cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi_guru@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
shes@mail.uns.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
ISSN : 26209284     EISSN : 26209292     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series is a peer-reviewed interdisciplinary journal with broad coverage, consolidate basic and applied research activities by publishing the proceedings of the conference in all areas of the social sciences, humanities and education.
Arjuna Subject : -
Articles 3,397 Documents
Mathematics Learning in the 21st Century: Problem-Based Learning (PBL) and GenAI Eko Fajar Suryaningrat; Ejen Jenal Mutaqin; Karantiano S Putra; Arini Fitria Nurfadilah; Nazma Rahma Aullia
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107277

Abstract

Mathematics education in the 21st century faces the challenge of developing students' critical and creative skills in addressing complex problems. One increasingly popular approach is Problem-Based Learning (PBL), which focuses on providing real-world problems for students to solve collaboratively. PBL not only introduces students to mathematical concepts but also develops their problem-solving skills, critical thinking, and collaboration. On the other hand, technological advancements, particularly in Generative Artificial Intelligence (GenAI), open new opportunities to support mathematics learning. With its ability to automatically generate content, GenAI can be used to present more dynamic and interactive learning materials, as well as help students explore mathematical concepts in greater depth. This study aims to explore the integration of PBL with GenAI in the context of mathematics education in the 21st century. It is expected that this combination will not only enhance the understanding of mathematical concepts but also prepare students to adapt to the rapid development of technology. This research will discuss the benefits, challenges, and implications of applying these two approaches to improve the effectiveness of mathematics education in schools and universities.Pendidikan matematika abad ke-21 menghadapi tantangan dalam mengembangkan keterampilan kritis dan kreatif siswa untuk menyelesaikan masalah kompleks. Problem-Based Learning (PBL) menjadi pendekatan populer, karena mengajarkan pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kolaborasi melalui masalah dunia nyata. Di sisi lain, kemajuan Generative Artificial Intelligence (GenAI) menawarkan peluang baru dalam mendukung pembelajaran matematika dengan menghasilkan konten secara otomatis, memungkinkan siswa mengeksplorasi konsep matematika secara lebih interaktif. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi integrasi PBL dan GenAI dalam pendidikan matematika. Metode yang digunakan adalah studi literatur untuk menganalisis penerapan kedua pendekatan ini. Hasil menunjukkan bahwa kombinasi PBL dan GenAI dapat meningkatkan pemahaman matematika siswa dan mempersiapkan mereka menghadapi perkembangan teknologi. Namun, tantangan muncul dalam kesiapan teknologi, keterampilan guru, dan infrastruktur yang memadai. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa integrasi PBL dan GenAI berpotensi meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika, tetapi memerlukan pelatihan bagi guru dan pengembangan infrastruktur untuk memaksimalkan manfaatnya di sekolah dan perguruan tinggi.
Strategi Guru dalam Mengembangkan Literasi Bermakna melalui Program PELITA (Petualangan Literasi) Berbasis Digital dan Kecerdasan Majemuk Endah Saadah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107763

Abstract

The challenge of low reading interest among elementary school students encourages the need for innovative and sustainable literacy strategies. This study aims to describe teacher strategies in developing meaningful literacy through the PELITA (Literacy Adventure) program based on digital approaches and multiple intelligences. This research used a qualitative descriptive method with data collected through interviews, observations, and documentation. The research subjects consisted of one first-grade teacher and 21 students at an elementary school in Tasikmalaya Regency. The results showed that the teacher implemented literacy activities such as read-aloud sessions, group reading, digital books and virtual reality usage, and creative tasks, such as creating mini booklets. These strategies fostered students’ reading interest and expression by accommodating verbal-linguistic, visual-spatial, interpersonal, and naturalistic intelligences. The conclusion indicates that the PELITA approach successfully creates meaningful and sustainable literacy practices. Tantangan rendahnya minat baca peserta didik sekolah dasar mendorong perlunya strategi literasi yang inovatif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi guru dalam mengembangkan literasi bermakna melalui Program PELITA (Petualangan Literasi) berbasis digital dan kecerdasan majemuk. Pendekatan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas satu guru kelas 1 dan 21 peserta didik di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru melaksanakan kegiatan literasi melalui pembacaan nyaring, membaca berkelompok, penggunaan buku digital dan virtual reality, serta kegiatan kreatif seperti membuat mini booklet. Strategi ini mendukung tumbuhnya minat baca dan ekspresi siswa dengan mengakomodasi kecerdasan verbal-linguistik, visual-spasial, interpersonal, dan naturalistik. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pendekatan PELITA mampu menciptakan praktik literasi yang bermakna dan berkelanjutan.
Pengaruh Reliabilitas Instrumen Evaluasi Berbasis Nearpod terhadap Hasil Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Sosilinguistik Nora Erika Aulia; Agik Nur Efendi; Liana Rochmatul Wachidah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107396

Abstract

The reliability of an instrument in learning evaluation is a crucial aspect that determines the consistency of measurement results. Reliability testing of evaluation instruments can minimize errors in describing student learning achievement. This study aims to determine the effect of the reliability of Nearpod-based evaluation instruments on student learning outcomes in the Sociolinguistics course. The method used in this study is quantitative with a test-retest approach, namely retesting the same instrument at two different times. The subjects of this study were 20 students of the Indonesian Language Education Study Program, Class of 2023 at UIN Madura. The instrument was in the form of 10 multiple-choice questions tested through the Nearpod platform with a five-day gap between the two tests. The data analysis technique used Pearson Product Moment Correlation which was processed through the SPSS application. The results of the study showed a correlation coefficient value of r = 0.827 with a significance level of p = 0.000, which indicated that the Nearpod-based instrument had very high reliability and was considered feasible and reliable for use. Thus, the Nearpod-based evaluation instrument has a very high level of reliability which contributes significantly to producing consistent and accurate measurements, as well as supporting the improvement of student learning outcomes in sociolinguistics courses.Keandalan suatu instrumen dalam evaluasi pembelajaran merupakan aspek krusial yang menentukan konsistensi hasil pengukuran. Uji keandalan terhadap instrumen evaluasi dapat meminimalisasi kekeliruan dalam menggambarkan tentang pencapaian belajar peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh reliabiltas instrumen evaluasi berbasis Nearpod terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Sosiolinguistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan test-retest, yakni pengujian ulang suatu instrumen yang sama dalam dua waktu berbeda. Subjek penelitian ini adalah 20 mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia Angkatan 2023 di UIN Madura. Instrumen berupa 10 soal pilihan ganda yang diujikan melalui platform Nearpod dengan jeda lima hari antara kedua tes. Teknik analisis data menggunakan Korelasi Pearson Product Moment yang diolah melalui aplikasi SPSS. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,827 dengan tingkat siginifikansi p = 0,000, yang mengindikasikan bahwa instrumen berbasis Nearpod memiliki reliabilitas sangat tinggi serta dinilai layak dan andal untuk digunakan, serta memberikan dampak positif terhadap hasil belajar siswa. Dengan demikian, instrumen evaluasi berbasis Nearpod memiliki tingkat reliabilitas sangat tinggi yang berkontribusi secara signifikan dalam menghasilkan pengukuran secara konsisten dan akurat, serta mendukung peningkatan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Sosiolinguistik.
The Use of Social Media Tik Tok in Character-Based Indonesian Language Learning Siva Hidayatul Qirom; Retno Winarni; Eka Budhi Santosa
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109845

Abstract

This literature review is motivated by the rapid development of digital technology and the increasingly widespread use of social media among students, especially TikTok social media, which has presented opportunities as well as challenges in the world of education, especially in learning Indonesian in elementary schools based on instilling character values. This study aims to evaluate the results of research related to the use of TikTok in supporting Indonesian language learning and shaping students' character. The study method used is a literature review of various scientific articles in the last five years that discuss the relationship between TikTok use, learning motivation, language skills, and student character.  The results of the study show that TikTok can increase students' motivation, learning engagement, and speaking skills, as well as foster character values such as self-confidence, social awareness, and creativity. However, the findings also indicate that without proper supervision, the use of TikTok can have negative impacts such as the use of non-standard language and decreased polite behavior. Therefore, a planned pedagogical strategy is needed as well as the active role of teachers and parents in filtering and interpreting the content consumed and produced by students. In conclusion, TikTok has the potential to be an innovative learning media that supports language literacy and character building if used wisely and educatively.
Anteseden Minat Berwirausaha Gen Z Di Kota Samarinda Nur Nova Latifah E.; Poppy Alvianolita Sanistasya; Fareis Althalets; Mukhibatul Hikmah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.105109

Abstract

Tingginya angka kemiskinan di kalangan Generasi Z di Kota Samarinda menegaskan perlunya menumbuhkan minat berwirausaha sebagai solusi untuk menciptakan lapangan kerja mandiri dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendidikan, lingkungan keluarga, dan resiliensi terhadap minat berwirausaha Gen Z. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan kausalitas, melibatkan 100 responden Gen Z berusia 20–28 tahun yang dipilih melalui teknik nonprobability sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi berganda linier dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan, lingkungan keluarga, dan ketahanan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha (F hitung = 19,537; Sig. = 0,000). Nilai koefisien determinasi sebesar 37,9% menunjukkan kontribusi variabel ketiga dalam menjelaskan minat berwirausaha, sementara pengaruhnya mempengaruhi faktor lain di luar model. Secara parsial, variabel ketiga juga berpengaruh positif dan signifikan. Dengan demikian, pendidikan yang aplikatif, dukungan keluarga, dan ketangguhan pribadi merupakan anteseden penting dalam membentuk minat berwirausaha Gen Z di Kota Samarinda.
Hubungan Meaningful Work dengan Work Engagement pada Perawat di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi Fadila Lailatul Isttianah; Rida Yanna Primanita
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i4.109582

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang berperan penting dalam menjaga kualitas pelayanan rumah sakit, sehingga work engagement perawat menjadi hal yang krusial untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat meaningful work dan work engagement serta hubungan antara kedua variabel tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan menggunakan teknik pengambilan sampel non probability sampling dengan jenis incidental sampling. Jumlah responden dalam penelitian ini yaitu 84 orang perawat yang bekerja di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Instrumen pada penelitian ini yaitu kuesioner yang terdiri dari dua skala, yaitu Work and Meaning Inventory (WAMI) dan Utrecht Work Engagement Scale-9 (UWES-9). Hasil analisis korelasi pearson product moment menunjukkan nilai koefisian r = 0.649 dan nilai sig. 0.000 < 0.05. Temuan ini membuktikan adanya korelasi yang positif dan signifikan antara meaningful work dengan work engagement pada perawat di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi
Peningkatan Literasi dan Edukasi Perencanaan Keuangan dalam Keluarga dalam Upaya Preventif Masalah Keuangan Endang Martini; Rosita Mei Damayanti; Diah Pramesti; Mehilda Rosdaliva; Lintang Ayuninggar; Laras Safira; Viona Mega Anggraini; Saifa Syah Aris Saputri; Vania Debby Kumalaningrum; Cesar Adhin Sukmawan
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107282

Abstract

Financial planning within the family is essential for achieving long-term financial stability and sustainability. Through effective planning, families can manage their income wisely, minimize financial risks, and ensure the fulfillment of future needs. This community service program aims to enhance family financial literacy, focusing on the prevention of financial problems and the development of skills to manage household finances more efficiently and effectively.The methods applied in this program included awareness-building sessions, training, and direct assistance to the members and leaders of the Family Welfare Empowerment (PKK) group in RW 12, Gentan Village, Baki District, Sukoharjo Regency. Participants were trained in recording, archiving, and documenting their financial transactions. The results of the program indicated that most participants had not yet adopted structured family financial planning. Many still struggled with debt issues and were unaccustomed to saving regularly. Nevertheless, participants expressed high enthusiasm and acknowledged that the training provided valuable insights and benefits in improving their household financial management.Perencanaan keuangan dalam keluarga penting untuk mencapai kestabilan dan keberlanjutan finansial jangka panjang. Melalui perencanaan yang efektif, keluarga dapat mengelola pendapatan dengan bijaksana, mengurangi risiko finansial, serta memastikan pemenuhan kebutuhan di masa depan. Tujuan program pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan literasi keuangan keluarga, dengan fokus pada pencegahan masalah keuangan serta pengembangan kemampuan dalam mengelola keuangan keluarga secara lebih efisien dan efektif. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini mencakup sosialisasi pengarahan, pelatihan, dan pendampingan langsung kepada pengurus dan anggota PKK di RW 12, Kelurahan Gentan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Peserta dilatih untuk melakukan pencatatan, pengarsipan, dan dokumentasi transaksi keuangan mereka. Hasil dari pelaksanaan kegiatan ini menunjukkan bahwa mayoritas peserta belum menerapkan perencanaan keuangan keluarga, sebagian besar masih menghadapi permasalahan utang dan belum terbiasa menabung. Meskipun demikian, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi dan mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberikan pengetahuan dan manfaat dalam meningkatkan pengelolaan perencanaan keuangan keluarga. .
Pengaruh Lingkungan Keluarga dalam Menyiapkan Asupan Gizi Anak Usia 5–6 Tahun terhadap Perkembangan Kognitif di Desa Paok Lombok Rahmawati Kamal; I Made Swasa Astawa; Filsa Era Sativa; Nurhasanah Nurhasanah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.106004

Abstract

Perkembangan kemampuan berpikir anak usia dini sangat dipengaruhi oleh kualitas lingkungan keluarga, terutama dalam hal pemenuhan kebutuhan nutrisi yang penting untuk perkembangan otak. Lingkungan keluarga sebagai tempat pertama anak tumbuh memberikan stimulasi dan nutrisi yang dibutuhkan agar anak dapat berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga dalam penyediaan asupan makanan terhadap perkembangan kognitif anak usia 5–6 tahun di Desa Paok Lombok. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis regresi linier sederhana. Sampel sebanyak 165 orang tua dipilih secara acak dari populasi 280 orang tua, dengan data yang dikumpulkan melalui kuesioner tertutup yang sudah teruji validitas dan keandalannya. Hasil menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kualitas lingkungan keluarga dalam menyediakan asupan nutrisi dengan perkembangan kognitif anak, dengan nilai signifikansi kurang dari 0,001 dan kontribusi variabel sebesar 22,1%. Dengan kata lain, semakin baik keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, semakin optimal perkembangan kemampuan berpikir anak tersebut. Kesimpulannya, peran aktif orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sangat penting untuk mendukung perkembangan kognitif anak sejak usia dini di Desa Paok Lombok.
Inovasi Pembelajaran: Mengintegrasikan Pengenalan Diri dan Nilai Pancasila Melalui "Ruang Validasi" pada Sekolah Dasar Julia Setyaningrum; Annisa NurRohmah; Alfina Noviani; Alivia Kuswantini
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107296

Abstract

This systematic literature review aims to examine the existing literature on the effectiveness of the Teams Games Tournament (TGT) model and educational card games in enhancing Pancasila education, particularly concerning self-introduction and value internalization in elementary schools. The study employs a systematic literature review method, utilizing keywords such as "Teams Games Tournament," "Pancasila education," "card game," "elementary school," and "self-introduction." Data were retrieved from prominent databases including Google Scholar, ScienceDirect, and ERIC. Articles published between 2016 and 2025 were included to ensure recency. A total of 15 relevant articles were analyzed. The results indicate that the TGT model significantly boosts student motivation, social skills, and understanding of Pancasila philosophy, while educational card games effectively improve conceptual comprehension and learning interest. In conclusion, integrating TGT and card games supports holistic Pancasila education, promoting both cognitive and socio-emotional development in elementary students.Tinjauan literatur sistematis ini bertujuan untuk mengkaji literatur yang ada mengenai efektivitas model Teams Games Tournament (TGT) dan permainan kartu edukatif dalam meningkatkan pembelajaran Pendidikan Pancasila, khususnya terkait pengenalan diri dan internalisasi nilai di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode tinjauan literatur sistematis, dengan kata kunci "Teams Games Tournament," "Pendidikan Pancasila," "permainan kartu," "sekolah dasar," dan "pengenalan diri." Data diambil dari database terkemuka termasuk Google Scholar, ScienceDirect, dan ERIC. Artikel yang diterbitkan antara tahun 2016 dan 2025 dimasukkan untuk memastikan aktualitas. Sebanyak 15 artikel relevan telah dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model TGT secara signifikan meningkatkan motivasi siswa, keterampilan sosial, dan pemahaman filosofi Pancasila, sementara permainan kartu edukatif secara efektif meningkatkan pemahaman konseptual dan minat belajar. Sebagai simpulan, integrasi TGT dan permainan kartu mendukung Pendidikan Pancasila secara holistik, mendorong perkembangan kognitif dan sosial-emosional pada siswa sekolah dasar.
Analisis Peran Sekolah dalam Perlindungan Hak Anak di Sekolah Dasar Denis Alfian; Eko Handoyo; Edi Waluyo
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i2.101632

Abstract

Perlindungan hak anak di sekolah merupakan hal yang sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sekolah dalam melindungi hak anak di SD Negeri 6 Arjawinangun, dengan fokus pada kebijakan sekolah, sikap dan perilaku pendidik, program-program yang dijalankan, serta persepsi siswa terhadap rasa aman dan penghargaan atas hak-hak mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memperoleh pemahaman mendalam tentang bagaimana prinsip perlindungan hak anak diterapkan di sekolah dasar. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi terhadap berbagai kebijakan dan program sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SD Negeri 6 Arjawinangun telah mengimplementasikan berbagai kebijakan dan program yang mendukung perlindungan hak anak, seperti pembentukan Tim Perlindungan Anak dan pelatihan untuk guru. Namun, tantangan yang dihadapi meliputi keterbatasan pelatihan guru dalam perlindungan anak, kurangnya partisipasi orang tua, dan rendahnya sistem pelaporan kasus pelanggaran hak anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun ada komitmen yang kuat dari pihak sekolah, upaya lebih lanjut dibutuhkan untuk mengatasi tantangan tersebut dan memastikan perlindungan hak anak di sekolah lebih efektif dan berkelanjutan.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 1 (2026): Maret 2026 Vol 9, No 1 (2026): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 4 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 2 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 8, No 1 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 4 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 2 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 7, No 1 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 4 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 3 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 2 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 6, No 1 (2023): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 4 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 3 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 5 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 5, No 1 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 3 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4, No 2 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 2 Vol 4 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series (Special Issue 1 Vol 4, No 1 (2021): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 4 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 3 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 2 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 3, No 1 (2020): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 2, No 2 (2019): 4th National Seminar on Guidance and Counseling (SNBK 2019) and Workshop on Peda Vol 2, No 1 (2019): 4th National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2019) Vol 1, No 2 (2018): 3rd National Seminar on Educational Innovation (SNIP 2018) Vol 1, No 1 (2018): 1st National Seminar on Elementary Education (SNPD 2018) More Issue