cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MENGHANTARKAN PEMBELAJARAN BERMAKNA BAGI GURU-GURU PAUD SE-KECAMATAN PANYILEUKAN KOTA BANDUNG Wibowo, Hery; Humaedi, Sahadi; Irfan, Maulana; Susanto, Meilanny Budiarti; Raharjo, Santoso Tri; Apsari, Nurliana Cipta
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.45124

Abstract

Guru merupakan komponen pendidikan bangsa yang penting. Maka, segala upaya meningkatkan kapasitas guru, seyogyanya merupakan yang perlu diprioritaskan. Pembelajaran bermakna, dengan menggunakan skema daur belajar merupakan merupakan salah satu metode untuk menggugah peserta didik berpikir dan mampu mengungkapkan pendapatnya. Praktik pengabdian masyarakat ini berbentuk aksi memberikan pelatihan kepada para guru, yaitu pelatihan pembelajaran bermakna melalui optimasi aplikasi daur belajar. Pelatihan ini disampaikan oleh narasumber yaitu fasilitator atau guru yang ahli. Bentuk pelatihan ini melibatkan penggunaan berbagai media pembelajaran dan teknik seperti permainan, puisi, gambar, dan video. Langkah-langkah pengajaran termasuk pengalaman langsung dengan materi, pengungkapan perasaan peserta, analisis bersama, penyimpulan, dan penerapan materi dalam kehidupan sehari-hari. Melalui hal ini, guru diharapkan dapat meningkatkan luaran proses pembelajarannya. Pelatihan diikuti oleh lebih dari dua puluh guru Pendidikan Anak Usia Dini di lingkungan kecamatan Panyileukan Kota Bandung. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas guru dalam mengajar dan memberikan dampak positif pada proses belajar mengajar. Kesinambungan dalam upaya peningkatan kualitas guru diharapkan dapat terus dilakukan untuk mencapai hasil yang lebih baik secara berkelanjutan. Teachers are an important component of the nation's education. Therefore, all efforts to improve the capacity of teachers should be prioritized. Meaningful learning, using the learning cycle scheme, is one method to inspire students to think and be able to express their opinions. This community service practice takes the form of providing training to teachers, namely meaningful learning training through optimizing the learning cycle application. This training is delivered by resource persons, namely facilitators or expert teachers. This form of training involves the use of various learning media and techniques such as games, poems, pictures, and videos. Teaching steps include direct experience with the material, expression of participants' feelings, joint analysis, summarization, and application of the material in daily life. Through this, teachers are expected to improve their learning process outcomes. The training was attended by more than twenty Early Childhood Education teachers in the Panyileukan sub-district of Bandung City. This training is expected to improve the quality of teachers in teaching and have a positive impact on the teaching and learning process. Sustainability in efforts to improve the quality of teachers is expected to continue to be carried out to achieve better results sustainably.
PEMASANGAN PENERANGAN JALAN UMUM TENAGA SURYA (PJU-TS) DI DESA SUKAMANDI, SAGALAHERANG, SUBANG Nugraha, Dhion Khairul; Harja, Herman Budi; Setiawan, Haris; Hadiani, Dini; Fathurohman, Muhamad
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.44841

Abstract

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk Tri Dharma perguruan tinggi melalui skema pengabdian kepada masyarakat. KKN bertujuan memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan disiplin ilmu yang didapat selama kuliah untuk mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat. Lokasi kegiatan KKN berada di Desa Sukamandi, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang, sekitar 28 km dari Polman Bandung. Desa ini terletak di area gunung Tangkuban Parahu. Desa ini memiliki potensi pariwisata yang cukup besar, namun belum bisa dioptimalkan. Satu hal yang menjadi permasalahan di desa ini adalah sistem penerangan yang tidak terlalu baik. Solusi yang ditawarkan melalui program KKN ini adalah penggunaan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU-TS) yang terintegrasi. Potensi energi matahari di Indonesia yang mencapai 270,8 GW dan baru dimanfaatkan sebesar 0,1% membuat penggunaan PJU-TS sangat menjanjikan. Pada pelaksanaannya, terdapat tiga PJU-TS yang dipasang. PJU-TS tersebut dipasang di area wisata Bukit Jamali dan Curug Cibingbin sesuai dengan arahan kepala desa dan elemen masyarakat. Spesifikasi PJU-TS yang dipasang telah sesuai dengan standar SNI dengan daya lampu 150 W dan solar panel 30 Wp. Hasil dari uji performa PJU-TS menunjukkan nilai 30 Wp dapat tercapai pada keluaran panel surya dengan rata-rata daya mencapai 29,9 W. Hasil pengujian performa menunjukan waktu yang dibutuhkan untuk pengisian baterai hingga kondisi penuh adalah 7,06 jam dengan kondisi cuaca yang cerah. Perkiraan lama hidup lampu adalah kurang lebih 5,7 tahun, dengan mempertimbangkan faktor kondisi operasional dan lingkungan. The community service program is one of the “Tri Dharma” for the university in a scheme of society dedication. The general purpose of community service is to allow students to implement the knowledge obtained during university. This is the real implementation to solve real problems in society. The community service program was held in Sukamandi, Sagalaherang, Subang. It is located around 28 km from Polman Bandung. Located in the foothills of Tangkuban Parahu, this village has a lot of potential tourist attractions. One of the problems during the night is the lack of lighting. This program offers a solution to install integrated solar-powered street lighting. Solar energy potential in Indonesia is around 207,8 GW, which is only 0,1% used for electricity. As discussed with the headman of Sukamandi village, three solar-powered street lights are installed in the Bukit Jamali and Curug Cibingbin areas. The specification of solar-powered street lighting is 150 Watts and the solar panel is 30 Wp which complies with SNI standards. The performance of solar panels can be achieved with an average power of 29,9 W.  Based on the measurement result, the time required to charge the battery to full condition is 7.06 hours in fine weather. The lifetime of solar-powered street lighting is approximately 5.7 years, depending on operating conditions and the environment.  
PELATIHAN PENGELASAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PRODUKTIFITAS BAGI PEMUDA USIA KERJA DESA OETETA KABUPATEN KUPANG Mau, Sealtial; Fahrizal, Fahrizal; Suprapto, Edy; Priyono, Priyono; K, Basri; Bianome, Wofrid E; Passu, Ahas Weros; Dima, Adid Balle
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.52389

Abstract

Pengembangan pemukiman penduduk telah merampas sebagian besar lahan yang biasa dikelola untuk pertanian dan peternakan tidak terkecuali Desa Oeteta, Kabupaten Kupang-Nusa Tenggara Timur. Hal ini mengakibatkan perlu adanya keahlian baru bagi pemuda usia kerja agar terciptanya lapangan kerja baru dibidang jasa. Tujuan dilakukan kajian ini adalah untuk membekali pemuda usia kerja dengan keahlian las untuk menghindari kesenjangan sosial yang rentan terjadi. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah sosialisasi dan pelatihan terkait skill dasar pengelasan dan pengenalan peralatan serta praktek pengelasan. Sejalan dengan itu, peserta juga dibekali dengan pemahaman tentang kesehatan dan keselamatan kerja sebagai pedoman dalam bekerja. Dari pelatihan yang berlangsung diperoleh beberapa informasi bahwa masyarakat yang merupakan pemuda usia kerja cukup antusias untuk dibekali dengan skill pengelasan serta berkomitmen untuk berinovasi dan dikembangkan.
PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM PEMBIBITAN MANGROVE UNTUK MENDUKUNG PERMUDAAN KAWASAN MANGROVE BERDASARKAN SISTEM SUKSESI ALAMINYA Qurniati, Rommy; Duryat, Duryat; Tsani, Machya Kartika; Firdasari, Firdasari
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.45840

Abstract

Kawasan mangrove Desa Margasari mengalami kerusakan akibat abrasi yang tinggi. Pada area ini telah dilakukan penanaman mangrove oleh pengelola. Akan tetapi karena kurangnya pemahaman dan pengetahuan mengenai teknik penanaman dan pemilihan jenis tanaman mangrove berdasarkan kondisi tempat tumbuhnya, sehingga banyak permudaan yang gagal dan mati. Untuk itu tim pengabdian dari Universitas Lampung melakukan kegiatan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat tentang pembuatan bibit mangrove dan cara permudaan kawasan mangrove berdasarkan sistem suksesi alaminya. Metode kegiatan ini meliputi ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktek melalui pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik. Hal ini terlihat dari perbandingan hasil pre dan post test yang menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta rata-rata sebesar 43% tentang dinamika vegetasi (suksesi) dan teknik pembibitan tanaman mangrove. Keinginan dan ketertarikan masyarakat dalam pembibitan mangrove juga menjadi hal penting yang tercapai pada kegiatan ini. Masyarakat telah siap dan mau melaksanakan kegiatan pembibitan yang ditujukan untuk rehabilitasi dan pelestarian kawasan mangrove. The mangrove area of Margasari Village is damaged due to high abrasion. In this area, mangrove planting has been carried out by the manager. However, many seedlings fail and die due to a lack of understanding and knowledge of planting techniques and the selection of mangrove plant species based on the conditions in which they grow. For this reason, the community service team from the University of Lampung conducted activities to increase community understanding and skills about making mangrove seedlings and how to propagate mangrove areas based on their natural succession system. The methods of this activity include lectures, discussions, demonstrations, and practices through community empowerment. This activity has been carried out well. It can be seen from the comparison of pre and post-test results, which showed an average increase in participant knowledge by 43% about vegetation dynamics (succession) and mangrove plant nursery techniques. The desire and interest of the community in mangrove nurseries is also an important thing achieved in this activity. The community is ready and willing to conduct nursery activities to rehabilitate and conserve mangrove areas.
MENINGKATKAN KAPASITAS PENGELOLA DESA WISATA DALAM MENDUKUNG PARIWISATA YANG BERKELANJUTAN DI DESA GUNUNG MASIGIT Saidah, *Zumi; Djuwendah, Endah; Wulandari, Eliana
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.48923

Abstract

Kekayaan sumber daya alam, seni budaya, dan kuliner yang dimiliki oleh Desa Wisata Gunung Masigit sebenarnya merupakan potensi besar yang menjadi peluang Masyarakat dalam mencari nafkah melalui pengembangan sektor pariwisata. Namun sayangnya pengelolaan pariwisata yang ada di Desa Gunung Masigit masih rendah yang mana hal ini ditunjukkan masih belum berjalannya dengan baik Pokdarwis yang telah terbentuk. Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola Desa Wisata melalui beberapa kegiatan yang dapat mendukung meningkatnya kapasitas pengelola pariwisata. Metode yang digunakan dalam Pengabdian Masyarakat ini adalah metode Participatory Rural Appraisal (PRA) dengan menempatkan masyarakat sebagai objek dalam proses pembangunan pedesaan melalui pengelolaan pariwisata. Pengembangan potensi desa wisata tentunya tidak terlepas dari peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang berperan sebagai pengelola Desa Wiasata. Desa Gunung Masigit telah memiliki Pokdarwis namun Pokdarwis tersebut belum terkelola dengan baik yang mana hal ini terbukti dengan masih minimnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata dan masih berdiri sendiri tanpa melibatkan masyarakat desa. Desa Wisata yang berbasis pada komunitas atau masyarakat menjadi penting mengingat Pokdarwis sebagai pengelola desa wisata memiliki tugas penting dalam mewujudkan keberhasilan desa wisata. Oleh karena itu, maka program pengabdian pada masyarakat ini diarahkan pada kegiatan meningkatkan kapasitas pengelola desa wisata sebagai bentuk dalam mendukung pariwisata yang berkelanjutan.  The wealth of natural resources, arts and culture, and culinary delights owned by the Gunung Masigit Tourism Village actually represents great potential which is an opportunity for the community to earn a living through developing the tourism sector. However, unfortunately tourism management in Gunung Masigit Village is still low, which shows that the Pokdarwis that have been formed are still not running well. This Community Service aims to increase the capacity of Tourism Village managers through several activities that can support the increase in tourism managers. The method used in community service is the Participatory Rural Appraisal (PRA) method by placing the community as an object in the rural development process through tourism management. The development of the potential of a tourist village cannot be separated from the role of the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) which acts as the manager of the Wiasata Village. Gunung Masigit Village already has 3 Pokdarwis but these three Pokdarwis are not well managed, which is proven by the lack of community involvement in tourism management and they still stand alone without involving the village community. Community or community-based tourism villages are important considering that Pokdarwis as tourism village managers have an important task in realizing the success of tourist villages. Therefore, this community service program is directed at increasing the capacity of tourist village managers as a form of supporting sustainable tourism.
ASESMEN READY TO CHANGE PELAKU USAHA PENGGERAK PARIWISATA KABUPATEN PANGANDARAN Novel, Nurillah Jamil Achmawati; Suryanto, Suryanto; Sukmadewi, Rani
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.50268

Abstract

Tantangan pelaku usaha meliputi berbagai aspek seperti ekonomi, sosial, hukum, hingga teknologi. Pengabdian pada Masyarakat (PPM) ini dilakukan untuk memberikan asesmen kepada para pelaku usaha penggerak pariwisata Kabupaten Pangandaran dalam aspek ready to change. Tujuan asesmen ini adalah untuk inisiasi program pemberdayaan pelaku usaha yang relevan dengan kondisi kesiapan pelaku usaha dalam menghadapi perubahan saat ini. Metode asesmen kuantitatif berupa pengisian kuesioner oleh 30 orang responden yang merupakan pelaku usaha berbagai sektor di Kabupaten Pangandaran. Hasil asesmen ini mencerminkan aspek responsivitas (76,67%), sikap terhadap perubahan (73,33%), persepsi terhadap perubahan (78,33%), kesadaran untuk berubah (82,50%), pemahaman dampak perubahan (79,17%), persiapan strategi perubahan (75%), serta upgrade kualitas diri (77,50%). Kesimpulannya dari seluruh aspek asesmen ready to change termasuk dalam kategori “tinggi” yang berarti pelaku usaha memiliki kesiapan menghadapi perubahan dalam usahanya. Namun dalam pelaksanaan teknis pelaku usaha menghadapi kendala sehingga perubahan yang dilakukan masih sangat terbatas.
PENINGKATAN PENGETAHUAN SWAMEDIKASI PENYAKIT PADA ANAK DI KELURAHAN PAKANSARI CIBINONG Rokhmah, Nisa Najwa; Andini, Septia; Ambarwati, Rini; Fatmi, Mindiya; -, Yulianita; Nurmala, *Sara
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.45445

Abstract

Kegiatan pengabdian sebelumnya yang telah dilakukan di Kelurahan Pakansari, didapatkan angka kehamilan dan kelahiran anak cukup tinggi. Proses tumbuh kembang anak menjadi periode emas yang tidak boleh terlewatkan dan terpenuhi kebutuhan jasmani dan rohaninya sehingga tercapai kualitas hidup anak yang maksimal. Pencapaian itu tentunya tidak lepas dari peran ibu dan anggota keluarga terdekat dalam memastikan bahwa selama proses perkembangan anak salah satunya adalah peran dalam melakukan pengobatan atau mengambil tindakan serta keputusan yang berkaitan dengan pengobatan saat anak sakit. Swamedikasi membantu masyarakat untuk dapat menangani berbagai penyakit ringan yang mungkin muncul secara cepat, tanpa harus berobat ke dokter serta fasilitas kesehatan rujukan lainnya. Data dari dua RW di Kelurahan Pakansari menunjukkan bahwa jumlah anak rata-rata pada setiap keluarga adalah kurang dari 3 anak dengan penyakit yang sering terjadi berupa Batuk/flu (50%), Demam (21,4%), demam disertai batuk/flu (21,4%) dan diare (7,1%) dengan obat yang paling sering digunakan adalah paracetamol. Masyarakat di Kelurahan Pakansari lebih cenderung mengunjungi dokter atau fasilitas Kesehatan terdekat Ketika anak sakit dibandingkan melakukan pengobatan sendiri dengan kunjungan antara 1-3 kali per tahun. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat mengenai Swamedikasi belum memadai. Sehingga tujuan dari pengabdian ini adalah memberikan edukasi kepada ibu mengenai swamedikasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan observasi, memilih objek penelitian, mengumpulkan data dan melakukan penyuluhan. Dengan adanya kegiatan penyuluhan, ibu dengan anak balita menjadi lebih faham mengenai swamedikasi, dan bisa memberikan penanganan pertama yang tepat apabila anak sakit di rumah sebelum mengunjungi fasilitas Kesehatan. Previous community service activities that had been carried out in Pakansari Village, found that pregnancy and child birth rates were quite high. The process of child growth and development becomes a golden period that cannot be missed and their physical and spiritual needs so that the maximum quality of life for children is achieved. This achievement certainly cannot be separated from the role of the mother and closest family members in ensuring that during the child's development process one of them is the role of carrying out treatment or taking actions and decisions related to treatment when a child is sick. Self-medication helps people to be able to deal with various minor ailments that may appear quickly, without having to go to a doctor or other referral health facility.The record data from two RWs in Pakansari Village show that the average number of children in each family is less than 3 children with frequent illnesses such as cough/flu (50%), fever (21.4%), fever accompanied by cough/flu ( 21.4%) and diarrhea (7.1%) with the most frequently used drug being paracetamol. People in Pakansari Village are more likely to visit the nearest doctor or health facility when their child is sick than self-medicating with visits between 1-3 times per year. This shows that the public's knowledge of self-medication is inadequate. So the purpose of this service is to provide education to mothers about self-medication that can be applied in everyday life. The method used is to make observations, choose research objects, collect data and conduct counseling. With counseling activities, mothers with children under five have a better understanding of self-medication, and can provide the right first treatment if their child is sick at home before visiting a health facility.
PENDAMPINGAN FORMULASI PUPUK ORGANIK PADAT LIMBAH SAWIT PADA KELOMPOK PETANI MILENIAL (DESA TABUR LESTARI, SEI MENGGARIS, NUNUKAN, KALIMANTAN UTARA) Agustin, Heny; Warid, Warid; Sugianto, Rici; Syaidi, Muhammad
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.49008

Abstract

Program kolaborasi masyarakat antara PT. Nunukan Bara Sentosa Satu (NBSS) dengan guru-guru di SMK N 1 Sei Menggaris menghasilkan kelompok petani milenial yang mampu berinovasi membuat pupuk organik Tricolid dari bahan dasar limbah kelapa sawit di Desa Tabur Lestari, Sei Menggaris, Nunukan, Kalimantan Utara. Inovasi tersebut perlu diuji agar memenuhi standar teknis minimal sebagai pupuk organik sesuai dengan peraturan Kementrian Pertanian. Pendampingan uji formulasi pupuk dilakukan bersama Universitas Trilogi agar pupuk organik yang telah dibuat dapat dikembangkan secara komersial dengan standar peraturan yang ada. Pendampingan dilakukan pada Juli-November 2022. Tahapan persiapan dan koordinasi dilakukan dengan diskusi terkait materi pelatihan serta pengecekan unsur hara pupuk Tricolid secara cepat melalui uji PUPO. Tahapan implementasi dilakukan dengan menganalisis pembuatan formulasi pupuk untuk memenuhi standar, selain juga memberikan pembekalan materi terkait dengan pertanian organik. Tahap monitoring dan evaluasi dilakukan dengan mengukur hasil pemahaman pengetahuan terkait pertanian organik mitra sebelum dan setelah pelatihan serta menganalisis formulasi hasil uji pupuk yang dilakukan di laboratorium. Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 30% lebih tinggi oleh mitra tentang pengetahuan pertanian organik setelah adanya pembekalan materi. Hasil uji formulasi pupuk menunjukkan bahwa perlakuan 2 dan 4 dapat dijadikan rekomendasi bagi pengembangan produksi pupuk Tricolid milik mitra, dengan penambahan perlakuan pengeringan agar kadar air pupuk sesuai standar Kementrian Pertanian.  
EDUKASI PEMANFAATAN JAHE TANPA LIMBAH (ZERO WASTE) KEPADA KELOMPOK WANITA TANI DI KECAMATAN NAGRAK, SUKABUMI, JAWA BARAT Wahyuni, *Wulan Tri; Batubara, Irmanida; Sarianti, Tintin; Badrunanto, Badrunanto; Nisa, Ulfiatun
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.43137

Abstract

Kelompok Wanita Tani (KWT) di Kecamatan Nagrak, Sukabumi memiliki kegiatan bertani komoditas tanaman obat termasuk jahe. Jahe hasil budidaya anggota KWT sejauh ini dijual sebagai jahe segar, simplisia dan minuman kesehatan. Harga jual jahe segar dan simplisia yang cenderung fluktuatif menyebabkan pendapatan petani tidak menentu. Diperlukan dukungan inovasi pengolahan jahe untuk mengoptimalkan pemanfaatan jahe dan meningkatkan pendapatan petani. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan edukasi pemanfaatan jahe tanpa limbah (zero waste) kepada anggota KWT di Kecamatan nagrak, Sukabumi, Jawa Barat. Metode kegiatan meliputi pengukuran pengetahuan anggota KWT mengenai pengolahan jahe melalui pengisian kuesioner, pelatihan pengolahan jahe dengan konsep zero waste untuk menghasilkan beberapa produk turunan, dan evaluasi efektivitas pelatihan melalui pengisian post-test dan lomba pembuatan produk olahan jahe.  Kegiatan ini berlangsung pada bulan Juli hingga Oktober 2022 dan diikuti oleh 29 orang anggota KWT yang berasal dari enam KWT di wilayah Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi. Dampak dari kegiatan ini adalah meningkatnya pengetahuan anggota KWT tentang inovasi pengolahan jahe dengan konsep zero waste. Jumlah peserta yang memiliki pengetahuan mengenai pengolahan jahe dengan konsep zero waste meningkat sebanyak 93,22%. Sementara itu, jumlah peserta yang memiliki pengetahuan mengenai diversifikasi produk olahan jahe meningkat sebanyak 62,76%. Sebagai kesimpulan dari kegiatan ini, kemampuan anggota KWT dalam mengolah jahe menjadi produk yang lebih variatif telah mengalami peningkatan, ditunjukkan dengan kemampuan setiap kelompok menyajikan produk olahan jahe saat kegiatan lomba. Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan para anggota KWT dalam pengolahan jahe diharapkan dapat menambah peluang peningkatan pendapatan anggota KWT. The group of female farmers (KWT) in Nagrak District, Sukabumi cultivates medicinal plant commodities, including ginger. Up to now, the KWT members sold ginger as fresh ginger, simplicia, and health drink. Since the price of fresh ginger and simplicia tends to fluctuate, the farmers’ income is also varied. A ginger processing innovation is required to optimize ginger utilization and increase farmers' income. The purpose of this community service activity was to provide education of zero waste ginger utilization and processing for KWT members in Nagrak District, Sukabumi, West Java. The methods included measuring the knowledge of KWT members about ginger processing through questionnaires, training in ginger processing to produce several derivative products by applying zero waste concept and evaluating the effectiveness of the training. The activity was attended by 29 KWT members from six KWTs in the Nagrak District, Sukabumi. The impact of this activity was increasing the knowledge of KWT members about zero waste concept in ginger processing. The number of participants who were aware of the zero waste concept for ginger processing was increased by 93.22%. Meanwhile, the number of participants who possess knowledge about the diversification of ginger products increased by 62.76%. As a conclusion from this activity, the ability of KWT members to process ginger into a more varied product has increased, shown by the ability of each group to present processed ginger products during competition activities. The increasing of knowledge and skills in ginger processing are expected to increase the income of KWT members.
KOLABORASI DALAM PELATIHAN PENULISAN KARYA ILMIAH MAHASISWA MENGGUNAKAN MEDIA DARING Febriyanti, Doris; Zubaidah, Siti; Yuslaini, Nina
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.55634

Abstract

This training activity aims to optimize students' ability to write and publish scientific papers through coordinated online training. The training, which was held on Saturday, May 25, 2024, involved 150 students from various universities in Indonesia, including Indo Global Mandiri University, STIA Bala Putra Dewa, Universitas Terbuka, Sriwijaya University, UIN Walisongo University Semarang, Jakarta State University, Palembang Ministry of Health Polytechnic, and STIE Aprin Palembang. The method of the activity is planned by identifying problems, carried out online through WhatsApp Groups and Zoom Meetings, including three sessions of delivering interesting material about scientific publications and writing. Each session began with an opening by the MC, prayer reading, and singing the Indonesia Raya song, followed by material presentations by three speakers. This training is designed to overcome students' limited knowledge in scientific writing and utilize digital technologies, including Artificial Intelligence, to improve the quality and effectiveness of their scientific work. Through this program, it is hoped that students can better understand the process of scientific writing and publication, so that they can produce works that are of higher quality and ready to be published. 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue