cover
Contact Name
Suparman
Contact Email
suparman@uncp.ac.id
Phone
+6285261455244
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota palopo,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra
ISSN : 24433667     EISSN : 27154564     DOI : https://doi.org/10.30605/onoma
Core Subject : Education,
Onoma adalah jurnal akademik yang diterbitkan pada bulan Mei dan November oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Cokroaminoto Palopo. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel ilmiah tentang pendidikan, bahasa dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,779 Documents
Representasi Feminisme Novel Perempuan Di Titik Nol Karya Nawal El Saadawi Melinda Disti Nuraulia; Hasan Suaedi; Eka Nova Ali Vardani
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5912

Abstract

Novel Perempuan di Titik Nol karya Nawal El Saadawi menggambarkan kehidupan masyarakat Mesir. Karya ini menjadi objek penelitian yang menarik ketika ditelaah melalui pendekatan wacana feminis, yang secara tegas disampaikan oleh penulisnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana perempuan direpresentasikan dalam novel Perempuan di Titik Nol, dengan menggunakan teori marxis dan Stuart Hall sebagai kerangka analisis. Penelitian ini menggunakan pendekatan yang bersifat objektif. Sumber data yang digunakan adalah novel Perempuan di Titik Nol itu sendiri. Data yang dikumpulkan mencakup berbagai elemen dari novel, antara lain kata, klausa, kalimat, serta penggalan paragraf yang menjelaskan tema, alur, karakter, dan latar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui baca catat dan riset kepustakaan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif serta kajian isi dari Novel Perempuan di Titik Nol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi perempuan dalam konteks budaya patriarki, ketika ditinjau melalui teori feminis marxis dan Stuart Hall , mencakup isu-isu seperti kemiskinan, kejahatan, pelanggaran, dan kesenjangan sosial, bentuk bentuk ketidak adilan gender dan ketertindasan perempuan dengan perspektif feminisme sosialis yang terangkum dalam 3 yaitu : Firdauz dalam pusaran kekerasan dan pelecehan sexual, Firdauz wajah kesengsaraan Subordinasi, Marginalisasi dan pertukaran tubuh atas ekonomi keluarga.
Toponimi Nama-Nama Desa di Kecamatan Kebumen Kabupaten Kebumen Kajian Antropolinguistik Nisa Nala Sabila; Irwan Suswandi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7059

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali asal-usul nama desa serta melihat bagaimana proses penamaan terbentuk dan berkontribusi terhadap identitas kultural desa-desa tersebut dan sejauh mana masyarakat setempat masih mengenali dan memahami makna di balik nama desa di Kecamatan Kebuman, Kabupaten Kebumen. Penelitian ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif kualitatif. Metode yang digunakan selama pengumpulan data adalah wawancara dan metode simak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap nama desa mengandung makna terkait dengan kondisi geografis, sejarah komunitas, sistem kepercayaan, tokoh masyarakat, serta nilai-nilai budaya setempat. Adapun data yang termasuk dalam aspek perwujudan, yaitu Desa Argopeni, Candimulyo, Kalibagor, Kalijirek, dan Wonosari; aspek kemasyarakatan berupa Desa Muktisari, sementara aspek kebudayaan mencakup Desa Jemur, Kawedusan, dan Murtirejo. Melalui penelitian ini, diharapkan dapat memperkaya ilmu toponimi di daerah Jawa Tengah sekaligus menjaga warisan budaya yang ada.
Memperkuat Pemahaman Kaidah Bahasa Arab melalui Metode Lagu Berdasarkan Buku Ajar Qaidaty Nafis, Zain; Mamam Abdurrahman; Nalahuddin Saleh
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7123

Abstract

Studi ini meneliti penggunaan lagu sebagai metode pengajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang pemahaman tata bahasa Arab, dengan fokus pada Naḥwu dan Ṣaraf berdasarkan buku teks Qaidati. Ini membahas masalah rendahnya keterlibatan dan pemahaman siswa yang diakibatkan oleh metode pengajaran tradisional yang monoton. Tujuan utamanya adalah untuk menilai efektivitas pembelajaran berbasis lagu sebagai alternatif yang kreatif dan interaktif. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan, yang melibatkan observasi kelas dan wawancara dengan guru dan siswa kelas tujuh di sekolah menengah pertama Islam yang menggunakan Qaidati. Temuan menunjukkan bahwa menggabungkan lagu-lagu baik dari puisi Arab klasik atau yang diadaptasi dari lagu anak-anak yang familiar sangat meningkatkan daya ingat, partisipasi, dan antusiasme siswa. Pendekatan ini terutama bermanfaat bagi pelajar auditori. Studi ini menyimpulkan bahwa menggunakan lagu dalam pengajaran tata bahasa adalah strategi yang efektif dan sesuai konteks dalam pemahaman tata bahasa, menciptakan pengalaman belajar bahasa Arab yang lebih menarik dan bermakna untuk tingkat awal hingga menengah.
"Pappaseng and Deep Learning: A Perspective on Strengthening Student Character through Local Wisdom" Syamsudduha, Syamsudduha; Ita Rosvita; Muhammad Ilham
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7128

Abstract

This study aims to examine the integration of local wisdom values from Pappaseng of the Bugis tradition through a deep learning approach to support the strengthening of students’ character. Pappaseng contains moral messages such as work ethic (reso), mutual cooperation, solidarity, religiosity, scholarship, and health. These messages are relevant to the principles (outcomes) embedded within deep learning. The study investigates whether the values of Pappaseng align with the dimensions of deep learning, which emphasize meaningful understanding, self-reflection, the development of social attitudes, and the connection of knowledge to real life contexts using a qualitative methodology based on literature review. The findings indicate that integrating these two concepts can lead to a more holistic learning process that combines mastery of knowledge, critical thinking skills, strong moral formation, and a solid cultural identity. This synergy has the potential to cultivate a generation that is intellectually capable, honest, resilient in the face of global changes, and beneficial to society.
The Use of Personal Deiksis In Expressing The Meaning of The Short "In The Body Of Tarra In The Word Of The Tree" By Faisal Oddang: A Stilistic Overview Nursa'adah, St.; Bandung, AB Takko; Nurhayati, Nurhayati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.6735

Abstract

The purpose of this study is to reveal the types of deixis and the function of deixis in uncovering the meaning of the short story " Di Tubuh Tarra dalam Rahim Pohon ". This research uses stylistic theory. Stylistics examines the use of language in a literary work and the effectiveness of its use. This stylistic study can move at the pragmatic level. This type of research is qualitative research. The method used in this research is descriptive analytical method. The results of the study show that the types of deixis in the short story include first-person deixis with the word I as many as 13 and I as many as 8, the use of the second person with the word you as much as 37 and the second plural with the word we as much as 5. The third persona he as many as 9, he as much as 3. The third plural with the word we as many as 6 and they are 6. The use of the first persona deixis is dominantly used in the short story. Through the use of persona deixis, it is found the meaning of the social stratification of the Toraja people in the short story " Di Tubuh Tarra dalam Rahim Pohon "
Membaca Tanda, Menjaga Tradisi: Eksplorasi Semiotik dan Pariwisata Budaya dalam Ritual Jeknek Sappara Indarwati, Indarwati; Tanjung, Ida Liana; Bahar, Pratiwi; Kaharuddin, Mutahharah Nemin; Meirling, Andi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.6739

Abstract

  Penelitian ini bertujuan mengungkap makna simbolik dan potensi strategis dari ritual Jeknek Sappara di Desa Balangloe, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Ritual ini merupakan tradisi tahunan yang dilaksanakan pada bulan Safar dan memiliki nilai-nilai spiritual, sosial, dan budaya yang kuat dalam kehidupan masyarakat setempat. Namun, keberadaan ritual tersebut mulai terancam oleh arus modernisasi, kurangnya dokumentasi, serta minimnya keterlibatan generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi visual. Analisis dilakukan melalui pendekatan semiotik dengan merujuk pada teori Chandler dan Geertz untuk menafsirkan simbol-simbol yang digunakan dalam ritual, seperti daun sirih, tarian, mantra, dan benda-benda pusaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol dalam ritual Jeknek Sappara tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga mencerminkan identitas budaya, harmoni sosial, dan hubungan manusia dengan alam. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa Jeknek Sappara memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya yang berbasis kearifan lokal. Pengembangan tersebut harus dilakukan secara partisipatif dan beretika agar tidak menghilangkan nilai-nilai sakral dari ritual. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pelestarian budaya lokal, penguatan identitas komunitas, dan pengembangan pariwisata berbasis komunitas secara berkelanjutan.
The The Implementation of Digital Multimodal Composing for Speaking and 21st-Century Skills in Vocational High School Rizka Fahma Sabila Haque; Francisca Maria Ivone; Nanang Zubaidi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.6772

Abstract

English speaking skills and 21st-century competencies are crucial for vocational high school graduates, yet they remain low in Indonesia. Digital Multimodal Composing (DMC) strategies, especially when combined with a task-based approach, offer the potential to enhance both skills. Unfortunately, the implementation of DMC in this context remains rarely explored. This research aimed to explore the implementation of DMC on English-speaking and 21st-century skills in vocational high school. This is a qualitative case study, using observation and interview as data collection techniques. This study involved a class with 17 students majoring in Visual Communication Design and an English teacher. The finding revealed that the implementation of DMC followed the steps of Willis (1996) and had a great potential in developing speaking and 21st-century skills. However, the post-task stage was absent, which caused the learners to lose the opportunity to engage in linguistic review and language focus.
Boosting EFL Speaking Skills Through Think Pair Share Strategy in The Digital Era: Integrating the Reallife App for Eleventh Grade Students Nabila Humaira; Francisca Maria Ivone; Nanang Zubaidi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.6776

Abstract

In an era where English proficiency opens global doors, speaking fluency remains the Achilles' heel for many language learners. Initial observations at a senior high school in Kota Malang Grade XI students struggled with speaking, lacked confidence, and had low motivation to improve their speaking ability. Teachers also faced constraints in applying effective speaking strategies due to limited instructional time. To address these issues, this study integrated the Think-Pair-Share (TPS) strategy with the RealLife English application, focusing on the “Pair” phase to maximize interaction and authentic communication. This Classroom Action Research (CAR), following Kemmis & McTaggart’s model, involved 36 eleventh-grade students over eight meetings. Data were collected through speaking tests, questionnaires, classroom observations, and interviews. Students’ speaking performance was assessed using an analytical scoring rubric covering fluency, lexical resource, grammar, and pronunciation. Findings indicate a significant improvement in speaking fluency, supported by notable gains in other criteria. Students reported enhanced vocabulary, greater confidence, and deeper cultural awareness through interactions with international peers on RealLife. Analysis of perceptions revealed three key outcomes: meaningful learning through cultural exchange, effective synergy between a classical cooperative strategy and digital tools, and improved learning efficiency when integrating flipped learning with TPS. This research demonstrates that TPS combined with RealLife offers a powerful, innovative approach to fostering speaking proficiency in EFL contexts. However, there are some shortcomings that should be noted, including the connection issue during the action phase. Some suggestion is also taken into this study.
Teachers’ Strategies and Challenges in Implementing Strategies to Alleviate Students’ Speaking Anxiety Muqorrobin, Muhammad; Suryati, Nunung; Wulyani, Anik Nunuk
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.6778

Abstract

Foreign language anxiety (FLA) is one of the primary sources inhibiting students' speaking skill development. Previous studies explored the triggering factors of FLA and the strategies for alleviating students’ speaking anxiety. However, studies focusing on teachers’ challenges in implementing the strategies have yet to be conducted. To address the existing gap, this study aims to explore strategies teachers implemented in reducing speaking anxiety and challenges in implementing the strategies. Using narrative inquiry as a research design, this study used semi-structured interviews to collect data from two English department lecturers who are teaching in a state university in Indonesia and possess some knowledge and experience in dealing with anxious students in their speaking classes. The findings revealed that teachers’ lenience toward students’ mistakes helped reduce fear of negative evaluation, creating a comfortable atmosphere that fostered confidence and participation, and peer/group activities encouraged collaborative learning and reduced performance pressure. However, the teachers encountered difficulties maintaining students’ motivation, as learners often lost enthusiasm over time despite initial encouragement; addressing deeply rooted anxiety that had developed from repeated negative learning experiences; and managing time constraints that limited opportunities to implement interactive activities and provide individualized support effectively. These findings provide teachers with a comprehensive understanding of the dynamics of the issue in addressing students’ speaking anxiety, which consequently grants them extensive insights to design proper strategies that possibly maximize their effectiveness in reducing students’ FLA.
Bahasa sebagai Legitimasi Adat: Studi Antropolinguistik pada Tradisi Basarang di Minangkabau Aurlani, Febry; Puteri Anugrah Septianingsih
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.6834

Abstract

Tradisi Basarang merupakan salah satu ritual masyarakat Minangkabau di Nagari kasang Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman yang sarat simbol, nilai sosial dan sistem komunikasi yang khas. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai ritual penyelesaian adat, tetapi juga merepresentasikan kearifan lokal dalam menjaga harmoni sosial dan legitimasi budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk tuturan adat yang muncul dalam prosesi Basarang serta menafsirkan maknanya melalui perspektif antropolinguistik, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan antropolinguistik melalui model komunikasi Dell Hymes. Data dikumpulkan melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam dengan tokoh adatm dan dokumentasi lapangan kemudian dianalisis dengan mengklasifikasikan tuturan berdasarkan kerangka SPEAKING (Settting and Scene, Participants, Ends, Act Sequence, Key, Instrumentalities, Norm, dan Genre). Hasil analisis menunjukkan bahwa pada tahap pembukaan prosesi, tuturan adat berfungsi untuk menyampaikan maksud kedatangan dan membangun suasana sakral; pada tahap inti, tuturan menegaskan legitimasi adat, menghapus status sumbang, serta memulihkan marwah keluarga; sedangkan pada tahap penutup, tuturan digunakan untuk mengakhiri prosesi dengan doa, pesan moral, dan peneguhan hubungan kekerabatan. Setiap komponen SPEAKING memperlihatkan keteraturan linguistik yang merefleksikan nilai-nilai sosial, religius, dan simbolis masyarakat Minangkabau. Temuan ini menegaskan bahwa bahasa dalam prosesi Basarang bukan sekadar sarana komunikasi, melainkan instrumen simbolis yang menjaga identitas kolektif dan solidaritas sosial. Penelitian ini sekaligus memberikan kontribusi terhadap dokumentasi budaya Minangkabau yang mulai tergerus modernisasi serta memperkaya kajian linguistik berbasis kearifan lokal.