cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi_guru@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
shes@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
ISSN : 26209284     EISSN : 26209292     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Arjuna Subject : -
Articles 3,397 Documents
Hubungan Phubbing pada Orang Tua dengan Relasi Interpersonal pada Remaja di Sumatera Barat Dela Oktari; Maya Yasmin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.103866

Abstract

Relasi interpersonal antara remaja dan orang tua sangat penting dalam perkembangan psikologis dan sosial anak, sehingga hubungan ini seringkali mengalami ketegangan yang disebabkan oleh komunikasi yang kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan phubbing pada orang tua terhadap relasi interpersonal pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subjek penelitian sebanyak 400 remaja yang dipilih menggunakan teknik cluster sampling dari lima kabupaten/kota yang ditentukan secara acak. Instrumen penelitian ini disusun secara mandiri oleh peneliti berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Bebee et al. (2014) untuk mengukur relasi interpersonal, dan Karadaǧ et al. (2015) untuk mengukur perilaku phubbing pada orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi interpersonal antara orang tua dengan remaja berada pada kategori cukup dengan persentase 47,3%. Berdasarkan hasil uji korelasi pearson product moment, didapatkan nilai korelasi r= 0,656 dan p=0,00 (p<0,05) yang menunjukkan bahwa adanya hubungan negatif antara phubbing pada orang tua dengan relasi interpersonal pada remaja di Sumatera Barat.
Implementasi Algoritma Apriori Untuk Penjualan Handphone dan Aksesoris: Studi Kasus Ghafi Cell Kaur Yulia Okta Darmi; Mutiara Okta Fiona; Muhammad Husni Rifqo; Dedy Abdullah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.111227

Abstract

Dalam industri ritel suku cadang dan aksesori handphone, pemahaman mendalam mengenai pola pembelian konsumen merupakan aset krusial untuk mengoptimalkan strategi pemasaran dan efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan menerapkan algoritma Apriori untuk mengekstraksi aturan asosiasi yang signifikan dari data transaksi perusahaan, mengidentifikasi tren penjualan, dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi volume penjualan. Metode yang digunakan adalah analisis data sekunder dari laporan penjualan historis, dikombinasikan dengan data primer, di mana kebaruan penelitian terletak pada implementasi Apriori secara spesifik pada dataset kompleks suku cadang dan aksesori handphone yang kurang tereksplorasi. Analisis kuantitatif ini berhasil menemukan aturan asosiasi yang kuat, seperti produk A dan B sering dibeli bersamaan dengan tingkat support 15.2% dan confidence 85.0%, mengungkap pola penjualan tersembunyi yang belum terdeteksi. Kontribusi utama penelitian ini adalah menyediakan dasar berbasis data bagi perusahaan untuk merancang promosi bundling yang sangat tertarget, mengoptimalkan penempatan produk, dan meningkatkan akurasi peramalan inventaris untuk mengurangi risiko stock-out. Implementasi Apriori ini merupakan model strategis untuk transformasi digital, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih akurat dalam penentuan harga dan pengelolaan stok, serta berfungsi sebagai referensi metodologis yang berharga bagi industri ritel lainnya.
Pengaruh Life Satisfaction terhadap Fear of Missing Out (FoMO) pada Wanita Dewasa Awal Pengguna Media Sosial yang Sudah Menikah dan Bekerja di Sumatera Barat Rahmatul Ulfa; Yolivia Irna Aviani
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.108724

Abstract

Fear of Missing Out (FoMO) diketahui sebagai suatu perasaan cemas atau ketakutan akan ketinggalan yang dirasakan individu karena tidak ikut serta dalam pengalaman menyenangkan atau bermakna yang dialami orang lain. Individu dengan FoMO yang tinggi dapat menyebabkan terganggunya kehidupan sosial. Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi FoMO adalah life satisfaction. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh life satisfaction terhadap FoMO pada wanita dewasa awal pengguna media sosial yang sudah menikah dan bekerja di Sumatera Barat. Subjek penelitian berjumlah 385 orang wanita dewasa awal usia 18-35 tahun. Desain penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode analisis regresi sederhana. Hasil analisis diperoleh nilai r square sebesar 0,011 yang menunjukkan bahwa terdapat pengaruh life satisfaction terhadap FoMO sebesar 1,1%. Maka, dapat disimpulkan bahwa llife satisfaction berpengaruh terhadap munculnya FoMO pada wanita dewasa awal di Sumatera Barat, dimana penggunaan media sosial seperti Instagram dan tiktok juga ikut berkontribusi terhadap munculnya FoMO. 
Peningkatan Pemahaman Penerapan Huruf Kapital dan Tanda Baca Menggunakan Metode STAD di SDN Tempel Surakarta Khilma Ayu Lestari; Rafida Salma; Idam Ragil Widianto Atmojo; Niken Febriana Kusuma
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i4.97102

Abstract

Pemahaman penggunaan huruf kapital dan tanda baca yang tepat merupakan hal yang penting untuk dikuasai oleh peserta didik sebagai dasar keterampilan menulis yang baik dan benar, namun dalam praktiknya masih banyak peserta didik yang belum memiliki pemahaman tersebut, salah satunya pada peserta didik kelas 2 di SDN Tempel Surakarta. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta didik pada penggunaan huruf kapital dan tanda baca dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus, penelitian ini melibatkan 20 peserta didik kelas 2. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan tes. Peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber dan juga triangulasi teknik untuk menguji validitas data. Data yang telah terkumpul akan dianalisis dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman penggunaan huruf kapital dan tanda baca pada peserta didik kelas 2 di SDN Tempel Surakarta dari 35% menjadi 90%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran STAD efektif meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap penggunaan huruf kapital dan tanda baca.
Literasi Budaya Melalui Pembelajaran Seni Rupa Di SD Negeri 2 Sumbang Rhegita Gandes Pramesti; Lia Mareza; Okto Wijayanti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107423

Abstract

Cultural literacy is an important aspect of basic education to foster understanding and appreciation of Indonesia's cultural diversity from an early age. Fine arts learning is one of the effective means in instilling cultural values to students. This study aims to determine students' cultural literacy through fine arts learning and identify the supporting and inhibiting factors. The method used is qualitative research with a case study approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation at SD Negeri 2 Sumbang. The results showed that fine arts learning through hands-on practices, such as making hand-written batik, handicrafts from used goods, and stamping, was able to improve students' understanding of the meaning of culture, visual culture, and local culture-based work skills. The involvement of practitioners from outside the school also enriches students' learning experience and strengthens their identity and pride in the nation's culture. The conclusion of this research is that contextualized and local culture-based fine arts learning is proven effective in fostering students' cultural literacy from an early age.Literasi budaya merupakan aspek penting dalam pendidikan dasar untuk menumbuhkan pemahaman dan penghargaan terhadap keberagaman budaya Indonesia sejak dini. Pembelajaran seni rupa menjadi salah satu sarana yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai budaya kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui literasi budaya siswa melalui pembelajaran seni rupa serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di SD Negeri 2 Sumbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni rupa yang dilaksanakan melalui praktik langsung, seperti pembuatan batik tulis, kerajinan dari barang bekas, dan cap, mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap makna budaya, visual budaya, dan keterampilan berkarya berbasis budaya lokal. Keterlibatan praktisi dari luar sekolah turut memperkaya pengalaman belajar siswa dan memperkuat identitas serta rasa bangga terhadap budaya bangsa. Simpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran seni rupa yang kontekstual dan berbasis budaya lokal terbukti efektif dalam menumbuhkan literasi budaya siswa sejak usia dini.
Menjembatani Kesenjangan Komunikasi: Strategi Pengurangan Phubbing dengan Pendekatan Token Ekonomi Pada Remaja Madya Naila Chantika Putri; Aulia Muslimah; Reka Fitriani; Syifa Azkia Khalisa
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v9i1.112259

Abstract

Phubbing atau kebiasaan mengabaikan lingkungan sosial untuk fokus pada ponsel, telah menjadi fenomena yang semakin mengkhawatirkan di kalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pendekatan token ekonomi dalam memodifikasi perilaku phubbing pada kelompok usia remaja madya. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain pra-ujicoba dan pasca-uji coba yang melibatkan remaja madya sebagai subjek penelitian. Intervensi dilakukan selama 7 hari dengan setiap hari nya sebanyak dua sesi dalam rentang waktu satu jam per sesi, di mana subjek menerima token sebagai bentuk reinforcement positif setiap kali mereka berhasil mengurangi perilaku phubbing sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan. Hasil penelitian menunjukkan penurunan yang konsisten dalam frekuensi dan durasi phubbing di kalangan subjek penelitian. Durasi rata-rata menurun dari 5,4 menit per sesi menjadi 0,6 menit per sesi. Selain itu, tingkat kepatuhan subjek terhadap sistem token ekonomi meningkat, yang menunjukkan bahwa insentif token efektif dalam memotivasi perubahan perilaku.
Penanaman Pekerti melalui Simbol Makanan Rakyat dalam Cerita Digital: Perspektif Gastrosemiotik tentang Kecerdasan Majemuk Liana Rochmatul Wachidah; Henny Subandiyah; Titik Indarti; Albaburrahim Albaburrahim; Mochamad Arifin Alatas
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107327

Abstract

Digital folklore with culinary themes contains cultural values and social ethics that are close to children's lives. This study aims to examine the symbolism of food in digital culinary stories as a means of instilling character values, as well as educating them with the potential to develop children's multiple intelligences. This study uses a qualitative descriptive method through literature study, based on a digital book (BUDI) published by the Ministry of Education and Culture entitled Cerita Kuliner Indonesia by Olany Agus Widiyani. The results of the study show that traditional foods and drinks such as klepon, cenil, onde-onde, lemper, getuk, sekoteng, and angsle are proven to contain living symbols of welfare. The wrapping of forms, local ingredients, presentation methods, and social contexts in digital narratives contain character values such as honesty, mutual cooperation, ease, hard work, empathy. This digital story presents a contextual and multisensorial learning experience. Story-based literacy activities can effectively accommodate the diversity of children's learning styles through linguistic, kinesthetic, spatial, interpersonal, and naturalist aspects. Thus, folk food in the story is not only a tool for preserving culture, but also a means of fun character education and a learning strategy that is oriented towards the diversity of children's potential.Cerita rakyat digital bertema kuliner menyimpan nilai-nilai budaya dan etika sosial yang dekat dengan kehidupan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji simbolisme makanan dalam cerita kuliner digital sebagai sarana penanaman nilai pekerti, serta mengaitkannya dengan potensi pengembangan kecerdasan majemuk anak. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, bersumber pada buku digital (BUDI) terbitan Kemendikbud berjudul Cerita Kuliner Indonesia karya Olany Agus Widiyani. Tahapan analisis data dalam penelitian ini mencakup reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan dan minuman tradisional seperti klepon, cenil, onde-onde, lemper, getuk, sekoteng, dan angsle terbukti menyimpan simbol-simbol kebajikan yang hidup. Balutan bentuk, bahan lokal, cara penyajian, serta konteks sosial dalam narasi digital memuat nilai-nilai karakter seperti kejujuran, gotong royong, kesederhanaan, kerja keras, empati. Cerita digital ini menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual dan multisensorial. Aktivitas literasi berbasis cerita dapat secara efektif mengakomodasi keragaman gaya belajar anak melalui aspek linguistik, kinestetik, spasial, interpersonal, dan naturalis. Dengan demikian, makanan rakyat dalam cerita tidak hanya menjadi alat pelestarian budaya, tetapi juga sarana pendidikan pekerti yang menyenangkan dan strategi pembelajaran yang berorientasi pada keberagaman potensi anak.
Ethnomathematics Study in Elementary School: Integration of Character Values and Mathematics Concepts in Badeng Arts Dani Abdul Sunan; Widya Apriliani; Ejen Jenal Mutaqin; Eko Fajar Suryaningrat; Mohammad Ramdan
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107243

Abstract

This study explores character values and mathematical concepts in the traditional Badeng art of Singajaya District, Garut, and its potential for elementary education through an ethnopedagogical approach. A qualitative ethnographic method was applied using observation, interviews, and documentation. The findings show that Badeng reflects values such as religiosity, responsibility, discipline, cooperation, and cultural appreciation. Mathematical concepts such as patterns, symmetry, rhythm, and measurement are also found in its music and movements. Integrating Badeng into thematic learning can strengthen character education and enhance students’ contextual understanding of mathematics. The study recommends developing culturally rooted thematic learning materials. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi nilai karakter dan konsep matematika dalam kesenian tradisional Badeng di Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, serta potensinya dalam pembelajaran sekolah dasar berbasis etnopedagogik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan etnografi, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa Badeng mengandung nilai religiusitas, tanggung jawab, disiplin, kerja sama, dan cinta budaya. Konsep matematika seperti pola, simetri, ritme, dan pengukuran juga ditemukan dalam musik dan gerakannya. Integrasi Badeng dalam pembelajaran tematik dapat memperkuat pendidikan karakter dan pemahaman matematika secara kontekstual. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan bahan ajar tematik berbasis budaya lokal.
Implementasi Aplikasi Pear Deck Sebagai Evaluasi Pembelajaran dalam Pembelajaran Menulis teks Berita Siswa kelas VII MTs Miftahul Qulub Zainuri Ihsan; Liana Rochmatul Wachidah; Moh. Hafid Effendy; Mochamad Arifin Alatas
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107493

Abstract

Learning evaluation is an essential component in education because it functions to measure students' competency achievements and provide feedback to improve the quality of learning, especially in writing skills that require clear structure, language accuracy, and critical thinking ability. This study aims to explore the application of the Pear Deck application as an evaluation medium in teaching news writing to seventh-grade students at MTs Miftahul Qulub. This study uses a descriptive qualitative approach with a subject group of 28 students. The research design is exploratory, encompassing the planning stage, implementation of Pear Deck-based learning, and evaluation of student assignment results. The data collection instruments consist of observation sheets, interview guidelines, and documentation. Data were analyzed using the Miles and Huberman model through the stages of reduction, presentation, and conclusion drawing, and were validated with triangulation techniques. The research results show that Pear Deck is capable of increasing student participation and literacy. Interactive evaluative activities and assignments based on actual events encourage the systematic application of the 5W+1H principle. More than 80% of students achieved good to very good results, affirming the effectiveness of Pear Deck in supporting writing skills and active learning. Based on these findings, it is recommended that educators, particularly Indonesian language teachers, integrate Pear Deck media into writing skills evaluation activities as an effort to encourage active student engagement and improve the quality of learning outcomes.Evaluasi pembelajaran merupakan komponen esensial dalam pendidikan karena berfungsi mengukur pencapaian kompetensi siswa serta memberikan umpan balik untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, khususnya dalam keterampilan menulis yang menuntut struktur yang jelas, ketepatan bahasa, dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penerapan aplikasi Pear Deck sebagai media evaluasi pada pembelajaran menulis teks berita bagi siswa kelas VII MTs Miftahul Qulub. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 28 siswa. Desain penelitian bersifat eksploratif, mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan pembelajaran berbasis Pear Deck, dan evaluasi hasil tugas siswa. Instrumen pengumpulan data terdiri atas lembar observasi, pedoman wawancara, dokumentasi. Data dianalisis dengan model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, serta divalidasi dengan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pear Deck mampu meningkatkan partisipasi dan literasi siswa. Aktivitas evaluatif interaktif dan penugasan berbasis peristiwa aktual mendorong penerapan prinsip 5W+1H secara sistematis. Lebih dari 80% siswa memperoleh hasil baik hingga sangat baik, menegaskan efektivitas Pear Deck dalam mendukung keterampilan menulis dan pembelajaran aktif. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar pendidik, khususnya guru Bahasa Indonesia, mengintegrasikan media Pear Deck dalam kegiatan evaluasi keterampilan menulis sebagai upaya untuk mendorong keterlibatan aktif siswa dan meningkatkan mutu capaian pembelajaran.
Urgensi Etos Kerja dan Profesionalisme Guru Sebagai Pilar Pembelajaran Adaptif dan Inovatif dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Marsela Nova Susanti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107360

Abstract

Education today demands an adaptive, innovative, and student-centered learning paradigm, making teacher work ethic a key factor in implementing the Merdeka Curriculum. This study explores the urgency of strengthening teachers’ professional ethos to create learning that aligns with current educational demands. Using a qualitative method with a Systematic Literature Review approach and PRISMA technique, data were gathered from scientific articles published between 2020 and 2025 via Google Scholar. Findings show that teachers demonstrate a strong professional ethos, are open to innovation, and ready to facilitate transformative learning. Strengthening teacher professionalism is essential to fostering Critical Thinking, Creativity, Communication, and Collaboration (4Cs). In conclusion, a strong teacher work ethic and professionalism are crucial in the effective implementation of the Merdeka Curriculum.Pendidikan saat ini menuntut paradigma pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berpusat pada siswa, sehingga etos kerja menjadi pilar utama dalam keberhasilan penerapan pembelajaran di era kurikulum Merdeka. Penelitian ini mengkaji urgensi penguatan etos profesionalisme guru dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dengan zaman ini. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan Systematic Literature Review dengan teknik PRISMA. Data diperoleh dari artikel ilmiah yang berkaitan dengan etos kerja dan profesionalisme guru yang dipublikasikan antara tahun 2020 hingga 2025 yang diakses melalui database Google Schoolar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki etos profesional tinggi, terbuka terhadap pembaruan inovasi, dan siap menghadirkan pembelajaran tranformatif. Guru harus memiliki profesionalisme yang kuat sehingga menjadi strategi untuk mengembangkan pembelajaran yang menumbuhkan Critical Thinking (berpikir kritis), Creativity (kreativitas), Communication (komunikasi), dan Collaboration (kolaborasi). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa etos profesionalisme guru memiliki peran strategis dan sangat krusial dalam implementasi Kurikulum Merdeka.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026 Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 2 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 3 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 5, No 1 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 3 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 2 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 4, No 1 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 2 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 1 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 2, No 2 (2019): 4th National Seminar on Guidance and Counseling (SNBK 2019) and Workshop on Peda Vol 2, No 1 (2019): 4th National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2019) Vol 1, No 2 (2018): 3rd National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2018) Vol 1, No 1 (2018): 1st National Seminar on Elementary Education (SNPD 2018) More Issue