cover
Contact Name
Muhammad Ali Adriansyah
Contact Email
ali.adriansyah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
psikostudia@fisip.unmul.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Psikostudia : Jurnal Psikologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 23022582     EISSN : 26570963     DOI : -
PSIKOSTUDIA : JURNAL PSIKOLOGI is a peer-reviewed journal which is published by Universitas Mulawarman, East Kalimantan publishes biannually in June and December. This Journal publishes current original research on psychology sciences using an interdisciplinary perspective, especially within Organitational and Industrial Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, and Experimental Psychology Studies.
Arjuna Subject : -
Articles 484 Documents
Child is A Teacher: Family Experience with a Child with Autism Spectrum Disorder Anggreni, Ni Wayan Yuli Anggreni; Pratidina, Putu Ayu Onik; Pratiwi, Ni Made Ayu Yuli; Wistarini, Ni Nyoman Imas Pradnyanita; Apsari, Ayu Rahmadita
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.19182

Abstract

Families with children diagnosed with autism spectrum disorder faced various emotional, social, and economic challenges that affected their daily lives. The process of accepting their child's condition was marked by stress, anxiety, and the need for adaptive coping strategies. This study aimed to understand family experiences in dealing with and adapting to the condition of children with autism spectrum disorder, as well as to identify the coping strategies they used to manage these challenges. This research employed a qualitative approach using phenomenological methods, involving in-depth interviews with parents of children with autism spectrum disorder. Thematic analysis was conducted to explore experiences, challenges, and coping strategies applied by families. The findings revealed that families went through various emotional stages before reaching full acceptance, with coping strategies varying from social support and religious-based approaches to problem-solving strategies. This study highlighted the importance of psychosocial support and policies that address the needs of families in supporting children with autism. The implications of this research encouraged the development of more comprehensive community-based intervention programs to improve the psychological well-being of families and the quality of life of children with autism spectrum disorder. Keluarga dengan anak yang mengalami gangguan spektrum autisme menghadapi berbagai tantangan emosional sosial dan ekonomi yang mempengaruhi dinamika kehidupan mereka. Proses penerimaan terhadap kondisi anak diwarnai oleh stres kecemasan serta kebutuhan akan strategi koping yang adaptif. Studi ini bertujuan memahami pengalaman keluarga dalam menghadapi dan beradaptasi dengan kondisi anak yang memiliki gangguan spektrum autisme serta mengidentifikasi strategi koping yang digunakan dalam mengelola tantangan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi melibatkan wawancara mendalam kepada orang tua yang memiliki anak dengan gangguan spektrum autisme. Analisis tematik dilakukan untuk menggali pengalaman tantangan serta strategi koping yang diterapkan oleh keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga melalui berbagai tahap emosional sebelum mencapai penerimaan penuh dengan strategi koping yang bervariasi mulai dari dukungan sosial pendekatan berbasis agama hingga strategi berbasis pemecahan masalah. Studi ini menyoroti pentingnya dukungan psikososial dan kebijakan yang memperhatikan kebutuhan keluarga dalam mendampingi anak dengan autisme. Implikasi dari penelitian ini mendorong pengembangan program intervensi berbasis komunitas yang lebih komprehensif guna meningkatkan kesejahteraan psikologis keluarga serta kualitas hidup anak dengan gangguan spektrum autisme.
Resolving Career Dilemmas: An Individual Assessment Approach to Career Planning Winayanti, Ratna Devy; Suhariadi, Fendy; Ayu Yuli Pratiwi, Ni Made; Imas Pradnyanita Wistarini, Ni Nyoman; Riana Artyanti Putri, Putu
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.19251

Abstract

The management of capitation funds in the National Health Insurance (JKN) system required competent individuals to ensure transparency and financial accountability at primary healthcare facilities (FKTP). The JKN treasurer held a strategic role in planning, fund distribution, and reporting, making it necessary for the selection and assessment processes to be conducted comprehensively. This study aimed to evaluate the competencies of a JKN treasurer candidate based on analytical skills, planning, accuracy, communication, and work responsibility to ensure effective capitation fund management. The subject of this study was one treasured candidate, referred to by the initials AS. The research employed a multi-instrument assessment approach consisting of the Intelligence Structure Test (IST), DISC, Kraepelin, Papikostik, structured interviews, as well as the DAP (Draw-A-Person) test and Holland Self Inventory to understand the individual's personality traits and career interests. The results showed that the subject possessed strong intellectual potential and a personality profile compatible with administrative roles, based on Holland’s theory. However, aspects such as work responsibility and task planning still need improvement. The implications of this study emphasized the importance of an adaptive, competency-based assessment system and the need for continuous development programs. As a follow-up, a monitoring period of at least three months was conducted to observe the implementation of assessment recommendations and to ensure measurable improvements in the subject’s job performance. Pengelolaan dana kapitasi dalam sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memerlukan individu yang kompeten untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas keuangan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Bendahara JKN memegang peran strategis dalam perencanaan, penyaluran, dan pelaporan dana, sehingga proses seleksi dan asesmen kompetensi harus dilakukan secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kompetensi calon Bendahara JKN berdasarkan aspek kemampuan analitis, perencanaan, ketelitian, komunikasi, dan tanggung jawab kerja guna memastikan efektivitas pengelolaan dana kapitasi. Subjek dalam penelitian ini adalah satu orang calon bendahara dengan inisial AS. Metode penelitian menggunakan pendekatan asesmen multi-instrumen yang terdiri dari Struktur Tes Intelijensi (IST), DISC, Kraepelin, Papikostik, wawancara terstruktur, serta tes DAP (Draw-A-Person) dan Holland Self Inventory yang digunakan untuk memahami aspek kepribadian dan minat kerja individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek memiliki potensi intelektual yang baik serta kecenderungan kepribadian yang sesuai dengan karakteristik pekerjaan administratif berdasarkan teori Holland. Namun demikian, aspek tanggung jawab kerja dan perencanaan tugas masih perlu ditingkatkan. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya asesmen berbasis kompetensi yang adaptif serta perlunya program pengembangan berkelanjutan. Sebagai tindak lanjut, dilakukan pemantauan selama minimal tiga bulan untuk mengamati efektivitas implementasi rekomendasi asesmen dan memastikan peningkatan kinerja subjek secara nyata di lapangan.
Assertive Behavior in Classical Counseling Guidance Services to Improve Adolescent Social Skills Diharja, Umar; Sugiarti, Rini; Erlangga, Erwin
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.19287

Abstract

This project aims to investigate how intervention methods might be tailored to meet the individual requirements of teenagers from diverse cultural and social backgrounds. The objective is to make substantial contributions to education and developmental psychology, particularly in enhancing adolescent social skills via the implementation of assertive conduct in traditional counseling guidance services. The descriptive qualitative research method employing a case study methodology seeks to deliver a comprehensive grasp of the occurrences encountered by the research subjects. Site of investigation This study was performed on students at SMPIT Mutiara Cendekia Lubuklinggau, situated on Jalan Jenderal Sudirman, Jogoboyo Village, Lubuklinggau Utara II District, Lubuklinggau City. The study's findings indicated that assertive behavior is a crucial component in fostering successful communication and cultivating healthy social ties among students. In classical counseling guidance services, students are instructed to excel in several facets of assertiveness, including making requests, issuing refusals, self-expression, offering praise, and participating in conversations. The cultivation of assertive skills via traditional counseling services substantially enhances students' psychological well-being, communication abilities, and social interactions. Students enjoy enhanced self-confidence and can make substantial contributions to the improvement of social skills within the educational environment. Proficiency in social skills, encompassing empathy, cooperation, verbal and non-verbal communication, together with the capacity for constructive conflict resolution, fosters an inclusive and collaborative social environment that enhances collective learning. Penelitian ini dilatarbelakangi menggali secara mendalam bagaimana model intervensi dapat disesuaikan kebutuhan spesifik remaja dengan berbagai budaya dan sosial. Tujuan memberikan kontribusi signifikan bagi bidang pendidikan dan psikologi perkembangan, khususnya dalam upaya meningkatkan keterampilan sosial remaja melalui penerapan perilaku asertif dalam layanan bimbingan konseling klasikal. Metode Penelitian kualitatif deskriptif yang menggunakan pendekatan studi kasus bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam mengenai fenomena yang dialami oleh subjek penelitian. Lokasi penelitian Penelitian ini dilaksanakan pada siswa SMPIT Mutiara Cendekia Lubuklinggau yang beralamatkan di Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Jogoboyo Kecamatan Lubuklinggau Utara II Kota Lubuklinggau. Hasil penelitian didapatkan bahwa perilaku asertif merupakan elemen penting dalam pengembangan komunikasi efektif dan hubungan sosial yang sehat di kalangan siswa. Layanan bimbingan konseling klasikal, siswa dilatih untuk menguasai berbagai aspek asertivitas, yaitu permintaan, penolakan, pengekspresian diri, pujian, dan berperan dalam pembicaraan. Pengembangan keterampilan asertif melalui layanan bimbingan konseling klasikal memberikan dampak positif yang signifikan terhadap kesejahteraan psikologis, keterampilan komunikasi, dan hubungan sosial siswa. Siswa tidak hanya mengalami peningkatan dalam aspek kepercayaan diri sebagai individu, tetapi juga mampu memberikan kontribusi yang signifikan dan bermakna dalam meningkatkan keterampilan sosial di lingkungan sekolah. Penguasaan keterampilan sosial dengan empati, kerjasama, komunikasi verbal dan non-verbal, serta kemampuan untuk menyelesaikan konflik secara konstruktif dapat menciptakan lingkungan social yang inklusif, kolaboratif, dan mendukung proses pembelajaran bersama.
Self-Efficacy and Grit: The Key to Overcoming Procrastination in Thesis Writing Mustika, Cica; Laily, Nadhirotul
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i2.19365

Abstract

Academic procrastination was a significant obstacle in thesis completion often experienced by students, mainly due to low self-confidence and lack of perseverance in facing long-term tasks. This study aimed to determine the influence of Self-Efficacy and Grit on Academic Procrastination among students at Universitas Muhammadiyah Gresik during the thesis writing process. The research employed a quantitative approach using multiple linear regression methods and involved 75 students selected through purposive sampling. Data were collected using the Self-Efficacy scale, Grit scale, and Academic Procrastination scale. The results of the analysis showed that Self-Efficacy and Grit simultaneously had a significant influence on Academic Procrastination with a contribution of 58.2%. Partially, Self-Efficacy had a more dominant effect compared to Grit in reducing the tendency of academic procrastination. These findings confirmed that the higher the level of students' Self-Efficacy and Grit, the lower their level of academic procrastination. The implication of this research emphasized the importance of strengthening self-confidence and perseverance in educational intervention strategies to help students complete their final projects on time. Therefore, universities were recommended to develop psychological assistance programs and personal development training focused on enhancing Self-Efficacy and Grit as preventive efforts against procrastinative behavior. Prokrastinasi akademik merupakan hambatan signifikan dalam penyelesaian skripsi yang sering dialami mahasiswa, terutama akibat lemahnya keyakinan diri dan kurangnya ketekunan dalam menghadapi tugas jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Self-Efficacy dan Grit terhadap Prokrastinasi Akademik mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik dalam proses penyusunan skripsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode regresi linier berganda, melibatkan 75 mahasiswa sebagai responden yang dipilih melalui teknik incidental sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan skala Self-Efficacy, skala Grit, dan skala Prokrastinasi Akademik. Hasil analisis menunjukkan bahwa Self-Efficacy dan Grit secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Prokrastinasi Akademik dengan kontribusi sebesar 58,2%. Secara parsial, Self-Efficacy memiliki pengaruh yang lebih dominan dibandingkan Grit dalam menurunkan kecenderungan prokrastinasi akademik. Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi tingkat Self-Efficacy dan Grit mahasiswa, maka semakin rendah tingkat prokrastinasi akademik yang mereka alami. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan keyakinan diri dan ketekunan dalam strategi intervensi pendidikan guna membantu mahasiswa menyelesaikan tugas akhir tepat waktu. Oleh karena itu, perguruan tinggi disarankan mengembangkan program pendampingan psikologis dan pelatihan pengembangan diri yang terfokus pada peningkatan Self-Efficacy dan Grit sebagai upaya preventif terhadap perilaku prokrastinatif.
The Role of Authoritarian Parenting Style and Academic Resilience in Shaping Scholarship Students' Confidence in Career Decision-Making Resda Ceasaria, Melati; Virlia, Stefani
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 3 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i3.19062

Abstract

This study analyzes the role of academic resilience and authoritarian parenting style in shaping Career Decision-Making Self-Efficacy (CDMSE) among scholarship recipients. A quantitative approach with a correlational design was used, with participants selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires measuring academic resilience, authoritarian parenting style, and CDMSE, then analyzed using regression analysis. The results show that academic resilience positively contributes to CDMSE, helping students overcome academic challenges and increasing their confidence in making career decisions. Authoritarian parenting style has an ambivalent impact, fostering discipline while also increasing psychological pressure that may hinder career exploration. The implications of this study highlight the importance of psychological interventions in academic settings to strengthen academic resilience and the need for a more balanced parenting approach to provide students with the flexibility to pursue career paths that align with their interests and competencies.Penelitian ini menganalisis peran academic resilience dan authoritarian parenting style dalam membentuk Career Decision-Making Self-Efficacy (CDMSE) pada mahasiswa penerima beasiswa. Pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional digunakan dalam penelitian ini dengan partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang mengukur academic resilience, authoritarian parenting style, dan CDMSE kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan academic resilience berkontribusi positif terhadap CDMSE membantu mahasiswa menghadapi tantangan akademik dan meningkatkan kepercayaan diri dalam mengambil keputusan karir. Authoritarian parenting style memiliki dampak ambivalen di satu sisi membentuk kedisiplinan tetapi juga meningkatkan tekanan psikologis yang dapat menghambat eksplorasi karir. Implikasi penelitian ini menyoroti pentingnya intervensi psikologis di lingkungan akademik untuk memperkuat academic resilience serta perlunya pendekatan pola asuh yang lebih seimbang agar mahasiswa memiliki fleksibilitas dalam menentukan jalur karir sesuai dengan minat dan kompetensinya.
Waiting with Hope: How Waiting Time Shapes Patient Experience Zahirah, Lulu Rahma; Hurriyati, Dwi
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 3 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i3.14948

Abstract

Waiting time for services is a crucial factor influencing patient satisfaction, especially in primary healthcare facilities such as community health centers. Patients who experience long waiting times tend to feel dissatisfied, both objectively and based on their perception of the service received. This study aims to analyze the relationship between waiting time and patient satisfaction at Tegal Binangun Community Health Center in Palembang and to identify which aspects of waiting time have the most significant impact on patient satisfaction. This research employs a quantitative correlational design, involving patients as respondents selected through purposive sampling. Data were collected using a questionnaire measuring waiting time aspects based on the theory of Herjunianto, Wardhani, and Prihastuty (2014) and patient satisfaction aspects based on the theory of Purwanto (2007). The findings indicate a significant negative correlation between waiting time and patient satisfaction (r = -0.590, p < 0.05), with a contribution of 34.8%. The aspects of Actual Waiting Time and Perceived Waiting Time show a stronger influence on patient satisfaction dimensions such as Reliability, Responsiveness, and Empathy. These results suggest that the longer the waiting time, the lower the level of patient satisfaction, highlighting the need for community health centers to improve service efficiency to reduce waiting times. The implications of this study emphasize the importance of optimizing queue management systems and enhancing communication between healthcare providers and patients to improve the overall healthcare experience in primary care facilities.Waktu tunggu pelayanan menjadi faktor penting yang memengaruhi kepuasan pasien, terutama dalam layanan kesehatan primer seperti puskesmas. Pasien yang mengalami waktu tunggu lama cenderung merasa tidak puas, baik secara objektif maupun berdasarkan persepsi mereka terhadap layanan yang diterima. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara waiting time dengan kepuasan pasien di Puskesmas Tegal Binangun Palembang serta mengidentifikasi aspek waiting time yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan pasien puskesmas sebagai responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang mengukur aspek waiting time berdasarkan teori Herjunianto, Wardhani, dan Prihastuty (2014) serta aspek kepuasan pasien berdasarkan teori Purwanto (2007). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara waiting time dengan kepuasan pasien (r = -0.590, p < 0.05), dengan kontribusi sebesar 34.8%. Aspek Actual Waiting Time dan Perceived Waiting Time memiliki pengaruh yang lebih kuat terhadap dimensi kepuasan pasien seperti Reliability, Responsiveness, dan Empathy. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin lama waktu tunggu, semakin rendah tingkat kepuasan pasien, sehingga penting bagi puskesmas untuk meningkatkan efisiensi pelayanan guna mengurangi waktu tunggu. Implikasi penelitian ini menegaskan perlunya optimalisasi sistem antrean dan peningkatan komunikasi antara tenaga medis dan pasien untuk meningkatkan pengalaman layanan kesehatan di fasilitas primer.
The Application of Psychoanalytic Psychotherapy in Reducing Suicidal Ideation through Ego Functioning Enhancement: A Single-Subject Experiment Siraj, Muhammad Fakhrun; Winta, Mulya Virgonita I.; Pratiwi, MM. Shinta
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 3 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i3.19106

Abstract

Suicide is a complex mental health issue often associated with ego dysfunction, including affect regulation, impulse control, and defense mechanisms. This study aims to evaluate the application of psychoanalytic psychotherapy in enhancing ego function and reducing suicidal ideation in a final-year university student. The research employs a single-subject experimental design, measuring ego function before and after the intervention using the Ego Functioning Assessment (EFA). The subject underwent 10 sessions of psychoanalytic psychotherapy, focusing on intrapsychic conflict exploration, transference, and defense mechanisms. The results indicate a significant improvement in all aspects of ego function, particularly in impulse regulation, defense mechanisms, and cognitive processes, contributing to a reduction in the intensity of suicidal ideation. EFA scores showed substantial increases, and the subject transitioned from a neurotic personality organization to a normal personality organization. These findings suggest that psychoanalytic psychotherapy effectively strengthens ego function, which plays a crucial role in mitigating suicide risk. Future research is recommended to include a larger sample and longitudinal evaluation to validate these findings.Bunuh diri merupakan masalah kesehatan mental yang kompleks dan sering dikaitkan dengan gangguan fungsi ego seperti regulasi emosi, kontrol impuls, dan mekanisme pertahanan diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan psikoterapi psikoanalisis dalam meningkatkan fungsi ego dan menurunkan ide bunuh diri pada seorang pasien berstatus mahasiswa semester akhir. Penelitian menggunakan eksperimen subjek tunggal dengan pengukuran fungsi ego dilakukan sebelum dan setelah intervensi menggunakan Ego Functioning Assessment (EFA). Subjek menjalani 10 sesi psikoterapi psikoanalisis yang berfokus pada eksplorasi konflik intrapsikis, transferensi, dan mekanisme pertahanan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan dalam semua aspek fungsi ego, terutama dalam regulasi dan kontrol dorongan, mekanisme pertahanan, dan proses pemikiran yang berkontribusi pada penurunan intensitas ide bunuh diri. Skor EFA meningkat secara signifikan dan subjek mengalami transisi dari organisasi kepribadian neurosis ke normal. Temuan ini mengindikasikan bahwa psikoterapi psikoanalisis efektif dalam memperkuat fungsi ego yang berperan dalam mereduksi risiko bunuh diri. Penelitian ini merekomendasikan studi lebih lanjut dengan sampel yang lebih besar dan evaluasi jangka panjang untuk mengonfirmasi temuan ini.
The Application of Project-Based Learning as an Effort to Improve Learning Achievement in Vocational High School Students Apolonio, Arya; Romas, Muslimah Zahro; Rizkiyana, Ria
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 3 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i3.19481

Abstract

Low student achievement in vocational high schools (SMK) is one of the problems that has led to a decline in enrollment every year. One way to deal with this is to use a learning model that can boost student engagement and motivation. This study aims to investigate the relationship between project-based learning (PBL) and student academic performance at SMK. The researcher employed a quantitative approach with a sample size of 85 students out of a total population of 100 students. Data analysis was conducted using normality tests, linearity tests, Pearson Product Moment correlation tests, and partial correlation tests for each aspect. The normality test results showed that the data were normally distributed, while the linearity test showed a significant linear relationship between the two variables. Through the correlation test, the researcher found that there was a positive relationship between Project-Based Learning and learning achievement with a correlation coefficient of r = 0.572 and significant at the 0.01 level (p ≤ 0.05). These findings indicate that the implementation of Project-Based Learning significantly contributes to improving the learning achievement of vocational high school students. The implications of this study suggest that teachers need to optimize the use of project-based learning models as an effective learning strategy to improve the quality of learning and student learning outcomes in vocational high schools.Rendahnya prestasi belajar siswa di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) menjadi salah satu permasalahan yang berdampak pada menurunnya jumlah peserta didik setiap tahunnya. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan model pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara model pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning) dan prestasi belajar siswa SMK. Peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel sebanyak 85 siswa dari total populasi 100 siswa. Peneliti melakukan analisis data menggunakan uji normalitas, uji linearitas, dan uji korelasi Pearson Product Moment serta uji korelasi parsial pada setiap aspek. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data terdistribusi normal, sedangkan uji linearitas menunjukkan adanya hubungan linier yang signifikan antara kedua variabel. Melalui uji korelasi, peneliti menemukan bahwa terdapat hubungan positif antara Project Based Learning dan prestasi belajar dengan nilai koefisien korelasi r = 0,572 dan signifikan pada tingkat 0,01 (p ≤ 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan Project Based Learning secara signifikan berkontribusi terhadap peningkatan prestasi belajar siswa SMK. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa guru perlu mengoptimalkan penggunaan model pembelajaran berbasis proyek sebagai strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa di SMK.
Description of Student Self-Disclosure as Active Instagram Users Nabila, Syaikha; Anggraeni, Risa; Abidin, Zainal
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 3 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i3.16260

Abstract

In venting the feelings experienced, students often vent in various ways, one of which is using Instagram as a place to express the feelings of self that are being experienced.  The purpose of this study is to study the overview of self-disclosure of Faculty of Psychology, Padjadjaran University students through instagram story. The research was a qualitative study with the sampling technique used was convenience sampling. Research data was obtained in two stages. The first stage was carried out by distributing online questionnaires via google form and the second stage was conducted online interviews. The number of respondents in this study were 4 respondents of Faculty of Psychology, Padjadjaran University batch 2021, who had the criteria to upload instagram stories more than 4 times a week. The result of this study was found that the students of Faculty of Psychology at Padjadjaran University conducted self- disclosure through Instagram stories with the aim of expression, self-clarification, social validation, relationship development and social control. . In relation to the uploaded content, the account followers of the four respondents make interactions in the form of feedback on the uploaded Instagram content which can improve previously established relationships or even foster new relationships. This benefit is also felt by all respondents in this study where they feel that by opening themselves up on Instagram social media, they can build interactions both with discussions, simple chats, and also exchange experiences with old friends or new friends that can strengthen their relationships.Dalam melampiaskan perasaan yang dialami, mahasiswa kerap melampiaskan dengan berbagai cara, salah satunya menggunakan instagram sebagai wadah untuk mengungkapkan perasaan diri yang sedang dialami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gamabaran self-disclosure sejumlah mahasiswa berdasarkan pada Instagram story yang diposting oleh seluruh responden. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan dua tahap, tahap pertama dilakukan dengan membagikan kuesioner online melalui google form yang bertujuan sebagai screening untuk menjaring responden yang sesuai dengan kriteria. Kemudian, tahap  kedua dilakukan wawancara secara online bagi responden yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis tematik dengan jumlah responden yang terlibat sebanyak 4 orang responden dengan kriteria mengunggah instagram story lebih dari empat kali dalam satu minggu. Hasil penelitian menemukan bahwa seluruh responden melakukan self-disclosure melalui instagram story dengan tujuan untuk expression, self- clarification, social validation, relationship development dan social control. Berkaitan dengan konten yang diunggah, pengikut akun dari keempat responden membuat interaksi berupa feedback terhadap konten instagram yang diunggah yang mana hal tersebut dapat meningkatkan hubungan yang terjalin sebelumnya atau bahkan menumbuhkan hubungan baru. Manfaat ini juga dirasakan oleh seluruh responden dalam penelitian ini dimana mereka merasa dengan membuka diri di sosial media instagram, dapat membangun interaksi baik dengan diskusi, obrolan sederhana, dan juga bertukar pengalaman dengan teman-teman lama ataupun teman baru yang dapat mempererat hubungan mereka.
A Systematic Literature Review on Workplace Expectations and Behavioral Characteristics of Generation Z Employees Nugroho, Yohanes Agung Wahyu; Yanti, Bonita Eka Dama; Haryanto, Felik
Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 3 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi
Publisher : Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/psikostudia.v14i3.19486

Abstract

Generation Z, born after 1995, now constitutes a significant portion of the workforce. They have different expectations and behaviors than previous generations. To identify the workplace expectations and behavioral characteristics of Generation Z, this study reviewed 27 empirical articles published between 2016 and 2025. The results show that Generation Z highly values flexibility, work-life balance, and meaningful work. In addition, they are more responsive to participatory, open, and inclusive leadership styles. If they do not feel valued or emotionally connected to a company, they are more likely to leave it due to the situation. The results suggest that leadership strategies and organizational policies must be adjusted to the values of Generation Z.Generasi Z, yang lahir setelah tahun 1995, sekarang merupakan bagian penting dari angkatan kerja. Mereka memiliki ekspektasi dan perilaku yang berbeda dari generasi sebelumnya. Untuk mengidentifikasi ekspektasi tempat kerja dan karakteristik perilaku Generasi Z, studi ini meninjau 27 artikel empiris yang diterbitkan antara tahun 2016 dan 2025. Hasilnya menunjukkan bahwa Generasi Z sangat menghargai fleksibilitas, keseimbangan dalam kehidupan kerja, dan pekerjaan yang bermakna. Selain itu, mereka lebih responsif terhadap gaya kepemimpinan yang partisipatif, terbuka, dan inklusif. Jika mereka tidak merasa dihargai atau terhubung secara emosional dengan perusahaan, mereka cenderung meninggalkannya karena situasi. Hasilnya menunjukkan bahwa strategi kepemimpinan dan kebijakan organisasi harus disesuaikan dengan nilai Generasi Z.

Filter by Year

2012 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 15, No 1 (2026): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 4 (2025): Volume 14, Issue 4, Desember 2025 Vol 14, No 3 (2025): Volume 14, Issue 3, September 2025 Vol 14, No 2 (2025): Volume 14, Issue 2, Juni 2025 Vol 14, No 1 (2025): Volume 14, Issue 1, Maret 2025 Vol 14, No 4 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 3 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 2 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 14, No 1 (2025): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 4 (2024): Volume 13, Issue 4, Desember 2024 Vol 13, No 3 (2024): Volume 13, Issue 3, September 2024 Vol 13, No 2 (2024): Volume 13, Issue 2, Juni 2024 Vol 13, No 1 (2024): Volume 13, Issue 1, Maret 2024 Vol 13, No 4 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 3 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 2 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 13, No 1 (2024): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 4 (2023): Volume 12, Issue 4, December 2023 Vol 12, No 3 (2023): Volume 12, Issue 3, September 2023 Vol 12, No 2 (2023): Volume 12, Issue 2, Juni 2023 Vol 12, No 1 (2023): Volume 12, Issue 1, Maret 2023 Vol 12, No 4 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 3 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 2 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 12, No 1 (2023): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 4 (2022): Volume 11, Issue 4, Desember 2022 Vol 11, No 3 (2022): Volume 11, Issue 3, September 2022 Vol 11, No 2 (2022): Volume 11, Issue 2, June 2022 Vol 11, No 1 (2022): Volume 11, Issue 1, March 2022 Vol 11, No 4 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 3 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 2 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 11, No 1 (2022): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 3 (2021): Volume 10, Issue 3, November 2021 Vol 10, No 2 (2021): Volume 10, Issue 2, Juli 2021 Vol 10, No 1 (2021): Volume 10, Issue 1, Maret 2021 Vol 10, No 3 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 2 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 10, No 1 (2021): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 3 (2020): Volume 9, Issue 3, November 2020 Vol 9, No 2 (2020): Volume 9, Issue 2, Juli 2020 Vol 9, No 1 (2020): Volume 9, Issue 1, Maret 2020 Vol 9, No 3 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 2 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 9, No 1 (2020): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 2 (2019): Volume 8, Issue 2, December 2019 Vol 8, No 1 (2019): Volume 8, Issue 1, June 2019 Vol 8, No 2 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 8, No 1 (2019): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 2 (2018): Volume 7, Issue 2, December 2018 Vol 7, No 1 (2018): Volume 7, Issue 1, June 2018 Vol 7, No 2 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 1 (2018): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 2 (2017): Volume 6, Issue 2, December 2017 Vol 6, No 1 (2017): Volume 6, Issue 1, June 2017 Vol 6, No 2 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 6, No 1 (2017): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 2 (2016): Volume 5, Issue 2, December 2016 Vol 5, No 1 (2016): Volume 5, Issue 1, June 2016 Vol 5, No 2 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 5, No 1 (2016): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Issue 2, December 2015 Vol 4, No 1 (2015): Volume 4, Issue 1, June 2015 Vol 4, No 2 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 4, No 1 (2015): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 2 (2014): Volume 3, Issue 2, Desember 2014 Vol 3, No 1 (2014): Volume 3, Issue 1, June 2014 Vol 3, No 2 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 3, No 1 (2014): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 2 (2013): Volume 2, Issue 2, December 2013 Vol 2, No 1 (2013): Volume 2, Issue 1, June 2013 Vol 2, No 2 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 2, No 1 (2013): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 2 (2012): Volume 1, Issue 2, December 2012 Vol 1, No 1 (2012): Volume 1, Issue 1, Juni 2012 Vol 1, No 2 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi Vol 1, No 1 (2012): Psikostudia : Jurnal Psikologi More Issue