuhan bakteri Staphyloccocus Epidermidis. Penelitian ini merupakan penelitian Eksperimental. Metode: Metode yang digunakan untuk pengujian aktivitas antibakteri adalah metode agar menggunakan kertas cakram dengan menggunakan 3 sampel dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20%. Kontrol Positif berupa Tetrasiklin dan Kontrol Negatif berupa aquadest. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun sisik naga konsentrasi 20 % dengan diameter zona hambat 18,53 mm (kategori kuat), pada konsentrasi 15 % dengan diamter zona hambat 16,46 mm (kategori kuat) dan pada konsentrasi 10 % diameter zona hambat 14,41 mm (kategori kuat). Kesimpulan: Penelitian ini membuktikan bahwa ekstrak etanol daun sisik naga memiliki daya antibakteri terhadap bakteri Staphyloccocus Epidermidis dengan konsentrasi efektif 20 % dengan kategori kuat sebesar 18,53 mm.
Drug Interaction Study in Type 2 Diabetes Mellitus with Hypertension Patients at X Hospital, Jember Regency Afifah, Hanin; Dewi, Ika Puspita; RACHMAWATI, Ema; HOLIDAH, DIANA; NORCAHYANTI, IKA
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v6i2.2051

Abstract

Diabetes melitus dan hipertensi merupakan penyakit yang saling berkaitan dan mempengaruhi satu sama lainnya. Hipertensi berkontribusi terhadap perkembangan dan perkembangan komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular pada diabetes. Pasien diabetes melitus tipe 2 dengan komplikasi hipertensi dapat memperoleh banyak obat (polifarmasi). Hal ini berisiko menimbulkan Drug Related Problem, salah satunya interaksi obat. Adanya interaksi obat dapat menyebabkan kegagalan terapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko terjadinya interaksi obat pada pasien DM tipe 2 dengan komplikasi hipertensi. Metode penelitian menggunakan deskriptif non eksperimental secara retrospektif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan rekam medis pasien rawat inap rumah sakit X di Jember. Sebanyak 32 pasien memenuhi kriteria inklusi selama durasi satu tahun data pengobatan. Hasil penelitian menunjukkan pasien paling banyak adalah pasien wanita dengan rentang usia 45 – 54 tahun dan 55 – 64 tahun dan penyakit penyerta paling banyak adalah peptic ulcer. Pengobatan diabetes paling banyak menggunakan terapi tunggal insulin short-acting, sedangkan terapi hipertensi menggunakan kombinasi candesartan dan amlodipin. Analisis potensi interaksi obat antara antidiabetes dan antihipertensi menunjukkan interaksi obat terjadi pada 17 pasien dengan kejadian tertinggi yaitu interaksi insulin short-acting dengan candesartan sebanyak sembilan kasus dengan tingkat interaksi mayoritas moderat.
Identification Of Escherichia coli Bacteria In The Herbal Medicine Saffron-Colored Rice In Pekalongan City Deby Aninta; Nila Oktaviani
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v6i2.2061

Abstract

Kualitas jamu dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya yaitu air untuk melarutkan bahan baku jamu serta bahan lain telah tercemar oleh bakteri seperti bakteri Escherichia coli. Bakteri ini adalah bakteri indikator dari sanitasi dan lingkungan yang kotor atau kurang bersih pada peoses pembuatan jamu. Escherichia coli masuk kedalam family Enterobacteriaceae yang apabila terdapat pada saluran pencernaan dalam jumlah yang besar mengakibatkan terjadinya infeksi dan berbagai penyakit. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk meneliti ada tidaknya bakteri Escherichia coli dalam jamu gendong beras kencur pada empat Kecamatan Pekalongan. Sampel jamu diambil dengan metode simple random sampling dengan total 4 sampel. Lokasi pengambilan sampel pada wilayah Pekalongan Barat, Pekalongan timur, Pekalongan Utara, dan Pekalongan Selatan. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah Most Probable Number (MPN) yang terdiri dari dua pengujian yaitu uji penduga dan uji pelengkap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat satu sampel dengan hasil positif bakteri Escherichia coli yaitu jamu gendong beras kencur yang diambil di daerah Pekalongan Utara dengan nilai MPN sebesar 0,2 MPN/ml, hasil tersebut masih memenuhi persyaratan batas maksimum cemaran mikroba dalam makanan menurut BPOM yaitu <3 MPN/ml, sehingga jamu masih tergolong aman apabila dikonsumsi. sedangkan hasil penelitian tiga sampel lainnya negatif bakteri escherichia coli.
Overview Of Waiting Times For Medicine Prescription Services At Sebengkok Health Center, Tarakan City Pionita, Nural; Sari Wijayanti; Irma Novrianti
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/jfm.v6i2.2063

Abstract

Pelayanan resep dilakukan oleh petugas farmasi dalam meningkatkan pelayanan kesehatan pasien. Waktu tunggu dalam pelayanan resep adalah waktu sejak pasien menyerahkan resep kepada petugas apotek sampai obat diterima oleh pasien. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep obat di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan. Metode pengambilan sampel penelitian yang digunakan adalah purposive sampling dengan pengamatan langsung di lokasi penelitian guna mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resep racikan, dengan total 47 resep, waktu menunggu yang rata-rata 6 menit untuk penyelesaiannya, sementara resep non racikan waktu menunggu yang rata-rata 3 menit. Resep racikan dengan 1-3 item obat selesai dalam waktu 6 menit, sementara resep racikan dengan 4-6 item obat selesai dalam waktu 5 menit. Untuk resep non racikan, yang memiliki 1-3 item obat selesai dalam waktu 2 menit, dan 4-6 item obat selesai dalam waktu 3 menit. Dapat disimpulkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di Puskesmas Sebengkok Kota Tarakan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan No 72 Tahun 2016, dimana standarnya adalah ?60 Menit untuk resep racikan dan ?30 Menit untuk resep non racikan.