cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi_guru@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
shes@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
ISSN : 26209284     EISSN : 26209292     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Arjuna Subject : -
Articles 3,397 Documents
Potensi Challenge Based Learning dalam Mengembangkan Kemampuan Berpikir Kritis Ditinjau dari Gaya Kognitif Peserta Didik Sekolah Dasar Dita Angelia; Agung Purwanto; Nurjannah Nurjannah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107264

Abstract

Critical thinking is one of the essential 21st-century skills that should be developed from an early age, particularly in elementary education. However, various studies indicate that elementary students' critical thinking skills remain relatively low, partly due to learning models that do not adequately support their development. This article aims to explore the potential of the Challenge Based Learning (CBL) model in enhancing students' critical thinking skills, considering their cognitive styles: Field Independent (FI) and Field Dependent (FD). The literature review shows that CBL promotes active student engagement in solving real-world challenges, which effectively develops critical thinking aspects such as interpretation, analysis, evaluation, and inference. Additionally, cognitive style influences how students respond to learning: FI students tend to be more independent and analytical, while FD students require more guidance and prefer collaborative work. Therefore, implementing CBL with adjustments based on students' cognitive styles holds significant potential for optimizing the development of critical thinking skills.Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan esensial abad ke-21 yang perlu dikembangkan sejak pendidikan dasar. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa kemampuan ini masih tergolong rendah, salah satunya disebabkan oleh penerapan model pembelajaran yang kurang mendukung pengembangan berpikir kritis. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji potensi model Challenge Based Learning (CBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, dengan mempertimbangkan gaya kognitif Field Independent (FI) dan Field Dependent (FD). Kajian literatur menunjukkan bahwa CBL mampu mendorong keterlibatan aktif siswa dalam memecahkan tantangan nyata sehingga mengembangkan aspek berpikir kritis seperti interpretasi, analisis, evaluasi, dan inferensi. Selain itu, gaya kognitif memengaruhi cara peserta didik merespons pembelajaran: siswa FI cenderung lebih mandiri dan analitis, sementara siswa FD membutuhkan lebih banyak bimbingan dan bekerja lebih baik dalam kolaborasi. Oleh karena itu, penerapan CBL yang disesuaikan dengan gaya kognitif memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan pengembangan kemampuan berpikir kritis.
Pengaruh Model Pembelajaran RADEC terhadap Kemampuan Menyimak Kritis Siswa Sekolah Dasar Zahra Azkia Nur Islami Taufik; Andirra Hamidah; Ranti Antika; Ejen Jenal Mutaqin; Muhammad Nurjamaludin
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107553

Abstract

This study aims to analyze the effect of the RADEC learning model on elementary students’ critical listening skills. A quasi-experimental method with a nonequivalent control group design was employed. The sample involved two classes: an experimental group using the RADEC model and a control group applying the lecture method. Data were collected through pretest and posttest critical listening skill assessments. The analysis revealed a significant improvement in the experimental group compared to the control group (p < 0.05). The N-gain analysis showed a moderate category (0.59) for the experimental group and low (0.27) for the control group. These findings indicate that the RADEC model effectively enhances students’ critical listening abilities. Therefore, RADEC is recommended as an alternative strategy for improving oral literacy learning. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh model pembelajaran RADEC terhadap keterampilan menyimak kritis siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah kuasi-eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas eksperimen yang menggunakan model RADEC dan kelas kontrol yang menggunakan metode ceramah. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan menyimak kritis dalam bentuk pretest dan posttest. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen dibandingkan kelompok kontrol (p < 0,05). Perhitungan N-gain menunjukkan kategori sedang pada kelas eksperimen (0,59) dan rendah pada kelas kontrol (0,27). Temuan ini menunjukkan bahwa model RADEC efektif dalam meningkatkan keterampilan menyimak kritis siswa. Oleh karena itu, RADEC dapat direkomendasikan sebagai strategi alternatif dalam pembelajaran literasi lisan.
Inovasi Pembelajaran Berbasis Masalah untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Menulis Drama di Kelas XI Madrasah Aliyah Hesty Kusuma Wati; Muhammad Ilzam; Liana Rohmatul Wachidah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107386

Abstract

This study aims to test the effectiveness of the problem-based learning model (PBL) in improving drama writing skills in class XI IPS 1 students of MA Nurus Sholah Pamekasan. The main problem in learning to write drama is the low ability of students to develop story ideas, construct a logical narrative flow, and process dramatic elements as a whole. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental design involving two groups: an experimental group that received learning through the PBL model and a control group that followed the conventional method. The research instrument consisted of a multiple-choice test to measure concept mastery and a drama writing assignment as an evaluation of productive skills. Data analysis was carried out using descriptive and inferential statistical techniques using a two-tailed t-test to see the significance of differences between groups. The results showed that the experimental group obtained a higher average score (55.23) than the control group (50.83), with maximum scores of 100 and 80, respectively. Although the difference in scores was not too striking quantitatively, the process analysis showed that the PBL model was able to improve students' active participation, contextual understanding, and critical thinking skills in designing drama texts. This finding was reinforced by students' positive responses in the group discussion process as well as the quality of the scripts that were more structured and creative. Based on these results, it can be concluded that the application of the problem-based learning model has a positive contribution in improving drama text writing skills and is worth considering as an alternative strategy in learning Indonesian.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas penerapan model pembelajaran berbasis masalah (Problem-Based Learning/PBL) dalam mengembangkan kemampuan menulis teks drama pada peserta didik kelas XI IPS 1 MA Nurus Sholah Pamekasan. Salah satu persoalan krusial yang dihadapi dalam pembelajaran menulis drama ialah masih rendahnya kapasitas siswa dalam merancang ide cerita serta menyusun alur yang runtut dan masuk akal., dan mengolah unsur dramatik secara utuh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen semu yang melibatkan dua kelompok: kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran melalui model PBL dan kelompok kontrol yang mengikuti metode konvensional. Instrumen penelitian terdiri atas tes pilihan ganda untuk mengukur penguasaan konsep dan penugasan menulis teks drama sebagai evaluasi keterampilan produktif. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik deskriptif dan inferensial menggunakan uji-t dua pihak untuk melihat signifikansi perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh skor rata-rata lebih tinggi (55,23) dibanding kelompok kontrol (50,83), dengan nilai maksimum masing-masing 100 dan 80. Meskipun selisih nilai tidak terlalu mencolok secara kuantitatif, analisis proses menunjukkan bahwa model PBL mampu meningkatkan partisipasi aktif, pemahaman kontekstual, dan kemampuan berpikir kritis siswa dalam merancang teks drama. Temuan ini diperkuat oleh respons positif siswa dalam proses diskusi kelompok serta kualitas naskah yang lebih terstruktur dan kreatif. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan keterampilan menulis teks drama dan layak dipertimbangkan sebagai strategi alternatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia.
Analisis Kemampuan Membaca Pemahaman Dengan Mengapresiasi Cerpen Pada Siswa Kelas V Sekolah Dasar Indri Rahmawati Nuraida; Risma Nuriyanti; Yennie Indriati Widyaningsih; Rajji K. Adiredja; Ulni Wasilah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107280

Abstract

Reading comprehension is a  fundamental skill essential for student success in various subjects. However, many students still experience difficulty understanding the content of reading material. This study aims to analyze fifth-grade elementary  school students’ reading comprehension skills through short story  appreciation. This study employed  a quqlitative method with a case study design. The subjects were 15  fifth-grade students. Data collection used a descriptive test that  measured four indicators:  the ability to answer questions about the short story’s  content, identify  difficult words and there meanings, identify  the meaning idea/main idea of each paragraph, and retell the shorts story in their own words.  Data analiysis  was conducted using the triangulation technique according to Miles and Huberman,  encompassing data reduction, data  presentation, and conclusions drawing. The overall analysis showed an average score was 65,6 for students,   concluding that students’ reading comprehension skills  through short story appreciation are in the sufficient category.Membaca pemahaman merupakan keterampilan dasar yang penting untuk menunjang keberhasilan belajar siswa di berbagai mata pelajaran. Namun demikian, masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami isi bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan membaca pemahaman siswa dengan mengapresiasi cerpen pada siswa kelas V sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V yang berjumlah 15 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan tes uraian yang merujuk pada empat indikator, yaitu kemampuan menjawab pertanyaan isi cerpen, menemukan kata sulit dan artinya, menemukan ide pokok/gagasan pokok setiap paragraf, dan menceritakan kembali isi cerpen menggunakan bahasa sendiri. Analisis data dilakukan menggunakan teknik triangulasi menurut Miles and Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis secara keseluruhan rata-rata siswa memperoleh skor 65,6, sehingga dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca pemahaman siswa dengan mengapresiasi cerpen berada pada kategori cukup.
Pendekatan STEM (Sains, Teknologi, Teknik, Matematika) pada Bahan Bangunan Datar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Latif Al Ahmasi; Efi Miftah Faridli; Rumiyati Rumiyati
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107806

Abstract

Penelitian ini didorong oleh rendahnya hasil belajar dan kurangnya keaktifan siswa kelas III SDN 02 Bantarwuni dalam materi bangunan datar. Untuk mengatasi masalah ini, penelitian ini menerapkan pendekatan STEM melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan STEM berhasil secara signifikan meningkatkan hasil belajar siswa, dibuktikan dengan peningkatan rata-rata nilai dan kelengkapan belajar. Peningkatan ini juga diikuti oleh perubahan positif dalam keterlibatan dan partisipasi siswa di kelas. Oleh karena itu, penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan STEM merupakan solusi efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika.
Perancangan Ulang Signage Laswee Creative Space untuk Mengoptimalkan Keterbacaan Signage Krishna Diswatra; Didit Widiatmoko Soewardikoen; Hanif Azhar; Mahendra Nur Hadiansyah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.96361

Abstract

Laswee Creative Space adalah ruang kreatif yang mewadahi tenant di bidang kuliner, fashion, dan pengalaman, sekaligus menjadi tempat bagi komunitas untuk mengadakan acara. Sebagai ruang kreatif, keberadaan signage yang optimal menjadi aspek penting. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi keefektifan signage di Laswee Creative Space dan merancang desain ulang sebagai rekomendasi untuk meningkatkan fungsionalitas dan keterbacaan signage yang ada. Metode yang digunakan adalah mix method dengan kuatitatif dan kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah pengelola dan 72 orang pengujung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain ulang signage Laswee Creative Space berhasil meningkatkan keterbacaan, melengkapi kekurangan signage yang ada, dan menyeragamkan identitas merek. Perancangan ini merekomendasikan material beton dan logam dengan finishing yang tahan lama dan estetis, sesuai dengan palet warna logo Laswee. Selain itu, informasi pada signage dirancang menggunakan kombinasi ikon dan teks untuk meningkatkan aksesibilitas. Penempatan signage difokuskan pada area strategis seperti pintu masuk dan area parkir, dengan tambahan elemen pencahayaan untuk visibilitas optimal. Proses desain ini juga melibatkan masukan dari pengelola dan pengunjung, sehingga menghasilkan signage yang lebih fungsional, inklusif, dan sesuai kebutuhan komunitas.
Upaya Guru Tahfidz dalam Meningkatkan Kualitas Hafalan Al-Quran Santri di Pondok Tahfidz Al-Ihsan Wat Taqwa Kebumen Faidatun Nasikhah; Zahidatul Aziziyah; Siti Fatimah; Devi Yaniar Hargina; Nadia Raifah Nawa Kartika
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107291

Abstract

This study aims to describe the strategies and efforts of tahfidz teachers in improving the quality of Al-Quran memorization of students at the Al-Ihsan Wat Taqwa Kebumen Tahfidz Boarding School. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews with tahfidz teachers, and documentation. The subjects in this study were the tahfidz Coordinator, tahfidz teachers and several students at the Al-Ihsan Wat Taqwa Kebumen Tahfidz Boarding School. Meanwhile, data analysis uses interactive analysis by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of the study indicate that tahfidz teachers at the Al-Ihsan Wat Taqwa Tahfidz Boarding School apply various strategies, such as the use of the talaqqi method (direct reading), muraja'ah (memorization repetition), dividing memorization groups (halaqah), providing motivation and rewards and holding weekly evaluations carried out by all tahfidz teachers together with caregivers. In addition, supporting factors such as discipline, religious environment, and cooperation between teachers, students, and parents also influence the improvement of memorization quality. The obstacles faced include differences in individual student abilities, fatigue, and concentration disorders, but these are overcome with a personalized learning approach and intensive mentoring. This study provides an overview of the real practice of tahfidz learning which can be a reference for similar educational institutions in optimizing the Al-Quran memorization program.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi dan upaya guru tahfidz dalam meningkatkan kualitas hafalan Al-Quran santri di Pondok Tahfidz Al-Ihsan Wat Taqwa Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dengan guru tahfidz, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah Koordinator tahfidz, guru-guru tahfidz dan beberapa santri di Pondok Tahfidz Al-Ihsan Wat Taqwa Kebumen. Sementara analisis data menggunakan analisis interaktif dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru tahfidz di Pondok Tahfidz Al-Ihsan Wat Taqwa menerapkan berbagai strategi, seperti penggunaan metode talaqqi (pembacaan langsung), muraja'ah (pengulangan hafalan), pembagian kelompok hafalan (halaqah), pemberian motivasi dan reward serta diadakannya evaluasi mingguan yang dilakukan oleh semua guru tahfidz bersama pengasuh. Selain itu, faktor pendukung seperti kedisiplinan, lingkungan religius, dan kerja sama antara guru, santri, dan orang tua turut berpengaruh terhadap peningkatan kualitas hafalan. Kendala yang dihadapi meliputi perbedaan kemampuan individu santri, kelelahan, dan gangguan konsentrasi, namun hal tersebut diatasi dengan pendekatan personalisasi pembelajaran dan pendampingan intensif. Penelitian ini memberikan gambaran tentang praktik nyata pembelajaran tahfidz yang dapat menjadi referensi bagi lembaga pendidikan sejenis dalam mengoptimalkan program penghafalan Al-Quran.
Implementasi Algoritma Kriptografi AES-128, Base 64 Dan Hashing Bcrypt Dalam Mengamankan Pesan Rahasia Berbasis Android Gunawan Gunawan; Wahyu Albara; Harry Witriyono; Muhammad Imanullah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.111231

Abstract

Keamanan data merupakan kebutuhan krusial dalam komunikasi digital, terutama pada perangkat mobile yang rentan terhadap kebocoran dan pelanggaran privasi. Penelitian ini mengatasi gap dengan menguji integrasi komprehensif tiga metode pengamanan data dalam satu aplikasi Android: kriptografi AES-128 (untuk kerahasiaan), encoding Base64 (untuk kompatibilitas transmisi), dan hashing Bcrypt (untuk integritas). Metodologi penelitian menggunakan pendekatan rekayasa perangkat lunak berbasis Waterfall dan melibatkan pengujian performa algoritma secara simulatif pada pesan teks. Novelty penelitian ini terletak pada analisis kinerja terpadu ketiga algoritma pada platform mobile berdaya terbatas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi ini bekerja secara 100% akurat dalam skenario enkripsi-dekripsi. Secara spesifik, AES-128 berhasil mempertahankan kecepatan pemrosesan rata-rata di bawah 50 milidetik per transaksi, dan Bcrypt terbukti menghasilkan hash yang unik dan tahan rainbow table. Disimpulkan bahwa aplikasi ini mampu melindungi pesan dari akses tidak sah serta menjadi solusi praktis dan efisien dalam meningkatkan privasi komunikasi digital. Penelitian ini memberikan kontribusi nyata berupa model implementasi end-to-end security yang terukur pada platform Android.
Profile of Critical Thinking Skills of Grade VI Students Wina Puspitasari; Peduk Rintayati; Moh Salimi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109329

Abstract

Critical thinking ability is an essential skill for students in facing the challenges of the 21st century. This study aims to find the level of student learning outcomes in the IPAS map and identify students' analytical skills in the IPAS map. The research method used is a descriptive quantitative approach with a one group pretest postest design. Data collection was carried out using a critical thinking ability test based on learning outcomes. The research method used is a quantitative approach with data collection techniques in the form of critical thinking skills tests based on two main indicators: interpretation, analysis. The research sample consisted of 49 students from three primary schools in the cluster. The results showed that the level of student learning outcomes was in the Good category with an average score of 83.38. A total of 89.8% of students scored in the 71-100 range, while the rest were in the Fair category, and no students were in the Poor category. In-depth analysis showed that the analysis aspect obtained an average score of 87.15 and interpretation 85.66, both of which were in the high category. This finding indicates that students have a strong ability to understand, decipher, and evaluate information in the context of IPAS learning. This research recommends the implementation of problem-based active learning strategies to develop critical thinking aspects more thoroughly and sustainably since primary education
Tantangan dan Strategi Pengembangan Profesi Pendidik di Era Digital Panji Angga Saputra; Setyo Bayu Aji
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107413

Abstract

The digital era brings significant transformations to education, requiring educators to adapt quickly to technology and new learning approaches. This article explores the importance of the teaching profession in the digital age, the challenges faced, and the strategies for continuous professional development. The study employs a literature review method based on recent sources related to educational digitalization and teacher development. The findings highlight the need for educators to possess digital competence, adaptive pedagogical skills, and a lifelong learning mindset. It concludes that strengthening training, policy support, and cross-sector collaboration is essential to navigate the evolving landscape of the teaching profession in the digital age.Era digital membawa transformasi besar dalam dunia pendidikan, menuntut pendidik untuk mengadopsi teknologi serta pendekatan pembelajaran yang inovatif. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis pendidik di era digital, tantangan yang dihadapi, serta strategi pengembangan profesi secara berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah terbitan 2014–2024, yang relevan dengan tema digitalisasi pendidikan dan profesionalisme guru. Subjek dalam kajian ini adalah konsep dan fenomena terkait profesi pendidik di era digital sebagaimana direpresentasikan dalam dokumen akademik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran basis data seperti Scopus, ERIC, ProQuest, dan Google Scholar dengan kata kunci spesifik. Instrumen yang digunakan adalah matriks ekstraksi data untuk mengidentifikasi tujuan, metode, dan temuan utama dari setiap sumber. Analisis data dilakukan dengan pendekatan konten tematik untuk merumuskan isu kunci dan strategi pengembangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidik perlu memiliki kompetensi digital, pedagogi yang adaptif, serta komitmen terhadap pembelajaran sepanjang hayat. Kesimpulannya, penguatan pelatihan, dukungan kebijakan, dan kolaborasi lintas sektor menjadi krusial untuk mendukung transformasi profesi pendidik di era digital.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026 Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 2 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 3 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 5, No 1 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 3 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 2 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 4, No 1 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 2 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 1 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 2, No 2 (2019): 4th National Seminar on Guidance and Counseling (SNBK 2019) and Workshop on Peda Vol 2, No 1 (2019): 4th National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2019) Vol 1, No 2 (2018): 3rd National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2018) Vol 1, No 1 (2018): 1st National Seminar on Elementary Education (SNPD 2018) More Issue