cover
Contact Name
Gurid Pramintarto Eko mulyo
Contact Email
gurid@staff.poltekkesbandung.ac.id
Phone
+6281321079005
Journal Mail Official
juriskes@poltekkesbandung.ac.id
Editorial Address
Jl. Pajajaran 56 Cicendo Bandung
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
ISSN : 25798103     EISSN : 19798253     DOI : 10.34011
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung menerima publikasi dalam makalah penelitian artikel asli, makalah tinjauan, laporan kasus di Indonesia atau negara lain untuk memberikan pemahaman mengenai aspek kesehatan. Ruang lingkup Artikel yang diterbitkan dalam jurnal ini adalah bidang : - Analis Kesehatan/ Tehnik Laboratorium Medik - Gizi - Farmasi - Keperawatan Gigi - Keperawatan - Kebidanan - Kesehatan Lingkungan - Promosi Kesehatan
Arjuna Subject : -
Articles 585 Documents
INCREASE IN THE INCIDENCE OF ADOLESCENT VAGINAL DISCHARGE WITH LOW KNOWLEDGE, ATTITUDES AND BEHAVIORS OF VAGINAL HYGIENE Sri Mulyanti; Nabila Meisyenur; Heri Budiawan; Ubad Badrudin
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2893

Abstract

Vaginal discharge, also known medically as Fluor Albus, is excessive discharge from the vagina. The prevalence of adolescent girls who experience vaginal discharge is still quite high in Indonesia. This may be due to a lack of information about vaginal discharge. Vaginal discharge causes discomfort and has an impact on self-confidence in adolescents. Therefore, the knowledge of adolescents about vaginal discharge is very important to change the attitude and behavior of clean and healthy living. This study aimed to determine the relationship between knowledge, attitude, and vaginal hygiene behavior with the incidence of vaginal discharge. This study was a quantitative study using a cross-sectional analytic survey research design. A sample of 115 people was obtained using the total sampling technique. The total sampling method can reflect the condition of the population accurately and thoroughly. The data collection process used a questionnaire and was analyzed by frequency distribution and chi-square test. It showed that 55.7% of respondents had poor knowledge, 65.2% had poor attitudes, and 64.3% had poor behavior. In the Chi-Square test, it was found that there was a relationship between knowledge, attitude, and vaginal hygiene behavior with the incidence of vaginal discharge at MTs Persis 07 Cempakawarna (p = <0.001). It can be concluded that there is a relationship between knowledge, attitude, and vaginal hygiene behavior. Therefore, it is recommended to increase knowledge, attitudes, and behavior of vaginal hygiene to prevent the occurrence of vaginal discharge.
FACTORS INFLUENCING THE DEVELOPMENT OF MULTI DRUG-RESISTANT TUBERCULOSIS: LITERATURE REVIEW Ilya Nur Aulia Azzahra; Mateus Sakundarno Adi; Suharyo Hadisaputro
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2902

Abstract

Multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) poses a significant challenge in global TB control, caused by Mycobacterium tuberculosis strains resistant to first-line antibiotics isoniazid and rifampicin. According to WHO, an estimated 400,000 MDR-TB cases were reported worldwide in 2024. This literature review aims to analyze socio-demographic, comorbidity, lifestyle, and policy factors influencing MDR-TB occurrence by reviewing 20 studies conducted in Africa, Asia, Europe, Australia, and America. Employing a meta-analysis approach, the study identifies key risk factors, including medication non-adherence, history of diabetes mellitus (DM) and HIV comorbidities, and productive age. Findings highlight the importance of targeted community interventions, improved treatment adherence, and strengthened TB control programs. Evidence-based policies for early screening and integrated management, as well as adaptive intervention models, are necessary. Further research is recommended to evaluate community-based approaches and digital innovations in enhancing treatment success.
THE INFLUENCE OF CLIMATIC CONDITIONS ON THE DYNAMICS OF DENGUE HEMORRHAGIC FEVER: LITERATURE REVIEW Samal, Rizky Febryan; Adi, Mateus Sakundarno; Nurjazuli, Nurjazuli
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2908

Abstract

Dengue hemorrhagic fever is a major global health problem influenced by climate change and environmental factors, such as temperature, humidity, wind speed, rainy days, rainfall and sun hours. This study aims to analyze how climate conditions influence the transmission dynamics of dengue hemorrhagic fever. Twenty studies from tropical and subtropical regions were selected for this study using the PRISMA 2020 method, with cross-sectional, cohort, and ecological study designs. These studies were sourced from Google Scholar, ScienceDirect, PubMed, and Garuda. A total of 20,510 publications met the search criteria. After screening for year, full text, and abstract relevance, only 20 journals met the inclusion criteria for this article. This study included articles published between 2019 and 2024 that were officially published and available in full text, as well as non-duplicated articles. The study concluded that climatic conditions affect the transmission dynamics of dengue hemorrhagic fever.
COMBINATION THERAPY OF CISPLATIN AND NANOCURCUMIN REDUCES PI3K EXPRESSION AND PROLIFERATION OF HeLa CELLS Subandi, Subandi; Febriana, Romadhinniar; Taqiyya, Nadia; Endharti, Agustina Tri
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2912

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian akibat kanker pada wanita, terutama di negara berkembang. Cisplatin adalah obat kemoterapi yang umum digunakan, tetapi penggunaannya dalam dosis tinggi sering menyebabkan efek samping toksik seperti kerusakan ginjal (nefrotoksisitas), yang dapat terjadi pada 25–33% pasien pada dosis 75–100 mg/m². Untuk mengurangi toksisitas dan meningkatkan efektivitas terapi, kombinasi cisplatin dengan senyawa alami seperti nanokurkumin mulai dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi kombinasi cisplatin dan nanokurkumin dalam menghambat proliferasi dan menurunkan ekspresi PI3K pada sel kanker serviks HeLa. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan post-test only control group. Sel HeLa diberi perlakuan cisplatin (2,5 dan 5 µg/mL), nanokurkumin (100 µg/mL), serta kombinasi cisplatin 2,5 µg/mL dengan nanokurkumin (25, 50, dan 100 µg/mL). Evaluasi mencakup morfologi sel, uji viabilitas menggunakan CCK-8, dan analisis ekspresi PI3K menggunakan flow cytometry. Analisis statistik dilakukan dengan uji Kruskal-Wallis, dilanjutkan uji post hoc Dunn, dengan nilai signifikansi p < 0,05. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi cisplatin 2,5 µg/mL dan nanokurkumin 100 µg/mL secara signifikan menurunkan viabilitas sel dibandingkan cisplatin 2,5 µg/mL saja (p = 0,035), serta memiliki efektivitas yang sebanding dengan cisplatin 5 µg/mL (p = 0,553). Penurunan ekspresi PI3K juga signifikan dibandingkan kontrol negatif (p = 0,000), cisplatin 2,5 µg/mL (p = 0,006), dan cisplatin 5 µg/mL (p = 0,010). Hasil ini menunjukkan bahwa kombinasi cisplatin dan nanokurkumin berpotensi sebagai terapi kanker serviks yang efektif.
CHALLENGES IN THE IMPLEMENTATION OF EARLY WARNING SCORING SYSTEM (EWSS) BY NURSES IN DEVELOPED AND DEVELOPING COUNTRIES: SCOPING REVIEW Powa, Nova Yansi; Lestari, Retno; Suryanto, Suryanto
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2918

Abstract

Early Warning Scoring System (EWSS) digunakan secara luas untuk mendeteksi dini perburukan kondisi pasien dan mendukung eskalasi klinis secara tepat waktu. Namun, penerapannya oleh perawat di berbagai negara masih menghadapi sejumlah kendala, seperti kurangnya pelatihan, keterbatasan sumber daya, dan persepsi negatif terhadap efektivitas sistem. Artikel ini bertujuan memetakan tantangan yang dihadapi perawat dalam menerapkan EWSS, baik dalam aspek praktik klinis maupun faktor kontekstual di negara maju dan berkembang. Scoping review ini mengikuti kerangka Arksey & O’Malley serta panduan Joanna Briggs Institute (JBI). Pencarian dilakukan di ProQuest, PubMed, Google Scholar, dan repositori lokal (2017–2024, Bahasa Indonesia dan Inggris). Dari 22.103 artikel, 24 studi primer dengan desain kualitatif, kuantitatif, dan campuran memenuhi kriteria inklusi.Delapan tantangan utama yang teridentifikasi meliputi: kurangnya pelatihan dan pengetahuan, kepatuhan rendah terhadap dokumentasi dan eskalasi, beban kerja tinggi, keterbatasan staf, komunikasi dan kolaborasi antarprofesi yang belum optimal, hambatan budaya organisasi, rendahnya efikasi diri perawat, serta minimnya dukungan teknologi digital. Temuan ini memberikan dasar bagi pengembangan kebijakan dan pelatihan yang disesuaikan dengan konteks masing-masing layanan kesehatan.
HEMOGLOBIN, BODY MASS INDEX, AND POSTPARTUM BLUES BASED ON EPDS SCORES: A CLINICAL OBSERVATIONAL STUDY Ummah, Kholifatul; Susila, Ida; Hubaedah, Annah; Kwarta, Cityta Putri; Fathiyyah, Nurul; Pratiwi, Dessy; Novitasari, Prihatini Dini
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2927

Abstract

Postpartum blues adalah masalah kesehatan mental yang umum dialami oleh ibu setelah melahirkan, ditandai dengan perubahan suasana hati, perasaan sedih, dan gejala depresi.Penelitian ini menganalisis pengaruh kadar hemoglobin (Hb) dan indeks massa tubuh (IMT) terhadap risiko postpartum blues pada ibu postpartum kondisi ini jika tidak dikenali dan ditangani dapat berkembang menjadi gangguan depresi postpartum yang lebih berat. Penelitian kuantitatif observasional ini dilakukan di BPM Ida Susila Lamongan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu postpartum yang datang kontrol 1–2 minggu pasca persalinan. Sampel terdiri dari 30 orang yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Kriteria inklusi mencakup ibu postpartum usia kehamilan cukup bulan (≥37 minggu), bersalin spontan, tidak memiliki riwayat gangguan mental, dan bersedia menjadi responden. Kriteria eksklusi mencakup ibu yang sedang menggunakan obat psikotropika atau memiliki komplikasi medis berat. Data dikumpulkan melalui kuesioner Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) dan rekam medis pasien, termasuk kadar Hb dan IMT.Hasil: Korelasi Pearson menunjukkan hubungan negatif yang kuat antara kadar Hb dan skor EPDS (r = -0,781, p < 0,05). Regresi linier menunjukkan bahwa Hb dan IMT secara signifikan mempengaruhi skor EPDS, dengan Hb memiliki pengaruh yang lebih besar.Korelasi Pearson antara BMI dan EPDS menunjukkan hubungan positif sedang (r = 0.573, p < 0.05).Kesimpulan: Tingkat Hb yang rendah dan BMI yang tinggi adalah faktor risiko untuk postpartum blues.Studi ini menekankan pentingnya menjaga kadar Hb dan BMI yang sehat untuk mencegah postpartum blues.
EFFECTIVENESS OF AMLODIPINE WITH CONCOMITANT HERBAL THERAPY (BAY LEAVES, CELERY, CUCUMBER) IN HYPERTENSIVE PATIENTS IN SURAKARTA Mahmuda, Nur Amalia; Andrajati, Retnosari; Elya, Berna
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2939

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang. Penggunaan tanaman obat sebagai terapi komplementer mulai banyak dilirik, namun bukti ilmiahnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas amlodipin dengan terapi penyerta tanaman obat (daun salam, seledri, dan/atau timun) dibandingkan dengan monoterapi amlodipin pada pasien hipertensi. Desain penelitian adalah kohort retrospektif dengan menggunakan data dari rekam medis dan kuesioner pada pasien di tiga puskesmas Kota Surakarta. Efektivitas terapi diukur dari pencapaian target tekanan darah selama tiga bulan. Analisis dilakukan menggunakan uji bivariat dan regresi logistik multivariat. Hasil menunjukkan efektivitas klinis lebih tinggi pada kelompok amlodipin dengan terapi penyerta tanaman obat berupa daun salam, seledri, dan/atau mentimun (78,4%) dibandingkan monoterapi amlodipin (68,8%), meskipun tidak signifikan secara statistik (p=0,160). Faktor yang berhubungan signifikan dengan efektivitas adalah kepatuhan terapi (p<0,001), tekanan darah sistolik awal (p<0,001), dan tingkat pendidikan (p=0,047). Penggunaan tanaman obat sebagai terapi penyerta pada pasien yang menjalani terapi amlodipin menunjukkan potensi tambahan dalam menurunkan tekanan darah, namun belum terbukti signifikan. Penelitian prospektif atau uji klinis diperlukan untuk menilai manfaat dan keamanannya lebih mendalam.
INTERNAL AND EXTERNAL DETERMINANTS OF NURSING CARE DOCUMENTATION: A SCOPING REVIEW IN INPATIENT SETTINGS Soekerno, Nany; Ahsan, Ahsan; Laily, Laily
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2943

Abstract

Dokumentasi asuhan keperawatan merupakan bagian penting dari pelayanan kesehatan, berfungsi sebagai sarana komunikasi antarprofesional sekaligus bukti hukum tindakan keperawatan. Kelengkapan dokumentasi berdampak langsung pada keselamatan pasien, mutu layanan, dan keberlanjutan proses asuhan. Scoping review ini bertujuan memetakan faktor internal dan eksternal yang memengaruhi kelengkapan dokumentasi keperawatan di ruang rawat inap serta mengidentifikasi strategi peningkatan kepatuhan. Review dilakukan dengan kerangka PRISMA. Pencarian literatur dilakukan melalui Scopus (n=85), PubMed (n=125), dan ProQuest (n=90), dengan total 300 artikel. Setelah menghapus duplikasi (n=60), penyaringan otomatis (n=30), serta mengecualikan artikel tidak lengkap atau tidak relevan (n=30), sebanyak 45 artikel dinilai kelayakannya. Sebanyak 15 artikel memenuhi kriteria inklusi (diterbitkan dalam lima tahun terakhir, berbahasa Inggris atau Indonesia, dan relevan dengan kepatuhan dokumentasi) untuk dianalisis secara naratif. Hasil menunjukkan tingkat kepatuhan dokumentasi berkisar 60–80%. Faktor internal meliputi latar belakang pendidikan, pengalaman kerja, pengetahuan, sikap, dan motivasi perawat. Faktor eksternal mencakup supervisi kepala ruang, beban kerja, pelatihan berkelanjutan, serta dukungan teknologi informasi. Strategi efektif untuk meningkatkan kelengkapan dokumentasi antara lain supervisi terstruktur, pembagian beban kerja proporsional, pelatihan berkesinambungan, dan penerapan sistem dokumentasi elektronik yang terintegrasi serta mudah digunakan dengan panduan jelas. Kesimpulannya, peningkatan kelengkapan dokumentasi keperawatan membutuhkan dukungan sistematis, bukan hanya upaya individu. Optimalisasi jumlah tenaga sesuai kapasitas ruang dan adopsi sistem elektronik terintegrasi dapat memperkuat akurasi, efisiensi, dan konsistensi, sehingga mutu pelayanan keperawatan tetap terjaga.
FACTORS INFLUENCING THE IMPLEMENTATION OF PATIENT CENTERED CARE IN HEALTH SERVICES: A SCOPING REVIEW Tinggogoy, Meitha; Putra, Kuswantoro Rusca; Kapti, Rinik Eko
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2944

Abstract

Patient-Centered Care (PCC) merupakan pendekatan penting dalam meningkatkan kualitas layanan, keterlibatan pasien, dan hasil kesehatan dengan menempatkan kebutuhan, preferensi, serta nilai pasien sebagai pusat proses pelayanan. Meskipun manfaat PCC telah diakui secara luas, implementasinya terutama di negara berkembang masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kurangnya pemahaman tenaga kesehatan, keterbatasan waktu, beban kerja tinggi, dan minimnya dukungan organisasi. Artikel ini bertujuan melakukan scoping review terhadap faktor-faktor yang memengaruhi implementasi PCC. Pencarian artikel dilakukan secara sistematis melalui database PubMed, ProQuest, dan Google Scholar dengan kata kunci: “patient-centered care, factors influencing PCC, barriers to PCC.” Kriteria inklusi meliputi studi primer, tinjauan sistematis, atau studi kelayakan yang diterbitkan dalam Bahasa Indonesia, Inggris, atau Korea pada tahun 2019–2024. Dari 1.450 artikel yang diidentifikasi, sebanyak 16 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor internal yang memengaruhi implementasi PCC mencakup empati, kompetensi literasi kesehatan, kelelahan kerja, kompetensi keselamatan pasien, pelatihan humanistik, stres kerja, kualitas hidup, profesionalisme perawat, dan komunikasi efektif. Faktor eksternal meliputi lingkungan kerja yang mendukung, budaya organisasi berbasis PCC, infrastruktur fasilitas, dukungan manajemen, aksesibilitas, dan persepsi pasien. Kesimpulan: PCC merupakan pendekatan strategis yang memberikan manfaat besar terhadap hasil kesehatan pasien dan efisiensi layanan. Namun, implementasi yang berhasil membutuhkan dukungan kebijakan, pelatihan, dan perubahan sistemik dalam organisasi pelayanan kesehatan.
THE EFFECTIVENESS OF HIGH-INTENSITY INTERVAL TRAINING (HIIT) ON WEIGHT LOSS AND METABOLIC PARAMETERS: A SCOPING REVIEW Rahman, Farid; Anom, Firdho Muchdi Alwidian
JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG, Online ISSN 2579-8103 Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung
Publisher : Poltekkes Kemenkes Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34011/juriskesbdg.v17i2.2947

Abstract

Obesitas merupakan permasalahan kesehatan global yang terus meningkat, dengan prevalensi yang signifikan di Indonesia. High-Intensity Interval Training (HIIT) muncul sebagai metode latihan yang efisien dalam menurunkan berat badan dan memperbaiki kesehatan metabolik. Studi ini merupakan scoping review yang bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas HIIT dalam menurunkan berat badan pada individu dengan kelebihan berat badan dan obesitas. Pencarian literatur dilakukan melalui lima basis data utama (PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, ProQuest, dan EBSCO), menghasilkan 20 studi intervensi dengan total 1.184 partisipan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa HIIT secara signifikan menurunkan massa lemak tubuh, meningkatkan VO₂maks, memperbaiki indeks massa tubuh (BMI), serta meningkatkan komposisi tubuh. Protokol HIIT yang efektif berkisar antara 80–95% VO₂maks, dengan durasi latihan 10–45 menit per sesi dan frekuensi 2–5 kali per minggu. Selain peningkatan efektivitas metabolik, HIIT juga terbukti meningkatkan kepatuhan terhadap latihan melalui durasi yang lebih singkat dan intens. Meski demikian, heterogenitas protokol dan variasi respons individu menjadi keterbatasan dalam generalisasi hasil. HIIT dapat direkomendasikan sebagai strategi latihan non-farmakologis untuk pengelolaan berat badan. Pendekatan ini juga efektif dalam pencegahan penyakit metabolik secara individual maupun populasi.

Filter by Year

2008 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 2 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 18 No 1 (2026): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 17 No 2 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 17 No 1 (2025): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 2 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 16 No 1 (2024): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung (In Progress) Vol 15 No 2 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 15 No 1 (2023): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 2 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 14 No 1 (2022): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 2 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 2 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 12 No 1 (2020): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes DepKes Bandung Vol 11 No 2 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 11 No 1 (2019): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 10 No 1 (2018): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 2 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 9 No 1 (2017): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 7 No 1 (2014): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 4 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 3 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 2 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 6 No 1 (2013): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 4 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 2 (2012): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 5 No 1 (2012): JURNAL RISET KESEHATAN POLTEKKES DEPKES BANDUNG Vol 4 No 1 (2011): Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung Vol 2 No 2 (2009): Jurnal Riset Kesehatan Vol 1 No 1 (2008): Jurnal Riset Kesehatan More Issue