cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
PENYULUHAN LITERASI DIGITAL MELALUI SOSIALISASI PADA ANAK-ANAK DI SDN 007 MUARA KAMAN Suhardi, Suhardi; Nurazizah, Elfi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i1.49433

Abstract

Jangkauan jaringan internet yang telah menyebar secara masif membuat Indonesia kini telah berkembang menjadi sebuah negara digital. Hal ini ditandai dengan semakin banyaknya masyarakat yang mengandalkan kemampuan smartphone untuk memudahkan pekerjaan sehari-hari.Tujuan dari kegiatan sosialisasi ini adalah untuk mengedukasi siswa kelas 5 SDN 007 Muara Kaman mengenai literasi digital sejak dini dan memberikan tips-tips cara menggunakan media sosial yang baik dan sehat. Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan metode sosialisasi kepada para siswa. Kegiatan ini penting dilakukan karena beberapa siswa masih belum memahami tentang pentingnya literasi digital dan sisi negatif media sosial yang harus diantisipasi. Perkembangan teknologi digital ini memiliki banyak dampak positif yang dapat dirasakan oleh pengguna. Akan tetapi, dengan perkembangan teknologi digital juga diikuti dengan berbagai dampak negatif, salah satunya adalah cyber crime atau kejahatan yang mengandalkan teknologi digital yang biasanya terjadi di dunia maya. Salah satu contoh umum cyber crime adalah cyber bullying atau perundungan di dunia maya. Cyber bullying ini bisa terjadi karena banyak sebab, salah satunya adalah ketidakmampuan memahami batas-batas bersosial media sehingga mengutarakan opini yang salah dan dapat menimbulkan kontroversi. Untuk mengetahui batas-batas dalam bersosial media, perlu mempelajari mengenai literasi digital. Literasi digital adalah  kemampuan individu dalam memilah dan menanggapi informasi yang ada dengan bijak tanpa menyinggung pihak mana pun. Setelah kegiatan sosialisasi dilaksanakan, para siswa berhasil memahami tentang kiat-kiat apa saja yang harus dilakukan dan juga dihindari dalam media sosial. Salah satunya mengejek teman mereka “beban” atau “yatim” ketika sedang bermain game. Setelah sosialisasi dilaksanakan, para siswa mengerti bahwa berkomentar demikian tidak boleh dilakukan maka mereka mulai belajar mengurangi tindakan buruk tersebut. Indonesia has developed into a digital country where network and internet coverage has spread and the majority of its people have used smartphones in their daily lives. The purpose of this socialization is to educate grade 5 students at SDN 007 Muara Kaman about digital literacy and provide tips on how to use social media in a good and healthy way. This study uses descriptive research to observe surrounding phenomena. This activity is important because some students still do not understand the importance of digital literacy and the negative sides of social media that must be anticipated. The development of digital technology has many positive impacts that can be felt by users. However, the development of digital technology is also followed by various negative impacts, one of which is cybercrime or crimes that rely on digital technology that usually occur in cyberspace. One common example of cybercrime is cyberbullying or bullying in cyberspace. Cyberbullying can occur for many reasons, one of which is the inability to understand the boundaries of social media so that the wrong opinion can be expressed and can cause controversy. To know the limits of social media, it is necessary to learn about digital literacy. Digital literacy is an individual's ability to sort and respond to existing information wisely without offending any party. After the socialization was carried out, the students managed to understand what tips should be done and also avoided on social media. One of the cases is mocking their friend as a "burden" or "orphan" while they are playing a game. After the socialization was carried out, the students understood that making such comments should not be done, so they began to learn to reduce these bad behaviours.
PEMBELAJARAN WIRAUSAHA DALAM MENDUKUNG PENGEMBANGAN EKONOMI PADA SISWA MADRASAH DINIYAH DARUL ULUM DI KABUPATEN PASURUAN Wahyudi, *Setyo Tri; Badriyah, Nurul; Sari, Kartika; Nabella, Rihana Sofie; Radeetha, Radeetha
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v6i3.46962

Abstract

The existence of gadgets for students can have a positive or negative impact. To minimize the negative impact of using gadgets, the service team carries out community service activities aimed at supporting economic development in elementary school students through entrepreneurial learning. Method of Implementation This service is carried out by delivering material related to entrepreneurship. To ensure that elementary school children understand entrepreneurship, groups were formed and asked to express their opinions and be active in discussions. Then, these elementary school students will be given rewards or gifts for those who are active in the discussion process. The results of the community service activities regarding entrepreneurial learning for elementary students were positively responded by teachers and students. With this service activity, elementary school students can increase their insight regarding entrepreneurship and can foster an entrepreneurial spirit at a young age. Moreover, the use of smartphones can be used as a means for entrepreneurship. Keberadaan gadget bagi para siswa dapat memberikan dampak positif maupun negatif. Untuk meminimalisir dampak negative dari penggunaan gadget, tim pengabdian melakukan kegitan pengabdian yang bertujuan untuk mendukung pengembangan ekonomi pada siswa Madrasah melalui pembelajaran wirausaha.  Metode Pelaksanaan Pengabdian ini dilakukan dengan cara penyampaian materi terkait kewirausahaan. Untuk memastikan anak-anak MADRASAH ini memahami terkait kewirausahaan maka dibentuk kelompok dan diminta untuk mengemukakan pendapatnya dan aktif dalam diskusi. Kemudian, siswa Madrasah ini akan diberikan reward atau hadiah bagi yang aktif dalam proses diskusi. Hasil dari kegiatan pengabdian mengenai pembelajaran wirausaha pada siswa Madrasah direspon positif oleh para guru dan siswa yang ditunjukkan dengan keaktifan mereka dalam proses pembelajaran wirausaha ini. Dengan adanya kegiatan pengabdian ini, siswa Madrasah dapat bertambah wawasannya terkait kewirausahaan dan dapat menumbuhkan jiwa wirausaha di usia muda. Terlebih, penggunaan smartphone dapat dimanfaatkan sebagai srana untuk berwirausaha.
PELATIHAN PEMBUATAN KUE DARI SORGUM SEBAGAI SOFT SKILS DI MADRASAH ALIYAH MAMBAUL ULUM, BENGKULU TENGAH Nurjanah, Uswatun; Setyowati, Nanik; Zaulajad, Amudasub; Wahyudi, Diki; Mardhotillah, Nimas
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.50482

Abstract

Madrasah Aliyah Mambaul Ulum terletak di Kecamatan Pondok Kubang, Bengkulu Tengah. Sebagian besar (66%) siswa didik di sekolah ini adalah perempuan. Penghasilan dari orang tua didik hampir seluruhnya tergolong miskin. Oleh karena itu perlu dilakukan pembinaan berupa softskill yang dapat diaplikasikan ketika mereka lulus sekolah dan tidak mampu melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan mulai bulan Agustus sampai September 2023. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat berbasis pembinaan dilakukan dengan 4 tahap pelaksanaan sebagai berikut : 1) Persiapan, 2) Sosialisasi dan edukasi, 3) Praktik, dan 4) Evaluasi. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi, memotivasi, dan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat dan keunggulan dari olahan sorgum. Hasil pengabdian masyarakat berupa produk olahan biji dan tepung sorgum. Olahan biji sorgum berupa: nasi dan bubur manis; sedangkan olahan tepung sorgum berupa: puding sorgum, kue kering, dan cupcake kukus. Pemahaman peserta mengenai nilai gizi dan manfaat tepung sorgum meningkat 80% setelah mengikuti kegiatan dibandingkan dengan sebelum mengikuti kegiatan. Ketrampilan peserta mengolah biji dan tepung sorgum meningkat 85% setelah mengikuti kegiatan dibandingkan dengan sebelum mengikuti kegiatan.       
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN STRATEGI PEMASARAN PADA UMKM DAPUR MOMY KEAN DI BEKASI Cahrianto, Cahrianto; Sunarmo, Sunarmo; Widuhung, Sisca Debyola; Arsyad, Aisyah Tiar; Halim, Abdul; Lakhsamana, Nadya Dinda
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i2.45933

Abstract

Pelaku usaha perempuan, khususnya ibu rumah tangga, berpotensi menggerakan perekonomian nasional melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Motivasi perempuan yang sudah menikah untuk bekerja semangkin meningkat. Adanya dukungan terhadap perkembangan UMKM dan pemberdayaan perempuan menjadikan UMKM yang dikelola oleh Ibu rumah tangga harus diarahkan lebih baik. Pengelolaan UMKM Ibu Rumah Tangga saat ini cenderung tidak terstruktur dan kurang maksimal khususnya terkait manajemen usaha dan strategi pemasaran. Salah satu UMKM yang memiliki kendala pemasaran promosi dan platform pemasaran online yaitu UMKM berbasis komunitas Ibu rumah tangga terdiri dari 4 orang yang menamai usahanya yaitu “Dapur Mommy Kean” di Perumahan Jatimulya, Tambun Selatan, Bekasi. Dapur Momy Kean memproduksi aneka makanan rumahan. Oleh karena itu, tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan penjualan produk Dapur Momy Kean dengan pendampingan strategi pemasaran khususnya pembuatan banner, thank you card dan akun pemasaran digital di e-commerce Shopee. Pengabdian ini menggunakan metode pendampingan pelatihan, sosialisasi dan edukasi kepada ketua usaha Dapur Momy Kean. Hasil kegiatan pengabdian adalah manajemen tugas antar anggota yang jelas, pembuatan media promosi secara digital dan manual dalam bentuk banner dan thank you card, dan pembuatan toko online di e-commerce Shopee. Adapun kesimpulan dari hasil kegiatan pengabdian ini yaitu Mitra dalam hal ini Dapur Momy Kean sangat terbantu dengan adanya program pendampingan pembuatan banner, thank you card dan toko online Shopee dan program – program tersebut diharapkan mampu meningkatkan penjualan dalam ruang lingkup lebih luas tidak hanya area Perumahan Jatumulya, Bekasi.
MENINGKATKAN KETAHANAN MASYARAKAT: PENDEKATAN HOLISTIK MELALUI EDUKASI COVID-19 DAN IMMUNOMODULATOR ALAMI Herdiana, Yedi
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.53516

Abstract

Between mid to late 2022, Indonesia recorded a decrease in daily Covid-19 cases and deaths. However, the total number of cases exceeding 3.69 million and deaths surpassing 109,000 indicate the need for more effective prevention strategies. The predominance of the young adult population (millennials) in Indonesia necessitates a socialization approach tailored to their lifestyle. This community service program aims to analyze the knowledge, attitudes, and actions of millennials regarding Covid-19 prevention and to provide education on the role of immunomodulators in preventing infection. The program began with a survey that revealed limitations in the socialization and knowledge of millennials regarding the use of natural ingredients as immunomodulators to combat Covid-19. This program was conducted virtually to prevent the formation of new transmission clusters. Information on the relationship between Covid-19 and immunomodulators was disseminated through social media platforms such as YouTube and podcasts in an easily understandable manner, including an explanation of the mechanisms of immunity. The implementation of this program was successful with the cooperative support of various stakeholders. The results showed an increase in millennials' understanding of immunomodulators and their role in preventing Covid-19 infection. Thus, this program is expected to reduce the risk of virus transmission in the future through effective strategic measures.Pada pertengahan hingga akhir tahun 2022, Indonesia mencatat penurunan angka kasus harian dan kematian akibat Covid-19. Namun, total kasus yang melebihi 3,69 juta dan kematian yang melampaui 109.000 jiwa menunjukkan perlunya strategi pencegahan yang lebih efektif. Dominasi penduduk usia muda (millennial) di Indonesia menuntut pendekatan sosialisasi yang sesuai dengan gaya hidup mereka. Program pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis pengetahuan, sikap, dan tindakan kaum millennial terkait pencegahan Covid-19, serta memberikan edukasi mengenai peran imunomodulator dalam mencegah infeksi. Program pengabdian diawali dengan survei yang menunjukkan adanya keterbatasan dalam sosialisasi dan pengetahuan kaum millennial mengenai penggunaan bahan alami sebagai imunomodulator untuk menangkal Covid-19. Program ini dilaksanakan secara virtual guna mencegah terbentuknya klaster penyebaran baru. Informasi mengenai keterkaitan Covid-19 dan imunomodulator disampaikan melalui platform media sosial seperti YouTube dan podcast dengan cara yang mudah dipahami, mencakup pemahaman tentang mekanisme kerja imunitas. Pelaksanaan program ini berhasil dengan dukungan kooperatif dari berbagai pemangku kepentingan. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman kaum millennial mengenai imunomodulator dan perannya dalam pencegahan infeksi Covid-19. Dengan demikian, program ini diharapkan dapat mengurangi risiko penyebaran virus di masa depan melalui langkah-langkah strategis yang efektif.
EDUKASI “MENARCHE” SEBAGAI ANTICIPATORY GUIDANCE PADA ANAK DENGAN EARLY ADOLESCENCE Indriasari, Fika Nur; Kusuma, Prima Daniyati
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.51127

Abstract

Lack of knowledge about menarche and how young girls handle it, can lead to various problems. Self-development programs can provide anticipatory guidance for children in early adolescence to become independent individuals. One of them is self-care skills such as using and changing sanitary napkins during menstruation. The limited sources of information about reproductive health that are appropriate for adolescents and the absence of reproductive health material in the school curriculum make it urgent to provide education to children. The aim of this activity is to provide education to children in early adolescence about menstruation and simulate pre-menstrual skills. The methods used are interactive lectures and simulations. The location of the activity is SDN Tegalrejo 1, Yogyakarta. The results of this activity showed that there was an increase in pre-menstrual knowledge and skills by 31.4%, which was in the very good category. The conclusion of this activity is that education using interactive lecture methods and simulations is effective in increasing pre-menstrual knowledge and skills in children in early adolescence.Kurangnya pengetahuan mengenai Menarche (menstruasi pertama kali pada perempuan) dan cara penanganannya pada anak perempuan dapat memicu munculnya berbagai masalah. Program pengembangan diri dapat menjadi anticipatory guidance pada anak dengan early adolescence untuk menjadi individu yang mandiri. Salah satunya adalah keterampilan mengurus diri seperti menggunakan dan mengganti pembalut saat menstruasi. Terbatasnya sumber informasi tentang kesehatan reproduksi yang sesuai dengan usia remaja, serta belum ada materi kesehatan reproduksi pada kurikulum sekolah menjadi urgensi untuk memberikan edukasi pada anak. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan edukasi pada anak dengan early adolescence tentang menstruasi dan simulasi keterampilan pramenstruasi. Metode yang digunakan adalah ceramah interaktif dan simulasi. Lokasi kegiatan di SDN Tegalrejo 1 Yogyakarta. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan pramenstruasi sebesar 31,4% dan berada dalam kategori sangat baik. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah edukasi dengan menggunakan metode ceramah interaktif dan simulasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pramenstruasi pada anak dengan early adolescence.
PENGEMBANGAN POTENSI BISNIS PRODUK PESANTREN DAARUL ULUUM JATINANGOR KABUPATEN SUMEDANG MELALUI EKONOMI HIJAU (GREEN ECONOMY) Nur, Tajudin; Rustiman, Uus
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.56314

Abstract

Islamic boarding schools, or pesantren, are institutions with significant potential, including economic potential. Enhancing this potential poses a challenge for pesantren to improve their own economic welfare, benefit the broader community, and achieve economic self-reliance. One of the efforts to foster the self-reliance of Pondok Pesantren Daarul Uluum Jatinangor in Sumedang Regency is through business units. Well-organized businesses can generate significant outputs and good income. In managing its economy, the pesantren requires an instrument that ensures smooth operations, ease of management, and protection for the businesses actively supported by the pesantren community. The instrument deemed appropriate is the green economy. The green economy is a development model that integrates economic growth, poverty reduction, and social engagement, driven by the sustainable development and utilization of global resources. The green economy offers benefits such as creating new job opportunities (green jobs) and new investments (green investment), fostering low-carbon economic growth, and enhancing the carrying capacity of natural resources and the environment for Pondok Pesantren Daarul Uluum Jatinangor in Sumedang Regency.Pondok pesantren merupakan salah satu lembaga yang memiliki banyak potensi, termasuk potensi ekonomi. Untuk meningkatkan potensi tersebut merupakan tantangan bagi pesantren agar dapat mensejahterakan perekonomian pesantren itu sendiri, maupun masyarakat luas serta terwujudnya stabilitas kemandirian ekonomi pesantren. Salah satu upaya memandirikan Pondok Pesantren Daarul Uluum Jatinangor Kabupaten Sumedang adalah melalui unit usaha. Di mana, usaha yang terorganisir dengan baik akan memberikan output dengan income yang baik. Dalam pengelolaan ekonomi, pondok pesantren membutuhkan suatu instrumen sebagai penjaminan atas kelancaran dan kemudahan, serta perlindungan usaha yang telah diperankan secara aktif oleh masyarakat pesantren tersebut. Instrumen yang dipandang tepat adalah ekonomi hijau (green economy). Ekonomi hijau adalah model pembangunan yang menyinergikan pertumbuhan ekonomi, penurunan tingkat kemiskinan, dan keterlibatan sosial yang didorong oleh pengembangan dan pemanfaatan sumber daya global secara berkelanjutan. Ekonomi hijau akan bermanfaat dalam menciptakan peluang kerja baru (green jobs) dan investasi baru (green investment), mendorong pertumbuhan ekonomi yang rendah karbon, dan meningkatkan daya dukung sumber daya alam dan lingkungan hidup Pondok Pesantren Daarul Uluum Jatinangor Kabupaten Sumedang.
PENINGKATAN LITERASI POLITIK MELALUI SOSIALISASI “GERAKAN LANSIA CERDAS” DI DESA ADAT RENON Wardani, Kadek Devi Anggria; Br Tarigan, Christine Ratna Eliba; Supriyadinata Gorda, Anak Agung Ngurah Eddy
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.53941

Abstract

The implementation of general elections requires participation from all citizens which can be done by voting on the ballot during the election. In Indonesia, the issue of anti-participation in the sense of not taking part in elections is referred to as the white group (Golput), namely the group that consciously declares itself not to vote. For various reasons given by the community, socialization needs to be carried out. Through this community service program, the aim is to increase community participation, especially the elderly, in elections. In implementing community service activities for the elderly in the form of a socialization program to increase the role of the community, especially the elderly so that they can participate in the 2024 elections in the Renon Traditional Village, this has been successfully implemented well and smoothly, and received positive responses from the community, Renon Subdistrict and the Chairperson of Renon Traditional Village PPS. The real meaning of this socialization activity is the increasing understanding of the elderly in Renon Traditional Village regarding the importance of increasing community participation in the 2024 elections.Pelaksanaan pemilihan umum membutuhkan partisipasi dari seluruh warga Negara yang dapat dilakukan dengan mencoblos surat suara pada pelaksanaan pemilu. Di Indonesia persoalan anti partisipasi dalam artian tidak ikut serta dalam pemilu tersebut disebut sebagai Golongan putih (Golput) yaitu golongan yang secara sadar menyatakan dirinya untuk tidak memilih. Dengan berbagai alasan yang diberikan oleh masyarajat maka oleh sebab itu sosialisasi perlu untuk tersu dilakukan. Melalui program Pengabdian Masyarakat ini adalah bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat terutama lansia dalam pemilu. Dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada lansia berupa program sosialisasi untuk meningkatkan peran masyarakat terutama pihak lansia agar dapat ikut serta dalam pemilu tahun 2024 di Desa Desa Adat Renon ini telah berhasil dilaksanakan dengan baik dan lancar, serta mendapatkan tanggapan yang positif dari masyarakat, Kelurahan Renon dan Ketua PPS Desa Adat Renon. Makna nyata dari kegiatan sosialisasi ini adalah semakin tumbuhnya pemahaman lansia Desa Adat Renon akan pentingnya peningkatan partisipasi masyarakat pada pemilu 2024.
SANITASI PENTING ATASI STUNTING: PEMICUAN PILAR STBM DI RUMAH TANGGA Irjayanti, Apriyana; Rumbiak, Helmin; Medyati, Novita
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.52469

Abstract

Stunting is still a nutritional problem currently faced by children under five years of age. This has been proven by the high incidence of stunting in Indonesia, including in Jayapura City. Sanitation plays an important role in reducing stunting because it is closely related to efforts to prevent disease infection. The aim of this community service activity is to educate mothers who have babies/toddlers concerning stunting and implementing good and correct sanitation in the household, and can be one of the steps to support the government's efforts to accelerate stunting reduction. Activities are carried out using lecture and discussion/question and answer methods. The implementation stages include data collection and coordination, activity design, preparation of supporting materials and tools, implementation of triggering and evaluation. The results and achievements of the service activities were assessed as going well. This was demonstrated by the enthusiasm of the participants who attended and participated in the educational implementation until completion. The activity was attended by 30 participants consisting of mothers and other family members who brought their babies and toddlers. The results of the pre-test and post-test evaluation, which was carried out during community service activities carried out at Posyandu Rambay, Kota Baru Village, Abepura Health Center working area, showed that there was an increase in knowledge among participants by 16.6%. It is hoped that participants (mothers and other family members) will be motivated to implement the 5 pillars of Community-Based Total Sanitation (STBM) in their households and this activity can be carried out by health centers routinely in order to support local government programs in order to accelerate the reduction of stunting.Stunting masih merupakan masalah gizi yang dihadapi oleh anak usia di bawah lima tahun. Angka kejadian stunting di Indonesia masih tinggi, salah satunya di Kota Jayapura. Sanitasi berperan penting dalam mengurangi stunting karena berkaitan erat dengan upaya pencegahan infeksi penyakit. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu guna mengedukasi para ibu yang memiliki bayi/balita tentang permasalahan stunting dan penerapan sanitasi di rumah tangga yang baik dan benar, serta dapat menjadi salah satu langkah mendukung upaya pemerintah dalam percepatan penurunan stunting. Kegiatan dilakukan menggunakan metode ceramah dan diskusi/tanya jawab. Tahap pelaksanaan yang dilakukan meliputi pengumpulan data dan koordinasi, perencanaan kegiatan, persiapan materi dan alat penunjang, pelaksanaan pemicuan, dan evaluasi. Hasil dan capaian dari kegiatan pengabdian dinilai berlangsung dengan baik. Hal ini diperlihatkan antusiasme para peserta yang hadir dan mengikuti pelaksanaan edukasi hingga selesai. Kegiatan dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari ibu-ibu dan anggota keluarga lainnya yang membawa bayi dan balitanya. Hasil evaluasi pre test dan post test pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Posyandu Rambay, Kelurahan Kota Baru wilayah kerja Puskesmas Abepura, diketahui terdapat peningkatan pengetahuan pada peserta sebesar 16,6%. Diharapkan bagi para peserta (ibu dan anggota keluarga lainnya) terpicu untuk menerapkan 5 pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di rumah tangganya dan kegiatan ini dapat dilakukan oleh puskesmas secara rutin agar dapat mendukung program pemerintah daerah dalam rangka percepatan penurunan stunting.
PENERAPAN STRATEGI INOVASI ADAPTIF PASCA COVID-19 PADA UMKM BATIK RINDANI KOTA JAMBI Yuniarti, Yenny; Erida, Erida; Ellyana, Dessy; Syafri, Rista Aldilla; Tialonawarmi, Feny
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.50601

Abstract

Batik Rindani is one of the businesses engaged in the manufacture and sale of Jambi Batik that has been impacted by the Covid-19 pandemic. Sustainable innovation is needed by business actors and Jambi Batik craftsmen. The purpose of this service activity is to provide knowledge about adaptive innovation strategies after Covid-19. The method used was presentation and discussion between the owner of Batik Rindani and the community service team. The results of the community service activities that have been carried out by the team at UMKM Batik Rindani are the addition of knowledge for the owner to innovate both in terms of products and in terms of sales, namely by utilizing social media in promoting and receiving online orders. Product innovation has also been carried out by Batik Rindani not by creating new motifs but also by making jackets, bags, sandals, jeans, and t-shirts with Jambi Batik motifs. The innovation offered by the team is the making of cellphone cases with Jambi Batik motifs.Batik Rindani merupakan salah satu usaha yang bergerak di bidang pembuatan dan penjualan Batik Jambi, yang tidak terlepas dari dampak pandemik Covid-19. Inovasi berkelanjutan sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha dan pengrajin Batik Jambi. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk memberikan pengetahuan mengenai strategi inovasi adaptif pasca Covid-19. Metode yang digunakan adalah pemaparan dan diskusi antara pemilik Batik Rindani dan tim pengabdian. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah penambahan pengetahuan bagi pemilik UMKM untuk berinovasi, baik dari sisi produk maupun dari sisi penjualannya. Dengan memanfaatkan media sosial dalam mempromosikan dan menerima pemesanan secara online. Inovasi produk juga telah dilakukan oleh Batik Rindani tidak dengan membuat motif baru, tetapi juga dengan membuat jaket, tas, sandal, jeans, dan kaos yang bermotif Batik Jambi. Inovasi yang ditawarkan tim adalah pembuatan casing HP bermotif Batik Jambi.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue