cover
Contact Name
Hendra
Contact Email
agroteknikapolitani@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
agroteknikapolitani@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. lima puluh kota,
Sumatera barat
INDONESIA
Agroteknika
ISSN : 26853353     EISSN : 26853450     DOI : -
Agroteknika adalah jurnal nasional untuk publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh. Agroteknika sebagai kajian ilmiah hasil penelitian pada bidang teknologi pertanian dengan ruang lingkup: mekanisasi pertanian, teknologi pangan, irigasi, teknologi budidaya tanaman pangan dan perkebunan, energi terbarukan, sistem informasi pertanian, sistem informasi geografis dan bioinformatika.
Arjuna Subject : -
Articles 231 Documents
Efisiensi Aplikasi Nanofluid Urea pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays L. Saccharata Sturt) Junaidi Rio Syamsudin; Aulia Dewi Rosanti; Widyana Rahmatika; Nur Fitriyah; Fahmi Hidayat
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.634

Abstract

Peningkatan impor jagung manis sebesar 125,1% pada tahun 2024 mengindikasikan bahwa produksi dalam negeri belum optimal. Rendahnya efisiensi pupuk urea akibat kehilangan nitrogen melalui hidrolisis dan volatilisasi menjadi salah satu faktor pembatas produktivitas tanaman. Nanofluid urea merupakan inovasi pemupukan yang berpotensi meningkatkan efisiensi penggunaan nitrogen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efisiensi aplikasi nanofluid urea pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung manis. Percobaan ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial dengan perlakuan 100% NFU (Nanofluid Urea); 70% NFU (Nanofluid Urea) + 30% UKv (Urea Konvensional); 60% NFU (Nanofluid Urea) + 40% UKv (Urea Konvensional); 50% NFU (Nanofluid Urea) + 50% UKv (Urea Konvensional); 40% NFU (Nanofluid Urea) + 60% UKv (Urea Konvensional); 30% NFU (Nanofluid Urea) + 70% UKv (Urea Konvensional) ; 100% UKv (Urea Konvensional). Hasil menunjukkan partikel urea dengan ukuran nanofluid urea 14,832 nm tidak memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan akan tetapi dapat meningkatkan hasil panen yang signifikan dengan bobot panen 25,63 ton/ha pada perbandingan persentase 60% nanofluid urea dan 40% urea konvensional.
Perubahan Fisikokimia Keripik Pisang selama Proses Penggorengan dan Mekanisme Browning (Tinjauan Literatur Sistematik dan Studi Kasus Pencokelatan Keripik Pisang Produk UMKM ”MA”) Oksilia Oksilia; Melati Pratama; Gatot Priyanto; Filli Pratama
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.644

Abstract

Keripik pisang merupakan produk olahan buah yang digemari karena cita rasa dan teksturnya yang khas. Namun, proses penggorengan sering memicu reaksi pencokelatan (browning) yang menurunkan mutu visual dan sensorik produk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kualitas minyak dan warna keripik pisang akibat proses penggorengan serta mengidentifikasi tahapan reaksi yang memengaruhi mutu produk. Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus one-shot observational yang dikombinasikan dengan Systematic Literature Review (SLR). Parameter yang diamati meliputi bilangan peroksida minyak yang diukur dengan metode titrasi iodometri dan indeks warna (L, a, b*)** sebelum dan sesudah penggorengan. Hasil uji t berpasangan menunjukkan bahwa bilangan peroksida meningkat signifikan (p = 0,0000000435), menandakan terjadinya oksidasi lemak selama penggorengan. Nilai L* dan b* menurun signifikan (p = 4,498x10-5; p = 4,505x10-6), menunjukkan penggelapan warna akibat reaksi Maillard dan karamelisasi, sedangkan nilai a* tidak berubah signifikan. Secara keseluruhan, proses penggorengan memicu reaksi oksidasi dan pencokelatan non-enzimatis yang menurunkan kestabilan mutu produk. Penggunaan minyak segar, pengaturan suhu dan waktu penggorengan yang optimal, serta penambahan antioksidan alami disarankan untuk mempertahankan warna, cita rasa, dan stabilitas mutu keripik pisang.
Inovasi Pertanian Sirkular Zero Waste Melalui Pemanfaatan Limbah Padi Menjadi Biochar dan Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Tanaman Padi (Oryza Sativa L.) Sri Wahyuni Basoka; Rachmi Hariaty Hasan; Andi Awaluddin; Minggu Lestari Ningsih; Eko Aprianto Johan
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.648

Abstract

Limbah padi merupakan salah satu masalah lingkungan yang krusial di sektor pertanian. Dengan meningkatnya kebutuhan produk pangan dan perhatian terhadap keberlanjutan, pengelolaan limbah padi menjadi penting untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan limbah padi yang diolah menjadi biochar dan pupuk organik untuk meningkatkan pertumbuhan padi dalam sistem pertanian sirkular zero waste. Selain mengurangi potensi pencemaran lingkungan, manfaat penggunaan limbah padi ini adalah memberikan input pertanian bernilai tambah yang mampu memperbaiki sifat tanah serta mendukung keberlanjutan produksi pangan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan: P0 (kontrol), P1 (20 g biochar/polybag), P2 (20 g biochar + 10 g pupuk organik/polybag), P3 (20 g biochar + 20 g pupuk organik/polybag), dan P4 (20 g pupuk organik/polybag). Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, serta kandungan C-organik tanah. Hasil analisis menunjukkan pengaruh sangat nyata pada semua parameter pertumbuhan tanaman, dengan P3 (20 g biochar + 20 g pupuk organik/polybag), dan P4 (20 g pupuk organik/polybag). sebagai perlakuan terbaik, sedangkan P0 memberikan hasil terendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah padi yang diolah menjadi biochar dan pupuk organik mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman padi (Oryza sativa L.), yang tercermin dari peningkatan tinggi tanaman, jumlah daun, dan jumlah anakan dibandingkan perlakuan kontrol (P0). Perlakuan kombinasi biochar dan pupuk organik pada P3 (20 g biochar + 20 g pupuk organik/polybag) memberikan hasil paling optimal dibandingkan perlakuan lainnya. Hal ini diduga karena kombinasi tersebut mampu memperbaiki kondisi media tanam menjadi lebih porus, aeratif, dan kaya unsur hara, sehingga mendukung penyerapan nutrisi dan pertumbuhan tanaman secara lebih baik.
Karakteristik Bioplastik Berbasis Pati Talas Belitung (Xanthosoma sagittifolium) dengan Penguat Selulosa Kulit Nanas (Ananas comosus L.) dan Pemlastis Gliserol Yos Andreas Saroinsong; Sukmiyati Agustin
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.651

Abstract

Bioplastik berbahan dasar sumber daya terbarukan semakin banyak dikembangkan sebagai alternatif ramah lingkungan terhadap plastik berbasis petroleum. Pati talas Belitung memiliki potensi sebagai bahan dasar bioplastik, namun diperlukan penguatan melalui penambahan filler dan pemlastis untuk meningkatkan sifat fungsionalnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh selulosa kulit nanas dan gliserol terhadap karakteristik bioplastik, meliputi permeabilitas uap air, opasitas, kelarutan, ketebalan, dan biodegradasi. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial 3×3 dengan dua faktor, yaitu selulosa (4, 5, 6 g) dan gliserol (3, 4, 5 g). Data dianalisis menggunakan ANOVA pada taraf α 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan selulosa dan gliserol tidak memberikan pengaruh nyata pada seluruh parameter. Nilai permeabilitas uap air berkisar 0,0010–0,0816 g/m²/hari, opasitas 4,63–7,26 abs/mm, kelarutan 0,0020–0,0037%, ketebalan 50,8–78,1 µm, dan biodegradasi 50–78% selama 14 hari. Walaupun tidak berbeda nyata, bioplastik yang dihasilkan memenuhi beberapa standar dan menunjukkan potensi sebagai bahan kemasan ramah lingkungan.
Penilaian Daur Hidup Pengolahan Air Bersih: Studi Kasus Industri CPO PT X Reko Rinaldo; Megawati Bohari; Griselda Happy Ramadhani
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.658

Abstract

Unit proses pengolahan air bersih merupakan proses yang penting di industri kelapa sawit untuk kelangsungan kegiatan operasionalnya. Penggunaan air bersih dalam industri kelapa sawit ini relatif besar dan meningkat seiring pertambahan jumlah kebutuhannya. Proses pengolahan air bersih dimulai pengambilan air dari sungai, pengolahan air, sampai menjadi air yang siap digunakan berpotensi menimbulkan adanya emisi yang memberikan dampak ekologis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkuantifikasi besaran emisi dampak lingkungan yang dihasilkan serta merumuskan alternatif perbaikan proses sebagai upaya terhadap pengurangan emisi tersebut. Metode yang diterapkan dalam analisis dampak lingkungan adalah Life Cycle Assessment (LCA) dengan batasan ruang lingkup gate-to-gate, hanya mencakup proses pengolahan air bersih. Kategori dampak emisi yang dianalisis dalam penelitian ini dilakukan menggunakan perangkat lunak SimaPro dengan metode CML-IA baseline, mencakup kategori Global Warming Potential (GWP), asidifikasi, dan eutrofikasi. Studi kasus dilakukan di industri kelapa sawit PT X Bengkulu, industri ini berkapasitas olah 30 ton per jam. Berdasarkan hasil penelitian, setiap produksi 1 Ton crude palm oil (CPO) menghasilkan dampak terhadap lingkungan berupa emisi global warming potential (GWP) sebesar 46,8 kgCO2eq, potensi asidifikasi sebesar 0,331 kgSO2eq, dan eutrofikasi sebesar 0,042 kgPO43-eq. Pemakaian listrik dan aluminium sulfat merupakan kontributor (hotspot) tertinggi terhadap emisi yang dihasilkan. Upaya pengurangan dampak lingkungan yang dapat diterapkan adalah melalui substitusi pemakaian bahan kimia aluminium sulfat dengan PAC untuk proses penjernihan air.
Effect of Sulfuric Acid (H₂SO₄) Scarification on Seed Dormancy Breaking and Germination of Soursop (Annona muricata L.) Eko Wahyudi; Melati Hutabarat; Elza Zuhry; Elisa Apriliani; Dian Rakhmad; Nurbaiti Nurbaiti; Anthony Hamzah; Chandra Gunawan; Yunandra Yunandra
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.668

Abstract

Soursop (Annona muricata L.) is a tropical fruit plant with high economic value; however, its cultivation is limited by seed dormancy, which delays germination. This study aimed to determine the most effective sulfuric acid (H₂SO₄) concentration for breaking seed dormancy and improving seed viability of soursop. The experiment was conducted at the Greenhouse and Plant Breeding Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Riau, and implemented using a completely randomized design with four treatments: 0% (control), 70%, 75%, and 80% H2SO4 concentration. Each treatment was repeated five times. A total of 20 experimental units were obtained, each consisting of 25 seeds, for a total of 500 seeds used in the experiment. The results indicated that sulfuric acid treatment significantly affected most germination parameters. Seeds soaked in a 75% sulfuric acid solution exhibited the fastest germination time (28.40 Day After Planting), the highest germination percentage (88.80 %), and the strongest seed vigor (5.55%). These findings suggest that chemical scarification with 75% H₂SO₄ for 30 minutes can serve as a practical and efficient pre-sowing treatment to improve seedling establishment in soursop propagation.
Analysis of Consumer Acceptance of Three Milk Brands Using Hedonic Testing in Jember Regency Helda Jaya Puspita; Rini Hardiyani; Rallyanta Tarigan; Amalia Malik; Canggih Nailil Maghfiroh
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.682

Abstract

Milk is a highly nutritious food that plays an important role in meeting the nutritional needs of the community, making consumer acceptance a key factor in the success of dairy products in the market. Various brands of factory-produced liquid milk have long been available in the Indonesian market and possess different product characteristics and market positions. Therefore, a comparison of consumer acceptance based on sensory attributes is necessary to better understand consumer preferences for each brand. This study aims to analyze consumer acceptance of three brands of factory-produced liquid milk marketed in Jember Regency's modern markets based on sensory attributes. The research used a hedonic test method involving 78 untrained panelists from the general public. The samples tested consisted of three milk brands (Greenfields, Ultra Milk, and Diamond) with three flavor variants: full cream, strawberry, and chocolate. The sensory attributes observed included color, aroma, taste, and viscosity, using a five-point hedonic scale. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at a significance level of 5% and followed by Duncan's test if significant differences were found. The research findings indicate that brand variations significantly impact the aroma, taste, and viscosity characteristics in the majority of variants, whereas the effect on color is contingent upon the specific flavor variant. The Diamond sample demonstrated the highest acceptance level in the full-cream milk variant, likely due to its higher total fat content. In the strawberry milk variant, all sensory attributes were significantly influenced by brand differences, with the Greenfields sample having the highest preference level, supported by its more attractive color and balanced flavor due to its higher sugar and fat content. In the chocolate milk variant, brand differences significantly affected the color, aroma, and taste attributes, while viscosity showed no difference. Overall, sensory attributes, particularly taste and aroma, are important factors that influence consumer acceptance of dairy products.
Analisis Struktur Vegetasi dan Keanekaragaman Gulma pada Agroekosistem Kacang Panjang (Vigna unguiculata) di Aceh Barat Rayhan Amadius Weihan; Hilmina Itawarnemi; Chairudin Chairudin; Putri Mustika Sari; Zulia Ananda
Agroteknika Vol 9 No 3 (2026): TERBITAN AKAN DATANG
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i3.683

Abstract

Persaingan gulma dengan tanaman budidaya merupakan faktor pembatas utama dalam produksi kacang panjang (Vigna unguiculata) di lahan gambut, khususnya di wilayah dengan fluktuasi iklim yang dinamis seperti Aceh Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komposisi jenis dan menganalisis struktur komunitas gulma pada lahan budidaya kacang panjang di Desa Ujung Tanoh Darat, Meureubo, Aceh Barat. Penelitian dilaksanakan pada November hingga Desember 2025 dengan metode kuadrat melalui peletakan 10 plot sampel secara acak berukuran 0,5 m × 0,5 m pada fase vegetatif tanaman (4 hingga 6 MST). Hasil identifikasi menunjukkan terdapat delapan spesies gulma yang terbagi dalam tiga kelompok: berdaun lebar (5 spesies), rerumputan (2 spesies), dan teki-tekian (1 spesies). Berdasarkan analisis vegetasi, Ludwigia octovalvis dan Fimbristylis littoralis ditemukan sebagai spesies dominan dengan nilai Summed Dominate Ratio (SDR) masing-masing sebesar 23,05% dan 22,71%. Dominansi ini didukung oleh kondisi iklim tipe A (Sangat Basah) dengan ketiadaan bulan kering yang memicu pertumbuhan gulma hidrofit dan sub-hidrofit pada lahan gambut dengan drainase buruk. Nilai indeks keanekaragaman Shannon-Wiener (H’ = 1,576) dan kemerataan (E = 0,758) berada pada kategori sedang, sementara indeks kekayaan spesies Margalef (Dmg = 1,268) tergolong rendah. Struktur komunitas gulma yang belum stabil dan didominansi oleh spesies kompetitif menuntut penerapan strategi Pengelolaan Gulma Terpadu melalui kombinasi pengendalian mekanis dan kultur teknis untuk menjaga produktivitas kacang panjang di lahan gambut secara berkelanjutan.
Karakteristik Kimia dan Sensoris Cookies Chia Seed Berbasis Tepung Mocaf dengan Substitusi Tepung Tempe Genoveva Visi Parameswari; Lusiawati Dewi
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.688

Abstract

Dalam era modern, kesadaran masyarakat terhadap konsumsi pangan sehat semakin meningkat. Cookies merupakan salah satu camilan yang banyak dikonsumsi masyarakat, namun umumnya berbahan dasar tepung terigu yang mengandung gluten yang kurang sesuai bagi individu dengan sensitivitas gluten. Penggunaan tepung mocaf dengan substitusi tepung tempe serta penambahan chia seed berpotensi meningkatkan nilai gizi cookies. Namun, penelitian mengenai kombinasi tepung mocaf, tepung tempe, dan chia seed pada produk cookies masih terbatas. Tujuan penelitian ini adalah mocaf dengan substitusi tepung tempe Penelitian dilakukan tiga kali pengulangan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan empat perlakuan komposisi tepung mocaf dan tepung tempe yaitu P1 (100 g:0 g), P2 (90 g:10 g), P3 (80 g:20 g), dan P4 (70 g:30 g). Uji hedonik melibatkan 25 panelis tidak terlatih dengan parameter aroma, rasa, warna, tekstur, kemudian dianalisis dengan ANOVA dan DMRT pada taraf signifikan 5%. Komposisi tepung mocaf dan tepung tempe berpengaruh signifikan terhadap rasa cookies chia seed (p<0,05). Hasil uji hedonik menunjukkan formulasi terbaik pada perlakuan P3 dengan nilai kesukaan rasa 3,88; aroma 3,72; warna 4,08; dan tekstur 3,68 pada skala penilaian 1–5. Analisis kimia P3 menghasilkan kadar air 4,02%, kadar abu 2%, kadar protein 9,68%, kadar lemak 9,89%, kadar karbohidrat 74,39%, dan kadar serat kasar 2,01%.
Pengaruh Penambahan Tepung Tempe Terhadap Sifat Kimia dan Sensori Pada Mi Ikan Lele dan Bayam Stefanie Amelia Harnani; Lusiawati Dewi
Agroteknika Vol 9 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Green Engineering Society

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55043/agroteknika.v9i2.689

Abstract

Mi instan merupakan produk pangan yang peminatnya semakin meningkat, tetapi kandungan gizinya masih rendah. Tempe merupakan pangan fermentasi asli Indonesia yang memiliki kandungan gizi tinggi sehingga berpotensi meningkatkan nilai gizi mi instan, terutama protein. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung tempe terhadap sifat sensori dan komposisi kimia mi ikan lele dan bayam serta menentukan formulasi yang paling disukai konsumen. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga kali pengulangan. Perlakuan penambahan tepung tempe yang digunakan adalah 0 gram; 5 gram; 10 gram; 15 gram. Hasil menunjukkan bahwa penambahan tepung tempe berpengaruh nyata terhadap rasa mi (p<0,05). Perlakuan M3 (penambahan 10 gram tepung tempe) merupakan formulasi terbaik mi ikan lele dan bayam berdasarkan uji hedonik, nilai rata-rata parameter warna 3,32; aroma 3,00; rasa 3,48; tekstur 3,20. Mi perlakuan M3 mengandung kadar karbohidrat 76,52%; protein 12,40%; abu 1,02%; kadar air 5,96%; serat kasar 0,51% yang telah memenuhi syarat mutu SNI 3551:2018 sedangkan kadar lemaknya 4,07% tidak memenuhi syarat mutu SNI.