cover
Contact Name
Muhammad Ali Adriansyah
Contact Email
ali.adriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikostudia@fisip.unmul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Psikostudia : Jurnal Psikologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23022582     EISSN : 26570963     DOI : -
PSIKOSTUDIA : JURNAL PSIKOLOGI is a peer-reviewed journal which is published by Universitas Mulawarman, East Kalimantan publishes biannually in June and December. This Journal publishes current original research on psychology sciences using an interdisciplinary perspective, especially within Organitational and Industrial Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, and Experimental Psychology Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
What Drives Innovative Work Behavior? Exploring the Roles of Business Acumen, Person-Job Fit, and Intrinsic Work Motivation Iqbal, Rofiq; Etikariena, Arum
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.17477

Abstract

PT RF, as one of the companies in Indonesia, faces challenges in the era of globalization and increasingly intense business competition. Innovative work behavior has become one of the critical factors determining the sustainability and competitive advantage of the organization. The phenomenon of dynamic changes in the business environment, technological advancements, and evolving consumer demands require organizations to continuously innovate in creating better products, services, or processes. This study aimed to identify factors influencing innovative work behavior by testing whether business acumen, person job fit, and intrinsic motivation could be predictors. Hypothesis testing used multiple regression analysis involving 239 employees at PT RF. The hypothesis testing involved multiple regression analysis and utilized a convenience sampling technique. The research data was collected using a questionnaire that was distributed online. The results prove that business acumen acumen (β = .038, t = 10.318, p = < .05) and person job fit (β = .146, t = 2.280, p = < .05) could predict innovative work behavior, meanwhile intrinsic work motivation (β = .044, t = .705, p = > .05) was not able to be a predictor. These findings provide implications for PT RF to give stimulus to improve employees' business acumen and perception of person job fit, encouraging them to behave innovatively. PT RF sebagai salah satu perusahaan di Indonesia mengadapi tantangan pada era globalisasi dan persaingan bisnis yang semakin ketat. Perilaku kerja inovatif menjadi salah satu faktor kritis yang menentukan keberlangsungan dan keunggulan kompetitif organisasi. Fenomena perubahan lingkungan bisnis yang dinamis, kemajuan teknologi, dan tuntutan konsumen yang terus berkembang menuntut organisasi untuk terus berinovasi dalam menciptakan produk, layanan, atau proses yang lebih baik. Untuk itu, penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi perilaku kerja inovatif dengan menguji apakah business acumen, person job fit, dan motivasi kerja intrinsik mampu berperan sebagai prediktor. Pengujian hipotesis menggunakan analisis multiple regression dengan melibatkan 239 pegawai di PT RF dari berbagai jenjang jabatan. Partisipan diperoleh dengan teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling dan data dihimpun melalui kuesioner yang disebarkan secara daring. Hasil penelitian membuktikkan bahwa business acumen (β = .038, t = 10.318, p = < .05) dan person job fit (β = .146, t = 2.280, p = < .05) dapat memprediksi perilaku kerja inovatif. Sementara itu, motivasi kerja intrinsik (β = .044, t = .705, p = > .05) tidak mampu menjadi prediktor. Temuan ini memberikan implikasi bagi PT RF untuk memberikan stimulus dalam meningkatkan business acumen serta persepsi person job fit pegawai agar mereka terdorong untuk berperilaku inovatif.
Intimate Friendship as a Pillar of Self-Esteem Formation in Adolescents from Broken Homes Anisyah, Anisyah; Ulfah, Khoiriyah; Erwanto, Erwanto
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.19012

Abstract

This study aims to explore the role of intimate friendship in supporting emotional well-being and self-esteem of late adolescents from broken homes. Adolescents from broken homes tend to experience emotional stress and obstacles in expressing themselves, caused by minimal support and communication from their parents. This situation encourages them to seek other sources of support outside the family, especially through the presence of close friends who can provide space to tell stories and become a source of emotional reinforcement. This study uses a qualitative approach using the phenomenological method, this study involved in-depth interviews with three adolescents from disharmonious family backgrounds. The results show that intimate friendship plays an important role in building self-esteem, reducing loneliness, improving emotional management, and strengthening self-acceptance. Emotional support from close friends also helps deal with psychological stress due to family conflict. Key factors such as trust, loyalty, and social support are key to the success of this relationship. These findings emphasize the importance of strong social relationships as a strategy to deal with emotional challenges and provide direction for psychological interventions that focus on strengthening interpersonal relationships. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran intimate friendship dalam mendukung kesejahteraan emosional dan self-esteem remaja akhir dari keluarga broken home. Remaja yang berasal dari keluarga broken home cenderung mengalami tekanan emosional dan hambatan dalam mengekspresikan diri, yang disebabkan oleh minimnya dukungan dan komunikasi dari orang tua. Situasi ini mendorong mereka untuk mencari sumber dukungan lain di luar keluarga, khususnya melalui kehadiran sahabat dekat yang mampu memberikan ruang untuk bercerita dan menjadi sumber penguatan secara emosional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode fenomenologi, studi ini melibatkan wawancara mendalam dengan tiga remaja berlatar belakang keluarga tidak harmonis. Hasilnya menunjukkan bahwa intimate friendship berperan penting dalam membangun harga diri, mengurangi kesepian, meningkatkan pengelolaan emosi, dan memperkuat penerimaan diri. Dukungan emosional dari teman dekat juga membantu menghadapi tekanan psikologis akibat konflik keluarga. Faktor utama seperti kepercayaan, kesetiaan, dan dukungan sosial menjadi kunci keberhasilan hubungan ini. Temuan ini menekankan pentingnya hubungan sosial yang kuat sebagai strategi menghadapi tantangan emosional, serta memberi arah bagi intervensi psikologis yang fokus pada penguatan relasi interpersonal.
Fostering Children's Independence: Behavioral Modification Strategies for Diaper Dependency Putri, Putu Riana Artyanti; Pratidina, Putu Ayu Onik; Winayanti, Ratna Devy; Lestari, Dita; Amalia, Fiqih
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.19252

Abstract

Children who were accustomed to using diapers often experienced difficulties in breaking this habit, requiring effective intervention strategies to enhance independence in using the toilet. This study aimed to evaluate the effectiveness of the modeling method in improving toilet training skills in children through video-based intervention and positive reinforcement. The research method used was an experimental approach with a Single-Subject Experimental Design (SSED) utilizing an A-B-A-B reversal design to observe behavioral changes before and after the intervention. The results indicated that the client was able to understand instructions and imitate toilet training behaviors from the provided video, showing an increase in the frequency and duration of not using diapers at home. However, the client still faced difficulties in defecating in the toilet and continued to use diapers in certain situations, such as at school or during sleep. The implications of this study suggested that the modeling method could be an effective strategy in establishing toilet training habits with consistent environmental support and appropriate reinforcement, making it applicable in broader educational and parenting contexts. Anak yang terbiasa menggunakan pampers sering mengalami kesulitan dalam melepas kebiasaan tersebut sehingga diperlukan strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan kemandirian dalam menggunakan toilet. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas metode modeling dalam meningkatkan keterampilan toilet training pada anak melalui intervensi berbasis video dan reinforcement positif. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain Single-Subject Experimental Design (SSED) menggunakan A-B-A-B reversal design untuk mengamati perubahan perilaku sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa klien mampu memahami instruksi dan meniru perilaku toilet training dari video yang diberikan serta mengalami peningkatan dalam frekuensi dan durasi tidak menggunakan pampers di rumah. Namun, klien masih mengalami kesulitan dalam buang air besar di kloset dan tetap menggunakan pampers dalam situasi tertentu seperti saat berada di sekolah atau tidur. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode modeling dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk kebiasaan toilet training dengan dukungan lingkungan yang konsisten serta reinforcement yang tepat sehingga dapat diterapkan secara lebih luas dalam konteks pendidikan dan pengasuhan anak.
Application of the Holland RIASEC Model to Support Career Development Tsani, Berlian Tiara; Adiati, Rosatyani Puspita
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.18608

Abstract

This research aims to assess and evaluate the suitability of a PT X employee’s interests, potential, and skills for their current position. Additionally, it seeks to provide recommendations for appropriate career development. The methods used in this study include a comprehensive individual assessment approach, incorporating psychological tests, the RIASEC model, and interviews. The results indicate that the subject's interests align with the Realistic and Conventional types, making them suitable for positions such as Junior Compensation and Benefit Staff and Junior Human Capital Information System Staff. Furthermore, the findings show that the subject possesses cognitive abilities and skills that support analytical and administrative work. The implications of this research include recommending the subject for one or both positions while providing career development strategies such as training, job expansion, and mentoring. Additionally, obtaining assessment results and counseling feedback is expected to enhance employee motivation, job satisfaction, and commitment to the company. This research contributes to career development strategies that align with both organizational and individual needs. Penelitian ini bertujuan dalam membantu dan mengevaluasi kesesuaian minat, potensi dan keterampilan yang dimiliki oleh seorang karyawan PT. X terhadap jabatannya. Selain itu membantu memberikan rekomendasi dalam pengembangan karier yang tepat. Metode yang digunakan penelitian ini meliputi pendekatan asesmen individu komprehensif, berupa Tes Psikologi, RIASEC, dan Wawancara. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesesuaian minat subjek yaitu tipe Realistic dan Conventional pada posisi jabatan sebagai Junior Staf Compensation dan Benefit maupun Junior Staf Sistem Informasi Human Capital. Selain itu hasil menunjukkan subjek memiliki kemampuan kognitif dan keterampilan yang mendukung untuk menjalankan pekerjaan yang bersifat analitis dan administrative. Implikasi penelitian ini adalah merekomendasikan penempatan subjek pada salah satu atau kedua posisi jabatan tersebut, disertai dengan pemberian rekomendasi pengembangan karier seperti training, perluasan pekerjaan dan mentoring kepada subjek. Perolehan hasil asesmen dan feedback konseling juga diharapkan meningkatkan motivasi, kepuasan kerja dan komitmen karyawan terhadap perusahaan. Sehingga penelitian ini berkontribusi terhadap strategi pengembangan karier yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan individu.
Quarter Life Crisis Pada Masa Emerging Adulthood Permana, Firman Bayu; Sulastri, Augustina
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.18697

Abstract

During their lifetime, humans will face a complicated period of development starting from children, adolescents, adults, to the elderly period. The period from adolescence to adulthood will face challenges that impact individuals, which are identified as quarter life crisis. Quarter life crisis is a response to individual unpreparedness for increasing uncertainty, incompetence, continuous change, too many choices, and feelings of panic that appear in individuals with an age range of 18 years to 29 years. The purpose of this study is to provide an overview of the quarter life crisis in emerging adulthood. The method used is library research consisting of 10 research journals conducted by searching for literature reviews, reading relevant research reports, and analyzing them in depth to obtain empirical findings from previous research. The results of this study are that there are seven dimensions of quarter life crisis, namely doubts in decision making, feelings of hopelessness, judging themselves negatively, feeling entangled in difficult conditions, anxiety, feeling depressed, and concerns with interpersonal relationships. Variables associated with quarter life crisis are emotional intelligence, peer social support, age, perceived level of happiness, perceived level of distress, intolerance of uncertainty, self-esteem, Consideration of Future Consequences (CFC), Coping Self Efficacy (CSE), gender, self-concept, well-functioning family, and self-efficacy. Quarter life crisis has an impact on the social, mental health, emotional aspects of individuals and can be prevented by active efforts of individuals to get out of difficult times to find life goals. It is hoped that from this review, individuals in the emerging adulthood development phase can understand about quarter life crisis, know the influencing factors and can anticipate the impact that occurs during quarter life crisis. Selama masa hidupnya, manusia akan menghadapi masa perkembangan yang rumit dimulai dari anak-anak, remaja, dewasa, hingga pada periode usia lanjut. Masa remaja menuju dewasa akan menghadapi tantangan yang berdampak pada individu, yang diidentifikasi sebagai quarter life crisis. Quarter life crisis adalah respon mengenai tidak siapnya individu atas ketidakpastian yang meningkat, ketidakmampuan, perubahan yang berkelanjutan, pilihan yang terlalu banyak, dan perasaan panik yang tampak pada individu dengan rentang usia 18 tahun hingga 29 tahun. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran mengenai quarter life crisis pada masa emerging adulthood. Metode yang digunakan adalah penelitian pustaka berjumlah 10 jurnal penelitian dilakukan dengan mencari kajian literatur, membaca laporan penelitian yang relevan, dan menganalisis secara mendalam agar memperoleh temuan empiris dari penelitian sebelumnya. Hasil dari penelitian ini adalah ada tujuh dimensi quarter life crisis, yaitu keraguan dalam pengambilan keputusan, perasaan putus asa, menilai dirinya secara negatif, perasaan terjerat dalam kondisi sulit, timbul kecemasan, perasaan tertekan, dan kekhawatiran dengan relasi interpersonal. Variabel yang terkait dengan quarter life crisis yakni kecerdasan emosional, dukungan sosial teman sebaya, usia, tingkat kebahagiaan yang dirasakan, tingkat kesulitan yang dirasakan, intoleransi terhadap ketidakpastian, self-esteem, Consideration of Future Consequences (CFC), Coping Self Efficacy (CSE), jenis kelamin, konsep diri, keluarga yang berfungsi baik, dan efikasi diri. Quarter life crisis berdampak pada aspek sosial, kesehatan mental, emosional individu dan dapat dicegah dengan upaya aktif individu agar dapat keluar dari masa sulit hingga menemukan tujuan hidup. Diharapkan dari tinjauan ini, individu pada fase perkembangan emerging adulthood dapat memahami mengenai quarter life crisis, mengetahui faktor yang mempengaruhi dan dapat mengantisipasi dari dampak yang terjadi selama masa quarter life crisis.
Peers as a Bridge to Adaptation: A Study on Social Adjustment among New Student Aqiilah Salsabillah, Namira; Laily, Nadhirotul
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.19363

Abstract

Social adjustment was an important aspect in adolescent development, especially for students (santri) living in Islamic boarding schools (pesantren) where adaptation to various prevailing social norms and values was required. Peer interaction was believed to play a significant role in facilitating this adjustment, as positive peer relationships enabled individuals to learn social skills, build self-confidence, and understand surrounding social expectations. This study aimed to examine the influence of peer interaction on the social adjustment of junior high school students. A quantitative method with a simple linear regression approach was used. The sample consisted of 85 new students at SMP IT Al-Ibrah Gresik, selected through a saturated sampling technique. Data were collected using a closed-ended questionnaire based on a five-point Likert scale. The peer interaction scale contained 32 items covering openness, cooperation, and frequency of interaction, based on the theory by Suryani and Fitriani (2021). The social adjustment scale comprised 25 items based on Schneiders' theory in Tionardi (2019), which included recognition, participation, social approval, altruism, and conformity. The regression analysis showed that peer interaction had a significant effect on social adjustment, with an F value of 260.765 and a significance of 0.000. These findings emphasized the importance of strengthening positive peer interaction through social skills development programs in pesantren settings. Penyesuaian sosial merupakan aspek penting dalam perkembangan remaja, khususnya bagi santri yang tinggal di pesantren dan dituntut untuk mampu beradaptasi dengan norma serta nilai sosial yang berlaku. Interaksi teman sebaya diyakini berperan penting dalam membantu proses penyesuaian sosial karena melalui hubungan yang positif, individu belajar keterampilan sosial, membangun rasa percaya diri, dan memahami ekspektasi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi teman sebaya terhadap penyesuaian sosial santri SMP. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi linier sederhana. Sampel berjumlah 85 santri baru SMP IT Al-Ibrah Gresik yang diambil melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup berbasis skala Likert lima poin. Skala interaksi teman sebaya terdiri dari 32 item berdasarkan aspek keterbukaan, kerjasama, dan frekuensi hubungan menurut Suryani dan Fitriani (2021). Skala penyesuaian sosial terdiri dari 25 item berdasarkan teori Schneiders dalam Tionardi (2019) yang mencakup lima dimensi: recognition, participation, social approval, altruisme, dan conformity. Hasil analisis regresi menunjukkan pengaruh signifikan interaksi teman sebaya terhadap penyesuaian sosial, dengan nilai F sebesar 260,765 dan signifikansi 0,000. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan interaksi positif melalui program pengembangan keterampilan sosial di lingkungan pesantren.
Digital Parenting as A Predictor of Second Language Acquisition in Children Sessiani, Lucky Ade; Dewanti, Alya Lupita; Niswah, Anisatun
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.17274

Abstract

Technology access and digital media exposure allows children to develop skills using a second or foreign language. On the other hand, as part of children's daily lives, parents need digital parenting to ensure the benefits of technology and digital media for children's development. This study aims to empirically test the role of digital parenting in determining second language acquisition in children. A total of 175 parents with children aged 4-9 years were involved in this research. Convenience sampling was carried out by distributing research instruments to the parent community of kindergarten and elementary school students. Simple linear regression statistical analysis shows a significance level of 0.000 (p
Effectiveness of READY (Reading with Daddy) Training to Improve Fathers' Involvement in the Parenting and Language Skills of Preschool-Aged Children Patrichia, Estrilla Widya
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v11i4.9520

Abstract

Parents who consist of father and mother should carry out co-parenting to provide an optimal parenting model to support child development. However, the role of fathers in parenting in most Indonesian families is still far from being balanced with the role of mothers, so that Indonesia is one of the countries that is called a ‘fatherless country’. An intervention program aimed at increasing paternal involvement is needed. The READY (Reading with Daddy) program is an intervention program based on the three-step approach model of Lewin's Field Theory, which not only aims to increase fathers' involvement in parenting but is also beneficial for improving the language skills of preschoolers. The program intervention carried out in one of the kindergartens in Bengkulu was proven to increase fathers' involvement in parenting and improve children's language skills. This program can be a reference for the development of father parenting programs in the future.Orang tua yang terdiri terdiri dari pasangan ayah dan ibu seyogyanya perlu melakukan pengasuhan bersama (co-parenting) untuk memberikan model pengasuhan yang optimal dalam mendukung perkembangan anak. Namun demikian, peran ayah dalam pengasuhan anak di sebagian besar keluarga Indonesia dirasakan masih jauh dari keseimbangan dengan peran ibu, sehingga Indonesia merupakan salah satu negara yang disebut sebagai fatherless country. Oleh karena itu, sebuah program intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan ayah diperlukan. Program READY (Reading with Daddy) merupakan sebuah program intervensi yang berdasarkan pada pendekatan three-steps model dari Teori Medan Lewin (Lewin’s Field Theory), tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan, namun juga bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan bahasa anak usia prasekolah. Program intervensi yang dilakukan di salah satu sekolah PAUD di Bengkulu ini terbukti dapat meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan dan juga meningkatkan kemampuan bahasa anak. Program ini dapat menjadi acuan untuk pengembangan program-program parenting bagi ayah selanjutnya.
Social Support as a Predictor of Happiness in Undergraduate Students Working on Their Thesis Tan, Michellyn Deviana; Sumargi, Agnes Maria
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.16777

Abstract

Students who are working on a thesis generally experience anxiety not only related to their thesis research but also feel uncertainty about their future after graduating as a student. This has the potential to lower his level of happiness. Social support from family, friends, and close people can help students overcome anxiety, which can affect their happiness levels. This study aims to examine the influence of these social supports on the happiness of students who are working on their thesis. Given the possibility of differences in happiness based on gender, gender is considered in the analysis. The research participants were 205 students who were working on their thesis in Surabaya. Students participate by filling out online surveys using the Multidimensional Scale of Perceived Social Support and the Oxford Happiness Questionnaire which has been translated into Indonesian. The results of the regression analysis showed that only family support significantly affected the happiness of students and female students. Family support makes students view themselves positively and experience positive feelings that cause happiness so that they can face challenges in working on their thesis. Mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi umumnya mengalami kecemasan tidak hanya terkait dengan penelitian skripsinya tetapi juga merasakan ketidakpastian akan masa depannya setelah lulus sebagai mahasiswa. Hal ini berpotensi menurunkan tingkat kebahagiaannya. Dukungan sosial yang berasal dari keluarga, teman, dan orang terdekat dapat membantu mahasiswa mengatasi kecemasan, sehingga dapat mempengaruhi tingkat kebahagiaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dukungan-dukungan sosial tersebut terhadap kebahagiaan mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi. Mengingat adanya kemungkinan adanya perbedaan kebahagiaan berdasarkan gender, maka gender diperhitungkan dalam analisis. Partisipan penelitian adalah 205 orang mahasiswa yang sedang mengerjakan skripsi di Surabaya. Mahasiswa berpartisipasi dengan mengisi survei secara daring menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support dan Oxford Happiness Questionnaire yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa hanya dukungan keluarga yang mempengaruhi kebahagiaan mahasiswa maupun mahasiswi secara signifikan. Dukungan keluarga membuat mahasiswa memandang dirinya secara positif dan mengalami perasaan-perasaan yang positif yang menimbulkan kebahagiaan sehingga dapat menghadapi tantangan dalam mengerjakan skripsi.
Emotion Regulation as the Key to Coping with Work Stress in Working Students Hartini, Sri; F, Cornelissen; Xiesoria, Cheerly; Kitaroe, Angeli; Ginting, Megawati; Mirza, Rina; Ayu, Lodiana
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.19250

Abstract

Working students faced academic and work-related pressures that could trigger job stress, affecting psychological well-being and performance. Emotion regulation played a crucial role in helping individuals adaptively cope with pressure. This study analyzed the relationship between emotion regulation and job stress among 94 working students using a quantitative method with a correlational analysis technique. Data were collected through a questionnaire using the Job Stress Scale based on Robbins et al. (2019) and the Emotion Regulation Scale from Gross (2015). The results showed a significant negative relationship between emotion regulation and job stress, where students with good emotion regulation experienced lower job stress levels. The psychological aspect of job stress had the strongest correlation with emotion regulation compared to physiological and behavioral aspects. Individuals who used adaptive emotion regulation strategies were better at managing pressure than those who used maladaptive strategies. These findings supported Gross’s theory and previous research on job stress and psychological well-being. The study’s implications emphasized the importance of emotion regulation-based interventions in academic and work environments to help students manage stress effectively and maintain a balance between academic and job demands. Mahasiswa yang bekerja menghadapi tekanan akademik dan pekerjaan yang dapat memicu stres kerja, berdampak pada kesejahteraan psikologis dan kinerja. Regulasi emosi berperan penting dalam membantu individu mengatasi tekanan secara adaptif. Penelitian ini menganalisis hubungan antara regulasi emosi dan stres kerja pada 94 mahasiswa yang bekerja, menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis korelasional. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Stres Kerja berdasarkan teori Robbins et al. (2019) dan skala Regulasi Emosi dari Gross (2015). Hasil penelitian menunjukkan hubungan negatif signifikan antara regulasi emosi dan stres kerja, di mana mahasiswa dengan regulasi emosi yang baik mengalami tingkat stres kerja lebih rendah. Aspek psikologis stres kerja memiliki korelasi paling kuat dengan regulasi emosi dibandingkan aspek fisiologis dan perilaku. Individu yang menggunakan strategi regulasi emosi adaptif lebih mampu mengelola tekanan dibandingkan yang menggunakan strategi maladaptif. Temuan ini mendukung teori Gross serta penelitian sebelumnya mengenai stres kerja dan kesejahteraan psikologis. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya intervensi berbasis regulasi emosi dalam lingkungan akademik dan pekerjaan untuk membantu mahasiswa mengelola stres secara efektif, serta menjaga keseimbangan antara tuntutan akademik dan pekerjaan.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 4 (2025): Volume 14, Issue 4, Desember 2025 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14, Issue 3, September 2025 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14, Issue 1, Maret 2025 Vol 14, No 4 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 3 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Volume 13, Issue 4, Desember 2024 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13, Issue 3, September 2024 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13, Issue 2, Juni 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13, Issue 1, Maret 2024 Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 3 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 4 (2023): Volume 12, Issue 4, December 2023 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12, Issue 2, Juni 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12, Issue 1, Maret 2023 Vol 12, No 4 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11, Issue 3, September 2022 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11, Issue 2, June 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11, Issue 1, March 2022 Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 2 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 3 (2021): Volume 10, Issue 3, November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10, Issue 2, Juli 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10, Issue 1, Maret 2021 Vol 10, No 3 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 3 (2020): Volume 9, Issue 3, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Issue 2, Juli 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9, Issue 1, Maret 2020 Vol 9, No 3 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 2 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Issue 2, December 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Issue 1, June 2019 Vol 8, No 2 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Issue 2, December 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Issue 1, June 2018 Vol 7, No 2 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 1 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Issue 2, December 2017 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Issue 1, June 2017 Vol 6, No 2 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Issue 2, December 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, Issue 1, June 2016 Vol 5, No 2 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 1 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Issue 2, December 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4, Issue 1, June 2015 Vol 4, No 2 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 1 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Issue 2, Desember 2014 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Issue 1, June 2014 Vol 3, No 2 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Issue 1, June 2013 Vol 2, No 2 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 1 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Issue 2, December 2012 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Issue 1, Juni 2012 Vol 1, No 2 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi More Issue