cover
Contact Name
Hendra
Contact Email
agroteknikapolitani@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agroteknikapolitani@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lima puluh kota,
Sumatera barat
INDONESIA
Agroteknika
ISSN : 26853353     EISSN : 26853450     DOI : -
Agroteknika adalah jurnal nasional untuk publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Agroteknika sebagai kajian ilmiah hasil penelitian pada bidang teknologi pertanian dengan ruang lingkup: mekanisasi pertanian, teknologi pangan, irigasi, teknologi budidaya tanaman pangan dan perkebunan, energi terbarukan, sistem informasi pertanian, sistem informasi geografis dan bioinformatika.
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
Optimasi Desain Tower Aeroponik dan Jenis Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Kangkung (Ipomoea reptans Poir) Ringga Anugrah; Dea Pauziah Nandini Putri; Resti Fajarfika; Ai Yanti Rismayanti; Ardli Swardana; Novriza Sativa
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.692

Abstract

Kemajuan teknologi dan pertumbuhan aktivitas ekonomi di wilayah perkotaan mendorong ekspansi kawasan kota yang menyebabkan peningkatan kebutuhan dan nilai lahan sehingga ketersediaan ruang untuk kegiatan budidaya tanaman menjadi semakin terbatas. Sistem hidroponik dengan tipe tower aeroponik merupakan solusi budidaya modern yang fleksibel dan dapat diterapkan di berbagai lokasi, termasuk lahan luas, wilayah perkotaan, pedesaan, hingga bangunan bertingkat, namun masih menghadapi tantangan utama berupa kebutuhan investasi awal yang relatif tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dua desain tower aeroponik yaitu pipa PVC dan ember, dengan variasi media tanam terhadap pertumbuhan tanaman kangkung (Ipomoea reptans Poir.) untuk memperoleh alternatif instalasi dan media tanam yang efisien, ramah lingkungan, ekonomis, dan berkelanjutan dalam produksi sayuran. Percobaan ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Petak Terbagi (split plot) dengan faktor 2 × 4, di mana desain sistem aeroponik sebagai petak utama terdiri atas instalasi berbahan pipa (P1) dan ember (P2), sedangkan jenis media tanam sebagai anak petak meliputi rockwool (M1), dakron (M2), spons (M3), dan kain flanel (M4), setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANOVA kemudian dilanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%. Hasil menunjukkan interaksi antara jenis instalasi dan media tanam terhadap pertumbuhan kangkung pada umur 14 HST, ditunjukkan oleh parameter tinggi tanaman dan jumlah daun. Perlakuan terbaik untuk tinggi tanaman diperoleh pada kombinasi instalasi pipa (P1) dan media dakron a(M2), sedangkan jumlah daun tertinggi terdapat pada kombinasi instalasi ember (P2) dan media rockwool (M1).
Analisis Atribut Sensitif Keberlanjutan Petani Plasma Kelapa Sawit di Kecamatan Teluk Gelam Sekar Wahyu Ningsih; Lifianthi Lifianthi; Erni Purbiyanti
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.715

Abstract

Keberlanjutan usaha tani kelapa sawit pola plasma sangat ditentukan oleh ketahanan internal petani terhadap tekanan eksternal, terutama yang terkait dengan ketergantungan finansial/pembiayaan dari skema kredit kemitraan. Meskipun berfungsi sebagai modal awal, tingginya rasio kewajiban finansial berpotensi melemahkan ketahanan usaha dan status keberlanjutan jangka panjang petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis indeks keberlanjutan multidimensi (dimensi ekonomi, lingkungan, sosial, teknis dan kelembagaan) serta mengidentifikasi atribut pengungkit (leverage) yang paling sensitif dalam meningkatkan status keberlanjutan petani plasma di Kecamatan Teluk Gelam, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Penelitian dilakukan dengan pengambilan sampel secara sengaja (purposive sampling) terhadap 50 petani plasma pada masing-masing KUD. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan studi literatur. Analisis keberlanjutan menggunakan pendekatan Multi-Dimensional Scaling (MDS) melalui program Rap-PalmOil. Selanjutnya, analisis daya ungkit (leverage analysis) dari MDS digunakan untuk menentukan faktor-faktor dengan pengaruh tertinggi terhadap keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status keberlanjutan petani plasma berada pada kategori cukup berkelanjutan (61,72), dengan dimensi teknis dan kelembagaan menjadi faktor paling sensitif terhadap perubahan leverage. Tingginya leverage terbukti menurunkan indeks keberlanjutan akibat meningkatnya ketergantungan pada kewajiban kredit serta lemahnya posisi tawar petani dalam pola kemitraan plasma. Penguatan kapasitas kelembagaan dan perbaikan tata kelola keuangan menjadi strategi krusial untuk meningkatkan keberlanjutan jangka panjang petani plasma.
Karakteristik Gabah Padi Gogo Lokal (Oryza sativa L.) Kupang, Nusa Tenggara Timur Dicky Frengky Hanas; Eniek Kriswiyanti; I Ketut Junitha
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.718

Abstract

Keberadaan padi gogo lokal semakin sulit ditemukan padahal padi gogo lokal telah beradaptasi terhadap kondisi lahan marginal termasuk varietas padi gogo lokal Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keragaman dan karakteristik gabah padi gogo lokal Kupang. Eksplorasi dan koleksi padi gogo lokal dilakukan di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang. Ciri morfologi yang diamati menggunakan deskriptor padi. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa terdapat 6 ragam padi gogo lokal Kupang, yaitu Aen muti, Aen metan, Aen me’e putih, Aen me’e merah, Aen Molo, dan Aen Lekes. Tiap varietas padi gogo lokal Kupang dapat dibedakan berdasarkan ciri yang tampak. Terdapat variasi karakter morfologi Padi gogo lokal Kupang, meliputi warna kulit gabah yaitu coklat, coklat kemerahan, kuning jerami, kuning kecoklatan, bergaris coklat pada latar kuning jerami; panjang gabah antara 7,6–8,9 mm; lebar gabah antara 2,43 - 3,59 mm; tebal gabah antara 1,95 - 2,24 mm; tebal kulit gabah antara 0,09–0,115 mm, bentuk gabah antara sedang dan ramping, warna beras meliputi putih, merah dan hitam; warna aleuron meliputi putih, putih kecoklatan, merah kecoklatan dan ungu kehitaman; panjang beras antara 5,52 - 6,31 mm; lebar beras antara 2,12 - 2,84; tebal beras antara 1,75 - 2,01 mm; bentuk beras meliputi membulat, sedang dan ramping; berat gabah antara 0,025 - 0,031g; berat kulit gabah antara 0,005 - 0,006g serta berat beras per butir antara 0,020 - 0,025g. Variasi morfologi yang ditunjukkan oleh setiap varietas padi mengindikasikan karakteristik dari masing-masing varietas padi gogo lokal.
Pengaruh Konsentrasi Pupuk Bioslurry Cair dan Lama Perendaman terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Jagung (Zea mays L.) Mia Margarita Andriyani; Yuni Nurfiana; Sri Ratna Triyasari
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.728

Abstract

Jagung (Zea mays L.) termasuk salah satu komoditas pangan strategis yang berpotensi untuk terus dikembangkan karena menjadi sumber utama karbohidrat dan protein setelah padi. Penurunan produksi jagung di Indonesia menjadi salah satu kendala dalam pemenuhan kebutuhan domestik, salah satunya disebabkan oleh rendahnya mutu fisiologis benih, sehingga diperlukan upaya peningkatan mutu benih melalui teknik invigorasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kombinasi konsentrasi bioslurry dan lama perendaman yang paling efektif terhadap viabilitas dan vigor benih jagung. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri atas empat taraf kepekatan bioslurry, yaitu tanpa perendaman (A0), air (A1), air:bioslurry 2:1 (A2), dan air:bioslurry 1:1 (A3), serta tiga taraf lama perendaman, yaitu 12 jam (L1), 24 jam (L2), dan 48 jam (L3). Setiap perlakuan diulang empat kali sehingga diperoleh 40 unit percobaan. Parameter yang diamati meliputi indeks vigor, daya berkecambah, potensi tumbuh maksimum, benih segar tidak tumbuh, berat basah kecambah normal, dan berat kering kecambah normal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa priming benih menggunakan bioslurry efektif meningkatkan viabilitas dan vigor benih jagung. Perlakuan air:bioslurry (2:1) selama 12 jam dan air:bioslurry (1:1) selama 24 jam merupakan kombinasi yang paling potensial untuk diterapkan dalam peningkatan mutu fisiologis benih jagung.
Analisis Hambatan Adopsi Drone Sprayer pada Mekanisasi Pertanian Menggunakan Interpretive Structural Modelling (ISM) Wahyudi Adi Prasetyo; Rizqi Permana Sari; Arief Ikar; Krisnawanti Krisnawanti
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.733

Abstract

Indonesia memiliki potensi sebagai salah satu pemasok beras utama di Asia Tenggara. Namun demikian, tren penurunan produksi domestik yang disertai peningkatan impor menunjukkan adanya tantangan struktural dalam sektor pertanian. Upaya modernisasi melalui digitalisasi pertanian, termasuk penggunaan drone sprayer belum diadopsi secara luas oleh petani kecil. Pendekatan Interpretive Structural Modelling (ISM) dilakukan untuk menganalisis hambatan adopsi drone sprayer di kalangan petani Desa Jatimulya Subang. Hasil menunjukkan bahwa biaya, persepsi, kapabilitas teknis, dukungan institusional, dan faktor demografis merupakan penghambat utama, dengan akar masalah pada lemahnya dukungan institusional dan kendala demografis. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan peran institusi melalui edukasi, pelatihan, literasi, serta regenerasi petani guna mempercepat adopsi teknologi. Studi ini menghasilkan model sistemik sebagai dasar perumusan strategi intervensi yang lebih efektif di sektor pertanian.
Evaluasi Perbedaan Konsentrasi Alginat terhadap Sifat Fisikokimia dan Karakteristik Sensori Permen Jelly Herbal Richard Eltama Samolakhomi Hondo; Rifki Prayoga Aditia; Bhatara Ayi Meata
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.735

Abstract

Permen jelly herbal merupakan kembang gula yang terbuat dari bahan herbal dengan penambahan hidrokoloid untuk menghasilkan tekstur kenyal. Pada umumnya hidrokoloid yang ditambahkan untuk permen jelly berupa gelatin, namun penggunaan gelatin dapat menimbulkan beberapa konflik seperti diragukan kehalalannya. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah alginat, yaitu hidrokoloid yang berasal dari alga cokelat. Tujuan penelitian ini adalah menentukan konsentrasi alginat terbaik berdasarkan nilai hedonik permen jelly herbal. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 kali ulangan dan 4 taraf perlakuan berupa perbedaan konsentrasi alginat yakni kontrol (gelatin), F1 (alginat 1,5%), F2 (alginat 2%), F3 (alginat 2,5%). Hasil yang diperoleh berdasarkan analisis ragam (ANOVA) dan uji lanjut Duncan menyatakan bahwa perbedaan konsentrasi alginat berpengaruh nyata terhadap kadar abu, gula reduksi, tekstur profil, nilai hedonik warna, tekstur, dan aroma. Konsentrasi alginat 2% (F2) menjadi konsentrasi terbaik berdasarkan nilai hedonik permen jelly herbal meliputi warna (3,23), tekstur (3,27), aroma (3,40), rasa (3,30), sifat fisik hardness 356,88 gF, cohesiveness 0,63%, gumminess 225,45 gF, chewiness 186,90 gF, dan sifat kimia kadar air 8,54%, kadar abu 1,10%, kadar serat kasar 0,29%, pH 3,88, dan total padatan terlarut 11,40%. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji variabel lain seperti masa simpan atau analisis mikrobiologi permen jelly herbal dengan penambahan konsentrasi alginat yang berbeda.
Pengaruh Konsentrasi Asam Asetat pada Modifikasi Pati Batang Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) melalui Hidrolisis Asam terhadap Karakteristik Fisikokimia dan Gugus Fungsi FTIR Sri Wahyuni Nababan; Pada Mulia Raja
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.737

Abstract

Pati batang kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan sumber karbohidrat non-konvensional yang berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku industri pangan dan non-pangan, namun kandungan amilopektinnya yang tinggi (75–86%) membatasi kelarutan dan stabilitas termalnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi asam asetat (CH₃COOH) 1%, 3%, dan 5% terhadap kualitas pati batang kelapa sawit meliputi kadar air, kadar abu, kadar amilosa, kadar amilopektin, dan analisis FTIR. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu ITSI Medan dan Universitas Negeri Medan (Maret 2025–Maret 2026) menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) nonfaktorial dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan (9 satuan percobaan). Modifikasi dilakukan dengan menghidrolisis 20 g pati dalam 100 mL larutan asam asetat pada suhu 40±5°C selama 40 menit, diikuti pencucian dan pengeringan pada 50°C selama 24 jam. Data dianalisis menggunakan ANOVA satu arah dan uji Duncan 5% (SPSS v.26). Hasil menunjukkan konsentrasi asam asetat tidak berpengaruh nyata (p > 0,05) terhadap semua parameter. Perlakuan P3 (5%) menunjukkan nilai tertinggi secara deskriptif: kadar air 7,72%, kadar amilosa 14,66%, dan kadar amilopektin 85,34%. Analisis FTIR menunjukkan pita serapan O–H (3,252–3,258 cm⁻¹), C–H alifatik (2,925–2,926 cm⁻¹), C–O–C (1,149 cm⁻¹), dan C–O (1,076 cm⁻¹) tanpa terbentuknya gugus fungsi baru. Kadar air dan amilosa memenuhi SNI 9098:2022, sedangkan kadar abu dan amilopektin masih melampaui batas standar sehingga diperlukan optimasi pemurnian lebih lanjut. Hasil penelitian ini memberikan informasi dasar mengenai karakteristik pati batang kelapa sawit yang dimodifikasi menggunakan asam asetat dan dapat menjadi acuan dalam pengembangan pati termodifikasi untuk berbagai aplikasi berbasis pati, seperti bahan baku bioplastik, bahan pengisi (filler), maupun produk pangan fungsional yang memerlukan karakteristik fisikokimia tertentu.
Systematic Literature Review: Integrasi Rantai Pasok, Prediksi Harga, dan Teknologi Pertanian dalam Mendukung Ketahanan Pangan Beras Kiki Puspitasari; Imam Widhiono; Sri Lestari; Budi Dharmawan
Agroteknika Vol 9 No 3 (2026): TERBITAN AKAN DATANG
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i3.741

Abstract

Ketahanan pangan beras menjadi isu strategis di Indonesia karena tingginya ketergantungan masyarakat terhadap beras serta kompleksitas permasalahan pada sistem produksi, distribusi, dan stabilitas harga. Perkembangan teknologi dan metode analisis modern mendorong munculnya berbagai kajian mengenai rantai pasok, peramalan harga, dan teknologi pertanian untuk mendukung sistem pangan yang lebih efisien dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mensintesis perkembangan kajian mengenai integrasi rantai pasok, peramalan harga, dan teknologi pertanian dalam mendukung ketahanan pangan beras melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian mengacu pada pedoman PRISMA melalui tahapan identifikasi, penyaringan, evaluasi, dan sintesis literatur yang diperoleh dari Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan SINTA pada periode 2020–2026. Kajian literatur mengindikasikan bahwa penelitian rantai pasok beras masih menghadapi berbagai permasalahan struktural, seperti dominasi perantara, inefisiensi distribusi, dan ketimpangan nilai tambah. Pada aspek peramalan harga, terjadi perkembangan metode dari pendekatan statistik konvensional menuju pembelajaran mesin dan pembelajaran mendalam yang memiliki akurasi lebih tinggi dalam menangkap pola nonlinier. Sementara itu, penerapan teknologi pertanian, seperti pertanian cerdas dan sistem informasi digital, terbukti meningkatkan efisiensi produksi dan transparansi rantai pasok. Walaupun demikian, sebagian besar penelitian masih membahas ketiga aspek tersebut secara terpisah dan belum terintegrasi dalam satu kerangka analisis yang komprehensif. Oleh karena itu, integrasi manajemen rantai pasok, sistem peramalan harga, dan teknologi pertanian menjadi strategi penting dalam memperkuat ketahanan pangan beras.
Profil Sensori Abon Ikan Komersial dengan Metode Check-All-That-Apply (CATA) dan Ideal Profile Method (IPM) Ratna Nurmalita Sari; Nuramaliyah Nuramaliyah
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.754

Abstract

Abon ikan merupakan salah satu produk yang memiliki nilai tambah serta proses pembuatannya dapat memperpanjang umur simpan komoditas perikanan. Penelitian terkait profil sensori dari abon ikan komersial dengan menggunakan analisis sensori berbasis konsumen masih terbatas, sehingga penelitian ini bertujuan memetakan profil sensori guna membantu produsen menyusun strategi pengembangan produk. Metode Check-All-That Apply (CATA) dan metode profil ideal digunakan dalam penelitian ini, dengan pengolahan data menggunakan XLSTAT Sensory. Dari tiga produk abon yang diuji, terdapat perbedaan signifikan pada 7 dari 14 atribut sensori, yaitu pada atribut warna serta tingkat penyerapan minyak yang disebabkan oleh perbedaan formulasi bumbu rempah dan proses pemasakan. Produk A memiliki warna cokelat terang, produk B berwarna cokelat keemasan, dan produk C berwarna cokelat gelap. Tekstur produk C kering dan berminyak berbeda dari produk lainnya. Rasa manis signifikan ditemukan pada produk B. Dari ketiga produk yang diuji, belum terdapat produk yang memenuhi profil ideal konsumen, yang ditunjukkan oleh posisi kuadran yang berbeda. Hasil dari IPM menunjukkan adanya atribut rasa pahit dan pedas yang tidak diharapkan pada produk abon ikan.
The Effect of Salicylic Acid Concentration on Callus Induction and Morphology in Young Stem Explants of Momordica cochinchinensis (Lour.) Spreng under In Vitro Conditions Indayani Tandililing; Jusna Ahmad; Devi Bunga Pagalla; Novri Youla Kandowangko; Indiriati Husain
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.759

Abstract

Dumbaya (Momordica cochinchinensis (Lour.) Spreng.) is a tropical plant with potential as a functional food and natural antioxidant source due to its high bioactive compound content. However, its propagation is constrained by low seed germination caused by a hard seed coat, necessitating alternative methods such as plant tissue culture. This study aimed to evaluate the effect of salicylic acid (SA) concentration on callus induction and morphology in young stem explants of Dumbaya under in vitro conditions. A completely randomized design with five treatments was used: MS medium without plant growth regulators (ID0), MS + 2 mg L⁻¹ 2,4-D + 2 mg L⁻¹ BAP (ID1), and MS supplemented with 88.44 mg L⁻¹ (ID2), 162.14 mg L⁻¹ (ID3), and 235.84 mg L⁻¹ (ID4) SA, each with three replicates. Observed parameters included callus formation percentage, initiation time, color, and texture. All treatments resulted in 100% callus formation at 14 days after inoculation. Analysis of variance indicated a highly significant effect on callus initiation time (F = 156.339; p < 0.001), with the fastest initiation observed in ID2 (3.33 ± 0.00 days) and the slowest in ID0 (8.67 ± 0.33 days). Callus morphology varied in color and was predominantly friable. The ID2 treatment produced the most desirable characteristics, including bright color and friable texture. These findings indicate that 88.44 mg L⁻¹ SA was the most effective concentration for early callus induction and favorable callus morphology in Dumbaya.