cover
Contact Name
Ririn Hunafa Lestari
Contact Email
ririnhunafa@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ceria@journal.ikipsiliwangi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota cimahi,
Jawa barat
INDONESIA
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif)
ISSN : 26144107     EISSN : 26146347     DOI : -
Core Subject : Education,
Ceria Journal publishes original research or theoretical papers about teaching and Preschool Education study program of IKIP Siliwangi on current science issues, namely: -Teacher of Early Childhood Education Programs. -Observers and Researchers of Early Childhood Education Programs. -Educational decisions maker on regional and national level.
Arjuna Subject : -
Articles 549 Documents
PENGGUNAAN LAGU WAJIB NASIONAL UNTUK MENINGKATKAN KARAKTER PELAJAR PANCASILA CINTA TANAH AIR Fitria, Alya Maulida; Aprianti, Ema
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i2.25674

Abstract

Media sosial memiliki dampak negatif kepada anak usia dini. Salah satunya yaitu lagu yang diperdengarkan tidak sesuai dengan usia anak. Hal ini menyebabkan anak sering menyanyikan lagu tersebut. Oleh karena itu, pengarahan dari orang terdekat sangat diperlukan.  Orang-orang terdekat bisa mengganti lagu yang tidak sesuai dengan usia anak dengan lagu nasional. Pemilihan lagu nasional ini selain sesuai dengan usia anak serta dapat menanamkan rasa cinta tanah air pada anak. Setelah peneliti melakukan observasi di RA (Raudhatul Athfal) Al-Mudhiyah sebagian besar dari peserta didik disana sering menyanyikan lagu yang tidak sesuai dengan usianya. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan karakter pelajar Pancasila cinta tanah air menggunakan lagu wajib nasional melalui metode demontrasi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas dalam 2 siklus, setiap siklus terdapat tiga pertemuan. Subjeknya adalah 25 anak kelompok B di RA Al-Mudhiyah.  Data dikumpulkan menggunakan observasi kemudian dianalisis dalam bentuk persentase. Penelitian ini dapat meningkatkan karakter pelajar Pancasila cinta tanah air pada anak dengan kategori nilai berkembang sangat baik. Pada kondisi prasiklus belum terdapat anak dengan kategori nilai berkembang sangat baik, siklus pertama meningkat menjadi 14,7% dan pada siklus II menjadi 73,3%. Social media hurts early childhood. One of them is the songs that are played that are not appropriate for the child's age. This causes children to often sing the song. Therefore, direction from the closest person is essential. The closest people can replace songs that are not appropriate for the child's age with national songs. The selection of this national song is not only appropriate for the child's age but can also instill a sense of love for the country in children. After the researcher conducted observations at Raudhatul Athfal Al-Mudhiyah, most of the students there often sang songs that were not appropriate for their age. Therefore, this study aims to improve the character of Pancasila students who love the country using national compulsory songs through the demonstration method. This study uses a classroom action research method in 2 cycles; each cycle has 3 meetings. The subjects were 25 children in group B at RA Al-Mudhiyah. Data was collected using observation and then analyzed in the form of a percentage. This study can improve the character of Pancasila students who love the country in children with a very well-developed value category (BSB). In the pre-cycle conditions, there were no children with very good development value categories; in the first cycle, it increased to 14.7%, and in cycle 2, it became 73.3%.
Snake and Ladder: Penerapan Media Pembelajaran dalam Meningkatkan Kecerdasan Logika Matematika Anak Usia Dini Ernawati, Linda; Aprianti, Ema
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i3.26026

Abstract

Logical-mathematical intelligence refers to the ability to process numbers, recognize shapes and symbols, and understand calculation concepts. Logical-mathematical intelligence plays a crucial role in daily life; therefore, it must be stimulated to develop optimally. In Group A children aged 4–5 years, the development of logical-mathematical intelligence often faces obstacles, primarily due to the lack of media that effectively stimulates it. To address this issue, the researchers used snake and ladder media as a stimulus for children's logical-mathematical intelligence. The purpose of this study was to improve children's logical-mathematical intelligence through the use of snake and ladder media. This study employed classroom action research (CAR). The research subjects consisted of eight Group A children and one teacher. Data were collected through observation and analyzed using descriptive quantitative techniques with percentage calculations. The results showed that after the implementation of snake and ladder media, the logical-mathematical intelligence of Group A children increased in each cycle, from 48% to 81%. Indicators of children's intelligence included (1) ability to follow game rules, (2) understanding of forward and backward counting, and (3) ability to count from 1 to 10.
Penggunaan Permainan Jam Pintar dalam Mengembangkan Kemampuan Berhitung Anak Usia Dini Suryani, Suryani; Westhisi, Sharina Munggaraning; Rizkita, Diantifani
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hal yang melatar belakangi adanya anak yang belum mampu membilang dan menyebutkannya angka, terlihat ketika guru mengangkat tujuh jarinya sebagian anak menyebut itu lima, enam, dan sembilan. Beberapa anak juga belum mengetahui simbol. Saat guru memperlihatkan angka 6 dan 9, anak belum bisa membedakan angkanya. Salah satu upaya guru dalam mengembangkan kemampuan berhitung  dengan menggunakan media jam pintar yang dapat menstimulus anak melakukan aktivitas belajar, mengembangkan imajinasinya, memudahkan mengenal dan tahu simbol (angka, gambar, isyarat). Cara menggunakan jam pintar yaitu dengan angka digerakkan ke gambar yang cocok, secara langsung anak mengetahui simbol angka terutama dapat mengembangkan kecakapan berhitung. Adapun maksud dan tujuan riset ini yaitu mengembangkan kemampuan berhitung anak kelompok A dengan permainan jam pintar. Riset ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, adapun subjek penelitian kelompok A sebanyak 10 anak. Data dikumpulkan melalui pengamatan dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan model Miles and Huberman melalui tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil riset menunjukkan melalui metode jam pintar anak mampu mengenal waktu, menyebutkan dan mengurutkan angka 1-12, memahami banyak-sedikit, membedakan angka 6 dan 9. The background of children who are not yet able to count and mention numbers can be seen when the teacher raises seven fingers; some children call it five, six, and nine. Some children also do not know the symbols. When the teacher shows the numbers 6 and 9, the children cannot distinguish the numbers. One of the teacher's efforts in developing numeracy skills is using smartwatch media that can stimulate children to do learning activities, develop their imagination, and make it easier to recognize and know symbols (numbers, pictures, gestures). How to use a smartwatch is by moving the numbers to the matching picture; children directly know the number symbols, especially if they can develop numeracy skills. The intent and purpose of this research are to develop the numeracy skills of group A children with smartwatch games. This research uses a qualitative descriptive method, while the research subjects for group A are 10 children. Data was collected through observation and documentation. Data analysis used the Miles and Huberman model through three stages, namely data reduction, data presentation, and conclusions. Research results show that through the smartwatch method, children are able to recognize time, name, and order numbers 1-12, understand more and less, and differentiate between numbers 6 and 9.
Meningkatkan Kemampuan Sains Anak Usia Dini melalui Kegiatan Eksperimen Azia, Amala Yahdi; Nuraeni, Lenny
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i2.26406

Abstract

Kemampuan sains pada anak kelompok B1 di Raudhatul Athfal (RA) At-Taqwa masih banyak anak yang kemampuan sainsnya berada pada kategori Mulai Berkembang. Oleh karena itu perlu suatu upaya untuk meningkatkan kemampuan sains tersebut melalui kegiatan eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan sains pada anak kelompok B1 di RA At-Taqwa melalui kegiatan eksperimen. Metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas. Tindakan kelas merupakan suatu siklus yang berkesinambungan dengan Subjek penelitian berjumlah 17 anak. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dengan analisis data deskriptif kuantitatif dengan rumus persentase. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan sains anak pada tahapan prasiklus yakni 44,5% dengan kategori Mulai Berkembang. kemudian mendapatkan hasil di siklus 1, kemampuan sains pada anak meningkat sekitar 59,7% dengan kategori berkembang sesuai harapan. Kemudian setelah mendapat tindakan siklus 2, kemampuan sains anak mencapai 73,2% dengan kategori berkembang sesuai harapan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan eksperimen sangat perlu diterapkan di lembaga RA At-Taqwa disamping kegiaran tanya jawab dan bercakap-cakap yang diterapkan sebelumnya sehingga menjadi satu kesatuan yang saling mendukung untuk meningkatkan kemampuan sains pada anak. The science ability of group B1 children at Raudhatul Athfal (RA) At-Taqwa is still in the category of Beginning to Develop. Therefore, we need to try to enhance these science abilities through experimental activities. This study aims to determine the increase in science abilities in group B1 children at RA At-Taqwa through experimental activities. The method used is classroom action research. Classroom action is a continuous cycle with 17 children as research subjects. The data collection technique uses observation techniques with quantitative descriptive data analysis with a percentage formula. The results of the data analysis show that children's science abilities at the pre-cycle stage are 44.5% with the category Beginning to Develop. Then get the results in cycle 1: children's science abilities increase by around 59.7%, with the category developing according to expectations. Then, after receiving cycle 2 action, children's science abilities reach 73.2%, with the category developing according to expectations. This shows that experimental activities need to be implemented at the RA At-Taqwa institution in addition to the question-and-answer and conversation activities that were implemented previously so that they become a mutually supportive unit to improve children's science skills.
Hubungan Penyajian Bekal Makanan (Bento) dengan Pendekatan Ibu dan Anak di Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Salsala, Assyifa Zahroni; Andrisyah, Andrisyah; Musfita, Regita
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i2.26407

Abstract

Rentan nya hubungan keluarga antara ibu dan anak dikarenakan orang tua yang sibuk bekerja, anak pun merasa terabaikan apalagi terhadap asupan makanan anak yang cenderung dilakukan oleh sang ibu yang sudah sibuk diluar rumah untuk lebih memilih makanan siap saji, membiarkan anak jajan sembarangan dan tidak memperhatikan kandungan gizi sehingga membuat penulis ingin meneliti lebih dalam bagaimana hubungan kedekatan ibu dan anak yang berkembang melalui pembuatan bekal makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan yang terjalin dengan kedekatan antara ibu dan anak yang diberikan dalam hal penyajian bekal makanan (bento) pada Raudhatul Athfal (RA). Melalui studi literatur ini  penulis mengambil berbagai sumber data dari jurnal-jurnal yang telah dipublikasikan terkait dengan hubungan pendekatan ibu dan anak melalui penyajian bekal makanan (bento). Analisis Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengumpulan data, pengorganisasian, serta analisis lanjutan menggunakan metode dokumentasi yang diambil dari jurnal Online yang terdapat pada Google Schoolar Setelah itu sumber data ini dianalisis lebih dari 15 artikel yang dimulai dari tahun 2005 hingga saat ini. kemudian diuraikan dengan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian yang penulis dapat dari analisis data tersebut selanjutnya akan dikaji kembali dengan menggunakan deskriptif analitik. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan hasil bahwa penyajian bekal makanan (bento) terbukti memberikan hubungan pada pendekatan antara ibu dan anak yaitu perantara berkomunikasi, dan  dapat mengontrol asupan anak. The vulnerability of family relationships between mothers and children due to parents who are busy working, children also feel neglected, especially regarding the child's food intake, which tends to be done by the mother, who is already busy outside the home, preferring fast food, letting children buy snacks carelessly, and not paying attention to nutritional content, so the author wants to research more deeply how the closeness of the mother and child develops through the preparation of food supplies. This study aims to analyze the relationship that is established with the closeness between mothers and children in terms of serving food supplies (bento) at Raudhatul Athfal (RA). Through this literature study, the author took various data sources from published journals related to the relationship between the mother and child approach through the presentation of food supplies (bento). Analysis Data collection was carried out by collecting data, organizing it, and further analyzing it using documentation methods taken from online journals found on Google Scholar. After that, this data source was analyzed in more than 15 articles starting from 2005 to the present. Then described using descriptive analysis methods. The results of the research that the author obtained from the data analysis will then be reviewed again using descriptive analytics. Based on the results of data analysis, it was found that the presentation of food supplies (bento) was proven to provide a relationship between the approach between mother and child, namely as a communication intermediary, and can control the child's intake.
Powerpoint Interaktif: Aplikasi Pembelajaran dalam Meningkatkan Minat Literasi Baca Tulis Anak Usia Dini Irsandi, Dian; Windarsih, Chandra Asri; Wulansuci, Ghina
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Literasi baca tulis merupakan salah satu cabang dari perkembangan bahasa anak, oleh karena itu literasi baca tulis sangat penting untuk diperkenalkan kepada anak sedari dini. Akan tetapi dalam kenyataannya anak-anak mudah merasa bosan ketika melakukan pembelajaran mengenai literasi. Oleh karena itu, diperlukan adanya inovasi media pembelajaran untuk memperkenalkan literasi baca tulis untuk anak, salah satunya adalah dengan menggunakan powerpoint interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat literasi baca tulis anak usia dini dengan aplikasi powerpoint interaktif. Penelitian ini menggunakan metode penelitian desktiptif kuantitatif. Subjek penelitian merupakan anak usia dini kelompok B yang berjumlah 12 peserta didik di RA Al-Hidayah. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi sebanyak 6 kali kepada peserta didik dan wawancara kepada guru kelas. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif menggunakan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan powerpoint interaktif dapat meningkatkan minat literasi baca tulis pada anak usia dini. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan di dalam indikator yang terdiri dari anak mampu mengurutkan dan membaca gambar menjadi sebuah cerita,  anak mampu menyebutkan benda yang berawalan huruf vokal dan konsonan, anak mampu mengelompokkan gambar yang memiliki huruf awalan sama, dan anak mampu menyusun dan faham arti dari kata yang ditunjukkan. Literacy is one of the branches of children's language development; therefore, it is very important to introduce literacy to children from an early age. However, in reality, children easily get bored when learning about literacy. Therefore, innovation in learning media is needed to introduce literacy to children, one of which is by using interactive PowerPoint. This study aims to determine the increase in interest in literacy in early childhood with interactive PowerPoint applications. This study uses a quantitative descriptive research method. The study subjects were 12 early childhood group B students at RA Al-Hidayah. Data collection was carried out by observing students 6 times and interviewing class teachers. Data analysis was carried out using descriptive statistical analysis using percentages. The results of the study showed that the use of interactive PowerPoint can increase interest in literacy in early childhood. This improvement can be seen from the increase in indicators consisting of children being able to sort and read pictures into a story, children being able to name objects that start with vowels and consonants, children being able to group pictures that have the same initial letter, and children being able to compose and understand the meaning of the words shown.
Permainan Tradisonal sebagai Upaya dalam Meningkatkan Kemampuan Logika Matematika Anak Usia Dini Nirawati, Eliana; Rohmalina, Rohmalina; Azhar, Aghnia Farrassyania
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i2.26454

Abstract

Kemampuan logika  matematika anak usia dini berhubungan erat dengan perkembangan kognitif pada anak usia dini. Salah satu kemampuan logika matematika anak yaitu mengenal lambang bilangan 1-10 dan berhitung awal. Tetapi sebagian besar anak kelompok B di paud Melati masih rendah dalam kemampuan logika matematikanya dan Salah satu faktor penyebabnya adalah media pembelajaran yang kurang menarik sehingga membuat anak kurang bersemangat dan termotivasi dalam belajar.  Untuk memotivasi anak diperlukan metode yang menarik salah satunya adalah permainan tradisional. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kemampuan logika matematika setelah di stimulus melalui permainan tradisional. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian 15 anak usia 5-6 tahun dengan 3 guru. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data secara kualitatif melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil observasi dari ketiga permainan menunjukkan bahwa permainan tradisional dapat meningkatkan kemampuan logika matematika anak. Dari 15 anak yang diteliti pada permainan engklek untuk mengenal lambang bilangan 3 anak sudah menunjukkan kategori berkembang sangat baik (BSB) 9 anak menunjukkan kategori berkembang sesuai harapan (BSH) dan 2 anak menunjukkan kategori mulai berkembang (MB). Melihat hasil tersebut menunjukkan adanya peningkatan kemampuan logika matematika anak yang dilakukan oleh guru melalui permainan tradisional. The mathematical logic ability of early childhood is closely related to cognitive development in early childhood. One of the mathematical logic abilities of children is recognizing the symbols of numbers 1-10 and early counting. However, most children in group B at Melati Preschool are still low in their mathematical logic ability, and one of the causal factors is the learning media that is less interesting so children are less enthusiastic and motivated to learn. To motivate children, an interesting method is needed, one of which is traditional games. The purpose of this study was to determine the increase in mathematical logic ability after being stimulated through traditional games. The method used in this study was descriptive qualitative. The subjects of the study were 15 children aged 5-6 years with 3 teachers. Data collection techniques include interviews, observation, and documentation. Qualitative data analysis techniques through data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of observations from the three games showed that traditional games can improve children's mathematical logic abilities. Of the 15 children studied in the hopscotch game to recognize number symbols, three children showed a very good development category, nine children showed a category of developing according to expectations, and two children showed a category of starting to develop. Seeing these results shows an increase in children's mathematical logic abilities carried out by teachers through traditional games.
Pengembangan Media Pembelajaran Dadu Abjad Flanel untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Anak Usia Dini Ammukarromah, Eulis Lulu; Jumiatin, Dedah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masih banyak anak usia dini yang kesulitan untuk berbicara secara fasih sehingga ada kata-kata yang tidak dapat dimengerti oleh pendidiknya. Diantaranya, kurangnya stimulus yang diberikan oleh orang tua maupun guru disekolah dalam meningkatkan kemampuan berbicaranya. Beberapa faktor yang melatar belakangi kurangnya keterampilan dan kemampuan berbicara pada anak antara lain, yakni strategi yang digunakan oleh guru dalam pembelajaran masih cenderung monoton atau teacher center, kurangnya media pembelajaran dan pembelajaran masih terpaku kepada Lembar Kerja Anak (LKA). Dengan demikian, peneliti berusaha untuk membuat sebuah media pembelajaran yang bisa digunakan untuk meningkatkan kemampuan berbicara anak usia 5-6 tahun, yaitu “Dadu Abjad Flanel”. Tujuan penelitian yang dilakukan di TK Miftahul Jannah ini, untuk mengetahui keefektifitan media pembelajaran dadu abjad flanel dalam peningkatan kemampuan berbicara. Adapun dalam penelitian ini menggunkan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) yaitu metode penelitian yang digunakan untuk menciptakan suatu produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut, dengan subjek penelitian anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah angket, observasi dan wawancara, dengan analisis penelitian kuantitatif dan kualitatif. Adapun hasil dari penelitian ini yaitu rancangan produk yang dikembangkan peneliti mendapatkan kategori sangat layak, guru dan anak menunjukkan respon baik dan antusias, serta keterampilan berbicara anak menjadi meningkat. There are still many early childhood children who have difficulty speaking fluently so there are words that cannot be understood by their educators. Among them, is the lack of stimulus given by parents or teachers at school in strengthening their speaking skills. Some factors that underlie the lack of skills and abilities to speak in children include, namely, the strategies used by teachers in learning still tend to be monotonous or teacher-centered, the lack of learning media, and learning is still focused on Children's Worksheets (LKA). Thus, researchers try to create a learning medium that can be used to improve the speaking skills of children aged 5-6 years, namely "Flannel Alphabet Dice." The purpose of the research conducted at Miftahul Jannah Kindergarten is to determine the effectiveness of flannel alphabet dice learning media in improving speaking skills. This study uses the research and development method (research and development), namely a research method used to create a particular product and test the effectiveness of the product, with research subjects aged 5-6 years. Data collection techniques in this study were questionnaires, observations, and interviews, with quantitative and qualitative research analysis. The results of this study are that the product design developed by the researcher was categorized as very feasible, teachers and children showed good and enthusiastic responses, and children's speaking skills improved.
Strategi Guru PAUD dalam Meningkatkan Seni Tari pada Anak Usia Dini melalui Video Pembelajaran Rosidah, Eulis; Zahro, Ifat Fatimah; Jumiatin, Dedah
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i3.26459

Abstract

This research was motivated by the lack of interest among some students in dance at PAUD Istiqomah. Therefore, this study aims to implement dance activities that are easy and engaging for children to support their physical motor development. Various aspects can be developed through dancing, including physical motor skills, cognitive abilities, and affective domains, all of which are interconnected. Therefore, dance can serve as a medium for teaching various life values. One solution for teachers facing challenges in the field is to teach dance movements to children using instructional video media. This study aims to identify teacher strategies to enhance young children's dance skills through the use of instructional videos. The subjects of this research were Group B children aged 5–6 years and homeroom teachers at PAUD Istiqomah Bandung. Data were collected through observation, interviews, and documentation. This study employed a qualitative descriptive approach. The results of the study show an improvement in children's dance skills through teacher strategies implemented using video-based learning media. The development of children's dance abilities was watched to improve based on field observations.
Penerapan Media Flash Card untuk Meningkatkan Kemampuan Berhitung Anak Usia 5-6 Tahun Nurjanah, Ineu; Zahro, Ifat Fatimah; Alam, Syah Khalif
CERIA (Cerdas Energik Responsif Inovatif Adaptif) Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025
Publisher : IKIP Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22460/ceria.v8i2.26473

Abstract

Berdasarkan kegiatan observasi yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa aspek dari perkembangan kognitif terhadap anak masih harus di kembangkan salah satunya dengan pemahaman serta pengenalan terhadap konsep dasar matematika atau kemampuan berhitung dasar anak, akan tetapi kegiatan berhitung kurang diminati oleh anak karena hal ini diakibatkan oleh beberapa faktor baik dari guru, media maupun metode pembelajaran yang digunakan sebagai alat pendukung, sehingga dengan adanya media flash card ini mampu membantu anak pada proses pembelajaran mengenai kemampuan berhitung anak.  Maka dari itu tujuan penelitian ini untuk mengetahui respon peserta didik dalam penerapan media flash card terhadap kemampuan berhitung anak usia 5-6 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru serta kepala sekolah Kober Nurjannah Arasyi dan anak usia 5-6 tahun yang berjumlah enam orang anak. Teknik pengumpulan data ini melalui teknik observasi dan wawancara. Pengolahan data yang telah dicatat dan dikumpulkan, dianalisis dengan melakukan  reduksi data, display data serta menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil dari penelitian menunjukan adanya peningkatan kemampuan berhitung kepada empat anak, dari keenam anak tersebut terdapat empat orang anak yang mampu menyebutkan angka dan menghitung benda dengan baik tetapi hanya dua anak yang dapat menjumlahkan bilangan dari 1 sampai 20 dengan menggunakan media flash card.   Based on the observation activities that have been carried out, it was found that aspects of cognitive development in children still need to be developed, one of which is by understanding and recognizing basic mathematical concepts or children's basic arithmetic skills, but arithmetic activities are less popular with children because this is caused by several factors, both from teachers, media, and learning methods used as supporting tools, so that with the presence of this flash card media, it can help children in the learning process regarding children's arithmetic skills. Therefore, the purpose of this study was to determine the response of students to the application of flashcard media to the arithmetic skills of children aged 5-6 years. The research method used was descriptive qualitative. The subjects of this study were teachers and the principal of Kober Nurjannah Arasyi and children aged 5-6 years, totaling six children. This data collection technique was through observation and interview techniques. The processing of data that had been recorded and collected was analyzed by reducing data, displaying data, and drawing conclusions. Based on the results of the study, showed an increase in the counting ability of four children. Of the six children, four were able to name numbers and count objects well, but only two children were able to add numbers from 1 to 20 using flash cards.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 8 No. 5 (2025): Volume 8 Number 5, September 2025 Vol. 8 No. 4 (2025): Volume 8 Number 4, July 2025 Vol. 8 No. 3 (2025): Volume 8 Number 3, May 2025 Vol. 8 No. 2 (2025): Volume 8 Number 2, March 2025 Vol. 8 No. 1 (2025): Volume 8 Number 1, January 2025 Vol. 7 No. 6 (2024): Volume 7 Number 6, November 2024 Vol. 7 No. 5 (2024): Volume 7 Number 5, September 2024 Vol. 7 No. 4 (2024): Volume 7 Number 4, July 2024 Vol. 7 No. 3 (2024): Volume 7 Number 3, May 2024 Vol. 7 No. 2 (2024): Volume 7 Number 2, March 2024 Vol. 7 No. 1 (2024): Volume 7 Number 1, January 2024 Vol. 6 No. 6 (2023): Volume 6 Number 6, November 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 Nomor 3, Mei 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Nomor 2, Maret 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 Nomor 1, Januari 2023 Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 Nomor 6, November 2022 Vol 5, No 5 (2022): Volume 5 Nomor 5, September 2022 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 Nomor 4, Juli 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 Nomor 3, Mei 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 Nomor 2, Maret 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 Nomor 1, Januari 2022 Vol 4, No 6 (2021): Volume 4 Nomor 6, November 2021 Vol 4, No 5 (2021): Volume 4 Nomor 5, September 2021 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 Nomor 4, Juli 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 Nomor 3, Mei 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 Nomor 2, Maret 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 Nomor 1, Januari 2021 Vol 3, No 6 (2020): Volume 3 Nomor 6, November 2020 Vol 3, No 5 (2020): Volume 3 Nomor 5, September 2020 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 Nomor 4, Juli 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 Nomor 3, Mei 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Maret 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 Nomor 1, Januari 2020 Vol 2, No 6 (2019): Volume 2 Nomor 6, November 2019 Vol 2, No 5 (2019): Volume 2 Nomor 5, September 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 Nomor 4, Juli 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 Nomor 3, Mei 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2, Maret 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 Nomor 1, Januari 2019 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 6 (2018): Volume 1 Nomor 6, November 2018 Vol 1, No 5 (2018): Volume 1 Nomor 5, September 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 Nomor 4, Juli 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 Nomor 3, Mei 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 Nomor 2, Maret 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 Nomor 1, Januari 2018 More Issue