cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi_guru@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
shes@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
ISSN : 26209284     EISSN : 26209292     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Arjuna Subject : -
Articles 3,397 Documents
Analisis Kesalahan Penulisan Huruf Kapital dan Tanda Baca dalam Teks Cerita Siswa Kelas III Sekolah Dasar Adam Pikri Musapa; Dedy Irawan
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107186

Abstract

Writing remains a challenge in Indonesian language instruction at the primary school level, particularly regarding the correct use of capital letters and punctuation marks. This study aims to identify the types of capitalization and punctuation errors, as well as the contributing factors, in narrative texts written by third-grade primary school students. The research employed a qualitative content analysis method. Data were collected through observation, interviews, and documentation of students’ written work. The findings reveal frequent errors such as the misuse of capital letters at the beginning of words in the middle of sentences, improper capitalization at the beginning of sentences, and incorrect or missing periods at the end of sentences. Contributing factors include students’ limited understanding of the Indonesian language writing conventions (PUEBI), low learning motivation, lack of writing practice, and unsupportive home environments. One of the primary causes identified is that students tend to focus more on the content of the story rather than on writing rules.Keterampilan menulis masih menjadi kendala dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, khususnya dalam penggunaan huruf kapital dan tanda baca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk kesalahan penulisan huruf kapital dan tanda baca serta faktor penyebabnya dalam teks cerita siswa kelas III sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi tulisan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan umum berupa huruf kapital di awal kata di tengah kalimat, di awal kalimat, dan tanda titik di akhir kalimat masih sering terjadi. Faktor penyebab terjadinya kesalahan tersebut meliputi kurangnya pemahaman siswa terhadap kaidah PUEBI, rendahnya motivasi belajar siswa, kurangnya latihan menulis, serta lingkungan keluarga yang kurang mendukung. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa salah satu penyebab utama terjadinya kesalahan penulisan huruf kapital dan tanda baca adalah karena siswa lebih fokus pada isi cerita daripada kaidah penulisan.
Kontribusi Friendship Quality Terhadap Subjective Well-Being pada Mahasiswa Akhir Psikologi di Sumatera Barat Ayu Anjelina; Rahmah Rezki Elvika
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.109102

Abstract

Subjective well-being merupakan penilaian individu terkait kehidupannya yang melibatkan perbandingan dari seberapa sering individu tersebut memiliki perasaan positif dan seberapa jarang memiliki perasaan negatif, serta seberapa puas individu tersebut dengan kehidupannya. salah satu faktor yang mempengaruhi subjective well-being  seseorang adalah friendship quality. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi friendship quality  terhadap subjective well-being pada mahasiswa akhir psikologi di Sumatera Barat. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian kuantitatif. Sampel pada penelitian ini sebanyak 270 mahasiswa akhir psikologi di Sumatera Barat. Pengumpulan data menggunakan teknik cluster sampling. Data dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear sederhana. Hasil analisis didapatkan friendship quality berpengaruh terhadap subjective well-being sebesar 20,2%. Dari hasil yang diperoleh disimpulkan bahwa terdapat kontribusi friendship quality terhadap subjective well-being pada mahasiswa akhir psikologi di Sumatera Barat.
Konvergensi dan Pemanfaatan Tanaman Obat Lokal Bagi Siswa Sekolah Dasar Guna Meningkatkan Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Atsnal Mala Lestari; Fahma Hanum Sari; Fanny Irnadianis Ifadha; Farah Nur Amilia
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92642

Abstract

Artikel ini membahas pentingnya konvergensi antara penggunaan tanaman obat lokal dan pembelajaran berbasis kearifan lokal di sekolah dasar. Ini sangat penting untuk melestarikan warisan budaya bangsa Indonesia serta dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan siswa, dan juga dapat meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan sekitar. Aspek ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi siswa sekolah dasar. Metode pembelajaran berbasis kearifan lokal dan pemanfaatan tanaman obat lokal dapat dilakukan dengan mengintegrasikan pengetahuan tradisional dan ilmiah dalam kurikulum, siswa dapat belajar mengidentifikasi, menanam, dan merawat tanaman obat lokal secara langsung di lingkungan sekolah atau komunitas. Dengan demikian, metode ini tidak hanya mendukung pendidikan konservasi sumber daya alam tetapi juga mempromosikan kearifan lokal sebagai bagian integral dari pendidikan mereka. Contoh tanaman obat lokal seperti jahe, kunyit, kencur, temulawak, lengkuas, dan daun sirih. Tanaman ini tidak hanya memiliki nilai sebagai sumber pengobatan tradisional tetapi juga sebagai bagian penting dari warisan budaya dan kearifan lokal. Integrasi pengetahuan ini dalam kurikulum sekolah dasar dapat memberikan pengalaman belajar yang mendalam dan relevan bagi siswa memperluas pemahaman mereka tentang lingkungan alam dan budaya sekitarnya dengan mempelajari tanaman obat lokal,  siswa tidak hanya mengembangkan keterampilan praktis dalam merawat dan menggunakan tanaman tersebut tetapi juga mendukung pelestarian biodiversitas lokal serta mendorong praktik hidup yang berkelanjutan dan berbudaya.
Inovasi Media Pembelajaran Digital Scanproedu dalam Materi Teks Prosedur pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Pamekasan Silviana Qurrotul Ayuni; Mochamad Arifin Alatas
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107444

Abstract

The transformation of 21st-century learning demands contextual media innovations that are adaptive to the characteristics of digital native students. This study aims to describe the implementation of the Scanproedu digital learning media based on QR Code in procedural text material for seventh-grade students at SMP Negeri 5 Pamekasan. The research involved 30 students, with data collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña. The results showed that Scanproedu successfully improved students’ understanding of text structure, language use, and creativity in composing procedural texts. Most students (66.7%) met all three assessment aspects optimally. This media also fostered active participation, independent learning, and collaboration. Both teachers and students responded positively to the media’s ease of access and relevance to their digital habits. Technical obstacles such as limited device availability were overcome through group work strategies and the use of school Wi-Fi. These findings affirm that simple QR Code-based media like Scanproedu are effective in creating contextual and meaningful learning experiences. Further research is recommended to explore its application at different educational levels and in other types of texts or subjects.Transformasi pembelajaran abad ke-21 menuntut inovasi media yang kontekstual dan adaptif terhadap karakteristik siswa digital native. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan media pembelajaran digital Scanproedu berbasis QR Code dalam materi teks prosedur pada siswa kelas VII SMP Negeri 5 Pamekasan. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa, dengan data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Scanproedu mampu meningkatkan pemahaman struktur teks, penggunaan kebahasaan, serta kreativitas siswa dalam menyusun teks prosedur. Sebagian besar siswa (66,7%) memenuhi ketiga aspek penilaian secara optimal. Media ini juga mendorong keterlibatan aktif, kemandirian belajar, dan kolaborasi. Guru dan siswa memberikan respons positif terhadap kemudahan akses dan relevansi media dengan kehidupan digital mereka. Kendala teknis seperti keterbatasan perangkat diatasi melalui strategi kerja kelompok dan pemanfaatan Wi-Fi sekolah. Temuan ini menegaskan bahwa media sederhana berbasis QR Code seperti Scanproedu efektif dalam membangun pengalaman belajar yang kontekstual dan bermakna. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menguji penerapan media ini di jenjang pendidikan yang berbeda serta memperluas integrasinya pada jenis teks atau mata pelajaran lain.
Efektivitas Pendekatan Open Ended Modifikasi Metode Montessori Untuk Meningkatkan Kemampuan Numerik Siswa Sekolah Dasar Anna Silviana; Yurniwati Yurniwati; Nurjannah Nurjannah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107222

Abstract

Numerical ability is a fundamental competency essential to mathematics learning at the elementary level. However, various studies indicate that students still struggle to understand basic number concepts and arithmetic operations. This literature review aims to examine the effectiveness of the open-ended approach modified with the Montessori method in improving elementary students’ numerical ability. Findings reveal that the open-ended approach encourages flexible and creative thinking in solving mathematical problems, while the Montessori method helps students understand concepts concretely and gradually, in line with their cognitive development. The integration of both approaches creates meaningful, active, and enjoyable learning experiences that enhance number sense, counting skills, and conceptual understanding. This article recommends the open-ended Montessori approach as an innovative and adaptive alternative for teaching numeracy in elementary education. Kemampuan numerik merupakan kompetensi dasar yang esensial dalam pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa siswa masih menghadapi kesulitan dalam memahami konsep dasar bilangan dan operasi matematika. Artikel ini bertujuan untuk meninjau literatur mengenai efektivitas pendekatan open ended yang dimodifikasi dengan metode Montessori dalam meningkatkan kemampuan numerik siswa sekolah dasar. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan open ended mendorong pemikiran fleksibel dan kreatif dalam menyelesaikan masalah matematika, sementara metode Montessori membantu siswa memahami konsep secara konkret dan bertahap sesuai perkembangan kognitif mereka. Kombinasi kedua pendekatan ini menciptakan pembelajaran yang bermakna, aktif, dan menyenangkan sehingga mampu meningkatkan aspek number sense, keterampilan menghitung, dan pemahaman konsep bilangan. Artikel ini merekomendasikan pendekatan ini sebagai alternatif pembelajaran numerik yang inovatif dan adaptif di sekolah dasar. 
Pengembangan Media Pembelajaran BADAS (Belajar Asyik Kebudayaan Surabaya) Pada Peserta Didik Kelas V di SDN KEJAWAN PUTIH 1/ 243 Surabaya Putri Rachmadyanti; Arya Mahendra; Iftita Azzahra Salsabilla; Suksesi Cita Rudianti; Sintya Imelda Rahmawati
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.92666

Abstract

Pengembangan media pembelajaran yang berdiferensiasi dan berbasis teknologi merupakan kebutuhan pada Kurikulum Merdeka. Kurangnya perhatian guru pada gaya belajar dan variasi media pembelajaran membuat pemahaman peserta didik terhadap materi menjadi tidak optimal. Subjek penelitian ini adalah peserta didik kelas V SDN Kejawan Putih 1/234 Surabaya. Penelitian ini bertujuan menghasilkan sebuah inovasi media pembelajaran bernama Aplikasi “BADAS (Belajar Asyik Kebudayaan Surabaya) yang mengemas strategi pembelajaran secara asyik, menantang, dan bermakna. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan model ADDIE. Media pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini adalah aplikasi pembelajaran digital yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan individual peserta didik, seperti minat belajar, gaya belajar, dan perkembangan teknologi. Aplikasi "BADAS" membantu peserta didik lebih mudah memahami materi dan pembelajaran menjadi lebih menarik dan efektif. Penelitian ini berhasil meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar 90% peserta didik terhadap materi budaya benda dan tak benda di Surabaya.
The Influence of Interest in Learning Mathematics on the Ability to Solve Numeracy Problems Reviewed from the Self-Efficacy of Fifth Grade Elementary School Students in Cluster 29, Saradan District, Madiun Regency Ainin Meilia Romdhiani; Supianto Supianto; Septi Triyani
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109905

Abstract

Numeracy is one of the important skills that students need to master at the basic education level. It aims to equip students with logical, analytical, systematic, critical and creative thinking as well as the ability to work together . However, many students still experience difficulties in solving numeracy problems. Based on observations made by researchers at SDN Bandungan 01, Saradan sub-district, 15 out of 25 students in class V still experienced difficulties in solving numeracy problems. The author is interested in conducting research on the effect of interest in learning mathematics on the ability to solve numeracy problems in terms of the self-efficacy of grade V students of elementary school se-gugus 29 Saradan Sub-district, Madiun Regency.The research knowing the significant influence between interest in learning mathematics on the ability to solve numeracy problems in terms of self-efficacy of grade V students of elementary school se-gugus 29 Saradan Sub-district, Madiun Regency. The use of the Systematic Literature Review (SLR) method by analyzing various relevant studies that discuss learning interest and numeracy problem-solving abilities in terms of self-efficacy. The research approach that will be carried out is a quantitative approach with a correlational method to identify the effect of student interest in learning on numeracy skills. In addition, several studies also concluded that self-efficacy influences students' interest in learning and numeracy problem-solving abilities.
Pengaruh Interaksi Guru dalam Platform Digital terhadap Keterlibatan Belajar Siswa Sekolah Dasar Sonhaji Sonhaji; Fitri Anisa Kusumastuti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107457

Abstract

The advancement of technology in education demands changes in instructional strategies, including at the elementary school level. Teacher interaction in digital learning plays a crucial role in fostering student engagement. This study aims to examine the influence of teacher interaction through digital platforms on elementary school students' learning engagement. The research employed a quantitative approach using an ex post facto method. The subjects were fifth-grade students from a public elementary school actively using digital learning platforms. Data were collected through a closed-ended questionnaire designed around two main variables: teacher interaction and student engagement. Data analysis was conducted using simple linear regression. The results revealed that teacher interaction significantly influences students’ learning engagement in the context of online learning. These findings highlight the importance of active, open, and supportive communication by teachers in digital learning environments. Moreover, consistent interaction quality can enhance students’ motivation and activeness during learning. This study recommends ongoing teacher training in managing effective, engaging, and sustainable digital interaction strategies as part of adapting to digital education in primary schools.Perkembangan teknologi menuntut perubahan strategi pembelajaran, dimana interaksi guru secara digital menjadi kunci keterlibatan belajar siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh interaksi guru melalui platform digital terhadap keterlibatan belajar siswa SD. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode ex post facto. Subjek penelitian adalah siswa kelas V pada salah satu sekolah dasar yang aktif menggunakan platform pembelajaran daring. Data diperoleh melalui angket tertutup yang disusun berdasarkan dua variabel utama, yaitu interaksi guru dan keterlibatan belajar siswa. Analisis dilakukan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi guru secara signifikan memengaruhi keterlibatan belajar siswa dalam konteks pembelajaran daring. Temuan ini menunjukkan pentingnya peran guru dalam menciptakan komunikasi yang aktif, terbuka, dan mendukung melalui media digital. Selain itu, kualitas interaksi yang konsisten dapat meningkatkan motivasi dan keaktifan siswa dalam proses belajar. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan guru dalam pengelolaan interaksi daring yang efektif, menarik, dan berkelanjutan sebagai bagian dari adaptasi pendidikan digital di sekolah dasar.
Bibliometric Mapping of Energy Literacy and Public Participation in Energy Transition: A Visual Analysis of Thematic Structure and Conceptual Linkages Rahmadi Budiman; Dewi Kusuma Wardani; Aniek Hindrayani; Muhammad Sabandi
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.110223

Abstract

This study aims to map the thematic structure and conceptual linkages within the literature on energy literacy and public participation in the context of energy transition. Using a bibliometric approach, publication data were collected through an automated extraction process from open-access sources using a Python script designed to retrieve metadata from titles and abstracts. The analysis was conducted using the VOSviewer software to identify co-occurrence relationships among terms and to assess thematic relevance levels.The visualization results reveal two major clusters. The first cluster represents an educational approach, encompassing terms such as “energy literacy”, “student”, “curriculum”, and “pedagogy”. The second cluster reflects a participatory approach characterized by terms such as community, public participation, awareness, and project. The term “energy literacy” emerges as a central node connecting both clusters, indicating its strategic role in shaping public understanding and engagement with renewable energy issues. The findings contribute to strengthening conceptual understanding within the field of sustainable energy studies and open new opportunities for developing policy evaluations based on thematic data and bibliometric visualization.
Problematika Implementasi Pembelajaran Digital di Sekolah Dasar Desma Dzuriansyah; Suci Permatasari; Tira Sari Dewi; Suhartono Suhartono
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107472

Abstract

Education is the spearhead in building a better future. Through education, it is hoped that the quality of human resources can be improved, character building can be enhanced, and the nation can be advanced, so that it is able to compete in the global arena. The development of technology in this era of globalization is very rapid because human needs are also increasing. The use of technology in education can be seen in the facilities and infrastructure used in learning, learning systems, learning resources, learning methods used, education management systems, and assessment results. However, in its implementation, digital-based learning still faces challenges in terms of teachers, students, and facilities and infrastructure. This study uses a qualitative approach through a literature review method. The purpose of this method is to conduct an in-depth analysis of various scientific literature related to the challenges of implementing digital learning in elementary schools. The data sources consist of national and international scientific journals, academic reference books, policy documents, and relevant research reports. Data collection techniques were conducted through systematic searches using online databases. The research findings indicate that digital-based learning has a positive impact in terms of broad access to information; however, its implementation faces several challenges in education, such as: technological access gaps; digital divides; teacher readiness; and low digital literacy and digital competencies. Solutions that can be implemented include providing equitable access to technology, improving digital literacy, involving parents in supervision, limiting technology in a healthy manner, and providing digital security education for students, teachers, and parents.Pendidikan adalah kunci untuk masa depan yang lebih baik, meningkatkan kualitasbsumber daya manusia, dan karakter bangsa. Teknologi berperan penting dalam pendidikan, tetapi masih ada problematika dalam penerapan pembelajaran digital terkait guru, siswa, dan fasilitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode studi literatur. Tujuan dari metode ini adalah untuk mengkaji secara mendalam berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan problematika implementasi pembelajaran digital di Sekolah Dasar. Sumber data terdiri dari jurnal ilmiah nasional dan internasional, buku referensi akademik, dokumen kebijakan, dan laporan penelitian yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran sistematis menggunakan pendekatan yang digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyintesis literatur atau sumber yang relevan lainnya. Kriteria subjek dalam penelitian ini fokusnya adalah guru yang mengalami problematika dalam menerapkan pembelajaran digital di SD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis digital memberikan dampak positif dalam hal akses informasi yang luas, namun dalam penerapannya terdapat beberapa problematika yang menjadi tantangan dalam pendidikan seperti: kesenjangan akses teknologi; kesenjangan digital; kesiapan guru, serta rendahnya literasi digital dan kompetensi digital. Solusi yang dapat diterapkan meliputi penyediaan akses teknologi yang merata, peningkatan literasi digital, keterlibatan orang tua dalam pengawasan, pembatasan teknologi secara sehat, serta edukasi keamanan digital untuk siswa, guru, dan orang tua.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026 Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 2 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 3 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 5, No 1 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 3 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 2 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 4, No 1 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 2 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 1 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 2, No 2 (2019): 4th National Seminar on Guidance and Counseling (SNBK 2019) and Workshop on Peda Vol 2, No 1 (2019): 4th National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2019) Vol 1, No 2 (2018): 3rd National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2018) Vol 1, No 1 (2018): 1st National Seminar on Elementary Education (SNPD 2018) More Issue