cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 85 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2023)" : 85 Documents clear
Analisis Semiotika Roland Barthes dan Nilai Moral dalam Film Pendek Tilik 2018 Karya Wahyu Agung Prasetya Maulida Laily Kusuma Wati; Fatkhur Rohman; Tommi Yuniawan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.3023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk pemaknaan berdasarkan leksis semiotika menurut Roland Barthes menggunakan kode-kode Roland Barthes, selain penggunaan kode-kode untuk mengungkap makna dalam film tersebut peneliti menganalisis pesan moral dalam film Tilik 2018. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak dan catat. Melalui tokoh dalam film Tilik 2018 diungkapkan kehidupan masyarakat yang sesungguhnya, bukan hanya permasalahan sosial tetapi bentuk nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat. Hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes dalam film Tilik 2018 meliputi; (1) kode hermeneutik, (2) kode semik (3) kode simbolik (4) kode proaretik (5) kode kultural. Pesan moral film Tilik 2018 ini mungkin menggarisbawahi pentingnya memegang teguh nilai-nilai etika dalam interaksi sosial. Sikap positif dan menghindari pencemaran nama baik adalah contoh bagaimana etika dapat membentuk perilaku dan hubungan sosial. Budaya menjenguk orang sakit di Indonesia adalah contoh yang baik dari bagaimana nilai-nilai moral, social dan budaya membentuk perilaku dan interaksi manusia. Ini mencerminkan komitmen kuat terhadap kemanusiaan dan perhatian terhadap kesejahteraan sesama anggota masyarakat.
Bentuk Budaya Jawa dalam Film Kartini: Kajian Pragmatik dan Etnografi Madu Trisna Devi; Anang Santoso; Gatut Susanto
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.3029

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk budaya Jawa yang ada dalam film Kartini dengan menggunakan kajian pragmatik dan etnografi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif. Data dalam penelitian berupa tuturan lisan. Sumber data dalam penelitian yaitu penggalan peristiwa komunikasi antartokoh dalam film Kartini. Teknik pengumpulan yang digunakan dalam penelitian adalah dokumentasi, simak dan catat. Tahapan untuk analisis adalah (1) peneliti menyimak bahasa lisan fim Kartini tersebut, (2) peneliti memahami makna tuturan lisan yang diujarkan para tokoh, (3) peneliti mengidentifikasi setiap tuturan objek yang diamati dalam film Kartini, (4) peneliti mencatat data yang didapatkan dalam tabel yang sudah disusun sebelumnya untuk mempermudah proses pengumpulan data. Hasil penelitian ini ditemukan tujuh bentuk budaya Jawa dalam film Kartini berupa aktivitas, silsilah panggilan, sistem kekerabatan dan organisasi sosial, ide, peralatan hidup dan tekhnologi, wujud kebudayaan sebagai system artefak, serta sistem religi. Unsur budaya yang terdapat dalam film Kartini tersebut dapat dijadikan sebagai wujud kebudayaan yang sebagian besar harus tetap dilestarikan. Wujud kebudayaan tersebut bersifat penghormatan terhadap orang yang lebih tua, orang yang memiliki kedudukan lebih tingi, maupun kesopanan sosial masyarakat dalam bentuk tuturan maupun tingkah laku.
A Study of Presupposition and Conversational Implicatures in the Comic Strip of “The Diary of a Wimpy Kid” Helena Verusha Ali; Dini Hidayati; Yanuarius Yanu Dharmawan
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.3034

Abstract

This study aims at exploring the application of presupposition and conversational implicature in communication within comic strips from pragmatics field of study as proposed by Yule, (2006). The research design of this study is a qualitative design. The data were utterances and sentences in "The Diary of a Wimpy Kid" comic strip. This study reveals that there were four types of presuppositions implemented by the characters in “The Diary of A Wimpy Kid” comic, namely counter-factual presupposition, existential presupposition, factive presupposition, and lexical presupposition. Additionally, the research revealed that the characters in the comic employ two distinct forms of conversational implicatures: generalized conversational implicatures and particularized conversational implicatures.
Re-Examing the Indonesian Language Pragmatic Abilities of Students Majoring in Hospitality as a Basis for Exploring Students' Intercultural Abilities in Japanese Devita Widyaningtyas Yogyanti; Dwi Iswahyuni; Angela Bayu Pertama Sari
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.3036

Abstract

This research focuses on the intercultural competence of Japanese language students majoring in hospitality at three vocational schools in Yogyakarta. To be able to find out students' intercultural competence, a contrastive analysis method is used regarding politeness strategies in the context of greeting guests, asking the guest's name, asking for general information, rejecting the guest's wishes, asking for something from the guest and confirming. There are three things compared in this research, namely, politeness strategies in Indonesian sentences made by students, politeness strategies in Japanese sentences from native Japanese and the suitability of Indonesian translations into Japanese made by students. Brown and Levenson's face-threatening act (FTA) management theory was used as the theoretical basis for this research. The research results show that politeness strategies in the mother tongue do influence how students translate. In general, there are many similarities in strategies between Indonesian and Japanese regarding politeness strategies in the hospitality context. The similarity of these strategies will make it easier for students to achieve intercultural competence. It is just that a lack of linguistic ability still causes pragmalingustic failure and sociopragmatic failure. Furthermore, the difference in strategy is that the use of bald on record in Indonesian produces a bald on record translation in Japanese, which causes sociopragmatic failure.
Comparing Malangan And Mataraman Javanese Dialect: A Case Study in The Border Area of Malang And Blitar Roosi Rusmawati; Ismatul Khasanah; Ismi Prihandari; Khilmi Mauliddian
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.3054

Abstract

This study aims to observe differences in the Javanese dialect of Malangan and Mataraman and the factors that influence the phenomenon, as both dialects are spoken in the border region of Malang and Blitar. The method used in this research is qualitative, which is to provide a general description of a situation as clearly as possible without any treatment of the object under study. This research is a sociolinguistic study based on the language phenomenon that occurs in the community in the cultural border area of a ​​language, especially regarding the form of dialect differences that occur. The results suggest that the differences lie in the description markers in Ngoko Javanese. Such phenomenon is observed based on various words spoken in various situations in both regions. In addition, despite the differences of the description markers between the two dialects, the meanings behind them are not significantly different. As for the factors that make the differences between the Malangan and Mataraman dialect spoken in the Malang and Blitar border areas, they are divided into four: speakers’ habits, self-identity, region/geography, and feeling of having a different dialect/language.
Ma’kombongan Based Group Investigation Learning Model In Analyzing Controversial Cases Related To The Teaching Of Civic Education Roberto Salu Situru; Trivena Trivena; Resnita Dewi; Arnold Sule
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.3069

Abstract

Civic Education learning is considered boring by some students, mainly because the subject matter and delivery are presented in a one-way format. Civic Education in higher education should transition to a problem-based learning approach, making it more contextual and dynamic. Civic Education in college shouldn't be monotonous memorization; instead, it should focus on enhancing analytical and applicative thinking skills and the ability to provide input on existing phenomena or issues. Therefore, a learning model that encourages active student participation, such as the problem-based , is needed. This model aims to explore the depth of controversial issues discussed by students. The research results reveal the controversial issues and how the ma'kombongan-based group investigation process can improve students' analytical skills and reasoning abilities.
Efektivitas Penerapan Strategi Pair Check terhadap Kemampuan Menulis Narasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Palakka Kabupaten Bone Suhardiman Suhardiman; Nurmi Nurmi; Muhammad Rusdi; Muhammad Idris
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.3070

Abstract

Tujuan penelitian untuk (1) mendeskripsikan penerapan strategi pair check terhadap kemampuan menulis narasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Palakka Kabupaten Bone; dan (2) membuktikan keefektifan strategi pair check terhadap kemampuan menulis narasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Palakka Kabupaten Bone. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dan sampel penelitian sebanyak 46 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Palakka Kabupaten Bone yang terdiri atas siswa kelas VIIIA sebanyak 23 orang siswa dan kelas VIIIC sebanyak 23 orang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan pretes dan postes terhadap dua kelas yang diberi perlakuan berbeda. Kelas eksperimen adalah siswa kelas VIIIA SMP Negeri 1 Palakka Kabupaten Bone kelas eksperimen menggunakan penerapan strategi Pair Check dan siswa kelas VIIIC sebagai kelas kontrol menggunakan pembelajaran metode konvensional. Analisis data menggunakan Analisis Statistik Deskriptif dan Statistik Inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas Penerapan Strategi Pair Cheks terhadap Kemampuan`Menulis Narasi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Palakka Kabupaten Bone berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata siswa kelas eksprimen pada pretes dan postes berturut-turut adalah 71 dan 84. Nilai rata-rata yang diperoleh siswa pada kelas kontrol, untuk pretes yaitu 58 dan untuk postes yaitu 65. Kedua nilai ini berada pada kategori sedang. Terdapat perbedaan yang signifikan antara efektivitas penerapan strategi Pair Check terhadap kemampuan menulis narasi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Palakka Kabupaten Bone dengan pembelajaran kemampuan menulis narasi dengan menggunakan metode konvensional.
Keefektifan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Two Stay Two Stray dalam Pembelajaran Menulis Cerpen Siswa Kelas XI MAN Pangkajene Kepulauan Tahir Danial; Sulastriningsih Djumingin; Ambo Dalle
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2314

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan keefektifan pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dalam keterampilan menulis cerpen siswa kelas XI MAN Pangkajene Kepulauan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang menjadikan model belajar dan hasil belajar sebagai variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray dapat meningkatkan keterampilan menulis cerpen siswa kelas XI MAN Pangkajene Kepulauan. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari nilai pretes 41,87 menjadi 79,00 pada nilai postes.
Perbandingan Strategi Direct Writing Activity dengan Strategi Think Talk Write Menggunakan Media Flashcard terhadap Kemampuan Menulis Karangan Narasi Siswa Kelas V SDN Kalukuang Kecamatan Barombong Kabupaten Gowa Sulfa Hardianti; Tarman A. Arif; Haslinda Haslinda
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbandingan Strategi Direct Writing Activity dengan Strategi Think Talk Write Menggunakan Media Flashcard terhadap Kemampuan Menulis Karangan Narasi Siswa. Jenis ipenelitian iini iadalah ipenelitian IQuasi-Experimental dengan tipe Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas V SDN Kalukuang Tahun ajaran 2022/2023 yang berjumlah 58 orang. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Design. Pada desain penelitian ini terdapat dua kelompok eksperimen yaitu kelompok eksperimen 1 dan kelompok eksperimen 2. Kedua kelompok ini merupakan kelompok yang diberikan perlakuan. Pada kelompok eksperimen 1 akan diterapkan strategi Direct Writing Activity dan kelompok eksperimen 2 diterapkan Strategi Think Talk Write menggunakan media Flashcard pada kedua kelompok eksperimen tersebut. Kedua kelompok ini sama-sama akan diberikan pretest dan posttest. Hasil penelitian berdasarkan analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan menulis karangan narasi siswa sebelum diberikan perlakuan (pretest) pada kelas eksperimen 1 yang berjumlah 27 siswa yaitu 69,04 dan kelas eksperimen 2 yang berjumlah 31 siswa yaitu 67,06. Sedangkan rata-rata kemampuan menulis karangan narasi siswa setelah diberikan perlakuan (posttest) pada kelas eksperimen 1 yang berjumlah 27 siswa yaitu 86,4 dan kelas eksperimen 2 yang berjumlah 31 siswa yaitu 79,8. Artinya strategi Direct Writing Activity lebih baik dibandingkan startegi Think Talk Write sedangkan hasil analisis inferensial menunjukkan bahwa strategi Direct Writing Activity dengan strategi Think Talk Write memperoleh nilai sig 0,200 > 0,05 dan nilai sig 0,112 >0,05 hasil dari uji anova. Sehingga H0 ditolak dan H1 diterima.
Optimalisasi Pemakaian Bahasa Indonesia dalam Karangan Narasi Siswa di SMA 9 Wajo: Analisis Kesalahan Berbahasa Nurcaya Nurcaya; Jumadi Jumadi; Ahmad Ghazali Samad; Muhlis Muhlis; Abdul Kadir; Abdul Wahid
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 9 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v9i2.2808

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu mendiskripsikan dan menjelaskan: (1) kesalahan berbahasa Indonesia pada aspek morfologi, (2) kesalahan berbahasa Indonesia pada aspek sintaksis, (3) kesalahan berbahasa Indonesia pada aspek ejaan, (4) kesalahan berbahasa Indonesia pada aspek semantis, (5) faktor penyebab terjadinya kesalahan berbahasa. Hasil dari penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) bentuk kesalahan dalam bidang morfologi terdiri atas lima jenis, yaitu afiks, sufiks, pemenggalan kata, kata ulang, dan kata bentukan, (2) bentuk kesalahan dalam bidang sintaksis terdiri atas tiga jenis yaitu preposisi, kata penghubung, dan kalimat tidak efektif, (3) bentuk kesalahan dalam bidang ejaan terdiri atas dua jenis yaitu tanda baca dan huruf kapital, (4) bentuk kesalahan dalam bidang semantis terdiri atas dua jenis yakni diksi dan kalimat tidak baku, dan (5) faktor penyebab kesalahan berbahasa dalam karangan siswa kelas XI SMAN 9 Wajo disebabkan oleh kurangnya pemahaman tata bahasa, ketidaktahuan kosakata, kurangnya latihan menulis, kurangnya revisi dan penyuntingan, dan pengaruh bahasa ibu.