cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
The The Influence of Readers’ Cultural Values on the Interpretation of Indonesian and English Folktales Andi Inayah Soraya; Burhanuddin Arafah; Herawaty Abbas; Rezky Ramadhani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.6953

Abstract

This study examines readers’ responses to two folktales Timun Mas (Indonesia) and Jack and the Beanstalk (England) with the objective of identifying how cultural values shape intellectual and emotional engagement with narrative texts. Data were collected from 30 undergraduate students majoring in English literature. Employing an experimental approach, participants read both folktales and responded through structured questionnaires and open-ended written reflections. The findings reveal notable variations in readers’ interpretations of the two stories. In Timun Mas, participants expressed both positive and negative responses influenced by their cultural backgrounds. Many appreciated the integration of Javanese cultural elements such as the naming of characters, the inclusion of traditional objects like terasi (shrimp paste), and references to takhyul (superstition) which contributed to the story’s cultural richness and authenticity. Readers also admired Timun Mas’s perseverance in confronting adversity, reflecting cultural values of resilience and moral strength. Conversely, some participants criticized the character of Mbok Srini for breaking her promise to the giant, viewing this act as inconsistent with ethical principles valued in their own culture. In contrast, responses to Jack and the Beanstalk were predominantly negative, with readers interpreting Jack’s actions as morally questionable. Many described him as greedy, deceitful, and unjustified in killing the giant. Several participants suggested that the story should have concluded with a tragic ending in which Jack faces the consequences of his actions. Overall, the study underscores the profound influence of cultural background on readers’ moral evaluations, emotional responses, and interpretive engagement with folktales across different cultural traditions.
Analysis of the Indonesian Language Proficiency Test of Muhammadiyah Vocational High School Students in Sukabumi Hera Wahdah Humaira; Asep Firdaus
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.6990

Abstract

This study aims to analyze the Indonesian language proficiency of students at Muhammadiyah Vocational High School (SMK) Sukabumi through the Indonesian Language Proficiency Test (UKBI). Previous studies have mainly focused only on reading proficiency at the senior high school level, whereas this research covers overall language competence, differences in performance across the domains of listening, grammatical response, and reading, the factors influencing test results, and their relevance to Indonesian language learning needs at the vocational level. This research employed a quantitative descriptive method, involving 46 students as participants. Data were collected through a manual UKBI using a paper-based test format. The results show that the majority of students fall into the Intermediate (Semenjana) category (60.87%) and Marginal category (17.39%), while only 6.52% achieved the Excellent (Unggul) level. Domain analysis revealed that listening skills were relatively stronger, while reading and grammatical response skills were lower. Factors influencing performance included learning motivation, literacy exposure, teaching methods, social background, and everyday language use. This study highlights the importance of implementing literacy-based learning and practical language use to improve the language competence of vocational students.
Gastronomi sebagai Media Diplomasi Budaya dalam Pembelajaran BIPA: Kajian Persepsi, Motivasi dan Minat Yohanna Nirmalasari; Lilis Lestari Wilujeng
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif dan kualitataif mengenai pengalaman dan persepsi pemelajar BIPA terhadap pembelajaran bahasa Indonesia berbasis gastronomi. Pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua menjadi pembelajaran yang semakin dikenal oleh masyarakat di luar Indonesia. Hal ini memberikan peluang besar untuk semakin mengenalkan citra Indonesia ke kancah internasional. Salah satu bentuk pengenalan ini adalah dengan mengenalkan gastronomi ke dalam pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bentuk soft diplomasi berkelanjutan. Pembelajaran ini bahasa Indonesia ini dikenal dengan pembelajaran BIPA. Pembelajaran BIPA berbasis gastronomi dapat memberikan pengalaman belajar bahasa yang kontekstual dan interaktif. Hal ini berpotensi memengaruhi persepsi, motivasi, dan minat belajar terhadap bahasa dan budaya Indonesia sehingga penelitian ini penting untuk dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran atau yang biasa dikenal dengan mix methods karena di dalam penelitian ini mengeksplorasi persepsi, motivasi, dan minat pemelajar yang mengintegrasikan data wawancara untuk memperkuat temuan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat diperoleh hasil bahwa berdasarkan uji validitas ditemukan ada dua soal yang tidak valid dan 34 soal yang valid dengan rata-rata skor di atas 3.0. Artinya ialah bahwa responden cenderung memberikan penilaian yang positif terhadap aspek yang diukur. Berdasarkan uji reliabilitas diperoleh bahwa pada konstruk persepsi menunjukkan nilai α = 0,86, pada konstuk motivasi menunjukkan nilai α = 0,84, pada konstruk minat mneunjukkan α = 0,88, artinya bahwa semua butir pernyataan memiliki konsistensi internal yang tinggi untuk mengukur variable penelitian. Berdasarkan uji analisis deskriptif diperoleh bahwa (1) dalam hal persepsi diperoleh nilai rata-rata 3,92, (2) dalam hal motivasi diperoleh nilai rata-rata 3,78, dan (3) dalam hal minat diperoleh nilai rata-rata  3,84. Hasil uji analisis deskriptif ini didukung dengan data wawancara yang menunjukkan bahwa  BIPA berbasis gastronomi terbukti efektif meningkatkan keterampilan bahasa, motivasi, dan minat pemelajar, sekaligus kesadaran dan pemahaman budaya Indonesia yang berkelanjutan.  
Analisis Wacana Kritis dalam Film Pattongko Siri sebagai Representasi Budaya Suku Bugis Makassar Tiara Artamefia; Yunidar, Yunidar; Asrianti, Asrianti; Moh. Tahir; Arum Pujiningtyas
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7065

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai budaya Bugis Makassar dalam film Pattongko Siri’ dengan menggunakan kerangka Analisis Wacana Kritis (AWK) Teun A. van Dijk. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa wacana dalam film yang mencakup aspek linguistik dan aspek yang merepresentasikan nilai budaya Bugis-Makassar. Sumber data penelitian berupa adegan dan dialog dalam film Pattongko Siri’ yang diproduksi oleh Viu Shorts dan tayang pada tahun 2019. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dua teknik, yaitu teknik simak dan teknik catat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model AWK Teun A. van Dijk yang mencakup tiga struktur utama,  yakni (1) struktur makro, (2) superstruktur, dan 3) struktur mikro. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Pattongko Siri’ merepresentasikan nilai siri’ sebagai instrumen kontrol sosial dan mekanisme pemulihan kehormatan keluarga dalam budaya Bugis. Wacana yang dibangun menegaskan distribusi peran gender yang timpang, di mana perempuan lebih banyak menanggung beban psikologis, sementara laki-laki diposisikan sebagai penyelamat kehormatan melalui tanggung jawab moral dan sosial. Dengan demikian, film ini tidak hanya merefleksikan budaya Bugis-Makassar, tetapi juga memperkuat ideologi patriarki serta menegaskan peran adat sebagai solusi legitimasi sosial dan budaya.
Tindak Tutur Ekspresif dalam Interaksi Remaja di Desa Sibado Cindy Afitasari; Ulinsa, Ulinsa; Arum Pujining Tyas; Yunidar, Yunidar; Asrianti, Asrianti
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7136

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan fungsi tindak tutur ekspresif  dalam interaksi remaja di Desa Sibado. Penelitian ini menggunakan kajian pragmatik menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data dilakukan berupa teknik simak bebas libat cakap, rekam, dan catat terhadap data lisan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tindak tutur ekspresif remaja di Desa Sibado meliputi lima bentuk dan fungsi utama: (1) mengucapkan terima kasih, (2) memberi selamat, (3) meminta maaf, (4) menyalahkan, dan (5) memuji. Bentuk terima kasih dicirikan dengan adanya ucapan terima kasih karena suatu bantuan, bentuk dengan adanya ucapan selamat karena suatu hal yang spesial atau membahagiakan, bentuk meminta maaf karena adanya rasa penyesalan atas kesalahan, bentuk menyalahkan karena adanya sebuah kejadian yang tidak dapat diterima atau membuat kesal, dan bentuk memuji karena adanya sesuatu yang menggagumkan atau penghargaan yang diterima.
Sikap Bahasa Generasi Z di Kampung Inggris Pare, Kabupaten Kediri Rosiana Diah Rahmawati; Anang Sntoso; Martutik
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.4872

Abstract

Penelitian ini berfokus pada sikap bahasa generasi Z terhadap bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa Inggris di Kampung Inggris Pare. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kecenderungan persepsi atau penilaian generasi Z terhadap bahasa-bahasa dikuasai dan umum digunakan sehari-hari di wilayah penelitian, yaitu bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa Inggris. Melalui pendekatan kuantitatif, penelitian ini mengolah data statistik dari hasil penyebaran kuesioner sikap bahasa untuk mengetahui kecenderungan responden terhadap bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap generasi Z terhadap bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa Inggris menunjukkan nilai positif. Bahasa Inggris mendapatkan nilai indeks tertinggi yaitu 0,78. Bahasa Indonesia mendapatkan nilai indeks 0,73. Kemudian, bahasa daerah mendapatkan nilai indeks 0,69. Bahasa daerah mendapat nilai indeks paling rendah dan memiliki selisih yang cukup jauh dengan bahasa Inggris. Hal itu menunjukkan bahwa generasi Z di Kampung Inggris Pare lebih memilih bahasa Inggris daripada bahasa daerah, sedangkan bahasa Indonesia berada di posisi pilihan kedua karena dianggap sebagai bahasa yang netral. Penelitian ini memberikan gambaran terhadap kecenderungan generasi Z di Kampung Inggris Pare dalam menilai dan memilih bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: sikap bahasa, generasi Z, Kampung Inggris Pare
Transformasi An-Naḥt dalam Identitas Linguistik Muslim Multibahasa: Studi Kasus Media Sosial Sari, Maya; Umi Kulsum; Ali Hasan Al Bahar; Ibnu Rawandhy N. Hula; Baso Pallawagau
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7193

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi an-naḥt sebagai penanda identitas linguistik dalam komunitas Muslim multibahasa di era digital. Awalnya, an-naḥt dalam bahasa Arab merujuk pada pemendekan ungkapan seperti ḥamdalah, namun kini meluas menjadi simbol solidaritas, ekspresi religius, dan gaya hidup Muslim modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis konten digital dan observasi etnografi daring. Data diperoleh dari unggahan di TikTok, Instagram, dan Facebook berupa video, caption, , dan tagar yang mengandung bentuk an-naḥt seperti ḥamdalah, tahlīl, hijabfluencer, mompreneur, dan muslimfluencer.Hasil menunjukkan bahwa an-naḥt digital tidak hanya mempertahankan nilai semantik dan spiritualnya, tetapi juga bertransformasi menjadi ekspresi sosial dan ekonomi. Istilah seperti mompreneur dan muslimfluencer menggambarkan identitas perempuan Muslim produktif serta figur dakwah digital. Kontribusi penelitian ini terletak pada perluasan kajian dinamika bahasa Arab di era kecerdasan buatan dan pada pemahaman baru tentang hubungan antara bahasa, agama, dan ekonomi digital dalam pembentukan identitas global.
Developing Multimodal Teaching Materials for Persuasive Writing within a Genre-Based Pedagogy Ariefin, Muhammad; Sintowati Rini Utami; Miftahulkhairah Anwar
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.6972

Abstract

This study aim to develop and validate multimodal teaching materials integrated with a Genre-Based Approach to strengthen junior-secondary persuasive writing in bahasa Indonesian class. Motivated by gaps in monomodal textbooks and inconsistent enactment of genre pedagogy, we followed a Research and Development (R&D) design using the ADDIE model. The digital e-module operationalizes Building Knowledge of the Field, Modelling, Joint Construction, and Independent Construction, and coordinates text, images, layout, and audio so verbal and visual resources support the same persuasive functions. A limited classroom trial with Grade VIII students (n = 39) examined feasibility and learning movement. Evaluation combined expert validation of content  and material, language and readability, and media and design, teacher and student user-response indices, and curriculum-aligned pre and posttests. Analyses were descriptive. Expert validation yielded 92.76 %, categorized as very feasible. Teacher reported 93.35 %, also very feasible. Students reported 82.75 %, feasible. Mean scores increased from 65.22 % on the pretest to 85.74 % on the posttest, a gain of 20.51 points, with an average normalized gain of 0.61 indicating medium effectiveness. Findings suggest that explicit genre scaffolding coupled with principled multimodal orchestration is classroom-ready and educationally valuable. Recommendations include clearer stepwise drafting prompts, compact lexis banks for stance, and stronger intermodal signalling.
Masa Depan Pembelajaran Membaca Pemahaman: Analisis Integrasi Google Gemini dan Kearifan Lokal Pela Gandong Syaidah, Syaidah; Israwati Amir; Wardihan, Wardihan; Akhiruddin, Akhiruddin
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7031

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis masa depan pembelajaran membaca pemahaman kreatif melalui integrasi teknologi Google Gemini dan kearifan lokal Pela Gandong pada perguruan tinggi. Transformasi pembelajaran di era digital menuntut inovasi yang tidak hanya mengadopsi teknologi tetapi juga melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Google Gemini sebagai kecerdasan buatan generatif yang mudah diakses memberikan peluang besar untuk personalisasi pembelajaran, sementara Pela Gandong sebagai kearifan lokal Maluku memiliki potensi besar dalam membentuk karakter dan kreativitas mahasiswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan 40 mahasiswa Program Studi Tadris Bahasa Indonesia UIN Abdul Mutalib Sangadji, Ambon. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi Google Gemini dan kearifan lokal Pela Gandong dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman kreatif mahasiswa hingga 85%, motivasi belajar meningkat 78%, dan pemahaman nilai-nilai kearifan lokal mencapai 82%. Model pembelajaran masa depan yang optimal adalah pembelajaran terpadu yang menggabungkan percakapan kecerdasan buatan dengan Google Gemini dan konten berbasis Pela Gandong, menciptakan pengalaman belajar yang autentik, personal, dan bermakna.
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Animasi Powtoon terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Inferensial Siswa Kelas IV UPT SPF SDN Gunung Sari I Nur Abidah Idrus; Sahrial Laami; Khaerunnisa, Khaerunnisa; Abd. Rahim
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7178

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kemampuan membaca pemahaman inferensial siswa sebelum dan sesudah menggunakan media animasi Powtoon, (2) perbedaan kemampuan membaca pemahaman inferensial sebelum dan sesudah pembelajaran, serta (3) pengaruh penggunaan media animasi Powtoon terhadap kemampuan membaca pemahaman inferensial siswa kelas IV. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-eksperimen. Desain dalam penelitian ini yaitu one group pre-test dan post-test design dengan subjek penelitian adalah 27 siswa kelas IV UPT SPF SDN Gunung Sari I yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Hasil uji normalitas menggunakan uji  statistik Kolmogorov-Smirnov dan uji statistik Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal (p < 0,05), sehingga analisis perbedaan skor pre-test dan post-test dilakukan dengan menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 24. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif, uji analisis inferensial dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca pemahaman inferensial siswa sebelum diberikan perlakuan (pre-test) berada pada kategori cukup, sedangkan setelah pembelajaran menggunakan media animasi Powtoon (post-test), kemampuan membaca pemahaman inferensial siswa meningkat dan berada pada kategori sangat baik. Terjadi peningkatan skor individu dari pre-test ke post-test yang menunjukkan perubahan positif. Nilai rata-rata skor meningkat hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (< 0,05), yang berarti terdapat  perbedaan signifikan antara hasil pre-test dan post-test. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris terhadap pengembangan strategi pembelajaran berbasis media digital di sekolah dasar dan dapat menjadi acuan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih interaktif, menarik, dan sesuai dengan karakteristik siswa abad ke-21 yang akrab dengan teknologi digital.