cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281321079005
Journal Mail Official
juriskes@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Pajajaran 56 Cicendo Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
ISSN : 25798103     EISSN : 19798253     DOI : 10.34011
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Tehnik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 541 Documents
INCREASE IN THE INCIDENCE OF ADOLESCENT VAGINAL DISCHARGE WITH LOW KNOWLEDGE, ATTITUDES AND BEHAVIORS OF VAGINAL HYGIENE Mulyanti, Sri; Meisyenur, Nabila; Budiawan, Heri; Badrudin, Ubad
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2893

Abstract

Keputihan, juga dikenal secara medis sebagai Fluor Albus, adalah keputihan yang berlebihan dari vagina. Prevalensi remaja perempuan yang mengalami keputihan masih cukup tinggi di Indonesia. Hal ini mungkin karena kurangnya informasi tentang keputihan. Keputihan menyebabkan ketidaknyamanan dan berdampak pada kepercayaan diri pada remaja. Oleh karena itu, pengetahuan remaja tentang keputihan sangat penting untuk mengubah sikap dan perilaku hidup bersih dan sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku kebersihan vagina dengan kejadian keputihan. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif menggunakan desain penelitian survei analitik cross-sectional. Sampel 115 orang diperoleh dengan menggunakan teknik total sampling. Metode pengambilan sampel total dapat mencerminkan kondisi populasi secara akurat dan menyeluruh. Proses pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan distribusi frekuensi dan uji chi-square. Hal ini menunjukkan bahwa 55,7% responden memiliki pengetahuan yang buruk, 65,2% memiliki sikap yang buruk, dan 64,3% memiliki perilaku yang buruk. Pada uji Chi-Square, ditemukan adanya hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku kebersihan vagina dengan kejadian keputihan pada MTs Persis 07 Cempakawarna (p = <0,001). Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, sikap, dan perilaku kebersihan vagina. Oleh karena itu, disarankan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku kebersihan vagina untuk mencegah terjadinya keputihan.
FACTORS INFLUENCING THE DEVELOPMENT OF MULTI DRUG-RESISTANT TUBERCULOSIS: LITERATURE REVIEW Azzahra, Ilya Nur Aulia; Adi, Mateus Sakundarno; Hadisaputro, Suharyo
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2902

Abstract

Tuberkulosis resisten obat (TB-MDR) adalah tantangan besar dalam pengendalian TB global, disebabkan oleh strain Mycobacterium tuberculosis yang resisten terhadap antibiotik lini pertama, isoniazid dan rifampisin. Menurut WHO, pada tahun 2024 diperkirakan terdapat 400.000 kasus TB-MDR di dunia. Tinjauan literatur ini bertujuan menganalisis faktor-faktor sosio-demografi, komorbiditas, gaya hidup, dan kebijakan yang memengaruhi kejadian TB-MDR, dengan meninjau 20 penelitian di Afrika, Asia, Eropa, Australia, dan Amerika. Penelitian ini menggunakan pendekatan meta-analisis untuk mengidentifikasi faktor risiko, termasuk ketidakpatuhan minum obat, riwayat komorbid DM, riwayat komorbid HIV, dan usia produktif. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi masyarakat untuk kelompok berisiko, peningkatan kepatuhan pengobatan, dan penguatan program pengendalian TB. Diperlukan kebijakan berbasis bukti untuk skrining dini dan tata laksana terpadu, serta model intervensi yang adaptif. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengevaluasi peran pendekatan komunitas dan inovasi digital dalam meningkatkan keberhasilan pengobatan.
THE INFLUENCE OF CLIMATIC CONDITIONS ON THE DYNAMICS OF DENGUE HEMORRHAGIC FEVER: LITERATURE REVIEW Samal, Rizky Febryan; Adi, Mateus Sakundarno; Nurjazuli, Nurjazuli
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2908

Abstract

Demam berdarah dengue merupakan masalah kesehatan global utama yang dipengaruhi oleh perubahan iklim dan faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, kecepatan angin, jumlah hari hujan, curah hujan dan paparan sinar matahari. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kondisi iklim terhadap dinamika penularan demam berdarah dengue. Metode pencarian dalam penelitian ini terdapat sebanyak 20 studi dari wilayah tropis dan subtropis dipilih menggunakan metode PRISMA 2020 dengan desain studi Cross Sectional, Cohort, dan Ekologi. Penelitian ini bersumber dari basis data Google Scholar, Science Direct, PubMed dan Garuda. Hasilnya terdapat sebanyak 20.510 publikasi yang memenuhi kriteria pencarian. Setelah dilakukan skrining dengan batasan tahun, full text, dan relevansi abstrak, hanya 20 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi penulisan artikel ini. Kriteria inklusi dari penelitian ini adalah artikel yang diterbitkan dalam rentang tahun 2019-2024, artikel terpublikasi resmi, artikel tersedia dalam teks lengkap dan dapat diakses dan artikel tidak terduplikasi. Studi ini menyimpulkan bahwa kondisi iklim berpengaruh dengan dinamika penularan demam berdarah dengue.
COMBINATION THERAPY OF CISPLATIN AND NANOCURCUMIN REDUCES PI3K EXPRESSION AND PROLIFERATION OF HeLa CELLS Subandi, Subandi; Febriana, Romadhinniar; Taqiyya, Nadia; Endharti, Agustina Tri
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2912

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita, terutama di negara berkembang. Cisplatin adalah obat kemoterapi yang umum digunakan, tetapi penggunaannya dalam dosis tinggi sering menyebabkan efek samping toksik seperti kerusakan ginjal (nefrotoksisitas), yang dapat terjadi pada 25–33% pasien pada dosis 75–100 mg/m². Untuk mengurangi toksisitas dan meningkatkan efektivitas terapi, kombinasi cisplatin dengan senyawa alami seperti nanokurkumin mulai dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi kombinasi cisplatin dan nanokurkumin dalam menghambat proliferasi dan menurunkan ekspresi PI3K pada sel kanker serviks HeLa. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan post-test only control group. Sel HeLa diberi perlakuan cisplatin (2,5 dan 5 µg/mL), nanokurkumin (100 µg/mL), serta kombinasi cisplatin 2,5 µg/mL dengan nanokurkumin (25, 50, dan 100 µg/mL). Evaluasi mencakup morfologi sel, uji viabilitas menggunakan CCK-8, dan analisis ekspresi PI3K menggunakan flow cytometry. Analisis statistik dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis, dilanjutkan uji post hoc Dunn, dengan nilai signifikansi p < 0,05. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi cisplatin 2,5 µg/mL dan nanokurkumin 100 µg/mL secara signifikan menurunkan viabilitas sel dibandingkan cisplatin 2,5 µg/mL saja (p = 0,035), serta memiliki efektivitas yang sebanding dengan cisplatin 5 µg/mL (p = 0,553). Penurunan ekspresi PI3K juga signifikan dibandingkan kontrol negatif (p = 0,000), cisplatin 2,5 µg/mL (p = 0,006), dan cisplatin 5 µg/mL (p = 0,010). Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi cisplatin dan nanokurkumin berpotensi sebagai terapi kanker serviks yang efektif.
CHALLENGES IN THE IMPLEMENTATION OF EARLY WARNING SCORING SYSTEM (EWSS) BY NURSES IN DEVELOPED AND DEVELOPING COUNTRIES: SCOPING REVIEW Powa, Nova Yansi; Lestari, Retno; Suryanto, Suryanto
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2918

Abstract

Early Warning Scoring System (EWSS) digunakan secara luas untuk mendeteksi dini perburukan kondisi pasien dan mendukung eskalasi klinis secara tepat waktu. Namun, penerapannya oleh perawat di berbagai negara masih menghadapi sejumlah kendala, seperti kurangnya pelatihan, keterbatasan sumber daya, dan persepsi negatif terhadap efektivitas sistem. Artikel ini bertujuan memetakan tantangan yang dihadapi perawat dalam menerapkan EWSS, baik dalam aspek praktik klinis maupun faktor kontekstual di negara maju dan berkembang. Scoping review ini mengikuti kerangka Arksey & O’Malley serta panduan Joanna Briggs Institute (JBI). Pencarian dilakukan di ProQuest, PubMed, Google Scholar, dan repositori lokal (2017–2024, Bahasa Indonesia dan Inggris). Dari 22.103 artikel, 24 studi primer dengan desain kualitatif, kuantitatif, dan campuran memenuhi kriteria inklusi.Delapan tantangan utama yang teridentifikasi meliputi: kurangnya pelatihan dan pengetahuan, kepatuhan rendah terhadap dokumentasi dan eskalasi, beban kerja tinggi, keterbatasan staf, komunikasi dan kolaborasi antarprofesi yang belum optimal, hambatan budaya organisasi, rendahnya efikasi diri perawat, serta minimnya dukungan teknologi digital. Temuan ini memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan dan pelatihan yang disesuaikan dengan konteks masing-masing layanan kesehatan.
HEMOGLOBIN, BODY MASS INDEX, AND POSTPARTUM BLUES BASED ON EPDS SCORES: A CLINICAL OBSERVATIONAL STUDY Ummah, Kholifatul; Susila, Ida; Hubaedah, Annah; Kwarta, Cityta Putri; Fathiyyah, Nurul; Pratiwi, Dessy; Novitasari, Prihatini Dini
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2927

Abstract

Postpartum blues adalah masalah kesehatan mental yang umum dialami oleh ibu setelah melahirkan, ditandai dengan perubahan suasana hati, perasaan sedih, dan gejala depresi.Penelitian ini menganalisis pengaruh kadar hemoglobin (Hb) dan indeks massa tubuh (IMT) terhadap risiko postpartum blues pada ibu postpartum kondisi ini jika tidak dikenali dan ditangani dapat berkembang menjadi gangguan depresi postpartum yang lebih berat. Penelitian kuantitatif observasional ini dilakukan di BPM Ida Susila Lamongan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum yang datang kontrol 1–2 minggu pasca persalinan. Sampel terdiri dari 30 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi mencakup ibu postpartum usia kehamilan cukup bulan (≥37 minggu), bersalin spontan, tidak memiliki riwayat gangguan mental, dan bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi mencakup ibu yang sedang menggunakan obat psikotropika atau memiliki komplikasi medis berat. Data dikumpulkan melalui kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) dan rekam medis pasien, termasuk kadar Hb dan IMT.Hasil: Korelasi Pearson menunjukkan hubungan negatif yang kuat antara kadar Hb dan skor EPDS (r = -0,781, p < 0,05). Regresi linier menunjukkan bahwa Hb dan IMT secara signifikan mempengaruhi skor EPDS, dengan Hb memiliki pengaruh yang lebih besar.Korelasi Pearson antara BMI dan EPDS menunjukkan hubungan positif sedang (r = 0.573, p < 0.05).Kesimpulan: Tingkat Hb yang rendah dan BMI yang tinggi adalah faktor risiko untuk postpartum blues.Studi ini menekankan pentingnya menjaga kadar Hb dan BMI yang sehat untuk mencegah postpartum blues.
EFFECTIVENESS OF AMLODIPINE WITH CONCOMITANT HERBAL THERAPY (BAY LEAVES, CELERY, CUCUMBER) IN HYPERTENSIVE PATIENTS IN SURAKARTA Mahmuda, Nur Amalia; Andrajati, Retnosari; Elya, Berna
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2939

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang. Penggunaan tanaman obat sebagai terapi komplementer mulai banyak dilirik, namun bukti ilmiahnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas amlodipin dengan terapi penyerta tanaman obat (daun salam, seledri, dan/atau timun) dibandingkan dengan monoterapi amlodipin pada pasien hipertensi. Desain penelitian adalah kohort retrospektif dengan menggunakan data dari rekam medis dan kuesioner pada pasien di tiga puskesmas Kota Surakarta. Efektivitas terapi diukur dari pencapaian target tekanan darah selama tiga bulan. Analisis dilakukan menggunakan uji bivariat dan regresi logistik multivariat. Hasil menunjukkan efektivitas klinis lebih tinggi pada kelompok amlodipin dengan terapi penyerta tanaman obat berupa daun salam, seledri, dan/atau mentimun (78,4%) dibandingkan monoterapi amlodipin (68,8%), meskipun tidak signifikan secara statistik (p=0,160). Faktor yang berhubungan signifikan dengan efektivitas adalah kepatuhan terapi (p<0,001), tekanan darah sistolik awal (p<0,001), dan tingkat pendidikan (p=0,047). Penggunaan tanaman obat sebagai terapi penyerta pada pasien yang menjalani terapi amlodipin menunjukkan potensi tambahan dalam menurunkan tekanan darah, namun belum terbukti signifikan. Penelitian prospektif atau uji klinis diperlukan untuk menilai manfaat dan keamanannya lebih mendalam.
INTERNAL AND EXTERNAL DETERMINANTS OF NURSING CARE DOCUMENTATION: A SCOPING REVIEW IN INPATIENT SETTINGS Soekerno, Nany; Ahsan, Ahsan; Laily, Laily
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2943

Abstract

Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan, berfungsi sebagai sarana komunikasi antarprofesional sekaligus bukti hukum tindakan keperawatan. Kelengkapan dokumentasi berdampak langsung pada keselamatan pasien, mutu layanan, dan keberlanjutan proses asuhan. Scoping review ini bertujuan memetakan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kelengkapan dokumentasi keperawatan di ruang rawat inap serta mengidentifikasi strategi peningkatan kepatuhan. Review dilakukan dengan kerangka PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui Scopus (n=85), PubMed (n=125), dan ProQuest (n=90), dengan total 300 artikel. Setelah menghapus duplikasi (n=60), penyaringan otomatis (n=30), serta mengecualikan artikel tidak lengkap atau tidak relevan (n=30), sebanyak 45 artikel dinilai kelayakannya. Sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi (diterbitkan dalam lima tahun terakhir, berbahasa Inggris atau Indonesia, dan relevan dengan kepatuhan dokumentasi) untuk dianalisis secara naratif. Hasil menunjukkan tingkat kepatuhan dokumentasi berkisar 60–80%. Faktor internal meliputi latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, pengetahuan, sikap, dan motivasi perawat. Faktor eksternal mencakup supervisi kepala ruang, beban kerja, pelatihan berkelanjutan, serta dukungan teknologi informasi. Strategi efektif untuk meningkatkan kelengkapan dokumentasi antara lain supervisi terstruktur, pembagian beban kerja proporsional, pelatihan berkesinambungan, dan penerapan sistem dokumentasi elektronik yang terintegrasi serta mudah digunakan dengan panduan jelas. Kesimpulannya, peningkatan kelengkapan dokumentasi keperawatan membutuhkan dukungan sistematis, bukan hanya upaya individu. Optimalisasi jumlah tenaga sesuai kapasitas ruang dan adopsi sistem elektronik terintegrasi dapat memperkuat akurasi, efisiensi, dan konsistensi, sehingga mutu pelayanan keperawatan tetap terjaga.
FACTORS INFLUENCING THE IMPLEMENTATION OF PATIENT CENTERED CARE IN HEALTH SERVICES: A SCOPING REVIEW Tinggogoy, Meitha; Putra, Kuswantoro Rusca; Kapti, Rinik Eko
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2944

Abstract

Patient-Centered Care (PCC) merupakan pendekatan penting dalam meningkatkan kualitas layanan, keterlibatan pasien, dan hasil kesehatan dengan menempatkan kebutuhan, preferensi, serta nilai pasien sebagai pusat proses pelayanan. Meskipun manfaat PCC telah diakui secara luas, implementasinya terutama di negara berkembang masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya pemahaman tenaga kesehatan, keterbatasan waktu, beban kerja tinggi, dan minimnya dukungan organisasi. Artikel ini bertujuan melakukan scoping review terhadap faktor-faktor yang memengaruhi implementasi PCC. Pencarian artikel dilakukan secara sistematis melalui database PubMed, ProQuest, dan Google Scholar dengan kata kunci: “patient-centered care, factors influencing PCC, barriers to PCC.” Kriteria inklusi meliputi studi primer, tinjauan sistematis, atau studi kelayakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia, Inggris, atau Korea pada tahun 2019–2024. Dari 1.450 artikel yang diidentifikasi, sebanyak 16 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor internal yang memengaruhi implementasi PCC mencakup empati, kompetensi literasi kesehatan, kelelahan kerja, kompetensi keselamatan pasien, pelatihan humanistik, stres kerja, kualitas hidup, profesionalisme perawat, dan komunikasi efektif. Faktor eksternal meliputi lingkungan kerja yang mendukung, budaya organisasi berbasis PCC, infrastruktur fasilitas, dukungan manajemen, aksesibilitas, dan persepsi pasien. Kesimpulan: PCC merupakan pendekatan strategis yang memberikan manfaat besar terhadap hasil kesehatan pasien dan efisiensi layanan. Namun, implementasi yang berhasil membutuhkan dukungan kebijakan, pelatihan, dan perubahan sistemik dalam organisasi pelayanan kesehatan.
THE EFFECTIVENESS OF HIGH-INTENSITY INTERVAL TRAINING (HIIT) ON WEIGHT LOSS AND METABOLIC PARAMETERS: A SCOPING REVIEW Rahman, Farid; Anom, Firdho Muchdi Alwidian
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2947

Abstract

Obesitas merupakan permasalahan kesehatan global yang terus meningkat, dengan prevalensi yang signifikan di Indonesia. High-Intensity Interval Training (HIIT) muncul sebagai metode latihan yang efisien dalam menurunkan berat badan dan memperbaiki kesehatan metabolik. Studi ini merupakan scoping review yang bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas HIIT dalam menurunkan berat badan pada individu dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Pencarian literatur dilakukan melalui lima basis data utama (PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, ProQuest, dan EBSCO), menghasilkan 20 studi intervensi dengan total 1.184 partisipan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa HIIT secara signifikan menurunkan massa lemak tubuh, meningkatkan VO₂maks, memperbaiki indeks massa tubuh (BMI), serta meningkatkan komposisi tubuh. Protokol HIIT yang efektif berkisar antara 80–95% VO₂maks, dengan durasi latihan 10–45 menit per sesi dan frekuensi 2–5 kali per minggu. Selain peningkatan efektivitas metabolik, HIIT juga terbukti meningkatkan kepatuhan terhadap latihan melalui durasi yang lebih singkat dan intens. Meski demikian, heterogenitas protokol dan variasi respons individu menjadi keterbatasan dalam generalisasi hasil. HIIT dapat direkomendasikan sebagai strategi latihan non-farmakologis untuk pengelolaan berat badan. Pendekatan ini juga efektif dalam pencegahan penyakit metabolik secara individual maupun populasi.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung (In Progress) Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes DepKes Bandung Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 4 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 3 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 4 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 1 (2012): JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Riset Kesehatan Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Riset Kesehatan More Issue