cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi_guru@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
shes@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
ISSN : 26209284     EISSN : 26209292     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Arjuna Subject : -
Articles 1,517 Documents
Pembelajaran Menulis Teks Berita Menggunakan Media Educaplay Amalia, Ghaitsa Shofa Putri; Ulfah, Anisa; Zahro, Syifa Khuriyatuz
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107325

Abstract

Learning to write news texts is an important part of developing language skills for grade VII students. However, in practice, many students have difficulty in composing news texts in a coherent, factual, and correct manner. This study aims to describe the planning, implementation, and learning outcomes of writing news texts using Educaplay media, an interactive digital platform designed to increase student participation and interest in learning. This study uses a qualitative descriptive method with data collection techniques through observation, interviews, documentation, and analysis of students' written work. The teaching module is analyzed to determine the use of digital media in the learning process, while students' writing results are evaluated based on news text assessment guidelines that include structure, language, and clarity of information. The subjects in this study were 22 grade VII students of MTs Tanwiriyah Kalisari in the even semester of the 2024/2025 academic year. The results showed that the use of Educaplay media significantly increased students' enthusiasm, creativity, and ability to write news texts. The average student score reached 80, which is included in the very good category. In conclusion, Educaplay media is effective for use in learning to write news texts and is recommended as an interesting and relevant innovation in Indonesian language learning with current developments.Pembelajaran menulis teks berita merupakan bagian penting dalam pengembangan keterampilan berbahasa siswa kelas VII. Namun, dalam praktiknya, banyak siswa mengalami kesulitan dalam menyusun teks berita secara runtut, faktual, dan sesuai dengan struktur yang benar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan hasil pembelajaran menulis teks berita dengan menggunakan media Educaplay, sebuah platform digital interaktif yang dirancang untuk meningkatkan partisipasi dan minat belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis hasil karya tulis siswa. Modul ajar dianalisis untuk mengetahui pemanfaatan media digital dalam proses pembelajaran, sedangkan hasil tulisan siswa dievaluasi berdasarkan pedoman penilaian teks berita yang mencakup struktur, kebahasaan, dan kejelasan informasi. Subjek dalam penelitian ini adalah 22 siswa kelas VII MTs Tanwiriyah Kalisari pada semester genap tahun ajaran 2024/2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Educaplay secara signifikan meningkatkan antusiasme, kreativitas, dan kemampuan siswa dalam menulis teks berita. Rata-rata nilai siswa mencapai 80, yang tergolong dalam kategori sangat baik. Kesimpulannya, media Educaplay efektif digunakan dalam pembelajaran menulis teks berita dan direkomendasikan sebagai inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia yang menarik dan relevan dengan perkembangan zaman.
Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berdiferensiasi untuk Meningatkan Keterampilan Berpikir Kritis Peserta Didik Sekolah Dasar Rokhmaniyah, Rokhmaniyah; Indrapangastuti, Dewi; Suryandari, Kartika Chrysti; Wijayanti, Murwani Dewi; Wahyudi, Wahyudi; Chamdani, Muhamad
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107549

Abstract

There are still many elementary school teachers who are not yet able to develop digital LKPD so that learning is less interesting for students.This community service aims to: (1) improve the skills of elementary school teachers in developing digital differentiated Student Worksheet and (2) improve the critical thinking skills of elementary school students through the development of differentiated Student Worksheets. This community service was carried out at Kebakalan Elementary School, Karanggayam, Kebumen, starting with a needs analysis to obtain information and problems experienced by teachers and students. After an agreement was reached between the teachers, principals and the P2M team, workshops, training, guidance and mentoring were carried out in making differentiated digital Student Worksheets. To determine the development and success of achieving the target of at least 85% of teachers skilled in making differentiated digital Student Worksheets, monitoring and evaluation were carried out. The outputs of this community service consist of mandatory outputs in the form of: community service articles in ISSN journals, community service activity articles in print or online media, and community service activity videos. The additional outputs are in the form of Differentiated Digital Student Worksheets. Masih banyak guru SD yang belum mampu mengembangkan LKPD digital sehingga pembelajaran kurang menarik peserta didik. Pengabdian ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan keterampilan guru SD dalam pengembangan LKPD digital berdiferensiasi dan (2) meningkatkan keterampilan berpikir kritis peserta didik SD melalui pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berdiferensiasi. Pengabdian ini dilaksanakan di SD Negeri Kebakalan, Karanggayam, Kebumen dengan diawali analisis kebutuhan untuk mendapatkan informasi dan permasalahan yang dialami para guru dan peserta didiknya. Setelah terjadi kesepakatan antara para guru, kepala sekolah dan tim P2M kemudian dilakukan kegiatan workshop, pelatihan, pembimbingan, pendampingan pembuatan LKPD digital berdiferensiasi. Untuk mengetahui perkembangan dan keberhasilan mencapai target  minimal 85 % guru terampil membuat LKPD digital berdiferensiasi, maka dilakukan monitoring dan evaluasi. Luaran pengabdian ini terdiri dari luaran wajib berupa: artikel pengabdian di jurnal ber-ISSN, artikel kegiatan pengabdian di media cetak atau online, dan video kegiatan pengabdian. Adapun luaran tambahan berupa LKPD Digital Berdiferensiasi.
Evaluasi Kesiapan Guru dan Siswa terhadap Literasi Digital dalam Meningkatkan Kemampuan Problem solving Siswa Sekolah Dasar pada Pembelajaran IPA Syafly, Muhammad Hafid; Suryandari, Kartika Chrysti; Retnosari, Rita
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107378

Abstract

The rapid development of technology makes learning readiness a crucial competency for both teachers and students. The readiness of teachers and students in implementing digital literacy encompasses an understanding of scientific concepts and the ability to apply knowledge in solving everyday problems. This research aims to evaluate the readiness of teachers and students to face digital literacy in science education to enhance problem-solving skills. This study employs a descriptive qualitative research design with the participation of elementary school teachers and students. A mixed-methods approach was utilized, involving 23 respondents, combining observation sheets, checklists, and interviews to assess the understanding and ability of teachers and students to effectively utilize technology in the learning process. The results, analyzed through descriptive statistics, indicate that teachers and students have met most of the aspects used in the application of digital literacy. This research concludes that teachers and students are considered ready to implement digital literacy learning to improve problem-solving abilities in science education.Perkembangan teknologi yang pesat menjadikan kesiapan belajar kompetensi penting bagi guru dan siswa, kesiapan guru dan siswa dalam pengimplementasian literasi digital mencakup pemahaman konsep ilmiah dan kemampuan menerapkan pengetahuan dalam memecahkan masalah sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesiapan guru dan siswa dalam menghadapi literasi digital pada pembelajaran IPA untuk meningkatkan problem solving. Penelitian menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan partisipasi guru dan siswa Sekolah Dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah mix method, dengan mengambil 23 responden yang menggabungkan lembar observasi, ceklist dan wawancara untuk menilai pemahaman dan kemampuan guru serta siswa dalam memanfaatkan teknologi secara efektif dalam proses pembelajaran. Hasil pengolahan data melalui statistik deskriptif penelitian menunjukkan bahawa guru dan siswa sudah memenuhi sebagain besar aspek yang digunakan dalam penerapan literasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru dan siswa sudah dikatakan siap dalam menerapkan pembelajaran literasi digital sebagai peningkatan kemampuan problem solving pada pembelajaran IPA.
The Effect of Snake and Ladder Game on Students’ Speaking Skill Sholikatin, Ana Arifa; Sofiana, Nina
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107415

Abstract

Fourth-grade students at SDN 01 Purwogondo struggle with English speaking skills, especially vocabulary and pronunciation, due to limited confidence, low motivation, and monotonous teaching methods lacking engaging media. The purpose of this study was to determine the use and effect of snakes and ladders game activities on students' speaking skills. This study investigated at SDN 01 Purwogondo in Grade IV totaling 30 students. This study used a quantitative research design using a pre-test and post-test. Speaking performance was evaluated based on vocabulary, fluency, pronunciation, and comprehension. The results showed a significant increase in students' speaking skills, with an average pre-test score of 66.2 and a post-test score rising to 92.9. The results of the paired sample t-test calculation with a sign (2 tails) the result was .000, lower than 0.05 as a significance level. The results of the analysis obtained a p-value of 0.000, so H0 was rejected and H1 was accepted, and the results of the hypothesis showed that there was a significant increase in students' speaking skills after using the snakes and ladders game. Siswa kelas empat di SDN 01 Purwogondo mengalami kesulitan dalam keterampilan berbicara bahasa Inggris, terutama dalam hal kosakata dan pelafalan, akibat kurangnya kepercayaan diri, motivasi yang rendah, dan metode pengajaran yang monoton tanpa media yang menarik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan penggunaan dan pengaruh aktivitas permainan ular tangga terhadap keterampilan berbicara siswa. Penelitian ini menyelidiki di SDN 01 Purwogondo pada Kelas IV yang berjumlah 30 siswa. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan pre-test dan post-test. Kinerja berbicara dievaluasi berdasarkan kosakata, kelancaran, pengucapan, dan pemahaman. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam keterampilan berbicara siswa, dengan skor rata-rata pra-tes menjadi 66,2 dan skor pasca-tes naik menjadi 92,9. Hasil perhitungan uji-t sampel berpasangan dengan tanda (2 ekor) hasilnya adalah .000, lebih rendah dari 0,05 sebagai tingkat signifikansi. Hasil analisis memperoleh nilai p sebesar 0,000, jadi H0 ditolak dan H1 diterima, dan hasil hipotesis menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan dalam keterampilan berbicara siswa setelah menggunakan permainan ular tangga. 
Peningkatan Literasi Budaya melalui Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) Berbantuan Assemblr Edu pada Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Kelas IV SD Hani, Himmah Ummi; Rokhmaniyah, Rokhmaniyah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107270

Abstract

This article discusses various journals that explore the implementation of Culturally Responsive Teaching (CRT) in the learning process, especially to strengthen students' cultural understanding at the elementary level. The findings of the analysis indicate that the CRT approach is able to encourage students to understand and appreciate cultural diversity through learning experiences that are relevant to the social and cultural context. Meanwhile, the use of Assemblr Edu, which is a media based on augmented reality technology, has been proven to increase students' interest in learning and help in understanding cultural material visually and in depth. The conclusion of this study emphasizes the importance of combining the CRT method with the support of digital media such as Assemblr Edu which has significant potential in developing cultural literacy among students, especially in Pancasila Education lessons at the elementary level.Salah satu kompetensi penting dalam penguatan karakter siswa, di era multicultural saat ini khususnya melalui pembelajaran Pendidikan Pancasila adalah pemahaman budaya. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menganalisis literatur terkait penerapan pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dalam proses pendidikan, terutama dalam memperdalam pemahaman budaya siswa di jenjang sekolah dasar. Di samping itu, penelitian ini juga bertujuan untuk meneliti kemungkinan penggunaan aplikasi Assemblr Edu sebagai alat pembelajaran yang relevan dan interaktif untuk mendukung pembelajaran yang berbasis budaya. Penelitian ini menerapkan metode Systematic Literature Review (SLR), yaitu cara analisis literatur yang dilakukan secara sistematis, teratur, dan dapat diulang untuk menemukan, menilai, dan menggabungkan temuan-temuan penelitian yang relevan sebelumnya. Temuan dari analisis menunjukkan bahwa pendekatan CRT mampu mendorong siswa untuk mengerti dan menghargai keragaman budaya lewat pengalaman belajar yang relevan dengan konteks sosial dan budaya. Sementara itu, penggunaan Assemblr Edu yang merupakan media berbasis teknologi augmented reality terbukti dapat meningkatkan ketertarikan siswa dalam belajar serta membantu dalam pemahaman materi budaya secara visual dan mendalam. Menggabungkan pendekatan CRT dengan media berbasis digital seperti AR, memberikan kesempatan besar untuk membangun proses pembelajaran yang lebih relevan, memiliki makna, dan berdasar pada keragaman budaya siswa dalam Pendidikan Pancasila Tingkat sekolah dasar
Analisis Kemampuan Using Symbolic, Formal and Technical Language and Operation Dan Representation Siswa SMPN 4 Kota Bengkulu Stiadi, Elwan
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107286

Abstract

Based on the results of PISA, Indonesian students' mathematical literacy process skills—particularly in the aspects of representation and using symbolic, formal, and technical language and operations—are still relatively low. This study aimed to analyze students' abilities in mastering the components of the PISA mathematical literacy process. The research employed a descriptive method. The subjects were students of classes IX-1 and IX-2 at SMP Negeri 4 Kota Bengkulu during the odd semester of the 2021/2022 academic year. The instruments and data collection techniques used in this study included test sheets and interviews. The results showed that 45.45% of students demonstrated proficiency in the representation process, while 49.82% showed ability in using symbolic, formal, and technical language and operations. These results indicate that less than 50% of students in classes IX-1 and IX-2 of SMPN 4 Kota Bengkulu possess adequate skills in these two aspects. Therefore, these abilities still need to be improved.Berdasarkan hasil PISA, kemampuan proses literasi matematika siswa Indonesia dalam aspek representation dan using symbolic, formal and technical language and operation masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan siswa dalam menguasai komponen proses literasi matematika PISA. Penelitian ini merupakan  penelitian deskriptif (Descriptive Research). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX 1 dan IX 2 SMP Negeri 4 Kota Bengkulu semester ganjil tahun ajaran 2021/2022. Instrumen dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar tes dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kemampuan proses siswa dalam menyelesaikan soal literasi matematika PISA 2012 sebanyak 45,45% siswa  memiliki kemampuan proses representation dan sebanyak 49,82% siswa  memiliki kemampuan proses using symbolic, formal and technical language and operation. Hasil ini menunjukkan bahwa kurang dari 50% siswa kelas IX 1 dan IX 2 SMPN 4 Kota Bengkulu memiliki kemampuan representation dan using symbolic, formal and technical language and operation. Oleh karena itu, kemampuan tersebut masih perlu ditingkatkan.
Penguatan Karakter Peserta Didik yang Moderat melalui Pembelajaran Matematika Rustanuarsi, Ressy
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107420

Abstract

The growing issues of intolerance and radicalism have prompted the government to adopt religious moderation as a strategic response involving various sectors, including education in schools and madrasahs. This study aims to analyze strategies for strengthening students’ moderate character through mathematics learning. The research employs a library research method, with the object of study consisting of relevant literature such as books, scholarly articles, and policy documents related to the topic. The researcher serves as the primary instrument, supported by data cards used to record key findings from the literature analysis. The data analysis technique applied is content analysis. The findings reveal several strategies that can be implemented to foster students’ moderate character, including: (1) Embedding Pancasila values into mathematics content to reinforce national commitment; (2) Applying relevant instructional models and integrating the value of tolerance into mathematics lessons to cultivate a tolerant attitude; (3) Fostering mutual respect by encouraging openness to differing opinions and promoting positive social interactions to prevent radicalism and violence; and (4) Implementing ethnomathematics-based learning to develop an accommodative attitude toward local cultures.  Thus, strengthening moderate character can be achieved through relevant pedagogical approaches and the contextual integration of religious moderation values into mathematics learning.Meningkatnya isu intoleransi dan radikalisme mendorong pemerintah menetapkan moderasi beragama sebagai respons strategis yang melibatkan berbagai elemen, termasuk pendidikan di sekolah dan madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi penguatan karakter peserta didik yang moderat melalui pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research). Objek penelitian ini adalah literatur yang relevan, seperti buku, artikel ilmiah, dan dokumen kebijakan yang berkaitan dengan topik kajian. Peneliti berperan sebagai instrumen utama, dibantu kartu data untuk mencatat temuan penting dari analisis literatur. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa terdapat beberapa strategi yang dapat diimplementasikan untuk membentuk karakter moderat peserta didik, antara lain: (1) Menyisipkan nilai-nilai Pancasila dalam materi matematika guna memperkuat komitmen kebangsaan; (2) Menerapkan model pembelajaran yang relevan dan mengintegrasikan nilai toleransi kedalam materi matematika guna menumbuhkan sikap toleransi; (3) Membiasakan sikap saling menghormati dengan menghargai perbedaan pendapat dan menciptakan interaksi sosial positif untuk mencegah radikalisme dan kekerasan; serta (4) Menerapkan pembelajaran bermuatan etnomatematika untuk menumbuhkan sikap akomodatif terhadap budaya lokal. Dengan demikian, penguatan karakter moderat dapat diwujudkan melalui pendekatan pedagogis yang relevan serta integrasi nilai-nilai moderasi beragama ke dalam pembelajaran matematika secara kontekstual.
Tingkat Kompetensi Pramusaji dalam Menyediakan Layanan Makanan dan Minuman pada Arabicana Restoran di Hotel Delta Makassar Arif, Muh; Apriani, Hilda; Hamsiati, Hamsiati
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.99942

Abstract

Bisnis dalam industri perhotelan semakin tumbuh pesat sehingga pengelola restoran dihadapkan pada kondisi pramusaji harus dapat menciptakan kepuasan pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan terkait kompetensi pramusaji di Arabicana Restaurant dalam menyediakan layanan makanan dan minuman kepada pelanggan. Metode yang dipilih dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan melibatkan delapan partisipan pramusaji di Arabicana Restaurant. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pramusaji Arabicana Restaurant, Hotel Delta Makassar, belum memiliki kompetensi yang memadai sesuai dengan standar yang ditetapkan di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman kerja pramusaji yang masih terbatas, serta minimnya pelatihan yang terstruktur dan relevan dengan kebutuhan operasional restoran. Oleh karena itu, pramusaji tidak hanya melayani pelanggan tetapi memberikan nilai lebih bagi pelanggan serta pentingnya penyiapan dan penyerapan tenaga kerja yang handal dilakukan melalui serangkaian pelatihan, kursus, maupun pedoman yang jelas.
Steam-Based Science Module to Optimize Critical Thinking Skills of Grade V Elementary School Students Sujaryanto, Eko; Sarwanto, Sarwanto; Yulisetiani, Septi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109505

Abstract

Developing critical skills of fifth-grade elementary school students in Natural and Social Sciences (IPAS) is crucial for 21st-century education, and STEAM offers a contextual approach to address the lack of higher-order skills in current practice. This study aims to: (1) identify the need to develop a STEAM-based IPAS teaching module, (2) design a STEAM-based IPAS teaching module that suits the characteristics of elementary school students, and (3) produce an initial product of the teaching module that is validated by experts. This study uses the R&D (Research and Development) model from Borg and Gall which is simplified into three stages by Sukmadinata, namely preliminary study, model development, and model testing. This article focuses on the preliminary study and initial product development of the module. Data were obtained through literature studies, interviews, observations and document analysis. The development results produced a STEAM-based IPAS module design which was then validated by material experts, media experts, and linguists. The validation results indicate that the module meets the feasibility for use in fifth-grade elementary school IPAS learning. The developed module is ready for use in a limited trial phase in further research.
Penerapan Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa SMK Murti, Setyo Ranu; Umam, Nur Khotibul; Saputro, Ida Nugroho; Kurniawati, Etiek
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107439

Abstract

In the current era, students are required to be able to adapt, think critically, and be able to learn independently. This study aims to improve students' learning independence at the vocational high school level, especially in class XI DPIB SMK Ganesha Tama Boyolali by implementing the Problem Based Learning model in the Expertise Concentration subject. This study is a Classroom Action Research with a research design using the Kemmis & McTaggart model. The research subjects used were 27 students of class XI DPIB SMK Ganesha Tama Boyolali. Data collection techniques were obtained through observation, documentation and field notes. The collection was carried out through two cycles and one pre-cycle. Data analysis used is a descriptive analysis technique sourced from the results of observations. The results of the observations showed an increase in learning independence from 37.0% in the pre-cycle, 55.6% in the first cycle, and 77.8% in the second cycle. Students showed positive developments in aspects of initiative, responsibility, perseverance, and confidence in completing tasks. The implementation of the PBL model has been proven effective in increasing student learning independence at SMK Ganesha Tama Boyolali.Dalam era saat ini, siswa dituntut untuk dapat beradaptasi, berpikir kritis, dan mampu belajar secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa pada jenjang SMK khususnya di kelas XI DPIB SMK Ganesha Tama Boyolali dengan menerapkan model Problem Based Learning dalam mata pelajaran Konsentrasi Keahlian. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas dengan desain penelitian menggunakan model Kemmis & McTaggart. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa kelas XI program keahlian DPIB di SMK Ganesha Tama Boyolali berjumlah 27 siswa. Teknik pengumpulan data didapatkan melalui observasi, dokumentasi dan catatan lapangan. Pengambilan dilakukan melalui dua siklus dan satu pra-siklus. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif yang bersumber dari hasil observasi. Hasil observasi menunjukkan peningkatan kemandirian belajar dari 37,0% pada pra-siklus, 55,6% pada siklus pertama, dan 77,8% pada siklus kedua. Siswa menunjukkan perkembangan positif dalam aspek inisiatif, tanggung jawab, ketekunan, serta kepercayaan diri dalam menyelesaikan tugas. Penerapan model PBL telah terbukti efektif dalam peningkatan kemandirian belajar siswa di SMK Ganesha Tama Boyolali.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 9, No 2 (2026): Article in Press Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 2 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 4, No 1 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 1, No 2 (2018): 3rd National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2018) More Issue