cover
Contact Name
Nefonavratilova Ritonga
Contact Email
lppm.unar@gmail.com
Phone
+6285373542125
Journal Mail Official
lppm.unar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raja Inal Siregar, Kec Batunadua - Padangsidimpuan
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia / Indonesian Health Scientific Journal
Core Subject : Health,
Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal) Indonesian Health Scientific Journal is a tools of publication of research results and community service with the theme of health. This journal will be published online through the official website of University Of Aufa Royhan Padangsidimpuan city. This journal will be published every 6 months in June and December each year
Articles 621 Documents
LITERATUR REVIEW : Strategi Indonesia Menuju Zero Stunting dalam Efektivitas Program Pencegahan Stunting di Indonesia Assyifa Ramadhani; Nadia Putri Untiami; Nufikha Nayazsa Aulia; Annisa Juliandari; Chahya Kharin Herbawani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2133

Abstract

Angka stunting di Indonesia masih tinggi. Tahun 2023, prevalensi stunting ialah 21,5% dan belum mencapai target nasional di bawah 14% pada 2024. Pemerintah telah menerapkan kebijakan pencegahan stunting yang mencakup intervensi sensitif dan spesifik. Namun, efektivitas pelaksanaannya masih bervariasi di setiap daerah karena masih terdapat wilayah yang mengalami peningkatan prevalensi stunting meskipun intervensinya sudah dinilai efektif. Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi berbagai strategi pencegahan dan penanganan stunting yang terbukti efektif di provinsi dengan tren penurunan prevalensi secara konsisten pada tahun 2021-2023, serta memberikan rekomendasi untuk memperkuat kebijakan percepatan penurunan stunting secara nasional. Metode yang digunakan adalah literature review dengan panduan PRISMA terhadap 14 artikel tahun 2021–2024 dari database Google Scholar dan PubMed. Hasil menunjukkan bahwa strategi penurunan stunting yang mengintegrasikan intervensi spesifik dan sensitif secara kolaboratif dan terencana terbukti paling efektif. Namun, masih ditemukan sejumlah hambatan seperti sulitnya akses air bersih dan layanan kesehatan di daerah terpencil, minimnya tenaga pelaksana dan kader gizi, tumpang tindih peran antar tenaga pelaksana, pemanfaatan teknologi digital yang belum optimal, lemahnya koordinasi antar instansi, dan belum adanya sistem evaluasi yang baik. Pemerintah disarankan untuk meningkatkan kapasitas pelaksana di tingkat daerah melalui pelatihan dan pendampingan teknis bagi kader serta petugas lapangan, dengan didorong pemanfaatan teknologi dan kolaborasi lintas sektor. Selain itu, pemanfaatan dana desa perlu dioptimalkan, disertai strategi komunikasi yang disesuaikan dengan kondisi sosial dan budaya setempat.
Transformasi Nilai Budaya dan Praktik Konsumsi Makanan dalam Pencegahan KEK pada Ibu Hamil di Masyarakat Pesisir Selayar Sulawesi Selatan Satriani, SATRIANI
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2139

Abstract

Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di wilayah pesisir, termasuk di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana nilai-nilai budaya lokal membentuk praktik konsumsi makanan ibu hamil, serta bagaimana nilai-nilai tersebut mengalami transformasi dalam konteks perubahan sosial dan peningkatan akses informasi kesehatan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus, melalui wawancara mendalam terhadap ibu hamil di wilayah pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi makanan ibu hamil sangat dipengaruhi oleh nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun, termasuk pantangan makanan tertentu yang diyakini dapat membahayakan kehamilan. Meskipun demikian, terjadi transformasi nilai di tengah masyarakat seiring dengan meningkatnya akses terhadap informasi dari tenaga kesehatan dan media sosial. Proses perubahan ini berlangsung secara selektif dan adaptif, menunjukkan adanya negosiasi antara tradisi dan pengetahuan kesehatan modern. Keluarga, terutama suami dan mertua, memainkan peran penting dalam pengambilan keputusan konsumsi makanan, sementara peran tokoh adat cenderung menurun. Temuan ini menyarankan pentingnya pendekatan intervensi kesehatan yang berbasis budaya lokal, peningkatan jumlah petugas gizi, serta penggunaan bahasa daerah dalam penyuluhan untuk meningkatkan efektivitas program pencegahan KEK. Dengan pendekatan yang sensitif secara sosial dan kultural, intervensi gizi dapat lebih diterima dan diinternalisasi oleh masyarakat. Kata kunci: Transformasi budaya, konsumsi makanan, KEK, ibu hamil, masyarakat pesisir, Selayar, nilai lokal, intervensi kesehatan.
Analisis Evaluasi Program Pelayanan Kesehatan Hipertensi Di Puskesmas Singkohor Afriliansyah Sihotang; Farrah Fahdhienie; Dharina Baharuddin
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Puskesmas sebagai layanan kesehatan primer memiliki peran strategis dalam pengendalian hipertensi melalui berbagai program promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Namun, efektivitas dari program-program tersebut sering kali belum optimal akibat berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya, rendahnya partisipasi masyarakat, serta kurangnya monitoring dan evaluasi yang sistematis. Evaluasi program menjadi elemen penting dalam rangka memastikan bahwa intervensi yang dilaksanakan mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan
HUBUNGAN USIA DAN PARITAS IBU DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA BERAT DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SEKAYU Hera zahara Ayu saputri
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2182

Abstract

According to WHO, the Maternal Mortality Rate (MMR) is that there are 810 women who die every day as a result of complications during pregnancy and childbirth. Preeclampsia is an increase in blood pressure at 20 weeks gestational age of 140/90 mmHg, accompanied by proteinuria of 300mg/24 hours or confirmed (+). Preeclampsia is a disease that arises with signs of hypertension, oedema, and urinary protein arising due to pregnancy and childbirth. To determine the relationship between maternal age and parity with the incidence of severe preeclampsia at Sekayu Regional General Hospital in 2024. This study uses the Survey Analytic method with a Cross Sectional approach. The population in this study is all pregnant women at the Sekayu Regional General Hospital in 2024 totaling 2,795 people. The sample of this study was taken from a part of the population, namely some pregnant women at the Sekayu Regional General Hospital in 2024 as many as 350 respondents. The sampling technique in this study is random sampling. The data taken is secondary data. Bivariately showed that there was a relationship between age and the incidence of severe preeclampsia p value = 0.001, there was a relationship between maternal parity and the incidence of severe preeclampsia p value = 0.001. These results conclude that the age and parity of pregnant women are related to the incidence of preeclampsia at the Sekayu Regional General Hospital in 2024 Keywords : Preeclampsia Severity, Age, Maternal Parity
Faktor-Faktor Risiko Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Wilayah Kerja Puskesmas Lampulo Kota Banda Aceh Siregar, Citra Fikriyah; Laila, Suriatul; Auliani , Fia dewi
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2194

Abstract

Berdasarkan data WHO, angka kematian di negara-negara berkembang terjadinya anemia pada masa kehamilan. Prevalensi kejadian anemia pada ibu hamil di Indonesia sebesar 48,9%. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor-faktor risiko kejadian anemia pada Ibu hamil. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan analitik observasional, yang melibatkan data catatan medis dari 212 ibu hamil yang terdaftar di Pusat Kesehatan Masyarakat Lampulo pada bulan April hingga Juni 2025. Hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil temuan tidak ada hubungan antara anemia dan umur ibu (p-value = 0,279), usia kehamilan (p-value = 0,255), paritas (p-value = 0,372), dan pendidikan (p-value = 0,081), dengan p-value > 0,05. Sementara itu, faktor risiko yang berhubungan dengan anemia pada ibu hamil di wilayah kerja Pu adalah pekerjaan (p-value = 0,016) dan status KEK (p-value Hasil menunjukkan bahwa intervensi edukasi dan peningkatan pemantauan kesehatan ibu hamil sangat penting untuk mengurangi jumlah kasus anemia yang terjadi di wilayah kerja Puskesmas Lampulo
determinan DETERMINAN ANEMIA PADA KEHAMILAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUNADUA KOTA PADANGSIDIMPUAN: DETERMINAN ANEMIA PADA KEHAMILAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATUNADUA KOTA PADANGSIDIMPUAN rangkuti, nur aliyah; Rangkuti, Juni Andriani
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2198

Abstract

Anemia memiliki konsekuensi gizi dan kesehatan yang berat, termasuk tingginya angka kematian ibu, pertumbuhan yang tidak memadai, serta gangguan perkembangan mental pada anak-anak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 62 orang. Tekhnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Instrument penelitin ini menggunakan kuesioner. Proses penelitian ini dilakukan dengan mengunakan statistik uji Spearman dan Uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% kemudian hasilnya dapat dinarasikan. Hasil penelitian usia kehamilan menunjukkan analisis Chi-square diperoleh nilai p value < 0,1 (0,001) artinya ada hubungan antara usia kehamilan terhadap anemia pada kehamilan, dukungan keluarga diperoleh nilai p value < 0,1 (0,000) artinya ada hubungan antara dukungan keluarga terhadap anemia pada kehamilan, paritas diperoleh nilai p value < 0,1 (0,000) artinya ada hubungan antara paritas terhadap anemia pada kehamilan, pengetahuan diperoleh nilai p value < 0,1 (0,000) artinya ada hubungan antara pengetahuan terhadap anemia pada kehamilan, kunjungan ANC diperoleh nilai p value < 0,1 (0,002) artinya ada hubungan antara kunjungan ANC terhadap anemia pada kehamilan. Kesimpulan terdapat hubungan signifikan usia ibu hamil (p=0,001 < 0,1), dukungan keluarga (p=0,000 < 0,1), paritas (p=0,000 < 0,1), pengetahuan (p=0,001 < 0,1) dan kunjungan ANC (p=0,002 < 0,1) dengan kejadian anemia. Diharapkan ibu selalu melaksanakan kunjungan ANC dan meningkatkan pengetahuan terhadap anemia.
MANAJEMEN FISIOTERAPI OLAHRAGA POST OPERATIVE FRACTURE METATARSAL IV SINISTRA pada ATLET SEPAK BOLA Alwi, Citra Aulia
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2201

Abstract

Pendahuluan: fraktur metatarsal umumnya terjadi pada atlet, salah satunya pemain sepak bola, dikarenakan olahraga yang berintensitas tinggi dan aktivitas berulang pada metatarsal yang menyebabkan terbentuknya mikrofraktur di dalam tulang secara bertahap kemudian akan menjadi besar dan menimbulkan nyeri bahkan sampai ketidakmampuan melakukan aktivitas. Tujuan: laporan kasus ini bertujuan untuk memberikan gambaran manajemen fisioterapi pada kasus post-op fraktur metatarsal. Metode: data primer diperoleh melalui autoanamnesis dan pemeriksaan fisik, pasien laki-laki berusia 22 tahun, menjalani operasi fraktur metatarsal IV kiri sejak 9 minggu yang lalu diberikan penanganan fisioterapi berupa modalitas Infrared Rays (IRR) serta latihan endurance dan strength. Hasil: evaluasi menggunakan measuring tape, terdapat nilai konstan pada interpretasi dalam penilaian sesaat yaitu belum terlihat peningkatan signifikan pada otot yang hipotrofi dalam penilaian sesaat. Kesimpulan: rehabilitasi fisioterapi yang rutin dan terstruktur terbukti efektif dalam menunjang pemulihan fungsional pada pasien pasca operasi metatarsal.
HUBUNGAN SUMBER INFORMASI DENGAN SIKAP IBU HAMIL DALAM KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET FE DI PUSKESMAS SITINJAK TAHUN 2025 Nasution, Nur Arfah; Lubis, Arisa Harfa Said; Harahap, Nur Hamima; Almadany, ulfah Hidayah; Anwar Syahadat
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka Kematian ibu yang tinggi masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Penyebab dari kematian ibu tersebut karena perdarahan yang di sebabkan oleh anemia selama kehamilan. Di Puskesmas Sitinjak anemia pada ibu hamil sebayak 28 orang. Hasil wawancara dengan ibu hamil mengalami anemia tersebut, seluruh ibu mengatakan bahwa ia merasa lemas, letih, lesu,selama kehamilan.peneliti menanyakan tentang konsumsi tablet Fe pada ibu hamil hal tersebut berkaitan dengan masih rendahnya tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi tablet Fe, sebanyak 3 orang ( 60%) mengatakan bahwa ia tidak rutin minum obat karna ia tidak suka dengan bau amis pada obatnya, 2 orang (40%) mengatakan tidak rutin minum obat karna ibu lupa, dengan uraian tersebut Penelitian bertujuan bagaimana Hubungan sumber informasi dengan sikap ibu dalam mengonsumsi tablet fe di Puskesmas Sitinjak. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Desain penelitian ini deskriptif korelatif dengan mengunakan pendekatan cross sectional study, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang ada di Puskesmas Sitinjak Tahun 2025 sebanyak 54 orang. Sampel dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang ada di Puskesmas Sitinjak. Tehnik pengambilan sampel menggunakan total sampling sehingga sampel pada penelitian ini adalah 54 sampel. Data di kumpulkan melalui kuesioner. Analisa data dilakukan dengan cara univariat, bivariat dengan uji chi square. Untuk menguji variabel yang satu dengan varibel yang lainya, dengan Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan sumber informasi dengan sikap ibu hamil dalam kepatuhan mengkonsumsi tablet fe. Disarankan kepada ibu agar selalu belajar mencari sumber imformasi dengan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe.
Hubungan Pengetahuan, Pendapatan Keluarga dan Pola Makan dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Ibu Hamil Azis, Rahmawati; Nurfajriani; Syahruddin, Akmal Novrian
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2218

Abstract

Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women is a serious nutritional problem that adversely affects both maternal and fetal health. This study investigated the relationship between knowledge, family income, and dietary patterns with the incidence of CED among 65 pregnant women at Tikke Raya Health Center using a cross-sectional design. Data on knowledge, income, and diet were collected via questionnaires, while CED status was measured using mid-upper arm circumference (MUAC). Analysis using chi-square tests showed that 60% of participants had good knowledge, 67.7% had high family income, 55.4% followed adequate dietary patterns, and 66.1% were not classified as having CED. There were statistically significant associations between knowledge, family income, dietary patterns, and the incidence of CED (p < 0.05). Based on these findings, it is recommended to implement regular nutrition education, enhance socioeconomic support programs, improve individual dietary counseling, ensure the availability of adequate supplementary feeding, and encourage the use of affordable local foods cultivated in home gardens.
GAMBARAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN SISWA DALAM PEMILIHAN SAMPAH DI SD MUHAMMADIYAH 3 KOTA PADANGSIDIMPUAN Nasution, Nurul Hidayah; Siregar, Yuli Arisyah; Jufri, Soleman; Harahap, Dewani; Habibah, Nursalmah; Batubara, Adli Zil Ikrom; Mapilinda, Via Nesa; Harahap, Rosmawarni
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 10 No 2 (2025): Vol. 10 No. 2 Desember 2025
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51933/health.v10i2.2225

Abstract

One of the developing countries that produces the most waste is Indonesia. The waste problem in Indonesia is now a serious threat if not handled properly. Waste reduction efforts aim to ensure that all elements of society, including the government, the business sector, and the general public, can implement waste reduction measures. Elementary schools are the most important educational institutions for teaching students how to behave appropriately in accordance with the norms of the environment in which they live. The purpose of this study was to determine the knowledge, attitudes, and actions of students in waste sorting at SD Muhammadiyah 3 Kota Padangsidimpuan. This was a quantitative study with a descriptive design. The population and sample consisted of 30 fifth-grade elementary school students. The sampling technique used was total sampling. The research instrument was a questionnaire. The questionnaire consisted of four parts, namely respondent identity, knowledge questionnaire, attitudes, and actions in waste sorting. Data processing was carried out through editing, coding, and entry. Data analysis used univariate analysis. The results of this study showed that the majority of elementary school students had sufficient knowledge, namely 18 students (60%). The attitudes of elementary school students were positive, namely 26 students (86.7%). The actions of elementary school students were to sort waste, with 25 students (83.3%) doing so. It is recommended that schools improve their environmental education programs to be more interactive, such as through hands-on waste sorting practices, school waste banks, and classroom cleanliness competitions so that students become accustomed to sorting waste.