cover
Contact Name
Teguh Sandjaya
Contact Email
teguh.sandjaya@unpad.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
kumawula.unpad@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : -     EISSN : 2620844X     DOI : -
Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, dengan nomor terdaftar ISSN 2620-844X (online) adalah jurnal multidisiplin ilmiah yang diterbitkan oleh Pusat Studi Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran. Jurnal ini meliputi berbagai kajian terkait pengabdian masyarakat dari berbagai bidang ilmu dengan menggunakan dua bahasa (Inggris dan Bahasa Indonesia). Fokus dan ruang lingkup pengabdian masyarakat pada jurnal ini diantaranya Collaborative Governance, Pembangunan Partisipatif, Pembangunan Berkelanjutan, Pembangunan Inklusif, Ekonomi Kreatif, Knowledge Transfer for Community Development, Aktualisasi Kearifan dan Budaya Lokal, Sustainable Livelihood, Transfer Teknologi, Globalisasi dan Transformasi Sosial, Pengembangan Kompetensi dan Kewirausahaan, Pengembangan Ekonomi Kerakyatan, Rekayasa Sosial, Manajemen Konflik, dan Literasi Informasi Digital.
Arjuna Subject : -
Articles 565 Documents
MITIGASI PERUBAHAN IKLIM: PENGUATAN PENGETAHUAN DAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM PENGELOLAAN SAMPAH ORGANIK Wulandari, Indri; Abdoellah, Oekan S.; Suparman, Yusep; Mulyanto, Dede; Utama, Gemilang Lara
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.51351

Abstract

Waste is something that is always produced daily. Therefore, its management is a challenge, both on a micro and macro scale. Human activities related to household waste management contribute to climate change and this is a concern for farmers, including urban farmers. Climate change that occurs can have a negative impact on agricultural activities. On the other hand, farmers also need to manage their urban agricultural land efficiently. This extension aims to increase public understanding of how to process household waste into liquid organic fertilizer independently. The method used is quantitative, using a questionnaire during the extension to assess community knowledge. The extension also demonstrated the processing of waste into liquid organic fertilizer, by showing simple tools, materials, and procedures. In addition, post-extension assistance was also provided to increase community capacity in managing waste into liquid organic fertilizer. The results showed that there was an increase in community knowledge regarding waste management. Ultimately, this initiative provides ongoing support to the community, helping them successfully process household organic waste into liquid organic fertilizer. Thus, the efforts made by the community in processing waste can potentially mitigate climate change. Sampah merupakan sesuatu yang selalu dihasilkan dalam kehidupan. Oleh karena itu, pengelolaannya menjadi tantangan, baik dalam skala mikro maupun makro. Aktivitas manusia terkait pengelolaan sampah rumah tangga berkontribusi terhadap perubahan iklim dan hal ini menjadi perhatian bagi para petani, termasuk petani perkotaan. Perubahan iklim yang terjadi dapat memberikan dampak negatif terhadap kegiatan pertanian. Di sisi lain, para petani juga perlu mengelola lahan pertanian perkotaannya secara efisien. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara mengolah sampah rumah tangga menjadi pupuk organik cair secara mandiri. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan menggunakan kuesioner saat penyuluhan untuk menilai pengetahuan masyarakat. Dalam penyuluhan juga didemonstrasikan pengolahan sampah menjadi pupuk organik cair, dengan memperlihatkan alat, bahan, dan prosedur sederhana. Disamping itu, juga dilakukan pendampingan pasca penyuluhan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam melakukan pengelolaan sampah menjadi pupuk organik cair. Hasilnya menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat terkait pengelolaan sampah. Pada akhirnya, inisiatif ini memberikan dukungan berkelanjutan kepada masyarakat, membantunya berhasil memproses sampah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair. Dengan demikian, usaha yang dilakukan masyarakat dalam pengolahan sampah ini dapat berpotensi untuk memitigasi perubahan iklim.
SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN SITE PLAN AGROEDUWISATA SMP BINA HARAPAN JATIGEDE SUMEDANG Djuwendah, Endah; Yudha, Eka Purna; Karyani, Tuti; Wulandari, Eliana; Saidah, Zumi; Rasmikayati, Elly; Syamsiyah, Nur
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.58994

Abstract

Mekarasih is one of the pioneering tourist villages in the Jatigede Reservoir Area of Sumedang Regency which has the potential to be managed as an agrotourism village because of its strategic location on the edge of the reservoir and the potential of its natural resources. The problem in this area is the conversion of rice fields into reservoir waters, thereby reducing agricultural activities as a source of livelihood for the population. Therefore, the solution offered is to develop agro-edutourism that combines agricultural and tourism activities. The Binaraja Millenial Smart Farming (BMSF) Community and the management of SMP Bina Harapan Jatigede are an important part of the development of agro-edutourism in Mekarasih village. This community service (PKM) aims to empower communities based on local resources. Community service is carried out through three stages of activity, namely preparation, implementation, monitoring and evaluation. Community service uses lecture methods, FGD, simulations and practice in making a site plan for an agro-edutourism garden located in the SMP Bina Harapan Jatigede area. The results of the activity show that the PKM target partners are able to understand the concept of agro-edutourism, can prepare agro-edutourism planning according to the characteristics of local resource potential and create agro-edutourism site plan designs. It is hoped that the site plan will be used as a basis for planning to build various tourism support facilities based on the concept of sustainable community-based agro-edutourism.Mekarasih merupakan salah satu desa wisata rintisan di Kawasan Waduk Jatigede Kabupaten Sumedang yang potensial dikelola menjadi desa agrowisata karena letaknya yang strategis di pinggir waduk dan potensi sumber daya alam yang dimilikinya. Permasalahan yang ada di wilayah ini adalah terjadinya alih fungsi lahan sawah menjadi wilayah perairan waduk sehingga berkurangnya aktivitas pertanian sebagai sumber mata pencaharian penduduk. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan adalah mengembangkan agroeduwisata yang memadukan aktivitas pertanian dan pariwisata. Komunitas Binaraja Millenial Smart Farming (BMSF) dan pengelola SMP Bina Harapan Jatigede merupakan bagian penting dalam pengembangan agroeduwisata di Desa Mekarasih. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal. Pengabdian dilakukan melalui tiga tahapan kegiatan yaitu persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Pengabdian menggunakan metode ceramah, FGD, simulasi serta praktik membuat site plan  kebun  agroeduwisata yang berada di kawasan SMP Bina Harapan Jatigede. Hasil kegiatan menunjukkan mitra sasaran PKM mampu memahami konsep agroeduwisata, dapat menyusun perencanaan agroeduwisata sesuai dengan karakteristik potensi sumber daya lokal  dan membuat  rancangan  site plan agroeduwisata. Diharapkan nantinya site plan dijadikan sebagai dasar perencanaan membangun berbagai fasilitas penunjang wisata berdasarkan konsep agroeduwisata berbasis  masyarakat yang berkelanjutan.
PEMBERDAYAAN POTENSI UMKM BIDANG KULINER PASCA PANDEMI COVID-19 DI DAERAH RANCAEKEK, KABUPATEN BANDUNG, JAWA BARAT Raditya Rendra, Pradnya Paramarta; Sulaksana, Nana; Sukiyah, Emi; Sulastri, Murni
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.45956

Abstract

Rancaekek merupakan salah satu wilayah penyangga Jatinangor yang saat ini merupakan kawasan pendidikan di Jawa Barat. Beberapa perguruan tinggi seperti Unpad, ITB, Ikopin, dan IPDN menjadikan UMKM berpotensi untuk bertambah di daerah Rancaekek. Saat terjadi pandemi Covid-19, banyak pelaku UMKM kuliner di Desa Rancaekek Kulon yang mengalami penurunan penjualan. Hal tersebut banyak diakibatkan oleh kurangnya pengetahuan mengenai pengembangan bisnis, strategi pemasaran, literasi digital, dan lainnya. Jika sebelumnya, para pelaku UMKM masih dihantui rasa khawatir saat pandemi maka di awal tahun 2023 adalah waktu yang tepat untuk mulai mengembangkan usaha. Oleh karena itu, kegiatan sosialisasi berkaitan dengan pemberdayaan UMKM dirasa perlu diadakan di daerah Rancaekek dengan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) modifikasi. Tujuannya agar para pelaku UMKM siap menghadapi kondisi pasar yang lebih dinamis pasca pandemi Covid-19. Kegiatan ini dilakukan melalui studi literatur data sekunder yang diperoleh dari pihak Desa Rancaekek Kulon, observasi lapangan dengan cara memetakan dan wawancara para pelaku UMKM kuliner di Desa Rancaekek Kulon, serta sosialisasi. Sosialisasi dilakukan sebagai bagian dari stimulus kepada pelaku UMKM kuliner untuk dapat mengembangkan ide kreasi dan inovasi disertai pemahaman mengenai literasi digital sebagai salah satu hal penting menghadapi era digital saat ini. Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat pelaku UMKM kuliner untuk dapat terus mengembangkan usahanya dengan bantuan dan pendampingan dari pihak seperti mitra usaha, para akademisi, serta pemerintah daerah setempat agar roda perekonomian semakin baik dan berdampak baik bagi masyarakat setempat.
OPTIMALISASI SERTIFIKASI HALAL UMKM DALAM MENINGKATKAN PENJUALAN Amal, Muhammad Khairul; Alhidayatullah, Alhidayatullah; Pamungkas, Risa Putri; Azkia, Niswa Mutiara
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.54272

Abstract

The purpose of this activity is to provide assistance in the process of applying for halal certificates and to find out how it impacts sales. The method of implementing this activity is to assist 13 MSMEs assisted by Primkoppol Palabuhanratu Police Station, Sukabumi Regency, with 10 MSMEs assisting in submitting halal certificates and 3 MSMEs assisting in strategies to increase sales. The partners in this mentoring activity are MSMEs assisted by Primkoppol Palabuhanratu Police Station, Sukabumi Regency. The evaluation is seen from the amount submitted at the stage of the halal certification process to the ptsp.halal.go.id account, and the increase in daily sales for those who already have a halal certificate. The results of this activity are that of the 10 MSMEs submitted to the halal certificate process, only 9 MSMEs can be processed, while 1 MSME cannot proceed to the halal certificate submission stage due to the unclear information listed in the NIB. The results of increasing sales for MSMEs that already have certificates on average are 72.22%.Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pendampingan proses pengajuan sertifikat halal dan untuk mengetahui bagaimana dampaknya terhadap penjualan. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah melakukan pendampingan kepada 13 UMKM Binaan Primkoppol Polres Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi, dengan 10 UMKM pendampingan pengajuan sertifikat halal dan 3 UMKM pendampingan strategi meningkatkan penjualan. Mitra dalam kegiatan pendampingan ini adalah UMKM Binaan Primkoppol Polres Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi. Evaluasi capain dilihat dari jumlah yang diajukan pada tahap proses sertifikasi halal ke akun ptsp.halal.go.id, dan peningkatan penjualan harian bagi yang telah memiliki sertifikat halal. Hasil capaian kegiatan ini adalah dari 10 UMKM yang diajukan ke proses sertifikat halal hanya 9 UMKM yang dapat diproses, sedangkan 1 UMKM tidak dapat dilanjutkan ke tahap pengajuan sertifikat halal disebabkan oleh informasi yang tercantum pada NIB kurang jelas. Dan hasil peningkatan penjualan bagi UMKM yang telah memiliki sertifikat rata-ratanya adalah 72,22%.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PELATIHAN INOVASI KEWIRAUSAHAAN OLAHAN SINGKONG DI KAMPUNG YOMAIMA DISTRIK NAPUA JAYAWIJAYA, PAPUA Wulandari, Siti Latifa; Takdir, Nuraisyah; Soni, Aprianto; Sabriani, Sabriani
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.53416

Abstract

There are strategies to improve the quality of human resources, one of which is by improving entrepreneurship training programs. The potential of community agricultural products can be processed into products that are marketable and become entrepreneurial innovations. The development of increasingly sophisticated technology and information is currently not well understood by the general public, especially rural communities. This entrepreneurship development activity was carried out in Yomaima Village, Napua District. This village is located in Jayawijaya Regency, Papua Mountain Province. This activity was attended by 25 Yomaima village residents, 3 facilitators, and 16 KKN students. The implementation method will empower local communities with innovative activities in processing cassava, providing education on processing cassava into croquettes with various flavors, as well as providing quality products and training on cassava croquette production. The results of this activity show that public knowledge has increased. The community's interest in learning is to change the wealth of cassava raw materials in the village into processed products that have high economic value and can ultimately help the economy and improve the quality of life of Yomaima village residents. The results of these activities must be continued in further stages of collaboration with Yomaima Village as the fostered village, so that this activity is sustainable and routinely carried out. Therefore, we need to form a group of SMEs that focus on improving community entrepreneurship. This concerns the development of innovative technological products from cassava raw materials such as cassava croquettes which can increase income in the future.Banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, salah satunya dengan meningkatkan program pelatihan kewirausahaan. Potensi hasil pertanian masyarakat dapat diolah menjadi  produk yang layak dipasarkan dan menjadi inovasi wirausaha. Perkembangan teknologi dan informasi yang semakin canggih saat ini  kurang dipahami dengan baik oleh masyarakat umum, khususnya  masyarakat pedesaan. Kegiatan pengembangan kewirausahaan ini dilaksanakan di Kampung Yomaima, Distrik Napua. Kampung ini terletak di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Pegunungan Papua. Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang warga Kampung Yomaima, 3 orang fasilitator, dan 16 orang mahasiswa KKN. Metode pelaksanaannya yaitu dengan memberdayakan masyarakat lokal dengan kegiatan inovasi pengolahan bahan baku singkong, memberikan penyuluhan pengolahan singkong menjadi kroket dengan berbagai rasa, serta memberikan produk berkualitas dan pelatihan produksi kroket singkong. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa  pengetahuan masyarakat mengalami peningkatan. Minat belajar masyarakat adalah mengubah kekayaan bahan baku singkong yang ada di desa menjadi produk olahan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan pada akhirnya dapat membantu perekonomian serta meningkatkan kualitas hidup warga Kampung Yomaima. Hasil dari kegiatan ini harus dilanjutkan pada kerjasama tahap pertama dengan Desa Yomaima sebagai desa binaan, agar kegiatan ini berkelanjutan dan rutin dilaksanakan. Setelah itu, kita perlu membentuk kelompok UKM yang berfokus pada peningkatan kewirausahaan masyarakat. Hal tersebut menyangkut pengembangan produk teknologi inovatif dari bahan baku singkong seperti kroket singkong yang dapat meningkatkan pendapatan publik di masa depan.
INISIASI PENGEMBANGAN DESA NGESREPBALONG SEBAGAI SENTRA ALPUKAT BERBASIS GREEN ECONOMY DI KABUPATEN KENDAL, JAWA TENGAH Retnoningsih, Amin; Ngabiyanto, Ngabiyanto; Triwibowo, Bayu; Hadiyanti, Luthfia Nur; Solichin, Solichin; Laraswati, Vivi Anggraeni; Rizki, Angela Dita; Sa’adah, Nur
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.50995

Abstract

The initiation of the development of Ngesrepbalong Village as a green economy-based avocado center is supported by the village's regional conditions. A green economy needs to be implemented because Ngesrepbalong is known to be the only village in Kendal Regency that has the potential for landslides. Landslide mitigation can be done by increasing the population of deep-rooted, compact, and massive woody trees such as avocados so that water can be retained and the soil becomes stable. The priority problems of the Gunungsari farmer partners in Ngesrepbalong Village include management and production aspects of preparing their area as an avocado center area. Farmer group institutions have yet to be available, and most avocados are not superior varieties. This activity aims to initiate Ngesrepbalong as a green economy-based avocado center. Activities will occur in May-November 2023 through socialization, training and mentoring, application of technology and mentoring, monitoring and evaluation, and sustainability program. The institution of superior avocado farmers was realized by forming the "Gunung Berkah" avocado farmer group. Facilities and infrastructure such as seedling houses, grafting knives, and others were used to propagate 300 seedlings, and top working on 15 adult avocado trees. The superior variety of trees used for grafting and TW is Diane avocado. Increased empowerment of farmer partners is measured after program implementation. The results of measuring the cognitive, psychomotor, and affective/enthusiasm aspects via questionnaires showed the highest to lowest increases in the affective/enthusiasm, cognitive, and psychomotor aspects, respectively. The availability of grafting and TW facilities and infrastructure, as well as increasing farmers' abilities in these three aspects, is a manifestation of the achievements of the initiation of Ngesrepbalong Village to become a superior avocado center based on a green economy.Inisiasi pengembangan Desa Ngesrepbalong sebagai sentra alpukat berbasis green economy didukung kondisi kewilayahan desa. Green economy perlu diterapkan karena Ngesrepbalong diketahui sebagai satu-satunya desa di Kabupaten Kendal yang berpotensi longsor. Mitigasi longsor dapat dilakukan melalui peningkatan populasi pohon berkayu berakar dalam, kompak, dan masif seperti alpukat sehingga air dapat ditahan dan tanah menjadi stabil. Permasalahan prioritas mitra petani Dusun Gunungsari di Desa Ngesrepbalong meliputi aspek manajemen dan produksi dalam rangka menyiapkan wilayahnya sebagai kawasan sentra alpukat. Kelembagaan kelompok tani belum tersedia dan sebagaian besar alpukat bukan varietas unggul. Tujuan kegiatan ini menginisiasi Ngesrepbalong sebagai sentra alpukat berbasis green economy. Kegiatan berlangsung Mei-November 2023 melalui tahapan sosialisasi, pelatihan dan pendampingan, penerapan teknolog dan pendampingan, monitoring dan evaluasi, serta keberlanjutan program. Kelembagaan petani alpukat unggul direalisasikan melalui pembentukan kelompok tani alpukat “Gunung Berkah”. Sarana dan prasarana seperti rumah bibit, pisau grafting dan lainnya digunakan dalam perbanyakan grafting sebanyak 300 bibit, dan top working pada 15 pohon alpukat dewasa. Entres varietas unggul yang digunakan untuk grafting dan TW tersebut adalah alpukat Diane. Peningkatan keberdayaan mitra petani diukur sesudah pelaksanaan program.  Hasil pengukuran aspek kognitif, psikomotor, dan afektif/antusiame melalui kuesioner menunjukkan peningkatan tertinggi hingga terendah berturut-turut adalah aspek afektif/antusiame, kognitif, dan psikomotor. Ketersediaan sarana dan prasarana grafting dan TW serta peningkatan kemampuan petani pada ketiga aspek tersebut  merupakan wujud capaian inisiasi Desa Ngesrepbalong menjadi sentra alpukat unggul berbasis green economy.
MITIGASI PERUBAHAN IKLIM MELALUI KEGIATAN BELAJAR CERIA SAIN KONSERVASI LAHAN GAMBUT DI DESA HABARIN HURUNG PALANGKA RAYA Santiani, Santiani; Supriatin, Atin; Annovasho, Jhelang; Azizah, Nadia; Haryono, Agus; Yuliani, Hadma; Mardaya, Mardaya; Fitriyani, Fitriyani
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.55924

Abstract

Damage to peatlands causes greenhouse emissions which contribute to climate change. Climate change has impacted many aspects of human life. Mitigation of climate change must be carried out by all parties. Education is one aspect of mitigating climate change. Universities can be an example in developing programs or activities based on climate change mitigation. This PKM activity was carried out in Habarin Hurung Village, Palangka Raya City, Central Kalimantan in March 2022. This activity aimed to increase middle school students' understanding of peatlands and climate change. The PKM activity of learning cheerfully about the science of peatland conservation was carried out using a quasi-experimental research method with a one-group pretest-posttest design without a comparison group. The effectiveness of activities to increase the peatland environmental literacy of middle school students can be seen from hypothesis testing using a paired sample of 2 different tests assisted by SPSS 25. This activity produces posters made by secondary school students with the theme of peatlands and climate change. PKM activities to learn cheerfully about the science of peatland conservation effectively increase students' environmental and climate change literacy. The contents of the poster showed that students have been able to connect peatlands and global warming. Students' knowledge about peatlands and global warming is expected to foster environmentally caring behaviour. Similar activities should be carried out sustainably and with a wider community reach. Climate change mitigation activities can be carried out jointly by universities, schools and the community.Kerusakan lahan gambut menyebabkan emisi rumah kaca dan secara global akan menyebabkan perubahan iklim. Perubahan iklim telah berdampak pada banyak aspek kehidupan manusia. Mitigasi terhadap perubahan iklim harus dilakukan oleh semua pihak. Pendidikan menjadi salah satu aspek dalam mitigasi perubahan iklim. Universitas dapat menjadi contoh dalam pengembangan program atau kegiatan berbasis mitigasi perubahan iklim. Kegiatan PKM ini dilakukan di Desa Habarin Hurung, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah pada bulan Maret 2022. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah menengah tentang lahan gambut dan perubahan iklim. Kegiatan PKM belajar ceria sain konservasi lahan gambut dilakukan dengan metode penelitian quasi eksperimen dengan desain one group pre test-post test design tanpa kelompok pembanding. Efektivitas kegiatan untuk meningkatkan literasi lingkungan lahan gambut siswa sekolah menengah dilihat dari uji hipotesis dengan uji beda paired sample 2 test berbantuan SPSS 25.  Kegiatan ini menghasilkan produk berupa poster yang dibuat siswa sekolah menengah dengan tema lahan gambut dan perubahan iklim. Kegiatan PKM belajar ceria sain konservasi lahan gambut efektif meningkatkan literasi perubahan iklim siswa. Isi poster menunjukkan bahwa siswa telah mampu menghubungkan lahan gambut dan pemanasan global. Pengetahuan siswa tentang lahan gambut dan pemanasan global diharapkan menumbuhkan perilaku peduli lingkungan. Kegiatan serupa sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan dan dengan jangkauan masyarakat yang lebih luas. Aktivitas mitigasi perubahan iklim dapat dilakukan bersama oleh universitas, sekolah, dan masyarakat. 
IDENTIFIKASI POTENSI PARIWISATA BERBASIS BUDAYA LOKAL DESA RAWABOGO, CIWIDEY, KABUPATEN BANDUNG Novel, Nurillah Jamil Achmawati; Tresna, Pratami Wulan
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.53906

Abstract

Every region has its own uniqueness that can serve as potential local cultural tourism, as seen in Rawabogo Village, Ciwidey, Bandung Regency. The local culture of this village generates intriguing tourism potential that warrants further exploration. This Community Service (PPM) initiative aims to identify and evaluate the tourism potential based on local culture in Rawabogo Village, Ciwidey, Bandung Regency through a series of PPM programs. The method used is Focus Group Discussion (FGD), involving various stakeholders related to cultural tourism, such as key holders, art and culture practitioners, the general public, tourism business operators, and village officials. The identification of tourism potential indicates that the tourist attractions in Rawabogo Village are rated very well. However, there are aspects that still require further development, such as facilities, accessibility, and accommodation. Nonetheless, the conclusion that can be drawn is that the tourism potential based on local culture in Rawabogo Village has a strong foundation, but it needs further steps to enhance infrastructure and external support to improve the overall quality of the tourist destination. In this context, collaboration between the government, local community, and other related parties is necessary to design and implement appropriate development steps. For instance, improving public facilities, repairing roads and transportation to the destination, and enhancing the quality of accommodation for tourists. These steps will not only increase the attractiveness of Rawabogo Village's tourism but also positively impact the local economy and improve the welfare of the local community. Through collaboration and joint efforts, Rawabogo Village can become a sustainable and appealing local cultural tourism destination for both domestic and international tourists.Setiap daerah memiliki kekhasan masing-masing yang dapat menjadi potensi berbasis budaya lokal, sebagaimana Desa Rawabogo, Ciwidey, Kabupaten Bandung. Budaya lokal desa ini melahirkan potensi pariwisata yang menarik untuk digali lebih dalam. Pengabdian pada Masyarakat (PPM) ini merupakan upaya yang dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi potensi pariwisata yang berbasis budaya lokal di Desa Rawabogo, Ciwidey, Kabupaten Bandung melalui serangkaian program PPM. Metode kegiatan yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan terkait pariwisata budaya lokal seperti juru kunci, pelaku kesenian dan budaya, masyarakat umum, pelaku usaha wisata, serta perangkat desa. Hasil identifikasi potensi pariwisata menunjukkan bahwa, daya tarik wisata di Desa Rawabogo dinilai sangat baik. Namun, terdapat aspek-aspek yang masih perlu pengembangan lebih lanjut, seperti fasilitas, aksesibilitas, dan akomodasi. Meskipun demikian, kesimpulan yang dapat diambil adalah potensi pariwisata berbasis budaya lokal di Desa Rawabogo memiliki landasan yang kuat, namun memerlukan langkah-langkah lanjutan untuk meningkatkan infrastruktur dan dukungan eksternal guna meningkatkan kualitas destinasi wisata secara keseluruhan. Dalam konteks ini, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat setempat, dan pihak-pihak terkait lainnya untuk merancang dan melaksanakan langkah-langkah pengembangan yang tepat. Misalnya, memperbaiki fasilitas umum, memperbaiki jalan dan transportasi menuju destinasi, serta meningkatkan kualitas akomodasi bagi wisatawan. Langkah-langkah ini tidak hanya akan meningkatkan daya tarik wisata Desa Rawabogo, tetapi juga akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Melalui kolaborasi dan upaya bersama, Desa Rawabogo dapat menjadi destinasi wisata budaya lokal yang berkelanjutan dan menarik bagi wisatawan domestik maupun internasional.
UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI EDUKASI DAN PENGOLAHAN PANGAN FUNGSIONAL BAGI WARGA DUSUN KRAPYAK KULON, PANGGUNGHARJO, SEWON, BANTUL Sari, Eni Kartika; Dellima, Beta Ria Erika Marita
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.51496

Abstract

Stunting is a growth disorder, metabolic disorder, brain development disorder, and affects children's intelligence. Until now, the problem of stunting still occurs in the community, including in Krapyak Kulon, Panggungharjo Village, Sewon, Bantul. On the other hand, natural ingredients that are quite often found in Panggungharjo Village are lemongrass and ginger, the use of which is not optimal even though they are rich in active ingredients. Therefore, efforts are needed to increase the use value of these ingredients, which in this case are ingredients for making functional food to prevent stunting. This service aims to increase knowledge about the dangers of stunting and alternative functional food to prevent stunting in the form of Sang Kukis. Sang Kukis is a cookie made from natural ingredients rich in nutrients, namely banana flour, green bean extract, ginger and lemongrass with an attractive shape for children. Service activities are carried out offline or face-to-face through counseling and direct practice in making Sang Kukis. Community knowledge was measured through a pretest before the activity and a posttest after being given counseling and practical food making practices by the service team. Based on the results of the pretest and posttest which were attended by 22 participants, it can be stated that there was an increase in respondents' understanding of the definition of stunting from 45.45% to 68.18%, material on understanding the characteristics of stunting from 50% to 81.81%, causes of stunting from 45.45%. % to 90.90%, understanding of the dangers of stunting from 40.90% to 90.90% and understanding of functional food processing to prevent stunting from 31.81% to 86.36%. Based on this data, it can be concluded that community service activities can increase public understanding about the dangers of stunting and alternative foods to prevent stunting.Stunting merupakan gangguan pertumbuhan, gangguan metabolisme, gangguan perkembangan otak, hingga mempengaruhi kecerdasan anak. Sampai saat ini, permasalahan stunting masih terjadi pada masyarakat termasuk di Krapyak Kulon, Desa Panggungharjo, Sewon, Bantul.  Di sisi lain, bahan alam yang cukup banyak ditemukan di Desa Panggungharjo adalah serai dan jahe yang pemanfaatannya belum optimal meskipun kaya kandungan bahan aktif. Oleh karena itu, perlu upaya peningkatan nilai guna bahan tersebut yang dalam hal ini menjadi  bahan pembuatan pangan fungsional pencegah stunting. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang bahaya stunting dan alternatif pangan fungsional pencegah stunting berupa Sang Kukis. Sang Kukis adalah kukis yang terbuat dari bahan alam kaya nutrisi yaitu tepung pisang, ekstrak kacang hijau, jahe, dan serai dengan bentuk yang menarik untuk anak. Kegiatan pengabdian dilaksanakan secara offline atau tatap muka melalui penyuluhan dan praktik secara langsung pembuatan Sang Kukis. Pengetahuan masyarakat diukur melalui pre test sebelum kegiatan dan post test setelah diberikan penyuluhan dan praktik pembuatan pangan fungsional oleh tim pengabdi. Berdasarkan hasil pre test dan post test yang diikuti oleh 22 peserta, dapat dinyatakan bahwa terjadi peningkatan pemahaman responden tentang definisi stunting dari 45,45% menjadi 68,18%, materi pemahaman ciri stunting dari 50% menjadi 81,81%, penyebab stunting dari 45,45% menjadi 90,90%,  pemahaman bahaya stunting dari 40,90% menjadi 90,90% serta mengerti pengolahan pangan fungsional pencegah stunting dari 31,81%  menjadi 86,36%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya stunting dan alternatif makanan pencegah stunting.
TRANSFORMASI DIGITAL EDUKASI PENGELOLAAN SAMPAH DAN BUDIDAYA MAGGOT DI RUMAH EDUKASI YAYASAN TIGABE RANCAEKEK, BANDUNG Gema Safitri, Aila gema; Fauzi, Muhammad; Suryan, Ahmad
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v7i3.59130

Abstract

Tigabe Foundation was established in April 2022 and is located in Rancaekek Kencana Village, Bandung Regency. This foundation focuses on social and environmental issues, particularly waste management. One of its contributions to addressing waste issues is through the “Rumah Edukasi” program. Tigabe volunteers, consisting of 3-4 foundation members and administrators, educate the community on maggot-based waste processing. However, the program faces several challenges, including limited volunteers, restricted coverage areas, limited participants, and inadequate waste processing and maggot cultivation tools. This community service program aims to assist Tigabe volunteers in educating the community on waste management. The activities include: (1) discussions with Tigabe Foundation to understand their needs and challenges, (2) developing digital educational content, (3) providing waste processing tools and machines, (4) creating a web- and mobile-based educational application, (5) introducing the application to partners, and (6) mentoring partners in using the application for community education. The main outcomes of this program are: (1) additional educational tools for waste processing, such as bucket composting (emberization) and a shredding machine for organic waste “Sisa Olah Dapur” (SOD), (2) the development of a mobile application "Mang Somad" and the website https://mangsomad.org , which provides digital content on waste management and maggotization, (3) improved knowledge and skills of partners in delivering digital-based education to the community. This program demonstrates strong collaboration between academics and the Tigabe Foundation in addressing environmental issues, particularly waste management, in Rancaekek and surrounding areas.Yayasan Tigabe didirikan pada April 2022, berlokasi di Kelurahan Rancaekek Kencana, Kabupaten Bandung. Yayasan ini berfokus pada isu sosial dan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah. Salah satu bentuk kontribusi Yayasan Tigabe dalam menanggapi permasalahan sampah adalah melalui program Rumah Edukasi. Para relawan Tigabe yang terdiri dari anggota dan pengurus Yayasan sebanyak 3-4 orang, memberikan edukasi ke masyarakat mengenai pengolahan sampah berbasis maggot. Namun, program ini menghadapi beberapa hambatan, seperti keterbatasan jumlah relawan, wilayah edukasi dan jumlah partisipan yang terbatas, serta kurang lengkapnya alat pengolahan sampah dan budidaya maggot. Program pengabdian ini bertujuan membantu relawan Yayasan Tigabe sebagai pelaku kegiatan edukasi, dalam memberikan edukasi pengolahan sampah ke masyarakat. Kegiatan pengabdian meliputi beberapa langkah, yaitu : (1) diskusi dengan Yayasan Tigabe untuk memahami kebutuhan dan tantangan yang dihadapi, (2) pengembangan konten edukasi berbasis digital, (3) penyediaan alat dan mesin pengolahan sampah, (4) pembuatan aplikasi edukasi pengolahan sampah berbasis web dan mobile, (5) sosialisasi ke mitra mengenai penggunaan aplikasi, (6) pendampingan mitra terhadap penggunaan aplikasi ke masyarakat. Hasil utama dari kegiatan pengabdian ini adalah: (1) penambahan alat edukasi untuk pengolahan sampah, seperti emberisasi (komposting dalam ember) dan mesin pencacah sampah organik Sisa Olah Dapur (SOD). (2) Pengembangan aplikasi mobile bernama "Mang Somad" dan situs web https://mangsomad.org yang menyediakan konten digital tentang pengelolaan sampah dan maggotisasi. (3) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam memberikan edukasi berbasis digital kepada masyarakat. Program pengabdian ini menunjukkan kolaborasi yang baik antara akademisi dan Yayasan Tigabe dalam mengatasi masalah lingkungan terutama sampah SOD di wilayah Rancaekek dan sekitarnya.

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 3 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 2 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 1 (2025): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 3 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 2 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 3 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 2 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2022): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 1 (2021): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 3 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 2 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2020): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 3 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 2 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2, No 1 (2019): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 3 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat More Issue